Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Pap Smear


Sasaran : Pasien Poli KB 1 RSUD Dr.Soetomo
Tempat : Poli KB 1 RSUD Dr.Soetomo
Hari / Tanggal : Rabu,17 Mei 2017
Waktu : 08.30 WIB
I. Tujuan Instruksional Umum
Meningkatkan pengetahuan tentang PAP SMEAR dan meningkatkan
kesadaran wanita yang telah aktif seksual untuk melakukan pemeriksaan
papsmear.
II. Tujuan Instruksional Khusus
Tujuan khusus yang ingin dicapai setelah peserta mendapat penyuluhan
mengenai Pap Smear adalah peserta dapat :
- Pengertian Pap Smear
- Kelebihan Pap Smear
- Syarat pemeriksaan Pap Smear
- Prosedur pemeriksan Pap Smear
- Kategori hasil pemeriksaan Pap Smear
III. Materi
- Pengertian Pap Smear
- Kelebihan Pap Smear
- Syarat pemeriksaan Pap Smear
- Prosedur pemeriksan Pap Smear
- Kategori hasil pemeriksaan Pap Smear
IV. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Visual
V. Media
1. Leaflet
VI. Rencana Jadwal Pelaksanaan
No. Kegiatan Proporsi Penyaji Peserta Metode/
Waktu media
1. Pembukaan 10 % Memberi Salam Menjawab Tanya jawab
(3 menit) Pembuka salam
Mengapresiasi Memperhatikan
Kedatangan peserta penyuluh
Penyuluhan
Memperkenalkan Memperhatikan
Pengisi Acara penyuluh
Penyuluhan dan Tujuan
Penyuluhan
2. Penyuluhan 80 % Menjelaskan pengertian Memperhatikan Presentasi
(24 menit) secara singkat mengenai penjelasan dari
kanker servik penyaji materi

Menjelaskan
pemeriksaan IVA dan
PAP SMEAR
Menampilkan cara
pemeriksaan IVA dan
PAP SMEAR
Diskusi dan menjawab Aktif bertanya
pertanyaan dari peserta tentang materi
penyuluhan yang telah
diberikan
Mengajukan beberapa Menjawab
pertanyaan pada peserta pertanyaan
3. Penutup 10 % Menyampaikan Memperhatikan Ceramah
(3 menit) kesimpulan Penyuluhan
dalam Closing statement
Memberikan Salam Menjawab salam
Penutup
VI. Pengorganisasian
1. Moderator : Ananda
2. Penyaji : Intan
3. Fasilitator : Dimartari

No Kriteria Evaluasi Keterangan


1 Evaluasi Struktur  Materi penyuluhan telah disiapkan
 SAP telah dibuat sebelum acara penyuluhan
 Peserta hadir di tempat penyuluhan tepat waktu
 Tempat penyuluhan telah disiapkan
 Media untuk menyuluh telah selesai dicetak dan disiapkan
 Telah terbagi pengorganisasian tugas dalam penyuluhan.
2 Evaluasi Proses  Penyuluhan dimulai tepat waktu
 Penyuluhan tidak tepat sasaran karena materi yang disiapkan tentan
kanker serviks, namun peserta penyuluhan merupakan pasien denga
kanker ovarium, sehingga proses Tanya jawab tidak sesuai topik
 Peserta aktif tanya jawab namun tidak sesuai topik
 Peserta mengikuti keseluruhan acara penyuluhan hingga selesei.
3 Evaluasi Hasil  Peserta penyuluhan mencapai target karena kondisi jumlah pasien.
VI. Kriteria Evaluasi
PAP SMEAR
I.1. Pap Smear
1. Pengertian Pap Smear
Pap smear adalah pemeriksaan sitologi dari serviks dan porsio untuk
melihat adanya perubahan atau keganasan pada epitel serviks atau porsio
(Imam Rasidi, 2008)
2. Syarat Pemeriksaan Pap Smear
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan Pap
Smear adalah sebagai berikut :
1) Waktu pengambilan minimal 2 minggu setelah menstruasi dimulai dan
sebelum menstruasi berikutnya
2) Berikan informasi sejujurnya kepada petugas kesehatan tentang
riwayat kesehatan dan penyakit yang pernah diderita
3) Hubungan intim tidak boleh dilakukan dalam 24 jam sebelum
pengambilan bahan pemeriksaan.
4) Pembilasan vagina dengan macam-macam cairan kimia tidak boleh
dikerjakan dalam 24 jam sebelumnya.
5) Hindari pemakaian obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina 48
jam sebelum pemeriksaan.
6) Bila anda sedang minum obat tertentu, informasikan kepada petugas
kesehatan, karena ada beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi
hasil analisis sel. (Republika. C, 2007).
3. Cara pengambilan sediaan :
1) Sebelum memulai prosedur, pastikan bahwa label wadah specimen
diisi, pastikan bahwa preparat diberi label yang menulis tanggal dan
nama serta nomor identitas wanita.
2) Gunakan sarung tangan.
3) Insersi spekulum dengan ukuran tepat, visualisasi serviks, fiksasi
speculum untuk memperoleh pajanan yang diperoleh. Pastikan secara
cermat membuang setiap materi yang menghalangi visualisasi serviks/
mengganggu studi sitologi.
4) Salah satu dari 4 metode pengumpulan spesimen berikut untuk apusan
pap dapat digunakan :
(1) Tempatkan bagian panjang ujung spatula kayu yang ujungnya
sedikit runcing/ pengerik plastic mengenai dan masuk ke dalam
mulut eksterna serviks dan tekan. Ambil spesimen kanalis
servikalis dengan memutar spatula satu lingkaran penuh
(2) Ujung kapas aplikator berujung kapas dilembabkan dengan normal
saline, insersi aplikator tersebut ke dalam saluran serviks 2 cm dan
putar 3600.
(3) Insersi alat gosok sepanjang 1-2 cm ke dalam saluran serviks dan
putar 90-1800.
(4) Gunakan kombinasi metode untuk metode memasukkan spatula.
5) Sebarkan sel-sel pada preparat yang sudah diberi label. Apabila sel-sel
dikumpulkan pada spatula kayu, tempatkan satu sisi diatas dekat label
diatas setengah bagian atas preparat dan usap 1 kali sampai ke ujung
preparat. Kemudian balikkan spatula dan tempatkan sisi datar lain dekat
label pada setengah bagian bawah preparat dan usap satu kali sampai
ujung preparat.
6) Segera semprot preparat dengan bahan fiksasi/ masukkan bahan tersebut
didalam tabung berisi larutan fiksasi.(Helen Varney, 2007).
7) Bila fasilitas pewarnaan jauh dari tempat praktek sederhana, dapat
dimasukkan dalam amplop/pembungkus yang dapat menjamin kaca
sediaan tidak pecah. Dengan pengambilan sediaan yang baik, fiksasi dan
pewarnaan sediaan baik serta pengamatan mikroskopik yang cermat,
merupakan langkah yang memadai dalam menegakkan diagnosis.
(Ramli,dkk, 2000).
4. Hasil Pemeriksaan Pap Smear
1) Kelainan yang dapat ditemukan dalam pap smear

 Infeksi : kuman, jamur, parasit, virus


 Kelainan Pra kanker : ringan, sedang, berat

 Kanker Leher Rahim yang masih tumbuh setempat ( Carcinoma in situ )

 Kanker Leher Rahim yang sudah menyebar ke sekitarnya

 Kanker Rahim

 Kanker Indung Telur

2) Intepretasi HAsil Pap Smear

Pelaporan hasil pemeriksaan Pap test ada beberapa cara klasifikasi


Papanicolaou dan klasifikasi Bethesda

Klasifikasi Papanicolaou

 Klas I : Tidak ada sel atipik atau sel abnormal = normal smear
 Klas II : Gambaran sitologi atipik, sel ganas (-)

 Klas III : Gambaran sitologi mengesankan,tidak konklusif ganas

 Klas IV : Gambaran sitologi mencurigakan ganas

 Klas V : Gambaran sitologi menunjukkan ganas

Klasifikasi Bethesda
Secara sitologik kelainan ini dapat dikenali dan keadaan pra ganas ini bila
dibiarkan sebagian besar akan berlanjut menjadi ganas. NIS dianggap sebagai
precusor dari karsinoma servik uteri ( Kanker leher rahim ) terdiri dari

 NIS 1 = displasia ringan


 NIS 2 = displasia sedang

 NIS 3 = displasia berat dan karsinoma insitu

DAFTAR PUSTAKA

American cancer society. 2009. Detailed Guide: Cervical Cancer What Are the Risk
Factors for Cervical Cancer?. From http://www.cancer.org

Japaries, Willie. 2008. Buku Ajar Onkologi Klinis, edisi 2. Jakarta: FKUI.

Nugroho. (2007) Kanker Serviks Dan Pencegahannya. Diambil 22 Desemberr 2016,


http:// www. Kalbe. co.id.

Ramli, Dkk, 2000, Deteksi Dini Kanker, Jakarta : FKUI.

Rasjidi, Imam. 2007. Panduan Penatalaksanaan Kanker Ginekologi Berdasarkan


Evidence Based. Jakarta: EGC.

Rasjidi, Imam. 2008. Manual Prakanker Serviks. Jakarta: CV Sagung Seto.

Republika Contributor. (2008). Kanker Serviks, Cegah Sebelum Terlambat. Diambil


22 Desember 2016, http : // www. republika.com.TIM PKTP RSUD dr.
Soetomo/ FK Unair, 2000 : Buku Acuan Teknik Pengambilan Pap Smear.
Surabaya: FK UNAIR

ScienceDaily. 2008. Human Papilloma Virus And Cancer, HIV Discoveries


Recognized In 2008 Nobel Prize In Physiology Or Medicine. Oct. 6, 2008.
From http://www.sciencedaily.com/releases/2008/10/081006093031.htm

Sjamsuddin. 2001. Pencegahan & Deteksi Dini Kanker Serviks. Sub Bagian Onkologi
FK UI. Cermin Dunia Kedokteran No.133.

Varney, Helen. 2007, Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4, Jakarta : EGC.