Anda di halaman 1dari 7

KAJIAN KUALITAS AUDIT TERHADAP

KUALITAS INFORMASI DALAM LAPORAN KEUANGAN

Ely Suhayati
Program Studi Akuntansi, Universitas Komputer Indonesia
elysuhayati@yahoo.co.id

Abstract
The phenomenon as stated by Anwar Nasution (2007) that the information which is not accurate is the
worthless junk information for decision making. Then Sri Mulyani (2006) states that "there are companies who do
deviantpractices with multiple financial statements such as providing different financial statements to banks and tax,
and criticizing Public Accountant who carelessly make the audit report". The existence of the phenomenon, the
author would like to learn about the problems of Audit Quality on the Quality Information in Financial Statements.
The research method in this article is analyticdescriptive with qualitative approach. The discussion of the
phenomenon is Audit Quality is a major factor in the practice of auditing, Audit Quality can not actually be
separated with Public Accountant as the executor of the Audit, so that Audit Quality is highly dependent on
judgment and integrity of the public accountanthimself, if the public accountant is a high quality one and does the
job according to his function, it will generate quality information to the Financial Statements.

Keywords : Audit Quality, Quality Information, and Financial Statements

Abstrak
Adanya fenomena seperti yang dinyatakan oleh Anwar Nasution (2007) bahwa informasi yang tidak akurat,
adalah informasi sampah yang tidak ada manfaatnya bagi pengambilan keputusan. Kemudian Sri Mulyani (2006)
menyatakan bahwa “ada perusahaan yang melakukan praktek menyimpang dengan membuat laporan keuangan
ganda seperti memberikan laporan keuangan yang berbeda untuk bank dan pajak, serta mengkritik Akuntan Publik
yang asal-asalan membuat laporan audit”. Adanya fenomena, maka penulis ingin mengkaji tentang permasalahan
Kualitas Audit terhadap Kualitas Informasi dalam Laporan Keuangan
Metode penelitian dalam artikel ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Adapun
pembahasan terhadap fenomena tersebut diatas adalah Kualitas Audit merupakan faktor utama dalam praktek audit,
Kualitas Audit sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan Akuntan Publik sebagai pihak pelaksana dari Audit,
sehingga Kualitas Audit sangat tergantung pada judgement dan integritas dari akuntan publik itu sendiri, jika
akuntan publik adalah seorang yang berkualitas tinggi dan melakukan pekerjaan sesuai dengan fungsinya, maka
akan menghasilkan Informasi yang berkualitas terhadap Laporan Keuangan.

Kata-kata kunci : Kualitas Audit, Informasi yang berkualitas, dan Laporan Keuangan
Pendahuluan informasi sehingga menyebabkan anjloknya pasar
saham secara keseluruhan. Kasus-kasus dunia yang
Akuntansi sering disebut juga sebagai dipublikasikan tersebut dapat menjadi bukti bahwa
“Bahasanya dunia usaha” karena informasi ekonomi kualitas informasi yang buruk dapat menyebabkan
yang dihasilkan umumnya berbentuk angka-angka, kerugian.
sedangkan suatu usaha dalam suatu perusahaan Maka dapat dipahami bahwa informasi yang
outputnya berupa angka juga. Perusahaan yang berkualitas sangat penting, karena akan
menggunakan informasi secara efektif akan mempengaruhi capital providers dan stakeholder lain
mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu dalam membuat keputusan investasi, maupun kredit
lebih dahulu (lebih cepat), lebih benar (efektif) dan (Beest et al. 2009:3). Selain itu informasi yang
lebih murah (efisien) dibanding pesaingnya, karena berkualitas tentunya sangat diperlukan investor untuk
informasi merupakan kebutuhan user sebagai dasar menciptakan pasar yang efisien (Kieso et al., 2007:3).
dalam pengambilan keputusan. Huang et al (1999)
menyatakan bahwa “Informasi yang tidak berkualitas Latar Belakang
dapat mengakibatkan keputusan-keputusan yang Output dari Akuntansi adalah Laporan
diambil oleh user tidak berkualitas sehingga dapat Keuangan, Laporan keuangan merupakan suatu
menimbulkan kerugian. informasi tentang kinerja suatu perusahaan dalam
Senada dengan Huang et al., (1999), Kieso satu periode yang menjadi bahan informasi bagi para
et al., (2007:3) menyatakan bahwa bila informasi pemakainya sebagai salah satu bahan dalam proses
tidak berkualitas maka investor tidak mempercayai pengambilan keputusan (Sofyan Syafri
informasi tersebut dan akibatnya investor akan Harahap,2007:201). Harus disadari bahwa terdapat
mengalokasikan dananya ke investasi lain. Kieso et banyak pihak yang akan mengandalkan informasi
al., (2007:1) menyebutkan bahwa Enron, Global dalam laporan keuangan sebagai dasar untuk
Crossing, Kmart, Worldcom, Williams Cos dan pengambilan keputusan, oleh karena itu informasi
Xerox diperiksa oleh Securities and Exchange dalam laporan keuangan harus berkualitas
Commision (SEC) karena adanya informasi yang (Mahmudi, 2010:9).
tidak berkualitas. Harga saham perusahaan tersebut Laporan keuangan dikatakan berkualitas
turun secara drastis, Enron mengalami kebangkrutan, apabila informasi yang disajikan dalam laporan
dan pasar saham secara keseluruhan terkena keuangan tersebut dapat dipahami, memenuhi
‘enronitis’ yaitu ketidakpercayaan pada kualitas kebutuhan pemakainya dalam pengambilan
keputusan, bebas dari pengertian yang menyesatkan, pendekatan Kualitatif. Deskriptif Kualitatif
kesalahan material serta dapat diandalkan sehingga merupakan penelitian yang memberikan gambaran
laporan keuangan tersebut dapat dibandingkan karakteristik variable yang diteliti dalam suatu situasi
dengan periode-periode sebelumnya dengan memberikan solusi berdasarkan teori-teori
(Yosefrinaldi,2013). yang sudah ada.
Laporan keuangan yang buruk dapat
menimbulkan implikasi negatif antara lain: (a)
Menurunkan kepercayaan masyarakat kepada Permasalahan
pengelola dana publik (pemerintah), (b) Investor akan Kualitas audit merupakan faktor utama
takut menanamkan modalnya karena laporan dalam praktek audit, Kualitas audit sebenarnya tidak
keuangan tidak dapat diprediksi yang berakibat dapat dipisahkan dengan akuntan publik sebagai
meningkatnya resiko investasi, (c) Pemberi donor pihak pelaksana dari audit, sehingga kualitas audit
akan mengurangi atau menghentikan bantuannya, (d) sangat tergantung pada judgement dan integritas dari
Kualitas keputusan menjadi buruk, dan (e) Laporan akuntan publik itu sendiri, jika akuntan publik adalah
keuangan tidak dapat mencerminkan kinerja aktual seorang yang berkualitas tinggi dan melakukan
(Mardiasmo,2002:174). pekerjaan sesuai dengan fungsinya, maka dia akan
Untuk mengetahui apakah laporan keuangan menghasilkan output yang berkualitas pula, karena
yang telah disusun wajar atau belum sesuai dengan diasumsikan mampu mencegah dan mendeteksi
standar dalam laporan keuangan, tentunya diperlukan praktek – praktek akuntansi yang dipertanyakan, dan
pihak ketiga yang independen untuk melakukan melaporkan error serta irregularities dalam sistem
pemeriksaan (Silviana, 2012). akuntansi klien. Tetapi kenyataannya seperti yang
Seorang akuntan publik dalam diungkapkan oleh Sri Wahyuni (2013) banyaknya
melaksanakan audit bukan hanya semata untuk skandal kegagalan audit telah menimbulkan
kepentingan klien, melainkan juga untuk pihak lain pertanyaan, apakah investor masih menganggap
yang berkepentingan terhadap laporan keuangan penting kualitas auditor, selanjutnya Sri Mulyani
auditan (Simamora, 2000:8).Pihak-pihak lain (2006) menyatakan ”Banyak perusahaan melakukan
perusahaan, yang biasanya terdiri beberapa pihak praktek menyimpang dengan membuat laporan
seperti: pemilik perusahaan, karyawan, investor, keuangan ganda seperti memberikan laporan
kreditor, badan pemerintah, organisasi nirlaba, dan keuangan yang berbeda untuk bank dan pajak serta
masyarakat(Simamora, 2000:8). mengkritik Akuntan Publik yang telah memberikan
Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi pendapat terhadap laporan keuangan ganda tersebut”,
kualitas audit tergantung dari sudut mana masing- kemudian Anwar Nasution (2006) mengkritik
masing pihak memandangnya. Kualitas audit perilaku Akuntan Publik, dimana beliau menyatakan
merupakan hal yang sulit untuk diukur sehingga ”Banyak kantor akuntan publik yang asal-asalan
membuatnya menjadi suatu hal yang sensitif bagi membuat laporan audit, banyak pekerjaan kantor
perilaku individual yang melakukan audit. Artikel ini akuntan publik yang hanya sebagai pembenar
akan mengkaji kualitas audit salah satu caranya dapat penyimpangan yang dilakukan kliennya”.
dilihat dari dua sudut pandang, sudut pandang Anwar Nasution (2007) menyatakan bahwa
pertama dapat dilihat dari orang yang melaksanakan informasi yang tidak akurat, adalah informasi sampah
audit dan sudut pandang yang kedua adalah proses yang tidak ada manfaatnya bagi pengambilan
ketika melaksanakan audit. keputusan. Kemudian Anwar Nasution (2007)
Hasil audit yang berkualitas dapat menjelaskan pula bahwa akuntabilitas dan
meningkatkan kredibilitas laporan keuangan, oleh transparansi laporan keuangan dan dunia usaha di
karena itu laporan keuangan dijadikan dasar untuk Indonesia masih belum mengalami banyak kemajuan,
keputusan investasi, investor dapat menuntut dikarenakan lambannya perbaikan sistem informasi
pertanggungjawaban auditor bila terjadi kegagalan akuntansi nasional. Hal ini menunjukkan bahwa
audit yang merugikan investor (Sri wahyuni, 2013). fenomena mengenai kualitas informasi dalam laporan
Menurut Zerni (2009) terdapat potential keuangan di Indonesia masih belum baik.
conflict of interests antara auditor dan insiders Fenomena lain yang menunjukkan kurang
perusahaan yang diaudit, yang muncul karena klien berkualitasnya informasi keuangan adalah masih
ingin merepresentasikan perusahaan dengan baik, banyaknya perusahaan swasta yang laporan SPT
sedangkan auditor harus menyediakan reasonable Tahunan PPh Badan-nya tidak sama dengan laporan
assurance atas informasi mengenai kondisi keuangan keuangan audited, sehingga masih perlu dilakukan
perusahaan yang dipresentesikan dengan wajar. penyelidikan investigasi atas perusahaan-perusahaan
tersebut (Darmin nasution, 2007). Kemudian kasus
Great River yang terindikasi adanya konspirasi dalam
Tujuan penyajian laporan keuangan perusahaan. Hasil
Berdasarkan latar belakang tersebut maka tujuan pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi penipuan
yang ingin dicapai dalam penulisan artikel ini adalah dalam penyajian laporan keuangan dimana Bapepam
untuk mengkaji kualitas audit dilihat dari sudut menemukan kelebihan pencatatan atau overstatement
pandang, orang yang melakukan audit beserta proses penyajian account penjualan dan piutang dalam
dalam melaksanakan audit, sehingga akan laporan tersebut (Fuad Rahmany: 2006). Selanjutnya
menghasilkan informasi dalam laporan keuangan mengenai kasus bank Century yang merupakan kasus
yang berkualitas. rekayasa akuntansi. Penilaian tersebut tergambar dari
banyaknya manipulasi pembukuan neraca bank,
sehingga mendapat fasilitas penyertaan modal
Metode Penelitian sementara sebesar Rp 6.7 triliun (Hasan Bisri: 2012)
Suatu artikel harus memiliki tujuan seperti tujuan
secara umum yaitu untuk memecahkan suatu
masalah, sedangkan tujuan khususnya adalah untuk
mengembangkan dan mengaplikasikan teori, juga
Review Pustaka
memecahkan masalah berdasarkan teori-teori yang Di dalam Review Pustaka akan dikaji Kualitas Audit
telah ada. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
maka metode penelitian/berdasarkan karakteristik dan Kualitas Informasi dalam Laporan Keuangan
masalah dalam artikel ini adalah Deskriptif dengan
Dalam “Kamus Besar Bahasa Indonesia” Menurut peraturan Menteri Keuangan
(2008;744) mengartikan kualitas sebagai berikut: Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan
“Tingkat baik/buruknya sesuatu” Publik, menyatakan bahwa :
“Akuntan Publik adalah akuntan yang telah
Sedangkan Quality menurut Wikipedia.com memperoleh izin dari menteri keuangan
untuk memberikan jasa sebagaimana diatur
“Quality is a perceptual, conditional and
dalam peraturan Menteri Keuangan Nomor
somewhat subjective attribute and may be
understood differently by different people” 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan
Publik.”

Dari kedua definisi tersebut dapat Dari kedua definisi tersebut diatas, maka
disimpulkan bahwa kualitas adalah keadaan tentang dapat disimpulkan bahwa Akuntan Publik adalah
tingkat baik/buruknya atau taraf/derajat sesuatu. seseorang yang telah memperoleh izin dari menteri
keuangan untuk menjalankan praktik Akuntan
Berikutnya pengkajian tentang Audit Publik, sebagaimana diatur dalam peraturan Menteri
Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa
Arens, et al (2012 : 4) mendefinisikan auditing Akuntan Publik untuk memenuhi kebutuhan para
sebagai berikut : pemakai informasi keuangan.
”Auditing is the accumulation and Definisi Kantor Akuntan Publik menurut
evaluation of evidence about information to Peraturan Menteri Keuangan Nomor
determine and report on the degree of 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik
correspondence between the information menyatakan :
and established criteria. Auditing should be “Kantor Akuntan Publik adalah Badan usaha yang
done by a competent, independent person”.
telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan
Sukrisno Agoes (2007 : 3) mendefinisikan Auditing sebagai wadah bagi Akuntan Publik dalam
memberikan jasanya”.
sebagai berikut :
Kemudian pengkajian tentang Kualitas
Audit
”Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara DeAngelo (1981) menyatakan bahwa :
kritis dan sistematis, oleh pihak yang
independen, terhadap laporan keuangan ”Audit quality is as the joint probability that
yang telah disusun oleh manajemen, beserta an auditor will both discover and report a
catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti breach in the client’s accounting system.
pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat The discovery of a misstatement measures
memberikan pendapat mengenai kewajaran quality in term of auditor’s knowledge and
laporan keuangan tersebut”. ability, while the reporting of the
Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan misstatement is dependent upon the
bahwa secara umum auditing adalah suatu proses auditor’s incentives to disclose”.
sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti
secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan Wooten (2003) menyatakan bahwa :
tentang kegiatan dan kejadian ekonomi. Tujuan dari ”The term quality audit means different
hal tersebut untuk menetapkan tingkat kesesuaian things to different people. Measuring audit
antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan quality is also problematic. The outcome of
kriteria-kriteria yang telah ditetapkan, serta audit quality is not directly or immediately
penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang observable. Audit quality control procedure
berkepentingan. attempt to maintain high standards of
Auditing harus dilakukan secara kritis dan control over the process of an audit, but an
dipimpin oleh seorang yang mempunyai gelar audit failure usually becomes known in the
Akuntan (registered accountant) dan mempunyai izin context of a business failure. When a major
praktik sebagai Akuntan Publik dari Menteri company experiences an audit failure, the
Keuangan. Pelaksana pemeriksaan haruslah seorang business press will broadcast it. It is
yang mempunyai pendidikan, pengalaman dan imposible to know the number of poor
keahlian di bidang akuntansi, perpajakan, sistem quality audits that simply go undetected and
akuntansi dan pemeriksaan akuntan. Apabila unpublicized. A firm may perform a poor
Akuntan Publik dan staff audit tidak memiliki quality audit but, without knowledge of the
keahlian, tidak mungkin pemeriksaan dilakukan planning and fieldwork, there could be no
secara kritis (cermat, hati-hati dan waspada terhadap indication of it if the financial statements
kemungkinan-kemungkinan terjadinya are not materially misstated. Similarly, if a
penyimpangan atau kesalahan). poor quality audit were performed and a
material misstatement overlooked, there
may have been no negative repercussion”.
Definisi dari Akuntan Publik menurut
Sukrisno Agoes (2007 : 47) menyatakan bahwa : Basuki (2006) menyatakan bahwa :
”Secara teoritis kualitas pekerjaan akuntan
“Akuntan Publik adalah akuntan yang publik biasanya dihubungkan dengan
memiliki izin dari menteri keuangan atau kualifikasi keahlian, ketepatan waktu
pejabat yang berwenang lainnya untuk penyelesaian pekerjaan, kecukupan bukti
menjalankan praktik Akuntan Publik”. pemeriksaan yang kompeten pada biaya
yang paling rendah serta sikap
independensinya dengan klien.
menegaskan bahwa informasi yang relevan harus
Boon & Mc Kinnon (2008) menyatakan bahwa : memiliki nilai prediksi ke depan (predictive value),
dan memiliki nilai umpan balik (feedback value).
“Audit quality is an increasingly important Kriteria informasi berkualitas lainnya adalah
informasi harus akurat. Informasi yang akurat adalah
area of examination” informasi yang memiliki tingkat presisi yang cukup
dan mendekati pada kenyataan (reality) sebenarnya
Kesimpulan dari keempat pendapat tersebut (Eppler, 2003: 68).Tingkat presisi yang ‘cukup’
diatas, kualitas audit diartikan sebagai probabilitas mendekati kenyataan disebabkan karena fitur-fitur
seorang auditor dapat menemukan dan melaporkan yang memberikan kontribusi kepada tingkat akurasi
penyelewengan dalam sistem akuntansi klien. akan menambah biaya karena itu pengguna seringkali
Probabilitas penemuan penyelewengan ini akan terpaksa menerima tingkat akurasi kurang dari 100%
bergantung pada kemampuan teknis seorang auditor (Mc.Leod, 2007:43).
seperti pengetahuan, kemampuan, perencanaan audit, Informasi yang tepat waktu, berkenaan
ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, kecukupan dengan ketersediaan pengungkapan informasi pada
bukti pemeriksaan yang kompeten pada biaya yang saat dibutuhkan dalam membuat keputusan yang
paling rendah, sikap independensi dengan klien, berguna (Beest et al, 2009:16). Dijelaskan lebih
kesesuaian audit dengan standar pengauditan, internal lanjut oleh Mc.Leod (2007:43) bahwa informasi
control auditee serta review dari pihak ketiga. hendaknya tersedia untuk pengambilan keputusan
sebelum situasi yang buruk berkembang atau
hilangnya peluang yang ada, sehingga informasi yang
Di dalam praktek audit, mutu merupakan
diperoleh setelah keputusan diambil tidak akan
keutamaan karena KAP tidak akan berkembang
memiliki nilai yang bermanfaat. Ditegaskanoleh
apabila tidak memperhatikan kualitas dari audit,
Moehrle dan Moehrle (2008:8) bahwa Informasi
seperti disampaikan dalam Standar Profesional
dikatakan tepat pada waktunya adalah apabila user
Akuntan Publik SPM Seksi 100 Point1:
menerima informasi melewati waktu yang
dibutuhkan maka informasi yang diberikan tidak
”Setiap KAP wajib memiliki sistem
berguna, jika diterima dan diproses pada waktunya
pengendalian mutu dan menjelaskan unsur-unsur
maka hal itu dapat meningkatkan kegunaan
pengendalian mutu dan hal-hal yang terkait dengan
informasi.
implementasi secara efektif sistem tersebut”.
Informasi yang lengkap merupakan
informasi yang mencakup semua informasi yang
Selanjutnya akan dikaji, kualitas informasi dalam diperlukan yang disajikan secara tepat (Moehrle dan
laporan keuangan, terdapat beberapa pengertian Moehrle, 2008:8). Lengkap dalam arti tidak ada
mengenai Kualitas Laporan Keuangan, diantaranya penghilangan informasi yang signifikan atau tidak
adalah sebagai berikut : ada informasi yang tidak dicantumkan yang akan
menyebabkan informasi menjadi menyesatkan
Menurut Deddi Nordiawan dan Ayuningtyas (Moehrle dan Moehrle, 2008:8). Namun hendaknya
Hertianti (2011:44), informasi yang diberikan tidak overload yang dapat
“Kualitas laporan keuangan adalah ukuran- memberikan kerugian pada pengguna, informasi yang
ukuran normatif yang perlu diwujudkan lengkap jika memiliki agregasi yang tepat dan
dalam informasi akuntansi sehingga dapat mendukung semua area keputusan yang akan diambil
memenuhi tujuannya, agar dapat meemenuhi (Mc.Leod, 2007:43).
kualitas yang dikehendaki laporan keuangan
harus memenuhi empat karakteristik yaitu
relevan, andal, dapat dibandingkan dan Pembahasan.
dapat dipahami.”
Pada setiap profesi sangat penting untuk
Menurut Sofyan Syafri Harahap (2007:146), menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap
“Kualitas laporan keuangan merupakan kualitas jasa yang diberikan profesi tersebut, selain
kriteria persyaratan laporan akuntansi itu pula profesi yang melayani kepentingan
keuangan yang dianggap dapat memenuhi masyarakat hanya bisa mempertahankan
keinginan para pemakai atau pembaca eksistensinya, jika masyarakat menghargai profesi
laporan keuangan”. yang bersangkutan dan penghargaan tersebut hanya
akan diberikan oleh masyarakat jika ada usaha dari
Dari kedua pengertian di atas, dapat anggota profesi untuk bekerja dengan penuh
disimpulkan bahwa, kualitas informasi dalam laporan tanggungjawab, seperti menjaga kualitas audit agar
keuangan merupakan ukuran-ukuran yang digunakan dapat meningkatkan informasi di dalam laporan
agar informasi yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi keuangan.
penggunanya, yaitu yang memenuhi empat Kualitas Audit dalam artikel ini, ditentukan
karakteristik seperti relevan, andal, dapat oleh dua hal, yang pertama yaitu orang yang
dibandingkan dan dapat dipahami, hal tersebut sesuai melaksanakan audit. Audit harus dilakukan oleh
dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Mc.Leod, auditor yang memiliki kompetensi, profesionalisme
2007:35), Baltzan (2012:217) serta Romney dan dan independensi agar laporan audit yang dihasilkan
Steinbart (2006:6). Dapat dijelaskan bahwa informasi handal dan dapat dipercaya (Mahmudi,2010:37).
mampu membuat suatu perubahan dalam Dalam menjalankan tugasnya seorang audit harus
pengambilan keputusan sesuai dengan tujuan user memenuhi persyaratan kemampuan atau keahlian
(Obaidat et al., 2007:27). Informasi yang relevan juga sebagai seorang auditor (Indra Bastian,2014:26).
merupakan informasi yang secara signifikan mampu Orang yang melaksanakan audit harus
mempengaruhi suatu keputusan (Moehrle dan memiliki kompetensi artinya memelihara
Moehrle, 2008:6).Informasi yang relevan juga pengetahuan dan keahlian profesional yang
merupakan informasi yang memiliki relevansi jika dibutuhkan untuk menjamin pemberian jasa
informasi tersebut berhubungan dengan masalah yang profesional yang kompeten kepada klien atau
sedang dihadapi pengguna (Mc Leod, pemberi kerja (Ikatan Akuntan Publik
2007:43).Sementara itu Kieso et al. (2007:43) Indonesia,2011:11). Pemeriksa yang ditugasi untuk
melaksanakan pemeriksaan menurut standar khas yaitu memenuhi atau bahkan dapat melebihi
pemeriksaan harus secara kolektif memiliki harapan pelanggan atau pengguna dari informasi
pengetahuan tentang standar pemeriksaan yang dapat yang tersedia.
diterapkan terhadap jenis pemeriksaan yang Informasi berkualitas sangat penting, karena
ditugaskan serta memiliki latar belakang pendidikan, akan mempengaruhi capital providers dan
keahlian dan pengalaman untuk menerapkan stakeholder lain dalam membuat keputusan investasi,
pengetahuan tersebut dalam pemeriksaan yang maupun kredit (Beest et al. 2009:3), dan sangat
dilaksanakan (Indra Bastian,2014:27). diperlukan investor untuk menciptakan pasar yang
Yang kedua proses pelaksanaan audit. Akuntan efisien (Kieso et al., 2007:3). Oleh karena itu kriteria
Publik di dalam melakukan audit, harus memenuhi yang dibutuhkan agar laporan keuangan berkualitas,
tiga tahap audit yaitu : tahap perencanaan audit salah satunya adalah laporan keuangan tersebut harus
seperti memahami bussiness clien, pemahaman sudah diaudit oleh kantor Akuntan Publik. Informasi
struktur pengendalian internal, menetapkan resiko berkualitas merupakan kriteria informasi yang
dst, tahap pelaksanaan audit seperti pengujian berguna untuk pengambilan keputusan, sehingga
pengendalian internal, pengujian substantif transaksi apabila karakteristikinformasi berkualitas (relevan,
dan pengujian detail transaksi, tahap pelaporan akurat, lengkap dan tepat waktu (Mc. Leod,
seperti evaluasi dan kesimpulan, komunikasi dengan 2007:43)) tidak terpenuhi maka informasi akuntansi
klien, penerbitan laporan audit dst (SK Ketua Umum tersebut menjadi tidak berguna (Kieso et al, 2007:
Ikatan Akuntan Publik Indonesia Nomor : Kep 41).
0.24/IAPI/ VII/2008)
Nor dan Smith (2009) menyebutkan bahwa
kualitas audit merupakan hal yang sangat penting, Kesimpulan
tidak hanya bagi klien ataupun bagi KAP itu sendiri, Kualitas audit dalam artikel ini, dapat dilihat dari dua
tetapi juga bagi publik. Kualitas audit merupakan sudut pandang, sudut pandang yang pertama yaitu
elemen fundamental yang menjelaskan demand untuk dilihat dari orang yang mengerjakan audit, auditing
jasa audit (Nor dan Smith, 2009). harus dilakukan secara kritis dimana pelaksana
Kualitas audit tidak didefinisikan dalam pemeriksaan haruslah seorang yang mempunyai
standar auditing. Proses audit secara normal hanya pendidikan, pengalaman dan keahlian di bidang
menghasilkan audit report yang minimal berupa akuntansi, perpajakan, sistem akuntansi dan
bentuk standar tetapi tidak berisi informasi yang lebih pemeriksaan akuntansi, sedangkan untuk sudut
banyak mengenai kualitas audit (Zerni, 2009). pandang yang kedua bagaimana proses audit tersebut
Selanjutnya Buletin Akuntan Publik (2010) juga dilaksanakan, seperti sebelum dilaksanakan audit
menyatakan bahwa pedoman standar auditing hanya dilakukan perencanaan audit terlebih dahulu seperti
mengatur apa yang harus dilakukan dalam audit dan memahami business klien, memahami process
kepatuhan terhadap standar akan menunjukkan business auditee, membuat audit program, mampu
bahwa audit telah dilakukan pada tingkat kualitas mengaudit sesuai dengan audit program, ketepatan
yang dapat diterima. waktu di dalam menyelesaikan pekerjaan, cukupnya
Oleh karena itu, keadaan tentang tingkat bukti ketika melakukan pemeriksaan dengan biaya
baik/buruknya laporan keuangan tergantung dari paling rendah, kesesuaian dengan standar
informasi yang dihasilkan dalam laporan keuangan pengauditan, melakukan pengecekan terhadap
suatu perusahaan. Informasi tersebut merupakan internal control auditee dan yang terakhir untuk
kebutuhan user yang digunakan sebagai dasar untuk menjaga mutu dari kantor akuntan public adalah
pengambilan keputusan. Menurut Gelinas et al., dilakukan review dari rekan sejawat atau pihak ketiga
(2012:19) “Kualitas informasi merupakan informasi untuk kantor akuntan public tersebut, sehingga
yang berguna bagi para pengambil keputusan, apabila kedua hal tersebut dilakukan pada saat
pengguna informasi akan menentukan keputusan mengaudit maka akan meningkatkan informasi dalam
yang berkualitas dengan memberikan penekanan laporan keuangan karena menghasilkan 4
tambahan pada relevansi, ketepatan waktu, akurasi karakteristik informasi yaitu relevan, andal, dapat
dan kelengkapan”. Kualitas informasi memiliki ciri dibandingkan dan dapat dipahami.

Daftar Pustaka
Anwar Nasution. 2007. BPK : Krisis Keuangan Global harus Jadi pelajaran. Jakarta, http://www.tempo.co.id/hg/
Ekbis/2007/08/17/brk, 20070817n-05773.id.html, Jumat 17 Agustus 2007.

Arens, Alvin A., Randal J. Elder., and Mark S. Beasley. 2012. Auditing & Assurance Services An integrated
Approach. 14thEdition. Pearson Prentice Hall.

Azhar Susanto. 2004. Sistem Informasi Akuntansi : Konsep dan pengembangan Berbasis Komputer. Cetakan
Pertama. Lingga Jaya Bandung.

Beest, Ferdy van, et al. 2009.Quality of Financial Reporting: measuring qualitative characteristics. Netherland:
Nijmegen Center for Economics NiCE Working Paper 09-108 April2009 Institute for Management
Research, Radboud University Nijmegen, HK Nijmegen.

Buletin Akuntan Publik. 2010. Menjaga Kepercayaan Atas Kualitas Audit. Edisi 06/TahunII/Juni2010, Hal 26-28.

Basuki, Krisna Yunika Mahardani. 2006. Pengaruh Tekanan Anggaran Waktu terhadap Perilaku Disfungsional
Auditor dan Kualitas Audit pada Kantor Akuntan di Surabaya. Jurnal Maksi. Volume 6 No. 2 Agustus 2006
: 203-223.
Boon, Kym., Jill Mc Kinnon and Philip Ross. 2008. Audit Service Quality in Compulsory Audit Tendering.
Accounting Research Journal Vol. 21 No. 21 pp 93-122. Group Publishing Limited.
Baltzan, paige. 2012. Business Driven Information System. Third Edition. New York : Mc Graw Hill. International
Edition.

Darmin Nasution. 2007. Jangan Tunggu Kami Datang. http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2007/05/21/


WAW/mbm.20070521.WAW123953.id.html 21 Mei 2007

De Angelo, L.E, 1981. Auditor Size and audit quality. Journal of Accounting & Economics.

Deddi Nordiawan & Ayuningtyas hertianti.(2011). Akuntansi Sektor Publik. Jakarta:Salemba Empat.

Eppler, M. J. 2003.Managing Information Quality: Increasing the Value of Information in Knowledge-Intensive


Products and Processes: Springer.

Ely Suhayati. 2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Disfungsional Akuntan Publik dan Implikasinya
pada Kualitas Audit. Desertasi. Unpad-2012.

Fuad Rahmany. 2006. Bapepam: Akuntan dan Great River Terlibat Konspirasi. www.tempo.co.id. 08 Desember
2006

Gellinas, Ulrich., and Dull, B. Richard. 2012. Accounting Information System. Ninth Edition. South Western
Cengage Learning. 5191 Natorp Boulevard Mason, USA.

Huang, K. T., et al. 1999. Quality Information and Knowledge. Upper Saddle River New Jersey 07458 : Prentice
Hall PTR.

Hasan Bisri. 2012. Century Kasus Rekayasa Akuntansi. Akuntanonline, 1 februari 2012

Henry Simamora. 2000, Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis, Jakarta: Salemba Empat.

Institut Akuntan Publik Indonesia. 2011. Standar Profesional Akuntan Publik, Jakarta : Salemba Empat.

Indra Bastian. (2014). Audit Sektor Publik:Pemeriksaan Pertanggungjawaban Pemerintahan. Edisi ke-3.
Jakarta:Salemba Empat.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, PT Gramedia Pusaka Utama, Edisi Keempat, Depdiknas, 2008.

Kieso, Donald E.,et al. 2007.Intermediate Accounting, Twelve Edition, John Wiley and Sons Inc.

Moehrle Stephen R.,and Moehrle, Jennifer A. Reynorld. 2008.The Proposed Conceptual Framework semantics or
Sea Change in financial reporting? , CPA Journal November 2008: 78. 11; ABI/ INFORM Global

Mahmudi. (2010). Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah:Panduan Bagi Eksekutif,DPRD dan Masyarakat
Dalam Pengambilan Keptusan Ekonomi,Sosial dan Politik.Edisi ke-2.Yogyakarta:UPP STIM YKPN.

Mardiasmo.(2002). Akuntansi Sektor Publik. Cetakan ke-4. Yogyakarta:Andi.

Menteri Keuangan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 17/PMK.01/2008 tantang Jasa
Akuntan Publik.

Mc. Leod, Raymond and Schell, George P. 2007. Management Information Systems, Tenth Edition, Upper Saddle
River New Jersey 07458: Pearson/Prentice Hall

Nor. Mohd nazli Mohd, Smith, Malcom and Ismail. Zubaidah. 2009. Auditors’ Perception of Time Budget Pressure
and Reduced Audit Quality Practices : A Preliminary Study from Malaysian Context. www.international
conference.com.my

Nur Indriantoro dan Bambang Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis : Untuk Akuntansi dan Manajemen.
Cetakan Kedua, BPFE UGM Yogyakarta.

Obaidat, Ahmad. 2007.Accounting Information Qualitatif Characteristics Gap: Evidence from Jordan, International
Management Review. Vol 3 No.2

Sri Mulyani dan Anwar Nasution. 2006. Banyak Perusahaan Buat Laporan Keuangan Ganda.
TempoInteraktif.com.mhtml:file://F:\contohkasus\ tempointeraktif 15.mht!http:// www.tempointeraktif.com
/ hg/ek…5 / 8/2008

Sri Wahyuni/Humas UGM-Agung. 2013. Telitu Kualitas Auditor ; Sri Wahyuni Raih Doktor.
http://ugm.ac.id/id/berita8001

Surat Keputusan Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia Nomor : KEP.024/IAPI/VII/2008 Tentang
Kebijakan Penentuan Audit Fee
Sofyan Syafri Harahap. 2007. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Edisi Kesatu Cetakan Ketiga. Jakarta: PT.
Raya Grafindo Persada.

Sukrisno Agoes. 2007. Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik, Edisi ke Tiga Jilid 1, Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Silviana. 2012. Pengaruh Komitmen Kepala Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah di
Provinsi Jawa Barat. Seminar Nasional Akuntansi dan Bisnis. ISSN:2252-3936. Universitas Widyatama.

Tempointeraktif.com. 2006. Banyak Perusahaan Buat Laporan Keuangan Ganda. mhthml : file ://F :\contoh kasus
tempo interaktif15. mhtlhttp : //www. tempo interaktif F.com/hg/ekb 5/8/2008

Wooten, Thomas C. 2003. The CPA Journal Research About Audit Quality.

Yosefrinaldi. 2013. Pengaruh kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap
kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dengan variabel intervening sistem pengendalian intern
pemerintah (studi empiris pada dinas pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Se-Sumatera Barat).
Universitas Negeri Padang :skripsi.

Zerni, Mikko. 2009. Essay on audit Quality. Acta Univ. Oul.G 39, 2009. ISBN 978-951-42-9292-7 (PDF)
http://herkules.oulu.fi/isbn9789514292927/

Romney, Marshall, and Steinbart, Paul. 2006. Accounting Information Systems, Tenth Edition. Upper Saddle River,
New Jersey, 07458 : Pearson Education, Inc.

http://en.wikipedia.org/wiki