Anda di halaman 1dari 6

BAB I

Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Keperawatan jiwa adalah salah satu ilmu yang membahas bagaimana cara
memberikan keperawatan kepada orang sehat, masalah psikososial maupu orang yang
telah mengalami gangguan jiwa.
Model adalah contoh, menyerupai, merupakan pernyataan simbolik tentang
fenomena, menggambarkan teori dari skema konseptual melalui penggunaan symbol
dan diafragma. Konsep adalah suatu keyakinan yang kompleks terhadap suatu obyek,
benda, suatu peristiwa atau fenomena berdasarkan pengalaman dan persepsi seseorang
berupa ide, pandangan atau keyakinan. Model konsep adalah rangkaian konstruksi
yang sangat abstrak dan berkaitan yang menjelaskan yang menjelaskan secara luas
fenomena-fenomena, mengekspresikan asumsi dan mencerminkan masalah
( Christensen,2009).
Model konseptual merupakan rancangan struktur yang berisi konsep-konsep yang
saling terkait dan saling terorganisasi guna melihat hubungan dan pegaruh logis anar
konsep. Model konseptual juga memberikan arah riset untuk mengetahui sebuah
pertanyaan untuk menanyakan tentang kejadian serta menunjukkan suatu pemecahan
masalah (Perry & Potter, 2005). Model konseptual keperawatan jiwa merupakan suatu
kerangka rancangan terstruktur untuk melakukan praktik pada setiap tenaga kesehatan
mental. Hal ini merupakan upaya yang dilakukan baik oleh tenaga kesehatan mental
maupun perawat untuk menolong seseorang dalam mempertahankan kesehatan
jiwanya melalui mekanisme penyelesaian masalah yang positif untuk mengatasi
stresor atau cemas yang dialaminnya. Perawat psikiatri dapat bekerja lebih efektif bila
tindakan yang dilakukan didasarkan pada suatu model yang mengenali keberadaan
sehat atau sakit sebagai suatu hasil dari berbagai karakteristik individu yang
berinteraksi dengan sejumlah faktor di lingkungan (Videbeck,2008).
1.2 Tujuan
Umum : mahasiswa mampu mengetahui dan memahami pengertian konseptual
keperawatan jiwa
Khusus : 1. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami model eksistensial
keperawatan jiwa.
2. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami proses terapi pada
konseptual model keperawatan jiwa eksistensial
BAB II
Pembahasan
2.1 Konseptual model keperawatan jiwa
Model adalah cara mengorganisasikan pokok pengetahuan yang kompleks. Model
konseptual merupakan kerangka kerja konseptual, sistem atau skema yang
menerangkan tentang serangkaian ide-ide tenteng keterlibatan individu terhadap
situasi ilmu dengan perkembangaannya.
2.2 Model Eksistensial
Teori ini berfokus pada pengalaman individu pada saat ini dan disini. Pandangan
model eksistensi terhadap penyimpangan perilaku, penyimpangan perilaku, terjadi
jika individu putus hubungan dengan dirinya dan lingkungan. Keasingan akan dirinya
dan lingkungan dapat terjadi karena hambatan atau larangan pada diri individu.
Individu merasa putus asa, sedih, sepi, kurang kesadaran akan dirinyadan penerimaan
diri yang mencegahpartisipasi dan penghargaan pada hubungan dengan orang lain.
Pasien sudah kehilangan atau tidak mungkin menemukan nilai-nilai yang memberi
arti pada eksistensinya.
A. Proses terapi
1. Rational emotif therapy (RET), konfrontasi digunakan untuk bertanggung
jawab terhadap perilakunya. Pasien didorong untuk menerima drinya, bagaimana
adanya bukan karena apa yang akan dilakukan. Konsep dasar RET yang
dikembangkan oleh Albert Ellis adalah sebagai berikut:
a. Pemikiran manusia adalah penyebab dasar dari gangguan emosiaonal. Reaksi
emosional yang sehat maupun yang tidak, bersumber dari pemikiran itu.
b. Manusia mempunyai potensi pemikiran rasional dan irasional. Dengan pemikiran
rasional dan inteleknya manusia dapat terbebas dari gangguan emosional.
c. Pemikiran irasional bersumber pada disposisi bilogis lewat pengalaman masa kecil
dan pengaruh budaya.
d. Pemikiran dan emosi tidak dapat dipisahkan.
e. Berfikir logis dan tidak logis dilakukan dengan simbol-simbol bahasa
f. Pada diri manusia sering terjadi self-verbalization. Yaitu mengatakan sesuatu terus-
menerus kepada dirinya.
g. Pemikiran tidak logis-irasional dapat dikembalikan pada pemikiran logis dengan
reorganisasi persepsi. Pemikiran tak logis itu merusak dan merendahkan diri melalui
emosionalnya. Ide-ide irasional bahkan dapat menimbulkan neurosis dan psikosis.
Sebuah contoh ide irasional adalah “ seorang yang hidup dalam masyarakat harus
mempersiapkan diri secara kompeten dan adekuat, agar ia dapat mecapai kehidupan
yang layak dan berguna bagi masyarakat”. pemikiran lain adalah “ sifat jahat, kejam,
dn lain-lain harus dipersalahkan dan dihukum”.
RET bertujuan untuk memperbaiki dan mengubah sikap, persepsi, cara berfikir
keyakinan serta pandangan pasien yang irasional menjadi rasional, sehingga ia dapat
mengembangkan diri dan mencapai realisasi diri yang optimal. Menghilangkan
gangguan emosional yang dapat merusak diri seperti benci, takut, rasa bersalah, was-
was, marah sebagai akibat berfikir yang irasional, dan melatih serta mendidik pasien
agar dapat menghadapi kenyataan hidup secara rasional dan membangkitkan
kepercayaan diri, nilai-nilai dan kemampuan diri. Proses terapi, terapis berusaha
menunjukkan pasien kesulitan yang dihadapi sangat berhuvungan dengan keyakinan
irasional dan menunjukkan bagaimana pasien harus bersikap rasional dan mampu
memisahkan keyakinan irasional dengan rasional. Setelah pasien menyadari gangguan
emosi yang bersumber dari pemikiran irasional, maka terapis menunjukkan pemikiran
pasien yang irasional, serta pasien berusaha mengubah kepada keyakinan menjadi
rasional, dan konselor berusaha menghubungkan antara ide tersebut dengan proses
penyalahan dan perusakan diri, proses terakhir terapis adalah terapis berusaha
menantang pasien untuk mengembangkan filosofis kehidupannya yang rasional, dan
menolak kehidupan yang irasional dan fiktif.

B. Terapi logo, merupakan terapi orientasi masa depan (future orientated therapy).
individu meneliti arti dari kehidupan, karena tanpa arti berarti tidak eksis. Tujuannya
adalah individu sadar akan tanggung jawabnya. Atau pasien dapat menemukan makna
dari penderitaan dan kehidupan serta cinta. Dengan penemuan itu pasien akan dapat
membantu dirinyasehingga bebas dari masalah tersebut. Terapi logo masih mengarah
kepada aliran psikoanalisis, akan tetapi menganut paham eksistensialisme. Mengenai
teknik terapinya digunakan semua teknik yang kiranya sesuai dengan kasus yang
dihadapi. Tampaknya kemampuan menggali hal-hal yang bermakna dari pasien, amat
penting.
Menurut model eksistensial gangguan perilaku atau gangguan jiwa terjadi apabila
individu gagal menemukan jati dirinya dan tujuan dari pada hidupnya. Idividu tidak
memiliki kebanggan akan dirinya. Membenci diri sendiri dan mengalami gangguan
dalam body image-nya. Prinsip dalam proses terapinya adalah mengupayakan
individu agar berpengalaman bergaul dengan orang lain, memahami riwayat hidup
orang lain yang dianggap sukses atau dapat dianggap sebagai panutan (experince in
relationship), memperluas kesadaran diri dengan cara intropeksi (self assesment),
bergaul dengan kelompok sosial dan kemanusiaan (counducted in group), mendorong
untuk menerima jati dirnya sendiri dan menerima kritik atau feedback tentang
perilakunya dari orang lain (encouraged to accept self and control behavior).
Psikoterapi memperkuat proses pembelajaran seseorang untuk sepenuhnya
menjadi diri sendiri. Rogers yakin bahwa penyakit jiwa terjadi akibat kegagalan
mengembangkan diri sendiri sepenuhnya sebagai manusia. Ahli terapi harus tulus dan
tanpa ada yang ditutup-tutupi ketika berhubungan dengan pasien. Ahli terapis harus
bersikap aktif dan mengekspresikan perasaan serta emosinya sendiri secara langsung
dan jujur. Perilaku pasien berubah kearah fungsi diri yang positif bila ahli terapinya
mau menerima, menghargai dan secara tulus berempati terhadap pasien.
Prinsip kperawatannya adalah pasien dianjurkan untuk berperan serta dalam
memperoleh pengalaman yang berarti untuk mempelajari dirinya dan mendapatkan
feedback dari orang lain, misalnya melalui terapi aktivitas kelompok. Terapist
berupaya untuk memperluas kesadaran diri pasien melalui feedback, kritik, saran atau
reward and punishment.

BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Model konseptual keperawatn jiwa mencerminkan upaya menolong orang
tersebut mempertahankan keseimbangan melalui mekanisme koping yang positif
utuk mengatasi stresor. Psikiatri eksitensial beranggapan bahwa pasien berada
dalam duninya sendiri yang tidak dapat didiami sepenuhnya bersama orang lain
yang berorientasi pada penilaian sehat. Model keperawatan jiwa eksistensial yaitu
teori berfokus pada pengalaman individu. Pandangan model eksistensial terhadap
penyimpangan perilaku, dimana penyimpangan ini terjadi apabila individu putus
hubungan dengan dirinya dan lingkungan. Terdapat dua proses dalam
keperawatan jiwa model eksistensial yaitu RET dan terapi logo.

Daftar Pustaka
Ahmadi.2008. konsep dasar keperawatan. Jakarta. EGC
Dalami, E, dkk. 2009. Asuhan keperawatan pada pasien dengan ganguan jiwa.
Jakarta. Trans info media
Dongoes, 2007. rencana asuhan keperawatan psikiatri edisi 3. Jakarta. EGC
Hidayat, A, 2004. Pengantar konsep dasar keperawatan. Jakarta. Salemba Medika

Anda mungkin juga menyukai