Anda di halaman 1dari 1

Seorang pelatih atau trainer diibaratkan nakhoda yg bertugas mengantarkan kapal untuk mencapai

tujuannya. Ada proses yang dijalani, ada tantangan, tekanan dan masih banyak lagi cobaan dalam
perjalanan untuk mencapai pada tujuannya itu.

Begitupun dalam dunia kepelatihan, seorang pelatih/trainer

dituntut untuk bisa membawa atau mencapai tujuan yang diinginkan baik oleh atlet, pelatih itu sendiri
dan manajemen club. Tugas dan tanggung jawab yang sangat besar telah tersematkan pada seorang
pelatih, tidak dapat dipungkiri seorang pelatih harus mampu mengeluarkan segala kemampuan yang ada
secara maksimal demi tercapainya tujuan yang diinginkan.

Untuk mencapai tujuan, seorang pelatih harus memiliki visi atau dalam dunia kepelatihan biasa disebut
dengan filosofi pelatih. pelatih yang menggunakan filosofinya tentu akan menghasilkan atlet/tim yang
berkarakter tersendiri sesuai dengan filosofi yang digunakan. Jika filosofinya mengacu pada tujuan yang
diinginkan, maka tidak menutup kemungkinan apa yang diinginkanpun akan mudah diraih.

Pada dasarnya semua pelatih sudah menggunakan filosofi dalam proses pelatihannya, namun
masalahnya adalah, ada yang sudah sadar dan adapula yang belum sadar bahwa dia telah menggunakan
filosofi dalam pelatihannya. Perlunya kesadaran terhadap filosofi disini adalah untuk mengevaluasi
apakah filosofi yang digunakan ini sesuai dengan tujuan tim atau tidak?, jika tidak maka harus segera
dirubah.

Filosofi seorang pelatih akan terlihat jelas dari karakter tim ketika tim itu bertanding dan dari kebiasaaan
atau perilaku atlet-atletnya. Itu bisa terjadi karena selama proses latihan, pelatih memberikan program
latihan dan segala macamnya sesuai dengan filosofi yang digunakan, bahkan sampai ketika dalam
pelaksanaan pertandingan. Sebagai contoh : seorang pelatih yang memiliki filosofi "setiap pertandingan
harus dimenangkan dengan cara bekerja keras dan pantang menyerah", dalam proses latihan, pelatih
akan menerapkan pola yang mengarah pada filosofinya itu, dia akan menekankan kepada atletnya bahwa
kemenangan adalah harga mati, latihan berat harus terus dilewati, tekanan mental akan lebih
ditingkatkan dan tidak ada kata lelah atau menyerah seberat apapun latihan yang dijalani, pelatih ini
akan terus memeberikan dorongan mental atau motivasi kepada atlet-atletnya sesuai denga filosofi yang
digunakan, sehingga ketika pertandingan berlangsung, atlet-atletnya akan berjuang dengan karaker yang
telah dibentuk selama proses latihan sehingga tujuan yang ingin dicapai bisa terealisasi.