Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas
limpahan Rahmat dan Hidayahnya penyusunan Makalah dengan judul “Model
Pendokumentasian Kardeks” ini dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai waktu
yang telah direncanakan. Penyusunan Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas
dari mata kuliah dokumentasi kebidanan.
Penyusunan makalah ini, tentu masih jauh untuk dikatakan sempurna, hal
ini karena keterbatasan kami dalam menguasai wawasan dan ilmu pengetahuan
yang masih sangat terbatas. Walaupun demikian kami berharap semoga penyusun
an Makalah ini dapat menjadi salah satu referensi pengetahuan bagi teman-teman
dan bagi kami selaku penyusun makalah ini. Akhir kata semoga kebaikan yang
telah diberikan oleh semua pihak kepada kami mendapat imbalan yang setimpal
dari Allah SWT, amin.

Palembang , 13 september 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................. 1
C. Tujuan .................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Model Dokumentasi Kardeks ................................................ 2
B. Komponen Model Dokumentasi Kardeks ................................................ 2
C. Keuntungan dan Kelemahan Kardeks….................................................4
D. Contoh Format Kardeks….......................................................................5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .............................................................................................. 8
B. Saran ........................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 9

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelayanan kebidanan merupakan pelayanan profesional dari pelayanan
kesehatan yang tersedia selama 24 jam secara berkelanjutan selama masa
perawatan pasien. Dengan demikian, pelayanan keperawatan dan kebidanan
memegang peranan penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas
pelayanan di rumah sakit dan puskesmas.
Dokumentasi kebidanan tidak hanya merupakan dokumen sah tapi juga
instrumen untuk melindungi para pasien, perawat dan bidan secara sah; oleh
karena itu, perawat/bidan diharapkan dapat bekerja sesuai dengan standar
profesional. Ada berbagai macam model dalam pendokumentasian asuhan yang
dapat dibuat oleh bidan, baik itu dengan naratif secara tradisional sampai dengan
menggunakan alat modern yaitu komputer.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud model dokumentasi kardeks ?


2. Apa saja Komponen model dokumentasi kardeks ?
3. Apa Keuntungan dan kelemahan model dokumentasi kardeks ?
4. Bagaimana Contoh Format Pendokumentasian Kardeks?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui Pengertian model dokumentasi kardek.


2. Untuk mengetahui Komponen model dokumentasi kardek.
3. Untuk mengetahui Keuntungan dan kelemahan model dokumentasi kardek.
4. Untuk mengetahui Contoh Format Pendokumentasian Kardeks

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Model Dokumentasi Kardeks

Kardeks merupakan pendokumentasian tradisional yang dipergunakan di


berbagai sumber mengenai informasi pasien yang disusun dalam suatu buku.
Sistem ini terdiri dari serangkaian kartu yang disimpan pada indeks file yang
dapat dengan mudah dipindahkan yang berisikan informasi yang diperlukan untuk
asuhan setiap hari. Kardek biasa juga disebut sebagai sistem kartu. Suatu sistem
dokumentasi dengan menggunakan serangkaian kartu dan membuat data penting
tentang klien, ringkasan problem klien, dan terapinya. Sebagai contohnya yaitu
kartu ibu, kartu anak, kartu KB, dan lain sebagainya (Wildan dan Hidayat, 2009).

Kardeks merupakan pendokumentasian tradisional dipergunakan


diberbagai sumber mengenai informasi pasien yang disusun dalam suatu buku.
Sistem ini terdiri dari serangkaian kartu yang disimpan pada indeks file yang
dapat dengan mudah dipindahkan yang berisikan informasi yang diperlukan untuk
asuhan setiap hari. (Mayu, 2012)

B. Komponen Model Dokumentasi Kardeks


Komponen model dokumentasi kardek meliputi data pasien, diagnosa
kebidanan, pengobatan sekarang, tes diagnostik, dan kegiatan-kegiatan yang
diperbolehkan (Wildan dan Hidayat, 2009).
1. Data Pasien.
Data pasien pada kardek meliputi:
a. Nama, alamat, status perkawinan.
b. Tanggal lahir.
c. Social security sumber.
d. Agama dan kepercayaan.
2. Diagnosa Kebidanan, berupa daftar prioritas masalah.
3. Pengobatan sekarang atau yang sedang dilakukan.
Data ini meliputi:
a. Perawatan dan pengobatan.

2
b. Diet.
c. Intravenous therapy.
d. Konsultasi.
4. Test Diagnostik.
Data yang ada di test diagnostik meliputi:
a. Tanggal / Jadwal.
b. Lengkap dengan hasilnya.
5. Kegiatan-Kegiatan yang Diperbolehkan, Berupa Kegiatan Sehari-Hari.
Kardek sering ditulis dengan pensil kecuali jika kardeks digunakan
sebagai bagian permanen dari catatan klien maka harus ditulis dengan pena.
Muslihatun, Mudlilah, dan Setiyawati (2009) menekankan beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam penulisan rencana asuhan pada kardeks, yaitu rencana
asuhan ini ditulis ketika bidan:
a. Membahas tentang masalah kebutuhan klien.
b. Melakukan ronde setelah identifikasi atau peninjauan masalah klien.
c. Setelah diskusi dengan anggota tim kesehatan lain yang bertanggung
jawab terhadap klien.
d. Setelah berinteraksi dengan klien dan keluarganya.

Pada kardeks harus ditulis tentang data pengkajian kebidanan yang


berhubungan diagnostik, instruksi (observasi yang harus dilakukan, prosedur
terkait dengan pemulihan, pemeliharaan, dan peningkatan kesehatan), cara khusus
yang digunakan untuk mengimplementasikan tindakan kebidanan, melibatkan
keluarga dan perencanaan pulang serta hasil yang diharapkan.

C. Keuntungan dan Kelemahan Model Dokumentasi Kardeks


Menurut Wildan dan Hidayat (2009), keuntungan dan kelemahan model
dokumentasi kardek adalah sebagai berikut :
1. Keuntungan Kardeks
Keuntungan menggunakan sistem kardeks yaitu memungkinkan
mengkomunikasikan informasi yang berguna kepada sesama anggota tim
kebidanan tentang kebutuhan unik klien terkait diet, cara melakukan tindakan

3
penanggulangan, cara meningkatkan peran serta klien, atau waktu yang tepat
untuk melakukan kegiatan kebidanan tertentu.

2. Kelemahan Kardeks

Kelemahan dari sistem kardeks yaitu informasi dalam kardeks hanya terbatas
untuk tim kebidanan saja (diisi tidak lengkap), tidak cukup tempat untuk menulis
rencana kebidanan bagi klien dalam memasukkan data yang diperlukan dengan
banyak masalah, tidak dibaca oleh bidan sebelum mereka memberikan pelayanan
atau asuhan dan tidak up to date.

D. Contoh Format Pendokumentasian Kardeks

Kartu peserta KB:

Contoh kartu ibu hamil :

4
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kardeks merupakan pendokumentasian tradisional dipergunakan
diberbagai sumber mengenai informasi pasien yang disusun dalam suatu buku.
Dokumentasi dapat meningkatkan kesinambungan perawatan pasien, dan
menguatkan akuntabilitas, dan tanggungjawab perawat/bidan dalam
mengimpelemen-tasikan, dan mengevaluasi pelayanan yang diberikan serta
membantu institusi untuk memenuhi syarat akreditasi dan hukum.
B. Saran
Penulis berharap dalam pembuatan makalah ini bisa bermanfaat
menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca pada umumnya dan penulis pada
khususnya selain itu penulis menyadari masih banyak kekurangan maupun
kesalahan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, harapan penulis kepada
pembaca semua agar bersedia memberikan kritik dan saran yang bersifat
membangun.

5
DAFTAR PUSTAKA

Cecily LB & Linda AS. Buku Saku Keperawatan Pediatrik . Edisi 3. Jakarta:
EGC; 2000.

Hudak & Gallo. Keperawatan Kritis, Pendekatan Holistik , Volume II. Jakarta:
EGC; 1996.

Saifuddin, Abdul Bari. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan


Maternal dan Neonatal. Jakarta: YBP-SP.

Saifuddin, Abdul Bari. 2006. Buku Acuan Nasional Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Jakarta: YP.

Suriadi & Rita Yuliani. Asuhan Keperawatan Pada Anak , Edisi I. Jakarta: CV
Sagung Seto; 2001.