Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wataala, karena berkat
rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Penyakit Akibat Kerja.
Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah SIKK (Sanitasi Industri dan
Keselamatan Kerja).
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi
sempurnanya makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ........................................................................................... i
Daftar Isi ...................................................................................................... ii
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan masalah .............................................................................. 2
C. Tujuan ................................................................................................ 2
Bab II Pembahasan
A. Penyakit Akibat Kerja ....................................................................... 3
B. Penyebab Penyakit Akibat Kerja ...................................................... 3
C. Macam-Macam Penyakit di Udara .................................................... 3
D. Faktor-Faktor Penyebab Penyakit akibat Kerja ................................ 6
E. Pencegahan Penyakit Akibat Kerja ................................................... 7
Bab III Penutup
A. Kesimpulan ........................................................................................ 9
B. Saran .................................................................................................. 9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan di Indonesia


secara umum diperkirakan termasuk rendah. Padahal kemajuan perusahaan sangat
ditentukan peranan mutu tenaga kerjanya. Karena itu disamping perhatian
perusahaan, pemerintah juga perlu memfasilitasi dengan peraturan atau aturan
perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Nuansanya harus bersifat
manusiawi atau bermartabat. Keselamatan kerja telah menjadi perhatian di
kalangan pemerintah dan bisnis sejak lama. Faktor keselamatan kerja menjadi
penting karena sangat terkait dengan kinerja karyawan dan pada gilirannya pada
kinerja perusahaan. Semakin tersedianya fasilitas keselamatan kerja semakin sedikit
kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.
Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja (KK) di kalangan petugas
kesehatan dan non kesehatan kesehatan di Indonesia belum terekam dengan baik.
Sebagai faktor penyebab, sering terjadi karena kurangnya kesadaran pekerja dan
kualitas serta keterampilan pekerja yang kurang memadai. Banyak pekerja yang
meremehkan risiko kerja, sehingga tidak menggunakan alat-alat pengaman
walaupun sudah tersedia.
Setiap orang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuan hidupnya. Dalam
bekerja Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan faktor yang sangat
penting untuk diperhatikan karena seseorang yang mengalami sakit atau kecelakaan
dalam bekerja akan berdampak pada diri, keluarga dan lingkungannya. Salah satu
komponen yang dapat meminimalisir Kecelakaan dalam kerja adalah tenaga
kesehatan. Tenaga kesehatan mempunyai kemampuan untuk menangani korban
dalam kecelakaan kerja dan dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat
untuk menyadari pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas, maka permasalahan yang


akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana memahami penyakit akibat
kerja serta mencegah penyakit yang disebabkan saat kerja guna meningkatkan
keselamatan dan kesehatan kerja.

C. Tujuan

Untuk memberikan informasi kepada pembaca agar lebih mengerti tentang


penyakit yang diakibatkan kerja dan dapat mengurangi korban kecelakaan kerja
guna meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penyakit Akibat Kerja
Sebuah hal yang subtansi dari kehidupan kita adalah pentingnya pekerjaan,
karena dengan bekerja kita dapat menghidupi kehidupan kita secara jasmani,
namun kadang dengan pekerjaan membuat seluruh organ-organ tubuh jenuh
dengan aktifitas yang sering kita lakukan. Sehingga organ tubuh mengalami sutu hal
yang membuat kita merasa sakit, untuk memahami lebih dalam kami akan
mendefinisikan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan.
Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat
kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Dengan demikian penyakit akibat
kerja merupakan penyakit yang artifisual atau man made disease.

B. Penyebab Penyakit Akibat Kerja


Tedapat beberapa penyebab PAK yang umu terjadi di tempat kerja, berikut
beberapa jenisnya yang digolongkan berdasarkan penyebab dari penyakit yang ada
di tempat kerja.
1. Golongan fisik: bising, radiasi, suhu ekstrim, tekanan udara, vibrasi,
penerangan
2. Golongan kimiawi: semua bahan kimia dalam bentuk debu, uap, gas, larutan,
kabut
3. Golongan biologik: bakteri, virus, jamur, Dll
4. Golongan fisiologik/ergonomik: desain tempat kerja, beban kerja
5. Golongan psikososial: stres psikis, monotomi kerja, tuntutan pekerjaan, Dll

C. Macam-Macam Penyakit Di Udara


Pencemaran udara oleh partikel dapat disebabkan karena peristiwa alamiah
dan dapat pula disebabkan karena ulah manusisa, lewat kegiuatan industry dan
teknologi. Partikel yang mencenari udara banyak macam dan jenisnya, tergantung
pada macam dan jenis kegiatan industri dan teknologi yang ada. Partikel-partikel
udara sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umunyaudara yang tercemar oleh
partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan atau
pneumoconiosis.
Pneumoconiosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh adanya
partikel (debu) yang masuk atau mengendap didalam paru-paru. Penyakit
Pneumoconiosis banyak jenisnya, tergantung dari jenis partikel (debu) yang masuk
ataub terhisap kedalam paru-paru. Beberapa jenis penyakit Pneumoconiosis yang
banyak dijumpai di daerah yang memiliki banyak kegiatan industry dan teknologi,
yaitu silikosis, asbestosis, bisinosisi, antrakosis, dan beriliosis.
1. Penyakit Silikosis
Penyakit silikosis disebabkan oleh pencemaran debu silika bebas, berupa SiO2,
yang terhisap masuk ke dalam paru-paru dan kemudian mengendap. Debu silica
bebas ini banyak terdapat di pabrik besi dan baja, keramik, pengecoran beton ,
bengkel yang mengerjakan besi (mengikir, menggerinda, dll). Selain dari itu,
debu silika juga banyak terdapat di tempat penampang besi, tima putih dan
tambang batu bara. Pemakaian batu bara sebagai bahan bakar juga banyak
menghasilkam debu silica bebas SiO2. Pada saat dibakar, debu silica akan
keluar dan terdispersi ke udara bersama-sama dengan partikel yang lainya,
seperti debu alumunia, oksida besi dan karbon dalam bentuk debu. Tempat
kerja yang potensial untuk tercemari oleh debu silika perlu mendapatkan
pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja dan longkungan yamg ketat sebab
penyakit silikosis belum ada obatnya yang tepat.
2. Penyakit Asbestosis
Penyakit asbestosis adalah penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh debu
atau serat asbes yang mencemari udara. Asbes adalah campuran dari berbagai
macam silikat, namun yang paling utama adalah Magnesium silikat. Debu asbes
banyak dijumpai pada pabrik dan industri yang menggunakan asbes, pabrik
pemintalan serat asbes, pabrik beratap asbes dan lain sebagainya. Debu asbes
yang terhirup ke dalam paru-paru akan mengakibatkan gejala sesak nafas dan
batuk-batuk yang disertai dahak. Ujung-ujung jari penderitanya akan tampak
besar/melebar. Apabila dilakukan pemeriksaan pada dahak maka akan tampak
debu asbes dalam dahak tersebut. Pemakaian asbes untuk berbagai macam
keperluan kiranya perlu diikuti dengan kesadaran akan keselamatan dan
kesehatan lingkungan agar jangan mengakibatkan asbestosis ini.
3. Penyakit Bisnosis
Penyakit bisnosis adalah penyakit yang disebabkan oleh pencemaran debu kapas
atau serat kapas di udara yang kemudian terhisap kedalam paru-paru.
Pencemaran ini dapat dijumpai pada pabrik pemintalan kapas, pabrik tekstil,
perusahaan atau pergudangan kapas. Masa inkubasi penyakit bisnosis cukup
lama, yaitu sekitar 5 tahun. Tanda-tanda awal penyakit bisnosis ini berupa sesak
nafas, terasa berat pada dada, terutama peda hari senin (yaitu hari awal kerja
pada setiap minggu). Pada bisnosis yang sudah lanjut atau berat, penyakit
tersebut biasanya juga diikuti dengan penyakit bronchitis kronis dan mungkin
juga disertai dengan emphysema.
4. Penyakit Antrakosis
Penyakit antrakosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh
debu batu bara, penyakit ini biasanya dijumpai pada pekerja-pekerja tambang
batubara atau pada pekerja-pekerja yang banyak melibatkan penggunaan
batubara, seperti pengumpa batuabara pada tanur besi, lokomotif (stoker), dan
juga pada kapal laut bertenaga batubara, serta pekerja boiler pada pusat Listrik
Tenaga Uap berbahan bakar batubara. Penyakit antrakosis ada tiga macam,
yaitu: penyakit antrakosis murni, penyakit silikoantrakosis, dan penyakit
tuberkolosilkoantrakosis.
5. Penyakit Beriliosis
Udara yang tercemar oleh debu logam berilium, baik yang berupa logam murni,
oksida, sulfat, maupun dalam bentuk halogenida, dapat menyebabkan penyakit
saliran pernafasan yang disebut beriliosis. Debu logam tersebut dapat
menyebabkan nasoparingtis, bronchitis, dan pneumonitis yang ditandai dengan
gejala sedikit demam, batuk kering, dan sesak nafas. Penyakit beriliosis dapat
timbul pada pekreja-pekerja industry yang menggunakan logam campuran
berilium, tembaga, pekerja pada pabrik fluoresen, pabrik pembuatan tabung
radio, dan juga pada pekerja pengolahan bahan penunjang industri nuklir.

D. Faktor - Faktor Penyebab Penyakit Akibat Kerja


1. Faktor Fisik
· Suara tinggi atau bising dapat menyebabkan ketulian
· Temperature atau suhu tinggi dapat menyebabkan Hyperpireksi, Miliaria,
Heat Cramp, Heat Exhaustion, Heat Stroke
· Radiasi sinar elektromagnetik infra merah dapat menyebabkan katarak
· Ultraviolet dapat menyebabkan konjungtivitis
· Radio aktif/alfa/beta/gama/X dapat menyebabkan gangguan terhadat sel
tubuh manusia
· Tekanan udara tinggi menyebabkan Coison Disease
· Getaran menyebabkan Reynaud’s Desiase, ganguan metabolisme,
Polineurutis

2. Faktor Kimia
· Asal: bahan baku, bahan tambahan, hasil sementara, hasil
samping(produk), sisa produksi atau bahan buangan
· Bentuk: zat padat, cair, gas, uap maupun partikel
· Cara masuk tubuh dapat melalui saluran pernafasan, saluran
pencerrnaan, kulit dan mukosa
· Masuknya dapat secara akut dan sevara kronis
· Efek terhadap tubuh: iritasi, alergi, korosif, asphyxia, keracunan
sistematik, kanker, kerusakan kelainan janin.
3. Faktor Biologi
· Viral Desiases: rabies, hepatitis
· Fungal Desiases: Anthrax, Leptospirosis, Brucellosis, TBC, Tetanus
· Parasitic Desiases: Ancylostomiasis, Schistosomiasis
4. Faktor Ergonomi/Fisiologi
· Akibat cara kerja , posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja yang salah,
dan kontruksi yang salah
· Efek terhadap tubuh: kelelahan fisik, nyeri otot, deformirtas tulang,
perubahan bentuk, dislokasi, dan kecelakaan
5. Faktor Psikologi
· Akibat organisasi kerja (type kepemimpinan, hubungan kerja komunikasi,
keqmanan), type kwerja (monoton, berulang-ulang, kerja berlebihan, kerja
kurang, kerja shif, dan terpencil)
· Manifestasinya berupa stress

E. Pencegahan Penyakit Akibat Kerja


Inilah beberapa tips dalam mencegah penyakit kerja, diantaranya:
1. Pakailah alat pelindung diri secara benar dan teratur
2. Kenali resiko pekerjaan dan cegah supayah tidak terjadi lebih lanjut
3. Segara akses tempat kesehatan terdekat apabila terjadi luka yng
berkelanjutan
Selain itu terdapat pula beberapa pencegahan lain yang dapat ditempuh agar
bkerja bukan menjadi lahan untuk menuai penyakit.
a) Pencegahan Pimer – Healt Promotion
· Perilaku kesehatan
· Faktor bahaya di tempat kerja
· Perilaku kerja yang baik
· Olahraga
· Gizi
b) Pencegahan Skunder – Specifict Protection
· Pengendalian melalui perundang-undangan
· Pengendalian administrative/organisasi: rotasi/pembatasn jam
kerja
· Pengendalian teknis: subtitusi, isolasi, alat pelindung diri (APD)
· Pengendalian jalur kesehatan imunisasi
c) Pencegahan Tersier
· Pemeriksaan kesehatan pra-kerja
· Pemeriksaan kesehatan berkala
· Pemeriksaan lingkungan secara berkala
· Surveilans
· Pengobatan segera bila ditemukan gangguan pada kerja
· Pengendalian segera ditempat kerja
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebagai suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha,
kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 diharapkan dapat menjadi upaya
preventif terhadap timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja
dalam lingkungan kerja. Pelaksanaan K3 diawali dengan cara mengenali hal-hal
yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan
kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian. Tujuan dari dibuatnya
sistem ini adalah untuk mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan
kerja dan penyakit akibat hubungan kerja.
Peran tenaga kesehatan dalam menangani korban kecelakaan kerja adalah
menjadi melalui pencegahan sekunder ini dilaksanakan melalui pemeriksaan
kesehatan pekerja yang meliputi pemeriksaan awal, pemeriksaan berkala dan
pemeriksaan khusus. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit pada tempat
kerja dapat dilakukan dengan penyuluhan tentang kesehatan dan keselamatan
kerja.

B. Saran
Kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting dalam pembangunan karena
sakit dan kecelakaan kerja akan menimbulkan kerugian ekonomi (lost benefit) suatu
perusahaan atau negara olehnya itu kesehatan dan keselamatan kerja harus dikelola
secara maksimal bukan saja oleh tenaga kesehatan tetapi seluruh masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Poerwanto, Helena dan Syaifullah. Hukum Perburuhan Bidang Kesehatan dan


Keselamatan Kerja. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia,
2005.

Silalahi, Bennett N.B. [dan] Silalahi,Rumondang.1991. Manajemen keselamatan dan


kesehatan kerja.[s.l]:Pustaka Binaman Pressindo.

Suma'mur .1991. Higene perusahaan dan kesehatan kerja. Jakarta :Haji Masagung

Suma'mur .1985. Keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. Jakarta :Gunung Agung,
1985
Sumber Lain :
http://alfa1995.blogspot.co.id/2012/09/makalah-tentang-anemia-apalastik.html