Anda di halaman 1dari 31

Critical Jurnal Review

“TES PENGUKURAN DAN EVALUASI OLAHRAGA”


Disusun untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Tes Pengukuran
dan Evaluasi

Dosen Pengampu : DRS.AMIR SUPRIADI M.Pd

DISUSUN

KELOMPOK TES KECEPATAN

NAMA :AZHAN FITRA MATONDANG


FRESTY MELATY
ZUROINNA PULUNGAN
NURSYARAH BR.GURUSINGA
AYU PUTRI ANA
M.ALFIAN NUR
BUDI HARDIANSYAH SIREGAR
FAKULTAS: PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan
Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini. Penyusunan tugas ini bertujuan
untuk memenuhi tugas dan kewajiban kami sebagai mahasiswa serta agar mahasiswa yang lain
dapat melakukan kegiatan seperti yang kami lakukan.

Dalam tugas ini kami akan membahas mengenai “Tes Pengukuran dan Evaluasi”.
Dengan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
telah mendukung kami terutama kepada dosen mata kuliah Pengembangan selaku pembimbing
kami.

Tiada gading yang tak retak, demikian pepatah mengatakan. Kami sadari tugas ini
masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun sehingga kami dapat memperbaiki kesalahan kami.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih. Semoga tugas ini bermanfaat dan berguna bagi kita
semua.

Medan , 27 September 2019


1. IDENTITAS JURNAL PERTAMA

SURVEI KONDISI FISIK ATLET KARATE


Judul PUTRI JUNIOR PERGURUAN INKANAS
DOJO WLINGI, KABUPATEN BLITAR

Jurnal Jurnal Header halaman gasal

Download

Volume dan Halaman Volume 01 Nomor 01

Tahun 2012

Penulis Diyah Lusy Wulansari

Reviewer Kelompok Tes Kecepatan

Tanggal 27 September 2019

REVIEW JURNAL PERTAMA

Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui


tingkat kondisi fisik atlet karate Dojo Wlingi,
meliputi daya tahan, keekuatan otot lengan,
Tujuan Penelitian
kekuatan otot perut, kecepatan, kelincahan,
kelentukan, dan Daya ledak otot tungkai.
Subyek penelitian ini adalah 6 Atlet Putri
Junior perguruan Inkanas Dojo Wlingi.
Subyek yang diambil dalam penelitian ini
adalah 6 Atlet junior putri INKANAS Dojo
Subjek Penelitian
Wlingi, Kab.Blitar dengan usia rata-rata 15-16
tahun..
1.Prosedur pelaksanaan MFT (Multistage
Fitnes Test)
Tujuan : Untuk mengukur daya tahan
Alat / fasilitas :
a. Lapangan atau halaman untuk
Langkah-Langkah Penelitian
melaksanakan tes, halaman yang dimaksud
harus memiliki panjang lebih dari 22M dan
lebar 1 sampai 1,5M
b. Laptop, Pengeras suara, kaset /MP3 MFT ,
ATK :
1) Menyiapkan dan mengidupkan laptop
beserta pengeras suara yang berisi panduan tes
MFT.
2) Selajutnya atlet bersiap dan menunggu
bunyi “TUT” dengan beberapa interval yang
teratur.
3) Atlet diharapkan untuk sampai pada garis
didepan yang telah disiapkan dan bertepatan
dengan bunyi “TUT” yang pertaman ketika
berbunyi untuk kemudian berbalik dan berlari
ke garis awal.
4) Setiap satu kali bunyi “TUT” yang
bersumber dari pengeras suara, atlet harus
sudah menvapai disalah satu lintasan yang
ditempuhnya.
5) Kemudian setiap atlet yang menyelesaikan
jarak lari 20 meter maka posisi kaki salah
satunya harus menginjak atau melewati garis
20 meter.
6) Setiap atlet harus semaksimal mungkin
berlari sesuai iraman yang telah diatur.
7) Jika atlet tidak dapat mencapai garis
pembatas 2 kali berturut-turut maka akan
dihentikan karena tidak mampu dalam
melakukan tes MFT.
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian
kuantitatif dengan metode deskriptif. Metode
deskriptif adalah penelitian yang bertujuan
Metode Penelitian menggambarkan secara sistematis dan akurat
fakta dan karateristik mengenai populasi atau
mengenai bidang tertentu. Penelitian ini
berusaha menggambarkan situasi atau
kejadian.
Hasil penelitian :
(1) Daya tahan atlet karate putri junior
perguruan Ikanas Dojo Wlingi rata-rata 31,15
ml/kg/min.
(2) Kekuatan otot lengan atlet putri junior
perguruan Inkanas Dojo Wlingi rata-rata
Hasil Penelitian 15,833 kg/detik.
(3) Kekuatan otot perut atlet putri junior
perguruan Inkanas Dojo Wlingi rata-rata 19
kg/detik.
(4) Kecepatan atlet putri junior perguruan
Inkanas Dojo Wlingi rata-rata 5,388 detik.
(5) Kelincahan atlet putri junior perguruan
Inkanas Dojo Wlingi 12,455 detik.
(6) Kelentukan atlet putri junior perguruan
Inkanas Dojo Wlingi rata-rata 18,4667 cm.
(7) Daya ledak otot tungkai atlet putri junior
perguruan Inkanas Dojo Wlingi rata-rata
42,333 joule.
Berdasarkan hasil penelitian survei kondisi
fisik atlet putri junior perguruan INKANAS
Dojo Wlingi Kabupaten Blitar yang sudah
dilakukan maka telah diperoleh kesimpulan :
1. bahwa daya tahan masuk dalam kategori “
kurang sekali”.
2. Pada kekuatan otot lengan masuk dalam
kategori “Kurang Sekali”.
Kesimpulan
3. Pada kekuatan otot perut Masuk Dalam
kategori “Kurang”.
4. Pada kelincahan masuk dalam kategori
“Baik”.
5. Pada kelentukan masuk dalam kategori
“Baik”.
6. Pada daya ledak otot tungkai masuk dalam
kategori “Baik”.

2. IDENTITAS JURNAL KEDUA

EVALUASI KONDISI FISIK DOMINAN


Judul PADA ATLET KARATE-DO DOJO LANAL
INKAI KOTA SABANG TAHUN 2015
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani,
Jurnal
Kesehatan dan Rekreasi

ISSN -

Volume dan Halaman Volume 2. Nomor I : 82 - 89

Tahun Mei 2016

Penulis Friyo Wibisana, Alfian Rinaldy, Maimun Nusuf

Reviewer Kelompok Tes Kecepatan

Tanggal 27 September 2019


REVIEW JURNAL KEDUA

Penelitian ini bertujuan untuk


Tujuan Penelitian meningkatkan kondisi fisik pada Atlet
Karate-Do Dojo Lanal Inkai Kota Sabang
Tahun 2015.
Subjek penelitian adalah seluruh atlet karate
dojo lanal inkai kota Sabang tahun 2015
yang berjumlah 15 orang. Penelitian ini
Subjek Penelitian dilaksanakan pada bulan november 2015 di
Dojo Lanal Inkai Kota Sabang, dengan
melakukan tes kondisi fisik dominan untuk
atlet karate.
Metode penelitian ini termasuk kedalam
jenis penelitian deskriptif. Penelitian
deskriptif merupakan penelitian terhadap
fakta-fakta yang ada saat sekarang dan
melaporkannya seperti apa yang akan
Metode Penelitian terjadi. Penelitian ini termasuk kedalam
penilitian deskriptif kuantitatif, yaitu suatu
penelitian yang menggambarkan dan
menjelaskan dengan bentuk bilangan atau
angka yang bertujuan untuk mengetahui
tingkat kondisi fisik dominan atlet karate
dojo lanal inkai kota sabang tahun 2015.
Berdasarkan dari hasil penelitian dan anlisis
data tes kondisi fisik dominan pada atlet
karate-do dojho lanal INKAI kota Sabang
tahun 2015, yang terdiri dari beberapa item
tes untuk atlet putra dan putri masing-
masing 7 item tes yaitu 6 item tes keduanya
sama hanya 1 item tes diantara keduanya
yang berbeda dimana untuk atlet putra
Hasil Penelitian menggunakan tes gantung angkat tubuh
sedangkan untuk putri menggunakan tes
bergantung siku tekuk (BST). Berdasarkan
hasil tes tersebut dapat di kategorikan 1 atlet
berada pada kategori Baik Sekali (10%), 3
atlet berda pada kategori Baik (20%), 6 atlet
berada pada kategori Sedang (40%), 3 atlet
berada pada kategori Kurang (20%) dan 2
atlet berada pada kategori Kurang Sekali
(10%).
Berdasarkan hasil penelitian dan
Kesimpulan
pengolahan data yang sebagaimana telah
disebutkan dalam hasil penelitian maka
dapat disimpulkan bahwa tingkat kondisi
fisik dominan atlet karate-do dojo lanal
INKAI kota Sabang tahun 2015 berada pada
kategori sedang. Penetapan kesimpulan
tersebut diatas berdasarkan dari data mentah
penelitian yang diperoleh dari tes kondisi
fisik dominan pada atlet karate-do dojo
lanal INKAI kota Sabang tahun 2015 yang
telah ditabulasikan dan dianalisis oleh
peneliti sebagaimana mestinya dengan
menggunakan rumus-rumus statistic yaitu,
perhitungan mencari nilai rat-rata (Mean)
dan kemudian dipersentasekan dengan
perhitungan persentase yang mengubah
bentuk frekuensi kedalam bentuk persen,
sehingga mendapatkan hasil dalam bentuk
persen. Meskipun hasil yang didapat dari
penelitian tersebut kurang memuaskan hati
peneliti, namun dari hasil tersebut pula
peneliti dapat mengetahui tingkat kondisi
fisik dominan pada atlet karate-do dojo
lanal INKAI kota Sabang tahun 2015.
Sehingga peneliti dapat memberikan
masukan kepada komponen yang terlibat
dalam kepengurusan dojo lanal INKAI
tersebut untuk dapat memperhatikan
intensitas latihan yang diberikan terutama
dalam aspek latihan fisik. Hal tersebut
didasarkan pada hasil yang didapat oleh
peneliti setelah melakukan
penelitian/pembuktian teori-teori para pakar
olahraga terhadap kondisi fisik dominan
atlet karate-do dojo lanal INKAI kota
Sabang.
3. IDENTITAS JURNAL KETIGA

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR


Judul GERAK DASAR LARI JARAK PENDEK
MELALUI PENDEKATAN BERMAIN
Jurnal Jurnal Ilmu Keolahragaan

Download http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/gjik

Volume dan Halaman Volume 08 Nomor 01

Tahun 2017

Widiastuti, Endang Pratiwi


Penulis

Reviewer Kelompok Tes Kecepatan

Tanggal 27 September 2019


REVIEW JURNAL KETIGA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui


Tujuan Penelitian
hasil belajar gerak dasar lari jarak pendek
dengan pendekatan bermain.
Subyek yang diambil dalam penelitian ini
Subjek Penelitian adalah 32 siswa di sekolah SDSN 03 Pagi
Halimun Guntur.
Yang berupa siklus atau putaran kegiatan
yang meliputi tahap 1) perencanaan
(planning), 2) tindakan (action), 3)
pengamatan (observing), 4)
Langkah-Langkah Penelitian refleksi(reflecting), pada setiap putaran. Jika
berdasarkan hasil reflesksi ditemukan
permasalahan yang memerlukan tindakan
berikutnya, akan dilakukan revisi perencanaan
pada siklus ulang.
Metode penelitian yang digunakan adalah
Metode Penelitian metode Penelitian Tindakan (Action
Research). Pelaksanaan penelitian melibatkan
rekan sebagai kolaborator dan guru kelas,
kemudian peneliti sebagai pelaksana tindakan.
Hasil penelitian ini adalah Peneliti membuat 7
desain permainan yang telah dikembangkan,
Hasil Penelitian Berdasarkan observasi awal peneliti di sekolah
SDSN 03 Pagi Halimun Guntur terdapat fokus
masalah yaitu upaya peningkatan hasil belajar
gerak dasar lari jarak pendek melalui
pendekatan bermain. Sehingga peneliti
melakukan penelitian action research.
Penelitian ini dilakukan 2 siklus untuk
mendapatkan hasil belajar gerak dasar lari
jarak pendek sesuai kriteria nilai yang
dibutuhkan yaitu 80%.
Berdasarkan hasil penilaian gerak dasar lari
jarak pendek secara keseluruhan evaluator,
dan hasil dari tes akhir pada siklus I hingga
siklus II, terjadi perubahan yang signifikan.
mengkatnya keterampilan gerak dasar lari
jarak pendek yang telah dilakukan oleh siswa
kelas IV SDSN Guntur 03 Pagi Halimun
Jakarta Selatan.

Pembelajaran dengan pendekatan bermain


dapat meningkatkan keterampilan hasil belajar
lari jarak pendek siswa SDSN Guntur 03 Pagi
Halimun Jakarta Selatan . Berdasarkan data
yang diperoleh dapat dilihat peningkatan nilai
yang diperoleh oleh siswa mulai dari tes awal
dari evaluator hingga hasil tes akhir siswa
dengan jumlah sampel 32 siswa.
Berdasarkan hasil belajar siswa pada siklus
pertama nilai rata-rata kelas pembelajaran lari
jarak pendek adalah 59.90 dengan persentase
ketuntasan 50% atau masing setengah dari
jumlah subyek siswa yang lulus, dan
menandakan belum cukup untuk memenuhi
kriteria ketuntasan karena pencapaian harus
80%. Dan dilihat dari hasil belajar siswa pada
siklus kedua adalah 70.84 dengan persentase
Kesimpulan ketuntasan 81.25% siswa yang lulus.
Jadi hasil perhitungan yaitu dari tes ahkir
siklus I dan II dalam penelitian ini dengan
jumlah sampel 32 siswa yaitu mencapai
peningkatan pada siklus II yaitu 81.25% atau
lebih dari setengah dari jumlah sampel sudah
dikatakan biasa melakukan gerak dasar lari
jarak pendek dengan baik dan benar.
Penerapan dengan pendekatan bermain
tersebut membuat suasana pembelajaran
menjadi lebih aktif, menarik, dan bervariatif.
Hal ini terlihat dari antusias siswa dalam
mengikuti pembelajaran, dan lebih
bersemangat.Kondisi tersebut memudahkan
guru untuk melakukan pengelolaan
pembelajaran sehingga hasilakan menjadi
lebih baik
4. IDENTITAS JURNAL KEEMPAT

PENGEMBANGAN INSTRUMEN
Judul
KETERAMPILAN OLAHRAGA FUTSAL

Jurnal Jurnal Siliwangi Seri Pendidikan

ISSN ISSN 2476-9312

Volume dan Halaman Vol. 3. No.2

Tahun 2017

Penulis Abdul Narlan, Dicky Tri Juniar, Haikal Millah

Reviewer Kelompok Tes Kecepatan

Tanggal 27 September 2019

REVIEW JURNAL KEEMPAT

Tujuan penelitian ini secara umum untuk


mengungkapkan tingkat validitas dan
reliabilitas tes keterampilan olahraga futsal
Tujuan Penelitian dikalangan anak-anak sampai dewasa. Secara
khusus penelitian ini bertujuan untuk
mengungkapkan tingkat validitas dan
reliabilitas tes keterampilan olahraga futsal
siswa SMA dan sederajat se-Tasikmalaya.
Sampel yang diambil dengan cara pursfosif
sampling karena ada beberapa kriteria yang
ditentukan yakni, sekolah yang sering
mengikuti even-even dan masuk dalam
perempat final baik lokal maupun daerah.
Objek penelitian ini adalah pengujian tingkat
Subjek Penelitian
validitas dan reliabilitas instrumen
keterampilan olahraga futsal. Penelitian ini
dilaksanakan pada pemain futsal
SMA/SMK/MA dan sederajat Kota
Tasikmalaya di Sekolah-sekolah yang
mempunyai sarana lapang futsal.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui 3
instrumen tes yang akan di uji tingkat validitas
Langkah-Langkah Penelitian dan reliabilitasnya. 1). Tes menyepak dan
mengontrol bola, 2). Tes menggiring bola, 3).
Tes menendang bola ke gawang.
Pada penelitian yang penyusun lakukan ini,
peneliti menggunakan metode penelitian dan
Metode Penelitian pengembangan untuk menghasilkan produk
tertentu, dan menguji keefektifan produk
tersebut untuk mencapai tujuan (fungsi
validasi).
Hasil penelitiannya menunjukkan tingkat
reliabelitas yang masih rendah tetapi tingkat
validitas yang sudah rata-rata tinggi. Perlu di
adakan kembali revisi instrumen untuk
menghasilkan tes yang lebih baik lagi dengan
minimal kategori sedang dalam hal reliabilitas
dan validitasnya.
Dalam pengujian validitas tes keterampilan
futsal sudah menunjukkan tingkat kesahihan
suatu tes. Hasil uji validitas ini ditunjukkan
dengan data yang sudah diolah secara statistika
dan dibandingkan dengan norma tingkat
validitas suatu tes. Validitas merupakan
Hasil Penelitian tingkat kesahisan suatu tes yang bisa
memberikan gambaran yang tepat dan cermat
terhadap suatu tes tersebut. Dari hasil analisis
dan pengolahan data tes validiti menunjukkan
tingkat kesahihan yang baik untuk tes
keterampilan futsal.
Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah
tingkat reliabilitas dan validitas tes
keterampilan olahraga futsal yang didapat dari
uji coba beberapa sekolah, diantaranya:
SMKN 2 Tasikmalaya, SMAN 2 Tasikmalaya,
SMAN 3 Tasikmalaya, SMAN 5 Tasikmalaya
dan SMAN 1 Tasikmalaya. Tabel di bawah ini
merupakan hasil Uji Reliabilitas dan Validitas
Tes.
Reliabilitas tes keterampilan futsal belum
terbukti memiliki tingkat keajegan yang tinggi,
sehingga tes ini perlu dievaluasi dan dianalisis
Kesimpulan
kembali untuk mencapai tingkat keajegan
minimal kategori sedang. Validitas tes
keterampilan futsal sudah terbukti memiliki
tingkat kesahihan yang rata-rata tinggi,
sehingga tes ini bisa digunakan untuk
dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun tingkat
validitas tersebut tidak didukung oleh nilai
reliabilitas, sehingga tes tersebut perlu adanya
analisis kembali untuk mendapatkan syarat
menyusun suatu tes minimal yaitu terbukti
valid dan reliabel.

5. IDENTITAS JURNAL KELIMA

PENGEMBANGAN ALAT PERAGA GAYA


Judul GESEK UNTUK MENINGKATKAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA

Jurnal Jurnal Pendidikan Olahraga Indonesia

ISSN ISSN: 1693-1246

Volume Volume 1 128-132

Tahun juni 2010

Penulis B. Hartanti

Reviewer Kelompok Tes Kecepatan

Tanggal 27 september 2019

REVIEW JURNAL KELIMA

Tujuan Penelitian ini dapat menjelaskan dan memahami


tingkah laku dan gejala-gejala Hasil belajar fisika
konsep gaya gesek pada bidang belum bisa mencapai
85% dari nilai batas tuntas 64 (KKM Fisika Kelas X
SMA N 2 Pekalongan), disebabkan karena gaya gesek
Tujuan Penelitian sulit divisualisasikan, belum ada alat peraga yang
memadai, dan peserta didik kurang aktif dalam
pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai melalui
kajian penelitian ini adalah untuk mendapatkan alat
peraga gaya gesek pada bidang yang dapat
meningkatkan keterampilan berpikir kritis.
Subjek penelitian ini yaitu Kelas X SMA N 2
Subjek Penelitian
Pekalongan.

Secara garis besar, kegiatannya adalah: 1) mempelajari


bagaimana factor meningkatkan pola fikir anak SMA, 2)
Assesment Data memahami bagaimana keterlibatan seseorang dalam
olahraga mempengaruhi perkembangan gaya gesek
dalam berfikir.

Metode penelitian Melakukan Obeservasi Terhadap Objek Penelitian

Penggunaan alat peraga dalam proses belajar mengajar


bukan merupakan fungsi tambahan tetapi mempunyai
fungsi tersendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan
situasi belajar mengajar yang efektif, merupakan bagian
yang integral dari keseluruhan situasi mengajar, tujuan
dan isi pelajaran, untuk mempercepat proses belajar
mengajar dan membantu peserta didik dalam
menangkap pengertian yang diberikan guru, serta
diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar
(Sudjana,2002). Berdasarkan pengalaman mengajar
selama ini, peserta didik pada umumnya menganggap
bahwa mata pelajaran fisika merupakan salah satu mata
pelajaran yang sulit ditangkap dan dipelajari, khususnya
konsep gaya gesek. Hal ini ditunjukkan dengan hasil
Hasil Penelitian nilai ulangan harian pada konsep gaya gesek fisika kelas
X SMA N 2 Pekalongan yang belum mencapai batas
tuntas 85% dari KKM 64 serta tidak terdukungnya alat
peraga gaya gesek yang memadai. Alat peraga gaya
gesek yang dimiliki berukuran panjang 4 m dengan
ketebalan 4 cm, dan berat, sehingga menjadikan rasa
enggan untuk melakukan praktikum gaya gesek. Secara
umum nilai rata-rata fisika di SMAN 2 Pekalongan pada
akhir semester sering menduduki rangking bawah
bersamaandenganmatematikadanbahasainggris. Hasil
belajar seseorang ditentukan oleh berbagai faktor, baik
internal maupun eksternal. Tersedianya alat praktik atau
alat peraga merupakan salah satu faktor yang diluar
individu untuk memberikan keleluasaan peserta didik
mengembangkan pikirannya (Demaja, 2004).

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat


Kesimpulan diambil simpulan bahwa: pengembangan alat peraga
gaya gesek yang dilengkapi: variasi alas bidang, benda
yang bervariasi kekasaran, dua katrol, dan dilengkapi
petunjukpraktikum;mampumeningkatkanketerampilan
berpikirkritissiswa. Kegiatan praktikum menggunakan
alat peraga gaya gesek kembangkan meningkatkan
keterampilan berpikir kritis, Sebelum menggunakan alat
peraga pengembangan sebanyak 68,8%
pesertadidikmemilikikemampuanberpikirkritiscukup,se
banyak19,8%dalam kategori tinggi. Berbeda situasinya
setelah mengikuti kegiatan praktikum, peserta didik
yang memiliki kemampuan berpikir kritis ke arah yang
lebih baik. Sebanyak 27,1% peserta didik mampu
memiliki
keterapilanberpikirtinggi,selebihnya60,4%cukup.Hasil
yang sejalan, bahwa dengan inkuiri laboratorium dapat
meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan
berpikirkritissiswa. Penggunaan alat peraga gaya gesek
yang efektif berbasis inkuiri dapat meningkatkan
keterampilan

6. IDENTITAS JURNAL KEENAM

Judul Model Instrumen Tes, Pengukuran Dan Evaluasi


Atlet Pencak Silat Berbasis Komputer
Jurnal Jurnal Pendidikan

http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/jspendidikan/articl
Download
e/view/468/pdf

Volume dan Halaman Vol.4. No.1

Tahun 2018

Penulis Iis Marwan Agus Arief Rahmat Aang Rohyana

Riviewer Kelompok Tes Kecepatan

Tanggal 27 September 2019

Penelitian ini bertujuan untuk merancang model

Tujuan penelitian instrument tes, pengukuran, dam evaluasi atlet pencak


silat dengan menggunakan peralatan digital
(computer). Atlet pencak silat, maupun guru penjas
dan pelatih dapat melihat secara langsung skor yang
diperoleh setelah dilakukan tes dan pengukuran,
penelitian dibuat sebagai upaya mencari solusi
strategis untuk mengendalikan permasalahan yang
terjadi di masyarakat (padepokan) pencak silat,
permasalahan kualitas atlet pencak silat sangat
kompleks di Indonesia, ditambah dengan sangat sulit
sekali menemukan model instrumen yang baku,
sehingga hasil latihan tidak dapat secara langsung
diukur dan dievaluasi oleh sebab itu di korelasikan
hasil kualifikasi tanding IPSI dengan hasil uji
instrumen yang dibuat.

TIM Babak Kualifikasi PORDA XII Jawa Barat 21


Subjek penelitian
pesilat dari berbagai kelas dan kategori

menggunakan teknik purvosif sampling dimana


peneliti memilih responden berdasarkan
pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk
Asesment data memperoleh satuan sampling yang memiliki
karakteristik atau kriteria yang dikehendaki dalam
pengambilan sampel yaitu responden atau atlet yang
mendapatkan ranking 3 besar putra.

Metode penelitian menggunakan penelitian


pengembangan yang dikembangkan oleh Borg dan
Gall (1983) dan Gay (1990).
Metode Penelitian
a. Studi Pendahuluan
b. Pengembangan Instrumen
c. Uji Coba Instrumen
d. Diseminasi Instrumen
a. Studi Pendahuluan
Langkah penelitian Studi pendahuluan dilakukan dalam dua bentuk, yaitu
studi pustaka dan survei terhadap kondisi empirik
penelitian. kemudian melakukan kajian teori serta
survei lapangan untuk mengetahui kondisi nyata di
lapangan sebagai tempat berlangsungnya aktivitas
yang menjadi pusat perhatian peneliti. Hasil studi
pustaka menunjukkan bahwa Tes keterampilan
Pencak silat yang sudah ada mengacu pada tes
keterampilan yang dikembangkan ahmad syarifudin .
Selain itu, menganalisis masalah yang disusun dan
potensi dari penelitian ini adalah salah satu model tes
yang disusun belum pernah ada yang meneliti. Hasil
studi lapangan menunjukkan bahwa tes keterampilan
pencak sudah memenuhi syarat dan sahih. Kelemahan
dari tes tersebut adalah terlalu banyaknya item tes.

b. Pengembangan Instrumen
Setelah model pengembangan berdasarkan studi
pendahuluan ditetapkan, kemudian dilanjutkan
kegiatan menganalisis item tes serta teknik- teknik
keterampilan cabang olahraga yang dijadikan butir tes
eksperimen, membanding- kannya dengan
pengetahuan yang ada diliteratur. Selanjutnya,
menyusun butir-butir instru-men berdasarkan
indikator yang telah ditentukan. Setelah penyusunan
butir tes selesai, dilanjutkan dengan penilaian expert
judgment pencak silat terhadap indikator, susunan
butir- butir tes per variabel, dan prosedur pelaksanaan
tes yang baku. Penilaian atau validasi dengan expert
judgment adalah untuk memeriksa isi instrumen
secara sistematis serta mengevaluasi relevansi dengan
variabel yang ditentukan. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui sejauh mana instrumen yang digunakan
dalam pe- nelitian telah mencerminkan keseluruhan
aspek yang diukur. Expert judgment menggunakan
tiga orang ahli yakni: 1) ahli pencak silat; 2) ahli tes,
pengukur- an, dan evaluasi; 3) ahli metodologi
penelitian.

c. Uji Coba Instrumen


Penelitian dilaksanakan ujicoba instrumen dalam dua
tahap. Tahap pertama dilakukan di Universitas
Siliwangi. Pada tahap ini dibuat instrumen tes,
pengukuran dan evaluasi atlet pencak silat, kemudian
melakukan uji instrumen dengan responden
mahasiswa pendidikan jasmani, kesehatan dan
rekreasi sebanyak 10 mahasiswa, kemudian diujikan
kepada atlet pencak silat yang akan melaksanakan
seleksi menjadi TIM Babak Kualifikasi PORDA XII
Jawa Barat di bawah binaan Pengurus Cabang IPSI
Kota Tasikmalaya.

d. Diseminasi Instrumen
Setelah melalui uji isntrumen maka dihasilkan tes
biomororik dan keterampilan. Diseminasi instrumen
hasil pengembangan adalah tersusunnya sebuah
norma tes dan keterampilan pencak silat.

Untuk responden digunakan sebanyak 21 pesilat dari


berbagai kelas dan kategori. Dalam teknik
pengambilan sampel peneliti mengerucutkan
pengambilan sampel untuk dijadikan teste dengan
menggunakan teknik purvosif sampling dimana
peneliti memilih responden berdasarkan
pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk
memperoleh satuan sampling yang memiliki
karakteristik atau kriteria yang dikehendaki dalam
pengambilan sampel yaitu responden atau atlet yang
mendapatkan ranking 3 besar putra. Bahan penelitian
terdiri atas alat ukur atau instrumen tes, pengukuran
dan evaluasi atlet pencak silat berbasis komputer,
serta alat pendukung tes pengukurandan perangkat
lainnya. Metode penelitian menggunakan penelitian
pengembangan yang dikembangkan oleh Borg dan
Gall (1983) dan Gay (1990). Penelitian dibuat sebagai
upaya mencari solusi strategis untuk mengendalikan
permasalahan yang terjadi di masyarakat (padepokan)
pencak silat, permasalahan kualitas atlet pencak silat
sangat kompleks di Indonesia, ditambah dengan
sangat sulit sekali menemukan model instrumen yang
baku, sehingga hasil latihan tidak dapat secara
langsung diukur dan dievaluasi. Karakteristik
responden yang dijadikan perhatian peneliti adalah
atlet pencak silat yang akan melaksanakan seleksi
menjadi TIM Babak Kualifikasi PORDA XII Jawa
Barat di bawah binaan Pengurus Cabang IPSI Kota
Tasikmalaya. Analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini

Hasil yang diperoleh kelompok atau kategori uji


tanding dan hasil uji instrumen setelah dihitung
dengan pendekatan statistik kelompok A diperoleh
rangking yang berbeda dengan hasil uji tanding
peringkat pertama pada ujin tanding berubah menjadi
peringkat ke dua, peringkat ke dua berubah menjadi
peringkat pertama dan peringkat ketiga berubah
Hasil penelitian menjadi peringkat pertama setelah di uji dengan
instrument yang dikembangkan peneliti sehingga
diperoleh r = 0,5 dalam kategori cukup (dilihat pada
tabel 2). Pada kelompok B peringkat hasil tanding
sama dengan peringkat hasil uji instrumen yang
dikembangkan peneliti sehingga diperoleh r = 1 dalam
kategori sangat tinggi (dilihat pada tabel 2). Pada
kelompok C peringkat hasil tanding sama dengan
peringkat hasil uji instrumen yang dikembangkan
peneliti sehingga diperoleh r = 1 dalam kategori
sangat tinggi (dilihat pada tabel 2). Pada kelompok D
peringkat hasil tanding sama dengan peringkat hasil
uji instrumen yang dikembangkan peneliti sehingga
diperoleh r = 1 dalam kategori sangat tinggi (dilihat
pada tabel 2). Pada kelompok E peringkat hasil
tanding sama dengan peringkat hasil uji instrumen
yang dikembangkan peneliti sehingga diperoleh r = 1
dalam kategori sangat tinggi (dilihat pada tabel 2).
Sedangkan kelompok F diperoleh rangking yang
berbeda dengan hasil uji tanding peringkat pertama
pada ujin tanding berubah menjadi peringkat ke dua,
peringkat ke dua berubah menjadi peringkat pertama
dan peringkat ketiga berubah menjadi peringkat
pertama setelah di uji dengan instrument yang
dikembangkan peneliti sehingga diperoleh r = 0,5
dalam kategori cukup (dilihat pada tabel 2). Dari hasil
keseluruhan kategori didapat bahwa korelasi antar
kelompok atau kategori diperoleh r = 0,72 dalam
kategori tinggi.

Simpulan dalam penelitian ini bahwa hasil penelitian


pengembangan instrumen ini memberikan alternatif
dalam pemilihan atau treatmen kualifikasi atlet
pencak silat dalam merancang model instrument tes,
pengukuran, dam evaluasi atlet pencak silat dengan

Kesimpulan dan Saran menggunakan peralatan digital (computer). Atlet


pencak silat, maupun guru penjas dan pelatih dapat
melihat secara langsung skor yang diperoleh setelah
dilakukan tes dan pengukuran, penelitian dibuat
sebagai upaya mencari solusi strategis untuk
mengendalikan permasalahan yang terjadi di
masyarakat (padepokan) pencak silat, permasalahan
kualitas atlet pencak silat sangat kompleks di
Indonesia, ditambah dengan sangat sulit sekali
menemukan model instrumen yang baku, sehingga
hasil latihan tidak dapat secara langsung diukur dan
dievaluasi oleh sebab itu di korelasikan hasil
kualifikasi tanding IPSI dengan hasil uji instrumen
yang dibuat yang bertujuan untuk digunakan dalam
seleksi atlet Pencak Silat.

7. IDENTITAS JURNAL KETUJUH

PENGEMBANGAN PERANGKAT TES DAN


Judul PENGUKURAN PASSING BOLA VOLI BERBASIS
KOMPUTER
Jurnal Jurnal Sosioteknologi

Volume, No, Hal. 17 (2) 290-304


ISBN -
Penulis Arif Hidayat1, Muslimin2, Ali Kasim3
Tahun Jurnal 2018
Reviewer Kelompok Tes Kecepatan

REVIEW JURNAL KETUJUH

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen


Tujuan Penelitian jurnal passing bola voli manual menjadi alat tes passing bola voli
berbasis komputer.
Subjek penelitian adalah atlet bola voli putra dan putri
Universitas Bina Darma. Analisis data dilakukan dengan
deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif persentase.
Sampel Penelitian
Subjek penelitian ini digolongkan dalam dua bagian yaitu
golongan pertama, subjek ahli permainan bola voli, ahli
elektronika, dan ahli komputer. Golongan yang kedua yaitu
subjek uji coba. Subjek uji coba ini dilakukan dengan
tahapan uji coba skala kecil dan uji coba skala besar.
Jenis penelitian ini merupakan pengembangan atau
research and development (R&D). Rancangan model
pengembangan penelitian ini dilakukan dalam enam tahap.
1. Tahap pertama, melakukan observasi mengenai potensi
masalah yang akan dikembangkan.
2. Tahap kedua, pengumpulan informasi
3. Tahap ketiga, desain produk, langkah penyusunan
desain produk awal pengembangan perangkat tes
passing bola voli berbasis komputer.
4. Tahap keempat, tahapan validasi ahli kepada 1) ahli
permainan bola voli, 2) ahli elektronika, dan 3) ahli
komputer. Hasil validasi kemudian dikaji untuk
Metode penelitian
memperbaiki rancangan model sebelum diujicobakan.
5. Tahap kelima, revisi produk yang telah
direkomendasikan untuk diperbaiki.
6. Tahap keenam, uji coba produk. Dengan dilakukannya
uji coba produk ini diharapkan alat yang dihasilkan
benar-benar teruji serta layak untuk digunakan.
7. Tahap ketujuh, produk akhir. Pada tahapan ini produk
akhir dari pengembangan yang telah divalidasi dan
diujicobakan siap digunakan.
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan
dengan memberikan angket kepada ahli permainan bola
voli, ahli elektronik, ahli komputer, dan atlet bola voli.
Hasil penelitian a) validasi ahli permainan bola voli tahap
kedua 71,6% “ layak, b) ahli elektronik tahap kedua 75%
“layak, c) ahli komputer tahap kedua 71,88% “layak. Dari
Hasil Penelitian hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa alat tes
dan pengukuran passsing bawah dan passing atas
permainan bola voli berbasis komputer layak digunakan
sebagai alat tes passing bola voli.
Simpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
1) Pada validasi ahli permainan bola voli, hasil persentase
yang didapatkan mengalami peningkatan dari 65%
menjadi 71,6%.
2) Pada validasi ahli elektronika, ha-sil persentase yang
didapatkan mengalami peningkatan dari 62,5% menjadi
75% dari skor maksimal.
3) Pada validasi ahli komputer, persen-tase yang
Kesimpulan
didapatkan mengalami peningkatan dari 59,3% menjadi
75%.
4) Sementara itu, hasil uji coba dari 62,8% meningkat
menjadi 73%.
5. Dengan hasil tersebut dapat disim-pulkan
“Pengembangan Alat Tes dan Pengukuran Passing Bawah
dan Passing Atas Permainan Bola Voli Berbasis Komputer”
layak digunakan sebagai instrumen tes passing bola voli.
Jurnal ini sangat bermanfaat untuk dibaca karena di dalam
jurnal ini mengandung ilmu tentang alat tes yang
disesuaikan dengan tes bola voli. Topik yang dibahas juga
sangat mudah dipahami. Jurnal ini juga memiliki abstrak
Kelebihan Jurnal
yang sangat jelas sehingga dengan membaca abstrak jurnal
ini saja kita sudah bisa mengetahui apa isi dan tujuan dari
jurnal ini. Sistematika penulisan jurnal ini juga terstruktur
sesuai dengan mekanisme penulisan jurnal.
Manusia tidak luput dari kesalahan dan tidak ada yang
sempurna. Begitu juga untuk jurnal ini, didalam jurnal ini
Kelemahan Jurnal terdapat kelemahan yaitu jurnal ini tidak memiliki ISSN
yang mengakibatkan jurnal ini seakan-akan tidak
valid/keshahihan jurnal ini diragukan.
8. IDENTITAS JURNAL KEDELAPAN

Judul KONDISI FISIK ATLET ANGGAR KOTA


SURAKARTA
Jurnal Jurnal Penelitian Pembelajaran
Volume, No, Hal. 4 (2) 280-292
ISBN 2477-3379
Penulis Agus Supriyoko1 dan Wisnu Mahardika2
Tahun Jurnal 2018
Reviewer Kelompok Tes Kecepatan

REVIEW JURNAL KEDELAPAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat


kondisi fisik atlet anggar Kota Surakarta tahun 2018
Tujuan Penelitian jurnal
sekaligus menyusun norma baru tentang kondisi fisik atlet
anggar.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet anggar
Surakarta, dengan jumlah 34 atlet. Teknik pengambilan
Populasi Penelitian sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu teknik
penentuan sampel dengan mengambil seluruh anggota
populasi sebagai responden atau sampel (Sugiyono, 2011).
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yang
mendeskrisikan fenomena tertentu. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini menggunakan tes dan pengukuran.
Pengumpulan data dalam pelaksanaan penelitian ini adalah
menggunakan sebagai berikut: 1) tes daya tahan dengan
Metode penelitian shadow fencing, 2) tes kecepatan dengan step test, 3) tes
kecepatan reaksi dengan kecepatan reaksi tusukan, dan 4)
tes kekuatan otot tungkai dengan split squat jump test.
Analisis data yang digunakan adalah Analisis untuk mencari
reliabilitas tes-retes dengan menggunakan Anava (metode
Analisis of Variance), kemudian mencari T-Score,
menyusun norma dan menetapkan kategori norma menjadi
5 kategori.
Adapun item kondisi fisik yang menjadi instumen dalam
penelitian ini adalah 1) daya tahan, 2) kecepatan, 3)
kecepatan reaksi, dan 4) kekuatan otot tungkai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum hasil tes
kondisi fisik atlet anggar kota Surakarta tahun 2018
termasuk dalam kategori sedang dengan jumlah sebanyak
22 atlet. Hasil yang menunjukkan pada kategori sedang
dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang mempengaruhi
kondisi fisik adalah: 1) faktor latihan, 2) faktor prinsip
beban latihan, 3) faktor istirahat, 4) faktor kebiasaan hidup
yang sehat, 5) faktor lingkungan dan, 6) faktor makanan
Hasil Penelitian (Pujianto, 2015). Menurut Sajoto dalam Mahendra (2014)
menyatakan bahwa pembinaan kondisi fisik dalam olahraga
bahwa kalau seseorang atlet ingin berprestasi harus
memiliki kondisi fisik seperti: kekuatan (strength), daya
tahan (endurance), daya ledak otot (muscular power),
kecepatan (speed), koordinasi (coordination), fleksibilitas
(flexibility), kelincahan (agility), keseimbangan (balance) ,
ketepatan (accuracy), reaksi (reaction). Hasil penelitian ni
menjelaskan bahwa kondisi fisik merupakan bagian yang
sangat penting dalam mencapai prestasi. Tingkat kondisi
fisik yang baik, akan mengarahkan atlet mengembangkan
teknik dasar menuju ke teknik lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang
telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat kondisi
fisik atlet anggar Surakarta tahun 2018 dapat dikategorikan

Kesimpulan sedang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat


berguna sebagai informasi bagi pelatih dalam rangka
meningkatkan prestasi.
1. Atlet dapat menambah latihan sendiri diluar jam latihan.
2. Pelatih dapat menempuh perbaikan dan peningkatan
fisik yang dimiliki oleh atlet.

Jurnal ini sangat bermanfaat dalam hal untuk meningkatkan


kosndisi fisik atlet anggar. Instrumen tes yang dilakukan
sangat terstruktur. Norma testnya juga sangat tepat dengan
Kelebihan Jurnal item tes daya tahan, kecepatan, kecepatan reaksi dan
kekuatan otot tungkai yang merupakan komponen fisik
utama dalam anggar. Penjelasan dalam jurnal ini juga sangat
mudah dipahami.
Untuk kekurangan jurnal ini menurut saya yaitu terdapat
beberapa kata dalam bahasa inggris yang tidak disertai
Kelemahan Jurnal
terjemahannya. Contohnya kata shadow fencing yang
berada di halaman 285.

9. IDENTITAS JURNAL KESEMBILAN

KONSTRUKSI TES KETERAMPILAN


Judul BOLABASKET UNTUK SISWA SEKOLAH
DASAR

Jurnal Jurnal Olahraga Pendidikan

Halaman 32-46

Volume Volume 1, Nomor 1,

Tahun Mei 2014

Penulis Apta Mylsidayu

Reviewer Kelompok Tes Kecepatan

Tanggal 27 september 2019


REVIEW JURNAL KESEMBILAN

Pelajaran bolabasket sudah diajarkan di kelas V dan VI


sekolah dasar, hal ini tertuang dalam kurikulum 2004
yang dapat dilihat pada Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) tetapi secara keseluruhan belum
diajarkan oleh guru Penjas sekolah dasar karena
keterbatasan alat seperti ring dan bolabasket, selain itu
tes keterampilan bolabasket di sekolah dasar juga belum
pernah dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkonstruksi tes keterampilan bolabasket untuk siswa
sekolah dasar yang valid dan reliabel berdasarkan
Tujuan Penelitian
indikator-indikator keterampilan bolabasket. Penelitian
ini bersifat penelitian dan pengembangan karena
mengembangkan tes keterampilan bolabasket yang
sudah ada. Peneliti mengambil beberapa model tes yang
sudah ada yang juga telah digunakan pada peneliti-
peneliti sebelumnya, yaitu tes keterampilan bolabasket
menurut Lehten, STO, AAHPER, dan Johnson, selain
penggabungan model tes yang sudah ada, peneliti juga
menggunakan modifikasi tes yang lain sesuai dengan
kebutuhan komponen keterampilan bolabasket.

Subyek adalah siswa sekolah dasar yang berusia 10-12


tahun (siswa Kelas V dan VI sekolah dasar yang
Subjek Penelitian memiliki ekstrakurikuler bolabasket). Bentuk tes adalah
tes psikomotorik atau suatu blue print butir-butir dari tes
keterampilan bolabasket.

a. Studi pendahuluan Studi pendahuluan dilakukan


dalam dua bentuk, yaitu studi pustaka dan survei
terhadap kondisi empirik penelitian. Setelah melakukan
kajian teori kemudian melakukan survei lapangan untuk
mengetahui kondisi nyata di lapangan sebagai tempat
berlangsungnya aktivitas yang menjadi pusat perhatian
peneliti. Hasil studi lapangan menunjukkan bahwa tes
keterampilan bolabasket siswa sekolah dasar ini terdiri
Assesment Data atas teknik dasar bolabasket secara umum yakni tes
dribble, passing, dan shooting. Kekuatan dari tes
keterampilan bolabasket yang sudah ada adalah alat ukur
sudah memenuhi syarat dan sahih. Kelemahan dari tes-
tes tersebut adalah tidak dapat digunakan oleh siswa
sekolah dasar karena ring yang terlalu tinggi dan bola
yang terlalu besar. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini,
peneliti merancang dan membuat tinggi ring basket yang
sedikit diperpendek sesuai ukuran tubuh anak-anak
Indonesia yang memiliki postur tubuh tidak terlalu tinggi
seperti di negara-negara Barat. Ukuran bola yang
digunakan adalah bola ukuran 5 dengan tujuan agar
anak-anak tidak mengalami kesulitan dalam hal
melempar bola, menangkap bola, menggiring bola,
maupun menembak ke ring basket.
b. Pengembangan prototipe Setelah model
pengembangan berdasarkan studi pendahuluan
ditetapkan, kemudian dilanjutkan kegiatan menganalisis
teknikteknik keterampilan cabang olahraga yang
dijadikan butir tes eksperimen, membandingkannya
dengan pengetahuan yang ada diliteratur. Indikator tes
keterampilan bolabasket terdiri atas dribble, passing,
shooting, pivot, dan footwork. Adapun indikator tes
keterampilan bolabasket untuk siswa sekolah dasar yang
digunakan adalah dribble, passing, dan shooting karena
ketiga teknik tersebut lebih dominan dan lebih besar
sumbangannya dibandingkan dua teknik lainnya dalam
permainan bolabasket. Selanjutnya, menyusun butir-
butir instrumen berdasarkan indikator yang telah
ditentukan untuk pengembangan masing-masing
variabel. Penyusunan butir-butir tersebut disertai dengan
penyusunan pelaksanaan atau prosedur pelaksanaan tes
yang baku beserta cara penilaian. Setelah penyusunan
butir tes selesai, dilanjutkan dengan penilaian expert
judgment terhadap indikator, susunan butirbutir tes per
variabel, dan prosedur pelaksanaan tes yang baku.

c. Uji lapangan Ada tiga tahap uji lapangan yang


dilakukan secara berurutan dalam penelitian ini.
Pertama, preliminary field test (uji lapangan awal),
peneliti mencoba produk awal pada satu sekolah dengan
mencatat proses dan hasil selama uji produk yang akan
digunakan untuk bahan perbaikan prototipe model.
Kedua, main field test (uji lapangan utama). Uji tahapan
ini dilakukan secara berulangulang sesuai kebutuhan
penelitian. Hasil uji lapangan ini akan menjadi bahan
untuk merevisi prototipe model sebelum menuju pada
tahap uji lapangan berikutnya. Ketiga, operational field
test (uji lapangan operasional), menggunakan desain
eksperimen yang me-nggunakan tes awal dan tes akhir.
Hasil uji eksperimen kemudian dianalisis nilai
efektivitas instrumen.

d. Diseminasi produk Setelah melalui berbagai langkah


tersebut maka dihasilkan tes keterampilan bermain
bolabasket untuk siswa sekolah dasar. Adapun indikator
tes keterampilan bolabasket siswa sekolah dasar tersaji
pada tabel 5. Diseminasi produk hasil pengembangan
adalah tersusunnya sebuah norma penilaian
keterampilan bolabasket untuk siswa sekolah dasar.

Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan


(research and development) melalui survei dengan tes
pengukuran. Penelitian ini merupakan model penelitian
yang bertujuan mengembangkan dan memvalidasi
produk pendidikan dan pembelajaran untuk
meningkatkan dan mengembangkan mutu pendidikan
dan pembelajaran secara efektif. Produk yang
Metode penelitian dikembangkan dalam penelitian ini berupa alat evaluasi
tes keterampilan bolabasket untuk siswa sekolah dasar
(yang disesuaikan bagi anak usia 10-12 tahun).

Konstruksi tes keterampilan bolabasket untuk siswa


sekolah dasar menggunakan model deksriptif prosedural
di mana dalam konstruksi tes keterampilan bolabasket
menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk
menghasilkan sebuah produk.

Berdasarkan hasil penelitian, tes passing memiliki


tingkat kesulitan yang paling rendah karena anak hanya
melakukan gerakan satu arah dan teknik yang digunakan
tidak membutuhkan koordinasi yang kompleks, anak
hanya memantul-mantulkan bola ke dinding dengan
posisi diam. Tes dribble memiliki tingkat kesulitan
sedang karena membutuhkan koordinasi tangan-mata-
kaki saat melakukan dribble memasukkan bola ke dalam
lingkaran sambil berlari, anak harus menyeimbangkan
antara kecepatan dan koordinasi, dan tenaga yang
Hasil Penelitian dibutuhkan tidak terlalu besar. Selanjutnya, tes shoot
memiliki tingkat kesulitan paling tinggi karena anak
membutuhkan koordinasi antara tanganmata-kaki dan
ball feeling yang baik untuk memasukkan bola ke dalam
ring basket, serta anak harus dapat mengatur tenaga saat
melakukan tembakan karena ring basket tanpa
dilengkapi papan pantul.

Adapun keunggulan produk ini adalah untuk


mempermudah para guru sekolah dasar dalam
pemberian nilai keterampilan bolabasket pada
umumnya, dan untuk mempermudah dalam
penelusuran/pemilihan calon bibit atlet pada khususnya.
Selain itu, dari segi pembuatan alat tidak terlalu sulit dan
alat bolabasket yang dibuat juga dapat digunakan oleh
anak-anak kelas I-IV Sekolah Dasar (10 tahun ke
bawah).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada


bab pembahasan, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa
telah disusun suatu konstruksi keterampilan bolabasket
untuk siswa sekolah dasar dengan hasil valid dan reliabel
pada kontruksi tes yang telah disusun sehingga
konstruksi tes tersebut dapat digunakan sebagai alat tes.
Tes layak di gunakan di Indonesia karena telah
memenuhi syarat valid, reliabel, dan objektif. Kontruksi
tes terdiri atas 3 bentuk tes keterampilan dan didukung
oleh pengukuran tinggi badan, dan berat badan. Adapun
konstruksi tes keterampilan bolabasket untuk siswa
sekolah dasar antara lain: 1) tes shoot; 2) tes passing; 3)
Kesimpulan tes dribble (1 dan 2). Data dinyatakan homogen karena
variansi pada tiap kelompok data memiliki signifikasi >
0,05. Desiminasi penelitian adalah membuat norma nilai
yang berbentuk klasifikasi dan norma tes yang
digunakan sebagai tes keterampilan bolabasket untuk
siswa sekolah dasar. Tidak ada perbedaan antara norma
tes keterampilan untuk siswa putra maupun putri sekolah
dasar karena pertumbuhan fisiologis antara siswa putra
dan putri masih relatif sama dan kekuatan yang
dibutuhkan dalam tes keterampilan ini tidak
memerlukan power yang besar sebab tinggi ring basket
dan ukuran bola sudah dimodifikasi sesuai anatomi
anak.
10. IDENTITAS JURNAL KESEPULUH

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA MENGAJAR


BOLA LUNAK TERHADAP HASIL BELAJAR
Judul
KETERAMPILAN PASSING BOLAVOLI PADA
SISWA PUTRA KELAS I SMP

Jurnal Jurnal Olahraga Pendidikan

Halaman 47-55

Volume Volume 1, Nomor 1,

Tahun Mei 2014

Penulis Agus Harsoyo, Sapta Kunta Purnama

Reviewer Kelompok Tes Kecepatan

Tanggal 27 september 2019

REVIEW JURNAL KESEPULUH

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan


pengaruh penggunaan media mengajar bola lunak
Tujuan Penelitian dengan bola standar terhadap hasil belajar keterampilan
passing bolavoli pada siswa putra kelas I Sekolah
Menengah Pertama (SMP).

Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 200


siswa. Sampel sebanyak 30 siswa, adapun teknik
Subjek Penelitian
sampling dengan proporsional random sampling, yaitu
mengambil 20% dari jumlah tiap kelas.

Pembinaan bolavoli di SMP seperti diharapkan PBVSI


akan lebih efektif bila dilakukan melalui kegiatan
ekstrakurikuler. Mengandalkan intrakurikuler saja
sangat sulit untuk memperoleh penguasaan keterampilan
Assesment Data mengingat jam pelajaran yang terbatas. SMP Negeri 2
Kartasura telah mendukung program pembinaan PBVSI
dengan menggalakkan kegiatan ekstrakurikuler bolavoli.
Pemilihan cabang ini oleh guru pendidikan jasmani
sekolah tersebut didasarkan pada beberapa alasan: 1)
bolavoli merupakan olahraga yang populer di
masyarakat dan mengundang minat banyak siswa; 2)
kelengkapannya murah hanya membutuhkan fasilitas
dan sarana yang sederhana, 3) untuk nama baik sekolah
dimana cabang bolavoli merupakan cabang olahraga
prioritas dalam peraihan medali pada Pekan Olahraga
dan Seni dan Pekan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia
yang diselenggarakan setiap tahun.
Metode penelitian adalah dengan metode eksperimen.
Metode penelitian Rancangan penelitian yang digunakan “matched by
subject design”

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa


Hasil uji perbedaan antara kedua kelompok tersebut
diperoleh t hitung sebesar 5,209 > t tabel =1,76; 2)
Penggunaan bola lunak lebih baik dibanding dengan
bola standar terhadap hasil belajar keterampilan passing
bolavoli. Persentase peningkatan pada kelompok
menggunakan bola lunak memiliki peningkatan sebesar
Hasil Penelitian 27,76%, sedangkan dengan bola standar peningkatan
sebesar 16,87%. Kelompok bola lunak memiliki
peningkatan nilai passing bolavoli sebesar 27.76 %,
sedangkan kelompok standar memiliki peningkatan nilai
passing bolavoli sebasar 16.87%. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa kelompok bola lunak memiliki
persentase peningkatan nilai passing bolavoli yang lebih
besar dari pada kelompok bola standar.

Hasil belajar keterampilan passing bolavoli yang diajar


dengan menggunakan media bola lunak menunjukkan
perbedaan yang signifikan. Pengaruh penggunaan media
bola lunak lebih baik dibanding dengan bola standar
terhadap hasil belajar ketrampilan passing bolavoli pada
Kesimpulan
siswa kelas 1 SMP Negeri 2 Sukoharjo. Dari hasil
perhitungan persentase peningkatan diketahui bahwa
kelompok dengan bola lunak memiliki peningkatan
sebesar 27,76%, sedangkan kelompok dengan bola
standar memiliki peningkatan sebesar 16,87%.