Anda di halaman 1dari 22

SOP - Sistem Penanggulangan Gawat D

4 DEFINISI
4.2 Major Emergencies atau Keadaan Darurat Major
Adalah keadaan darurat yang menyebabkan terjadinya korban cedera parah atau kematian ( fatality) yang
memerlukan tindakan evakuasi atau tingka kedaruratannya meningkat menjadi keadaan darurat yang bertamba
besar kerugiannya sehingga memerlukan dukungan tim tanggap darurat dari tempat lain.

4.3 Crisis atau keadaan krisi


Adalah suatu kejadian yang seiring dengan peningkatan keadaanya dapat menyebabkan gangguan yang bersifat
mengancam kelangsungan operasional proyek, perusahaan ataupun menimbulkan konsekuensi legal yang
bersifat major terhadap proyek atau perusahaan.

4.4 emergency Response Plan (ERP) atau Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat
Adalah sistem tanggap darurat terpadu dilokasi yang berdasarkan kepasa konsep mata rantai penyelamatan
(chain of survival). ERP menjelaskan langkah-langkah penyelamatan yang diperlukan serta langka pengendalian
dan penggulangan keadaan darurat dan kondisi kritis.

4.5 Mata Rantai Penyelamatan ( Chain of Survival)


Adalah rangkaian untuk mencegah kematian melaluui 4 langkah utama : identifikasi dan akses dini kelayanan
emergency, pertolongan pertama dna bantuan hidup dasar dini, resusitasi lanjut jantung dini, dan stabilitasi
tindak medis lanjutan dini.

4.6 Tim Tanggap Darurat ( Emergency Response Team - ERT)


Adalah Tim yang dibentuk disetiap lokasi dan berfungsi untuk melakukan tindakan pertolongan dan
penyelematan dan situasi gawat darurat. Tim ini secara operasional dikepalai oleh seorang captain.

4.7 Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (Emergency Management Team- EMT)


Adalah Tim yang dibentuk ditingkat site dan berfungsi untuk melakukan tindakan pengendaliandan
penanggulangan keadaan darurat yang bersifat major yang terjadi di site tersebut. Tim ini terdiri dari Manajeria
site dengan manajemen puncak site sebagai leader.

4.8 Tim Penanggulangan Krisis ( Crisis Management Team - CMT)


Merupakan tim yang dibentuk ditingkat pusak (Head Office - HO ) dan berfungsi untuk melakukan tindakan
pengendalian dan penanggulangan keadaan krisis yang terjadi disalah satu atau lebih project perusahaan.
Terdiri dari jaajran menajerial puncak dengan Managing Director sebagai leader.

4.9 Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat


Adalah pelatihan teknik-tehnik pertolongan dasar yang diberikan kepada korban kedaruratan sampai bantuan
medis definitif dapat diberikan.

4.10 Pertolongan Pertama Gawat Darurat


Adalan penanganan kedaruratan yang dilakukan sebelum korban dapat ditangani lebih lanjut oleh staff medis
definif.

4.11 Emergency Escape Route Map


Adalah peta rute penyelamatan saat terjadi keadaan darurat.

4.12 Sentra Tanggap Darurat (Emergency response Center - ERC)


Adlah pusat pengendalian dan koordinasi operasi pertolongan dan penyelamatan dalam keadaan kedaruratan
yang akan mengatur operasional tim tanggap darurat, dan berfungsi tempat berkumpul EMT bila EMT diaktifka

SHE/09/005/SOP;Revisi 0.1
SOP - Sistem Penanggulangan Gawat D

5 KEBIJAKAN
5.1 Standard Operating Procedure ini merupakan kelanjutan dari B'Safe nomor K3LH/2004/05.06/STD revisi 2 -
Prosedur Pedoman Keadaan Darurat (PPKD) dan K3LH/2003 /05.09/STD revisi 3 Pertolongan Pertama dan
Sistem Tanggap Gawat Darurat Terpadu.

5.2 Project Manager / Ketua Komite K3LH harus membentuk tim penanggulangan keadaan darurat (EMT) dan
satu tim tanggap darurat (ERT)

5.3 Setiap Site ( termasuk Ho ), Emergency Management Team ( EMT) harus menyusun satu rencana tanggap
darurat atau Emergency Response Plan (ERP) yang bersifat spesifik terhadap resiko kedaruratan yang di
hadapi oleh project.

5.4 Ditingkat Head Office, President Director bertanggung jawab membentuk Crisis Management Team (CMT)
yang akan mengendalikan proses penanggulanan keadaan krisis yang mengancam operasional perusahaan
secara total.

5.5 Project Manager / Site Manager / ketua Komite K3LH bertindak sebagai Ketua EMT dalam Operasi penganggula
Keadaan darurat.

5.6 Section Head SHEs atau PIC SHE Departement bertindak sebagai Emergency Commander yang bertugas
mengendalikan operasional tim tanggap darurat serta memberikan masukan kepada Project Manager / Site
Manager / Ketua K3LH untuk menentukan keputusan - keputusan.

5.7 Site Emergency Response Plan (ERP) untuk setian jenis keadaan darurat harus ditinjau ulang oleh EMT secara
berkala setiap tahun dan diperbaharui sesuai dengan keadaan terkini serta pasca terjadinya suatu kedaruratan.

5.8 Site Emergency Response Plan (ERP) harus berisi informasi mengenai pengendalian yang efektif jika terjadi
keadaan darurat, seperti :
a. Jenis keadaan darurat setiap lokasi
b. Sistem alarm atau peringatan bahaya
c. Proses evakuasi keryawan (termasuk didalamnya semua orang yang berada dilingkungan perusahaan)
dan proses kembali setelah keadaan darurat.
d. Ruang kendali dan fasilitas keadaan darurat merujuk stand parameter No. SHE/09/005/STD- Peralatan
Emergency dan Ruang Kendali.
e. pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing orang dan tim emergency.
f. Penutupan / penghentian operasi secara sistematis dan isolasi area yang mengalami keadaan darurat.
g. Prosedur komunikasi dan pelaporan dalam keadaan darurat ( dilapangan, radio, telepon, dan lain-lain)
termasuk didalamnya pelaporan terhadap instansi terkait dalam hal meminta pertolongan untuk
penanggulangan keadaan darurat.
h. Pemindahan asset / peralatan, dokumen penting, dan bahan-bahan berbahaya.
i. Langkah-langkah penanganan keadaan darurat setiap keadaan darurat yang ada.
j. Prosedur pertolongan dan penyelamatan ylang diperlukan.
k. Prosedur lain yang diperlukan dalam meniadakan/menguranig dampak keadaan darurat baik di daerah
yang berdekatan atau daerah yang menjadi tanggung jawan perusahaan.
l. Prosedur pelaporan dan penyelidikan kejadian keadaan darurat.
m. Prosedur perencanaan untuk perbaikan fasilitas dan aktifitas pasca keadaan darurat.
n. Prosedur pelaporan atau pemberitahuan kepada pihak luar yang berkepentingan atas keadaan darurat
yang terjadi.
o. Daftar telepon penting yang harus dan dapat dihubungi saat keadaan darurat terjadi.

5.9 Site Emergensy Response Plan (ERP) harus dikirimkan ke SHE Departemen di Head Office untuk dilakukan
revies dan standarisasi.

SHE/09/005/SOP;Revisi 0.1
SOP - Sistem Penanggulangan Gawat D

5 KEBIJAKAN
5.10 Project Manager / Ketua Komite K3LH bertanggung jawab memastikan semua anggota ERT & EMT memiliki
kompetensi sesuai dengan standar parameter No. SHE/09/037/STD - Persyaratan Organisasi Penanggulangan
Keadaan darurat.

5.11 Setiap karyawan harus mendapatkan informasi yang memadai mengenai sistem tanggap darurat yang ada serta
mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar ( awareness level) mengenai pertolongan pertama gawat
darurat (emergency response awareness), first aid level 1 dan dasar-dasar pemadaman api.

5.12 Project Manager / Ketua Komite K3LH harus memastikan bahwa setiap unit kerja (berdasarkan area kerja maup
departemen) wajib memiliki first aider sesuai dengan tingkat resiko yang dihadapi. Ketentuan mengenai jumlah
kompetensi, dan pelatihan first aider sesuai dengan standar parameter No. SHE/09/037/STD - Persyaratan
Oraganisasi Penanggulangan Keadaan Darurat.

5.13 Setiap Lokasi (Head Office & Jobsite) harus memiliki fasilitas tanggap darurat (sesuai STD No. SHE/09/005/STD -
Peralatan emergency dan Ruang Kendali) yang selalu tersedia untuk penangan pertolongan pertama gawat
darurat yang minimal berupa:
a. Ambulans gawat darurat (khusus untuk jobsite)
b. Tas / Kit pertolongan pertama ditempat kerja maupun ERT sesuai dengan resiko yang dihadapi
c. Perlengkapan tambahan rescue untuk ERT sesuai dengan resiko yang dihadapi.
d. ERT (Emergency Response Team) yang sesuai dengan standard parameter nomor SHE/09/037/STD-
Persyaratan Organisasi Penanggulangan Keadaan Darurat.

5.14 Project Manager / Ketua K3LH harus memastikan bawa jadeal tahunan (sesuai INK No. SHE/09/009/INK -
Pelaksanaan emergency Drill) untuk proses uji coba keadaan darurat (emergency drill) disusun sebagai
evaluasi untuk memastikankaryawan terbiasa menghadapi keadaan darurat dan ERP yang ada masih sesuai
dengan kondisi yang ada. Setiap pelaksanaan drill, harus ada karyawan yang ditunjuk sebagai observer.
Dalam hal ini dapat menunjuk PIC yang ada di SHEs.

6 ALUR PROSES
Prosedur Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu digambarkan secara detil pada alur proses halaman 5 s/d 9.

7 DOKUMEN PENDUKUNG
7.1 SHE/09/005/STD Peralatan Emergency dan Emmergency Control Room
7.2 SHE/09/037/STD Persyaratan Organisasi Penanggulangan Keadaan Darurat
7.3 SHE/09/009/INK Pelaksanaan Emergency Drill
7.4 SHE/F-004 Pelaksanaan Emergency dan Tanggung Jawab Tambahan
7.5 SHE/F-011 Inspeksi Emergency Kit
7.6 SHE/F-064 Penggunaan Isi Tas Ransel Pertolongan Pertama
7.7 SHE/F-063 Catatan Latihan Keadaan Darurat (CLKD)
7.8 MDV/F-011 PICA
7.9 SHE/F-107 Peta

SHE/09/005/SOP;Revisi 0.1

ALUR PROSES - SOP


Sistem Penganggulangan Gawat Darurat Terpadu
PIC Emergency
No ERT EMT
AKTIVITAS Commandar
A. Tahapan Awal (Persiapan)

1 Adanya kebutuhan persiapan pengangan


keadaan darurat

2 Pembentukan dan penunjukan emergency


Management Team Site oleh Project
Manager dengan menggunakan formulir
Penunjukkan Tugas dan tanggung jawab
Tambahan (PT3)

3 Mengikuti Pelatihan tugas pokok dan fungsi


Emergency Management Team mengacu Mengikuti
pada stanar SHE/09/037/STD- Pelatihan Dasar
Persyaratan organisasi Keadaan Darurat

4 Identifikasi jenis kedaruratan yang dihadapi


oleh site berdasarkan nature of job dan Identifikasi jenis
scope of work site oleh tim EMT yang dipimpin kedaruratan
oleh Project Manager / Ketua Komite K3LH
7

5 Penyusunan / Revisi Emergency Response Penyusunan /


Plan untuk resiko kedaruratan. Revisi ERP

ERP

6 Pembentukan dan penunjukan Tim Tanggap


darurat site (Emergency Response Team )
oleh Project Manager / Ketua Komite
K3LH dengan menggunakan formulir PT3

7 Pemenuhan kebutuhan training untuk


anggota ERT berdasarkan jenis kompetensi Pemenuhan
dalam penanggulangan keadaan darurat Kompetensi
sesuai STD no. SHE/09/037/STD- Persyaratan ERT
Organisasi Penanggulangan Keadaan Darurat

8 Pengadaan perlengkapan ERT yang diperlukan


oleh ERT site dengan merujuk ke STD no. Pemenuhan
SHE/09/037/STD - Persyaratan Organisasi Perlengkapan
Penanggulangan Keadaan Darurat dan SOP ERT
No. PRC/09/001/SOP - Pengadaan Barang &
Jasa

9 Pelaksanaan emergency dril mengacu pada Pelaksanaan


INK no. SHE/09/009/INK - Pelaksanaan Drill
Emergency Drill

Selesai
SHE/09/005/SOP:Revisi 0.1

ALUR PROSES - SOP


Sistem Penganggulangan Gawat Darurat Terpadu

PIC PM/ Ketua


Emergency Karyawan/ EMT/Ketua
No
Commander / Saksi Komite / K3LH/ KTT
AKTIVITAS ERT Eksternal Terkait

B. Tahapan Penanganan (Operasional)

10 Adanya kebutuhan penanganan keadaan Kondisi


darurat (operasional) Darurat

11 Melaporkan keaddan ini kepada pengawas


dan mengaktifkan sistem tanggap darurat Informasi
melalui MCC . Floor warden . Atasan
Catatan : untuk di HO melalui Floor
Warden

12 MCC/ Flor Warden segera menghubungi


Emergency Commander untuk mengaktifkan
tim tanggap darurat (ERT)

13 Emergency commander melakukan Laporan


pelaporan kejadian darurat yang terjadi Keadaan
kepada PM/Ketua Komite K3LH , PM Darurat
melanjutkan laporan kepada KTT / pihak
eksternal yang terkait.

14 Emergency Commander Koordinasi


mengkoordinasikan oprerasi pertolongan Penanganan
dan penyelamatan dari Sentra Tanggap Awal
Darurat.

15 ERT dimobilisasi untuk menuju tempat Mobilisasi


terjadinya kedaruratan. Ke lokasi

16 ERT Captain mealkukan koordinasi Pengamanan


untuk pengamanan lokasi kejadian Lokasi

17 Captain mengkoordinasikan oprasi


pertolongan dan penyelamatan di lokasi Koordinasi
kejadian dan terus memberikan Pengamanan 2
perkembangan kepada Emergency di lokasi
Commander
18 Emergency Commander melaporkan Laporan
keadaan terkini kepada Project Manager Kondisi
/ Ketua Komite K3LH, dan apakah keadaan
darurat tertangani? Jika :
YA Lanjut ke aktivitas no. 19 Ya
Tertangani?
TIDAK Lanjut ke aktivitas no. 20

19 Setelah tertangani Project Manager / Ketua Tidak Komuniskasi


Komite K3LH mengeluarkan komunike Keadaan
mengenai keadaan kedaruratan yang terjadi Darurat
dan langkah-langkah yang harus diambil untuk
mencegah terjadinya kejadian serupa kelak
dikemudian hari kepada seluruh karyawan
site lanjutkan aktivitas no. 35 3

Bersambung ke aktivitas no. 20 1

SHE/09/005/SOP:Revisi 0.1

ALUR PROSES - SOP


Sistem Penganggulangan Gawat Darurat Terpadu

PIC
No Emergency PM/ Ketua Komite
AKTIVITAS Commandar / ERT K3LH

B. Tahapan Penanganan (Operasional)


1
Lanjutan dari aktivitas no. 19

20 Periksa apakah terjadi keadaan yang Periksa


eskalasinya berkembang mengacu STD? Kedaruratan
menjadi kedaruratan yang bersifat major,
Jika : Tidak
YA Lanjut ke aktifitas no. 21 kondisi
2
TIDAK kembali ke aktivitas no. 17 memburuk?

Ya
21 Emergency Commander segera melaporkan Laporan
kepada Project Manager / Ketua Komite Kondisi
K3LH untuk mengaktifkan EMT dan melapor
kan kondisi ini kepada Managing Director
melalui Operation / Area Manager yang
membawahi site.

22 Project Manager / Ketua Komite K3LH segera Aktifkan


mengaktifkan EMT dan bertindak EMT
sebagai Leader memimpin EMT

23 PM/ Ketua Komite K3LH menginformasikan Info


kapada Operation / Area Manager / SHE Keadaan
Manager dan Managing Director / Pihak Darurat
Eksternal terkait.

24 Melakukan pengendalian kejadian darurat Pengendalian


major ini dari sentra Tanggap Darurat untuk Kedaruratan
mendapatkan informasi langsung dari
ERT Captain yang berada dilapangan

25 Project Manager / Ketua Komite K3LH Periksa


memberikan laporan penanggulangan Kondisi
kondisi darurat major ini kepada Managing
Director melalui Operation / Area Manager
yang membawahi site apakah kondisi
tertangani:, jika Tidak
Tertangani?
YA lanjut ke aktivitas no. 26
TIDAK lanjut ke aktifitas no. 29
3
Ya

26 Laporan hasil penanganan kondisi daruat


Laporan
major yang telah selesai ditangani
keapda PM/ Ketua Komite K3LJ.

Bersambung ke aktivitas no. 27 4

SHE/09/005/SOP:Revisi 0.1

ALUR PROSES - SOP


Sistem Penganggulangan Gawat Darurat Terpadu
PIC Emergency OPR /
PM/ Ketua Managing
No Commander / Area
AKTIVITAS ERT Komite / K3LH Manager Director

B. Tahapan Penanganan
(Operasional)
Lanjutan dari aktivitas no. 26 4

27 Project Manager / Ketua Komite K3LH Komunikasi


mengeluarkan komunike kepada OPR/ Area Keadaan
Manager dan Managing Director mengenai Darurat Major
keadaan kedaruratan major yang terjadi 'dan
langkah-langkah yang telah di ambil untuk
untuk mencegah terjadinya kejadian serupa
dikemudian hari.

28 Managing Director kemudian meneruskan Informasi ke


komunike ini kesrluruh BUMA untuk dilakukan ALL BUMA
langkah-langkah yang telah pencegahan
untuk mencegah terjadinya kejadian serupa
di site atau project lainnya. Surat
Keluar
Bersambung ke aktivitas no. 35

8
7

29 PM segera menginformasikan keadaan Laporan


ini kepada Operation / Area Manager Kondisi Krisis
yang akan meneruskan kepada Managing
Direktor

30 Managing Director mengaktifkan crisis


Aktifkan CMT
management team di HO
6

31 Managing Director membahas langkah Penetapan


penanggulangan keaadan krisis dengan Pengendalian
anggota CMT di HO untuk memastikan
tindakan pengendalian yang perlu dan
yang akan dilakukan. Managing Director
memastikan bahwa tindakan pengendalian
dan penanggulangan yang diambil dapat
dilakukan oleh site dan memastikan dukungan
sumber daya yang memadai untuk menjalan
kan tindakan pengendalian dan penanggulan
keadaan krisis yang terjadi

32 Pelaksanaan pengendalian keadaan Pengendalian


krisis yang terjadi sesuai dengan tindakan Kedaruratan
yang ditetapkan CMT menggunakan sumber
daya yang sesuai

Bersambung ke aktifitas no. 33 5


SHE/09/005/SOP:Revisi 0.1

ALUR PROSES - SOP


Sistem Penganggulangan Gawat Darurat Terpadu

PIC Emergency OPR /


Managing
No Commander / PM Area
AKTIVITAS ERT Manager Director

B. Tahapan Penanganan
(Operasional)

Lanjutan dari aktivitas no. 32 5

33 Periksa apakah kondisi kritis dapat Periksa


ditangai ? Jika : Kekritisan
YA lanjut ke aktivitas no. 34
TIDAK lanjut ke aktivitas no. 31
Ya
Tertangani?

Tidak

6
34 Setelah ditangani Managing Director
mengeluarkan komunike ke seluruh Komunike
operasional BUMA mengenai keadaan Kondisi Kritis
krisis yang terjadi dan tindakan-tindakan
yang diperlukan untuk mencegah kejadian
serupa terjadi lagi kelak dikemudian Surat
hari Keluar

35 Melakukan review erhadap ERP yang ada ,


apakah dengan adanya keadaan darurat
yang terjadi ERP masih sesuai ,
Jika :
YA aktivitas selesai
TIDAK kembali ke aktivitas A -
Tahap Awal no. 5

7
SHE/09/005/SOP:Revisi 0.1
em Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu

matian ( fatality) yang


aan darurat yang bertambah

kan gangguan yang bersifat


onsekuensi legal yang

ta rantai penyelamatan
serta langka pengendalian

dan akses dini kelayanan


tung dini, dan stabilitasi

ertolongan dan

m ini terdiri dari Manajerial

uk melakukan tindakan
h project perusahaan.

aruratan sampai bantuan

bih lanjut oleh staff medis


lam keadaan kedaruratan
pul EMT bila EMT diaktifkan.

Halaman : 02/09
em Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu

04/05.06/STD revisi 2 -
olongan Pertama dan

an darurat (EMT) dan

satu rencana tanggap


edaruratan yang di

agement Team (CMT)


perasional perusahaan

dalam Operasi penganggulangan

nder yang bertugas


Project Manager / Site

u ulang oleh EMT secara


jadinya suatu kedaruratan.

yang efektif jika terjadi


gkungan perusahaan)

9/005/STD- Peralatan

ami keadaan darurat.


telepon, dan lain-lain)
rtolongan untuk

darurat baik di daerah

n atas keadaan darurat

ffice untuk dilakukan

Halaman : 03/09
em Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu

ta ERT & EMT memiliki


ganisasi Penanggulangan

ggap darurat yang ada serta


rtolongan pertama gawat

rdasarkan area kerja maupun


etentuan mengenai jumlah,
037/STD - Persyaratan

STD No. SHE/09/005/STD -


longan pertama gawat
r SHE/09/037/STD-

o. SHE/09/009/INK -
ll) disusun sebagai
yang ada masih sesuai
k sebagai observer.

ses halaman 5 s/d 9.

Halaman : 04/09

Terpadu
Ketua Komite
K3LH (HO) / PM

Penanganan
Keadaan Darurat

Penunjuk
EMT

PT3

Pembentukan
ERP

PT3
Halaman : 05/09

Terpadu

Pengawas MCC/ Floor


(Sect. Warden
Head (HO)

Hubungi
Emergency
Commander
Halaman : 06/09

Terpadu

Operation/Area Managing

Manager /SHE Director/pihak

Manager Eksternal Terkait


Halaman : 07/09

Terpadu

Managing
EMT
Director
Informasi ke
ALL BUMA

Surat
Keluar

Aktifkan CMT

Penetapan
Pengendalian
Halaman : 08/09

Terpadu

Managing
EMT
Director

Komunike
Kondisi Kritis

Surat
Keluar
8

Review ERP

Sesuai?

Ya
7

Selesai
Halaman : 09/09