Anda di halaman 1dari 7

“SATUAN ACARA PENYULUHAN”

“Pedoman Gizi Seimbang”

Di susun oleh:

Freyti M.E Tumanduk 462013067

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

2016
Satuan Acara Penyuluhan

Pokok Bahasan : Pentingnya Kebersiahan Diri


Hari/Tanggal : Rabu, 29 Juli 2016
Pukul : 19.00 WIB
Sasaran : Keluarga Bapak Muhuno
Tempat : Di Rumah Bapak Muhono, Dusun Dukuh Desa Batur

A. Latar Belakang

Konsumsi gizi yang baik dan cukup seringkali tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak karena
faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal menyangkut keterbatasan ekonomi
keluarga sehingga uang yang tersedia tidak cukup untuk membeli makanan. Sedangkan
faktor internal adalah faktor yang terdapat didalam diri anak yang secara psikologis muncul
sebagai problema makan pada anak.
Anak balita memang sudah bisa makan apa saja seperti halnya orang dewasa. Tetapi
merekapun bisa menolak bila makanan yang disajikan tidak memenuhi selera mereka. Oleh
karena itu sebagai orang tua juga harus berlaku demokratis untuk sekali-kali menghidangkan
makanan yang memang menjadi kegemaran si anak.
Intake gizi yang baik berperan penting di dalam mencapai pertumbuhan badan yang
optimal. Dan pertumbuhan badan yang optimal ini mencakup pula pertumbuhan otak yang
sangat menentukan kecerdasan seseorang.
Faktor yang paling terlihat pada lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan ibu
mengenai gizi-gizi yang harus dipenuhi anak pada masa pertumbuhan. Ibu biasanya justru
membelikan makanan yang enak kepada anaknya tanpa tahu apakah makanan tersebut
mengandung gizi-gizi yang cukup atau tidak, dan tidak mengimbanginya dengan makanan
sehat yang mengandung banyak gizi.
Memasuki Era globalisasi Indonesia masih menghadapi masalah gizi ganda, yaitu masalah
gizi kurang dan masalah gizi lebih dengan resiko penyakit yang ditimbulkan. Masalah gizi
ganda ini terdapat di masyarakat perdesaan dan perkotaan. Masalah gizi ganda pada
hakekatnya merupakan masalah perilaku. Untuk mengkoreksi masalah gizi ganda tersebut
dapat dilakukan dengan pendekatan melalui pemberian informasi tentang perilaku gizi yang
baik dan benar, di samping pendekatan lain. Untuk itu diperlukan acuan/bahan Komunikasi,
Informasi dan Edukasi (KIE) tentang perilaku gizi yang baik dan benar.

Di Indonesia pernah diperkenalkan pedoman 4 sehat 5 sempurna pada tahun 1950 dan
sampai sekarang pedoman ini masih dikenal oleh sebagian anak sekolah dasar. Slogan 4
sehat 5 sempurna saat ini sebenarnya adalah merupakan bentuk implementasi PUGS
(Pedoman Umum Gizi Simbang). Tetapi pada awal tahun 2014, Dinas Kesehatan RI telah
mengeluarkan slogan PUGS terbaru, dari “13 Pesan Dasar Gizi Seimbang” menjadi “10
Pedoman Gizi Seimbang” , karena lebih relevan di kehidupan sekarang dan diharapkan
masyarakat dapat melakukan apa yang tertera di dalam PUGS terbaru tersebut.
B. Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan tentang pedoman umum gizi seimbang (PUGS), orang tua di
harapkan dapat menerapkan pedoman umum gizi seimbang (PUGS) sehari-hari di dalam
lingkungan keluarga dengan baik dan benar.

C. Tujuan Khusus
 Setelah mengikuti penyuluhan ini orang tua diharapkan dapat mengetahui
pengertian Pedoman Umum Gizi Seimbang.
 Setelah mengikuti penyuluhan ini, orang tua dapat menyebutkan 10 pesan umum
gizi seimbang dengan tepat.
 Setelah mengikuti penyuluhan ini, orang tua dapat menjelaskan 10 pesan dasar gizi
seimbang dengan baik
 Setelah mengikuti penyuluhan ini , orang tua di harapkan mengetahui bahaya dari
menghiraukan pesan umum gizi seimbang dengan benar.

D. Pelaksanaan Kegiatan
1. Materi yang di bawakan :
1.1 Pedoman Umum Gizi Seimbang
2. Sasaran dan Target
 Sasaran : keluarga Bapak Muhono
 Target : Ayah dan Ibu keluarga bapak Muhono
3. Target : Metode yang digunakan
a) Ceramah
b) Diskusi
c) Tanya Jawab
4. Media dan Alat
a. Poster
5. Waktu dan tempat
a. Hari / Tanggal-Bulan-Tahun : Rabu,27 juli 2016
b. Waktu : 19:00 WIB
c. Tempat : Rumah keluarga Bapak Muhono Dusun Dukuh
6. Pengorganisasian
a) Penanggung jawab : Freyti
b) Moderator : Freyti
c) Presenter : Freyti
E. Kegiatan Penyuluhan

No Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Masyarakat Waktu

Pembukaan (moderator) :
a. Memberi salam Menjawab salam, 5 menit
b. Memperkenalkan diri memperhatikan dan
1 c. Mengadakan kontrak waktu mendengarkan
d. Menjelaskan tujuan penyuluhan

Kegiatan ini (penyaji) : 30 menit


 Menjelaskan materi yang akan di  Mendengar
sampaikan  Memperhatikan
2
Pedoman Gizi Simbang
 Diskusi dan tanya jawab
 Diskusi
Penutup (moderator) :  Diskusi 10 menit
a. Melakukan evaluasi dengan
menanyakan kembali materi-
3
materi yang telah disampaikan
b. Menyampaikan kesimpulan  Memperhatikan
c. Ucapan terima kasih

F. Uraian Tugas ( Job Description)


 Penanggung jawab : Bertanggung jawab terhadap jalannya kegiatan yang
dilakukan
 Moderator : Memimpin jalanya kegiatan
 Presenter : Mempresentasikan dan memberikan informasi
kepada keluarga Muhono

G. Evaluasi
a) Evaluasi Struktur
b) Evaluasi Proses
c) Evaluasi Hasil
Lampiran I

MATERI PENYULUHAN TENTANG PEDOMAN GIZI SEIMBANG

Gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu
menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses
kehidupan (Sunita Almatsier, 2001)

Susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan
kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku
hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Menurut Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) yang tertuang dalam I Dewa Nyoman
Supariasa (2001), masalah gizi kurang disebabkan oleh faktor penyebab langsung dan tidak
langsung. Penyebab langsung dapat berupa asupan makanan bergizi yang kurang dan
penyakit infeksi. Penyebab tidak langsung adalah persediaan makanan di rumah tidak
memenuhi standar makanan seimbang, perawatan anak dan ibu hamil serta pelayanan
kesehatan yang belum maksimal. Akar masalah gizi kurang tersebut disebabkan oleh krisis
ekonomi langsung dengan pokok permasalahan kemiskinan, kurang pendidikan dan kurang
ketrampilan.

Masalah gizi tersebut mempunyai dampak yang serius bagi seluruh golongan. Kekurangan
gizi pada masa anak-anak akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan
baik secara fisik yang meliputi ukuran tubuh, tinggi badan dan berat badan yang
menyimpang, serta berpengaruh terhadap kecerdasannya (Ali Khomsan; 2003).

Dari masalah yang ada, pada awal tahun 2014, Dinas Kesehatan RI telah mengeluarkan
slogan PUGS terbaru, dari “13 Pesan Dasar Gizi Seimbang” menjadi “10 Pedoman Gizi
Seimbang” , karena lebih relevan di kehidupan sekarang dan diharapkan masyarakat dapat
melakukan apa yang tertera di dalam PUGS terbaru tersebut.
Berikut adalah isi dari “10 Pedoman Gizi Seimbang”:

1. Syukuri dan nikmati keanekaragaman makanan

Keanekaragaman makanan yang dimaksud adalah bilamana saat kita makan pagi,
siang, malam, makanan yang kita komsumsi mengandung 5 unsur, yaitu karbohidrat(
nasi,roti, mie, gandum, jagung, umbi2an), protein hewani ( ayam, ikan, seafood,
daging sapi,dll ), protein nabati( tahu, tempe, kacang2.an), sayur,dan buah.

2. Biasakan mengkomsumsi lauk pauk yang berprotein tinggi

Protein berperan penting bagi pertumbuhan sel-sel tubuh dan memperbaiki sel
tubuh yang rusak,serta berperan juga dalam pembentukan tulang dan pertumbuhan
anak.
3. Makan aneka ragam sayuran dan cukup buah

Komsumsi sayur dan buah orang Indonesia belum bisa mencapai target 100%
,.Menurut hasil Riskesdas tahun 2013, tingkat kecukupan sayur adalah 93,5. Hasil ini
menurun karena pada tahun 2007 komsumsinya mencapai 93,6. Oleh karena itu,
mari komsumsi buah dan sayur agar target bisa tercapai 100%. Mengkomsumsi sayur
dan buah secara rutin sangat baik bagi tubuh karena sayur dan buah banyak
mengandung antioksidan, mineral, vitamin yang dapat mencegah penuaan dini.

4. Biasakan mengkomsumsi aneka ragam makanan sumber karbohidrat

Selain kita dianjurkan makan dengan seimbang,kita juga dianjurkan mengkomsumsi


berbagai jenis sumber karbohidrat, bisa digilir sesuai waktu makan, atau tiap minggu.
Karena setiap jenis karbohidrat berbeda kandungan serat dan gulanya.Beras merah
dan hitam sebenarnya lebih baik jika dibanding dengan beras putih biasa,karena
beras tersebut mengandung lebih banyak serat rendah gula, cocok untuk penderita
diabetes dan orang yang sedang berdiet, selain itu beras hitam mengandung
kandungan protein, kalium, antioksidan dan vitamin e yang lebih tinggi dari jenis
beras lainnya.

5. Batasi mengkomsumsi makanan manis, asin dan berlemak tinggi

Produk jajanan yang dilapisi pemanis buatan dan coklat, camilan keripik-keripik, ,
memang harus dibatasi jumlah komsumsinya karena makanan tersebut kurang zat
gizi atau nutrisi yang terkandung di dalamnya tidak beragam,hanya mengandung
banyak kalori,lemak dan rendah protein. Hal tersebut bisa memicu penyakit
degeneratif ( jantung, stroke, hipertensi dll) di kemudian hari.

6. Biasakan sarapan

Sarapan sangat penting dilakukan karena sarapan merupakan makanan bagi otak
agar otak kita siap menjalani aktifitas kita sepanjang hari yang padat. Sarapan juga
bisa mencegah kelebihan berat badan karena bila kita tidak sarapan, kita akan lapar
dan cenderung melampiaskan lapar kita pada waktu makan siang, akibatnya makan
siang kita jadi tidak terkontrol dan memicu kelebihan berat badan.

7. Minum air putih yang cukup dan aman.

Kita memang dianjurkan untuk minum air putih yang bersih dan aman min 8 gelas
sehari untuk mencegah tubuh agar tidak dehidrasi atau kekurangan air, karena air
diperlukan untuk mengedarkan berbagai zat gizi yang sudah diserap ke seluruh
tubuh kita.
8. Biasakan membaca label pada kemasan makanan

Hal tersebut penting dilakukan, hal yang perlu kita cek jika membaca label kemasan
adalah, informasi gizi, dan tanggal kadaluarsa, karena tidak sedikit supermaket atau
pasar yang menjual makanan yang sudah keadaluarsa.

9. Biasakan cuci tangan sebelum makan dengan air mengalir

Kebiasaan cuci tangan di Indonesia sudah mengalami peningkatan yang signifikan,


sebagian besar masyarakat sudah menyadari pentingnya mencuci tangan sebelum
makan. Hal itu dibuktikan dengan hasil Riskesdas tahun 2013 yang mencapai 47%
yang dibandingkan dengan tahun 2007 yang masih 23,2%.

10. Melakukan aktifitas fisik/ olahraga secara teratur dan mempertahankan berat
badan ideal.

Untuk menghilangkan tumpukan lemak di perut, pinggang, pinggul,paha dan lengan


atas serta mempertahankan berat badan sangatlah mudah, cukup lakukan olahraga
selama 30 menit saja 3-5 kali seminggu dengan pembagian, jogging selama 10
menit, pengencangan bawah dan atas 10 menit.

Referensi :

Almatsier,Sunita. 2001. prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

I Dewa Nyoman Supariasa. Penilaian Status Gizi. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran
EGC. 2002.

Ali Khomsan. 2003. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Jakarta: PT. Rajagrafindo
Kemenkes RI. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Ditjen Bina Gizi dan KIA