Anda di halaman 1dari 1

REPUBLIKA.CO.

ID, JAKARTA -- Kebakaran yang menimpa pabrik


perakitan macis (korek api), di Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat,
beberapa waktu lalu, diduga ditemui pelanggaran keamanan,
kesehatan, dan keselamatan kerja (K3). Saat ini pemerintah masih
terus melakukan tindaklanjut di lapangan.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri mengatakan, pihaknya telah


menerjunkan pengawas ke lokasi kejadian guna menindaklanjuti
temuan informasi yang ada. Dia berharap akan ada hasil temuan
informasi terbaru kepada masyarakat pada hari ini maupun besok.
Dari informasi tersebut dia menduga, terdapat pelanggaran dugaan
K3 dari kejadian nahas tersebut.

“Informasi sementara ada jumlah pelanggaran (K3) tapi saya belum


bisa menyebutkan lebih rinci,” kata Hanif saat ditemui di Gedung
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin
(24/6).

Terkait dengan adanya pekerja di bawah umur yang ada dalam daftar
korban, Hanif menilai hal tersebut belum dapat dipastikan apakah
status korban merupakan pekerja atau hanya pengunjung. Untuk itu
dia menegaskan, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu untuk
lebih memastikan.

Guna menanggulangi peristiwa nahas tersebut, dia menjabarkan,


pihaknya akan memastikan hak para korban secara optimal sesuai
dengan aturan ketenagakerjaan. Sedangkan untuk proses pidana dan
perdata terhadap kasus tersebut, seluruh bukti akan terus
dikumpulkan dari lapangan di mana pihaknya bekerja sama dengan
pihak kepolisian setempat yang terus bergerak.

Seperti diketahui, pada Jumat (21/6) sekitar pukul 11.30 WIB. Pada
peristiwa yang berlangsung, api diketahui baru dapat dipadamkan
sekitar pukul 13.30 WIB. Dalam informasi yang ada saat kejadian,
para korban sempat terkunci dari luar saat api membakar bangunan
pabrik korek tersebut.