Anda di halaman 1dari 2

NAMA : ARWANDA PERDANA DAN MADHAN SIREGAR

A.TES KECEPATAN DAN KORDINASI

Kecepatan merupakan komponen fisik yang mendasar, sehingga kecepatan merupakan


faktor penentu di dalam cabang olahraga seperti nomer-nomer lari jarak pendek, renang,
olahraga beladiri dan olah raga permainan. Kecepatan yaitu kemampuan untuk melakukan
gerakan-gerakan yang sejenis secara berturut-turut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya atau
kemampuan untuk menempuh suatu jarak yang sesingkat-singkatnya (Mochamad Sajoto 1988:
21).

1. Tes Percepatan dan Kecepatan. (SPEED)


Alat pengukur : Stop watch
Fasilitas : Lintasan sepanjang 40
meter Cara pengukuran :

a. Buatlah lintasn 40 meter dengan memberi tanda garis start, tanda pada jarak
jarak 10 meter dan garis finis pada jarak 40 meter.
b. Pelaksanaan :

1. Atlet berdiri pada posisi start berdiri tepat dibelakang garis start
2. Setelah ada aba-aba Ya! Atau tanda akustik yang lain atlet berlari secepat-cepatnya
menuju garis finish.
3. Catat waktu yang ditempuh pada jarak 10 meter dan 40 meter sekaligus.
4. Lakukan dua kali dengan istirahat lebih dari 3 menit.
a. Satuan pengukuran : Hasil dinyatakan dalam detik dan diukur sampai 0.1
(sepersepuluh detik)
b. Hasil pengukuran : Hasil pengukuran adalah yang terbaik dari kedua
pengukuran.
c. Norma pengukuran : lihat tabel.

Status SPEED
10 m 40 m
Sangat < 1,7 det < 5,2 det
baik
1,7 – 1,9 det 5,2 – 6,0 det
Baik
1,9 – 2,0 det 6,0 – 6,4 det
Cukup
2,0 – 2,5 det 6,4 – 7,6 det
Kurang
>2,5 det >7,6 det
S. Kurang
2. KORDINASI

Menurut Suharno (1982:110) koordinasi adalah kemampuan seseorang untuk merangkai


beberapa unsur gerak menjadi suatu gerakan yang selaras sesuai dengan tujuannya. atau
kemampuan menampilkan tugas gerak dengan luwes dan akurat yang seringkali melibatkan
perasaan dan serangkaian koordinasi otot yang mempengaruhi gerakan.Menurut Sajoto (1988:59)
Koordinasi berasal dari katacoordinationadalah kemampuan seseorang dalam mengintegrasikan
gerakan yang berbeda ke dalam suatu pola gerakan tunggal secara efektif. Sedangkan Nossek
(1982:89) berpendapat bahwa koordinasi adalah kemampuan untuk memadukan berbagai macam
gerakan ke dalam satu atau lebih pola gerak khusus.

3.TES LEMPAR TANGKAP BOLA TENIS

a. Nama tes : tes lempar tangkap bola tenis (Kirkendall: 1987:412)

b. Tujuan : mengukur koordinasi mata-tangan.

c. Alat/ fasilitas : Bola tenis, kapur atau pita untuk membuat batas, sasaran berbentuk
lingkaran terbuat dari kertas dengan garis tengah 30 cm, meteran dengan
tingkat ketelitian 1 cm.

d. Pelaksanaa : Sasaran ditempatkan ditembok setinggi bahu peserta tes. Peserta berdiri
dibelakang garis batas lemparan sejauh 2,5 meter. Peserta tes diberi
kesempatan untuk melempar bola ke arah sasaran dan menangkap bola
kembali sebanyak 10 kali ulangan, dengan menggunakan salah satu tangan.
Peserta diberikan lagi kesempatan untuk melakukan lempar tangkap bola
dengan menggunakan salah satu tangan dan ditangkap oleh tangan yang
berbeda sebanyak 10 kali ulangan. Setiap peserta diberi kesempatan untuk
melakukan percobaan.

e. Skor : Skor yang dihitung adalah lemparan yang sah, yaitu lemparan yang
mengenai sasaran dan dapat ditangkap kembali, serta pada pelaksanaan
lempar dan tangkap bola peserta tidak menginjak garis batas. Sebuah
lemparan akan memperoleh skor 1 apabila lemparan tersebut mengenai
sasaran dan dapat ditangkap kembali dengan benar. jumlah skor adalah
keseluruhan hasil lempar tangkap bola dengan tangan yang. sama dan
tangan berbeda.