Anda di halaman 1dari 34

TUGAS KELOMPOK 4

PELAYANAN KIA
(Pemeliharaan Kesehatan Pada Calon Ibu dan Ibu Nifas
serta Upaya Kesehatan Ibu dan Anak )
Dosen Pengampu : Dr. Ina Debora Ratu Ludji,M.Kes

DISUSUN OLEH

Maria Antonia Nurak


Rosita Libing
Sinta Inriani Olla

PROGRAM STUDI PASCASARJANA


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pemeliharaan Kesehatan
Pada Calon Ibu dan Ibu Nifas serta Upaya Kesehatan Ibu dan Anak”. Makalah ini diajukan
guna memenuhi mata kuliah “Pelayanan KIA”. Dalam penyusunan makalah ini masi jauh
dari kesempurnaan serta banyak kekurangan. Untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan
saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah ini.

Kupang, September 2019

Tim Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

Ilmu kesehatan masyarakat adalah suatu ilmu seni yang bertujuan untuk mencegah
timbulnya penyakit, memperpanjang umur, meningkatkan kesehatan, melalui usaha-usaha
kesehatan masyarakat.
Kesehatan prakonsepsi adalah kesehatan seorang wanita sebelum dia menjadi hamil. Itu
berarti mengetahui bagaimana kondisi kesehatan dan faktor risiko dapat mempengaruhi
seorang wanita atau bayi yang belum lahir jika dia menjadi hamil. Sebagai contoh, beberapa
makanan, kebiasaan, dan obat-obatan dapat membahayakan bayi anda - bahkan sebelum ia
dikandung. Beberapa masalah kesehatan, seperti diabetes, juga dapat mempengaruhi
kehamilan.
Setiap wanita harus memikirkan kesehatannya apakah dia merencanakan kehamilan.
Salah satu alasannya adalah bahwa sekitar setengah dari seluruh kehamilan yang tidak
direncanakan. Kehamilan yang tidak direncanakan berisiko lebih besar dari kelahiran
prematur dan berat lahir rendah bayi. Alasan lain adalah bahwa, meskipun kemajuan penting
dalam perawatan kedokteran dan kehamilan, sekitar 1 dari 8 bayi lahir terlalu dini. Para
peneliti sedang mencoba untuk mencari tahu mengapa dan bagaimana mencegah kelahiran
prematur. Tetapi para ahli setuju bahwa wanita perlu lebih sehat sebelum hamil. Dengan
mengambil tindakan terhadap masalah kesehatan dan risiko sebelum kehamilan, Anda dapat
mencegah masalah yang mungkin mempengaruhi Anda atau bayi Anda nanti.
Mempersiapkan kehamilan itu ibarat kita akan membangun rumah, harus ada denah dan
rancang bangun yang baik, bahan bangunan, semen kayu yang baik serta finishing yang baik
agar hasilnya indah. Sama saja dengan kehamilan, sebelum hamil juga harus dipersiapkan sel
telur dan sperma yang baik serta perawatan-perawatan yang baik agar janin berkembang
dengan optimal
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pemeliharaan Kesehatan Pada Calon Ibu
1. Pemeliharaan Kesehatan

Kesehatan merupakan kebutuhan setiap insan agar dapat mengembangkan


kemampuan yang melekat dalam diri setiap insan. Hal ini hanya dapat dicapai bila
masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, berperan serta untuk meningkatkan
kemampuan hidup sehatnya.

Kemandirian masyarakat diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatannya dan


menjalankan upaya pemecahannya sendiri adalah kelangsungan pembangunan. GBHN
mengamanatkan agar dapat dikembangkan suatu sistem kesehatan nasional yang semakin
mendorong peningkatan peran serta masyarakat.
Kemampuan masyarakat perlu ditingkatkan terus menerus untuk menolong dirinya
sendiri dalam mengatasi masalah kesehatan. Kegiatan pembinaan yang di lakukan oleh
bidan sendiri antara lain mempromosikan kesehatan dalam pelayanan agar peran serta
ibu, remaja, wanita, keluarga dan kelompok masyarakat di dalam upaya kesehatan ibu,
anak dan keluarga berencana meningkat.
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan
kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk
kehamilan dan persalinan.
Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara
sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan
pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.
2. Calon Ibu
Pelayanan kebidanan diawali dengan pemeliharaan kesehatan para calon ibu. Calon
ibu harus mempersiapkan diri seoptimal mungkin sejak sebelum kehamilan terjadi.
Konsultasikan ke dokter kandungan guna dilakukan berbagai pemeriksaan , agar dokter
dapat mendeteksi hal-hal yang kurang menguntungkan bagi kehamilan seperti infeksi
toksoplasma dan kekurangan gizi.Selain itu kesiapan psikis calon ibu dan ayah pun harus
diperhatikan.
Calon ibu adalah semua wanita dalam masa reproduktif yang akan mengalami
kehamilan, remaja putri, wanita dewasa yang belum menikah,wanita yang sudah
menikah dan sedang mempersiapkan kehamilan.
Remaja wanita yang akan memasuki jenjang perkawinan perlu dijaga kondisi
kesehatannya. Kepada para remaja di beri pengertian tentang hubungan seksual yang
sehat, kesiapan mental dalam menghadapi kehamilan dan pengetahuan tentang proses
kehamilan dan persalinan, pemeliharaan kesehatan dalam masa pra dan pasca kehamilan.
3. Upaya Memelihara Kesehatan Calon Ibu
Banyak wanita hamil lebih memperhatikan asupan makanan ketika hamil. Namun
studi terbaru menunjukkan bahwa diet sehat yang dilakukan jauh sebelum kehamilan
lebih dapat mengurangi risiko bayi lahir cacat. Diet sehat sebaiknya tidak hanya
dilakukan pada saat masa kehamilan saja, namun sejak sebelum
kehamilan. Persiapan kehamilan sangat diperlukan bagi seorang perempuan yang akan
merencanakan kehamilan. Persiapan kehamilan ini diperlukan guna mendukung
terciptanya kehamilan yang sehat dan menghasilkan keturunan yang berkualitas yang
didambakan oleh keluarga.
Upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan taraf kesehatan ibu dan anak
adalah salah satunya dengan memelihara kesehatan para calon ibu, berikut upaya untuk
memelihara kesehatan para calon ibu.

A. Pembinaan Remaja
Upaya pemeliharaan kesehatan bagi para calon ibu ini dapat dilakukan melalui
kelompok atau kumpulan para remaja seperti karang taruna, pramuka, organisaai wanita
remaja dan sebagainya. Para remaja yang terhimpun di dalam organisasi masyarakat
perlu diorganisasikan agar pelayanan kesehatan dan kesiapan dalam menghadapi untuk
menjadi istri dapat di lakukan dengan baik.
Pembinaan kesehatan remaja terutama wanitanya, tidak hanya ditujukan semata
kepada masalah gangguan kesehatan (penyakit sistem reproduksi). Fakta perkembangan
psikologis dan sosial perlu diperhatikan dalam membina kesehatan remaja. Remaja yang
tumbuh kembang secara biologis diikuti oleh perkembangan psikologis dan sosialnya.
Alam dan pikiran remaja perlu diketahui. Remaja yang berjiwa muda memiliki sifat
menantang, sesuatu yang dianggap kaku dan kolot serta ingin akan kebebasan dapat
menimbulkan konflik di dalam diri mereka. Pendekatan keremajaan di dalam membina
kesehatan diperlukan. Penyampaian pesan kesehatan dilakukan melalui bahasa remaja.
Bimbingan terhadap remaja antara lain mencakup :
1. Perkawinan yang sehat
2. Keluarga yang sehat
3. Sistem reproduksi dan masalahnya
4. Penyakit yang berpengaruh terhadap kehamilan dan persalinan atau sebaliknya.
5. Sikap dan perilaku pada masa kehamilan dan persalinan

1. Menjaga Berat Badan Ideal


Pastikan berat badan Anda sudah ideal, untuk mengukurnya gunakan indeks masa
tubuh dengan rumusan berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat dari tinggi badan
dalam meter. Disebut ideal jika angkanya antara 20-25. Tubuh yang terlalu kurus akan
berpengaruh pada produksi sel telur setiap bulannya. Sementara lemak yang berlebihan
karena kegemukan juga sama tak baiknya karena bisa mengganggu kehamilan dan janin
Underweight (10% di bawah batas normal)
1. Latihan untuk membentuk otot
2. Tingkatkan asupan energy
3. Makanlah setidaknya tiga kali sehari
4. Makan lebih banyak makanan setiap kali makan
5. Makan makanan ringan lebih
6. Minum jus dan susu

Kegemukan (20% di atas batas normal)


1. Pilih rencana makan realistis
2. Pastikan rencana makan Anda mencakup kecukupan gizi
3. Minum dalam jumlah cukup air
4. Kombinasikan rencana makan Anda dengan olahraga
2. Pemeriksaan Kesehatan Secara Teratur
Dengan dokter atau bidan dan tenaga kesehatan lainnya bila menemukan masalah
atau kesulitan dalam upaya persiapan kehamilan, misalnya kesulitan untuk melepaskan
kecanduan obat, atau perilaku buruk yang berkaitan dengan gangguan psikologis.
Manfaat konseling ini agar dokter atau bidan akan melakukan rujukan pada ahli
psikologi atau psikiatri bila diperlukan.
Gangguan tiroid, anemia, kekurangan zat besi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan
infeksi vagina, adalah sederet penyakit yang bisa mengganggu kehamilan. Periksakan
kesehatan Anda untuk memastikan tubuh Anda dan pasangan sehat.
D. Menjaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh
Dengan olahraga teratur. Berusaha untuk menurunkan berat badan bila obesitas
(kegemukan) dan menambah berat badan bila terlalu kurus.Anda bisa berkonsultasi
dengan bidan dan dokter untuk dilakukan penilaian BMI atau indeks massa tubuh.
1. Menghentikan Kebiasaan Buruk
Berikut kebiasaan buruk yang harus di hentikan bagi para calon ibu:
1. Merokok
Rokok menyebabkan bayi lahir dengan berat kurang, selain tentu juga merusak paru-
paru. Nekat minum alkohol bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang janin,
sedangkan kafein bisa meningkatkan risiko keguguran.
Berbagai penelitian menunjukan bahwa rokok, alkohol dan obat-obatan seperti
kokain, morfin dapat meningkatkan resiko keguguran, kelahiran prematur, dan
lahirnya bayi dengan berat badan rendah. Merokok juga berpengaruh pada kesuburan
seseorang dan menurunkan jumlah sperma.
2. Kafein
Kafein dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi yang sangat
diperlukan selama kehamilan. Walapun belum ada penelitian yang menyebutkan efek
negatif lainnya namun, akan lebih bijaksana jika kafein “diliburkan” selama masa
kehamilan.
3. Obat rekreasi
Sebagai contoh, merokok ganja selama kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan
keguguran, berat lahir rendah, kelahiran prematur, keterlambatan perkembangan, dan
masalah perilaku dan belajar.
4. Obat resep
Ada banyak resep obat yang teratogenik (menyebabkan cacat lahir). Bicarakan dengan
dokter Anda mengenai setiap dan semua obat resep yang kita pakai.
5. Bahan kimia berbahaya
Ada beberapa bahan kimia yang juga bisa menjadi teratogenik. Sebagai contoh,
kebanyakan studi menunjukkan bahwa risiko terbesar dari paparan pestisida adalah
selama tiga sampai delapan minggu pertama trimester pertama saat pengembangan
tabung saraf yang terjadi. Hal ini sering sebelum wanita mengetahui dia hamil.
6. Stres
Stres telah dikaitkan dengan periode tertunda atau tidak terjawab yang dapat
menyebabkan ovulasi kesulitan pelacakan dan hamil. Batasi jumlah stres Anda
sebanyak mungkin. Anda mungkin merasa perlu untuk menggunakan teknik relaksasi
atau yoga untuk membantu hal-hal hatinya.
7. Herbal
Herbal dan obat herbal Paling tidak diamanatkan oleh FDA, dan karena itu, ada
sedikit atau tidak ada penelitian tentang efek mereka pada kehamilan. Diskusikan
herbal dengan dokter Anda.
Anda harus mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan sehat baru. Kebiasaan sehat
meliputi:
A. Latihan - Mulailah berolahraga sekarang. Tetapkan tujuan untuk apa yang ingin Anda
capai. Tanyakan pada diri Anda jika Anda ingin menurunkan berat badan, berat
badan, membentuk otot, atau meningkatkan kapasitas paru-paru. Beberapa pilihan
olahraga yang baik meliputi berjalan, berenang, bersepeda, dan aerobik. Yoga adalah
pilihan yang sangat baik untuk latihan karena menggabungkan postur, napas, dan
konsentrasi yang akan bermanfaat bagi Anda selama persalinan. Bicarakan dengan
dokter Anda mengenai apa yang terbaik untuk Anda.
B. Baca - Baca buku tentang kehamilan dan kelahiran anak. Adalah penting bahwa Anda
dididik dan dipersiapkan.
C. Melacak siklus menstruasi Anda - ini sangat penting. Dokter akan bertanya tentang
siklus menstruasi Anda, jadi Anda harus siap. Mengikuti perkembangan siklus Anda
juga akan membantu Anda melacak ovulasi Anda dan meningkatkan kesempatan
Anda untuk hamil. Produk untuk Membantu Ovulasi Jalur
D. Praktek teknik relaksasi - Relaksasi dapat membantu mengurangi stres, dan karena
Anda telah membaca, stres bukan teman wanita terbaik. Cobalah yoga atau
mendengarkan musik santai lembut dalam air hangat.
E. Dapatkan banyak tidur - Jika Anda tidak menerima 8 jam tidur malam, Anda harus
mulai. Jumlah yang cukup tidur juga dapat membantu menghilangkan stres dan
ketegangan.
F. Makan sehat - Nutrisi sangat penting untuk kesehatan Anda. Semakin sehat Anda
adalah lebih mudah kehamilan akan untuk Anda. Anda mungkin mulai pada beberapa
suplemen untuk memastikan Anda memperoleh semua nutrisi yang Anda butuhkan.
Hanya pastikan untuk memberitahu dokter mengenai suplemen yang kita pakai. Orde
Suplemen Kesuburan
E. Meningkatkan Asupan Makanan Bergizi
Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat vitamin yang diperlukan
tubuh dalam persiapan kehamilan , misalnya protein,vitamin E, vitamin C, asam folat,
dan sebagainya.
Beberapa jenis suplemen yang berguna mendukung kesehatan janin di antaranya
asam folat, suplemen zat besi untuk meningkatkan kadar mineral penting dalam tubuh,
serta asam lemak omega-3.
Asam folat amat penting dikonsumsi bagi anda yang sedang merencanakan
kehamilan dan masa-masa awal kehamilan. Mengkonsumsi 400 microgram Folic Acid
setiap harinya dapat menurunkan resiko cacat tabung syaraf, keabnormalan otak serta
sumsum tulang belakang. Asam folat banyak terdapat di sayuran hijau dan buah-buahan
berwarna merah dan jingga, juga terdapat pada daging, hati dan ikan.
Menjalani diet makan seimbang amat penting dalam merencanakan kehamilan.
Cobalah untuk memvariasikan makanan anda untuk mendapatkan asupan vitamin dan
mineral yang cukup. Olahraga mempersiapkan tubuh yang sehat modal yang penting
dalam menjalani kehamilan. Ibu kuat, bayi sehat.
Berikut konseling gizi yang harus diberikan pada calon :
Peran gizi sebelum proses pembuahan. Gizi yang baik sejak kanak-kanak, remaja dan
dewasa dan selama hamil, mendukung kelahirkan bayi sehat tanpa komplikasi. Ini
menjadi sangat berbeda jika calon ibu memiliki status gizi kurang baik. Akibatnya,
calon ibu bisa termasuk ke dalam kelompok wanita yang terlalu kurus atau memiliki
berat badan di bawah normal.
Bayi yang lahir dari ibu dengan kondisi ini sebelum dan selama kehamilan, pada
umumnya lahir dengan berat badan kurang dan bahkan bisa tidak berumur panjang.
Ada dua alasan kuat mengapa calon ibu harus menjaga kondisi gizi sebelum hamil.
1. Pertama, gizi yang baik akan menunjang fungsi optimal alat-alat reproduksi. Seperti,
lancarnya proses pematangan sel telur, produksi sel telur dengan kualitas baik, dan
tentu prose pembuahan yang sempurna.
2. Kedua, gizi yang baik berperan penting dalam mempersiapkan cadangan energi bagi
tumbuh-kembang janin. Bagi calon ibu, nutrisi yang cukup dan
seimbang mempengaruhi kondisi kesehatan secara menyeluruh, pada masa
pembuahan (konsepsi) dan kehamilan.
Tanpa mengabaikan peran zat gizi lain, beberapa vitamin dan mineral sebaiknya
menjadi perhatian yang tengah merencanakan kehadiran sang buah hati. Sebenarnya
kalau makan makanan dengan pola gizi seimbang, kebutuhan tubuh akan vitamin dan
mineral bisa terpenuhi. Namun, vitamin dan mineral mudah hilang dalam proses
pengolahan makanan.
Di bawah ini ada beberapa zat gizi dan sumber bahan makanan yang sebaiknya
diperhatikan untuk menunjang kesuburan :
1. Vitamin A. Berperan cukup penting dalam produksi sperma yang sehat. ini
meningkatkan secara general produksi hormon dalam tubuh wanita. Terdapat di
hati, mentega, margarin, telur, susu, ikan berlemak seperti salem dan makarel,
brokoli, wortel, bayam, tomat.
2. Beta-Carotene. Penelitian membuktikan bahwa zat yang terdapat pada wortel,
brokoli, bayam, dan kentang ini dapat membantu mengatur siklus haid, dan itu
berarti membuat chance untuk terjadinya konsepsi lebih besar.
3. Vitamin D. Kekurangan vitamin D akan menurunkan tingkat kesuburan hingga
75%. Sumber vitamin D diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan sinar
matahari, selain itu dapat diperoleh dari telur, mentega, minyak ikan, ikan tuna,
ikan salmon.
4. Vitamin E. Meningkatkan kemampuan sperma membuahi sel telur dan mencegah
keguguran karena perannya dalam menjaga kesehatan dinding rahim dan plasenta.
Banyak terdapat pada minyak tumbuh-tumbuhan, bekatul gandum, kecambah,
tauge.
5. Vitamin B6. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan terjadinya
ketidakseimbanan hormon. Padahal keseimbangan hormon estrogen dan
progesteron penting untuk terjadinya kehamilan. Sumber vitamin B6 antara lain
ayam, ikan, ginjal, beras merah, kacang kedelai, kacang tanah, pisang, sayur kol.
6. Vitamin B. Vitamin ini selain dikenal dapat meningkatkan kesuburan, juga akan
sangat berguna jika nantinya terjadi suatu kehamilan, apalagi pada minggu-
minggu awal kehamilan.
7. Vitamin C. Pada wanita vitamin C berperan penting untuk fungsi indung telur dan
pembentukan sel telur. Selain itu sebagai antioksidan (bekerjasama dengan
vitamin E dan beta karoten) vitamin C berperan melindungi sel-sel organ tubuh
dari serangan radikal bebas (oksidan) yang mempengaruhi kesehatan sistem
reproduksi (meningkatkan kesuburan). Vitamin C banyak terdapat pada jambu
biji, jeruk, stroberi, pepaya,mangga, sawi, tomat, cabai merah.
8. Seng (Zn). Berperan penting dalam pertumbuhan organ seks dan juga
pembentukan sperma yang sehat. Sumber seng antara lain makanan hasil laut
(seafood), daging, kacang-kacangan, padi-padian, produk olahan susu.
9. Selenium (Se). Berperan penting dalam produksi sperma yang sehat. Gejala
kekurangan selenium antara lain tekanan darah tinggi, disfungsi seksual dan
ketidaksuburan. Sumber selenium antara lain beras, kuning telur, seafood, daging,
bawang putih, tomat, ikan tuna, susu.
10. Asam Amino. Jenis diet ini ditemukan pada makanan yang tinggi protein, dan
sangat diperlukan untuk pembentukan optimal sel telur
11. Asam folat. Jenis diet ini ditemukan pada sayuran berwarna hijau
tua,kacangkacangan,berbagai sereal, demikian pula buah-buahan seperti
jeruk,papaya dan pisang.
Enam bulan sebelum kehamilan. Calon ibu dan calon ayah sebaiknya mengubah pola
makan. Tolak konsumsi makanan yang tidak mengandung variasi nutrisi serta gizi yang
cukup dan seimbang. Misalnya, makanan yang kaya kalori tetapi kurang protein, mineral
dan vitamin. Seperti yang banyak terdapat pada makanan cepat saji (fastfood) seperti
burger, ayam goreng, kentang goreng, yang sebagian besar hanya mengandung
karbohidrat dan lemak saja tetapi minim zat gizi lainnya.
Perbanyak asupan sayuran, lauk pauk, buah-buahan, termasuk juga sumber
karbohidrat dari nasi, ubi, atau serealia. Lebih baik lagi, apabila rutin mengonsumsi susu,
baik susu sapi, kambing maupun sumber nabati seperti susu kedelai. Ketiganya kaya
kalsium dan protein. Selain variasi makanan dan minuman, calon ibu juga harus
mencermati jumlah konsumsi. Hindari makan berlebihan satu jenis makanan dan
minuman tertentu. Sesuaikan dengan kebutuhan tubuhnya.
Calon ibu sebaiknya mengurangi konsumsi makanan olahan yang diawetkan, seperti
makanan kalengan, instan dan minuman ringan. Sesekali tidak menjadi masalah, sebisa
mungkin hindari tubuh dari paparan zat pengawet, pewarna atau zat lainnya yang kurang
mendukung tubuh untuk meregenerasi sel-sel tubuh terutama kualitas sel telur dengan
baik.
Perbanyak konsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat antioksidan yang
mendukung tubuh mudah melepas racun dan zat-zat yang tak berguna dari dalam tubuh.
Kurang atau hindari pula minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh.
Makanan Yang Harus Dihindari Untuk Calon Ibu:
1. Makanan mentah atau kurang matang. Seperti, daging, telur, dan makanan yang
menggunakan bahan telur mentah.
2. Berbagai produk yang mengandung kadar vitamin A tinggi.
3. Kafein. Sebuah studi di Amerika menemukan bahwa minum kopi tiga cangkir
sehari dengan kandungan cafein sekitar 300 mg, dapat menurunan kemungkinan
wanita hamil sekitar 27% dibanding mereka yang bukan peminum kopi.
4. Alkohol. Perempuan yang minum alkohol sedikitnya lima kali dalam seminggu,
secara signifikan memiliki kemungkinan rendah untuk bisa hamil. Cobalah untuk
menghindari minum alkohol sama sekali selama tiga bulan sebelum
merencanakan kehamilan. Sedangkan untuk kaum pria, minum alkohol 3-4 gelas
sehari dapat mempengaruhi kualitas sperma dengan menurunkan tingkat
testosteron dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan testis layu.
5. Rokok. Perempuan merokok secara langsung menurunkan kesuburan. Sebuah
studi di Finlandia menemukan, bahwa 41,9% pria merokok tidak subur
dibandingkan dengan 27,8% pria yang tidak merokok. Pria merokok memiliki
lebih sedikit sperma ketika ejakulasi. Dan secara medis, merokok terbukti
menyebabkan impotensi. Laki-laki harus berhenti merokok sekurang-kurangnya
tiga bulan sebelum merencanakan untuk memiliki bayi. Butuh 100 hari untuk
membuat sperma, dan 100 hari itulah di mana sperma yang mengalami kerusakan
dapat diperbaiki. Orang tua perokok juga memiliki kemungkinan untuk
menghasilkan anak cacat genetik dan memiliki dua kali risiko lebih besar untuk
mengidap kanker anak.
6. Narkoba. Tentu saja Anda tidak bisa menggantikan alkohol dan rokok dengan
ganja atau kokain. Karena narkoba jauh lebih berbahaya.
F. Persiapan Secara Psikologis dan Mental
Agar kehamilan yang akan dijalani tidak menimbulkan ketegangan. Hindari hal –
hal yang akan memberi pengaruh buruk dalam keseimbangan hormonal. Misalnya
tekanan psikis dalam rumah tangga, kehamilan yang menjadi beban misalnya tuntutan
keluarga untuk mendapat jenis kelamin tertentu pada anak pertama, masalah ekonomi
keluarga, kekerasaan dalam rumah tangga dan sebagainya.
Bagi yang pernah mengalami keguguran sebelumnya dan berniat ingin hamil lagi,
berusahalah untuk mengurangi kecemasan akibat pengalaman traumatis kehamilan yang
lalu. Tetap berpikir positif dalam segala hal agar kehamilan yang akan dijalani dapat
berlangsung baik.
G. Perencanaan Finansial yang Matang .
Kehamilan merupakan hal yang dapat diperkirakan termasuk biayanya. Biaya
kehamilan ini dapat di diskusikan antara suami dan isteri. Biaya kehamilan merupakan
bagian dari biaya kehidupan berumah tangga. Anda tentunya menginginkan anak anda
mendapatkan sesuatu yang terbaik dalam bidang apapun.
Adapun biaya yang perlu diperhatikan guna persiapan kehamilan ini, diantaranya
mencakup biaya kesehatan (biaya konsultasi, pemeriksaan, obat dan melahirkan), biaya-
biaya pasca melahirkan (tempat tidur bayi, pakaian bayi, popok, selimut, dll) dan
persiapkan pula biaya untuk hal-hal yang tak terduga.
H. Menghindari Lingkungan Polutif
Antara lain, asap knalpot, pembakaran sampah, dll. Lingkungan yang polutif
dapat merusak sel-sel telur. Jika anda bekerja dilingkungan yang banyak mengandung
bahan kimia, sebaiknya anda pindah karena dapat meningkatkan resiko keguguran.
Kalaupun kehamilannya dapat bertahan, kualitas bayinya kemungkinan besar tidak
sebaik bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang sehat.
Hindari kontak dengan zat beracun atau bahan yang dapat menyebabkan infeksi
di tempat kerja dan di rumah. Tinggal jauh dari bahan kimia dan kotoran kucing atau
tikus.
I. Dilakukan Pemeriksaan Terhadap Calon Ibu
Sebelum hamil sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap calon ibu untuk
mendeteksi kelainan-kelainan yang mungkin terjadi, pemeriksaan terhadap calon ibu
yang dilakukan seperti Pemeriksaan Penyakit dan Virus, Pemeriksaan Darah,
Pemeriksaan Faktor Genetika
4. Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Ibu
Kebanyakan wanita tidak melakukan tes kesehatan sebelum memutuskan untuk hamil.
Padahal tes kesehatan sangat penting untuk mengetahui kondisi tubuh dan kesiapan sang
ibu untuk menyambut kehidupan baru di rahimnya. Lakukan tes kesehatan sebelum hamil
agar janin sehat optimal.
Alasan untuk tes dilakukan sebelum kehamilan:
1. kerabat dekat Beberapa memiliki penyakit warisan
2. Sudah memiliki satu anak dengan cacat lahir parah
3. Wanita telah memiliki pasangan atau keguguran lebih
4. Wanita hamil dan lebih dari 34 tahun
Pemeriksaan kesehatan penting bagi calon ibu sebelum hamil, di masa
prakonsepsi. Lakukan persiapan, 3 – 6 bulan sebelum hamil. Dengan demikian, tubuh
calon ibu siap menerima kehadiran janin dan menjalani kehamilan sehat.
Bagi calon ibu, berikut pemeriksaan klinis yang sebaiknya dilakukan :
1. Rongga panggul.
Dokter kebidanan dan kandungan perlu memeriksa kesehatan rongga panggul.
Pemeriksaan ini akan mendeteksi, apakah ada masalah pada organ reproduksi calon
ibu. Selain kista, keluhan calon ibu adalah mioma atau miom, yakni sejenis tumor
yang biasanya tumbuh di dinding rahim.
Miom memang tidak bersifat ganas, tapi benjolannya kadang-kadang menekan
jaringan sekitarnya, seperti usus dan kandung kemih. Sehingga, calon ibu merasakan
nyeri dan pendarahan hebat saat haid. Jika kemudian ibu hamil dengan miom dalam
rahimnya, maka yang nyeri panggul akan dialaminya.
2. Berat Badan
Berat Badan calon ibu bisa berpengaruh terhadap kesuburan. berat badan yang
berlebihan bisa mengakibatkan terjadi ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan
tingkat kesuburan menurun. Jika pun terjadi pembuahan saat berat badan berlebih,
risiko calon ibu untuk menderita diabetes cukup besar. Bahkan, calon ibu berisiko
terserang pre-eklampsia (gejala keracunan kehamilan). Si janin juga menanggung
risiko ini.
Sebaliknya, jika calon ibu terlalu kurus, kesuburan akan terpengaruh. Calon ibu bisa
mengalami gangguan keseimbangan hormon. Calon ibu yang terlalu kurus
menyebabkan ketidakteraturan haid. Agar proses ovulasi terjadi, tubuh calon ibu
biasanya membutuhkan hormon estrogen. Agar hormon ini diproduksi, berat badan
tubuh akan bertambah sekitar 25% dari bobot normal. Itulah kenapa jika bobot tubuh
kurang dari normal, maka tubuh juga susah payah dalam memproduksi hormon
estrogen dengan baik. Ujungnya, ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur)
gagal berlangsung dengan baik.
3. Pap smear
Tes ini dilakukan untuk mendeteksi perubahan prakanker atau kanker pada leher
rahim, biasanya dokter akan mengambil sedikit sampel cairan di leher rahim dan
memeriksakannya di laboratorium.
4. Pemeriksaan ini penting dilakukan oleh orang yang sudah menikah atau sudah aktif
secara seksual. Deteksi dini bisa menjegah kondisi yang lebih serius seperti kanker
leher rahim. Selain itu dikhawatirkan nantinya dapat mempengaruhi kesehatan organ
reproduksinya.
5. Pemeriksaan periodontal
Tes ini meliputi pembersihan rutin dan pemeriksaan gusi untuk menjaga gigi dan gusi
agar tetap sehat dan bebas dari infeksi serta penyakit. Bagian yang diperiksa adalah
sambungan antara gusi dan gigi serta kemungkinan adanya peradangan disekitar gusi.
Hal ini menjadi penting karena perempuan yang memiliki penyakit gusi berisiko 7
kali lipat lebih tinggi melahirkan prematur. Selain itu pada ibu hamil lebih rentan
mengalami peradangan gusi akibat adanya perubahan hormon. Karenanya ibu hamil
harus lebih sering memeriksakan diri ke dokter yaitu setiap 3-4 bulan sekali, terutama
jika sering mengalami gusi berdarah.
6. Pemeriksaan Thyroid stimulating hormone (TSH)
Tes ini akan menunjukkan apakah kadar hormon tiroid seseorang kurang aktif
(hipotiroid) atau justru terlalu aktif (hipertiroid). Karena kadar hormon ini bisa
mempengaruhi kesehatan perempuan tersebut.
Pemeriksaan ini penting karena gangguan tiroid dapat mengganggu kesempatan
seseorang untuk hamil, misalnya perempuan yang mengalami hipotiroid akan
terganggu proses ovulasinya sedangkan hipertiroid bisa meningkatkan risiko
keguguran atau kelahiran prematur. Karenanya penting untuk memeriksa kadar
hormon ini setahun sekali.
7. Pemeriksaan hitung darah lengkap (complete blood count/CBC)
Tes ini untuk mengevaluasi seberapa baik sumsum tulang belakang dan sistem
kekebalan tubuh bekerja. Jika sel darah putihnya tinggi menunjukkan adanya infeksi,
kadar hemoglobin rendah menunjukkan anemia, kadar platelet rendah menunjukkan
adanya masalah dalam hal pembekuan darah.
Hal ini karena setelah seseorang memiliki anak cenderung memiliki periode
menstruasi yang berat sehingga membuat seseorang rentan terhadap anemia. Selain itu
untuk mengetahui apakah ada gangguan dalam jumlah komponen darahnya.
8. Pemeriksaan kepadatan mineral tulang
Tes ini dilakukan untuk memeriksa kepadatan mineral tulang yang dapat memicu
osteoporosis, kondisi ini terjadi saat tulang mulai tipis dna lemah. Untuk
memeriksanya digunakan mesin yang disebut dengan dual energy photon
absorptiometer (DEXA).
oy2’.Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan saat berusia 35 tahun atau memiliki riwayat
osteoporosis, mengonsumsi obat tiroid dan steroid. Masalah ini bisa bertambah parah
saat seorang ibu menyusui. Jika ia tidak mendapatkan kalsium yang cukup, maka
tubuh akan mengambilnya dari tulang dan diberikan pada bayi. Karenanya penting
untuk mengetahui apakah kepadatan mineral tulangnya masih baik atau sudah
berkurang.
Selain itu, penting juga untuk melengkapi status imunisasi, seperti: rubella, vaksin
cacar air, suntikan tetanus, dan bahkan vaksin HPV. Jika seorang wanita belum segera
ingin hamil, ada baiknya selesaikan dengan tuntas imunisasi (diskusikan secara detail
dengan dokter). Hal tersebut cukup penting karena, jika terkena infeksi beberapa
penyakit diatas, dan seorang wanita sedang hamil, dan tubuh tidak memiliki daya
tahan yang kuat, maka hal itu dapat membahayakan kehamilan.
9. Pemeriksaan Penyakit dan Virus
Pemeriksaan virus rubella, sitomeglovirus, herpes, varicella zoster untuk menghindari
terjadinya kecacatan pada janin. Pemeriksaan virus hepatitis dan virus HIV untuk
menghindari diturunkan penyakit akibat virus-virus tersebut kepada janin.
Pemeriksaan penyakit toksoplasmosis, karena penyakit ini dapat menyebabkan
kecacatan dan keguguran.
Pemeriksaan penyakit seksual menular, karena hal ini dapat menyebabkan kematian
ibu, janin, maupun bayi yang akan dilahirkan. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan
terhadap penyakit yang sedang diderita seperti asthma, diabetes mellitus dan jantung.
Pada Wanita hamil penyakit-penyakit seperti ini dapat, bertambah berat dan
membahayakan jika tidak dilakukan perawatan dan pengobatan yang teratur. Untuk
menghindari kondisi yang membahayakan, dokter biasanya akan memantau pasiennya
dan menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk hamil.
Pemeriksaan penyakit akibat kekurangan zat-zat tertentu seperti kekurangan zat besi.
kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Hal ini dapat menyebabkan
kelahiran prematur dan keguguran.
Mempersiapkan kehamilan dengan vaksinasi belum menjadi pilihan menjaga
kesehatan yang umum di Indonesia. Padahal vaksinasi merupakan cara yang efektif
untuk menjaga kesehatan. Jika berencana melakukan vaksinasi sementara Anda juga
berencana hamil, maka pastikan keempat vaksinasi berikut dilakukan saat Anda
belum hamil, karena empat vaksinasi berikut akan merusak janin.
a. Measles, Mumps, Rubella (MMR)
Vaksinasi ini berguna untuk mencegah penyakit infeksi demam, gondongan,
dan campak Jerman. Bahan vaksin adalah virus aktif dan oleh sebab itu tidak
diperbolehkan dilakukan pada wanita hamil. Bahkan, dalam waktu 3 bulan,
wanita yang baru mendapat vaksin MMR tidak dibolehkan hamil dahulu karena
virusnya masih bereaksi membentuk zat kekebalan di dalam tubuh. Jika hamil,
virus ini bisa merusak perkembangan janin. Efek samping vaksinasi MMR
cukup nyata, antara lain timbul ruam kecil, agak bengkak di sekitar kelenjar
leher dan pipi, rasa nyeri dan kaku hingga sekitar 1—2 minggu setelah
vaksinasi.
b. Varisela
Varisela lebih dikenal dengan sebutan virus cacar air. Vaksin ini pun
menggunakan bahan virus aktif yang dimasukkan ke dalam badan sang Ibu
sehingga dikhawatirkan berbahaya jika menginfeksi janin. Wanita yang telah
diberi vaksinasi ini baru boleh hamil sebulan kemudian. Efek samping vaksinasi
varisela adalah demam, nyeri, dan kemerahan di daerah suntikan, ruam dan
benjolan kecil sampai 3 minggu setelah vaksinasi.
c. Hepatitis A
Bahannya terbuat dari virus yang aktif. Keamanannya bagi ibu hamil belum
dapat dipastikan, maka itu imunisasi ini dihindari. Wanita yang berisiko terkena
infeksi ini harus mengonsultasikan risiko dan manfaat imunisasi ini dengan
dokter. Efek samping imunisasi ini antara lain, rasa nyeri dan kemerahan di
daerah bekas suntikan, sakit kepala, pegal dan ada ditemui beberapa reaksi
alergi.
d. Pneumococcal
Untuk mencegah risiko infeksi yang disebabkan oleh bakteri streptococcus
pneumoniae. Bakteri ini merupakan penyebab penyakit pneumonia, meningitis,
dan bacteremia. Maslahnya, keamanan vaksin ini belum dievaluasi untuk wanita
hamil. Jadi, sebaiknya vaksinasi ini dilakukan sebelum hamil dan tidak pada
masa kehamilan.
10. Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan golongan darah dan rhesus/Rh darah (unsur yang mempengaruhi
antibodi yang terkandung di dalam sel darah merah) pada pasangan suami isteri
dilakukan untuk mengantisipasi perbedaan golongan darah dan rhesus antara darah
ibu dan bayinya. Perbedaan golongan darah dan rhesus darah ini dapat
mengancam janin dalam kandungan
11. Pemeriksaan Faktor Genetika
Inti dari pemeriksaan atau tes genetika ini adalah untuk mengetahui penyakit dan
cacat bawaan yang mungkin akan dialami bayi akibat secara genetis dari salah satu
atau kedua orangtuanya. Khususnya apabila pasangan suami isteri masih terkait
hubungan persaudaraan.
Tes ini idealnya dilakukan sebelum kehamilan untuk mendapatkan informasi yang
selengkap-lengkapnya. Jikalau diperlukan, anda harus mengumpulkan suluruh
catatan-catatan medis yang dimiliki oleh pihak suami maupun isteri, termasuk
keluarga. Sehingga jika telah diketahui data medis secara lengkap, dapat diketahui
secara dini apabila memang ada kelainan pada janin atau calon orang tua, sehingga
bisa membuat keputusan yang lebih bijak.
5. Tujuan Pemeliharaan Kesehatan Calon Ibu
1. Menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu, janin, maupun bayi yang akan dilahirkan.
2. Untuk mengetahui secara dini tentang kondisi kesehatan para remaja.
Bila di temukan penyakit atau kelainan di dalam diri remaja, maka tindakan
pengobatan dapat segera dilakukan. Remaja calon ibu yang mengalami masalah kesehatan
akibat gangguan sistem reproduksinya segera di tangani. Gangguan sistem reproduksi
tidak berdiri sendiri. Gangguan tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologi dan
lingkungan sosial remaja itu sendiri. Bila penyakit atau kelainan tersebut tidak diatasi
maka di upayakan agar remaja tersebut berupaya untuk menjaga agar masalahnya tidak
bertambah berat atau menular kepada pasangannya. Misalnya remaja yang menderita
penyakit jantung, bila hamil secara teratur harus memeriksakan kesehatannya kepada
dokter. Remaja yang menderita AIDS harus menjaga pasanganya agar tidak terkena virus
HIV. Caranya adalah agar menggunakan kondom saat besrsenggama, bila menikah.
a. mendeteksi hal-hal yang kurang menguntungkan bagi kehamilan
b. mendeteksi apakah ada masalah pada organ reproduksi calon ibu.
c. mendukung kelahirkan bayi sehat optimal tanpa komplikasi.
d. memastikan tubuh sang ibu agar bisa menjadi media yang sehat untuk
pertumbuhan janin yang optimal.
e. memeriksa apakah sang ibu sedang mengalami infeksi yang bisa berakibat pada
janinnya kelak
f. misalnya seperti infeksi rubella dan hepatitis B. Pada hepatitis B misalnya, yang
ditakutkan bukan hanya bisa tertular ke janin, tapi bila tidak diobati dengan baik
maka 10 hingga 40 tahun mendatang, si ibu bisa menderita hepatoma, sel kanker
hati yang tidak ada obatnya. Sedangkan rubella, bila menginfeksi bisa
menyebabkan kelainan pada janin, bisa tuli, katarak bahkan kelainan jantung. Dan
penularan dari ibu ke janin 60 persen bisa dicegah dengan imunisasi.
g. Mengurangi risiko bayi lahir cacat dan untuk menurunkan risiko cacat lahir pada
otak dan tulang belakang, termasuk spina bifida .
h. guna mendukung terciptanya kehamilan yang sehat dan menghasilkan keturunan
yang berkualitas yang didambakan oleh keluarga
i. kematian ibu, janin, maupun bayi yang akan dilahirkan
j. memberikan pengetahuan kepada calon ibu agar kehamilannya bisa dijalani dengan
nyaman, sehat dan gembira
6. Manfaat Memelihara Kesehatan Calon Ibu
Ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan seperti:
1. Mengevaluasi kesehatan secara menyeluruh
2. Mengidentifikasi kemungkinan masalah yang serius
3. Memberikan perawatan yang diperlukan sebelum hamil dalam rangka mempersiapkan
tubuh yang sehat untuk hamil
4. Memastikan bahwa tubuh ibu kebal terhadap infeksi seperti rubella yang dapat
mempengaruhi kehamilan.
5. Meningkatkan gizi bagi ibu dalam mempersiapkan kehamilan dan persalinan.

B. Pemeliharaan Kesehatan Pada Ibu Nifas


1. Definisi
Asuhan ibu nifas oleh bidan dilakukan dengan cara mengumpulkan data,
menetapkan diagnosis dan rencana tindakan, serta melaksanakannya untuk mempercepat
proses pemulihan dan mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi
selama periode nifas.
Peran bidan pada hal ini:
1. Membantu menciptkan terjadinya ikatan antara ibu dan bayinya dalam jam pertama
sesudah kelahiran.
2. Memberikan dorongn pada ibu dan kelurga untuk memberikan respon positif terhadap
bayinya, baik melalui sikap maupun ucapan dan tindakan.
2. Tujuan
Tujuan asuhan masa nifas merupakn semua kegiatan yang dilakukan, baik dalam
bidang kebidanan maupun dibidang lain selalu mempunyai tujuan agar kegiatan tersebut
terarah dan diadakan evaluasi dan penilaian. Tujuan dari perawatan nifas ini adalah:
1. Memulihkan kesehatan umum penderita
a. Menyediakan makanan sesuai kebutuhan
b. Mengatasi anemia
c. Mencegah infeksi dengan memerhatikan kebersihan dan sterilisasi
d. Mengembalikan kesehatan umum dengan pergerakan otot untuk memperlancar
peredaran darah
2. Mempertahankan kesehatan psikologis
3. Mencegah infeksi dan komplikasi
4. Memperlancar pembentukan air susu ibu (ASI)
5. Mengajarkan ibu untuk melaksanakan perawatan mandiri sampai masa nifas selesai
dan memelihara bayi dengan bak, sehingga bayi dapat mengalami pertumbuhan dan
perkembangan yang normal.
3. Langkah-langkah
Tidakan asuhan masa nifas pada ibu:
1. Kebersihan diri:
a. anjurkan kebersihan seluruh tubuh
b. mengajarkan ibu bagaimana membersihkan darah kelamin dengan sabun dan air
c. sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut minimal dua kali
sehari
d. jika ibu mempunyai luka episiotemi, sarankan ibu untuk menghindari menyentuh
luka.
2. Istirahat:
a. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup
b. Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kegiatan rumah tangga biasa dan tidur
siang atau beristirahan selagi bayi sedang tidur.
3. Latihan
4. Gizi
5. Perawatan payudara
6. Hubungan perkawinanatau rumah tangga
7. Keluarga berencana:
Jelaskan kepada ibu dan pasangan beberapa metoda KB seperti bagaimana kinerja
dari metoda KB, kelebihan dan kekurangannya, efek samping, penggunaan dan waktu
efektif untuk penggunaan metoda tersebut.
. Konsep dasar
4. Standar pelayanan nifas:
1. Perawatan bayi baru lahir
Bidan memeriksa dan menilai bayi baru lahir untuk memastikan pernafasan spontan,
mencegah hipoksia sekunder, menemukan kelainan, dan melekukan tindakan atau
merujuk sesuai kebutuhan. Bidan juga harus mencegah atau menangani hipotermia.
2. Penanganan pada dua jam pertama setelah persalinan
Bidan melakukan pemantauan pada ibu dan bayi terhadap terjadinya komplikasi dalam
dua jam setelah persalinan, serta melakukan tindakan yang diperlukan.
3. Pelayanan bagi ibu dan bayi pada masa nifas
Bidan memberikan pelayanan selama masa nifas melalui kunjungan rumah pada hari
ketiga, minggu kedua, dan minggu keenam setelah persalinan untuk membantu proses
pemulihan ibu dan bayi melalui penanganan tali pusat yang benar, penemusn dini,
penanganan, atau perujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas, serta
memberikan penjelasan tentang kesehatan secara umum, kebersihan perorangan,
makanan bergizi, perawatan bayi baru lahir, pemberian asi, imunisasi, dan KB.
Normalnya, ibu nifas akan mengalami beberapa tanda dan gejala berikut:
1. Lelah dan sulit tidur
2. Adanya tanda infeksi puerperalis(demam)
3. Nyeri atau panas saat berkemih, nyeri abdomen
4. Sembelit, hemoroid
5. Sakit kepala terus menerus, nyeri ulu hati, dan edema
6. Lokia berbau busuk yang sangat banyak (lebih dari 2 pembalut dalam satu jam) dan
dibarengi nyeri abdomen
7. Puting susu pecah dan mammae bengkak
8. Sulit menyusui
9. Rabun senja
10. Edema, sakit, danpanas pada tungkai
Sebagian besar kematian ibu terjadi selama masa pasca persalinan. Oleh karena itu,
sangat penting bagi ibu dan keluarganya mengenal tanda bahaya dan perlu mencari
pertolongan kesehatan. Beberapa gejala bahaya pada ibu nifas:
1. Perdarahan pervagina yang luar biasa banyak atau tiba-tiba bertambah banyak (lebih
banyak dari perdarahan haid biasa atau bilamemerlukan penggantian pembalut dua
kali dalam setengah jam)
2. Pengeluaran pervagina yang baunya menusuk
3. Rasa sakit bagian bawah abdomen atau punggung
4. Sakit kepala yang terus menerus, nyeri ulu hati, atau masalah penglihatan
5. Pembengkakan diwajah atau tangan
6. Demam, muntah, rasa sakit waktu buang air kecil, atau merasa tidak enak badan
7. Payudara yang berubah merah, panas, dan rasa sakit
8. Kehilangan nafsu makan dalam waktu yang lama
9. Rasa sakit, merah, nyeri tekan, dan atau pembengkakan kaki
10. Merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya atau diri sendiri
11. Merasa sangat letih atau nafas terengah-engah
5. Kebutuhan dasar masa nifas
1. Nutrisi dan cairan
2. Ambulasi
Ambulasi sedini mungkin sangat dianjurkan, kecuali ada kontraindikasi, ambulasi ini
akan meningkatkan sirkulasi dan mencegah resiko tromboflebitis, meningkatkan
fungsi kerja peristaltic dan kandung kemih, sehingga mencegah distensi abdominal
dan konstipasi.pada ambulasi pertama, sebaiknya ibu dibantu karena pada saat ini ibu
merasa pusing ketika pertama kali bangun setelah melahirkan,.
3. Eliminasi
Bidan harus mengobservasi adanya distensi abdomen dengan memalpasi dan
mengauskultasi abdomen, terutama pada post-seksio sesaria. Berkemih harus terjadi
dalam 4-8 jam pertama dan minimal sebanyak 200cc. anjurkan ibu untuk minum
banyak cairan dan ambulasi.
4. Higinie
Sering membersihkan area perineum akan meningkatkan kenyamanan dan mencegah
infeksi. Tindakan ini paling sering menggunakan air hangat yang dialirkan (dapat di
tambah larutan antiseptic) ke atas vulva perineum setelah berkemih atau dekfekasi,
hindari penyemprotan langsung. Ajarkan ibu untuk membersihkan sendiri.
5. Istirahat
Ibu nifas untuk istirahat dan tidur yang cukup. Instirahatt ini sangat penting untuk ibu
yang menyusui. Tindakan rutin di rumah sakit hendaknya tidak mengganggu istirahat
dan tidur ibu. Setelah selama 9 bulan ibu mengalami kehamilan dengan beban
kandungan yang begitu berat banyak keadaan yang mengganggu lainnya, dan proses
persalinan yang melelahkan, ibu membutuhkan istirahat yang cukup untuk
memulihakan keadaannya.
6. Seksualitas masa nifas
Seksualitas ibu dipengaruhi oleh derajat rupture perineum dan penurunan hormone
steroid setelah persalinan.
7. KB pada ibu menyusui
Salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan jalan memberi nasehat
perkawinan, pengobatan kemandulan, dan penjarangan kehamilan. KB merupakan
salah satu usaha membantu keluarga atau individu merencanakan kehidupan
berkeluarga dengan baik, sehingga dapat membentuk keluarga yang berkualitas.
6. Program kesehatan untuk masa nifas
Program kesehatan pada masa nifas sangat penting digalakan tujuan utamanya untuk
memberikan asuhan yang komprehensif pada masa nifas untuk menghindari komplikasi-
komplikasi yang terjadi pada masa nifas denagn tujuan untuk menurunkan angka kesakitan
dan kematian ibu. Melalui program ini dapat kita bentuk berapa kelompok ibu nifas,
supaya asuhan yang diberikan lebih mudah dan efektif, adapun kelompok-kelompok yang
dapat kita bentuk pada masa nifas ini yaitu :
1. Kelompok senam nifas
Senam nifas bertujuan untuk mempercepat involusi alat-alat kandungan pada wanita
bersalin. diharapkan dengan adanya kelompok ini setiap ibu nifas dapat termotivasi
untuk memelihara dan memperhatikan kesehatanya pada masa nifas.karna asuhan yang
diberikan sudah berbentuk kelompok kecil.
2. Kelompok ibu menyusui.
Bertujuan untuk mengalakan ASI ekslusif kepada ibu agar ibu memberikan ASI saja
selama 6 bulan . dalam kelompok ini bidan mengajarkan bagaimana cara teknis
menyusui bayi yang benar dan perawatan payudara yang benar.
C. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
1. Pengertian
Upaya kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya di bidang kesehatan yang
menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan
anak balita serta anak prasekolah. Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA masyarakat
dalam upaya mengatasi situasi gawat darurat dari aspek non klinik terkait kehamilan dan
persalinan. Sistem kesiagaan merupakan sistem tolong-menolong, yang dibentuk dari, oleh
dan untuk masyarakat, dalam hal penggunaan alat tranportasi atau komunikasi (telepon
genggam, telepon rumah), pendanaan, pendonor darah, pencacatan pemantauan dan
informasi KB. Dalam pengertian ini tercakup pula pendidikan kesehatan kepada
masyarakat, pemuka masyarakat serta menambah keterampilan para dukun bayi serta
pembinaan kesehatan di taman kanak-kanak.
2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Tujuan program kesehatan ibu dan anak adalah tercapainya kemampuan hidup sehat
melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya untuk
atau mempercepat pencapaian target Pembangunan Kesehatan Indonesia yaitu
Indonesia Sehat 2010, serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin
proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas
manusia seutuhnya.
b. Tujuan Khusus
a. Meningkatnya kemampuan ibu (pengetahuan, sikap dan perilaku) dalam mengatasi
kesehatan diri dan keluarganya dengan menggunakan teknologi tepat guna dalam
upaya pembinaan kesehatan keluarga, Desa Wisma, penyelenggaraan Posyandu
dan sebagainya.
b. Meningkatnya upaya pembinaan kesehatan balita dan anak prasekolah secara
mandiri di dalam lingkungan keluarga, Desa Wisma, Posyandu dan Karang Balita,
serta di sekolah TK.
c. Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu
bersalin, ibu nifasdan ibu menyusui.
d. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas,
ibu menyusui, bayi dan anak balita.
e. Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga dan seluruh
anggotanya untuk mengatasi masalah kesehatan ibu, balita, anak prasekolah,
terutama melalui peningkatan peran ibu dalam keluarganya.
3. Permasalahan Kesehatan Ibu Dan Anak
Berikut ini adalah permasalahan kesehatan ibu dan anak dalam tahap pertumbuhan
dan perkembangan:
a. Pada masa infant :
a) Bayi laki-laki lebih banyak yang dilahirkan dibandingkan dengan wanita karena
adanya seleksi jenis kelamin dan tidak adekuatnya pelaporan dari regristrasi
kelahiran.
b) Kematian pada masa infant memiliki resiko pada minggu pertama oleh karena
– Komplikasi kehamilan
– Premature
– BBLR
– Tidak adekuat prenatal care
c) Faktor penyebab tidak langsung kesakitan dan kematian pada Infant adalah
kemiskinan, tidak adekuat dukungan sosial dan kurang akses ke pelayanan
kesehatan.
b. Masa Childhood.
a) Resiko kematian 2 kali pada anak usia 1-4 tahun dibandingkan usia 5-14 tahun
b) Adanya perlakuan giskriminasi gender sebagai contoh bayi wanita lebih cepat
disapih sehingga mempunyai resiko kontaminasi makanan, resiko kekurangan
nutrisi, kurang akses ke pelayanan kesehatan dan pengobatan.
c) Resiko morbiditas dan mortalitas karena kondisi Infeksi, terserang Parasit ISPA,
kelainan kongenital, cedera dan keracunan.
d) Anak dapat menjadi target dari:
– Violence (Kekerasan)
– Abuse(Penyiksaan)
– Neglect(Pengabaian)
c. Masa Remaja
a) Merupakan turbulance stage dalam siklus kehidupan karena pada masa remaja
terjadi perubahan fisiologis, psikologis dan sosial. Perubahan yang terjadi
dipengaruhi proses adapatasi dari peran hormon.
b) Resiko morbiditas dan mortalitas oleh perilaku seperti cedera dan keracunan.
Morbiditas disebabkan oleh:
– STD/PMS (sexual Transmitted disease)
– HIV/AIDS
c) Peran penting dari faktor sosial yaitu ekspektasi peran gender pada remaja :
Laki-laki dengan gambaran fisik tinggi dan atletis; Wanita dengan gambaran kurus,
langsing berresiko kurang gizi, anoreksia, bulimia;
d) Target konsumen seperti rokok, obat-obatan, alkohol, sport (motor, mobil).
d. Masa Dewasa
a) Peran sosial baru, dan tanggungjawab sosial
b) Muncul Isu-isu reproduksi manusia, perkawinan dan karier
e. Masa Transisi Manula
a) Perimenopouse dan menopouse
b) Perubahan endokrin yang menimbulkan gejala rasa panas pada wajah, atropy
vagina, penambahan berat badan, insomnia, perubahan mood dan depresi
c) Resiko osteoporosis dan penyakit jantung
d) Therapy sulih hormon (Human Replacement Therapy)
1) Menoupouse
• Reaksi obat
• Ketidakseimbangan fungsi kognitif dan motorik
• Insomnia
• Gangguan afektif
• Resiko bunuh diri
Dalam konteks kesehatan wanita dalam kesehatan reproduksi terdapat permasalahan
kesehatan wanita sepanjang siklus kehidupan :
1. Infant dan masa anak-anak ( 0-9 tahun)
– Seleksi jenis kelamin
– Sunat wanita
– Diskriminasi dalam nutrisi
– Diskriminasi dalam pelayanan kesehatan
2. Remaja (10-19 tahun)
– Memilliki anak (Early childbearing)
– Aborsi
– PMS dan AIDS
– Defisiensi mikronutrien dan kekurangan gizi
– Peningkatan trend penyalahgunaan obat
3. Usia reproduktif
– Unplanned pregnancy
– Penyakit menular seksual (STDs) dan AIDS
– Aborsi
– Komplikasi kehamilan
– Malnutrisi khususnya defisiensi Fe
4. Post reproduksi
– Penyakit kardiovaskuler
– Kanker gynaecology
– Osteoporosis
– Osteoartritis
– Diabetes mellitus
Dari seluruh permasalahan kesehatan dalam rentang kehidupan faktor kekerasan
berbasis gender, paparan masalah kesehatan dan lingkungan kerja dan depresi merupakan
faktor penyebab yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan dan reproduksi
wanita.
4. Kegiatan
a) Pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan menyusui serta bayi, anak balita dan anak
prasekolah.
b) Deteksi dini faktor resiko ibu hamil.
c) Pemantauan tumbuh kembang balita.
d) Imunisasi Tetanus Toxoid 2 kali pada ibu hamil serta BCG, DPT 3 kali, Polio 3 kali
dan campak 1 kali pada bayi.
e) Penyuluhan kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan program KIA.
f) Pengobatan bagi ibu, bayi, anak balita dan anak pra sekolah untuk macam-macam
penyakit ringan.
g) Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan pemeliharaan serta
bayi-bayi yang lahir ditolong oleh dukun selama periode neonatal (0-30 hari)
h) Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak dan para dukun bayi serta
kader-kader kesehatan.
5. Sistem Kesiagaan Di Bidang Kia
1. Sistem pencatatan-pemantauan
2. Sistem transportasi-komunikasi
3. Sistem pendanaan
4. Sistem pendonor darah
5. Sistem Informasi KB.
Proses Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini tidak hanya proses memfasilitasi
masyarakat dalam pembentukan sistem kesiagaan itu saja, tetapi juga merupakan proses
fasilitasi yang terkait dengan upaya perubahan perilaku, yaitu:
1. Upaya mobilisasi sosial untuk menyiagakan masyarakat saat situasi gawat darurat,
khususnya untuk membantu ibu hamil saat bersalin.
2. Upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menurunkan angka
kematian maternal.
3. Upaya untuk menggunakan sumberdaya yang dimiliki oleh masyarakat dalam
menolong perempuan saat hamil dan persalinan.
4. Upaya untuk menciptakan perubahan perilaku sehingga persalinan dibantu oleh
tenaga kesehatan profesional.
5. Merupakan proses pemberdayaan masyarakat sehingga mereka mampu mengatasi
masalah mereka sendiri.
6. Upaya untuk melibatkan laki-laki dalam mengatasi masalah kesehatan maternal.
7. Upaya untuk melibatkan semua pemanggku kepentingan (stakeholders) dalam
mengatasi masalah kesehatan
Karena itu Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini berpijak pada konsep-konsep
berikut ini
1. Revitalisasi praktek-praktek kebersamaan sosial dan nilai-nilai tolong menolong,
untuk perempuan saat hamil dan bersalin.
2. Merubah pandangan: persalinan adalah urusan semua pihak, tidak hanya urusan
perempuan.
3. Merubah pandangan: masalah kesehatan tidak hanya tanggung jawab pemerintah
tetapi merupakan masalah dan tanggunjawab masyarakat.
4. Melibatan semua pemangku kepentingan (stakeholders) di masyarakat.
5. Menggunakan pendekatan partisipatif.
6. Melakukan aksi dan advokasi.
Siklus proses yang memberikan masyarakat kesempatan untuk memahami kondisi
mereka dan melakukan aksi dalam mengatasi masalah mereka ini disebut dengan
pendekatan belajar dan melakukan aksi bersama secara partisipatif (Participatory Learning
and Action -PLA).
Pendekatan ini tidak hanya memfasilitasi masyarakat untuk menggali dan
mengelola berbagai komponen, kekuatan-kekuatan dan perbedaan-perbedaan, sehingga
setiap orang memiliki pandangan yang sama tentang penyelesaian masalah mereka, tetapi
pendekatan ini juga merupakan proses mengorganisir masyarakat sehingga mereka mampu
untuk berpikir dan menganalisa dan melakukan aksi untuk menyelesaikan masalah
mereka.
Ini adalah proses pemberdayaan masyarakat sehingga mereka mampu melakukan
aksi untuk meningkatkan kondisi mereka. Jadi, ini merupakan proses dimana masyarakat
merubah diri mereka secara individual dan secara kolektif dan mereka menggunakan
kekuatan yang mereka miliki dari energi dan kekuatan mereka (Hartock, 1981).
Didalam konteks pembentukan sistem kesiagaan, pertama-tama masyarakat perlu
untuk memahami dan menganalisa kondisi kesehatan mereka saat ini, seperti kondisi
kesehatan ibu; kesehatan bayi baru lahir, kesehatan bayi, pelayanan kesehatan, dan
berbagai hubungan dan kekuasaan yang memperngaruhi kondisi tersebut agar mereka
mampu untuk melakukan aksi guna memperbaiki kondisi tersebut berdasarkan analisa
mereka tentang potensi yang mereka miliki.
Untuk memfasilitasi mereka agar berpikir, menganalisa dan melakukan aksi, proses
fasilitasi dan warga yang berperan melakukan fasilitasi sangat diperlukan. Selain itu,
warga yang berperan memfasilitasi masyarakatnya membutuhkan pemahaman tidak hanya
tentang konsep Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA tetapi juga membutuhkan
pengetahuan dan keterampilan penggunaan metode dan alat-alat partisipatif.
Jadi, pendekatan yang diaplikasikan dalam Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini
akan menentukan proses dan kegiatan berikutnya dalam keseluruhan proses Pemberdayaan
Masyarakat bidang KIA ini.
7. Manajemen KIA
Pemantauan kegiatan KIA dilaksanakan melalui Pemantauan Wilayah Setempat –
KIA (PWS-KIA) dengan batasan :
Pemantauan Wilayah Setempat KIA adalah alat untuk pengelolaan kegiatan KIA serta alat
untuk motivasi dan komunikasi kepada sektor lain yang terkait dan dipergunakan untuk
pemantauan program KIA secara teknis maupun non teknis.
Melalui PWS-KIA dikembangkan indikator-indikator pemantauan teknis dan non teknis,
yaitu :
1. Indikator Pemantauan Teknis :
Indikator ini digunakan oleh para pengelola program dalam lingkungan kesehatan
yangterdiri dari :
a) Indikator Akses
b) Indikator Cakupan Ibu Hamil
c) Indikator Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
d) Indikator Penjaringan Dini Faktor Resiko oleh Masyaraka.
e) Indikator Penjaringan Faktor resiko oleh Tenaga Kesehatan
f) Indikator Neonatal.
2. Indikator Pemantauan Non teknis :
Indikator ini dimaksudkan untuk motivasi dan komunikasi kemajuan maupun masalah
operasional kegiatan KIA kepada para penguasa di wilayah, sehingga dimengerti dan
mendapatkan bantuan sesuai keperluan. Indikator-indikator ini dipergunakan dalam
berbagai tingkat administrasi, yaitu :
a) Indikator pemerataan pelayanan KIA
Untuk ini dipilih indikator AKSES (jangkauan) dalam pemantauan secara teknis
memodifikasinya menjadi indikator pemerataan pelayanan yang lebih dimengerti
oleh para penguasa wilayah.
b) Indikator efektivitas pelayanan KIA :
Untuk ini dipilih cakupan (coverage) dalam pemantauan secara teknis dengan
memodifikasinya menjadi indikator efektivitas program yang lebih dimengerti oleh
para penguasa wilayah.
Kedua indikator tersebut harus secara rutin dijabarkan per bulan, per desa serta
dipergunakan dalam pertemuan-pertemuan lintas sektoral untuk menunjukkan desa-desa
mana yang masih ketinggalan.
Pemantauan secara lintas sektoral ini harus diikuti dengan suatu tindak lanjut yang
jelas dari para penguasa wilayah perihal : peningkatan penggerakan masyarakat serta
penggalian sumber daya setempat yang diperlukan.
8. Usaha Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA)
Pada buku Kesehatan Ibu dan Anak dalam Milenium Development Goals Usaha
kesehatan ibu dan anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan
pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin,. Ibu menyusui dan balita serta anak pra sekolah
Tujuan usaha Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) antara lain adalah :
1. Untuk memberikan pelayanan Kesehatan kepada ibu-ibu secara teratur dan terus
menerus pada waktu sakit dan sembuh pada masa antepartum, intrapartum, post
partum dan masa menyusui serta pemeliharaan anak anak dari mulai lahir sampai
masa pra sekolah
2. KB diberikan pada ibu – ibu atau suami suami yang membutuhkan
3. Usaha KIA mengadakan integrasi ke dalam “general health services” (Pelayanan
kesehatan menyeluruh) dan mengadakan kerjasama serta koordinasi dengan lain lain
dinas kesehatan.
4. Usaha KIA mencari dan mengumpulkan masalah masalah mengenai ibu, bayi, dan
anak untuk dicari penyelesaiannya
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah
upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan,
pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.
Pelayanan kebidanan diawali dengan pemeliharaan kesehatan para calon ibu. Calon
ibu harus mempersiapkan diri seoptimal mungkin sejak sebelum kehamilan terjadi.
Pemeliharaan kesehatan yang dilakukan jauh sebelum kehamilan lebih dapat mengurangi
risiko bayi lahir cacat. Upaya yang dapat di lakukan oleh calon ibu salah satunya adalah
dengan menjaga pola makan, makanan apa yang di konsumsi.
Selain itu ada pemeriksaan yang juga harus dilakukan seorang calon ibu untuk mengetahui
kondisi tubuh dan kesiapan sang ibu untuk menyambut kehidupan baru di rahimnya.
Asuhan ibu nifas oleh bidan dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan
diagnosis dan rencana tindakan, serta melaksanakannya untuk mempercepat proses
pemulihan dan mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi selama
periode nifas.pada masa nifas sangat diperlukan progran untuk membentuk kelompok ibu
nifas untuk memudahkan dalam memberikan asuhan yang bermutu.

3.2. Saran
Setiap wanita pasti akan menjadi ibu, tapi ada keadaan/gangguan yang membuat harapan
itu hilang, jadi dari sejak dini seorag wanita harus mempersiapkan dirinya untuk hamil, dan
melahirkan. Kehamilan yang memang telah di siapkan akan mengurangi resiko bayi lahir
cacat, maka dari itu untuk semua wanita yang akan menjadi ibu, marilah kita mempersiapkan
diri kita untuk masa depan yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA

Mubarak, W.I., 2011. Promosi kesehatan untuk kebidanan. Jakarta:salemba medika.


http://health.detik.com/read/2011/10/11/083308/1741140/764/diet-sehat-sejak-sebelum-
hamil-kurangi-risiko-bayi-lahir-cacat. diakses pada tanggal 18 September 2019.
http://health.detik.com/read/2011/10/15/150253/1744777/764/tes-kesehatan-sebelum-hamil-
agar-janin-sehat-optimal. diakses pada tanggal 18 September 2019.
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.womenshealth.go
v/pregnancy/before-you-get-pregnant/preconception-health.cfm. diakses pada tanggal
18 September 2019.
http://www.clubnutricia.co.id/pregnancy/conception/article/health_and_nutrition#. diakses
pada tanggal 18 September 2019.
http://www.bettermomtoday.com/node/374. diakses pada tanggal 18 September 2019.
Estiwidani, Dwiana. 2008. Konsep Kebidanan.Yogyakarta: Fitramaya
Runjati, M.Mid. 2010. Asuhan Kebidanan Komunitas. Jakarta: EGC
Prawiroharjo, Sarwono. 2008. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Mubarak,wahit igbal.2012.ilmu kesehatan masyarakat.Jakarta:Salemba medika.
Prasetyawati, Arsita Eka. 2012. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam Milenium Development
Goals (MDGs).YogyakartaNuha Medika.
Anonim. 2010. Kesehatan Ibu dan Anak, [online] (http://nursingbegin.com/kesehatan-ibu-
dan-anak, diakses tanggal 20 September 2019)
Inneviani. 2009. Kesehatan Ibu dan Anak, [online]
(http://www.scribd.com/doc/21737318/Kesehatan-Ibu-Dan-Anak, diakses tanggal 20
September 2019