Anda di halaman 1dari 13

BAB I

1.1 PENDAHULUAN
1.1.1 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mendekripsikan prinsip dan konsep dasar
radiasi lingkungan (jenis jenis bahan radioktif dalam lingkungan ,hubungan radiasi dengan
lingkungan dengan kesehatan,pemantaun lingkungan ,dan pengendalian radiasi lingkungan).
1.1.2 Latar belakang
Radiasi di era globalisasi ini sudah tidak asing terdengar lagi meskipun radiasi bukanlah sebuah
barang yang dapat dilihat,diraba, dan diarasa.meskipun tidak asing lagi di lingkungan masyrakat
,namun pengetahuan mendalam mengenai radiasi sangatlah kurang hal ini sangat perlu
mendapatkan perhatian yang khusus mengigat radiasi yang bermanfaat dan dapat dimanfaatkan
dalam kehidupan sehari hari.
Kareana pentingya pengetahuan radiasi maka diadakan sebuah mata kuliah yang membahas
mengenai radiasi oleh sebab itu kami meneyusun makalah ini agar masyarakat mendapatkan
pengetahuan lebih tenatang pencemaran radiasi lingkungan
1.1.2 Tujuan teoritis
Pencemaran radiasi /radioaktif yaitu suatu pencemaran lingkungan yg di sebabkan oleh
debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor² atom serta bom atom, dan banyak
menimbulkan efek pada manusia seperti pusing-pusing, daya tahan tubuh berkurang sehingga
mudah terserang penyakit, terjadinya leukimia, atau meningkatnya denyut jantung /nadi
b. Radiasi Ionisasi
Contoh dari radiasi ionisasi adalah :
1. α (alfa) adalah sebuah partikel yang radiasinya dapat dihentikan oleh udara sejauh beberapa
sentimeter, selembar kertas, atau lapisan terluar kulit. Jika terserap ke dalam tubuh, partikel-
partkel α dapat menyebabkan radiasi setempat yang hebat dan kerusakan yang besar sekali
terhadap jaringan yang terserang. 2. β (beta) memiliki daya penetrasi yang lebih besar ketimbang
partikel α namun ionisasi yang ditimbulkannya tidak terlalu kuat. 3. γ (gama) radiasi
elektromagnetik dengan daya penetrasi yang besar. Radiasi ini disebabkan oleh peluruhan
radioaktif dan memancarkan radiasi sepanjang waktu. 4. Sinar-X adalah radiasi elektromagnetik
yang daya penetrasinya tergantung pada energinya. Radiasi ini umumnya tercipta dalam mesin
sinar-x, radiasi akan berhenti ketika mesin tersebut dimatikan. 5. Neutron dipancarkan selama
proses fisi nuklir dan memiliki daya penetrasi sangat besar. Neutron dapat menyebabkan ionisasi
yang kuat. 6. Bremsstrahlung adalah radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh perlambatan
partikel β. Radiasi ini memiliki daya penetrasi yang lumayan kuat.
b. Pengaruhnya terhadap tubuh
Pengaruh ini ditentukan oleh dosis yang diterima, misalnya jenis dan intensitas radiasi, dan
periode eksposur. Instrumen-instrumen khusus seperti tabung ionisasi atau tabung Geiger Miller
digunakan untuk mengukur dosisnya. Tingkat eksposur dapat ditentukan dengan menggunakan
lembaran film (film badges).
Contoh kerugian terkecil bagi tubuh yaitu kuli kemerah-merahan, katarak pada mata, gangguan
kesuburan Contoh kerugian umum yang menyeluruh pada tubuh dapat mengakibatkan mual,
muntah, diare dan kanker kulit
c. Penggunaannya berdasarkan sumber daya
Sumber- sumber berdaya rendah α dan β biasanya disegel digunakan untuk mengukur
ketebalan, alarm asap dan penghilang listrik statik. Sumber berdaya tinggi γ, sinar x dan
neutron) digunakan untuk penyelidikan diagnosis medis, pengujian bahan tak merusak dan
proses produksi berteknologi tinggi.
d. Pencegahan
Pencegahan sumber berdaya rendah mengikuti instruksi dari pemasok, menunjuk seorang
pengawas pelindung radiasi (radiation protection supervisor) yaitu seorang pekerja yang telaha
mendapatkan pelatihan khusus untuk mengawasi penggunaan sumber-sumber tersebut secara
aman. Pencegahan sumber berdaya tinggi yaitu menunujuk seorang penasehat pelindung
radiasi (Radiation protection adviser) yang harus memiliki kualaifikasi dan pengalaman.
Kepakaran ini dapat diperoleh dari Badan Pelindung Radiasi Nasional atau nasional radiation
protection board (NRPB) yang menyediakan layanan ini, juga membuka konsultasi khusus. Ketika
bahan tidak digunakan pastikanlah sumber tersebut disimpan di dalam wadah berpelindung
ditempat yang aman. Ketika digunakan pastiakanlah bahwa seluruh pekerja kecuali ahli radiasi
berada jauh dari area yang mungkin terekspos terhadap radiasi, perguankanlah sumber-sumber
tersebut hanya di area-area yang berpelindung.
c. Radiasi non-ionisasi
Radiasi non-ionisasi memiliki panjang gelombang yang lebih besar daripada radiasi ionisasi
dan tidak menyebabkan ionisasi. Akan tetapi, radiasi non-ionisasi ini dapat mengakibatkan risiko
yang serius terhadap kesehatan sehingga tindakan pencegahan yang tepat perlu diambil ketika
radiasi non-ionisasi ini dapat mengakibatkan risiko yang serius terhadap kesehatan sehingga
tindakan pencegahan ynag teapat perlu diambil ketika radiasi non-ionisasi ini digunakan. Radiasi
ini dapat terjadi secara alami dan dilingkungan insdustri dimana terdapat sejumlah besar
pemakaian penting didalamnya.
1.1.3 contoh kasus pencemaran lingkungan akibat radiasi
Tokyo, Kompas - Pencemaran radiasi akibat kerusakan Pembangkit Listrik
Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi semakin luas. Setelah ditemukan kandungan radioaktif
pada bayam, daun bawang, dan susu di empat prefektur, air laut di sekitar Fukushima
juga dinyatakan tercemar radiasi. Namun, Tokyo yang berjarak 250 kilometer dari
Fukushima sejauh ini dinilai masih aman. Demikian dilaporkan oleh wartawan Kompas,
Ahmad Arif, dari Tokyo, Jepang. Pemerintah Jepang melarang pengiriman produk bayam
dan daun bawang dari Prefektur Fukushima dan tiga prefektur lain, yaitu Ibaraki, Tochigi,
dan Gunma, karena ditemukan kandungan radioaktif pada produk pertanian tersebut.
Selain itu, produk susu dari daerah ini juga telah terkontaminasi. Namun, Sekretaris
Kabinet Pemerintah Jepang Yukio Edano mengatakan, pelarangan pengiriman produk
pertanian, yang dilakukan berdasarkan UU Sanitasi Makanan, itu tidak berarti bahwa
produk tersebut berdampak langsung pada manusia. Berdasarkan pengukuran, bayam
dan sayuran lain di empat prefektur ini tercemar iodin dan cesium. Hal ini diprediksi akan
memukul industri makanan di Jepang karena berdasarkan data Kementerian Pertanian
Jepang, sebanyak 17,4 persen total produksi bayam di Jepang tahun 2009 berasal dari
Fukushima, Ibaraki, Tochigi, dan Gunma. Sebanyak 60 persen bayam yang dijual di
Tokyo tahun 2010 juga berasal dari empat prefektur ini. Selain produksi bayam, air laut
di sekitar Fukushima juga dinyatakan tercemar setelah Tokyo Electric Power Co (Tepco),
pengelola PLTN Fukushima Daiichi, merilis hasil penelitiannya terhadap air laut sekitar
100 meter dari PLTN tersebut. Ditemukan bahwa zat radioaktif iodin-131 memiliki kadar
126,7 kali lebih tinggi dari kadar yang diizinkan, cesium-134 mencapai 24,8 kali lipat, dan
cesium-137 mencapai 16,5 kali lipat lebih tinggi. Adapun cobalt-58 masih lebih rendah
dari standar normal. Namun, Tepco mengaku belum mengetahui dampaknya secara
langsung terhadap industri perikanan di sekitar Fukushima. Mereka menyatakan akan
melakukan penelitian di wilayah yang lebih luas guna mengetahui hal itu. M Kunta
Biddinike, anggota Tim Nuklir Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), di Tokyo,
Selasa (22/3), mengatakan, iodin-131 akan meluruh hingga separuh aktivitas awal dalam
waktu delapan hari. Sementara itu, cesium-134 memiliki waktu paruh 30 tahun. ”Tetapi,
cesium bisa terbuang melalui urine, sedangkan iodin diam di dalam tubuh dan bisa
memicu kanker gondok,” katanya. Tokyo aman Tim Nuklir KBRI juga menyatakan, Tokyo
masih aman dari jangkauan radiasi. Walaupun penelitian dari Kementerian Pendidikan
Jepang menemukan ada kandungan radiasi pada air di Tokyo dan juga kenaikan radiasi
di udara sekitar Tokyo, kadarnya dinilai masih sangat rendah dan aman untuk manusia.
Apalagi, jarak Tokyo ke Fukushima mencapai lebih dari 250 kilometer. Topan
Setiadipura, peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional, yang menjadi anggota Tim Nuklir
KBRI mengatakan, tingkat radiasi nuklir di Tokyo masih sangat rendah dan aman untuk
manusia. ”Setiap sore kami mengikuti pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri
Jepang. Mereka menjamin seluruh produk di 47 prefektur yang ada sudah diperiksa,”
ujarnya. Dia menambahkan, produk-produk makanan yang beredar di pasaran juga
masih aman karena Pemerintah Jepang terkenal sangat konservatif dalam melindungi
warganya. Karena itu, sejak kebocoran radiasi, Pemerintah Jepang telah mengecek
seluruh produk mereka. ”Jika ada indikasi radiasi, mereka pasti menghentikan
pengiriman. Yang ada di pasaran pasti aman dikonsumsi,” kata Topan. Mencapai
Eslandia Sementara itu, stasiun pemantau partikel radioaktif milik Comprehensive Test
Ban Treaty Organization (CTBTO) di Reykjvik melaporkan telah mendeteksi partikel
radioaktif dari Fukushima di wilayah Eslandia. Laporan tersebut diungkapkan seorang
diplomat di Vienna, Austria, tempat markas besar CTBTO berada. Meski demikian,
konsentrasi partikel radioaktif yang ditemukan di Eslandia tersebut sangat kecil, jauh di
bawah ambang batas yang bisa berbahaya bagi manusia. ”Mereka menemukan jumlah
yang sangat kecil, yang tak berkaitan dengan risiko kesehatan apa pun,” tutur diplomat
yang tak disebut namanya itu. Akhir pekan lalu, Departemen Energi AS dan Badan
Perlindungan Lingkungan AS (EPA) membenarkan adanya sejumlah kecil partikel
radioaktif dari Fukushima yang terdeteksi di Negara Bagian California dan Washington.
Meski demikian, jumlahnya hanya sepersejuta dari dosis radiasi normal yang biasa
diterima manusia dari sumber-sumber alam, seperti batu-batuan dan sinar matahari.
Otoritas keselamatan nuklir Perancis (ASN) juga memperkirakan partikel radioaktif dari
Fukushima akan sampai di Perancis, Rabu ini. ”Udara yang terkontaminasi, dengan level
1.000-10.000 kali lebih rendah dibanding pada saat kecelakaan Chernobyl, akan
mencapai wilayah Perancis hari Rabu, tanpa risiko dampak kesehatan bagi manusia,”
ungkap ASN dalam pernyataan resmi. Lembaga meteorologi dan geodinamika.
BAB II

2.1 Hasil dan Pembahasan


2.2.1 Radiasi lingkungan
Tanpa kita sadari kita hidup dalam lingkungan yang penuh dengan radiasi,radiasi telah
menjadi bagian dari lingkungan kita sejak dunia ini diciptakan, bukan hanya sekedar dimulai dari
ditemukanya tenaga nuklir setengah abad lalu.terdapat dari 60 radionuklida yang berdasarkan
asalnya dibagi atas 2 kategori:
1. Radionuklida alamiah: radionukliada yang terbentu secara alami terbagi menjadi dua
yaitu:
- primordial:radionuklida ini telah ada sejak bumi diciptakan.
- Kosmogenik: radiomuklid ini terbentuk sebagai akibat dari interaksi sinar kosmik.
2. Radionuklida buatan manusia: radionuklida yang terbentuk karena dibuat oleh manusia
2.2.2 Sifat - Sifat Radionuklida

1. Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis.


2. Dapat mengionkan gas yang disinari.
3. Dapat menghitamkan pelat film.
4. Menyebabkan benda - benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi).
5. Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar α, β,dan γ.
6. Radiasi - radiasi mempunyai daya tembus yang tinggi, radiasi - radiasi itu mempengaruhi plat
plat fotografik, menyebabkan sintilasi pada layar - layar yang floresen, menimbulkan panas dan
menghasilkan perubahan - perubahan kimia.
7. Bila radiasi dipancarkan habis, maka terbentuklah elemen - elemen baru yang biasanya juga
bersifat radioaktif.
8. Pemancaran dari radiasi- radiasi adalah spontan.
9. Pemancaran tidak segera, tetapi dapat meliputi suatu periode waktu.

Dapat kita simpulkan bahawa pengertian dari radiasi yaitu pancaran energy melalui partikel
dalam bentuk partkel atau gelombang elektromagnetik atau foton adalah jenis radiasi yang tidak
memiliki massa dan muatan.kita akan membahas radiasi yang ada di lingkungan kita .radiasi
banyak memiliki pengertian ditinjau dari massa dan muatan listrik. Jika ditinjau dari massa radiasi
dibagi menjadi radiasi elektromagnetik dan radiasi partikel
:
seperti apakah gelombang elektromagnetik, apa contoh gelombang elektromagnetik itu?
Gelombang elektromagnetik sebenarnya selalu ada disekitar kita, salah satu contohnya adalah
sinar matahari, gelombang ini tidak memerlukan medium perantara dalam perambatannya.
Contoh lain adalah gelombang radio. Tetapi spektrum gelombang elektromagnetik masih terdiri
dari berbagai jenis gelombang lainnya, yang dibedakan berdasarkan frekuensi atau panjang
gelombangnya. Untuk itu disini kita akan mempelajari tentang rentang spektrum gelombang
elektromagnetik, karakteristik khusus masing-masing gelombang elektromagnetik di dalam
spectrum dan contoh dan penerapan masing-masing gelombang elektromagnetik dalam
kehidupan sehari-hari.

Radiaasi pertikel adalah radiasi yang verupa partikel yang memiliki massa misalnya
partikel beta alfa dan neutron.

Jika ditinjau dari muatan listriknya radiasi dapat dibagi menjadi radiasi pengion dan
radiasi non-pengion

Radiasi non- pengion adalah radiasi yang tidak dapat menimbulkan ionisasi termasuk ke
dalam radiasi non- pengion adalah gelombang radio,gelombang mikro,inframerah,cahaya
tampak dan ultraviolet

Radiasi pengion disebut juga radiasi atom atau radiasi nuklir. Termasuk ke
dalam radiasi pengion adalah sinar-X, sinar gamma, sinar kosmik, serta partikel beta,
alfa dan neutron. Partikel beta, alfa dan neutron dapat menimbulkan ionisasi secara
langsung.

2.2.3 jenis-jenis bahan radioktif dalam lingkungan

Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya
biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi
kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan
atau binatang
Berdasarkan sumbernnya radioktivitas dibagi menjadi dua yaitu radioktivitas alam
dan buatan

*radioktivitas alam

Radioaktivitas primordial

Pada litosfer, banyak terdapat inti radioaktif yang sudah ada bersamaan
dengan terjadinya bumi, yang tersebar secara luas yang disebut radionuklida
alam. Radionuklida alam banyak terkandung dalam berbagai macam materi
dalam lingkungan, misalnya dalam air, tumbuhan, kayu, bebatuan, dan bahan
bangunan.

Radionuklida primordial dapat ditemukan juga di dalam tubuh mausia.


Terutama radioisotop yang terkandung dalam kalium alam. Uraian lengkap
mengenai radioaktivitas alam dijelaskan pada pokok bahasan

Radioaktivitas yang berasal dari radiasi kosmik

Pada saat radiasi kosmik masuk ke dalam atmosfer bumi, terjadi


interaksi dengan inti atom yang ada di udara menghasilkan berbagai macam
radionuklida. Yang paling banyak dihasilkan adalah H-3 dan C-14.

Kecepatan peluruhan dan kecepatan pembentukan radionuklida seimbang,


sehingga secara teoritis jumlahnya di alam adalah tetap. Berdasarkan
fenomena tersebut, maka dengan mengukur kelimpahan C-14 yang ada
dalam suatu benda, dapat ditentukan umur dari benda tersebut dan metode
penentuan umur ini dinamakan penanggalan karbon (Carbon Dating).

*Radioaktivitas Buatan

Radioaktivitas yang berhubungan dengan pembangkit listrik tenaga


nuklir
Energi yang dihasilkan oleh proses peluruhan dapat digunakan sebagai
pembangkit listrik tenaga nuklir. Dalam instalasi pembangkit listrik tenaga
nuklir, faktor keselamatan radiasi menjadi prioritas yang utama, dan dengan
berkembangnya teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir, maka tingkat
keselamatan radiasinya pun semakin tinggi.

Radioaktivitas akibat percobaan senjata nuklir

Radioaktivitas yang berasal dari jatuhan radioaktif akibat percobaan senjata


nuklir disebut fall out. Tingkat radioaktivitas dari fall out yang paling tinggi
terjadi pada tahun 1963 dan setelah itu jumlahnya terus menurun. Hal itu
disebabkan pada tahun 1962 Amerika dan Rusia mengakhiri percobaan
senjata nuklir di udara.

Radioaktivitas dalam kedokteran

Radioaktivitas yang berasal dari radioisotop dalam bidang kedokteran


digunakan misalnya untuk diagnosis, terapi, dan sterilisasi alat kedokteran.
Uraian lengkap dari penggunaan radioaktivitas di bidang kedokteran dapat

Radioaktivitas dalam rekayasa teknologi

Penggunaan radiasi dalam bidang pengukuran (gauging), analisis struktur


materi, pengembangan bahan-bahan baru, dan sebagai sumber energi
dibahas dalam pokok bahasan penggunaan radiasi dalam rekayasa teknologi.

Radioaktivitas dalam bidang pertanian

Penggunaannya dalam bioteknologi, pembasmian serangga atau


penyimpanan bahan pangan, dan teknologi pelestarian lingkungan dibahas
dalam pokok bahasan penggunaan radiasi dalam produksi pertanian,
kehutanan dan laut.

BAB III

3.1 cara mendeteksi radiasi lingkungan

mendeteksi radiasi sehingga seseorang tidak dapat mengetahui kapan ia dalam


bahaya atau tidak. Radiasi hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat, yang
disebut monitor radiasi. Monitor radiasi terdiri dari detektor radiasi dan rangkaian
elektronik penunjang. Pada umumnya, monitor radiasi dilengkapi dengan alarm yang
akan mengeluarkan bunyi jika ditemukan radiasi. Bunyi alarm semakin keras apabila
tingkat radiasi yang ditemukan semakin tinggi. Monitor radiasi umumnya digunakan
hanya untuk mengetahui ada atau tidaknya radiasi.Monitor radiasi yang digunakan untuk
mengukur jumlah radiasi atau dosis yang diterima oleh seseorang disebut dosimeter
perorangan dan monitor radiasi yang digunakan untuk mengukur kecepatan radiasi atau
laju dosis di suatu area dikenal dengan survaimeter. Alat-alat tersebut dapat disamakan
dengan indikator jarak dan speedometer pada mobil.Indikator jarak menunjukkan berapa
km atau mil yang telah dijalani oleh mobil, seperti halnya dosimeter perorangan
menunjukkan beberapa dosis radiasi yang telah diterima oleh seseorang.Speedometer
menunjukkan pada kita seberapa km atau mil kecepatan mobil perjam, seperti
survaimeter menunjukkan berapa laju dosis radiasi.Salah satu cara untuk mengukur
dosis radiasi pada dosimeter perorangan adalah berdasarkan pada tingkat kehitaman
film jika terkena radiasi. Dengan memproses film dan mengukur tingkat kehitamannya,
dosis radiasi yang diterima oleh seseorang dapat diperkirakan.

Cara lain untuk mengukur dosis adalah berdasarkan jumlah cahaya yang
dihasilkan pada bahan tertentu akibat oleh radiasi setelah dilakukan proses pemanasan.
Dosimeter perorangan ini disebut TLD (Thermo Luminescence Dosimeter). TLD lebih
peka dan akurat daripada dosimeter film dan dapat digunakan kembali setelah dilakukan
proses pembacaan dosis.Berbeda dengan dosimeter perorangan yang memberikan
informasi dosis radiasi yang telah diterima, survaimeter memberikan informasi laju dosis
radiasi pada suatu area pada suatu saat.Hasil perkalian antara laju dosis yang
ditunjukkan survaimeter dan lama waktu selama berada di area merupakan perkiraan
jumlah radiasi atau dosis yang diterima bila berada di suatu area selama waktu
tersebut.Dengan survaimeter ini seseorang dapat menjaga diri agar tidak terkena radiasi
yang melebihi batas yang diizinkan.

3.2 Hubungan radiasi lingkungan dan kesehatan

Dari pembahasan diatas dapat kita ketahui bahwa radiasi berada diantara kita
semua dan didalam kehidupan sehari-hari dapat dimanfaatkan dalam beberapa hal, tidak
terkecuali dalam ilmu kesehatan. Radiasi dapat digunakan untuk hal berikut :

1.diagnosa

Bagian sangat penting pada proses diagnosis suatu penyakit adalah radiosotop
bantuan peralatan pembentuk citra (imaging devices), dapat dilakukan penelitian proses
biologis yang terjadi dalam tubuh manusia. Dalam penggunaannya untuk diagnosis,
suatu dosis kecil radioisotop yang dicampurkan dalam larutan yang larut dalam cairan
tubuh dimasukkan ke dalam tubuh, kemudian aktivitasnya dalam tubuh dapat dipelajari
menggunakan gambar 2 dimensi atau 3 dimensi yang disebut tomografi. Salah satu
radioisotop yang sering digunakan adalah technisium-99m, yang dapat digunakan untuk
mempelajari metabolisme jantung, hati, paru-paru, ginjal, sirkulasi darah dan struktur
tulang. Tujuan lain dari penggunaan di bidang diagnosis yaitu untuk analisis biokimia
yang disebut radio-immunoassay. Teknik ini dapat digunakan untuk mengukur
konsentrasi hormon, enzim, obat-obatan dan substansi lain dalam darah.

2.Terapi
Penggunaan radioisotop di bidang pengobatan yang paling banyak adalah untuk
pengobatan kanker melalui metode terapi, karena sel kanker sangat sensitif terhadap
radiasi. Sumber radiasi yang digunakan dapat berupa sumber eksternal, berupa sumber
gamma seperti Co-60, atau sumber internal, yaitu berupa sumber gamma atau beta yang
kecil seperti Iodine-131 yang biasa digunakan untuk penyembuhan kanker kelenjar tiroid.

3.Sterilisasi Peralatan Kedokteran

Banyak peralatan kedokteran yang disterilkan menggunakan radiasi gamma dari


Co-60. Metode sterilisasi ini lebih ekonomis dan lebih efektif dibandingkan sterilisasi
menggunakan uap panas, karena proses yang digunakan merupakan proses dingin,
sehingga dapat digunakan untuk benda-benda yang sensitif terhadap panas seperti
bubuk, obat salep, dan larutan kimia. Selain mensterilisasi dengan menggunakan radiasi,
keuntungan lainnya yaitu proses sterilisasi dapat dilakukan setelah benda tersebut
dikemas dan masa penyimpanan benda tersebut tidak terbatas sepanjang kemasannya
tidak rusak.11

Selain memiliki manfaat yang begitu besar, radiasi juga memiliki potensi bahaya terhadap
pekerja, anggota masyarakat, dan lingkungan hidup apabila dalam pemanfaatan dan
dalam ketentuan-ketentuan tentang keselamatan radiasi tidak diperhatikan dan tidak
diawasi dengan sebaik-baiknya. Walaupun energi yang ditumpuk sinar radioaktif pada
mahluk hidup relatif kecil tetapi tidak dapat dipungkiri juga dapat menimbulkan pengaruh
yang serius. Zat radioaktif adalah setiap zat yang memancarkan radiasi pengion dengan
aktivitas jenis lebih besar daripada 70 kBq/kg atau 2 nCi/g (tujuh puluh kilobecquerel per
kilogram atau dua nanocurie per gram). Angka 70 kBq/kg (2 nCi/g) tersebut merupakan
patokan dasar untuk suatu zat dapat disebut zat radioaktif pada umumnya yang
ditetapkan berdasarkan ketentuan dari Badan Tenaga Atom Internasional (International
Atomic Energy Agency).

Namun, meskipun ada beberapa zat yang walaupun mempunyai aktivitas jenis lebih
rendah daripada batas itu dapat dianggap sebagai zat radioaktif karena tidak mungkin
ditentukan batas yang sama bagi semua zat mengingat sifat masing-masing zat tersebut
berbeda. Pencemaran zat radioaktif merupakan suatu pencemaran lingkungan yang
disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom
atom. Limbah radioaktif adalah zat radioaktif dan bahan serta peralatan yang telah
terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif karena pengoperasian instalasi nuklir yang
tidak dapat digunakan lagi, yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti
nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan makhluk
hidup di sekitarnya. Selain itu partikel-partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya.
Zat radioaktif pencemar lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR penyebab kanker
tulang dan 131J. Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang
berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen. Hal ini karena sinar radioaktif dapat
mengakibatkan ionisasi, pemutusan ikatan kimia penting atau membentuk radikal bebas
yang reaktif. Ikatan kimia penting misalnya ikatan pada struktur DNA dalam kromosom.
Perubahan yang terjadi pada struktur DNA akan diteruskan pada sel berikutnya yang
dapat mengakibatkan kelainan genetik, kanker dll.4
Efek serta akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif terhadap manusia yaitu
pusing, nafsu makan berkurang bahkan hilang, diare, badan panas atau demam, berat
badan menurun, kanker darah atau leukimia, dan meningkatnya denyut jantung atau
nadi.

3.3 Pengaruh radiasi pada makhluk hidup

Walaupun energi yang ditumpuk sinar radioaktif pada mahluk hidup relatif kecil
tetapi dapat menimbulkan pengaruh yang serius.Hal ini disebabkan sinar radioaktif dapat
mengakibatkan ionisasi, pemutusan ikatan kimia penting atau membentuk radikal bebas
yang reaktif.Ikatan kimia penting misalnya ikatan pada struktur DNA dalam kromosom.
Perubahan yang terjadi pada struktur DNA akan diteruskan pada sel berikutnya yang
dapat mengakibatkan kelainan genetik, kanker dll.Pengaruh radiasi pada manusia atau
mahluk hidup juga bergantung pada waktu paparan. Apabila suatu dosis yang diterima
pada sekali paparan akan lebih berbahaya daripada bila dosis yang sama diterima pada
waktu yang lebih lama.
Secara alami kita mendapat radiasi dari lingkungan, misalnya radiasi sinar kosmis atau
radiasi dari radioakif alam. Disamping itu, kita juga mendapat radiasi melalui beberapa
kegiatan seperti diagnosa atau terapi dengan sinar X atau radioisotope, orang yang
tinggal disekitar instalasi nuklir juga mendapat radiasi lebih banyak, tetapi masih dalam
batas aman.5

Seperti contohnya radiasi yang selalu dekat dengan kita, yaitu radisi dari penggunaan
ponsel.Pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel memiliki frekuensi 450-1800
MHz, yaitu termasuk dalam daerah gelombang mikro.Menurut perhitungan, energy yang
ditimbulkan oleh radiasi ponsel masih relative kecil. Namun jika jarak sumber radiasi
dengan materi, yaitu jarak ponsel dengan kepala ( khususnya telingan ) di perhitungkan,
maka dampak radiasi elektromagnetik yang di pancarkan oleh ponsel tidak boleh
diabaikan begitu saja. Karena intensitas radiasi elektromagnetik yang di terima oleh
materi akan berbanding terbalik terbalik dengan kuadrat jarak, artinya makin dekat
dengan sumber radiasi , akan makin besar pula radiasi yang di timbulkan.

Pengamatan lebih jauh mengenai dampak radiasi elektromagnetik ponsel terhadap tubuh
manusia, ternyata mempunyai kemiripan dengan dampak yang ditimbulkan oleh
radar.Dampak tersebut adalah kemampuan radar mengagitasi molekul air yang ada pada
tubuh manusia.Sel-sel yang ada pada tubuh manusia sebagian besar mengandung
air.Agitasi ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik. Kalau intensitas radiasi
elektromagnetiknya cukup kuat, maka molekul-molekul air terionisasi , dampak yang
ditimbulkan mirip dengan akibat dari radiasi nuklir. Agitasi bias menaikkan suhu molekul
air dalam tubuh manusia, sehingga berpengaruh terhadap kerja susunan saraf, kerja
kelenjar dan hormone serta berpengaruh terhadap psikologis manusia. Hal-hal inilah
yang kemungkinan diduga sebagai penyebab timbulnya penyakit Alzheimer (kepikunan
dini).Sel-sel tubuh yang terkena paparan radiasi ponsel mengalami kerusakan yang
signifikan. Bahkan mutasi sel-sel ini bias menjadi penyebab timbulnya kanker. Pancaran
radiasi yang digunakan dalam penelitian berada pada level 0,3-2 watt/kg, sementara
pada ponsel memancarkan sinyal radio/ SAR yang berada pada level 2 watt/kg. Berikut
beberapa penyakit dan kelainan yang berpotensi timbul karena radiasi ponsel:

. 1.kanker
2.otak
3.fatigue
4.sakit kepala
5.parkinson

Pemantauan radiasi lingkungan ini bcrtujuan untuk mendeteksi paparan radiasi


yang dipancarkan dari scmua aktivitas lingkungan serta menjamin bahwa tidak ada
pelepasan zat radioaktif.Pemantauan radiasi lingkungan mencakup dua kegiatan utama,
yaitu pemantauan daerah kerja dan pemantauan kawasan.Jenis pemantauan daerah kerja
disesuaikan dengan jenis sumber yang digunakan dan kegiatan di tempat tersebut. Pada
daerah kerja yang hanya menggunakan sumber tertutup cukup yang dilakukan
pemantauan radiasi saja, sedangkan pada daerah kerja yang menggunakan sumber
terbuka dilakukan pemantauan radiasi dan pemantauan kontaminasi Pemantauan ini
dapat dilakukan secara langsung melalui pengambilan sampel-sampel lingkungan seperti
tanah, rumput, hasil bumi, air tanah, udara, dan sebagainya. Pemantauan radiasi dan
radioaktivitas lingkungan dapat dibagi menjadi tiga kegiatan, yaitu sebagai berikut :
 Pemantauan Rutin

Pemantauan rutin dilakukan pada kondisi operasi normal untuk memastikan bahwa
tempat kerja maupun lingkungan cukup aman.Dengan pemantauan rutin diperoleh
kepastian bahwa kondisi tempat kerja terjamin keselamatannya.

 Pemantauan Operasional

Pemantauan operasional dilakukan pada saat akan memulai pekerjaan dan pada saat
melakukan kegiatan-kegiatan tertentu yang memerlukan perhatian khusus. Pemantauan
ini bertujuan untuk memberikan informasi dasar dalam pelaksanaan kerja maupun
pemilihan metode terbaik untuk melindungi pekerja dari penerimaan dosis radiasi, seperti
laju dosis suatu sumber untuk menentukan jarak yang aman dalam menangani sumber

 Pemantauan Khusus
Pemantauan khusus Dilakukan jika ada kejadian atau kemungkinan terjadinya kondisi
abnormal termasuk terjadinya suatukecelakaan. Pemantauan ini bertujuan untuk
memberi informasi secara rinci mengenai suatu kejadian dan dapat dipakai sebagai
bahan untuk menyusun program kerja dalam menanggulangi kejadian tersebut. 18
 Pengendalian Radiasi Lingkungan
Cara mengendalikan atau memproteksi radiasi bisa dilakukan dengan cara mempunyai
apresiasi tentang keselamatan radiasi, mengerti tentang filosofi kesehatan lingkungan,
dapat menjadi kawan yang baik serta dapat memanfaatkan semaksimum mungkin radiasi
pengion dengan risiko (kerugian) yang sekecil-kecilnya.

Pengendalian radiasi dapat dilakukan secara teknik berupa pembatas fisik yang
diteraapkan atau diintegrasikan dalam tekni proteksi radiasi elektromagnetik, adalah
sebagai berikut :

1. Penggunaan sistem interlocks.


2. Pemakaian shielding tetap dalam desain fasilitas dan peralatan
3. Penggunaan remote manipulators.
BAB IV
4.4 Penutup
4.4.1 Kesimpulan
1. Dapat disimpulkan bahwa pengertian dari radiasi yaitu pancaran energi melalui partikel
dalam bentuk partikel atau gelombang elektromagnetik. Radiasi partikel adalah jenis
radiasi yang memiliki massa terukur dan bermuatan. Sedangkan radiasi gelombang
elektromagnetik atau foton adalah jenis radiasi yang tidak memiliki massa dan muatan.
Berdasarkan massanya, radiasi dapat dibagi menjadi radiasi elektromagnetik dan radiasi
partikel. Radiasi elektromagnetik adalah radiasi yang tidak memiliki massa. Radiasi ini
terdiri dari gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, sinar-X,
sinar gamma dan sinar kosmik. Radiasi partikel adalah radiasi berupa partikel yang
memiliki massa, misalnya partikel beta, alfa dan neutron. Jika ditinjau dari muatan
listriknya, radiasi dapat dibagi menjadi radiasi pengion dan radiasi non-pengion.
2. Jika suatu inti tidak stabil, maka inti mempunyai kelebihan energi. Inti itu tidak dapat
bertahan, suatu saat inti akan melepaskan kelebihan energi tersebut dan mungkin
melepaskan satu atau dua atau lebih partikel atau gelombang sekaligus. Berdasarkan
sumbernya, radioaktivitas dibagi menjadi radioaktivitas alam dan buatan. Radioaktivitas
alam merupakan radioaktivitas yang berasal langsung dari radiasi kosmik. Sedangkan
radioaktivitas buatan, merupakan radioaktif yang berasal dari kegiatan yang dilakukan
manusia.
3. Radiasi tidak dapat dilihat, didengar, dicium, dirasakan atau diraba. Indera manusia tidak
dapat mendeteksi radiasi sehingga seseorang tidak dapat mengetahui kapan ia dalam
bahaya atau tidak. Radiasi hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat, yang disebut
monitor radiasi. Monitor radiasi terdiri dari detektor radiasi dan rangkaian elektronik
penunjang.
4. Radiasi sangat erat kaitannya dengan manusia karena radiasi banyak dimanfaatkan dalam
membantu kehidupan manusia seperti dalam ilmu kesehatan contohnya untuk
mendiagnosa suatu penyakit, terapi, mensterilisasikan peralatan kedokteran. Di samping
manfaatnya yang begitu besar radiasi juga mempunyai potensi bahaya terhadap pekerja,
anggota masyarakat, dan lingkungan hidup apabila dalam pemanfaatannya, ketentuan-
ketentuan tentang keselamatan radiasi tidak diperhatikan dan tidak diawasi dengan
sebaik-baiknya.
5. Pemantauan radiasi lingkungan mencakup dua kegiatan utama, yaitu pemantauan daerah
kerja dan pemantauan kawasan. Pemantauan ini dapat dilakukan secara langsung melalui
pengambilan sampel-sampel lingkungan seperti tanah, rumput, hasil bumi, air tanah,
udara, dan sebagainya. Pemantauan radiasi dan radioaktivitas lingkungan dapat dibagi
menjadi tiga kegiatan, yaitu Pemantauan Rutin, pemantauan operasional dan pemantauan
khusus.
6. Cara mengendalikan atau memproteksi radiasi bisa dilakukan dengan cara mempunyai
apresiasi tentang keselamatan radiasi, mengerti tentang filosofi kesehatan lingkungan,
dapat menjadi kawan yang baik serta dapat memanfaatkan semaksimum mungkin radiasi
pengion dengan risiko (kerugian) yang sekecil-kecilnya.

4.4.2 Saran

Dapat dilihat dari uraian diatas bahwa

1. Massa zat radioaktif tidak ditafsirkan sebagai satu fenomena yang menakutkan
2. Penggunaan radioaktif hendaknya diimbangi dengan pengetahuan dan teknologi yang
tinggi
3. Penerapan dalam diagnosa berbagai penyakit hendaknyamemikirkan efek-efek yang akan
ditimbulkan
4. Diharapkan penggunaan zat radioaktif untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat
manusia.
5. Dalam penggunaan ponsel sebaiknya dihindari penerimaan panggilan telephone terlalu
lama saat kontak langsung di telinga. Itu akan berdampak buruk pada otak, dan bisa
menimbulkan kanker jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama.
6. Hidari resiko dari dampak negative radiasi sekecil-kecilnya