Anda di halaman 1dari 7

DESAIN PEMBELAJARAN

JOB SHEET

DOSEN PENGAMPU :
JANTER P SIMANJUNTAK, S.T, M.T, Ph.D
HANAFI HASAN, S.T, M.T

DISUSUN OLEH :

MHD REZA SAPUTRA NST (5183122013)

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
Job : 02 Waktu : 8 Jam pel
TUNE UP
SMT : 5 (Lima) Th Ajaran : 2015/2016
KIJANG 5K
Kelas : 3 TKR 3 SMK N 2 PENGASIH
Kelompok 4 (28 -32) Nomor :

I. Kompetensi
a. Identifikasi komponen-komponen sistim Pengapian konvensional.
b. Tune up .

II. Tujuan
Setelah mengikuti paraktek siswa diharap :
a. Melaksanakan Tune Up dengan benar.

III.Alat dan Bahan


a. Tool Box Tune up

IV. LANGKAH KERJA

A. PELUMASAN
1) Tarik batang pengukur, lap ujungnya, dan kembali masukkan.
2) Tarik kembali dan periksa volume oli (diantara Full dan Low)
Hasil : oli masih dalam batas normal
Keterangan : Tidak usahmelakukan pengisian ulang
3) Serta kualitas oli dengan melihat warna dan kepekatan oli.
Lihat perubahan warna pada oli mesin
Kualitas oli (warna oli)
Putih : bercampur air
Hitam : sudah tidak layak pakai
Kaya minyak goreng : baik
Hasil : warnal oli hitam
Keterangan : oli harus di ganti

B. PENDINGINAN
1) Periksa kualitas dan kapasitas air pendingin
Hasil : Kualitas jelek kapasitas sesuai/cukup
Keterangan : Air pendingin harus di ganti
2) Periksa volume tangki cadangan
Hasil : Kapasitas sudah full/cukup sesuai STD
Keterngan : Tidak perlu melakukan pengisian
3) Tes kebocoran sistem pendingin (menggunakan radiator tester beri tekanan sampai 1,2
Kg/Cm2)
a) periksa slang radiator
b) periksa klem
c) periksa kebocoran sirip-sirip
d) periksa kran penguras
Hasil : Tidak ada kebocoran
Keterangan : Kondisi semua komponen masih layak pakai
4) Pemeriksaan tutup radiator (menggunakan radiator cup tester beri tekanan 0,6 – 1,2 Kg/Cm2)
Hasil : Tutup radiator bocor
Keterangan : Harus di ganti
5) Periksa tali kipas : secara visual periksa dari kemungkinan retak/aus
Hasil : Kondisi tali kipas retak dan aus
Keterangan : Tali kipas harus di ganti

C. BATERAI
1) Lepas pole baterai (terminal (-) terlebih dahulu.
2) Angkat baterai (posisikan tangan dibawah kotak baterai)
3) Periksa kotak, dari kemungkinan retak, menggelembung.
Hasil : Kotak baterai baik
Keterangan : Tidak menggelembung.
4) Periksa volume elektrolit
Hasil : Sebagian Kurang
Keterangan ; Harus di tambahi
5) Periksa berat jenis elektrolit, dengan menggunakan hidrometer (kondisi baik bila pada skala
diantara 1,25 - 1,27)
Hydrometer
Digunakan untuk mengukur kedalam cairan elektrolit yang terdapat didalam baterai, alat
ini juga dilengkapi dengan ukuran yang sudah ditentukan SI agar kita dalam mengidentifikasi
baterai mudah
Hasil :
a. no 1 = 1,12
b. no 2 = 1,12
c. no 3 = 1,10
d. no 4 = 1,10
e. no 5 = 1,10
f. no 6 = 1,10
Keteranagan ; Sebagian harus di tambah karena belum sampai batas maksimum
6) Mengukur tegangan baterai dengan avo meter
Avo Meter
Digunakan untuk mengukur arus listrik yang terdapat dalam baterai apakah masih ada
arus atau sudah tidak ada arus listriknya
Untuk mengukur baterai pada posisi avo meter pada volt DC
Hasil : arus batrai 12 volt
Keterangan : Masih bisa di pakai.
7) Periksa kondisi dari pole/terminal
Hasil : Pole kotor dan lecet-lecet
Keterangan : Harus di bersihkan

D. SARINGAN BAHAN BAKAR


1) lepas filter bahan bakar
2) Perhatikan saluran masuk dan buangnya
3) Semprotkan udara bertekanan rendah
4) Urutan penyemprotan : saluran buang - saluran masuk, saluran masuk - saluran buang,
saluran buang - saluran masuk.
5) Tiup ( dengan mulut ) dari saluran masuk dan buangnya. Apabila ringan : berarti bersih,
apabila berat harus diganti.

Hasil : Filter bahan bakar dalam kondisi jelek


Keterangan : Harus di ganti

E. SARINGAN UDARA(Air filter)


1) Lepas klip
2) Periksa secara visual elemen saringan udara
3) Semprot elemen saringan udara dengan urutan : dari dalam - keluar, dari luar - ke dalam, dari
dalam - keluar.
4) Lap rumah saringan udara.
5) Pasang, perhatikan tanda panah yang ada pada tutup rumah saringan
Hasil : saringan udara kurang baik
Keterangan : Harus di ganti karena elemen sudah hitam dan tidak bisa di bersihkan

F. BUSI
Memeriksa kualitas busi
Warna busi Abu-Abu muda : dalam keadaan baik
Putih : tingkat panas terlalu rendah (over heating)
Hitam basah : minyak pelumas masuk keruang bakar
Hitam kering : pembakaran tidak sempurna
Hasil : Warana busi Hitam basah
Standar celah busi : 0,70-0,80 mm
Hasil :
a. No.1 0,70 mm Kondisi
b. No.2 0,70 mm Kondisi
c. No.3 0.80 mm Kondisi
d. No.4 0,80 mm Kondisi
Keterangan : Celah busi masih dalam kondisi baik
Standar tahanan kabel busi : < 25 KΩ
Hasil :
a. Busi No.1 (< 25 KΩ) 1 KΩ
b. No.2 (< 25 KΩ) 1 KΩ
c. No.3 (< 25 KΩ)1 KΩ
d. No.4 (< 25 KΩ) 1 KΩ
e. Kabel Coil (< 25 KΩ)2 KΩ
Keterangan: tahanan kabel busi dalam kondisi bagus

G. COIL
A. Memeriksa primary coil
Standar tahanan primary coil : 1,3 – 1,6 Ω . Mengukur tahanan primary coil pada posisi
avometer pada 1x ohm. Kabel merah diarahkan ke negative coil
Hasil : Tahanan primer Coil ( 1,5 Ω)
Keterangan : Tahanan primer Coil masih baik

B. Memeriksa secondary coil


Standar tahanan secondary coil : 10,7-14,5 ohm. Mengukur tahanan secondary coil pada
posisi avo meter pada 1x ohm. Kabel merah diarahkan keterminal positif coil dan kabel hitam
di arahkan ke terminal tegangan tinggi coil.
Hasil : Tahanan Scunder Coil ( 12,3 KΩ)
Keterangan : Tahanan Scunder Coil masih baik

H. DISTRIBUTOR
1) Pemeriksaan body distributor
Governor advancer yaitu untuk memajukan saat pengapian pada saat putaran mesin
tinggi. Cara memeriksanya yaitu dengan memutar rotor searah jarum jam dan kemudian
dilepas rotor akan kembali.
Hasil : Governor advancer baik
2) Vacum advancer yaitu untuk memajukan saat pengapian berdasarkan kevakuman intake
manifold. Cara memeriksanya yaitu isaplah selang yang ke vakum advancer dan perhatikan
dudukan platina maka kelihatan ada gerakan. Apabila tidak berarti ada kebocoran atau terjadi
kemagnetan padaplat rumah platina.
Hasil : Vacum advancer baik
3) Oktan selector yaitu untuk memajukan pengapian berdasarkan nilai oktan bahan bakar. Cara
memeriksanya yaitu putarlah oktan selekto r pada posisi standar 50 ( garis tebal berada segaris
dengan rumah).
Standar celah platina : 0,45 mm
Hasil : celah platina harus di setel

I. PEMERIKSAAN DWELL ANGLE


Yaitu suatu sudut antara platina mulai menutup dan sampai membuka. Untuk mesin 4
silinder CDA 520 ± 60 . pada saat melakukan tune-up periksalah CDAnya karena apabila CDA
terlalu besar coil akan panas dn kalau terlalu kecil kemagnean primer coil akan kecil dan
induksi sekunder juga kecil. Arahkan selector ke warna orange arah 4, kabel merah diarahkan
keterminal negative coil, dan kabel hitam diarahkan ke massa
Hasil : Sudut Dwell Sudah 52 0

J. PENYETELAN PUTARAN IDLE (RPM)


Cara penyetelan putaran idle yaitu :
1) Hidupkan mesin hingga temperature tinggi
2) Putar baut penyetelan campuran ( rpm tinggi maksimal)
3) Putar baut penyatelan putaran idling (idle speed adjusting screw ) hingga putaran idle
tercapai.mesin type K putaran idle 750 Rpm. Arahkan selector ke warna hijau muda, kabel
merah diarahkan keterminal negative coil, dan kabel hitam diarahkan ke maasa
Hasil : Setelah penyetelan putaran idle RPMnya 750.

K. PEMERIKSAAN SAAT PENGAPAIAN


1) Pada saaat pemeriksaan saat pengapian saringan udara ( air filter ) harus terpasang.
2) Apabila menggunakan vacuum ganda maka selang ke idle advancer dilepaskan dan di
sumbat. Dengan menggunakan lampu timing periksalah saat pengapian sesuai standar mesin.
Mesin 5K 50 Sebelum TMA. Kabel merah diarahkan ke terminal positif baterai , kabel hitam
diarahkan ke terminal negative baterai, dan kabel yang satu dikaitkan bun nomer satu.

L. Prosedur penyetelan katup


Langkah-langkah penyetelan katup yaitu:
a) Persiapkan alat dan bahan sesuai dengan keperluan
b) Buka tutup kepala silinder dengan menggunakan kunci ring 16-17
c) Atur tab (putaran poros engkol) pada posisi 00
d) Atur katup menggunakan filler gauge, kunci 16-17, dan obeng (-) dan (+)
e) EX : 0,30 mm IN : 0,20 mm
V. KESIMPULAN
Tune up adalah perawatan berkala tanpa adanya penggantian komponen mesin, tujuan
dilakukan tune up pada kendaraan adalah untuk pengontrolan kondisi mesin dan untuk
memeriksa, menyetel serta mengembalikan kondisi motor dari kendaraan ke keadaan
semula. Pekerjaan yang dilakukan pada tune up kijang 4 K diantaranya adalah:
1. Memeriksa sistem pendingin
2. Menghidupkan mesin hingga mencapai suhu kerja
3. Menyetel celah katup
4. Memeriksa dan menyetel celah platina
5. Memeriksa busi dan tekanan kompresi
6. Memeriksa, menyetel sudut dwell dan putaran idle
7. Memeriksa dan menyetel saat pengapian
 Katup perlu disetel supaya bahan bakar yang masuk sesuai dengan yang diharapkan
 Celah platina perlu disetel supaya induksi listrik yang dihasilkan oleh coil tidak terlalu besar
dan tidak terlalu kecil
 Saat pengapian juga perlu disetel supaya campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar
dengan sempurna pada langkah yang telah ditentukan sehingga tenaga yang dihasilkan
maksimal.

Kulon Progo, 21 September 2015


Pembimbing Nilai Praktikum