Anda di halaman 1dari 8

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN

KOMUNIKASI KEPERAWATAN

Dyah Tri Handayani (1906428335)

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
a. Data Subjektif
Klien mengeluh sudah 4 hari belum buang air besar
b. Data Objektif
Klien tampak lemasmas, posisi tidur bedrest, dan tanpak mengejan
2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan eliminasi fekal
3. Tujuan Khusus
Untuk membantu pasien melakukan eliminasi fekal
4. Tindakan Keperawatan
Melakukan masassage abdomen

B. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan


(SP 1 Perawat – Klien)

1. Fase Perkenalan dan Orientasi


P : Selamat Pagi, Bu, perkenalkan saya Dyah Tri Handayani, atau Ibu boleh panggil
saya Suster Dyah. Kalau boleh tahu nama lengkap Ibu siapa? Dan senang dipanggil
apa?
K : Saya Nurul Hasanah, cukup panggil saya Bu Nur.
P : Apa yang Bu Nur keluhkan dan rasakan saat ini?
K : Saya sudah 3-4 hari ini belum bisa buang air besar, terasa mulas tetapi ketika saya
sedang mengeejan, BAB tidak kunjung keluar
P : Bu Nur merasakan keluhan ini sudah berapa lama?
K : Kurang lebih 3-4 hari sus
P : Bu Nur punya riwayat penyakit apa?
K : Saya kan memang punya stroke sus, jadi sudah 1 bulan ini tidur di ranjang saja
sus
P : Baik Bu, saya ingin mengukur tekanan darah ibu ya. Apa ibu bersedia?
K : Boleh, mas Tommy silahkan, Sus.
P : Baik, Bu, kalau begitu saya akan mengukur tekanan darah ibu ya tujuannya adalah
untuk mengetahui tekanan darah ibu dan selanjutnya akan saya laporkan kepada
dokter aldiRian tentang kondisini terkini ibu.
K : Baik, Suster Dyah mas Tommy.
P : Kalau begitu bagaimana jika Ssaya akan mengukur tekanan darah ibu ya di ruang
periksa? Waktunya, tidak lama kurang lebih 3-5 menit saja.
K : Baik mas Tommy Suster Dyah terima kasih banyak ya mas.

2. Fase Kerja
P : Sesuai diskusi kita tadi, Ibu sekarang akan saya ukur tekanan darahnya
K : Ya Suster Dyah.
P : Coba tangan kanan ibu di luruskan, saya akan pasangkan manset ya bu.
K : Baik, Sus.
P : Saya akan pompa ya bu, selama di pompa memang tangan ibu akan terasa seperti
kesemutan sedikit dikarenakan manset yang akan menekan, tetapi itu hanya
sementara ya bu.
K : Iya, Suster Dyah.
P : Saya mulai pompa ya bu
K : Baik sus
P : Saya lepaskan manset ya bu, tekanan darah ibu 120/80 mmHg ya bu
K : Itu hasilnya bagaimana sus?
P : Tekanan darah ibu termasuk dalam batas nilai normal ya bu, baik saya akan
laporkan kepada dokter aldi tentang kondisi ibu ya
K : Baik sus
3. Fase Terminasi Sementara
P : Bagaimana Bu Nur perasaannya setalah diukur tekanan darahnya?
K : Saya sekarang jadi tahu tekanan darah saya sus
P : Hasil pemeriksaan barusan akan saya catat di status agar dokter aldi juga
mengetahuinya. Silakan berkonsultasi dan diskusi terkait obat-obatan yang akan
diberikan nanti ya, Bu.
K : Baik Suster Dyah terima kasih.
P : Sama-sama, selamat pagi Bu

C. ISBAR dan TBak (Perawat – Dokter)


Perawat menghubungi dokter via telpon mengenai laporan kondisi pasien:
P : Selamat Siang, Dokter aldi. Saya Suster Dyah, Perawat Rawat Inap Lantai 4
RSUD Jati Padang. Ingin melaporkan kondisi pasien saat ini. Apakah dokter aldi
bersedia?
D : Baik, Suster Dyah. Silahkan laporannya.
P : Pasien atas nama Ibu Nurul Hasanah, 52 tahun, di kamar 403. (identification)
Saat ini keluhan sulit untuk buang air besar kurang lebih sudah 3-4 hari dok.
Tekanan darah 120/80 mmHg. Kesadaran Compos mentis. Kategori EWS Hijau.
Pasien dirawat dengan diagnosa Stroke Hemoragic. Kondisi pasien bedrest total
dan tampak lemah . Apakah perlu diberikan tambahan obat pencahar, Dok?
D : Baik, terima kasih atas laporannya Suster Dyah. Boleh tambahkan terapi Yal 1
kali bila perlu ya dan tolong pantau kebutuhan eliminasi pasien ya sus.
P : (Perawat mencatat instruksi dokter pada catatan terintegrasi)
Baik, saya ulangi instruksinya ya, Dok. Pemberian obat Yal 1 kali bila perlu dan
pantau kebutuhan eliminasi pasien ya dok.
D : Iya betul, Suster Dyah.
P : Oke, intruksinya sudah saya tuliskan di catatan terintegrasi pasien, tolong dokter
nanti menandatanginya sebagai konfirmasi dalam waktu 1x24jam.
D : Baik, Suster Dyah. Terima kasih atas laporannya.
P : Sama-sama, Dok. Terima kasih, selamat siang.

D. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan


SP II Edukasi Obat (Perawat – Klien)
1. Fase Perkenalan dan Orientasi
P : Selamat Siang, Bu Nur, masih ingat dengan saya?
K : Selamat Siang, Suster Dyah.
P : Wah, betul. Bu Nur masih ingat dengan saya. Siang ini saya Suter Dyah yang
berjaga menggantikan Suster Nia yang dinas pagi.
P : Apa yang Bu Nur keluhkan dan rasakan saat ini?
K : Saya merasa perut saya tidak nyaman sus, masih belum bisa buang air besar
dengan lancer, terasa keras sekali.
P : Baik, Bu. Mengenai keluhan dan kondisi ibu saat ini sudah saya laporkan kepada
dokter Aldi. Dari dokter aldi memberikan instruksi untuk pemberian obat pencahar
agar ibu lebih mudah melakukan buang air besar bu.
K : Oh, seperti itu ya, Sus.
P : Betul, Bu. Jadi nanti setelah diresepkan saya akan memberikan Ibu obatnya sesuai
dengan instruksi dokter aldi. Apakah Ibu bersedia menunggu? Formatted: Font: 12 pt, English (United States)

K : Baik, Suster Dyah mas Tommy.


P : Kalau begitu bagaimana jika Ssaya akan menyiapkan obatnya terlebih dahulu ya,
Bu. Kurang lebih 15-20 menit lagi saya akan kesini lagi.
K : Baik mas Tommy Suster Dyah terima kasih banyak ya mas.

2. Fase Kerja
P : Sesuai yang sudah kita bicarakan tadi ya, Bu. Ini saya bawakan obat Yal
P : Coba bisa sebutkan nama lengkap dan tanggal lahir Ibu?
K : Nurul Hasanah, 2 Mei 1957
P : Oke obat dan identitasnya sudah sesuai. Selanjutnya akan saya jelaskan dulu ya
Bu. Obat ini namanya Yal, fungsinya untuk memudahkan ibu dalam melakukan
buang air besar, sesuai dengan instruksi dokter obat ini diberikan 1 kali bila perlu
melalui rektal. Apakah Ibu sudah paham?
K : Sudah, Sus.
P : Ya, sekarang Saya bantu ibu memasukkan obatnya ya bu.
K : Iya, Suster Dyah.
P : Sudah selesai ya bu.
K : Iya Sus terima kasih.

3. Fase Terminasi Sementara


P : Bagaimana Bu Nur perasaannya setelah diberikan obat?
K : Lumayan, Sus, sudah tidak melilit.Saya sudah bisa buang air besar sedikit sedikit.
P : Baiklah kalau begitu. Bu Nur besok kita akan melakukan massage abdomen.
Apakah Bu Nur dan Ibu bersedia?
K : Saya bersedia.
P : Baiklah kalau Bu Nur bersedia besok kita akan latihan di sini, kira-kira 5-10
menit. Sekarang Ibu boleh beristirahat lagi.
K : Baik Suster Dyah terimakasih banyak.
P : Sama-sama, selamat sore Bu

E. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan


SP III Edukasi Keluarga Selama dirawat (Perawat – Keluarga)

1. Fase Perkenalan dan Orientas


P : Selamat Siang, Bu Nur dan suami masih ingat dengan saya?
K : Selamat Siang, Suster Dyah.
P : Siang ini saya Suter Dyah yang berjaga kembali menggantikan Bruder Wahyu
yang dinas pagi ya bu. Oia bapak, Suami dari Bu Nur? Kalau boleh tahu namanya
siapa pak?
Klg : Iya suster Dyah nama saya Pak toni Suami Bu Nur.
P : Oh baik Pak toni. Bagaimana hari ini? Apa masih sering merasa pusing Bu Nur?
K : Saya sudah merasa lebih baik, Saya sudah bisa buang air besar sedikit sedikit.
P : Wah, bagus. Sudah mulai stabil ya berarti.
P : Kalau begitu bagaimana jika Oia Bu, jadi hari ini saya akan mengajarkan cara
massage abdomen ya bu. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam buang air
besar . Apakah Ibu bersedia untuk memulainya sekarang?
Klg : Baik mas Tommy Suster Dyah, bersedia banyak ya mas.
P : Oke kalau begitu kita akan latihan kurang lebih 5-10 menit disini Ibu dan bapak.
K & Klg: iya sus terima kasih.

2. Fase Kerja
P : Sesuai yang bicarakan tadi ya, Bu. Saya akan menjelaskan dulu apa itu massage
abdomen, jadi massage abdomen adalah tindakan pijatan yang dilakukan pada area
perut untuk merangsang pergerakan usus besar dan membantu menyembuhkan
sembelit serta rasa sakit perut yang intens.
Klg : Oh begitu ya Suster Dyah.
P : Kalau begitu akan saya peragakan langsung ya bu
K :Oke sus.
P : Pertama saya akan oleskan minyak ke perut ibu, ibu tidurnya dalam posisi
terlentang ya.
K : Seperti ini, Sus?
P : Ya, betul sekali. Saya akan mulai pemijatannya ya bu.
K : Iya, Suster Dyah.
P : Massage abdomen ini bisa dipakai mengurangi rasa melilit ya bua
Klg : Apakah bisa dilakukan pagi dan sore hari Sus?
P : Tentu saja Bu, Semakin sering dilatih akan semakin baik.
Klg : Baik Sus.

3. Fase Terminasi Sementara


P : Bagaimana Bu Nur setelah diberikan massage abdomenkah?
K : Senang sekali, Sus, rasa melilit saya sudah jauh berkurang sus
P : Benar, Kapan harus melakukan massage abdomen?
Klg : Setiap hari secara rutin bisa pagi dan sore hari.
P : Baiklah kalau begitu. Sepertinya Bapak dan ibu sudah paham mengenai latihan
massage abdomen yang saya ajarkan tadi.
K & Klg: Baik sus
P : K & klg: Baik Suster Dyah terimakasih banyak.
P : Sama-sama, selamat siang Bu

F. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan


SP IV Edukasi Pulang (Perawat – Klien – Keluarga)

1. Fase Perkenalan dan Orientasi


P : Selamat Pagi, Bu Nur dan Pak toni.
K & Klg: Selamat Pagi, Suster Dyah.
P : Pagi ini saya Suter Dyah yang berjaga kembali menggantikan Suster Nimas
K & Klg: Iya suster Dyah
P : Bagaimana Bu Bu Apakah sudah mulai dilakukan massage abdomen?
Klg : Sudah, Sus.
P : Wah, bagus. Kalau begitu saya akan menjelaskan cara penuhi kebutuhan
eliminasi pasien?
K& Klg: Iya, Sus. Bersedia.
P : Oke kalau begitu selama kurang lebih 5-10 menit disini saya akan menjelaskan
tentang pemenuhan kebutuhan eliminasi pasien selama bedrest dan keluarga bisa
merawat keluarga dengan baik selama tirah baring.
K & Klg: iya sus terima kasi

2. Fase Kerja
P : Jadi Ibu ibu, saat dirumah nanti hal yang harus diperhatikan selain kepatuhan
minum obat dan kontrol ke poli adalah mobilisasi rutin dirumah. Saat ini Ibu kan
memiliki keterbatasan fisik untuk bergerak, jadi perlu sebagian dibantu oleh ibu
dalam memenuhi kebutuhan Ibu. Bila sulit BAB baiknya diberikan tehnik massage
abdomen Misalnya BAK dengan urinal, BAB di diapers,
Klg : Oh begitu ya Suster Dyah.
P : Ini saya berikan jadwal miring kiri dan kanan tiap 2 jam. Ada waktunya untuk
miring ke sisi kiri ada waktu untuk terletang dan ada waktu untuk miring ke sisi
kanan
Klg : Baik Sus.
P : Ya, betul sekali. Ibu bisa lakukan sendiri untuk melakukan massage abdomen
K : Iya, Suster Dyah.
K : Iya Sus terima kasih.

3. Fase Terminasi
P : Bagaimana Bu Nur dan Pak toni perasaannya setelah saya jelaskan tadi?
K : Saya jadi tahu cara melakukan massage abdomen
Klg : Saya juga tahu sekarang cara untuk membantu ibu dalam melakukan massage
abdomen
P : Benar Bu, Apakah Bu Nur apa yang harus pertama kali dilakukan?
K : Pertama memberikan minyak pada seluruh area abdomen
P : Benar Bu. Pak toni setelah itu apa yang harus kita lakukan pak?
Klg : Posisikan ibu terlentang sus, selanjutnya bisa lakukan massage ya sus
P : Hebat sekali Pak toni. Jadi apa saja yang harus diingat pada saat pasien pulang?
Klg : Minum obat, kontrol, latihan gerak, dan miring kiri-kanan dan melakukan
massage abdomen
P : Wah, benar. Sepertinya Bu Nur dan Pak toni sudah paham dan siap jika sudah
diijinkan pulang oleh dokter nanti ya. Semoga dengan perawatan yang baik dan
benar Ibu bisa lekas pulih dan bisa beraktifitas kembali.
K & klg: Baik Suster Dyah terimakasih banyak.
P : Sama-sama, selamat pagi Pak bu