Anda di halaman 1dari 11

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU

PROGRAM STUDI NERS

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)


MATA KULIAH KODE RUMPUN MK BOBOT (SKS) SEMESTER Tgl Penyusunan
Keperawatan Medikal KKB 07003 KKB 3 (3 T) 3 September 2018
Bedah III(ekstensi)
OTORISASI Dosen Pengembang RPS Koordinator RMK Ka Departemen Keperawatan

Bambang Suryadi, S.Kep., M.Kes Ns. Yeni Koto, S.Kep., M.Kes Ns. Ns. Eka Rokmiati, S.Kep., M.Kes
Deskripsi Mata Mata Kuliah ini menguraikan tentang Keperawatan Medikal Bedah yang meliputi kebutuhan bio, psiko, sosio, spiritual
Kuliah termasuk kebutuhan personal hygiene, psikososial, sexual dan spiritual pada berbagai gangguan system tubuh,
Kardiovaskuler, Perkemihan, Persarafan, Integumen, Reproduksi dan perawatan pre dan post operasi dengan kompetensi/
target ketrampilan yang ada. Penerapan proses keperawatan dilaksanakan berdasarkan pemenuhan kebutuhan manusia.
Aktivitas belajar meliputi managemen Ceramah, Diskusi Kelompok.
Capaian S  Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.
Pembelajaran P  Menguasai teknik, prinsip dan prosedur pelaksanaan asuhan/praktik keperawatan yang dilakukan secara mandiri
Lulusan atau berkelompok, pada bidang keilmuan Keperawatan Medical Bedah.
KU  Menguasai konsep dan teknik penegakkan diagnosis asuhan keperawatan.
 Menguasai konsep, prinsip, dan teknik penyuluhan kesehatan sebagai bagian 
 dari upaya pencegahan penularan
penyakit pada level primer, sekunder dan tertier.
 Mampu menegakkan diagnosis keperawatan dengan kedalaman dan keluasan terbatas berdasarkan analisis data,
informasi, dan hasil kajian dari berbagai sumber untuk menetapkan prioritas asuhan keperawatan.
 Mampu menyusun dan mengimplementasikan perencanaan asuhan keperawatan sesuai standar asuhan
keperawatan dan kode etik perawat, yang peka budaya, menghargai keragaman etnik, agama dan faktor lain dari
klien individu, keluarga dan masyarakat. 

 Mampu melakukan tindakan asuhan keperawatan atas perubahan kondisi klien yang tidak diharapkan secara
cepat dan tepat dan melaporkan kondisi dan tindakan asuhan kepada penanggung jawab perawatan.
KU
 Bekerja di bidang keahlian pokok untuk jenis pekerjaan yang spesifik, dan memiliki kompetensi kerja yang
minimal setara dengan standar kompetensi kerja profesinya.
 Meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri. 

Materi  Asuhan Keperawatan klien dewasa dengan gangguan system persyarafan : Gangguan Cerebral
Pembelajaran/  Asuhan Keperawatan klien dewasa dengan gangguan system persyarafan : Gangguan Cerebrovascular
Pokok Bahasan  Asuhan Keperawatan klien dewasa dengan gangguan system Integumen
 Asuhan Keperawatan klien dewasa dengan gangguan system Muskuloskeletal
 Asuhan Keperawatan klien dengan gangguan system Perkemihan
 Asuhan Keperawatan klien dalam gangguan system kardiovaskuler
 Asuhan Keperawatan klien dewasa dengan gangguan system Immunologi
 Asuhan Keperawatan klien dewasa dengan gangguan system Reproduksi
Pustaka 1. Carpenito,Lynda Juall.2009.Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktik Klinis Edisi 9.Jakarta : EGC
2. Doengoes,Mariliynn E.1999.Rencana Asuhan Keperawatan,Jakarta : EGC
3. Price,Sylvia.2005.Patofisiologis : Konsep Klinis Proses-proses Penyakit.Jakarta : EGC
4. Herdman, T, Heater, 2012, Diagnosis Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi 2012-2014, Jakarta: EGC
5. Muttaqin, Arif, 2010, Pengkajian Keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinik, Jakarta: Salemba Medika
6. Wilkinson, Judith M, 2006, Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC,
Jakarta: EGC
7. Brunner & Suddarth. 2000. Medical Surgical Nursing. 9th edition. Philadelphia:Lippincott
8. Donna, I. 1991. Medical Surgical Nursing : Nursing Process Approach. Philadephia Mosby.
9. Lewis., Heitkemper., Dirksen. 2000. Medical Surgical Nursing; Assessment and Management of Clinical Problems.
5th edition. St Louis Missouri: Mosby.
10. Luckman & Sorensen. 1990. Medical Surgical Nursing. WB Saunders Company.
11. Nanda. 2016. Diagnosis Keperawatan. EGC: Jakarta.
12. Perry, A.G., & Potter, P.A. (2000). Buku saku : keterampilan dan prosedur dasar. Edisi 3. EGC : Jakarta
13. Machfoez & Suryani. 2007. Pendidikan kesehatan Bagian dari Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Fitramaya.
14. Black, J.M, Mattasarin E.(1997). Medical surgical nursing, clinical management for continuity of
care.J.B.Lippincot.Co
15. Bullock, Barbara.(2000).Focus on pathophysiology. Lippincott.Philadelphia
16. Colmer, M.R.(1995). Morony”s surgery for nurses.(16 th ed).Livingstone: Education Low Priced Book Sahare
17. Dongoes, M.E (1993).Nursing care plan:Guidelines for planning documenting patient care 3th ed.F.A.Davis.
18. Donna D.et.all.(1991). Medical surgical nursing: a nursing process approach.The C.V.Mosby Co.
19. Groah, Linda K.(1996).Perioperative nursing.(3 th ed.)Appleton & Lange, Connecticut
20. Lucman & Sorensen.(1990).Medical surgical nursing.London: W.B Saunders Company
21. Pricella Lemone, Kaven M.Burke.(1996).Medical surgical nursing. Addison Wesley.New York.
22. Wilkinson.2012. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. EGC: Jakarta.
Media Pembelajarn Laptop, LCD
Tim Dosen Ns. Yeni Koto, S.Kep., M.Kes
Bambang Suryadi, Ns.M.Kes

MATRIK PEMBELAJARAN
Sesi Kompetensi Indikator Materi Ajar Metode Dosen Ref
Ke- Dasar Pengajar
1 - Kontrak - Mahasiswa mangetahui kontrak - Penjelasan Silabus Ceramah Bambang 1,2,3,
Perkuliahan perkuliahan - Jenis gangguan diskusi Suryadi 4,5,6,
- Asuhan - Mahasiswa mampu Cerebral (083871601108) 7,8,9
Keperawatan menguraikan konsep gangguan - Patofisiologi
klien dewasa system persyarafan ; gangguan gangguan system
dengan cerebral persyarafan
gangguan - Mahasiswa mampu menjelaskan - Pengkajian pada
system hubungan patofisiologi gangguan
persyarafan : gangguan system persyarafan sistempersyarafan:
Gangguan - Mahasiswa mampu pemeriksaan fisik &
Cerebral merumuskan asuhan diagnostic
keperawatan sesuai dengan data - Intervensi pada gg.
yang diberikan dengan System persyarafan
menggunakan langkah-langkah - Implementasi pada
standar proses keperawatan gg. System
persyarafan
- Evaluasi pada gg.
System persyarafan
2 Asuhan - Mahasiswa mampu - Jenis gangguan Ceramah Bambang 1,2,3,
Keperawatan menguraikan konsep gangguan cerebrovaskular : diskusi Suryadi 4,5,6,
klien dewasa system persyarafan ; Perdarahan 7,8,9
dengan peningkatan tekanan intra intracranial,
gangguan kranial Epidural
system - Mahasiswa mampu menjelaskan Hematoma,
persyarafan : hubungan patofisiologi Subdural
Gangguan gangguan system persyarafan Hematoma
Cerebrovascular - Mahasiswa mampu - Patofisiologi
merumuskan asuhan gangguan system
keperawatan sesuai dengan data persyarafan
yang diberikan dengan - Pengkajian pada
menggunakan langkah-langkah gangguan
standar proses keperawatan sistempersyarafan:
pemeriksaan fisik &
diagnostic
- Intervensi pada gg.
System persyarafan
- Implementasi pada
gg. System
persyarafan
- Evaluasi pada gg.
System persyarafan
3 Asuhan - Mahasiswa mampu - Jenis gangguan Studen Group Bambang 1,2,3,
Keperawatan menguraikan konsep gangguan cerebrovaskular : Diskustion Suryadi 4,5,6,
klien dewasa system persyarafan ; perdarahan Stroke Hemoragik, (SGD) 7,8,9
dengan dan hematoma Meningitis, HNP.
gangguan - Mahasiswa mampu menjelaskan - Patofisiologi
system hubungan patofisiologi gangguan system
persyarafan gangguan system persyarafan persyarafan
- Mahasiswa mampu - Pengkajian pada
merumuskan asuhan gangguan
keperawatan sesuai dengan data sistempersyarafan:
yang diberikan dengan
menggunakan langkah-langkah pemeriksaan fisik &
standar proses keperawatan diagnostik
- Intervensi pada gg.
System persyarafan
- Implementasi pada
gg. System
persyarafan
- Evaluasi pada gg.
System persyarafan

4 Asuhan - Mahasiswa mampu - Jenis gangguan : Studen Group Bambang 1,2,3,


Keperawatan menguraikan konsep gangguan alzheirmer, multiple Diskustion Suryadi 4,5,6,
klien dewasa system persyarafan ; degeneratif sclerosis, (SGD) 7,8,9
dengan - Mahasiswa mampu menjelaskan parkinson’s,
gangguan hubungan patofisiologi Epilepsi.
system gangguan system persyarafan - Patofisiologi
persyarafan - Mahasiswa mampu gangguan system
merumuskan asuhan persyarafan
keperawatan sesuai dengan data - Pengkajian pada
yang diberikan dengan gangguan
menggunakan langkah-langkah sistempersyarafan:
standar proses keperawatan pemeriksaan fisik &
diagnostic
- Intervensi pada gg.
System persyarafan
- Implementasi pada
gg. System
persyarafan
- Evaluasi pada gg.
System persyarafan
5 Asuhan - Mahasiswa mampu - Pengertian luka Ceramah Bambang 1,2,3,
Keperawatan menguraikan konsep gangguan bakar diskusi Suryadi 4,5,6,
klien dewasa system integumen : luka bakar 7,8,9
dengan
gangguan - Mahasiswa mampu menjelaskan - Patofisiologi
system hubungan patofisiologi gangguan system
Integumen : gangguan luka bakar luka bakar
Luka Bakar - Mahasiswa mampu - Pengkajian pada
merumuskan asuhan gangguan sistem
keperawatan sesuai dengan data luka bakar:
yang diberikan dengan pemeriksaan fisik &
menggunakan langkah-langkah diagnostic
standar proses keperawatan. - Intervensi pada gg.
System luka bakar
- Implementasi pada
gg. System luka
bakar
- Evaluasi pada gg.
System luka bakar
6 Asuhan - Mahasiswa mampu - Jenis gangguan : Ceramah Bambang 1,2,3,
Keperawatan menguraikan konsep gangguan Fraktur, Strains, diskusi Suryadi 4,5,6,
klien dewasa system muskuloskeletal Sprains, dislokasi 7,8,9
dengan - Mahasiswa mampu menjelaskan dan Subluxation
gangguan hubungan patofisiologi - Patofisiologi
system gangguan system gangguan system
Muskuloskeletal muskuloskeletal muskuloskeletal
- Mahasiswa mampu - Pengkajian pada
merumuskan asuhan gangguan system
keperawatan sesuai dengan data muskuloskeletal:
yang diberikan dengan pemeriksaan fisik &
menggunakan langkah-langkah diagnostic
standar proses keperawatan. - Intervensi pada gg.
System
muskuloskeletal
Implementasi pada
gg. System
muskuloskeletal
- Evaluasi pada gg.
System
muskuloskeletal
7. Tugas
8. UAS
9 Asuhan - Mahasiswa mampu - Proses keperawatan Ceramah Yeni Koto 1,2,3,
Keperawatan mengidentifikasi faktor-faktor pada sistem diskusi (081321930992) 4,5,6,
klien dengan yang berperan dalam anfeksi perkemihan dengan 7,8,9
gangguan traktus urinarius gangguan :
system - Mahasiswa mampu a. Glomerulonefritis
Perkemihan membandingkan dan b. Sindroma Nefrotik
membedakan antara c. Gagal ginjal kronis
glomerulonefritis,sindroma d. Urolithiasis
nefritis,gagal dan ginjal kronis: e. Batu ginjal
penyebab,perubahan
patofisiologi,manifestasi klinik
dan penatalaksanaannya.
- Mahasiswa mampu
menjelaskanpenyebab urolitiasis
dan batu ginjal.
- Mahasiswa mampu
menggunakan proses
keperawatan sebagai kerangka
kerja untuk merawat pasien
gagal ginjal kronis
- Mahasiswa mampu menjelaskan
modalita untuk penatalaksanaan
batu ginjal
10 Asuhan - Mahasiswa mampu menjelaskan - Srtuktur dan fungsi Ceramah Yeni Koto 1,2,3,
Keperawatan fisiologi jantung dalam jantung,anatomi diskusi 4,5,6,
klien dalam hubungannya dengan anatomi jantung ,sistem 7,8,9
gangguan jantung dan sistem hantaran hantaran
system normal jantung jantung,dan
kardiovaskuler fisiologi jantung
- Mahasiswa mampu - Pengkajian dan
menggunakan parameter evaluasi diagnostik
pengkajian yang sesuai untuk secara umum yang
menentukan status fungsi terkait dengan
kardiovaskular sistem
- Mahasiswa mampu kardiovaskuler
mengidentifikasi kemaknaan
klinis dan implikasi
keperawatan yang berhubungan
pada berbagai tes dan prosedur
yang digunakan untuk
pengkajian diagnostik fungsi
jantung
- Mahasiswa dapat
membandingkan pemantauan
tekanan vena
sentral,pemantauan tekanan
arteri pulmonalis sesuai
kebutuhan dan kemaknaan
klinis,tanggung jawab
keperawatan dan komplikasi
yang mungkin terjadi
11 Asuhan - Mahasiswa mampu - Struktur dan fungsi Ceramah Yeni Koto 1,2,3,
Keperawatan menguraikan konsep gangguan immunologi diskusi 4,5,6,
klien dewasa system immunologi - Gangguan 7,8,9
dengan - Mahasiswa mampu menjelaskan hipersensitivitas
gangguan hubungan patofisiologi - Patofisiologi
system gangguan system immunologi gangguan system
Immunologi - Mahasiswa mampu immunologi
merumuskan asuhan - Pengkajian pada
keperawatan sesuai dengan data gangguan sistem
yang diberikan dengan Imun
menggunakan langkah-langkah - : pemeriksaan fisik
standar proses keperawatan. & diagnostic
- Intervensi pada gg.
System Imun
- Implementasi pada
gg. System Imun
- Evaluasi pada gg.
System Imun
12 Asuhan - Mahasiswa mampu - Struktur dan fungsi Presentasi Yeni Koto 1,2,3,
Keperawatan menguraikan konsep gangguan immunologi Diskusi 4,5,6,
klien dewasa system immunologi - Gangguan 7,8,9
dengan - Mahasiswa mampu menjelaskan hipersensitivitas
gangguan hubungan patofisiologi - Patofisiologi
system gangguan system immunologi gangguan system
Immunologi : - Mahasiswa mampu immunologi
HIV merumuskan asuhan - Pengkajian pada
keperawatan sesuai dengan data gangguan sistem
yang diberikan dengan Imun
menggunakan langkah-langkah - : pemeriksaan fisik
standar proses keperawatan. & diagnostic
- Intervensi pada gg.
System Imun
- Implementasi pada
gg. System Imun
- Evaluasi pada gg.
System Imun
13 Asuhan - Mahasiswa mampu - Struktur dan fungsi Presentasi Yeni Koto 1,2,3,
Keperawatan menguraikan konsep gangguan immunologi Diskusi 4,5,6,
klien dewasa system immunologi - Gangguan 7,8,9
dengan - Mahasiswa mampu menjelaskan hipersensitivitas
gangguan hubungan patofisiologi - Patofisiologi
system gangguan system immunologi gangguan system
Immunologi : - Mahasiswa mampu immunologi
SLE dan merumuskan asuhan - Pengkajian pada
sindrom steven keperawatan sesuai dengan data gangguan sistem
johnson yang diberikan dengan Imun
menggunakan langkah-langkah - : pemeriksaan fisik
standar proses keperawatan. & diagnostic
- Intervensi pada gg.
System Imun
- Implementasi pada
gg. System Imun
- Evaluasi pada gg.
System Imun
14 Asuhan - Mahasiswa mampu - Anatomi fisiologi Yeni Koto
Keperawatan menguraikan konsep gangguan - Gangguan sistim
klien dewasa system Reproduksii reproduksi
dengan - Mahasiswa mampu menjelaskan - Patofisiologi
gangguan hubungan patofisiologi - Asuhan keperawtan
system gangguan system reproduksii sistim reproduksi
Reproduksi - Mahasiswa mampu
merumuskan asuhan
keperawatan sesuai dengan data
yang diberikan dengan
menggunakan langkah-langkah
standar proses keperawatan
15. Tugas
16. UAS
EVALUASI MATA KULIAH
Pada prinsipnya sistem penilaian dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi oleh mahasiswa selama mengikuti proses pembelajaran. Aspek
yang dinilai meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Sistem penilaian bersifat proporsional artinya penilaian pencapaian kompetensi oleh
mahasiswa dalam satu kegiatan pembelajaran sesuai dengan prosentase distribusi tujuan pembelajaran dalam tiap kegiatan yang meliputi :
Kehadiran fisik min 75% : 5 % (bila tidak hadir membuat paper)
Tugas mandiri individu : 10 %
Presentasi kelompok : 10 %
Quis : 15 %
UTS : 25 %
UAS : 35 %
Nilai akhir yang dicapai mahasiswa setelah menempuh semua kegiatan ditetapkan berdasarkan standar yang berlaku di STIKIM, yaitu :
No Nilai Lamb Mutu
1 80 -100 A 4
2 68 – 79 B 3
3 56 - 67 C 2
4 45 - 55 D 1
5 0 - 44 E 0