Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS SWOT

MAKALAH

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Manajemen Sekolah


yang Dibina oleh Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd DAN Deny Setiawan, M. Pd

Disusun oleh:

Kelompok 1 Offering B 2016

1. Alifia Rosidatuz Zulfa (160341606005)


2. Dhita Wulansari (160341606017)
3. Endang Firnia Indi R. H. T (160341606089)
4. Moniq Indah Setyo Ningsih (160341606083)
5. Rosi Cahyaning Wulan (160341606081)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
September 2018
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ................................................................................................... i

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan ....................................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan...................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Analisis SWOT ....................................................................... 3
B. Tujuan Analisis SWOT ............................................................................. 3
C. Manfaat Analisis SWOT............................................................................ 4
D. Menganalisis SWOT di Sekolah................................................................ 7
E. Cara Melaksanakan Analisis SWOT.......................................................... 8

BAB III PENUTUP


A. Simpulan ................................................................................................... 11
B. Saran ......................................................................................................... 11

DAFTAR RUJUKAN .................................................................................... 12

i
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran besar dalam
mengembangkan kemampuan akademik maupun non akademik para siswanya.
Selain itu, sekolah juga merupakan salah satu wadah untuk membentuk moral
seorang siswa. Sekolah pun menjadi salah satu ujung tombak bagi perkembangan
dan kelangsungan sebuah negara. Oleh karena itu diperlukan sekolah dengan
kualitas yang baik bahkan terbaik untuk anak bangsa. Akan tetapi perlu disadari
bahwa pencapaian kualitas yang diharapkan ini belum dapat diterapkan oleh semua
sekolah atau semua lembaga pendidikan yang ada di Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Bahkan secara umum, sistem pendidikan Indonesia masih perlu
dilakukan perbaikan secara menyeluruh dan kontinyu untuk mencapai tujuan
pendidikan nasional.
Agar para lulusan sekolah memiliki kompetensi yang dapat digunakan untuk
bersaing di era globalisasi, maka peningkatan mutu pendidikan harus dan wajib
dilakukan. Pemerintah dalam mengatasi permasalahan mutu pendidikan menerapkan
berbagai program-program peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pemerintah harus
memiliki alat evaluasi untuk mengukur sejauh mana pembangunan pendidikan
terutama kinerja layanan pendidikan telah dilakukan. Salah satu strategi managemen
yang dikembangkan untuk menjamin sebuah organisasi (sekolah) memiliki daya
tahan dan daya hidup dari masa sekarang hingga masa yang akan datang yakni
strategi dengan menggunakan analisis SWOT. Oleh karena itu, dalam makalah ini
kami akan membahas mengenai Strategi analisis SWOT. Hal tersebut dilakukan,
agar para calon pendidik memiliki pengetahuan yang memaadai mengenai analisis
SWOT.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan analisis SWOT?
2. Apakah tujuan dilakukannya analisis SWOT?
3. Apakah manfaat dari penerapan analisis SWOT?
4. Bagaimana strategi analisis SWOT yang telah diterapkan di sekolah?
5. Bagaimana cara pelaksanaan analisis SWOT di sekolah?
1
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui dan memahami pengertian analisis SWOT.
2. Mengetahui dan memahami tujuan dilakukannya analisis SWOT.
3. Mengetahui dan memahami manfaat dari penerapan analisis SWOT.
4. Mengetahui dan memahami strategi analisis SWOT yang telah diterapkan di
sekolah.
5. Mengetahui dan memahami cara pelaksanaan analisis SWOT di sekolah.
D. Manfaat Penulisan
1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pengertian analisis SWOT.
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tujuan dilakukannya analisis
SWOT.
3. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami manfaat dari penerapan analisis
SWOT.
4. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami strategi analisis SWOT yang telah
diterapkan di sekolah.
5. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami cara pelaksanaan analisis SWOT di
sekolah.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Analisis SWOT


Menurut Rangkuti (2004), analisis SWOT adalah rangkuman berbagai faktor secara
sistematis untuk merumuskan strategi suatu organisasi. Analisis ini didasarkan pada
logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (sterngths) dan peluang (opportunities),
namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman
(threats). Analisis SWOT menurut Sondang P. Siagian merupakan salah satu instrument
analisis yang ampuh apabila digunakan dengan tepat. Telah diketahui pula secara luas
bahwa SWOT merupakan akronim untuk kata-kata strenghs (kekuatan), weaknesses
(kelemahan), opportunities (peluang) dan treats (ancaman) (Rangkuti, 2004).
Analisis SWOT menurut Philip Kotler diartikan sebagai evaluasi terhadap
keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Berdasarkan pendapat
beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT merupakan salah satu
instrumen analisis lingkungan internal dan eksternal suatu organisasi yang telah dikenal
luas. Analisis ini didasarkan pada asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan
meminimalkan kelemahan dan ancaman. Analisis internal meliputi penilaian terhadap
faktor kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness). Sementara, analisis eksternal
mencakup faktor peluang (opportunity) dan tantangan (threaths). Bila diterapkan secara
akurat, asumsi sederhana ini mempunyai dampak yang besar atas rancangan suatu
strategi yang berhasil.
B. Tujuan Analisis SWOT
Penerapan analisis SWOT pada suatu instansi atau perusahaan bertujuan untuk
memberikan acuan dan gambaran kondisi instansi berdasarkan kekuatan, kesempatan,
kelemahan dan ancaman (Rangkuti, 2004). Tujuan dilakukannya analisis SWOT adalah
sebagai berikut:
a. Analisis SWOT digunakan untuk menetapkan tujuan yang lebih realistis serta
merancang strategi yang efektif.
b. Untuk mengetahui faktor positif yakni kesempatan dan kekuatan dan faktor
negatif yakni kelemahan dan ancaman.
c. Agar apat menggunakan strategi dengan mengeksploitasi kekuatan dan
kesempatan.
d. Agar dapat mengatasi adanya kelemahan.
e. Agar dapat menetralisir ancaman.
3
C. Manfaat Analisis SWOT
Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yang paling dasar,
yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat
sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk
mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang
ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan
dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi yang terlupakan atau tidak
terlihat selama ini.
Dari penjelasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan instrumen yang bermanfaat
dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk
meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta
menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.
Dengan analisis SWOT menurut Depertemen Pendidikan Nasional,(2008) tersebut
diharapkan lembaga pendidikan dapat melakukan langkah-langkah strategis. Strategi
adalah suatu cara dimana organisasi atau lembaga akan mencapai tujuannya, sesuai
dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternal yang dihadapi, serta sumber daya
dan kemampuan internal.Setelah melakukan analisis SWOT, berikutnya adalah manfaat
dari analisi SWOT sebagaimana dapat dibagankan sebagai berikut:
1. Kekuatan
Faktor kekuatan dalam lembaga pendidikan adalah kompetensi khusus atau
keunggulan-keunggulan lain yang berakibat pada nilai plus atau keunggulan
komparatif lembaga pendidikan tersebut.Hal ini bisa dilihat jika sebuah lembaga
pendidikan harus memiliki skill atau keterampilan yang bisa disalurkan bagi
perserta didik, lulusan terbaik/hasil andalan, maupun kelebihan-kelebihan lain
yang membuatnya unggul bagi pesaing-pesaing serta dapat
memuaskan steakholder maupun pelanggan (peserta didik, orang tua,
masyarakat dan bangsa). Sebagai contoh bidang keunggulan, antara lain
kekuatan pada sumber keuangan, citra yang positif, keunggulan kedudukan di
masyrakat, loyalitas pengguna dan kepercayaan berbagai pihak yang
berkepentingan. Sedangkan keunggulan lembaga pendidikan di era otonomi
pendidikan atara lain ; sumber daya manusia yang secara kuantitatif besar, hanya
saja perlu pembenahan dari kualitas. Selain itu antusiasme pelaksanaan
pendidikan sangat tinggi, yang didukung sarana prasarana pendidikan yang
cukup memadai. Hal lai dari faktor keunggulan lembaga pendidikan adalah
kebutuhan masyarakat terhadap yang bersifat transendental sangat tinggi, dan
4
itu sangat mungkin diharapkan dari proses lembaga pendidikan. Bagi sebuah
lembaga pendidikan sangat penting untuk mengenali terhadap kekuatan dasar
lembaga tersebut sebgai langkah awal atau tonggak menuju pendidikan yang
berbasis kualitas tinggi. Mengenali kekuatan dan terus melakukan refleksi
adalah sebuah langkah bersar untuk menuju kemajuan bagi lembaga pendidikan.
2. Kelemahan
Segala sesuatu pasti memiliki kelemahan adalah hal yang wajar tetapi yang
terpenting adalah bagaimana sebagai penentu kebijakan dalam lembaga
pendidikan bisa meminimalisir kelemahan-kelemahan tersebut atau bahkan
kelemahan tersebut menjadi satu sisi kelebihan yang tidak dimiliki oleh lembaga
pendidikan lain. Kelemahan ini bisa kelemahan dalam sarana dan prasarana,
kualitas atau kemampuan tenaga pendidik, lemahnya kepercayaan masyarakat,
tidak sesuainya antara hasil lulusan dengan kebutuhan masyarakat atau dunia
usaha dan industri dan lain-lain. Untuk itu, beberapa faktor kelemahan yang
harus segera dibenahi oleh para pengelola lembaga pendidikan, antara lain ; (1)
lemahnya SDM dalam lembaga pendidikan. (2) sarana dan prasarana yang masih
sebatas pada sarana wajib saja. (3) lembaga pendidikan swasta umumya kurang
bisa menangkap peluang, sehingga mereka hanya puas dengan keadaan yang
dihadapi sekarang ini. (4) uotput lembaga pendidikan belum sepenuhnya
bersaing dengan output lembaga pendidikan yang lain dan sebagainya.
3. Peluang
Peluang adalah suatu kondisi lingkungan eksternal yang menguntungkan bahkan
menjadi formulasi dalam lembaga pendidikan. Formulasi lingkungan tersebut
misalnya: (1) kecenderungan penting yang terjadi dikalangan peserta didik. (2)
identifikasi suatu layanan pendidikan yang belum mendapat perhatian. (3)
perubahan dalam keadaan persaingan. (4) hubungan dengan pengguna atau
pelanggan dan sebagainya. Peluang pengembangan lembaga pendidikan antara
lain:
 Di era yang sedang krisis moral dan krisis kejujuran seperti ini diperlukan
peran serta pendidikan agama Islam yang lebih dominan.
 Pada kehidupan masyarakat kota dan modern yang cenderung konsumtif dan
hedonis, membutuhkan petunjuk jiwa, sehingga kajian-kajian agama
berdimensi sufistik kian menjamur. Ini menjadi salah satu peluang bagi
pengembangan lembaga pendidikan kedepan.

5
4. Ancaman
Ancaman merupakan kebalikan dari sebuah peluang, ancaman meliputi faktor-
faktor lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sebuah lembaga pendidikan.
Jika sebuah ancaman tidak ditanggulangi maka akan menjadi sebuah penghalang
atau penghambat bagi maju dan peranannya sebuah lembaga pendidikan itu
sendiri. Contoh ancaman tersebut adalah minat peserta didik baru yang
menurun, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan
tersebut dan lain-lain.
Menurut Akdon (2007), analisis SWOT secara sederhana dipahami sebagai
pengujian terhadap kekuatan dan kelemahan internal sebuah organisasi atau sekolah,
serta kesempatan dan ancaman lingkungan eksternalnya. SWOT adalah perangkat
umum yang didesain dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan
keputusan dan sebagai perencanaan strategis dalam berbagai terapan. Tentunya dalam
menganalisis SWOT, tidak hanya terjadi didalam lembaga karang taruna saja, ataupun
dalam lembaga usaha lainnya. Tentunya dilembaga pendidikan pun ada. Nah disini
terdapat berbagai contoh manfaat dari analisis SWOT dalam lembaga pendidikan,
diantaranya:
a. Kekuatan
 Knowledge atau kepakaran yang dimiliki
 Lulusan dihasilkan atau pelayanan yg unik
 Lokasi tempat lembaga pendidikan berada
 Kualitas lulusan atau proses
b. Kelemahan:
 Kurangnya pengetahuan sosialisasi lembaga pendidikan.
 Lulusan yang tidak dapat dibedakan dengan lulusan lembaga pendidikan /
lembaga pendidikan lain.
 Lokasi lembaga pendidikan yang terpencil
 Kualitas lulusan yang jelek
 Reputasi yang buruk
c. Peluang
 Lembaga yang terus berkembang dan pendidikan merupakan kebutuhan bagi
masyarakat.
 Adanya pendidikan berbasis internasional

6
 Peluang karena lembaga pendidikan yang tidak sanggup memenuhi permintaan
masyarakat.
d. Ancaman
 Adanya lembaga pendidikan Islam baru di area yang sama
 Persaingan harga dengan lembaga pendidikan lain.
 Lembaga pendidikan lain mengeluarkan lulusan baru yang inovativ
 Lembaga pendidikan lain memegang pangsa pasar terbesar
D. Menganalisis SWOT di Sekolah
Setiap sekolah memiliki pengelolaan masing-masing agar dapat memenuhi Standar
Nasional Pendidikan (SNP) sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah tersebut.
Sekolah sebagai sebuah sistem tersusun dari 4 komponen yaitu konteks, input, proses,
output dan outcome. Standar mutu pendidikan dapat dikatakan memenuhi apabila 4
komponen tersebut dapat terpenuhi. Suatu lembaga bisa dikatakan berhasil apabila suatu
input, proses dan outputnya memang bagus, terutama dalam proses pendidikan itu dapat
dilihat melalui salah satu proses pengelolaanya, agar dapat tercapainya suatu tujuan
(Hidayat dan Machali, 2012).
Peningkatan mutu pendidikan di sekolah dapat dilihat melalui suatu proses
manajemen dari lembaga pendidikan. Proses pengelolaan tersebut terdapat faktor
internal dan eksternal yang dapat mempengaruhinya. Faktor internal tersebut ada yang
positif dan ada pula yang negatif, faktor internal positif itu berupa kekuatan dari suatu
kelembagaan, dan faktor internal negatif berupa kelemahan yang ada didalam lembaga.
Sedangkan faktor eksternal pendidikan dapat dillihat dari peluang dan ancaman yang
ada pada lembaga (Faridah, 2015). Salah satu strategi yang dilakukan untuk menunjang
berjalanya suatu proses pendidikan di sekolah adalah menggunakan analisis SWOT.
Analisis SWOT dapat dilakukan di sekolah agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan
sumber daya yang ada untuk kemajuan sekolah. Peningkatan mutu dapat dilihat dari
input, proses, dan output yang ada di sekolah tersebut.
Dalam dunia pendidikan, analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi fungsi
pengembangan kurikulum, fungsi perencanaan dan evaluasi, fungsi ketenagaan, fungsi
keuangan, fungsi proses belajar mengajar, fungsi pelayanan kesiswaan, fungsi
pengembangan iklim akademik, fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat dan
sebagainya (Depdiknas, 2002). Analisis SWOT dilakukan untuk mencapai tingkat
kesiapan setiap fungsi tersebut beserta faktor-faktornya. Analisis SWOT dilakukan
untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat
7
kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi. Oleh karena itu, analisis
SWOT dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi, baik faktor internal
maupun faktor eksternal (Depdiknas, 2002).
Analisis SWOT digunakan di sekolah untuk menggambarkan situasi yang sedang
dihadapi atau mungkin akan di hadapi oleh sekolah. Analisis SWOT bukan merupakan
alat yang mampu memberikan jalan keluar yang tepat bagi masalah-masalah yang
dihadapi oleh sebuah sekolah. Dengan menggunakan analisis SWOT, sekolah dapat
menemukan aspek-aspek penting dari kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada
suatu lembaga sehingga mampu memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan,
mereduksi ancaman, dan membangun peluang. Analisis SWOT merupakan bagian dari
tahap perencanaan strategis suatu sekolah yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap
pengumpulan data, tahap analisis, dan tahap pengambilan keputusan. Data dapat
dibedakan menjadi 2 yaitu data eksternal dan data internal. Data eksternal didapat dari
lingkungan di luar sekolah misalnya peran masyarakat, donatur, pemerintah, dan
organisasi lain. Data internal didapat dari dalam sekolah itu sendiri misalnya laporan
keuangan sekolah, administrasi sekolah, kegiatan belajar mengajar, keadaan guru dan
siswa, fasilitas dan prasarana sekolah, dan administrasi guru.
E. Cara Pelaksanaan Analisis SWOT
 Metode Survey
Melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendapatkan gambaran awal
dari peta permasalahan yang ada di institusi pihak-pihak (stakeholders) yang
bisa memberikan penilaian aspek internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja
suatu institusi atau lembaga. Menurut Akdon (2007) dibutuhkan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendapatkan gambaran awal dari
peta permasalahan yang ada di institusi. FGD harus dilakukan dengankomprehensif
artinya melibatkan seluruh stakeholders sehingga peta yang terbentuk telah mewakili
seluruh kepentingan stakeholders. Karena sifatnya yang bersumber dari informasi
kualitatif pemilihan responden yang credible sangat mempengaruhi hasil akhir dari
analisa SWOT sehingga hendaknya harus dilakukan dengan beberapa kualifikasi.
2. Pembuatan kuesioner SWOT berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dalam
FGD. Secara umum kuesioner ini memiliki katagorisasi penilaian sebagai berkut :
a. Penilaian faktor internal dan eksternal. Di sini responden
membrikanpreferensi opini terhadap faktor-faktor internal dan eksternal
dari institusi pada saat ini dan perkiraan di masa mendatang.
8
b. Penilaian urgensi. Di sini responden diminta untuk menilai tingkat
urgensifaktor tersebut untuk ditangani. Penilaian ini berhubungan dengan
skalaprioritas dalam menyelesaikan persoalan-persoalan pembangunan
yang tercermin melalui faktor-faktor yang dinilai. Faktor inilah yang
kemudian terkatagori sebagai kekuatan atau kelemahan (dari analisa
internal) dan peluang atau ancaman (dari analisa eksternal).
3. Setelah kuesioner terisi dan terkumpul semua, penilaian faktor dilakukan dengan
meranking bobot penilaian pada ”penilaian responden” yang memiliki nilai
maksimal 6 dan minimal 1. Faktor-faktor yang memiliki nilai di atas median (atau
rata-rata dilihat dari persebaran distribusi probabilitasnya) disebut
dengan ”kekuatan” pada analisa internal dan ”peluang” pada analisa eskternal.
Sebaliknya faktor-faktor yang memiliki nilai penilaian di bawah median disebut
dengan ”kelemahan” pada analisa internal dan ”ancaman” pada analisa eksternal.
4. Membentuk suatu kuadran faktor pembangunan, yaitu suatu blok yang menjelaskan
posisi dari kombinasi faktor internal dan eksternal pembangunan, dengan
kombinasi: kekuatan-peluang (S-O), kekuatan-ancaman (S-T), kelemahan-peluang
(W-O) dan kelemahan-ancaman (W-T). Sebelum menentukan kuadran
pembangunan, harus dilihat terlebih dahulu uji konsistensidari pengolahan
kuesioner SWOT.
5. Membuat pola strategi pembangunan berdasarkan Indeks Penilaian Kuadran.
Prioritas strategi pembangunan berdasarkan skenario ini ditetapkan dengan
menjalankan kombinasi kebijakan dengan indeks nilai paling kecil berurutan ke
yang paling besar. Dengan kata lain, daerah akan berusaha untuk mengatasi seluruh
faktor yang paling lemah yang dimiliki untuk kemudian beralih pada kombinasi
strategi yang telah memiliki indeks baik atau tinggi. Dari contoh di atas strategi
pembangunan yang dilakukan institusi akan bergerak dari WT_ ST_WO_ SO.
 Langkah-Langkah Penerapan Analisis SWOT
Langkah 1: Menyiapkan sesi SWOT
1. SWOT kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 - 60 menit.
2. Peserta dibagi dalam kelompok dengan maksimum 6 orang per kelompok.
3. Dengan menggunakan alat curah pendapat memilih pelayanan atau komponen
pelayanan yang akan dianalisa.
4. Setiap kelompok membuat sebuah matriks SWOT sesuai dengan contoh.
5. Siapkan kartu dan kertas flipchart untuk setiap kelompok.
6. Tentukan seorang Pencatat. Tugas Pencatat adalah mengisi matriks SWOT.
9
Langkah 2: Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
1. Dengan menggunakan curah pendapat, tulis pada kartu semua kekuatan di
dalam organisasi (internal). Kekuatan bisa berupa, tenaga trampil, gaji, sarana.
Setelah kartu diisi tempelkan pada kertas flipchart.
2. Setelah selesai menyusun kekuatan internal, dengan menggunakan curah
pendapat, daftarkan kelemahan di dalam organisasi (internal) pada kartu lalu
ditempelkan pada flipchart.
Langkah 3: Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman
1. Dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan semua kesempatan di luar
organisasi (kesempatan ekstern) yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan
pelayanan atau atasi sebuah masalah. Ini bisa berupa latihan, tenaga baru,
peraturan baru dan seterusnya.
2. Dengan menggunakan curah pendapat, buatlah daftar ancaman di luar
organisasi (ancaman ekstern) yang dapat menghalangi pemecahan masalah.
Langkah 4: Melakukan ranking terhadap kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang
1. Daftarkan dalam kolom masing-masing: kekuatan, kelemahan, ancaman dan
peluang.
2. Buatlah ranking setiap kolom. Yang perlu dipikirkan adalah pentingnya
kesempatan atau ancaman dan berapa besar kemungkinan kesempatan atau
ancaman tersebut memang akan ada. Begitu juga dengan ancaman dan
peluang.
Langkah 5: Menganalisis kekuatan dan kelemahan
1. Masukan kekuatan dan kelemahan masuk matriks SWOT.
2. Kekuatan diisi sesuai ranking yang telah dikerjakan, kekuatan yang paling besar
di atas, yang kurang besar di bawah.
3. Setelah kekuatan diisi, disusul dengan kelemahan.
4. Masukan kesempatan dan ancaman di dalam kolom.
5. Hubungkan kekuatan dan kelemahan dengan kesempatan dan ancaman.
6. Kombinasi di mana kekuatan bertemu dengan kesempatan adalah keadaan yang
paling positif. Keadaan ini harus dipelihara dengan baik supaya tetap ada.
7. Kombinasi kelemahan dan ancaman adalah keadaan yang paling negatif dan
harus dihindari.
Setiap kombinasi diperiksa ulang kalau memang merupakan jalan keluar untuk
mengurangi kelemahan atau ancaman.

10
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
1. Analisis SWOT merupakan salah satu instrumen analisis lingkungan internal dan
eksternal suatu organisasi yang telah dikenal luas. Analisis ini didasarkan pada
asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan meminimalkan kelemahan dan
ancaman.
2. Penerapan analisis SWOT pada suatu instansi atau perusahaan bertujuan untuk
memberikan acuan dan gambaran kondisi instansi berdasarkan kekuatan,
kesempatan, kelemahan dan ancaman.
3. Analisis SWOT merupakan instrumen yang bermanfaat dalam melakukan
analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi
kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan
dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.
4. Dengan menggunakan analisis SWOT, sekolah dapat menemukan aspek-aspek
penting dari kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada suatu lembaga
sehingga mampu memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan,
mereduksi ancaman, dan membangun peluang.
5. Ada 5 langkah pelaksanaan analisis SWOT yaitu menyiapkan sesi SWOT,
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, mengidentifikasi kesempatan dan
ancaman, melakukan ranking terhadap kekuatan, kelemahan, ancaman dan
peluang, menganalisis kekuatan dan kelemahan.
3.1 Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, untuk kedepannya penulis
akan lebih fokus dan rinci dalam menjelaskan tentang materi di atas dengan sumber
yang lebih valid yang tentunya dapat dipertanggungjawabkan.

11
DAFTAR RUJUKAN
Akdon. 2007. Stategic Management for Education Management (Manajemen Strategik
Untuk Manajemen Pendidikan). Bandung: Alfabeta.
David, F. R. 2006. Manajemen Strtegis Konsep, terj. Ichan Setiyo Budi. Jakarta:
Salemba Empat.
Depertemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat
Bahasa,
Depdiknas. 2002. Ringkasan Kegiatan Belajar Mengajar. Jakarta: Depdiknas
Faridah, D. 2015. Analisis Swot Program Pendidikan Sekolah dalam Peningkatan Mutu
Pendidikan di SMK Negeri 5 Yogyakarta (Skripsi). Yogyakarta: UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta
Hidayat, A. dan Machali, I. 2012. Pengelolan Pendidikan Konsep, Prinsip, dan Aplikasi
dalam Mengelola Sekolah dan Madrasah. Yogyakarta: KAUKABA
Rangkuti, F. 2004. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.

12