Anda di halaman 1dari 6

PERJANJIAN KERJASAMA

ANTARA
PT. SUMBER NIAGA LESTARI
DENGAN
………………………….

Pada hari ….….., tanggal ….., bulan ……….., tahun dua ribu lima belas ( … - … -
2015), bertempat di Jakarta, telah diadakan penandatanganan Perjanjian
Kerjasama, oleh dan antara para pihak :
1. PT. SUMBER NIAGA LESTARI, suatu perseroan terbatas yang didirikan
berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia yang beralamat di Ruko Gading
Bukit Indah Blok Q/31, Jakarta Utara, 14240, yang diwakili secara sah oleh
…………. Selaku ………. PT. Sumber Niaga Lestari, dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama PT. Sumber Niaga Lestari, untuk selanjutnya
disebut……………..Pihak Pertama;

2. ………………………., suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan


hukum Negara Republik Indonesia yang beralamat ..............................................,
yang diwakili secara sah oleh ………… selaku ………., dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama ……………, untuk selanjutnya disebut…….….Pihak Kedua

Selanjutnya Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara bersama-sama disebut “Para
Pihak”.

Para Pihak dengan berdasarkan itikad baik serta saling mempercayai, telah saling
sepakat dan setuju untuk saling mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian kegiatan
memasukan barang kedalam daerah pabean yang selanjutnya disebut Impor,
dengan ketentuan-jetentuan dan syarat-syarat sebagaimana dituangkan dalam
Pasal-Pasal sebagai berikut :
PASAL 1
RUANG LINGKUP KERJASAMA
1. Pihak Pertama mempunyai ijin impor.
2. Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah sepakat melakukan kerjasama dimana
Pihak Kedua menyerahkan sepenuhnya kegiatan impor kepada Pihak Pertama
yang mempunyai ijin impor.

PASAL 2
HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA
1. Pihak Pertama melaksanakan impor sesuai dengan pesanan Pihak Kedua.
2. Pihak Pertama yang melaksanakan kegiatan importasi, berhak menagih fee dan
biaya-biaya yang timbul dari kegiatan importasi ke Pihak Kedua.
3. Pihak Pertama tidak bertanggung jawab jika ada perbedaan jumlah, ukuran atau
jenis barang yang akan diimpor
4. Pihak Pertama tidak bertanggung jawab apabila terjadi kekurangan bayar pajak
importasi

PASAL 3
HAK DAN TANGGUNG JAWAB PIHAK KEDUA
1. Pihak Kedua memberikan dokumen-dokumen yang benar untuk kegiatan
importasi.
2. Pihak Kedua berkewajiban membayar fee dan biaya-biaya yang timbul dari
kegiatan importasi ke Pihak Pertama.
3. Pihak Kedua berkewajiban untuk memberikan informasi yang benar mengenai
jumlah, ukuran atau jenis barang yang akan diimpor.
4. Pihak kedua bertanggung jawab penuh apabila terjadi kekurangan bayar pajak
importasi.
PASAL 4
BIAYA
1. Pihak Kedua membayar biaya-biaya kegiatan importasi sesuai dengan
Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dari Pihak Pertama.
2. Biaya yang harus dibayarkan ke Pihak Pertama oleh Pihak Kedua Sebagai fee
sebesar Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah).

PASAL 5
SYARAT PEMBAYARAN
1. Penagihan fee untuk melakukan kegiatan importasi dan total biaya-biaya yang
timbul atas kegiatan importasi sesuai dengan Pemberitahuan Impor Barang
(PIB).
2. Pelunasan / pembayaran fee untuk melakukan kegiatan importasi dan total
biaya-biaya yang timbul atas kegiatan importasi sesuai dengan Pemberitahuan
Impor Barang (PIB), dilakukan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama secara
Cash On Delivery (COD) atau Transfer ke rekening yang telah disiapkan oleh
Pihak Pertama, setelah Pemberitahuan Impor Barang (PIB) diterima dari Pihak
Pertama.
3. Apabila Pihak Kedua dalam pelaksanaan pembayaran mengalami keterlambatan
dari waktu yang ditentukan sebagaimana dimaksud pada ayat 2, maka Pihak
Kedua dikenakan denda keterlambatan pembayaran untuk setiap Bulan
keterlambatan sebesar 10/0 (satu persen) dari nilai total yang tercantun dalam
Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan fee yang sudah ditentukan oleh Para
Pihak.
4. Pembayaran fee dan total biaya-biaya yang timbul atas kegiatan importasi sesuai
dengan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) sebagaimana yang dimaskud pada
ayat 1 dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dilakukan dengan cara
mentransfer ke rekening Pihak Pertama dengan alamat yaitu : Bank ……, No.
Rek ………….. atas nama …………….., cabang ………………
PASAL 6
MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN
1. Perjanjian ini mengikat Para Pihak selama 6 (enam) bulan terhitung sejak
Perjanjian ini ditanda tangani oleh Para Pihak.
2. Masa berlaku perjanjian pada saat Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah
memenuhi kewajibannya. Perjanjian ini tidak dapat diubah tanpa perjanjian
tertulis dari kedua belah pihak. Apabila salah satu pihak berkehendak
memutuskan perjanjian ini maka dapat dilakukan dengan pemberitahuan secara
tertulis 14 (empat belas) hari sebelumnya.
3. Dalam Pelaksanaan pengakhiran perjanjian ini kedua belah PIHAK setuju
untuk melepaskan ketentuan pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
sepanjang mengatur tentang pengakhiran perjanjian melalui pengadilan, serta
melepaskan ketentuan pasal 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
sepanjang mengatur tentang pemberian ganti kerugian dalam bentuk apapun
apabila perjanjian ini diakhiri.

PASAL 7
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
Perselisihan-perselisihan yang timbul sebagai akibat dari pelaksanaan perjanjian ini
akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat antara Para Pihak dan apabila
perselisihan tidak dapat diselesaikan dengan baik, maka Para Pihak bersepakat
memilih dan menyelesaikan pada kedudukan hukum yang tetap di Pengadilan
Negeri Jakarta Utara.
PASAL 8
FORCE MAJEURE
1. Pihak Pertama tidak bertanggungjawab atas kerusakan, keterlambatan ataupun
kehilangan yang diakibatkan oleh tindakan pemerintah, pemogokan,
kebakaran/peledakan, perang/huru hara, kecelakaan, bencana alam, dan/atau
sebab-sebab diluar kekuasaan Pihak Pertama.
2. Pihak Pertama akan memberikan keterangan atau laporan secara tertulis dalam
waktu 7 x 24 (tujuh kali dua puluh empat) jam kepada Pihak Kedua setelah
terjadi Force Majeure dimaksud disertai bukti-bukti yang sah dari pihak yang
berwenang untuk kemudian kedua belah pihak akan menyelesaikan atas dasar
itikad baik dengan mempertimbangkan asas-asas hukum yang berlaku.
3. Semua kerugian dan biaya-biaya yang diderita oleh Pihak Kedua sebagai akibat
terjadinya FORCE MAJEURE bukan merupakan tanggungjawab Pihak Pertama.

PASAL 9
LAIN-LAIN
1. Hal-hal yang belum diatur dan perubahan-perubahan dari Perjanjian ini, akan
diselesaikan melalui kesepakatan atau perundingan kedua belah pihak dan akan
dituangkan dalam suatu Addendum Perjanjian yang ditandatangani oleh kedua
belah pihak serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dan mempunyai
kekuatan hukum yang sama dengan Perjanjian ini.
2. Segala ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat dalam Perjanjian ini berlaku serta
mengikat bagi pihak-pihak yang menandatangani, pengganti-penggantinya dan
mereka memperoleh keuntungan dari padanya.
Demikian Perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap ASLI masing-masing
bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama setelah
ditandatangani dan dibubuhi stempel perusahaan kedua belah pihak.

1. PIHAK PERTAMA
PIHAK KEDUA
2. PT. SUMBER NIAGA LESTARI

……………………………

……………………. .....................
…………………………. …………………………..