Anda di halaman 1dari 14

DIPONEGORO LAW REVIEW

Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016


Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

PENYELESAIAN KREDIT MACET KENDARAAN BERMOTOR


DENGAN JAMINAN FIDUSIA
(STUDI KASUS PADA PT. NUSA SURYA CIPTADANA SEMARANG)

Auliana Ellsya*, Kashadi, Siti Malikhatun Badriyah


Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro
E-mail : aulianaellsya@gmail.com

Abstrak

Hadirnya lembaga pembiayaan konsumen sebagai jawaban atas kebutuhan hidup


masyarakat, karena tidak semua lapisan masyarakat mampu memenuhi segala kebutuhannya secara
tunai. pemberian kredit kendaraan bermotor dengan Jaminan Fidusia yang dilakukan oleh PT.
Nusa Surya Ciptadana Semarang dengan debitor dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap
pembebanan jaminan fidusia yang dilakukan pada kantor notaris, guna mendapatkan akta jaminan
fidusia (AJF) dan tahap selanjutnya yaitu pendaftaran benda jaminan fidusia pada kantor
pendaftaran jaminan fidusia yang dilakukan secara online, sebelum melakukan kedua tahap
tersebut PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang telah melakukan analisis secara mendalam terhadap
calon debitor, hal ini untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya kredit macet, namun apabila
hal-hal yang tidak diinginkan tersebut tetap terjadi dikemudian hari maka penyelesaian kredit
macet dibuat dengan mekanisme yang sangat sederhana, sebelum melakukan proses penyitaan
(eksekusi) PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang akan melakukan langkah yang bersifat
kekeluargaan seperti mengingatkan kembali debitor akan angsuran yang belum dibayarkan melalui
Desk Call dan / atau SMS, memberikan somasi (surat peringatan) serta kunjungan petugas, namun
bila ternyata debitor memang dirasa tidak mampu untuk meneruskan pelunasan kredit, maka pihak
PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang akan melakukan eksekusi dan eksekusi tersebut bertujuan
untuk mengurangi kerugian bagi PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang selaku kreditor.

Kata kunci : Perjanjian, Kredit Macet, Jaminan Fidusia

Abstract

The present of the consumer finance institutions in response to community needs ,


because not all levels of society are able to meet all their needs in cash. The result obtained are
lending a motorcycle with fiduciary conducted by PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang with
debtors done in three stages, namely stage loading fiduciary conducted at notary offices, in order
to obtain the deed of fiduciary (AJF) and the next stage of the registration of objects fiduciary at
the registration office fiduciary done online, before the second stage of the PT. Nusa Surya
Ciptadana Semarang has conducted in-depth analysis of the debtors, this is to minimize the
possibility of bad loans, but when things are not desired still occur in the future settlement of bad
loans made by a very simple mechanism, before the foreclosure process (execution) PT. Nusa
Surya Ciptadana Semarang will perform a step that is familial like remind the debtor would
installments and paid via Desk Call and / or SMS, giving subpoena (warning letter) as well as visit
the concierge, but when it turned the debtor is deemed unable to continue the loan repayment, then
the PT. Ciptadana Nusa Surya Semarang will perform the execution and the execution aiming to
reduce the losses for PT. Nusa Surya Semarang Ciptadana as creditors.

Keywords : Agreement , Bad Loans , Fiduciary

1
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

I. PENDAHULUAN memperoleh keyakinan tersebut


Pesatnya pertumbuhan sebelum memberikan kredit harus
pembiayaan konsumen di Indonesia melakukan penilaian yang cermat
menunjukkan tingginya minat dan seksama terhadap karakter,
masyarakat untuk membeli barang kemampuan, modal, agunan dan
dengan cara mencicil. prospek usaha dari debitor.
Bagi masyarakat berpenghasilan Dalam pemberian kredit sudah
rendah hadirnya lembaga pasti dengan perjanjian dan juga
pembiayaan konsumen ini memiliki adanya suatu jaminan. Salah satu
arti penting.1Munculnya praktek lembaga jaminan yang dikenal
pembiayaan dengan sistem adalah "Fidusia". Pemerintah telah
pembiayaan konsumen disebabkan menerapkan kebijaksanaan
oleh faktor-faktor sebagai berikut:2 perkreditan melalui lembaga-
1. Karena sulitnya bagi sebagian lembaga keuangan, milik pemerintah
masyarakat mempunyai akses maupun milik swasta, yang
untuk mendapatkan kredit bank memberikan kredit dengan bunga
yang selalu diikat dengan rendah dan kemudahan-kemudahan
agunan. lainnya. Jadi, prosedur yang
2. Sistem pembayaran formal diterapkan dalam memperoleh kredit
melalui koperasi tidak tersebut haruslah mudah dan cepat.
berkembang seperti yang Salah satu faktor dominasi
diharapkan. eksekusi jaminan fidusia di
3. Sumber dana formal seperti multifinance adalah kemungkinan
pegadaian memiliki banyak adanya kredit bermasalah kendaraan
keterbatasan atau sistem yang roda dua. Meski secara umum kredit
kurang fleksibel. bermasalah di lembaga pembiayaan
relatif kecil dibandingkan dengan
Lembaga pembiayaan konsumen permasalahan yang sama di lembaga
dalam memberikan kredit harus perbankan, tetap saja masalah seperti
sesuai dengan prinsip yang tertuang ini hampir pasti dialami oleh setiap
dalam Pasal 8 Undang-undang lembaga pembiayaan konsumen.
Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perjanjian kredit tersebut apabila
Undang-undang Perbankan, dalam pihak debitor wanprestasi, maka
memberikan kredit, kreditor wajib pihak kreditor berhak untuk menarik
mempunyai keyakinan atas benda jaminan dari kekuasaan
kemampuan dan kesanggupan debitor, kemudian pihak kreditor
debitor untuk melunasi hutangnya menjual benda jaminan di muka
sesuai dengan yang telah umum yang mana hasil dari
diperjanjikan. Sedangkan dalam penjualan benda jaminan tersebut
penjelasan Pasal 8 tersebut akan diperhitungkan kemudian
dijelaskan, bahwa kreditor untuk dengan piutang debitor.

1
Sunaryo, Hukum Lembaga Pembiayaan, II. METODE
(Jakarta: Sinar Grafika, 2009), hlm 112. Metode pendekatan yang
2
Munir Fuady, Hukum Tentang digunakan dalam penelitian ini
Pembiayaan Konsumen, (Bandung: PT. Citra adalah pendekatan yuridis empiris,
Aditya Bakti, 2002), hlm 164.

2
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

yang dimaksud yuridis empiris yaitu penelitian adalah dengan


pendekatan yang bertujuan untuk memaparkan keadaan objek yang
memperoleh pengetahuan tentang diselidiki sebagaimana adanya,
bagaimana hubungan hukum dengan berdasarkan faktor-faktor aktual pada
masyarakat dengan faktor-faktor saat sekarang.
yang mempengaruhi pelaksanaan
hukum dalam masyarakat. III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pendekatan ini dilakukan
dengan mengadakan penelitian A. Perjanjian Kredit Dengan
langsung di lapangan dengan tujuan Jaminan Fidusia Terhadap
untuk mengumpulkan data yang Kendaraan Bermotor di PT.
objektif yang disebut sebagai data Nusa Surya Ciptadana
primer3, dan menurut Abdulkadir Semarang
Muhammad menyebut pendekatan
yuridis empiris sebagai pendekatan Kendaraan bermotor saat ini
normatif empiris karena dalam merupakan sebuah alat transportasi
penelitian mengenai yang sudah menjadi kebutuhan
pemberlakuan/implementasi primer bagi masyarakat, namun
ketentuan hukum normatif untuk memilkinya tidak semua
(kodifikasi, Undang-Undang, lapisan masyarakat dapat membeli
kontrak) secara in action pada setiap dengan cara tunai dan PT. Nusa
peristiwa hukum tertentu yang terjadi Surya Ciptadana Semarang hadir
dalam masyarakat4. sebagai salah satu solusi.
Spesifikasi penelitian yang Dengan hadirnya PT. Nusa
digunakan adalah penelitian Surya Ciptadana maka bagi
deskriptif analitis, yaitu penelitian masyarakat yang memerlukan
yang berusaha menentukan bantuan kredit kendaraan bermotor
pemecahan masalah yang ada merek Honda dapat mengajukan
sekarang berdasarkan data-data, permohonan kredit pada PT. Nusa
menyajikan data, menganalisis, dan Surya Ciptadana Semarang dengan
menginterpretasi. Penelitian tahapan pertama yaitu mengisi
deskriptif analitis menggambarkan formulir permohonan pengajuan
peraturan perundang-undangan yang kredit dengan melengkapi beberapa
dikaitkan dengan teori-teri hukum dokumen.
dan praktik pelaksanaan hukum Dokumen-dokumen yang
positif yang menyangkut diperlukan untuk pengajuan kredit di
permasalahan yang dihadapi.5 PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang
Dalam arti lain prosedur atau diantaranya yaitu:6
cara memecahkan permasalahan 1. Foto copy KTP (Kartu Tanda
Penduduk) Pemohon dan
3
Abdulkadir muhammad, Hukum dan Penjamin
Penelitian Hukum, (Bandung: Citra Aditya 2. Foto copy KK (Kartu Keluarga)
Bakti, 2004), hlm 53.
4
Ibid, Hal. 134.
5
Ronny Hanitjo Soemitro, Metode 6
Wawancara dengan Legal Asset Racovery
Penelitian Hukum dan Jurimetri, (Jakarta : Officer PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang,
Ghalia Indonesia, 2004) hlm 98. Senin 07 Desember 2015.

3
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

3. Rekening listrik atau rekening yang tidak mempunyai itikad baik


PDAM atau SPPT sejak awal pengajuan kredit.7
4. Slip gaji untuk karyawan PT. Nusa Surya Ciptadana
5. Surat keterangan penghasilan bagi Semarang menyeleksi calon nasabah
wiraswasta sesuai dengan kriteria yang telah
Kelengkapan dokumen yang ditetapkan, beberapa kriteria dari
disebutkan di atas sangat diperlukan calon nasabah yang kreditnya
oleh PT. Nusa Surya Ciptadana disetujui yaitu sebagai berikut:8
Semarang karena merupakan salah 1. Karakter calon nasabah baik.
satu faktor yang menjadi bahan 2. Calon nasabah belum pernah
pertimbangan diterima atau mengajukan kredit di PT. Nusa
ditolaknya kredit yang diajukan oleh Surya Ciptadana, namun jika
debitor. calon nasabah sudah pernah
Tahap selanjutnya yang harus mengajukan atau nasabah RO
dilakukan calon nasabah yaitu (Repeat Order) maka di lihat dari
menyerahkan segala dokumen historis pembayaranya, jika
pengajuan permohonan kredit. pembayarannya lancar maka calon
Lembar permohonan wajib nasabah disetujui untuk
deserahkan pada bagian penerimaan melakukan kredit lagi di PT. Nusa
kredit untuk diproses lebih lanjut Surya Ciptadana Semarang,
oleh PT. Nusa Surya Ciptadana namun bila calon nasabah pada
Semarang. Proses yang dimaksud kredit sebelumnya sering
adalah memverifikasi kelengkapan mengalami penunggakan
dan kebenaran data yang diberikan pembayaran angsuran dan terjadi
oleh calon nasabah agar pengajuan kredit tidak lancar maka calon
kredit debitor disetujui. nasabah tidak disetujui untuk
Setelah melakukan penyeleksian melakukan kegiatan kredit
dokumen, PT. Nusa Surya Ciptadana kembali pada PT. Nusa Surya
Semarang segera menentukan calon Ciptadana Semarang.
nasabah mana yang lolos tahap 3. Calon nasabah tidak bertempat
selanjutnya dan calon nasabah mana tinggal di daerah black list.
yang tidak lolos syarat administrasi, 4. Calon nasabah mempunyai
kemudian bagi calon nasabah yang pekerjaan yang jelas (bukan
telah memenuhi segala kriteria pereman / pengangguran).
persyaratan maka PT. Nusa Surya Setelah menetapkan beberapa
Ciptadana Semarang akan kriteria diatas PT. Nusa Surya
melakukan analisa kredit terhadap Ciptadana Semarang juga memiliki
calon nasabah, hal tersebut penting beberapa hal yang harus di
bagi PT. Nusa Surya Ciptadana
Semarang untuk melakukan analisa
terhadap calon debitornya guna
manghindari terjadinya wanprestasi 7
Wawancara dengan Legal Asset Racovery
atau kredit bermasalah oleh debitor Officer PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang,
Senin 07 Desember 2015.
8
Wawancara dengan Legal Asset Racovery
Officer PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang,
Senin 07 Desember 2015.

4
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

perhatikan dalam mengabulkan dibuat PT. Nusa Surya Ciptadana


kredit bagi calon pemohon, yaitu:9 Semarang sebagai kreditor dihadapan
1. Melakukan pengecekan terhadap Notaris MARIA NOVA
lingkungan, hal tersebut tentunya LENAWATI, SH, MH.Adv, M.Kn
berhubungan dengan karakter, selaku kuasa dari PT. Nusa Surya
kondisi keuangan, kapasitas Ciptadana Semarang yang
dan/atau kondisi rumah calon berkedudukan di Jawa Tengah, dan
pemohon. dalam tahap ini akan diperoleh Akta
2. Melakukan pengecekan terhadap Jaminan Fidusia (AJF).11
status kepemilikan rumah yang Setelah mendapatkan AJF tahap
jelas, apakah milik sendiri, milik selanjutnya yaitu pendaftaran
keluarga, kontrak dan atau kost. jaminan fidusia yang dilakukan oleh
3. Pengguna sepeda motor harus kuasa dari PT. Nusa Surya Ciptadana
pemohon / penjamin / keluarga Semarang secara online, hal tersebut
dalam kartu keluarga. sesuai dengan ketentuan PP No. 21
4. Hal lain yang di perhatikan dalam tahun 2015 tentang Tata Cara
mengabulkan permohonan kredit Pendaftaran Jaminan Fidusia dan
adalah kemampuan bayar calon Biaya Pembuatan Akta Jaminan
nasabah. Fidusia, dan PT. Nusa Surya
Faktor-faktor yang harus Ciptadana selalu melakukan
dimilki oleh debitor (konsumen) itu pembebanan dan pendaftaran
adalah:10 jaminan fidusia sebagaimana diatur
1). Character (watak) dalam Undang-undang No.42 tahun
2). Capacity (kapasitas) 1999 tentang Jaminan Fidusia.12
3). Capital (dana) Setelah melakukan tahap
4). Condition Of Economi (kondisi pendaftaran jaminan fidusia maka
ekonomi) terbitlah sertifikat jaminan fidusia
5). Collateral (jaminan) (SJF). Dengan terbitnya SJF deditor
Setelah dilakukannya analisis berkewajiban untuk membayar
sesuai dengan prinsip 5C maka PT. angsuran secara berkala, dan
Nusa Surya Ciptadana Semarang sistematika pembayaran angsuran
dapat mengeluarkan keputusan untuk pada PT. Nusa Surya Ciptadana
menerima permohonan pengajuan Semarang dapat dilakukan secara
kredit calon debitor tersebut atau langsung atau melalui online. Demi
menolaknya. kemudahan dan kenyamanan dalam
Apabila permohonan kredit melakukan pembayaran angsuran PT.
calon debitor telah mendapat
persetujuan, maka akan dilakukan
tahap selanjutnya, yaitu tahap
pembebanan jaminan fidusia yang

9
Wawancara dengan Legal Asset Racovery 11
Wawancara dengan Legal Asset Racovery
Officer PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang, Officer PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang,
Rabu 09 Desember 2015. Rabu 13 Januari 2015.
10
Badrulzaman, Perjanjian Kredit Bank, 12
Wawancara dengan Legal Asset Racovery
(Bandung : PT. Citra Aditya Bhakti, 1991), Officer PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang,
hlm 81. Rabu 09 Desember 2015.

5
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

Nusa Surya Ciptadana Semarang terhadap calon debitor, sesuai dengan


dapat di bayarkan melalui:13 ketentuan dalam Undang-Undang
1. Kantor cabang PT. Nusa Surya Nomor 10 Tahun 1998 Tentang
Ciptadana Semarang Perbankan, dimana dalam
2. Kantor POS memberikan kredit, kreditor harus
3. BANK mempunyai keyakinan atas
4. Indomaret kemampuan dan kesanggupan
5. Alfamaret debitor untuk melunasi hutangnya
6. Kolektor PT. Nusa Surya sesuai dengan yang diperjanjikan.
Berdasarkan penelitian diatas, Dalam Undang-Undang Nomor
dalam melaksanakan perjanjian 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan,
kredit dengan jaminan fidusia terdapat 2 (dua) jenis ukuran yang
terhadap kendaraan bermotor, PT. dipakai dalam mempertimbangkan
Nusa Surya Ciptadana Semarang apakah suatu permohonan kredit
telah memenuhi syarat-syarat sahnya dapat dikabulkan atau tidak yang
perjanjian sesuai dengan ketentuan pertama adalah the four credit
dalam Pasal 1320 KUHPerdata yang analysis yang terdiri dari personality,
terdiri dari 4 (empat) persyaratan purpose, payment dan prespek, jenis
yaitu terdapat 2 (dua) syarat kedua yaitu the five c’s of credit
subjektif dan 2 (dua) syarat objektif, analysis yaitu terdiri dari caracter,
terpenuhinya 4 (empat) syarat capacity, capital, collateral, dan
tersebut guna mencegah condition of economy.
kemungkinan terjadinya perjanjian Setelah melakukan analisis
yang batal atau batal demi hukum di kredit secara mendalam, dan
kemudian hari. memutuskan untuk memberikan
Dalam pemberian kredit unsur kredit kepada debitor, PT. Nusa
kepercayaan mutlak diperlukan Surya Ciptadana Semarang
sehingga dalam penyaluran kreditnya melakukan tahap-tahap dalam proses
kreditor diwajibkan agar memiliki terjadinya jaminan fidusia, tahap
keyakinan atas kembalinya kredit pertama adalah pembebanan jaminan
yang diberikan kepada debitor fidusia yang diatur dalam Pasal 4 s/d
(konsumen) tersebut tepat pada Pasal 10 UUF, Dalam Pasal 5 UUF
waktu yang telah diperjanjikan, menyebutkan antara lain bahwa
sehingga dengan adanya keyakinan pembebanan benda dengan Jaminan
tersebut pihak kreditor dalam hal ini Fidusia dibuat dengan akta notaris
akan merasa terlindungi hak haknya dalam bahasa Indonesia yang
untuk memperoleh kembali uang merupakan Akta Jaminan Fidusia.
atau barang yang diberikan kepada Berdasarkan Pasal 6 UUF dalam
debitor (konsumen) tersebut secara Akta Jaminan Fidusia selain
kredit. Dalam melaksanakan dicantumkan hari dan tanggal juga
perjanjian kredit, PT. Nusa Surya dicantumkan jam pembuatan akta
Ciptadana Semarang telah tersebut.
melakukan analisis secara mendalam Benda yang dibebankan dengan
jaminan fidusia wajib didaftarkan
Wawancara dengan Legal Asset Racovery
13
berdasarkan PP No. 21 tahun 2015
Officer PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang, tentang tata cara pendaftaran jaminan
Senin 07 Desember 2015.

6
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

fidusia dan biaya pembuatan akta bukti bahwa Penerima Fidusia telah
jaminan fidusia. Pendaftaran mendaftarkan Jaminan Fidusia
dilakukan pada kantor pendaftaran sehingga mempunyai hak untuk
fidusia (online), tujuan pendaftaran mendahului dan hak-hak lain yang
Jaminan Fidusia adalah melahirkan melekat pada Penerima Fidusia
Jaminan Fidusia bagi Penerima menurut ketentuan Undang-undang
Fidusia, memberi kepastian hukum Pasal 14 UUF.
kepada kreditor lain mengenai benda Setelah mendapatkan bukti
yang telah dibebani Jaminan Fidusia pendaftaran, berdasarkan Pasal 6 PP
dan memberi hak yang didahulukan 21 Tahun 2015 Tentang Tata Cara
terhadap kreditor, dan untuk Pendaftaran Jaminan Fidusia dan
memenuhi atas publisitas karena Biaya Pembuatan Akta Jaminan
Kantor Pendaftaran Fidusia terbuka Fidusia pemohon melakukan
untuk umum. pembayaran biaya pendaftaran
Pendaftaran Fidusia pada PT. Jaminan Fidusia melalui bank
Nusa Surya Ciptadana Semarang persepsi berdasarkan bukti
dilakukan oleh Notaris selaku kuasa pendaftaran, kemudian pendaftaran
dari pihak PT. Nusa Surya Ciptadana Jaminan Fidusia dicatat secara
Semarang atau penerima fidusia. Hal elektronik setelah pemohon
tersebut sesuai dengan Pasal 13 ayat melakukan pembayaran biaya
(1) UUF yaitu: “pihak yang pendaftaran Jaminan Fidusia.
mendaftarkan Jaminan Fidusia Jaminan Fidusia lahir pada
adalah Penerima Fidusia kuasa atau tanggal yang sama dengan tanggal
wakilnya dengan melampirkan Jaminan Fidusia dicatat secara
pernyataan pendaftaran Jaminan elektronik pada Kantor Pendaftaran
Fidusia.” Kemudian berdasarkan Fidusia dan sertifikat Jaminan
Pasal 13 UUF Pernyataan Fidusia ditandatangani secara
Pendaftaran Jaminan Fidusia tersebut elektronik oleh Pejabat pada Kantor
harus memuat sekurang-kurangnya: Pendaftaran Fidusia sesuai dengan
1. Identitas pihak Pemberi dan Pasal 7 PP No. 21 Tahun 2015,
Penerima Fidusia kemudian sertifikat Jaminan Fidusia
2. Tanggal, nomor Akta Jaminan dapat dicetak pada tanggal yang
Fidusia, nama, dan tempat sama dengan tanggal Jaminan
kedudukan notaris yang membuat Fidusia dicatat. Setelah mendapatkan
Akta Jaminan Fidusia akta dan sertifikat perjanjian yang
3. Data perjanjian pokok yang mengikat kedua belah pihak, maka
dijamin fidusia munculah hak dan kewajiban baik
4. Uraian mengenai benda yang bagi kreditor maupun debitor.
menjadi Jaminan Fidusia Berdasarkan penelitian dan
5. Nilai penjaminan pembahasan diatas dapat
6. Nilai benda yang menjadi Objek disimpulkan bahwa dalam
Jaminan Fidusia. melakukan perjanjian kredit dengan
Kantor Pendaftaran Fidusia jaminan fidusia, PT. Nusa Surya
kemudian menerbitkan Sertifikat Ciptadana Semarang telah memenuhi
Jaminan Fidusia dan diberikan segala aturan-aturan yang berlaku
kepada Penerima Fidusia sebagai dalam perjanjian dengan jaminan

7
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

fidusia sesuai dengan UUF, sehingga disepakati oleh pihak nasabah


berdasarkan Pasal 1 ayat (2) UUF dan PT. Nusa Surya Ciptadana
“Perjanjian kredit atas kendaraan dimana perjanjian pembiayaan
bermotor yang disusun dengan tersebut merupakan kesepakatan
konsep fidusia memberikan hak bagi kedua belah pihak, karena
mendahului bagi kreditor dan selain perjanjian pembiayaan,
digunakan untuk pelunasan hutang pada saat kontrak perjanjian
debitor jika sewaktu-waktu terjadi pembiayaan ditandatangani oleh
hal yang tidak diinginkan nasabah, nasabah juga
dikemudian hari.” menandatangani Surat Kuasa
Pengambilan Kembali, Surat
B. Penyelesaian Kredit Macet Kuasa Menjual Kendaraan, Surat
dengan Jaminan Fidusia Kuasa Membebankan Jaminan
terhadap Kendaraan Fidusia (SKMJF), Berita Acara
Bermotor di PT. Nusa Surya Serah Terima Kendaraan dan
Ciptadana Semarang Berita Acara Penyerahan
Kembali Kendaraan yang
Penyelesaian terhadap obyek merupakan perjanjian tambahan
jaminan dapat katakan sebagai upaya (Accesoir) yang mengikuti
terakhir kreditor dalam hal ini PT. Perjanjian Pembiayaan
Nusa Surya Ciptadana Semarang 15
(Pokok).
untuk menyelesaikan permasalahan Dengan adanya Surat Kuasa
kredit macet.14 Pengurusan Fidusia maka PT. Nusa
Perlindungan hukum yang Surya Ciptadana dapat mendaftarkan
digunakan oleh PT. Nusa Surya objek jaminan fidusia ke Kantor
Ciptadana Semarang apabila Pendaftaran Fidusia secara online
debitornya melakukan penunggakan guna diterbitkan Sertifikat Jaminan
pembayaran dan atau wanprestasi Fidusia yang berguna untuk
adalah sebagai berikut: melakukan sita jaminan fidusia
1. Perlindungan Hukum Secara apabila debitor wanprestasi
Umum sebagaimana diatur dalam Undang-
Pelindungan hukum secara undang No. 42 tahun 1999 tentang
umum ini diatur dalam Pasal Jaminan Fidusia dan dalam
1131 dan Pasal 1132 KUH melakukan sita jaminan fidusia PT.
Perdata dan Undang undang Nusa Surya Ciptadana Semarang
Nomor 42 Tahun 1999 Tentang mengacu pada Peraturan Kapolri
Jaminan Fidusia. Nomor 8 Tahun 2011 tentang
2. Perlindungan Hukum Secara Pengamanan Eksekusi Jaminan
Khusus 16
Fidusia.
Perlindungan hukum
secara khusus ini terdapat dalam
syarat-syarat umum perjanjian 15
Wawancara dengan Legal Asset
pembiayaan yang telah Racovery Officer PT. Nusa Surya Ciptadana
Semarang, Senin 07 Desember 2015.
Wawancara dengan Legal Asset Racovery
14 16
Wawancara dengan Legal Asset
Officer PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang, Racovery Officer PT. Nusa Surya Ciptadana
Senin 14 Desember 2015. Semarang, Senin 14 Desember 2015.

8
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

Dalam menyelesaikan mengirimkan somasi (peringatan)


permasalahan kredit macet, sebelum pertama (I) setelah keterlambatan
dilakukannya penyitaan pihak PT. melewati 18 hari dari tanggal
Nusa Surya Ciptadana terlebih jatuh tempo dan debitor hanya
dahulu akan menempuh beberapa memiliki batas waktu selama 7
cara yang dilakukan secara bertahap (tujuh) hari kerja untuk
sesuai usia tunggakan keterlambatan, melakukan pelunasan
yaitu sebagai berikut:17 keterlambatan pembayaran
1. PT. Nusa Surya Ciptadana angsuran.
Semarang akan menghubungi 3. Setelah Somasi (surat peringatan)
konsumen atau nasabah yang pertama (I) dikirim dan tidak ada
terlambat melakukan pembayaran itikad baik dari nasabah maka PT.
melalui desk call secara langsung Nusa Surya Ciptadana Semarang
atau mengirimkan pesan melalui akan mengirimkan Somasi (surat
SMS (Sending Message Service) peringatan) kedua (II) atau
kepada debitor. terakhir pada nasabah. Dalam
Proses ini akan dilakukan apabila surat peringatan ini nasabah
terjadi keterlambatan 1 (satu) diberikan kesempatan terakhir
hingga 2 (dua) hari dari tanggal sebelum PT. Nusa Surya
jatuh tempo pembayaran dan Ciptadana Semarang memberikan
fungsi dari proses ini adalah untuk surat penarikan dalam jangka
menginformasikan dan waktu 25 hari. Tidak menutup
mengingatkan nasabah terkait kemungkinan bahwa PT. Nusa
mengenai keterlambatan Surya Ciptadana Semarang akan
pembayaran angsuran yang telah mengirimkan petugasnya guna
jatuh tempo. melakukan penagihan secara
Dalam tahapan ini denda otomatis langsung kepada debitor yang
juga akan dihitung secara system mengalami penunggakan dalam
setelah adanya keterlambatan pembayaran tagihan angsuran,
pembayaran angsuran sepeda dengan kunjungan yang dilakukan
motor yang dihitung setelah lewat maksimal sebanyak 4 (empat) kali
tanggal jatuh tempo dan debitor dalam 1 (satu) bulan dan PT.Nusa
wajib membayar denda yang Surya Ciptadana Semarang akan
besarnya 0,5 % per hari dari nilai menunjuk Kolektor dari Divisi
angsuran; Piutang sebagai wakil dari PT.
2. Bila hal tersebut tidak di indahkan Nusa Surya Ciptadana Semarang
oleh nasabah maka PT. Nusa dalam menangani masalah ini.
Surya Ciptadana Semarang akan 4. Apabila terdapat itikad baik dari
mengirim Somasi (surat nasabah, maka langkah
peringatan) pertama (I) kepada selanjutnya yang dilakukan PT.
nasabah. Divisi Piutang akan Nusa Surya Ciptadana Semarang
adalah mencari solusi terbaik bagi
17
Wawancara dengan Legal Asset nasabah, apakah nasabah akan
Racovery Officer PT. Nusa Surya Ciptadana melakukan pembayaran atau
Semarang, Senin 07 Desember 2015. tidak, jika nasabah masih dapat
melakukan pembayaran maka

9
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

akan dilakukan perubahan jatuh debitor tidak bersedia


tempo atau perpanjang masa tenor menyerahkan barang jaminan
kredit. Perubahan jadwal jatuh fidusia tersebut secara
tempo hanya bisa dilakukan sukarela.
apabila nasabah mengajukan f. Nasabah terkait (debitor)
permohanan perubahan jadwal menyalah gunakan kredit
jatuh tempo, kemudian di ajukan yang diperolehnya.
ke manajemen dan menunggu Kredit macet adalah suatu
persetujuan dari General Manager keadaan dimana debitor sudah tidak
Piutang. sanggup membayar sebagian atau
Berikut beberapa alternatif seluruh kewajibannya kepada
penyelesaian kredit macet yang kreditor seperti yang telah
diberikan oleh PT. Nusa Surya diperjanjikan. Dari hasil penelitian
Ciptadana Semarang yaitu:18 diatas dapat kita lihat bahwa dalam
a. Rescheduling perjanjian kredit meskipun proses
b. Restructuring penyeleksian diawal telah
c. Over Kredit dilaksanakan dengan berbagai cara
d. Over Due untuk menyeleksi calon debitor,
e. Somasi (Surat Peringatan) namun hal-hal yang tidak diinginkan
Berdasarkan hasil wawancara mungkin saja terjadi di kemudian
dengan salah satu Legal Area dari hari, seperti misalnya suatu saat
PT. Nusa Surya Ciptadana debitor mengalami masa-masa sulit
Semarang, terdapat beberapa kendala dan mengakibatkan suatu keadaan
atau hambatan dalam melakukan dimana debitor tidak dapat melunasi
upaya penyelesaian kredit macet pembayaran angsuran, maka
yang sering ditemui oleh PT. Nusa disinilah tugas dan fungsi jaminan
Surya Ciptadana. Hambatan- fidusia sebagai suatu upaya untuk
hambatan yang pada umumnya melindungi kreditor berdasarkan
sering terjadi dalam melakukan ketentuan dalam Pasal 1 ayat (2)
penyelesaian kredit macet kendaraan UUF yaitu: “Jaminan Fidusia adalah
bermotor dengan jaminan fidusia hak jaminan atas benda bergerak
adalah sebagai berikut: baik yang berwujud maupun yang
a. Debitor bersama barang tidak berwujud dan benda tidak
jaminan fidusia tidak bergerak khususnya bangunan yang
diketahui keberadaannya. tidak dapat dibebani hak tanggungan
b. Barang jaminan telah sebagaimana dimaksud dalam
dipindah tangankan. Undang-undang Nomor 4 Tahun
c. Barang jaminan digadaikan 1996 tentang Hak Tanggungan yang
tanpa sepengetahuan kreditor. tetap berada dalam penguasaan
d. Barang jaminan fidusia telah Pemberi Fidusia, sebagai agunan
berubah bentuknya. bagi pelunasan utang tertentu, yang
e. Adanya perlawanan dari memberikan kedudukan yang
pihak debitor dalam hal ini diutamakan kepada Penerima Fidusia
terhadap kreditor lainnya..
Wawancara dengan Legal Asset Racovery
18
Dalam melakukan penyelesaian
Officer PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang, terhadap kredit macet, PT. Nusa
Senin 14 Desember 2015.

10
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

Surya Ciptadana Semarang Sebelum dikeluarkannya UUF


menyelesaikan persoalan tersebut perlindungan hukum yang digunakan
dengan berbagai tahap, salah satunya lembaga pembiayaan dalam hal ini
adalah tahap eksekusi terhadap objek PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang
jaminan fidusia, dan tahap eksekusi apabila menghadapi debitor
ini merupakan upaya terakhir yang wanprestasi adalah perlindungan
dilakukan oleh PT. Nusa Surya hukum sesuai dengan ketentuan
Ciptadana dalam penyelesaian kredit Pasal 1131 dan Pasal 1132 KUH
macet. Objek Jaminan Fidusia yang Perdata, namun setelah berlakunya
dimaksud adalah adalah benda UUF apabila PT. Nusa Surya
sebagaimana disebut dalam Pasal 1 Ciptadana Semarang selaku kreditor
butir 4 UUF yaitu: “segala sesuatu telah memenuhi segala ketentuan
yang dapat dimiliki dan dialihkan, dalam pembuatan akta perjanjian
baik yang berwujud maupun yang kredit dengan jaminan fidusia, maka
tidak berwujud, yang terdaftar sebagai kreditor PT. Nusa Surya
maupun tidak terdaftar, yang Ciptadana Semarang memiliki hak
bergerak maupun tidak bergerak untuk mendahului atas objek jaminan
yang tidak dapat dibebani dengan fidusia sesuai dengan ketentuan Pasal
hak tanggungan atau hipotik.” 29 ayat (1) UUF yaitu. “Apabila
Eksekusi yang dilakukan oleh debitor atau Pemberi Fidusia cidera
PT. Nusa Surya Ciptadana Semarang janji, eksekusi terhadap Benda yang
dilakukan dengan cara yang berbeda- menjadi objek Jaminan Fidusia dapat
beda, terkadang melakukan eksekusi dilakukan dengan cara:
dengan titel eksekutorial, eksekusi 1. Pelaksanaan titel eksekutorial
dengan cara lelang maupun eksekusi sebagaimana dimakasud dalam
dengan cara penjualan di bawah Pasal 15 ayat (2) oleh Penerima
tangan, hal tersebut bersesuaian Fidusia;
dengan Pasal 29 UUF yang 2. Penjualan Benda yang menjadi
membahas tentang eksekusi jaminan objek Jaminan Fidusia atas
fidusia, sementara itu Pasal 15 UUF kekuasaan Penerima Fidusia
juga menyebutkan bahwa di dalam sendiri melalui pelelangan umum
Sertifikat Jaminan Fidusia serta mengambil pelunasan
dicantumkan kata-kata “Demi piutangnya dari hasil penjualan;
keadilan berdasarkan Ketuhanan 3. Penjualan di bawah tangan yang
Yang Maha Esa”, dan Sertifikat dilakukan berdasarkan
Fidusia tersebut mempunyai kesepakatan Pemberi dan
kekuatan eksekutorial yang dapat Penerima Fidusia jika dengan cara
dipersamakan dengan putusan hakim demikian dapat diperoleh harga
yang sudah berkekuatan hukum tertinggi yang menguntungkan
tetap. Ini berarti Benda Jaminan para pihak.”
Fidusia dapat dieksekusi tanpa harus Pelaksanaan penjualan
melalui proses pemeriksaan di sebagaimana dimaksud dalam 29
pengadilan dan bersifat final serta ayat (1) huruf c dilakukan setelah
mengikat para pihak untuk lewat waktu 1 (satu) bulan sejak
melaksanakan putusan itu. diberitahukan secara tertulis oleh
pemberi dan atau penerima fidusia

11
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

kepada pihak-pihak yang Apabila saat ingin melaksanakan


berkepentingan dan diumumkan eksekusi ternyata terdapat beberapa
sedikitnya dalam 2 (dua) surat kabar hambatan, seperti barang jaminan
yang beredar di daerah yang telah dipindah tangankan atau telah
bersangkutan. digadaikan tanpa sepengetahuan
Penyitaan langsung yang kreditor, berdasarkan hasil
dilakukan oleh pihak PT. Nusa Surya wawancara dengan Legal Area PT.
Ciptadana Semarang sebagai Nusa Surya Ciptadana Semarang hal
alternatif terakhir, selain telah diatur yang dilakukan PT. Nusa Surya
dalam pasal 29 UUF, juga Ciptadana Semarang adalah
bersesuaian dengan asas Pacta Sun menuntut debitor dengan dasar
Servanda yaitu “perjanjian yang hukum pasal 372 KUH Pidana, yaitu
dibuat oleh pihak-pihak yang diancam karena penggelapan dengan
bersepakat, akan menjadi undang- pidana penjara paling lama empat
undang bagi keduanya,” dan dalam tahun”, dasar hukum tersebut hanya
Pasal 6 butir (l) perjanjian berlaku sebelum adanya UUF,
pembiayaan antara PT. Nusa Surya setelah adanya UUF apabila terjadi
Ciptadana Semarang dengan pihak hal yang demikian maka dasar
konsumen atau debitor juga telah hukum yang berlaku adalah
disebutkan bahwa “apabila hasil dari ketentuan pidana yang terdapat
penjualan objek jaminan fidusia dalam Pasal 36 UUF, yaitu:
masih terdapat sisa, maka pemberi “Pemberi Fidusia yang mengalihkan,
fasilitas wajib menyerahkan sisa menggadaikan, atau menyewakan
tersebut kepada penerima fasilitas, Benda yang menjadi Objek Jaminan
sebaliknya apabila uang hasil Fidusia sebagaimana dimaksud
penjualan dan / atau dalam Pasal 23 ayat (2) yang
pemindahtanganan itu tidak cukup dilakukan tanpa persetujuan tertulis
untuk melunasi hutang dan ganti terlebih dahulu dari Penerima
kerugian, maka penerima fasilitas Fidusia, dipidana dengan pidana
tetap berkewajiban dan wajib penjara paling lama 2 (dua) tahun
membayar sisa hutang kepada dan denda paling sdikit Rp
pemberi fasilitas. Ketentuan tersebut 50.000.000 (lima puluh juta) rupiah.”
dibuat untuk melindungi penerima Berkaitan dengan adanya
fidusia, jika nilai objek jaminan perlawanan dari debitor dalam hal
fidusia melebihi besarnya utang yang penyerahan barang jaminan, maka
dijamin maka dalam hal ini penerima hal tersebut telah diatur dalam Pasal
fidusia wajib mengembalikan 30 UUF “Pemberi fidusia diwajibkan
kelebihan tersebut kepada pemberi menyerahkan Benda yang menjadi
fidusia. Sedangkan apabila hasil obyek jaminan fidusia dalam rangka
eksekusi tidak mencukupi untuk eksekusi Jaminan Fidusia” dan dalam
pelunasan utang, debitor tetap penjelasan Pasal 30 UUF disebutkan
bertanggung jawab atas utang yang bahwa “Jika Pemberi Fidusia tidak
belum dibayar, hal tersebut juga menyerahkan benda yang menjadi
sesuai dengan ketentuan dalam Pasal Objek Jaminan Fidusia pada waktu
34 ayat (1) dan (2) UUF. eksekusi dilaksanakan, Penerima
Fidusia berhak mengambil benda

12
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

yang menjadi Objek Jaminan Fidusia mengetahui kendala apa yang


dan apabila perlu dapat meminta dialami oleh debitor sehingga
bantuan pihak berwenang”. mengalami kesulitan pembayaran
dan melalui kunjungan petugas
IV. KESIMPULAN debitor dapat membayarkan
Kesimpulan dari hasil langsung angsuran yang sepat
pembahasan ini dapat diuraikan tertunggak pada petugas beserta
sebagai berikut: denda keterlambatan. Bila
1. Terjadinya perjanjian kredit ternyata debitor memang dirasa
dengan Jaminan Fidusia yang tidak mampu untuk meneruskan
dilakukan oleh PT. Nusa Surya pelunasan kredit, maka pihak PT.
Ciptadana Semarang dengan Nusa Surya Ciptadana Semarang
debitor melalui dua tahap, yaitu akan melakukan eksekusi dengan
tahap pembebanan jaminan cara yang telah ditentukan sesuai
fidusia yang dilakukan pada kesepakatan dengan debitor, dan
kantor notaris, guna mendapatkan tidak melanggar ketentuan
akta jaminan fidusia (AJF) eksekusi yang tercantum dalam
berbahasa indonesia dan untuk Pasal 29 UUF, eksekusi tersebut
selanjutnya kedudukan notaris bertujuan untuk mengurangi
tersebut adalah sebagai kuasa dari kerugian bagi PT. Nusa Surya
pihak PT. Nusa Surya Ciptadana. Ciptadana Semarang selaku
Tahap selanjutnya yaitu kreditor.
pendaftaran benda jaminan fidusia
pada kantor pendaftaran jaminan V. DAFTAR PUSTAKA
fidusia yang dilakukan secara Buku Referensi
online sesuai dengan ketentuan Abdul Kadir Muhammad, Hukum
dalam PP. No 21 tahun 2015. dan Penelitian Hukum,
2. Penyelesaian kredit macet dengan (Bandung : PT. Citra Aditya
jaminan fidusia terhadap Bakti, 2004).
kendaraan bermotor di PT. Nusa
Surya Ciptadana Semarang jika Badrulzaman, Perjanjian Kredit
terjadi wanprestasi dibuat dengan Bank, (Bandung : PT. Citra
mekanisme yang sangat Aditya Bhakti, 1991).
sederhana, sebelum melakukan Gunawan Widjaja dan Ahmad Yam,
proses penyitaan PT. Nusa Surya Jaminan Fidusia, (Jakarta :
Ciptadana Semarang akan Raja Grafindo, 2000).
melakukan langkah yang bersifat H. Martin Roestamy, Hukum
kekeluargaan seperti Jaminan Fidusia, (Jakarta : PT.
mengingatkan kembali debitor Percetakan Penebar Swadaya,
akan angsuran yang belum 2009).
dibayarkan melalui Desk Call dan H. Salim HS., Perkembangan Hukum
/ atau SMS, memberikan somasi Jaminan di Indonesia, (Jakarta :
(surat peringatan) serta kunjungan PT. Raja Grafindo Persada,
petugas. Melalui kunjungan 2011).
petugas, pihak PT. Nusa Surya H. Zainal Asikin, Pengantar Hukum
Ciptadana bermaksud untuk Perbankan Indonesia, (Jakarta

13
DIPONEGORO LAW REVIEW
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

: PT Raja Grafindo Persada, Undang – Undang Nomor 42 Tahun


2015). 1999 Tentang Jaminan Fidusia
Muhammad Djumhana, Hukum Undang - Undang Nomor 10 Tahun
Perbankan di Indonesia, 1998 Tentang Perbankan
(Bandung: PT. Citra Aditya Peraturan Menteri Keuangan
Bakti, 2000). Republik Indonesia Nomor 130
/ PMK.010 / 2012 Tentang
Munir Fuady, Hukum Tentang Pendafatran Jaminan Fidusia
Pembiayaan Konsumen, Bagi Perusahaan Pembiayaan
(Bandung: PT. Citra Aditya yang Melakukan Pembiayaan
Bakti, 2002). Konsumen Untuk Kendaraan
Bermotor dengan Pembebanan
M. Nazir, Metode Penelitian, Jaminan Fidusia
(Jakarta : Ghalia Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 21
2011). Tahun 2015 Tentang
Perubahan Atas Peraturan
Purwahid Patrik dan Kashadi, Pemerintah Nomor 86 Tahun
Hukum Jaminan, Revisi 2000 Tentang Tata Cara
Dengan UUHT, (Semarang: Pendaftaran Jaminan Fidusia
Fakultas Hukum Undip, 2001). dan Biaya Pembuatan Akta
Jaminan Fidusia
Ridwan Syaharani, Seluk-Beluk Dan Internet
Asas-Asas Hukum Perdata,
(Bandung: Alumni, 1985). http://www.jurnalhukum.com/syarat-
syarat-sahnya-perjanjian/
Ronny Hanitjo Soemitro, Metode
Penelitian Hukum dan
Jurimetri, (Jakarta : Ghalia
Indonesia, 2004).

Soerjono Soekanto, Pengantar


Penelitian Hukum, (Jakarta :
UI Press, 2003).

Subekti, Aneka Perjanjian, (Jakarta :


Intermasa, 1992).

Sunaryo, Hukum Lembaga


Pembiayaan, (Jakarta: Sinar
Grafika, 2009).

Undang-Undang dan Peraturan


Lainnya
Kitab Undang - Undang Hukum
Perdata

14