Anda di halaman 1dari 16

Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No.

1, April 2017 18

REVITALISASI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DAN


INTEGRASI PENDIDIKAN GIZI BERBASIS KEARIFAN LOKAL
DI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN GIZI ANAK USIA
SEKOLAH
Cica Yulia

Abstrak: Indonesia saat ini mengalami masalah gizi ganda pada anak sekolah dasar. Di tunjukkan
dengan tingginya masalah underweight dan obesitas. Selain masalah gizi, masalah keamanan pangan
jajanan juga merupakan ancaman bagi para anak sekolah. Revitalisasi pemberian makanan tambahan
anak sekolah berbasis kearifan lokal diperlukan untuk mengatasi masalah gizi yang terjadi pada anak
sekolah, tidak hanya di tujukan bagi daerah miskin tetapi juga perlu di lakukan diseluruh sekolah dasar
sehingga status gizi dan kesehatan anak dapat terjamin. Intergrasi pendidikan gizi berbasis kearifan
lokal dapat dijadikan dalah satu alternative dalam upaya meningkatkan pengetahuan anak mengenai
gizi dan kesehatan. Melalui pendidikan formal di sekolah dalam bentuk pembelajaran di kelas maupun
ekstrakurikuler, dengan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kearifan lokal setempat
sehingga dapat merubah perilaku makan yang lebih positif dan berdampak pada perbaikan status gizi
anak sekolah. Sebagai upaya peningkatan status kesehatan anak sekolah, dapat di lakukan dengan
meningkatkan kebugaran anak sekolah melalui olahraga permainan tradisional, yang telah terbukti
dapat meningkatkan kebugaran dan memperbaiki status gizi anak. Revitalisasi pemberian makanan
tambahan dan integrasi pendidikan gizi berbasis kearifan lokal diharapkan dapat memberikan
kontribusi terhadap perbaikan status gizi dan kesehatan anak sekolah serta dapat berkontribusi dalam
pelestarian budaya Indonesia.

Kata Kunci: Revitaslisasi, Kearifam Lokal, Perbaikan Gizi

LATAR BELAKANG MASALAH


Anak sekolah dasar adalah
anak dengan usia 7-12 tahun. Masa ini adalah 11.2 persen, terdiri dari 4,0
merupakan masa peralihan dari masa persen sangat kurus dan 7,2 persen
kanak-kanak pada periode akhir masa kurus. Sedangkan prevalensi anak
kanak-kanak. Pada anak sekolah dasar sekolah yang mengalami kegemukan
dengan usia 12 tahun merupakan fase mencapai 18,8%, terdiri dari gemuk
menuju masa berikutnya yaitu masa 10,8% dan sangat gemuk (obesitas)
pubertas,sehingga peranan zat 8,8% (Riskesdas 2013). Apabila dilihat dari
gizi sangat diperlukan guna perbandingan jumlah persentase, maka
masalah gizi anak usia sekolah di Indonesia
mengoptimalkan pertumbuhan
pada saat ini lebih tinggi pada masalah
Masalah gizi yang banyak terjadi pada
overweight dan obesitas, meskipun selisihnya
anak usia sekolah diantaranya adalah tidak lebih dari sepuluh persen. Tidak dapat di
masalah malnutrition. Malnutrition pungkiri bahwa Indonesia saat ini masih
disini dapat di artiakan kelebihan tergolong dalam kategori Negara yang
maupun kekurangan salah satu zat memiliki beban ganda masalah gizi, pada satu
gizi. Berdasarkan data riskesdas sisi masih banyak terdapat anak yang
(2013) menunjukkan bahwa secara mengalami

nasional prevalensi kurus (menurut


IMT/U) pada anak umur 5-12 tahun
1)Cica Yulia Dosen Prodi Pendidikan Tata Boga Departem
PKK FPTK UPI
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 19

kekurangan zat gizi, tetapi di sisi lain makan yang diterapkan oleh orang tua,
masalah kelebihan zat gizi sudah dan faktor lingkungan. Dalam hal ini
banyak terjadi. peran teman sebaya (peer group) juga
Berdasarkan UNICEF sangat mempengaruhi kebiasaan
conceptual framework (1990), masalah makan anak usia sekolah. Hurlock
gizi yang terjadi pada anak usia (1996) mengemukakan bahwa anak
sekolah dasar dapat di sebabkan oleh sekolah dasar merupakan usia
faktor langsung, faktor tidak langsung berkelompok, dimana perhatian utama
dan akar masalah. Faktor penyebab anak tertuju pada keinginan diterima
langsung yaitu konsumsi dan status oleh teman-teman sebaya anggota
infeksi. Faktor tidak langsung yaitu kelompok. Faktor lingkungan lain
ketersediaan makanan di tingkat yang berpengaruh terhadap kebiasaan
rumah tangga, pola asuh dan makan anak adalah ketersediaan jenis
pelayanan kesehatan dan kesehatan makanan yang ada di sekitarnya. Anak
lingkungan. Serta akar masalahnya sekolah umumnya setiap hari
yaitu politik, kemiskinan dan menghabiskan waktunya sekitar 6-7
pendidikan. Melihat prevalensi jam di sekolah, praktis waktu makan
kegemukan yang lebih tinggi selingan pagi dan makan siang
dibandingkan dengan prevalensi kurus berlangsung di sekolah. Untuk
berdasarkan data Riskesdas (2013), hal memenuhinya anak mengakses makan
ini mengindikasikan bahwa sebetulnya dari lingkungan di sekitar sekolah,
konsumsi anak usia sekolah dasar di baik itu yang disediakan di kantin
Indonesia sudah melebihi dari angka maupun yang dijual oleh para
kecukupan gizi yang dianjurkan. Gill pedagang kaki lima. Dari penelitian
(2015) mengemukakan bahwa obesitas yang ada, permasalahan gizi dan
atau kegemukan merupakan hasil dari kesehatan anak sekolah saat ini
tidak seimbangnya asupan energi yang meningkat dibanding sebelumnya. 90
berasal dari makanan dan minuman % anak, biasa jajan di sekolah, 56,8%
dengan energi yang dikeluarkan untuk menderita anemia, dan 40% tidak
proses metabolisme dan aktifitas fisik. terbiasa sarapan (Firmansyah,2003).
Anak usia sekolah dasar merupakan Fenomena yang terjadi saat ini adalah
konsumen aktif, dimana mereka sudah semakin merebaknya restoran-restoran
dapat memilih serta memutuskan jenis siap saji yang menyuguhkan hidangan
makanan yang akan di konsumsi. tidak memenuhi kriteria gizi sehat
Kebiasaan makan anak akan seimbang. Makanan tinggi kalori,
berpengaruh terhadap konsumsi dan tinggi lemak, bahan tambahan pangan
akhirnya dapat mempengaruhi status serta tinggi gula, sehingga apabila di
gizinya. konsumsi secara terus menerus dapat
Kebiasaan makan anak sekolah menjadi faktor resiko terjadinya
dasar sangat dipengaruhi oleh berbagai berbagai gangguan kesehatan. Kebiasaan
faktor, diantaranya yaitu kebiasaan makan yang kurang baik ini
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 20

tidak akan terus berlangsung, apabila disebabkan oleh berbagai masalah


setiap anak memiliki pengetahuan gizi yang kompleks, pemecahan masalah
yang baik. Dengan pengetahuan gizi gizi pada anak sekolah tidak hanya
yang baik, diharapkan terjadi dapat diselesaikan oleh salah satu
perubahan perilaku makan yang positif sektor, diperlukan pemecahan masalah
yang nantinya dapat berdampak multi sector sehingga berbagai
terhadap peningkatan status gizi anak masalah gizi pada anak sekolah dapat
tersebut. Stojan et al (2013) dipecahkan. Salah satunya adalah
mengemukakan bahwa anak dengan dengan melaksanakan pemberian
pengetahuan gizi baik,memiliki makanan tambahan dan pendidikan
perilaku makan yang lebih sehat gizi berbasis kearifan lokal yang
dibandingkan dengan anak dengan diharapkan mampu memperbaiki
pengetahuan gizi yang kurang status gizi anak sekolah serta dapat
Selain fenomena fast food saat melestarikan budaya Indonesia yang
ini masalah jajanan anak sekolah juga sudah mulai terkikis oleh
sangat mengkhawatirkan, hal ini perkembangan jaman.
disebabkan karena keamanan pangan
makanan jajanan anak sekolah masih KAJIAN PUSTAKA
sangat jauh dari standard. Hal ini Pemberian Makanan Tambahan
ditunjukkan dengan munculnya Anak Sekolah (PMT-AS)
berbagai kasus foodborne illnesses PMT-AS berawal dari hasil uji
yang diakibatkan oleh makanan coba pada tahun 1991/1992 untuk
jajanan anak sekolah. Hasil mengatasi masalah kesehatan,
pengawasan BPPOM mengungkapkan kekurangan gizi, dan kecacingan pada
bahwa sekolah dan kampus merupakan anak-anak SD dan MI di beberapa
lokasi berisiko paling tinggi kedua daerah miskin misalnya di Aceh,
terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Sumatra Barat, Jawa Tengah,
keracunan pangan yaitu sebesar Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara
15,64%. (BPPOM, 2008). Salah satu Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi
Foodborne illnesses yang sering terjadi Utara, Maluku dan Irian Jaya. Caranya
sebagai dampak dari keracunan dengan memberikan bantuan dana
makanan adalah diare. Diare untuk pembuatan makanan jajanan
merupakan penyakit infeksi yang yang dibuat dari bahan makanan
dapat mengakibatkan status gizi setempat, sehingga dapat memberikan
seseorang menurun, melalui tambahan 15—20 % dari kebutuhan
mekanisme hilangnya selera makan, gizi rata-rata anak perhari. Menurut
malabsorpsi, metabolisme terganggu Pedoman Umum PMT-AS Tahun 2003
dan menyebabkan hilangnya zat gizi dalam Prasetyo dan Tantowi .
(Sulaeman,2015). Tujuan Umum PMT-AS : Meningkatkan
Sebagai upaya untuk ketahanan fisik siswa sekolah dasar sebagai
bagian dari
memecahkan permasalahan gizi yang
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 21

upaya perbaikan gizi dan kesehatan 1. Bentuk makanan tambahan tidak


sehingga dapat mendorong minat dan berupa makanan lengkap seperti
kemampuan belajar siswa untuk nasi dan lauk pauk, tetapi berupa
meningkatkan prestasi dalam rangka makanan kudapan dengan tetap
menunjang Program Belajar memperhatikan aspek mutu.
Pendidikan Dasar 9 Tahun. Tujuan 2. Bahan Pangan PMT-AS sebaiknya
Khusus : 1) Meningkatkan kehadiran menggunakan bahan hasil pertanian
siswa dalam mengikuti pelajaran; 2) setempat. Tidak dianjurkan
Meningkatkan ketahan fisik siswa menggunakan bahan makanan
sekolah dasar; 3) Menanamkan sikap produk pabrik atau industri yang
dan perilaku menyukai makanan didatangkan dari kota seperti susu
jajanan setempat sejak anak-anak bubuk, susu kaleng, susu karton,
dalam rangka Aku Cinta Makanan mie instan, roti atau kue produk
Indonesia; 4) Meningkatkan perilaku pabrik.
sehat dan kebiasaan makan sehat; 5) 3. Kandungan gizi makanan kudapan
Meningkatnya prestasi masyarakat harus mengandung minimal energi
dalam penyediaan, pemanfaatan dan 300 kalori dan 5 gram protein untuk
keanekaragaman bahan pangan lokal tiap anak setiap hari pelaksanaan
sebagai bahan baku kudapan PMT-AS; PMT-AS, atau merupakan
5) Meningkatnya peran serta tambahan minimal 15 % dari
masyarakat dalam pendidikan, kebutuhan kalori dan protein setiap
kesehatan dan gizi serta kesejahteraan harinya. Jumlah tersebut senilai
keluarga; 6) Meningkatkan kesehatan dengan masuknya kalori dan
anak khususnya mengatasi penyakit protein makan pagi pola makan
cacingan; 7) Meningkatkan pembinaan anak desa (bila mereka makan
kebun sekolah/pekarangan sebagai pagi).
wahana belajar bagi siswa. 4. Bahan dasar makanan kudapan
Sasaran Program PMT-AS terutama mengandung sumber
adalah Seluruh siswa usia sekolah karbohidrat seperti umbi-umbian
(ubi jalar, ubi kayu, talas dan
dasar, diutamakan yang berada di
sejensinya), sagu, biji-bijian (beras
daerah miskin sesuai kreteria yang jagung dan sejenisnya) serta buah-
ditetapkan dan masyarakat luas buahan (pisang, sukun dan
terutama orang tua siswa dan guru, sejenisnya) untuk meningkatkan
agar dapat memahami manfaat PMT- nilai gizinya bahan pangan tersebut
AS. Dengan pemahaman tersebut perlu diperkaya dengan menambah
diharapkan PMT-AS menjadi program bahan pangan lain seperti : berbagai
jenis gula pasir, aren, gula merah
mandiri dan berkelanjutan yang
nira dan lainnya, kemudian minyak
diselengarakan oleh masyarakat. goreng dan kelapa dalam bentuk
Prinsip Makanan Tambahan Anak santan atau parutan untuk meningkatkan
Sekolah (PMT-AS) adalah sebagai kadar energi, serta juga kacang-kacangan
(kacang
berikut :
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 22

tanah, kacang merah, kedelai, pengetahuan anak mengenai gizi dan


tempe, tahu dll). Dan kemudian kesehatan serta kebiasaan makan yang
juga daging atau ikan sebagai baik. Suhardjo(2003) mengemukakan
sumber protein hewani serta yang
bahwa pendidikan gizi di sekolah
terakhir sayur-sayuran dan buah-
buahan untuk meningkatkan kadar mempunyai beberapa keuntungan
vitamin dan mineral. antara lain anak-anak mempunyai
pemikiran yang terbuka dibandingkan
Pemberian makanan tambahan orang dewasa, dan pengetahuan yang
anak sekolah memberikan manfaat diterima dapat merupakan dasar bagi
bagi perbaikan status gizi dan pembinaan kebiasaan makannya.
kesehatan anak sekolah dasar. Hasil Anak-anak umumnya mempunyai
penelitian Penelitian yang dilakukan hasrat besar untuk ingin tahu dan
oleh Lestari (2011) menemukan bahwa mempelajarinya lebih jauh. Adapun
ada perbedaan status gizi siswa SD/MI tujuan umum pendidikan gizi
sebelum dan sesudah PMT-AS di disekolah adalah: 1) meningkatkan
Kecamatan Kalibening Kabupaten kesehatan dan perkembangan fisik
Banjarnegara, dengan p value 0,030 (p anak-anak sekolah; 2) menanamkan
value<0,05); ada perbedaan kadar kebiasaan dan cara-cara makan yang
hemoglobin siswa SD/MI sebelum dan baik; 3) mengembangkan pengetahuan
sesudah PMT-AS, dengan p value dan sikap tentang peranan makanan
0,000 (p value<0,05) yang bergizi bagi kesehatan
manusia;4) membantu anak-anak
Pendidikan Gizi Anak Usia Sekolah dalam memperoleh pengetahuan dan
Pendidikan gizi merupakan keterampilan tentang produksi,
kombinasi dari strategi pendidikan pengolahan, penyimpanan, pemilihan
dengan dukungan lingkungan yang di pangan kaitannya dengan konsumsi
desain untuk memfasilitasi adopsi pangan dan gizi (Suhardjo,2003).
secara volunteer mengenai pemilihan Contento (2011)
makanan dan gizi sehingga mengemukakan bahwa pendidikan gizi
menghasilkan perilaku yang positif akan lebih efektif apabila focus utama
terhadap kesehatan dan kesejahteraan. dari program dan aktifitas bertujuan
Pendidikan gizi dapat dilakukan di terhadap pencapaian tujuan yang
berbagai tempat, baik dilakukan secara spesifik seperti:
personal, institusional, komunitas 1. Perilaku dalam pemilihan makanan seperti
hingga pada level kebijakan pendidikan gizi mengenai konsumsi buah
(Contento,2011). Melihat aktifitas dan sayur yang cukup dalam sehari,
anak sekolah dasar pada umumnya mengurangi konsumsi makanan yang
tinggi lemak, sarapan dan snack yang
menghabiskan setengah hari waktunya
sehat.
di sekolah, maka pendidikan gizi yang
dilakukan disekolah dinilai paling
efektif untuk meningkatkan
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 23

2. Perilaku dan praktek yang budaya masyarakat setempat dan


berhubungan dengan berkaitan dengan kondisi geografis
makananseperti praktek keamanan secara luas. Oleh karena hakikat
pangan, praktek menyiapkan bahan kearifan lokal yang demikian maka ia
pangan dan memasak, cara akan merefleksikan kondisi budaya
menangani pangan yang berasal Nusantara yang Bhineka Tunggal Ika.
dari petani, pasar atau perkebunan. Dalam bidang pangan, Tupan (2012)
3. Aktifitas fisik tertentu seperti mengemukakan bahwa kearifan lokal
berlari, berjalan, bersepedaatau sebagai sumber karbohidrat
bermain baseball, karena aktifitas masyarakat di pedesaan yang biasa
fisik merupakan salah satu faktor dikonsumsi adalah jagung, ubi kayu,
penting dalam menjaga berat badan ubi jalar, talas, ganyong (sebek), surak,
dan kesehatan tubuh. gembili (kemilik), uwi dan perenggi.
Pendidikan gizi di sekolah Sedangkan sebagai sumber protein,
memberikan manfaat terhadap masyarakat juga telah terbiasa
perubahan perilaku makan anak kearah mengonsumsi aneka jenis ikan, seperti
yang lebih positif. Schindler, belut, siput, kerang dan unggas yang
(2010) mengemukakan bahwa berasal dari hasil budidaya maupun
program kesehatan sekolah yang hasil tangkapan di alam. Adapun untuk
menitik beratkan pada pengenalan sumber mineral dan vitamin, didapat
terhadap berbagai sayuran dan buah- dari buah-buahan dan sayuran yang
buahan serta berbagai aktivitas fisik tersedia di pinggiran hutan, kebun,
yang dapat mencegah obesitas pada pematang sawah, saluran irigasi
anak-anak dapat meningkatkan maupun di pekarangan rumah.
pengetahuan tentang makanan sehat
dan mereka juga mau mencoba A. Upaya Pemecahan Masalah
berbagai makanan yang bergizi seperti Revitalisasi Pemberian Makanan
sayuran dan buah-buahan Tambahan Anak Sekolah
dibandingkan dengan siswa yang tidak Pada anak sekolah dasar yang
mengikuti program tersebut. mengalami overweight dan obesitas,
penyebabnya adalah berlebihnya
Kearifan Lokal asupan energi. Dari beberapa
Kearifan lokal merupakan penelitian menyebutkan bahwa salah
kepribadian, identitas kultural satu penyebab kelebihan energi pada
masyarakat yang berupa nilai, norma, anak adalah konsumsi makanan junk
etika, kepercayaan, adat-istiadat dan food yang tinggi kalori, tinggi lemak,
aturan khusus yang telah teruju tinggi gula dan tinggi natrium.
kemampuannya sehingga dapat Meningkatnya konsumsi junk food,
bertahan secara terusmenerus. tanpa di sadari akibat dari nutrition
Kearifan lokal pada prinsipnya benilai transition dimana Negara Indonesia
baik dan merupakan keunggulan bergerak dari Negara Agraris menjadi
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 24

negara yang sedang berkembang underweight dan overweight atau


dimana mata pencaharian pada saat ini obesitas yang terjadi pada anak
beralih ke bidang industri. Setiap sekolah dasar yang di akibatkan oleh
orang dalam keluarga berusaha untuk faktor konsumsi, salah satu
mencukupi kebutuhan hidup, tidak pendekatan pemecahan masalah
terkecuali ibu. Sehingga waktu yang adalah dengan memberikan makanan
dimiliki oleh ibu untuk melakukan tambahan pada saat sekolah.
pekerjaan domestic sangat sempit. Dan Walaupun kegiatan pemberian
hal ini berdampak terhadap makanan tambahan anak sekolah atau
penyediaan makanan keluarga. Popkin yang lebih di kenal dengan istilah
(2006) mengungkapkan bahwa ciri PMT-AS telah ada sejak tahun 1990an,
lain dari nutrition transition dari tetapi awalnya program ini hanya
Negara agraris ke Negara pre industry ditujukan untuk anak-anak yang
adalah menurunnya konsumsi cerealia, berasal dari daerah miskin. Dengan
buah dan sayur dan meningkatnya melihat permasalahan yang dihadapi
konsumsi makanan yang diolah dan saat ini, revitalisasi PMT-AS di
diawetkan serta makanan siap saji. rasakan sangat perlu guna
Fenomena tersebut telah terjadi di memecahkan masalah baik itu pada
Indonesia, saat ini anak-anak lebih anak sekolah yang berasal dari daerah
menyukai konsumsi makanan siap saji miskin, maupun anak sekolah dari
seperti fried chicken, minuman daerah tidak miskin.
bersoda dan western food dengan Dengan pemberian makanan
istilah convenience food, karena cita tambahan, di harapkan akan memberikan
rasanya yang enak dan gurih. Makanan kontribusi terhadap perbaikan status gizi anak
tradisional Indonesia yang sangat tersebut. Jenis makanan tambahan yang
dapat diberikan pada anak-anak tersebut
beragam dan menyehatkan mulai di
dapat berbasis kearifan lokal. Kearifan lokal
tingggalkan oleh anak-anak dan
disini berarti menggunakan bahan-bahan
remaja. Hal ini dapat dilihat dari yang ada di lingkungan sekitar dan
jumlah anak-anak yang mengunjungi mengolahnya sesuai dengan kebiasaan di
restoran siap saji yang menyuguhkan suatu daerah. Dalam hal ini, sebagai upaya
convenience food lebih banyak jika di meningkatkan konsumsi pangan lokal, maka
bandingkan dengan anak-anak yang hendaknya jenis makanan tambahan yang
diberikan kepada anak sekolah dasar adalah
mengunjungi retoran makanan
jenis makanan tradisional yang sangat
tradisional. Padahal apabila dilihat dari
beragam dan bergizi serta lebih sehat karena
uang yang harus di keluarkan untuk di produksi dari bahan-bahan lokal setempat
membeli makanan hampir sama. tanpa harus mengimpor
Pada masalah anak yang
mengalami underweight, kemungkinan
konsumsi energi anak tersebut kurang
jika dibandingkan dengan angka
kecukupan energi. Baik masalah
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 25

dengan perjalanan panjang pangan mineral memiliki berbagai fungsi


tersebut tiba di suatu daerah. sebagai contoh yaitu vitamin A yang
Makanan tradisional adalah befungsi dalam penglihatan dan sistem
makanan dan minuman, termasuk imun. Kacang-kacangan dan hasil
makanan jajanan serta bahan olahnya sebagai sumber protein nabati
campuran yang digunakan secara yang berfungsi dalam pembentukan
tradisional dan telah lama berkembang sel-sel tubuh. Salah satu hasil olah
secara spesifik di daerah atau kacang kedelai adalah tempe. Tempe
masyarakat Indonesia.Biasanya merupakan makanan khas Indonesia
makanan tradisional diolah dari resep yang telah banyak di teliti dan
yang sudah dikenal masyarakat memiliki berbagai khasiat. Senyawa
setempat dengan bahan-bahan yang aktif yang terdapat dalam tempe dapat
diperoleh dari sumber lokal yang berperan sebagai anti bakteri,
memiliki citarasa yang relatif sesuai antioksidan, anti anemia dan
dengan selera masyarakat setempat memperlancar metabolisme
(Astawan,2014). Mengacu pada (Astawan,2014).
definisi tersebut, maka bahan pangan Syarat dari makanan tambahan
yang dapat digunakan untuk makanan bagi anak sekolah adalah diberikan
tambahan diantaranya adalah : umbi- dalam bentuk makanan kudapan.
umbian, sayuran, buah-buahan dan Kudapan menurut Marwanti et al
kacang-kacangan serta hasil olahnya. merupakan kelompok makanan ringan yang
Umbi-umbian merupakan sumber sangat beranekaragam jenisnya, dapat
berbentuk makanan kering, makanan basah,
karbohidrat komplek yang berfungsi
bubur ataupun minuman. Indonesia dengan
sebagai sumber energi. Selain itu
beragam suku dan etnis memiliki jenis
kandungan lain yang terdapat dalam kudapan yang sangat banyak.Jenis kudapan
umbi-umbian adalah serat pangan. makanan tradisonal yang dapat di jadikan
Serat pangan berfungsi: memelihara sebagai makanan tambahan anak sekolah
mikroflora usus, mencegah obesitas, sesuai dengan kearifan lokal masyarakat
mencegah diabetes mellitus,mencegah setempat harus mengedepankan ketersediaan
hipertensi, mencegah kanker usus bahan pangan yang ada di daerah tersebut.
Tabel di bawah ini adalah jenis kudapan
besar, mencegah penyakit
tradisional yang dapat di jadikan makanan
diverticulosis, mencegah penyakit tambahan untuk anak sekolah dasar
jantung coroner dan stroke. Davis et al diantaranya adalah sebagai berikut :
(2009) mengemukakan bahwa
peningkatan asupan serat dalam sehari
dapat menurunkan lemak visceral pada
jaringan adipose. Hal ini
mengindikasikan bahwa serat dapat
membantu dalam menurunkan
prevalensi obesitas. Sayuran dan buah-
buahan sebagai sumber vitamin dan
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 26

Tabel 1. Jenis Kudapan sebagi Dari tabel 1 dapat disimpulkan


alternative makanan tambahan bahwa sangat banyak sekali jenis
anak sekolah kudapan yang dapat di kembangkan
sebagai makanan tambahan anak
No Daerah Jenis
makanan
Jenis
makan
Jenis
minuman
sekolah. Jenis kudapan yang akan di
kering an dan berikan sebagai makanan tambahan
manis kering bubur
asin untuk anak sekolah harus ―ramah
1 Jawa Kue Selat Kolak
nagasari solo pisang
status gizi‖. Istilah ramah status gizi
Kue apem Semar Kolak ubi disini adalah, karena berdasarkan
Kue talam mendem Bubur biji
ubi Lemper salak permasalahan gizi yang terjadi di
Kue talam Arem- Bubur biji
ebi arem mutiara Indonesia tidak hanya masalah Gizi
Kue Bandros Bubur kurang, tetapi masalah gizi lebih juga
lumpur Grontol ketan
kentang combro hitam sudah mulai banyak di temui.
Putu
mayang Sehingga jenis PMT yang diberikan
Getuk juga harus disesuaikan dengan status
lindri
Lupis gizi anak yang berada di sekolah
Carang
gesing tersebut. Selain disesuaikan dengan
Misro
Colenak
status gizi, untuk meningkatkan
Kue Obi preferensi atau tingkat kesukaan anak
2 Sumatera Katan Pergedel Bubur
sarikayo jaguang kampiun sekolah terhadap makanan tradisional,
Bolu Es tebak
kemojo Eslaksama sebaiknya makanan tradisional
Kue na tersebut di modifikasi disesuaikan
ombusomb mengamu
us Es dengan perkembangan kuliner tanpa
Kue bika Kolding
ambon Dadih merubah originalitas makanan tradisional
Es kacang tersebut. Sebagai contoh untuk anak dengan
merah
3 Kalimanta Kue Lemang status gizi kurang maka jenis kudapan yang
n Amparan Tehpug dapat disediakan diantaranya yaitu kue
Tatak
Kue panada dan klapertart. Kue panada
bingka merupakan kue tradisional yang berasal dari
kentang
Talam Sulawesi yang terbuat dari tepung dan diisi
sagu dengan ikan tuna atau cakalang. Dari
Putu labu
Lempeng pemenuhan zat gizi, kue panada sangat
4 Sulawesi Klapertart Panada Bubur bergizi karena mengandung energi dan
Lalampa tinotuan
Pisang Bubur protein yang sangat berguna untuk
goroho jagung meningkatkan status gizi anak gizi kurang.
Kue Es pisang
barongko hijau Untuk anak dengan status gizi lebih /
Kue Es palu overweight, maka jenis kudapan sebagai PMT
Sikapuro butung
Kue Gohu yang dapat diberikan diantaranya adalah
katirisala Es tji mei espisang ijo yang
Es
manado
5 Papua Kue lontar
Kue sagu /
bagea
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 27

terbuat dari tepung, pisang dan sirup. pengalaman rasa sehingga anak
Penggunaan tepung dapat di tersebut terbiasa untuk mengkonsumsi
modifikasi dengan menggunakan berbagai jenis makanan tradisional dan
umbi-umbian yang dihaluskan. Jenis mengingat nya sampai dia tumbuh
kudapan lainnya adalah Asinan bogor, dewasa dan dapat menceritakan
jenis kudapan ini sangat tinggi serat kembali kepada generasi berikutnya.
karena terbuat dari berbagai macam Dengan demikian, dapat turut
sayuran dan buah-buahan. Davis et al melestarikan makanan tradisional
(2009) mengemukakan bahwa Indonesia dari kepunahan.
peningkatan asupan serat dalam sehari
dapat menurunkan lemak visceral pada Integrasi Pendidikan Gizi Berbasis
jaringan adipose. Hal ini Kearifan Lokal
mengindikasikan bahwa serat dapat Pemecahan masalah gizi anak
membantu dalam menurunkan sekolah tidak dapat diselesaikan
prevalensi obesitas dengan hanya memberikan makanan
Pemberian makanan tambahan tambahan dalam rangka perbaikan
anak sekolah ke depannya tidak harus status gizi anak, tetapi di perlukan
di berikan kepada sekolah yang berada usaha lain yang dapat menyelesaikan
di daerah miskin. tetapi program ini permasalah yang disebabkan oleh
dapat dilakukan di seluruh sekolah, faktor penyebab tidak langsung seperti
mengingat banyaknya kasus pola konsumsi maupun penyebab yang
foodborne deases yang terjadi pada berasal dari akar masalah seperti
anak sekolah. Penyediaan makanan permasalahan pengetahuan gizi. Salah
tambahan pada waktu jam istirahat di satu faktor yang mempengaruhi pola
sekolah konsumsi seseorang adalah
diharapkan mampu mengurangi pengetahuan gizi yang dimiliki oleh
kebiasaan jajan tidak sehat pada anak seseorang. Jorge et al (2008)
sekolah. Selain itu makanan mengemukakan bahwa peningkatan
tradisional yang diberikan kepada para asupan sereal sebagai upaya
anak sekolah dasar sebagai makanan menurunkan berat badan pada anak
tambahan di sekolah, diharapkan dapat usia sekolah, lebih efektif di barengi
memberikan kontribusi terhadap dengan penyampaian pendidikan gizi.
perbaikan status gizi anak sekolah. Untuk meningkatkan pengetahuan gizi
Jenis makanan tradisional yang di anak sekolah dasar, dapat dilakukan
berikan pada anak-anak diharapkan dengan memberikan pendidikan gizi
dapat memberikan pengetahuan dalam bentuk formal di sekolah.
kepada anak tentang beragamnya Bentuk kegiatan pendidikan gizi dapat
makanan tradisional Indonesia. Selain dilakukan di kelas maupun di luar
itu dengan memberikan makanan kelas dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler
tradisional sebagai makanan yang diikuti oleh seluruh anak. Contento
(2011)
tradisional pada anak sekolah dasar di
harapkan mampu memberikan
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 28

mengemukakan bahwa pendidikan gizi jenis metode yang dapat di terapkan


yang diberikan harus lebih spesifik. untukmencapai tujuan pembelajaran
Artinya bahwa untuk meningkatkan sangat beragam. Mulai dari metode
pengetahuan gizi anak sekolah dasar penugasan, metode karya wisata,
yang berbasis kearifan lokal maka hingga pada metode praktek. Sebagai
tujuan pembelajaran harus lebih contoh, untuk menerangkan materi
spesifik. Sebagai contoh materi mengenai manfaat zat gizi dan sumber
pembelajaran yang dapat disusun zat gizi, guru dapat memberikan
adalah sebagai berikut: penugasan kepada siswa untuk
1. Materi mengenai manfaat zat gizi berkunjung ke pasar, ke peternakan
dan sumber zat gizi sesuai dengan atau ke kebun kemudian memberikan
jenis pangan yang tersedia di tugas untukmembuat ringkasan dari
suatu daerah. apa yang telah mereka temui di tempat
2. Materi mengenai pentingnya tersebut untuk didiskusikan di kelas.
sarapan pagi dan jenis makanan Dengan metode pembelajaran
yang dapat dikonsumsi untuk penugasan, di harapkan para siswa
sarapan sesuai dengan pola makan dapat lebih mengetahui bahan pangan
daerah dan ketersediaan pangan yang tersedia di daerahnya dan
yang ada di suatu daerah. mengetahui fungsi dari bahan pangan
3. Materi mengenai manfaat buah tersebut.
dan sayur dalam mendukung Contoh metode lain yang dapat
peningkatan konsumsi buah dan diterapkan dalam pendidikan gizi
sayur pada anak sekolah dasar. adalah merode praktek. Metode
4. Materi mengenai anjuran makan praktek memungkinan para anak-anak
sehari yang haru di konsumsi para untuk melakukan sesuatu secara
anak sekolah dasar agar status gizi langsung, sehingga mereka
dan kesehatan tetap terjamin. mendapatkan pengalaman dalam
5. Materi mengenai keamanan melakukan sesuatu hal. Kaitan dengan
pangan makanan jajanan sebagai pendidikan gizi berbasis kearifan
upaya menanamkan kebiasaan lokal, metode ini dapat di gunakan
tidak jajan sembarangan kepada untuk menyampaikan materi mengenai
anak sekolah dasar. anjuran makan sehari untuk anak
6. Aktifitas fisik berupa olahraga sekolah. Dengan cara para anak di
permainan tradisional untuk tugaskan untuk membawa makanan
meningkatkan kebugaran baik itu makan pagi, makan siang,
snack pagi dan sore dan makan malam
Keberhasilan pendidikan gizi dari rumahnya. Di sekolah anak di
di pengaruhi oleh pemilihan metode bagi menjadi beberapa kelompok dan
pengajaran yang tepat dan disesuaikan dengan bantuan dari guru, anak akan
tujuan serta materi. Berkaitan dengan mempraktekan berapa jumlah makanan yang
pendidikan gizi berbasis kearifan loka, harus mereka konsumsi
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 29

dan mereka menatanya di meja makan. menyampaikan pesan atau materi


Untuk penataan makanan di meja kepada anak sekolah. Media edukasi
makan atau ruang makan akan sangat gizi yang dirancang menarik bagi anak
berbeda setiap daerahnya. Karena sekolah dasar, terbukti dapat
setiap daerah memiliki keunikan meningkatkan pengetahuan gizi anak.
tersendiri dalam menyajikan makanan Yulia et al (2013) mengemukakan
di ruang makanan. Seperti di daerah bahwa Penggunaan media edukasi gizi
jawa barat, pada umumnya makanan di berupa kwartet tumpeng gizi, lembar
sajikan tidak di meja makan, tetapi di balik memilih makanan jajanan yang
atas tikar dan makanan di atur tengah, sehat dan aman, serta jigsaw label
kemudian disediakan pring makan, makanan, terbukti efektif dalam
gelas serta serbet makan dan mangkuk meningkatkan pengetahuan gizi
yang berfungsi sebagai pencuci responden khusus nya mengenai
tangan. Penataan makanan didaerah proporsi jumlah makanan yang di
lain tentu saja akan berbeda di butuhkan dalam sehari, penggolongan
sesuaikan dengan adat istiadat daerah pangan, pemilihan makanan jajanan
setempat. Dengan metode praktek ini, yang sehat dan aman serta label
di harapkan para anak selain memiliki makanan. Pendidikan gizi yang
pengetahuan dalam anjuran makan dilakukan kepada anak sekolah dasar
sehari, juga akan mengetahui tata cara berbasis kearifan lokal di harapkan
menghidangkan makanan (food dapat memberikan dampak positif
service) serta tata cara makan (table terhadap pengetahuan gizi serta
manner) daerah masing-masing. perilaku makan, salah satunya yaitu
Sehingga turut berkontribusi dalam dapat mengurangi frekuensi konsumsi
pelestarian budaya makan di daerah. junk food dan meningkatnya intake
makanan tradisional yang kaya akan
Komponen lain yang gizi serta menyehatkan. Straker et al
berpengaruh terhadap pendidikan gizi (2014) mengemukakan bahwa
adalah pemilihan media intervensi pendidikan gizi yang
pembelajaram. Kata media berasal dari dilakukan dapat mengurangi frekuensi
bahasa Latin yang merupakan bentuk konsumsi junk food.
jamak dari kata medium yang secara Status gizi seorang anak sangat
harfiah berarti ‗perantara‘ atau erat kaitannya dengan status
‗pengantar‘ (Sukiman,2012). kesehatan. Telah diketahui bersama
Penyampaian materi pendidikan gizi di bahwa infeksi memiliki hubungan
sekolah hendaknya di sampaikan bolak balik dengan konsumsi anak.
semenarik mungkin, sehingga dapat Untuk meningkatkan status kesehatan
memberikan memori yang tidak anak, upaya yang dapat dilakukan
terlupakan bagi para anak. Media adalah dengan meningkatkan kebugaran
edukasi merupakan salah satu alat anak-anak melalui aktifitas fisik dan olahraga.
bantu yang berperan dalam Contento (2011)
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 30

mengemukakan bahwa salah satu pengertian jatuh di dalam


content dari pendidikan gizi adalah permainan ini tidak jatuh yang
mengenai aktifitas fisik. Berkaitan sebenarnya, tetapi jatuh dalam arti
dengan pendidikan gizi berbasis tidak mempunyai hak untuk
kearifan lokal. Banyak sekali olahraga bermain menangkap lawan atau
permainan tradisional yang dapat dikatakan hilang kekuasaannya.
dijadikan sebagai materi pendidikan
gizi berkaitan dengan aktifitas fisik Olahraga permaianan
dan olahraga. Beberapa jenis olahraga tradisional terbukti dapat
permainan tradisional yang meningkatkan kebugaran para siswa.
dikemukakan oleh Mahendra (2015) Hal ini ditunjukkan dari beberapa
diantaranya yaitu: penelitian yang telah di lakukan. Hasil
1. Pemainan galasin dari jawa barat penelitian Wijaya (2009)
banyak dimainkan oleh anak-anak menunjukkan bahwa siswa yang diberi
daerah Sunda. Permainan ini intervensi olahraga permainan
memerlukan kecepatan lari dan tradisional Bali memiliki kebugaran
kelincahan bergerak serta mengelak lebih baik di bandingkan dengan
agar mudah bebas dari kejaran kelompok control yang di beri
lawan. perlakuan permaianan belka.
2. Permainan Inkaropianik dari daerah Penelitian lain yang di lakukan di
kepulauan Raja Ampat, Kabupaten Jawa barat menemukan hasil bahwa
Sorong, Irian Jaya. permainan tradisional Hadang yang
3. Bawi ketik merupakan salah satu dilakukan pada anak kelas empat
jenis permainan rakyat daerah sekolah dasar dengan metode
Lombok, khususnya dari desa eksperimen dan dilakukan selama dua
Pejanggik, Kecamatan Praya, bulan dengan frekuensi latihan
Kabupaten Lombok Tengah. 1minggu 3 kali dapat meningkatkan
4. Main Ilu Apui Nama permainan ini kebugaran fisik anak (Soekarno,2013).
adalah "Ilu Apui" (bahasa Lampung Selain berpengaruh terhadap
yang artinya sebagai berikut Ilu = kebugaran fisik atau jasmani,
minta, Apui = api. Jadi dapat permainan tradisional dapat
diartikan ke dalam bahasa meningkatkan kecepatan dan
Indonesia = "Minta Api"). kelincahan pada anak sekolah
5. Baren Kata "Baren" berasal dari (Kurniawan,2010). Permainan
kata "Tiba" dan "leren" (bahasa tradisional selain dapat meningkatkan
Jawa) yang berarti jatuh dan kebugaran anak, juga dapat
berhenti. Namun kenyataannya mengontrol obesitas pada anak.
pengertian berhenti (leren) tidak Penelitian yang dilakukan oleh tim
berarti mereka yang sudah mahasiswa dari Fakultas Kesehatan
tertangkap terus berhenti, tetapi Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan (2014)
menjadi tawanan regu lawan. Dan mengungkapkan bahwa
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 31

permainan tradisional banteng, gatrik 4. Sebagai upaya peningkatan status


dan gobak sodor yang dilakukan oleh kesehatan anak sekolah, dapat di
anak sekolah dasar selama 80 kali lakukan dengan meningkatkan
dengan jangka waktu empat bulan dan kebugaran anak sekolah melalui
intensitas latihan mulai 10-30 menit olahraga permainan tradisional,
mampu mengontrol obesitas pada yangtelahterbuktidapat
anak. meningkatkan kebugaran dan
memperbaiki status gizi anak.
KESIMPULAN 5. Revitalisasi pemberian makanan
1. Indonesia saat ini mengalami tambahan dan integrasi pendidikan
masalah gizi ganda pada anak gizi berbasis kearifan lokal
sekolah dasar. Di tunjukkan dengan diharapkan dapat memberikan
tingginya masalah underweight dan kontribusi terhadap perbaikan status
obesitas. Selain masalah gizi, gizi dan kesehatan anak sekolah
masalah keamanan pangan jajanan serta dapat berkontribusi
juga merupakan ancaman bagi para dalam pelestarian budaya
anak sekolah. Indonesia.
2. Revitalisasi pemberian makanan
tambahan anak sekolah berbasis DAFTAR PUSTAKA
kearifan lokal diperlukan untuk
Contento, Isobel R. 2011. Nutrition
mengatasi masalah gizi yang terjadi
Education. America. Jones and
pada anak sekolah, tidak hanya di barlett Publisher
tujukan bagi daerah miskin tetapi Davis, Jaimie N et al.2009. inverse
juga perlu di lakukan diseluruh relation between dietary fiber
sekolah dasar sehingga status gizi intake and visceral adiposity in
dan kesehatan anak dapat terjamin. overweight Latino youth Am J
3. Intergrasi pendidikan gizi berbasis Clin Nutr 2009;90:1160–6.
kearifan lokal dapat dijadikan dalah Firmansyah, Agus. 2003. Aspek.
satu alternative dalam upaya Gastroenterology problem makan
pada bayi dan anak. Pediatric
meningkatkan pengetahuan anak
Nutrition Update.
mengenai gizi dan kesehatan.
Gill, timothy. 2015. Managing and
Melalui pendidikan formal di
preventing obesity. United
sekolah dalam bentuk pembelajaran kingdom. Elsevier
di kelas maupun ekstrakurikuler, Hurlock, Elizabeth B. 1996.Psikologi
dengan materi pembelajaran yang Perkembangan. Jakarta.Erlangga
disesuaikan dengan kearifan lokal Jorge. L Rosado. et al. 2008. An increase
setempat sehingga dapat merubah of cereal intake as an approach to
perilaku makan yang lebih positif weight reduction in children is
dan berdampak pada perbaikan effective only when accompanied
status gizi anak sekolah. by nutrition education: a
randomized controlled trial.
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 32

Nutrition Journal 7:28 ak.doc&ei=CbljVYbNNdLmuQT


http://www.nutritionj.com/content yvIOAAw&usg=AFQjCNG9b_Y
/7/1/28 iDr1CP9UYKs1YlsCNdYnaRA&
Kementrian Kesehatan RI. 2013. Riset bvm=bv.93990622,d.c2E&cad=rjt
Kesehatan Dasar (Riskesdas) Popkin, Bary (2006)What is the Nutrition
2013. Jakarta Transition?http://www.cpc.unc.ed
Kurniawan, Dedy.2011. Abstrak. u/projects/nutrans/whatis
peningkatan kecepatan dan Prasetyo, Yoyok Bekti & Tontowi .Kajian
kelincahan melalui permainan Program Makanan Tambahan
tradisional pada siswa kelas v Anak Sekolah Di Kabupaten
SDN Mulyoagung 04 kecamatan Pasuruanhttp://yoyokbektiprasety
dau kabupaten malang. o.staff.umm.ac.id/files/2010/01/P
Lestari , Rizkiana Titi. 2011. Evaluasi MTAS.pdf
peran program Pemberian Schindler.Jenifer (2010) The Effect of
makanan tambahan anak sekolah Nutrition Education on Children‘s
(PMT-AS) terhadap status gizi, Healthy Food Choices. terhubung
kadar hemoglobin dan prestasi berkala
belajar siswa. Universitaas Negri https://digitalarchive.wm.edu/bitst
Semarang. Skripsi. ream/handle/10288/1914/FINAL
http://lib.unnes.ac.id/6635/1/8080 THESISMay6%202.pdf?sequence
_A.pdf =1
Made Astawan. 2014.Kajian Khasiat Suhardjo (2003), Berbagai cara
Berbagai Pangan Lokal sebagai pendidikan gizi, Jakarta, Bumi
Pangan Fungsional dalam Aksara
Pencegahan Penyakit Degeneratif
danPeningkatan Sukiman. 2012. Pengembangan Media
Kesehatan.https://dl.dropboxuserc Pembelajaran. Yogyakarta :
ontent.com/u/34645682/release/se Pedagogia
mnas_fikkes/Pangan%20Lokal%2 Sulaeman, Ahmad. Keamanan Pangan,
0Fungsional%20%28Made%20A Gizi dan Kualitas Sumberdaya
stawan%29.pdf Manusia di Era Globalisasi. Orasi
Mahendra, Agus. 2015. Modul permainan Ilmiah Guru Besar IPB. Bogor.
anak dan aktifitas ritmik. PT.IPB Press
http://file.upi.edu/Direktori/FPOK Stojan. 2013. Nutrition knowledge in
/JUR._PEND._OLAHRAGA/ relation to the eating behaviour
Marwanti et al. Pengembangan Mutu and attitudes of Slovenian
Produk Makanan Kudapan schoolchildren. Nutrition & Food
Melalui Diversifikasi Pengolahan Science. 2013, Vol. 43 Issue 6,
Untuk Meningkatkan Pendapatan p564-572. 9p
Produsen. Terhubung. Straker. 2014. The Impact of Curtin
http://www.google.co.id/url?sa=t University‘s Activity, Food and
&rct=j&q=&esrc=s&source=web Attitudes Program on Physical
&cd=1&ved=0CB0QFjAA&url= Activity, Sedentary Time and Fruit,
http%3A%2F%2Feprints.uny.ac.i Vegetable and Junk Food
d%2F3427%2F1%2FArtikel_Kric Consumption among Overweight
and Obese Adolescents: A
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 6, No. 1, April 2017 33

Waitlist Controlled Trial. PLOS Obesitas Dengan Permainan


ONE.www.plosone.org 1 Tradisional.
November 2014 Volume 9 Issue http://uad.ac.id/id/fkm-uad-
11 adakan-penelitian-cegah-obesitas-
Sukarno, Budi.2013. Pengaruh dengan-permainan-tradisional
pembelajaran permainan Wijaya, Made Agus. 2009. Peningkatan
tradisional permainan hadang kebugaran jasmani dengan
terhadap tingkat kebugaran Permainan belka dan permainan
jasmani siswa. Jurnal PGSD tradisional Bali (studi eksperimen
Pendidikan Jasmani, Volume 1 pada siswa putera Kelas v sd lab.
Nomor 3 , Desember 2013. Undiksha). Jurnal Pendidikan dan
http://fpok.upi.edu/artikel/jurnal- Pengajaran, Jilid 42, Nomor 3,
pgsd-pendidikan-jasmani-volume- Oktober 208 2009, hlm. 206 –
1-nomor-3-desember-2013-budi- 211.
sukarno/ http://ejournal.undiksha.ac.id/inde
Tupan. 2012. Wujudkan Ketahanan x.php/JPP/article/view/1752/1531
Pangan dengan Kearifan Lokal Yulia,Cica et al.2013. Rancang Bangun
Terhubung berkala Dan Implementasi Media Edukasi
http://accountability.humanitarian Gizi Bagi Anak Sekolah
forumindonesia.org/LinkClick.asp Dasar.Laporan penelitian Hibah
x?fileticket=GNVCYk54hCw%3 Pekerti. Tidak dipublikasikan
D&tabid=648&mid=1526
Universitas Ahmad Dahlan.2014.FKM
UAD adakan Penelitian Cegah