Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada saat ini perkembangan mobil dan motor berkembang dengan sangat pesat
dan bahkan hampir semua masyarakat memilikinya. Dengan meningkatnya
perkembangan mobil dan motor ini menyebabkan munculnya kebutuhan baru yaitu
sebuah produk yang dapat di gunakan untuk merawat/membersihkan mobil dan motor
secara efektif dan efisien. Karena bagaimanapun juga mobil/motor tersebut perlu di
bersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat agar tampilan mobil/motor tetap terlihat
bagus. Dan tentunya bahan yang digunakan untuk mencucipun tidak boleh
sembarangan karena harus dapat melindungi cat motor/mobil agar tidak cepat rusak.
Dan kebanyakan digunakan shampo mobil untuk pencucian (Amin, 2011).
Dewasa ini shampo yang menggunakan bahan alam sudah banyak ditinggalkan
masyarakat dan diganti dengan shampo yang terbuat dari bahan deterjen. Sehingga saat
ini jika orang berbicara mengenai shampo yang dimaksud adalah shampo yang terbuat
dari bahan deterjen (Anonim, 2009).
Shampo yang terbuat dari bahan deterjen lebih banyak digunakan karena
memiliki efektifitas pencucian yang lebih bagus. Hal ini dikarenakan kandungan
surfaktan dalam deterjen memiliki kemampuan untuk menurunkan tegangan
permukaan serta mampu mengikat dan membersihkan kotoran. Surfaktan itu sendiri
merupakan suatu senyawa aktif penurun tegangan permukaan yang dapat diproduksi
melalui sintesis kimiawi maupun biokimiawi. Karakteristik utama surfaktan adalah
memiliki gugus polar dan non polar pada molekul yang sama (Anonim, 2009).

1.2 Tujuan

1. Mengetahui cara pembuatan shampoo motor


2. Menghitung cara menghitung ph, densitas, dan viskositas
3. Mengetahui pengecekan kualitas (uji mutu)
4. Mengetahui cara membuat larutan LABS Na
1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Bahan-bahan yang digunakan

1. LABS (linear alkil benzene sulfonat)


Alkylbenzene merupakan bahan baku dasar untuk membuat Linear
Alkyl benzene sulfonate. Linear alkylbenzene sulfonate disebut juga dengan
nama acid slurry. Acid slurry merupakan bahan baku kunci dalam pembuatan
serbuk deterjen sintetik dan deterjen cair. Alkylbenzene disulponasi
menggunakan asam sulfat, oleum atau SO3(g). Linear Alkylbenzene sulfonate
diperoleh dengan variasi proses yang berbeda pada bahan yang aktif, bebas
asam, warna maupun viskositas. Bahan baku utama untuk membuat acid slurry
adalah dodecyl benzene, linear alkyl benzene. Nama Kimia Acid Slurry
D.D.B.S. adalah Dodecyl Benzene Sulphonate dan L.A.B.S dan Linear Alkyl
Benzene Sulphonate (NIIR Board, 2004)
2. EDTA2 Na
EDTA-2Na adalah chelant penting dari ion logam. Hal ini digunakan
sebagai aditif, aktivator, agen air bersih dan ion logam masking komposisi untuk
industri membersihkan, polyreaction, WaterTreatment, warna fotosensitif dan
kertas industri.
3. Emal-70
Secara kimia, Emal-70 termasuk golongan surfaktan alkil sulfat. Jumlah
Emal-70 dalam formula sangat sedikit, namun keberadaannya tetap diperlukan.
Emal-70 berbentuk cairan kental (pasta) dan bening yang berfungsi
meningkatkan daya bersih dan memberi nuansa adanya busa dalam produk
kelarutannya dalam air mendekati 100% hanya kecepatan pelarutnya rendah,
artinya membutuhkan waktu yang cukup lama melarutkannya.
4. NaOH
Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik, soda
api, atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium
Hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air.
Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke
dalam air. Ia digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan
digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil,
air minum, sabun dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling
umum digunakan dalam laboratorium kimia.
5. Aquades
Air yang ideal digunakan adalah air yang sudah mengalami deionisasi
(deionisasi water). Tujuannya untuk menjaga kestabilan produk. Akan tetapi,
jika kondisi air didaerah bersangkutan tidak menimbulkan masalah serius, dapat
digunakan air biasa (air tanah).
6. Pewangi
Jenis parfum yang di pakai herus memiliki kualitas dan aroma yang
khas. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat konsumen danproduk ini
mencerminkan golongan ekonomi tertentu.
7. Pewarna
Banyaknya jumlah pewarna yang digunakan tergantung selera masing-
masing meskipun jumlah pemakaiannya sangat sedikit, keseragaman warna
produk harus di jaga. Itulah sebabnya pada penyusunan formula bahan ini tidak
dimasukan dalam hitungan.

2.2 Shampoo Motor


Shampo motor atau mobil adalah suatu detergen yang sekarang sudah
banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Bahan yang penting dalam pembuatan
shampo ini adalah surfaktan, yaitu LABS (Linier Alkyl Benzene Sulfonat) atau
kadang disebut juga Linier Alkyl Benzene (LAS) dan surfaktan penunjang yaitu
SLS (Sodium Lauryl Sulfonat). Surfaktan (Surface Active Agents), zat yang
dapat mengaktifkan permukaan, karena cenderung untuk terkonsentrasi pada
permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi yang jelas
sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu contoh dari
surfaktan. Molekul surfaktan mempunyai dua ujung yang terpisah, yaitu ujung
polar (hidrofilik) dan ujung non polar (hidrofobik) . Surfaktan dapat
digolongkan menjadi dua golongan besar, yaitu surfaktan yang larut dalam
minyak dan surfaktan yang larut dalam air teknologi pembuatan shampo motor
atau mobil ini termasuk salah satu teknologi tepat guna dalam pembuatannya.
Karena dalam proses pembuatannya tidak memerlukan alat yang canggih dan
proses yang rumit (Anonim, 2009).

2.3 Metode Penjualan


Dalam perencanaan penjualan harus memperhatikan metode penjualan. Karena
dengan metode penjualan perusahaan dapat meningkatkan hasil penjualannya atau
mungkin saja dapat menurunkan hasil penjualan produknya. Oleh karena itu
metode panjualan yang akan dilakukan, perlu direncanakan dengan tepat,
mengenai cara penjualan produk yang dihasilkan tersebut.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi metode penjualan, dan dalam
menentukan metode penjualan harus ditinjau dari segi tujuan dan sasaran jangka
panjang. Tentunya metode yang terbaik harus dapat menghasilkan volume
penjualan yang sebesar-besarnya, disertai hasil pengembalian yang paling
memuaskan.
Ada 2 metode penjualan diantaranya adalah:
a. Penjualan Langsung
Penjualan langsung merupakan cara penjualan dimana penjual langsung
berhubungan/berhadapan/bertemu muka dengan calon pembeli atau
langganannya.
Ada 2 cara penjualan langsung yaitu:
1) Penjualan Melalui Toko
Penjualan melalui toko ini, pembeli yang datang ke toko untuk mencari barang
yang dibutuhkannya dengan bantuan dari penjual mengenai barang tersebut.
2) Penjualan Diluar Toko
Penjualan diluar toko dapat dilakukan dengan calon pembeli yang mendatangi
penjual atau penjual yang mendatangi calon pembeli.
b. Penjualan Tidak Langsung
Penjualan tidak langsung merupakan cara penjualan dimana penjual tidak bertemu
muka secara langsung dengan calon pembeli dalam melakukan tawar-menawar
untuk kesesuaian harga dan barang. Hal ini disebabkan karena:
1) Jarak antara lokasi penjual dengan pembeli cukup jauh
2) Terbatasnya waktu yang dimiliki oleh pembeli maupun penjual.
3) Ada 3 cara yang digunakan untuk penjualan tidak langsung
(Basu Swastha, 1993 : 124) yaitu :
1) Melalui Surat
Penjualan tidak langsung dengan melalui surat terjadi bila konsumen tertarik
pada produk tertentu yang diketahui melalui surat kabar, tv, radio ataupun majalah
dan ingin membeli produk itu
2) Melalui Telepon
Penjualan tidak langsung dengan melalui telepon terjadi karena pembeli ingin
produk yang dipesannya cepat sampai, biasanya produk yang dipesan sudah
dikenal oleh pembeli dan sipembeli merupakan langganan tetap penjual.
3) Melalui Mesin Penjualan Otomatis
Penjualan tidak langsung dengan mesin penjualan otomatis biasanya untuk
produk yang kecil seperti permen dan minuman kaleng.
BAB III
PROSEDUR KERJA

3.1 Alat dan Bahan


Alat : Bahan :
1. Beaker glass 50 ml 1. LABS Na
2. Beaker glass 100 ml 2. Amphitol
3. Spatula 3. Emal-70
4. Pengaduk kayu 4. EDTA2 Na
5. Kaca arloji 5. Parfum
6. Timbangan 6. Pewarna
7. NaOH
8. Air

 Cara kerja

1. Membuat larutan kaustik 40 % sebanyak 6% dari total LABS Na yang


dibutuhkan.

NaOH 40%
Air 60%

- Ukur aquades sesuai dengan takaran yang telah dihitung terlebih dahulu
- Masukkan aquades ke dalam beaker glass 50 ml
- Timbang NaOH teknis sesuai dengan yang dibutuhkan, kemudia masukkan
sedikit demi sedikit kedalam beaker glass yang sudah berisi aquades sambil
di aduk perlahan
- Aduk larutan tersebut sampai homogen

2. Membuat Larutan LABS Na

Larutan Kaustik 6%
LABS 24 %
Air 70 %

- Ukur aquades sebanyak 7 % volume


- Masukkan aquades ke dalam beaker glass 50 ml ( sisa kan secukupnya untuk
membilas )
- Timbang LABS sebanyak 24 % dari total masa LABS Na yang dibutuhkan dan
masukkan ke dalam beaker glass yang sudah berisi aquades
- Bilas wadah bekas LABS dengan aquades dan aduk hingga LABS terlarut
sempurna
- Masukkan larutan kaustik 40 % yang sudah dibuat sebelumnya sedikit demi
sedikit sambil diambil di aduk hingga terbentuk cairan kecil
- Pastikan bahwa larutan terlarut hingga homogen
3. Membuat shampoo motor

- Ukur aquades sesuai takarannya


- Masukan aquades kedalam beaker glass ( sisakan secukupnya untuk
membilas )
- Masukan pewarna kedalamnya dan aduk hingga merata atau homogen
- Masukan EDTA Na dan aduk hingga merata atau homogen
- Masukan Emal-70 dan aduk hingga tercampur rata
- Masukan amhitol dan aduk hingga rata
- Masukan LABSNa dan aaduk perlahan hingga homogen
- Masukan parfum daan aduk hingga homogen
4. Prosedur uji mutu ph
- Cek ph cairan shampoo motor dan pembanding menggunakan kertas
ph tunggu sampai kering
- Lalu, catat ph yang sudah didapat
3.3 Skema Proses Produksi
1) Membuat larutan kaustik 40% sebanyak 6% dari total LABSNa yang dibutuhkan

Ukur aquades sesuai Masukkan aquades ke Timbang NaOH seuai


dengan takaran yang dalam beaker glass 50 dengan yang
telah dihitung mL dibutuhkan

Masukkan NaOH
Aduk larutan hingga sedikit demi sedikit ke
homogen dalam beaker glass
yang berisi aquades

2) Membuat larutan LABS Na

Ukur aquades Timbang LABS sebanyak 24 %


Masukkan aquades ke
dari total masa LABS Na yang
sebanyak 7 % dalam beaker glass 50 ml
dibutuhkan dan masukkan ke
volume (sisa kan secukupnya untuk
dalam beaker glass yang sudah
membilas)
berisi aquades

Masukkan larutan kaustik 40 % Bilas wadah bekas LABS


Pastikan bahwa larutan yang sudah dibuat sebelumnya dengan aquades dan
terlarut hingga homogen sedikit demi sedikit sambil aduk hingga LABS
diambil di aduk hingga terlarut sempurna
terbentuk cairan kecil
3) Membuat sampo motor

Masukan aquades Masukan pewarna


Ukur aquades sesuai kedalam beaker glass kedalamnya dan
takarannya ( sisakan secukupnya aduk hingga merata
untuk membilas ) atau homogen

Masukan EDTA Na Masukan Emal-70 Masukan amhitol dan


dan aduk hingga dan aduk hingga aduk hingga rata
merata atau tercampur rata
homogen

Masukan LABSNa Masukan parfum


dan aaduk perlahan daan aduk hingga
hingga homogen homogen
s
u
k
a
n
p
a
r
f
u
m
d
a
a
n
a
d
u
k
h
i
n
g
g
a
h
o
m
o
g