Anda di halaman 1dari 3

4 Mazhab Besar Panahan Dalam Dunia Islam

Mazhab dalam istilah bahasa arab adalah Jalan yang dilalui, dan dalam pemahan adalah suatu bentuk
ilmu setelah melalui pemikiran dan penelitian lalu dijadikan pedoman bagi orang-orang yang
mengikutinya, Sa'ad bin Abi Waqqash, Abu Thalhah, Uqbah bin Amir Al Juhani dan Qatadah bin
Nu'man mereka para sahabat yang ahli dalam pahanan di masa Rasulullah sampai ke masa Khalifah
Umar bin Khattab yang tergabung dalam pasukan elit panahan. Pada masa Dinasti Abbasiyah di abad
ke 8 sampai abad ke 12, para ahli panahan mulai bermunculan kembali yang kini menjadi sebuah
mazhab dalam bidang ilmu panahan.

Ada 4 mazhab besar dalam panahan sejarah islam dan masih menjadi rujukan hingga saat ini. mereka
adalah
1. Abu Hashim Al Mawardi
2. Thahir Al Balkhi
3. Ishaq Ar Raqqi
4. Abdurrahman Ath Thabari.

1. Abu Hashim Al Mawardi (wafat paruh pertama abad ke-8)


Beliau berasal dari Khorasan (Sebelah Timur Republik Islam Iran), beliau langsung belajar dari
sahabat Sa'ad Bin Abi Waqqash Radhiyallhu'anhu. Teknik memanahnya sama seperti teknik memanah
persia Sasaniyah yang berbasis pada teknik panahan infantri dan menbak jarak jauh. Beliau berpostur
tinggi, tungkai2 panjang, rentang tangan panjang, leher panjang.

2. Thahir Al Balkhi Thahir Al Balkhi (wafat paruh kedua abad ke-8)


Berasal dari kota Balkh wilayah khosaran, beliau belajar memanah dari putri Sa'ad Bin Abi
Waqqash Radhiyallahu'anhu. Mazhabnya adalah panahan Khorasan yang merupakan perpaduan
panahan Arab dan Persia yang berbasis pada teknik memanah berkuda dan infantri. Berpostur pendek,
tungkai2 pendek, rentang tangan pendek, tangan gempal, leher pendek, jenggot panjang.

3. Ishaq Ar Raqqi (wafat paruh pertama abad ke-9)


Beliau berasal dari kota Raqqah, irak menjadi ibukota Khalifah Abbasiyah.Beliau mempelajari
teknik memanah dari Abu Hashim Al Mawardi. Teknik memanahnya adalah hasil pengembangan teknik
memanah Abbasiyah dan merupakan pertengahan antara mazhab Abu Hasyim Al Mawardi dan
Mazhan Thahir Al Balkhi. Teknik Ishaq banyak diadaptasikan oleh para pemanah infantri dan berkuda
oleh para prajurit Dinasti Abbasiyyah hingga masa Dinasti Mamluk di abad ke 13 sampai abad ke 16,
Mazhab Ishaq juga digunakan sebagai teknik dasar dan cara memanah hingga terciptanya
standardisasi sebuah busur dan perlengkapannya. Yang kemudian mendorong munculnya pusat-pusat
produksi massal busur komposit di kota Al Wasith pada masa Dinasti Abbasiyah dan pada masa Dinasti
Ayyubiyah atas perintah Sultan Shallahudin Al Ayyubi (Saladin) dibangun pula pusat produksi massal
busur di Damaskus. Ishaw Berpostur sedang.

4. Abdurrahman Ath Thabari (wafat paruh kedua abad ke-9)


Beliau berasal dari wilayah Thabaristan sebelah utara Persia, Beliau adalah seorang keturunan
Arab. Ada riwayat mengatakan bahwa beliau mempelajari teknik memanah dari putra Abu Hashim.
Tekniknya juga disebut sebagai Mazhab Ikhtiyariyah, yang berarti pilihan, karena beliau memadukan
antara teknik Abu Hasyim Al Mawardi, Thahir Al Balkhi dan Ishaq Ar Raqqi yang kemudian memilih
teknik yang paling cocok bagi diri seseorang berdasarkan postur tubuh dan kebutuhan dalam
memanah. misalnya untuk orang berpostur tubuh tinggi cocok menggunakan mazhab Abu Hashim Al
Mawardi, untuk memanah jarak dekat menggunakan mazhab Thahir Al Balkhi dan untuk prajurit yang
menggunakan baju zirah lengkap dalam medan perang menggunakan mazhab Ishaq Ar Raqqi
TEKNIK-TEKNIK MEMAMAH DARI 4 MAZHAB
1. BERDIRI

• Mazhab Abu Hashim Al Mawardi

Berdiri dengan menyamping dan target berada sejajar dengan bahu kiri dan kedua kaki melebar
sepanjang lengan bawah pemanah

• Mazhab Thahir Al Balkhi

Berdiri dengan agak menjorok kedepan dengan target berada tepat ditengah-tengah kedua mata
dan kedua kaki berjarak selebar telapak tangan pemanah

• Mazhab Ishaq Ar Raqqi

Posisi berdiri ini adalah posisi pertengahan antara mazhab Abu Hashim yang berdiri menyamping
dan Thahir Al Balkhi yang berdiri agak menjorok kedepan, dan kedua kaki berjarak selebar satu
jengkal pemanah.
(Sumber cara berdiri dari Kitab Al Ifadah dan Kitab Ghunyah)

• Mazhab Abdurrahman Ath Thabari


Seperti yang telah dituliskan diatas bawah mazhab Abdurrahman Ath Thabari adalah Ikhtiyariyah,
yang berarti pilihan, karena beliau memadukan antara teknik Abu Hasyim Al Mawardi, Thahir Al
Balkhi dan Ishaq Ar Raqqi yang kemudian memilih teknik yang paling cocok bagi diri seseorang
berdasarkan postur tubuh dan kebutuhan dalam memanah, Maka dari itu penting bagi seorang
pemanah untuk dapat menguasai ketiga mazhab lain dan tidak fanatik hanya terhadap satu
mazhab saja
3. CARA MEMEGANG GAGANG BUSUR

(Sumber Gambar: Google "Tidak diketahui Pasti)

Mazhab Abu Hashim Al Mawardi memegang gagang dengan lurus dan anak panah melalui dasar
jempol. Modifikasi lain adalah jempol diletakkan di atas jari tengah dan telunjuk menjulur.

(Sumber Gambar: Google "Tidak diketahui Pasti)

Mazhab Tahir Al Balkhi memegang gagang dengan pergelangan tangan yg dibengkokkan ke dalam
dan anak panah melalui ruas kedua jempol.

(Sumber Gambar: Google "Tidak diketahui Pasti)

Mazhab Ishaq Ar Raqqi memegang gagang secara pertengahan antara lurus dan pergelangan tangan
dibengkokkan dengan ujung telunjuk menyentuk ujung jempol yg ditekuk dan anak panah melalui
dasar jempol dan di antara gagang dan sendi jempol