Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP

Laporan ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Teknik Pemesinan 1

Dosen Pengajar :
Petrus Londa, MT.

Disusun Oleh:
Aldy Maulana (191211005)

Prodi : D3 – Teknik Mesin

Jurusan : Teknik Mesin

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


Jl. Gegerkalong Hilir, Ds. Ciwaruga. Pos 6468 BDCD, Bandumg
Telp. (022) 2013789, Ext. 277. Fax. (022) 2013889
Homepage : www.polban.ac.id E-mail : polban@polban.ac.id

2019
Kata Pengantar

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan nikmat, taufik serta hidayah-Nya yang sangat besar sehingga penulis pada
akhirnya bisa menyelesaikan Laporan Praktikum Mesin Sekrap tepat pada waktunya.

Rasa terima kasih juga penulis ucapkan kepada Dosen Pengajar yang selalu
memberikan dukungan serta bimbingannya sehingga Laporan Praktikum Mesin Sekrap ini
dapat disusun dengan baik.

Semoga Laporan Praktikum Mesin Sekrap yang telah penulis susun ini turut
memperkaya khazanah ilmu permesinan serta bisa menambah pengetahuan dan pengalaman
para pembaca.
Selayaknya kalimat yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna. Penulis
juga menyadari bahwa Laporan Praktikum Mesin Sekrap ini juga masih memiliki banyak
kekurangan. Maka dari itu penulis mengharapkan saran serta masukan dari para pembaca
sekalian demi penyusunan Laporan Praktikum Mesin Sekrap dengan tema serupa yang lebih
baik lagi.

Bandung, 19 Oktober 2019

Penulis

i
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
Daftar Isi

Kata Pengantar .................................................................................................................. i


Daftar isi........................................................................................................................... ii
Bab I : Pendahuluan
1.1 Latar belakang .................................................................................................1
1.2 Tujuan praktik .................................................................................................1
1.3 Kegunaan praktik ............................................................................................1
1.4 Aplikasi ...........................................................................................................1

Bab II : Teori Dasar


2.1 Teori dasar .....................................................................................................3

Bab III : Praktikum dan Pemesinan


3.1 Peralatan yang digunakan ...............................................................................7
3.2 Cara Kerja .......................................................................................................7

Bab IV : Analaisis dan Perhitungan


4.1 Perhitungan .....................................................................................................9

Bab V : Kesimpulan ....................................................................................................... 11


Daftar Pustaka .................................................................................................................12

ii
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

Mesin ketam adalah sebuah mesin dengan pemotong ulak-alik, dari jenis pahat
mesin bubut, yang mengambil pemotongan berupa garis lurus. Dengan menggerakkan
benda kerja menyilang jejak dari pahat ini, maka ditimbulkan permukaan yang rata,
bagaimanapun juga bentuk pahatnya. Kesempurnaannya tidak tergantung pada
ketelitian dari pahat seperti kalau digunakan pemotong fris untuk jenis pekerjaan yang
sama. Dengan pahat khusus, perlengkapan dan alat untuk memegang benda kerja,
sebuah mesin ketam dapat juga memotong alur pasak luar dan dalam, alur spiral, batang
gigi, tanggem (catok), celah-T, dan berbagai bentuk lain.
Dalam sejarah, mesin serut mengalahkan mesin ketam. Semula, bangku rata dan
jalur dari mesin serut dibuat dengan tangan menggunakan pahat dan kikir.Dengan
menggunakan mesin serut, kemudian permukaan yang lain dapat dimesin dengan
ketelitian.
1.2 Tujuan Praktik
Tujuan dari praktikum sekrap adalah mahasiswa diharapkan dapat menguasai
teknik memasang pahat, memasang benda kerja dengan benar, dan mengatur panjang
langkah & posisi langkah .Serta dapat mempergunakan pahat sesuai dengan
penggunaannya.

1.3 Kegunaan Praktik


Mahasiswa dapat membuat benda kerja sesuai dengan gambar benda kerja yang
diharapkan, dapat mengoperasikan mesin sekrap dengan baik dan benar, dan
memahami K3 dalam menggunakan mesin sekrap.
1.4 Aplikasi

1.4.1 Bagi Praktikan

1. Mahasiswa terampil menggunakan mesin sekrap dengan efektif dan efisien


2. Mahasiswa mampu membedakan jenis – jenis dari mesin sekrap
3. Mahasiswa manpu merencanakan, dan menghasilkan suatu produk dengan
menggunakan mesin sekrap

1
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
1.4.2 Bagi Industri

1. Digunakan untuk membuat beberapa suku cadang (produk)


2. Digunakan sebagai mesin pendukung dari mesin lain dalam proses produksi
3. Dibidang perbengkelan, mesin ini sangat mendukung dalam pembuatan alur.
4. Digunakan untuk membuat bahan setengah jadi

2
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
Bab II : Teori Dasar

2.1 Teori Dasar

Mesin sekrap adalah suatu mesin perkakas dengan sistem langkah bolak balik dalam
proses kerjanya. Dalam pemotongan pahatnya melakukan pemakanan dengan maju saja
dan berupa garis lurus pada permukaan benda kerja. Jadi dapat disimpulkan bahwa prinsip
kerja dari mesin sekrap adalah benda kerja dijepitkan pada catok yang dipasangkan pada
meja yang dapat digeser dengan arah melintang terhadap sumbu mesin, sedangkan
pahatnya dipasang pada eretan yang bergerak sepanjang sumbu mesin secara bolak – balik.

Langkah pengeretan dapat diukur panjang pendeknya, gerakan maju dapat juga
dapat juga diatur naik turunnya untuk penyetelan benda kerja, sedangkan untuk
memakankan untuk pahat dilakukan dengan memutar eretan kebawah. Hasil kerja dari
mesin sekrap adalah pembuatan alur pada komponen –komponen mesin.

Panjang langkah saat pemakanan dapat diatur dengan dengan menggerakkan poros
roda gigi, gerak langkah mundur membutuhkan waktu lebih cepat daripada langkah maju.
Untuk langkah maksimum, poros harus ditempatkan pada jarak maksimum dari titik pusat
roda gigi. Pada waktu langkah maju, mekaanisme penggerak pemakanan bekerja, gerak
pemakanan ini dapat dilakukan secara manual, hanya saja hal tersebut mengakibatkan
kerugian yang berupa kasarnya permukaan benda kerja dan permukaan benda tersebut tidak
konstan. Kerugian tersebut dapat dihindari dengan cara menggerakkan gerak pemakanan
secara otomatis.

A. Pengelompokkan Mesin Sekrap

1. Menurut desainnya mesin sekrap dikelompokkan sebagai berikut :


a. Pemotong dorong horizontal
 Jenis biasa (pekerjaan biasa)
 Jenis universal (pekerjaan ruang perkakas)
b. Pemotong tarik horisontal
c. Pemotong vertikal
 Pembubut celah (slotter)
 Pembubut dudukan pasak (key scatter)

3
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
d. Pemotong kegunaan khusus misalnya pemotongan roda gigi

2. Menurut fungsinya mesin sekrap dikelompokkan ssebagai berikut:


a. Mesin ketam horizontal
Umumnya digunakan pada pekerjaan produksi dan pekerjaan serba
guna. Mesin ini terdiri atas dasar dan rangka dan mendukung ram horozontal
b. Mesin ketam
Digunakan untuk penyelesain benda kerja yang memerlukan kecepatan
potong dan tekanan dalam pergerakan ram konstan dari awal sampai dengan
akhir pemotongan
c. Mesin ketam potong tarik
Diginakan untuk pemotongan blok cetakan besar pada produksi massal
d. Mesin ketam vertikal
Digunakan untuk pemotontongan dalam dan penyerutan bersudut serta
untuk operasi yang memerlukan pemotongan vertikal. Biasanya pada
pembuatan cetakan untuk logam dan non logam.

A. Bagian – bagian dari mesin ketam:


a. Ram, yaitu bagian dari mesin ketam yang membawa pahat, diberi gerak ulak-
alik sama dengan panjang langkah yuang diinginkan.
b. Kunci ram, berfungsi agar ram tetap pada kedudukannya, sehingga panjang
langkah potong tidak berubah.
c. Kunci kepala pahat, untuk mengunci pahat yang terpasang
d. Pengatur kedudukan ram, untuk mengatur kedudukan ram pada posisi yang
diinginkan
e. Hantaran ulir, untuk mengatur besarnya kedalaman pemakanan pahat pada
benda kerja.
f. Hendel pahat, berfungsi untuk menyetel kedudukan pahat.
g. Kotak lonceng, berfungsi agar pahat tidak menyayat benda kerja saat kembali
ke posisi awal.

4
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
h. Meja kerja, berfungsi sebagai tempat peletakan benda kerja, biasanya terdapat
ragum diatasnya.
i. Motor listrik, berfungsi sebagai sumber daya untuk menjalankan mesin.
j. Tuas kecepatan, berfungsi untuk mengatur kecepatan gerakan ram.
k. Dial panjang langkah, berfungsi untuk mengatur panjang langkah pemakanan.
l. Hantaran vertikal dan horisontal, berfungsi agar meja kerja dapat bergerak
vertikal dan horisontal.

B. Pengerjaan Mengetam

 Sekrap datar

Menyekrap datar adalah bahwa gerak menyayatnya kearah mendatar dari kiri ke
kanan atau dari kanan ke kiri, arah gerakan pahat tersebut tergantung pada posisi pahat
atau dari bentuk sudut-sudut bebasnya, jika pahat tersebut berbentuk pahat kanan maka
penyayatannya dimulai dari sebelah kanan ke kiri dan sebaliknya.

 Sekrap Tegak

Menyekrap tegak maka gerak penyayatannya pahat berlangsung dari atas ke arah
bawah secara tegak lurus, dalam hal ini pergerakkan sayatan pahat dilakukan dengan
memutar eretan pahat dengan tangan. Tebal pemakanan hendaknya tipis saja ± 0,5 mm

 Sekrap Sudut

Jika menyekrap bagian yang menyudut maka gerak penyayatannya di lakukan


dengan memutar eretan pahat yang kedudukannya menyudut sesuai dengan besarnya
sudut yang di sekrap.

 Sekrap Alur

Alur yang dapat disekrap adalah alur terus luar, alur terus dalam, alur buntu dan
alur tembus.

5
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
C. Rumus-Rumus Yang Digunakan

1. Waktu Langkah Potong (tc)


L
tc = (menit)
Vc
Dimana : L = Panjang langkah potong (mm)
Vc = 8000 mm/menit (jenis pahat cor kelabu)

2. Waktu Langkah Balik (tr)


L
tr = (menit)
Vr
Dimana : Vr = Kecepatan balik = (3.Vc / 2) (mm/menit)

3. Waktu Langkah Total (ttot)


ttot = tc + tr (menit)

4. Banyaknya Waktu Yang Diperlukan (S)

a. Langkah pemakanan lebar awal :


W
S1 = (langkah)
F1
Dimana : F1 = Hantaran awal (mm)

b. Langkah pemakanan lebar akhir :


W
S1 = (langkah)
F2
Dimana : F2 = Hantaran akhir (mm)
W = Lebar pemakanan benda kerja (mm)

5. Banyaknya Langkah Total (Stot)


Stot = ( X1 . S1 ) + (X2 . S2 ) (langkah)
Dimana : X1 = Banyaknya langkah pemakanan turun awal
h
= 1 (langkah)
d1
X2 = Banyaknya langkah pemakanan turun akhir
h
= 2 (langkah)
d2
h1 = Kedalaman pemakanan awal benda kerja (mm)
d1 = Besarnya kedalaman pemakanan awal = 0,5 mm
h2 = Kedalaman pemakanan akhir benda kerja (mm)
d2 = Besarnya kedalaman pemakanan akhir = 0,25 mm

6. Waktu Pengerjaan Total (T)


T = Stot . ttot (menit)

6
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
Bab III: Praktikum dan Permesinan

3.1 Peralatan Yang Digunakan

a. Kacamata
b. Koin
c. Benda kerja
d. Gambar kerja
e. Paralel
f. Pahat (Alur,Netral,Rata Kanan)
g. Kuas
h. Penyiku
i. Jangka sorong
j. Palu plastic/karet
k. Kikir
l. Air pendingin (coolant)
m. Penitik
n. Palu
o. Kunci L
p. Kunci 17-19
q. Kunci 22-24

3.2 Cara Kerja

1. Buka ragum pada mesin sekrap kemudian tempatkan benda kerja lalu tutup
kembali.Pastikan benda kerja tercapit dengan kuat pada ragum.
2. Nyalakan mesin sekrap, kemudian atur posisi dan panjang langkah sampai didapat
langkah 10 mm kedepan dan 20mm kebelakang benda kerja
3. Ukur dan dan beri tanda pada benda kerja dengan panjang 41mm dan tebal 51mm.
4. Lakukan pemakanan pada sisi panjang, sisi lebar dan tebal di masing - masing kedua
bagian sisinya sampai didapatkan permukaan yang rata pada benda kerja
5. Lakukan pemakanan sampai didapat panjang, lebar dan tebal yang sesuai dengan
perintah gambar kerja
6. Cek Benda kerja dengan penyiku. Jika benda belum membentuk 90º kikir hingga rapih
dan membentuk 90º disetiap permukaan sudutnya
7. Setelah sesuai dengan ukurannya, pola pada benda kerja yaitu membuat coakan di sisi
kanan kiri dengan ukuran panjang 5mm dan kedalaman 5mm, kemudian membuat
coakan atas dan bawah dengan panjang 5mm dan kedalaman 17mm dan 12mm dan
tidak lupa untuk membuat bentuk V pada sisi atas dan bawah dengan diameter 27mm
dan 19mm.
8. Buat lah coakan pada sisi kanan dan kiri dengan ukuran panajang 5mm dan kedalaman
5mm dan coakan pada atas bawah dengan panjang 5mm dan kedalaman 17mm dan
12mm.

7
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
9. Buatlah bentuk V dengan cara menyekrap dengan bentuk tangga dari kanan dan kiri.
Kemudian posisikan pahat dengan kemiringan 45º lakukan penyekrapan dengan cara
menurun.
10. Setelah itu kikir lah sisi demi sisi dan coakan demi coakan agar hasilnya halus dan
bersih dari beram tajam.

8
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
3.3 Hasil

9
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
BAB IV: Analisa Data dan Perhitungan

4.1 Perhitungan

Putaran:
𝑉𝑐
𝑛= 2𝐿
25
𝑛= = 227,27
2 𝑥 55

Waktu Langkah Potong:


L
tc = (menit)
Vc

55
tc =
25
= 2,2
Panjang Langkah
L = P + 10 mm
L = 45 + 10

10
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
Bab V : Kesimpulan

Mesin sekrap atau mesin ketam adalah mesin yang memiliki fungsi untuk merubah
ukuran dan bentuk suatu benda kerja. Mesin sekrap memiliki banyak jenis diantaranya adalah
mesin sekrap horizontal, vertikal, dan mesin sekrap penggunaan khusus. Mesin sekrap
horizontal biasanya digunakan pada pekerjaan produksi maupun pekerjaan ruang perkakas,
sedangkan mesin sekrap vertikal biasanya digunakan untuk pembuat celah dan pembuat
kedudukan pasak.
Mesin sekrap dioperasikan dengan cara mengatur langkah, kecepatan pemakanan, dan
kedalaman pemakanan. Pengoperasian mesin sekrap juga harus memerhatikan segi K3. Jangan
sampai menyebabkan kerugian terutama pada manusia.

11
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP
Daftar Pustaka

https://www.masukuniversitas.com/contoh-kata-pengantar/
https://fariedpradhana.wordpress.com/2012/04/20/mesin-sekrap/
http://gantz-b.blogspot.co.id/2015/01/mesin-sekrap.html
http://pusat-lingkaran.blogspot.co.id/2016/09/pengertian-mesin-sekrap-bagian-utama-
dan.html
Jurnal permesinan
Amstead, B,H. Phillip F. Ostwald. Myron L. Begeman. Bambang Priambodo. 1981. Indonesia:
Penerbit Erlangga

12
LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP