Anda di halaman 1dari 11

MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS

NAMA : MAHURI, S.Pd

NIP : 19671022 198703 2 002

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KABUPATEN LOMBOK TIMUR

TAHUN 2019
KATA PENGANTAR
Peran guru profesional dalam pembelajaran sangat penting sebagai kunci

keberhasilan belajar peserta didik. Guru profesional adalah guru yang kompeten

dalam membangun dan mengembangkan proses pembelajaran yang baik dan

efektif sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang pintar dan pendidikan

yang berkualitas. Hal tersebut menjadikan kualitas pembelajaran sebagai

komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah

daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Peningkatan mutu pendidikan salah satunya dilakukan oleh guru yang

berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran yang berbasis keterampilan

berpikir tingkat tinggi (HOTS). Sejalan dengan hal tersebut, maka diperlukan

sebuah buku pegangan guru yang memberikan keterampilan mengembangkan

pembelajaran yang berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS).

Tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran berbasis

keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang pada akhirnya akan

meningkatkan kualitas lulusan peserta didik.

Dengan adanya makalah meningkatkan mutu pendidikan melalui

pembelajaran berbasis HOTS ini diharapkan dapat menjembatani pemahaman

para guru dalam hal perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran lebih baik lagi

sehingga mereka dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Penulis

Mahuri, S.Pd
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..............................................................................................i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I. LATAR BELAKANG ................................................................................1
BAB II. TUJUAN ...................................................................................................2
BAB III. ..................................................................................................................3
A. MANFAAT ...................................................................................................3

B. PEMBAHASAN ..............................................................................................3
1. a. Definisi Mutu Pendidikan .......................................................................3
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mutu Pendidikan ..............................4
2. a. Definisi Pembelajaran ............................................................................4
b. Proses Pembelajaran .............................................................................4
3. a. Definisi HOTS ......................................................................................5
b.
BAB IV. SIMPULAN dan SARAN .......................................................................7
DAFTAR PUSTAKA
BAB I

Latar Belakang
Dalam alam globalisasi yang sangat dinamik dewasa ini, kita sungguh sangat sedih

melihat kenyataan bahwa anak-anak bangsa yang bisa mengisi kesempatan yang terbuka

luas di seluruh dunia hanya terbatas dalam bidang-bidang yang memberi nilai tambah yang

relatip rendah. Salah satu sebabnya adalah karena sumber daya manusia yang kita miliki

mutunya sangat rendah.

Banyak kesempatan lewat begitu saja karena sumber daya yang jumlahnya

melimpah tidak ada yang cocok, atau bahkan tidak pernah dipersiapkan untuk itu, dan

pendokumentasian sangat lemah dan nyaris tidak dilaksanakan. Dalam rangka

meningkatkan mutu pembelajaran yang inovatif perlu dilakukan pembaharuan-

pembaharuan metode atau tehnik dalam mengajar, diantaranya dengan pembelajaran

memanfaatkan teknologi didalam proses pembelajaran yang sedang digalakkan dengan

keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS).

Pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi

atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan program yang dikembangkan

sebagai upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru

dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran

dan meningkatkan mutu pendidikan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada tahun 2018 telah terintegrasi

Penguatan Pendidikan Karakter dan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir

Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS).


BAB II

Tujuan
Tujuan dari meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran berbasis HOTS,
sebagai berikut:

1. Memberikan acuan kepada guru dalam mengembangkan pembelajaran Keterampilan

Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) untuk meningkatkan mutu pendidikan

2. Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik

3. Memberikan acuan kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik dan

manajerial.
BAB III

A. Manfaat

Adapun manfaat dari meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran

berbasis HOTS, sebagai berikut:

1. Menambah wawasan guru dalam mengembangkan model pembelajaran yang baru

2. Meningkatkan kreatifitas, keterampilan, dan inovasi guru dalam pembelajaran

3. Meningkatkan SDM guru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

B. Pembahasan

1. a. Definisi Mutu Pendidikan

Mutu Pendidikan adalah pelaksanaan pendidikan yang dapat menghasilkan

tenaga profesional sesuai dengan kebutuhan negara dan bangsa pada saat ini. Mutu

di bidang pendidikan meliputi mutu input, proses, output, dan outcome. Input

pendidikan dinyatakan bermutu jika siap berperoses. Proses pendidikan bermutu

apabila mampu menciptakan suasana yang PAKEM (Pembelajaran yang Aktif,

Kreatif, dan Menyenangkan).

Peningkatan mutu ini diarahkan kepada peningkatan mutu masukan dan

lulusan, proses, guru, sarana dan prasarana, dan anggaran yang digunakan untuk

menjalankan pendidikan. Rendahnya mutu pendidikan dipengaruhi oleh beberapa

faktor. Faktor yang terpenting yang mempengaruhi adalah mutu proses

pembelajaran yang belum mampu menciptakan proses pembelajaran yang

berkualitas. Padahal hasil belajar yang bermutu hanya mungkin dicapai melalui

proses belajar yang bermutu. Dalam hal ini, guru maupun harus melakukan

pembelajaran atau pengelolaan belajar lebih inovatif.


b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mutu Pendidikan

Ada beberapa faktor

2. a. Definisi Pembelajaran

Pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang melibatkan informasi dan

lingkungan yang disusun secara terencana untuk memudahkan siswa dalam belajar.

Pembelajaran adalah proses yang menggabungkan pekerjaan dengan pengalaman.

Apa yang dikerjakan orang di dunia menjadikan pengalaman baginya. Pengalaman

tersebut akan menambah keterampilan, pengetahuan atau pemahaman yang

mencerminkan nilai dari dalam.

Pembelajaran yang efektif akan mendorong ke arah perubahan,

pengembangan serta meningkatkan hasrat untuk belajar. Pembelajaran tidak hanya

menghasilkan atau membuat sesuatu, tetapi juga menyesuaikan, memperluas, dan

memperdalam pengetahuan. Agar kegiatan pembelajaran mencapai hasil yang

maksimal perlu diusahakan faktor yang menunjang seperti kondisi pelajar yang

baik, fasilitas dan lingkungan yang mendukung, serta proses belajar yang tepat.

b. Proses pembelajaran

Proses pembelajaran adalah merupakan proses interaksi komunikasi aktif

antara siswa dengan guru dalam kegiatan pendidikan. Agar terjadi interaksi

pembelajaran yang baik, ada beberapa komponen yang yang saling berkaitan,

saling membantu dan satu kesatuan yang dapat menunjang proses pembelajaran

tersebut.
Komponen-komponennya yaitu :

1) Kompetensi Pembelajaran

2) Materi Pembelajaran

3) Metode Pembelajaran

4) Sumber/media Pembelajaran

5) Manajemen interaksi pembelajaran (pengelolaan kelas)

6) Penilaian pembelajaran

7) Pendidik dan pengembangan proses pembelajaran

3. a. Definisi HOTS

Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dalam bahasa umum dikenal

sebagai Higher Order Thinking Skills (HOTS) dipicu oleh empat kondisi

berikut.

1. Sebuah situasi belajar tertentu yang memerlukan strategi pembelajaran yang

spesifik dan tidak dapat digunakan di situasi belajar lainnya.

2. Kecerdasan yang tidak lagi dipandang sebagai kemampuan yang tidak dapat

diubah, melainkan kesatuan pengetahuan yang dipengaruhi oleh berbagai

faktor yang terdiri dari lingkungan belajar, strategi, dan kesadaran dalam

belajar.

3. Pemahaman pandangan yang telah bergeser dari unidimensi, linier, hirarki

atau spiral menuju pemahaman pandangan ke multidimensi dan interaktif.

4. Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih spesifik seperti penalaran,

kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir kritis

dan kreatif.
Menurut beberapa ahli, definisi keterampilan berpikir tingkat tinggi

(HOTS) salah satunya dari Resnick (1987) adalah proses berpikir kompleks

dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi,

menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental

yang paling dasar. Keterampilan ini juga digunakan untuk menggarisbawahi

berbagai proses tingkat tinggi menurut jenjang taksonomi Bloom. Menurut

Bloom, keterampilan dibagi menjadi dua bagian. Pertama adalah keterampilan

tingkat rendah yang penting dalam proses pembelajaran, yaitu: mengingat

(remembering), memahami (understanding), dan menerapkan (applying), dan

kedua adalah yang diklasifikasikan ke dalam keterampilan berpikir tingkat

tinggi berupa keterampilan menganalisis (analyzing), mengevaluasi

(evaluating), dan mencipta (creating).


BAB IV

SIMPULAN dan SARAN

A. SIMPULAN

Memecahkan suatu masalah merupakan aktivitas dasar kehidupan manusia,

karena melibatkan proses berpikir agar dapat memecahkan berbagai masalah yang

dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menegaskan bahwa berpikir kritis

bukan hanya sebatas teori, namun sudah menjadi kebutuhan hidup.

Oleh karena itu pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan peserta

didik agar mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan

sehari-hari. Dalam hal ini, dukungan dari berbagai pihak terkait sangatlah diperlukan

agar mampu menyiapkan generasi penerus bangsa yang mampu berpikir kritis dan

kreatif dalam menghadapi tantangan era global.

B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA

Ariyana, MT, Yoki. dkk. 2019. Buku Pengangan Pembelajaran Berorientasi pada
Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan
Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
http://pipinyulliani.blogspot.com/2015/12/makalah-mutu-pendidikan.html di unduh tanggal
12 Oktober 2019
http://widartiariesta.blogspot.com/2015/10/makalah-konsep-dasar-pembelajaran.html di
unduh tanggal 12 Oktober 2019

Beri Nilai