Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

1. Teori Teks Eksplanasi

A. Pengertian Teks Eksplanasi


Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang
proses mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya,
dan lainnya bisa terjadi. Suatu peristiwa baik peristiwa alam maupun sosial yang terjadi
disekitar kita, selalu mempunyai hubungan sebab akibat dan proses.
Sedangkan, menurut para ahli pengertian dari teks eksplanasi yaitu :
1) The Contemporary English-Indonesian Dictionary: 651
Teks eksplanasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Explanation Text adalah
suatu teks yang isinya tentang proses-proses yang berhubungan dengan
fenomena-fenomena alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lain sebagainya.
2) Restuti (2013:85)
Eksplanasi adalah teks yang menjelaskan atau menerangkan mengenai
proses atau fenomena alam maupun fenomena sosial.
3) Mahsun (2013:189)
Eksplanasi adalah teks yang berisi dengan struktur yang terdiri atas
bagian-bagian yang menunjukkan pernyataan umum (pembukaan), deretan
penjelas (isi), dan interpretasi (penutup).
Teks eksplanasi dibuat berdasarkan kejadian nyata dan fakta bukan
berdasarkan khayalan penulis. Teks ini disusun dengan mengumpulkan berbagai
data-data melalui wawancara, penelitian, atau membaca dari berbagai sumber.
Data yang sudah ada harus dibandingkan dengan data-data lainnya, itulah
mengapa diperlukan lebih dari 1 data untuk membuat sebuah informasi dalam
teks ini menjadi lebih akurat.

B. Tujuan Teks Ekplanasi


Berdasarkan pengertian teks ekplanasi tersebut maka dapat diketahui tujuan dari
teks ekplanasi adalah untuk menjelaskan atau menerangkan serangkaian proses dari suatu
peristiwa atau fenomena alam maupun sosiokultural atau memberikan informasi kepada
pembaca, bukan ajakan untuk melakukan sesuatu.

C. Jenis – Jenis Teks Eksplanasi


Menurut Wahidi (2009), teks eksplanasi terdiri dari beberapa jenis diantaranya
sebagai berikut :
1) Teks Eksplanasi penjelasan "Bagaimana". Teks ini menerangkan tentang
bagaimana sesuatu dapat terjadi dan lain sebagainya. Misalnya, bagaimana cara
agar rumah tidak kebanjiran dan lain sebagainya.
2) Teks Eksplanasi penjelasan "Mengapa". Teks ini menerangkan tentang
mengapa sesuatu dapat terjadi. Misalnya, mengapa bisa terjadi banjir dan lain
sebagainya.

Selain itu, NWS Departement School and Education (2012), teks eksplanasi dibagi
menjadi empat jenis yaitu:

1) Eksplanasi sequential: teks ini berisi tentang rincian tahapan dalam sebuah
fenomena, misalnya produksi minyak dan siklus hidup cicak.
2) Eksplanasi kausal: teks yang berisi sebab perubahan dari satu tahap ke tahap
selanjutnya, misalnya mengapa bisa terjadi tsunami.
3) Eksplanasi teoretis: teks yang berisi kemungkinan di balik terjadinya sebuah
fenomena alam/proses yang tidak sepenuhnya dipahami, misalnya efek elnino.

D. Ciri – Ciri Teks Ekplanasi


Sangat mudah untuk membedakan teks eksplanasi dengan teks deskripsi atau teks
lain. Hal ini dikarenakan teks eksplanasi mempunyai ciri-ciri yang sangat khusus,
diantaranya :
1) Strukturnya terdiri dari penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.
2) Informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual).
3) Faktual tersebut memuat informasi yang bersifat ilmiah/keilmuan, contohnya
sains.
4) Sifatnya informatif dan tidak berusaha untuk mempengaruhi pembaca untuk
percaya terhadap hal yang dibahas.
5) Memiliki / menggunakan sequence markers. Seperti pertama, kedua, ketiga, dan
sebagainya. Bisa juga menggunakan: pertama, berikutnya, terakhir.

E. Struktur Teks Eksplanasi


Seperti yang menjadi ciri teks eksplanasi diatas, teks ini mempunyai 3 struktur
yang membangunnya agar menjadi satu kesatuan yang utuh. Struktur tersebut meliputi :
1) Pernyataan umum: berisi pernyataan umum mengenai topik yang akan
dijelaskan proses proses terjadinya/proses keberadaan
2) Urutan Sebab Akibat: berisi mengenai detail penjelasan proses terjadinya yang
disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling
akhir.
3) Interpretasi: berisi tentang kesimpulan mengenai topik yang telah dijelaskan.
F. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Verba Nomina Introgatif
( Kata Kerja ) ( Kata Benda ) ( Kata Pertanyaan )
berupa tindakan, kegiatan, Berupa nama - nama atau istilah Sifatnya untuk menanyakan
aktivitas manusia, hewan dari nama ( penyebutan ) sesuatu
atau tumbuhan.
[+ manusia] : berpikir, [+ nama diri] : Sudin, Fatimah [+ Apa] : Seputar apa yang
menulis, membaca … … terjadi ?
[+ makhuk hidup] : [+ nama perkerabatan] : ibu, [+ Dimana] : Tempat
makan, minum, tidur … bapak, saudara, nenek, kakek … terjadinya peristiwa ?
[+ binatang] : mengaum, [+ nama pengganti] : dia, kamu, [+ Kapan] : Waktu
mencicit, memagut … saya, mereka, kalian … terjadinya peristiwa ?
[+ lokasi] : duduk, lewat, [+ nama jabatan] : guru, [+ Siapa] : Pelaku dari
terbit … gubernur, dokter … peristiwa itu ?
[+ sasaran] : makan, [+ gelar] : raden, sarjana hokum, [+ Mengapa] : Sebab suatu
menulis, melihat … doctor, datuk, tengku … peristiwa terjadi ?
[+ arah] : menuju, pergi, [+ nama pangkat] : letnan, [+ Bagaimana] : Proses
pulang … sersan, mayor … terjadinya peristiwa tersebut
[+ tindakan fisik] : [+ benda] : meja, kursi, pulpen,
menendang, makan, gunting …
melihat
[+ tindakan tangan] :
memegang, memukul …
[+ tindakan kaki] :
melangkah, melompat …
[+ tindakan mata] :
melirik, melihat …
1. Verba transitif : verba
yang memiliki objek
2. Verba intransitif :
verba yang tidak
memiliki objek.
Kalimat Aktif Kalimat Pasif Fakta Opini
Subjek (S) melakukan Subjeknya (S) terkena  Teruji  Belum teruji
tindakan yang tindakan yang kebenarannya kebenarannya
diungkapkan predikat diungkapkan predikat dari riset  Tidak memiliki
(P) terhadap objeknya (P) oleh objeknya  Bersifat data
(O). (O). objektif pendukung/
 Memiliki data bukti
Ciri-Ciri : Ciri-Ciri : yang akurat  Peristiwa yang
1. Subjeknya 1. Subjek yang  Terdapat belum terjadi
melakukan terdapat pada pertanyaan  Suatu pendapat
tindakan kalimat aktif 5W1H seseorang
2. Diawali akan berubah  Pernah  Atas pemikiran
imbuhan me-, menjadi objek dilakukan sendiri
ber-, pada 2. Predikat pengujiannya  Mengandai-
predikatnya berimbuhan  Berupa andai :
3. Membutuhkan di-, ter-, atau pernyataan - Mungkin
objek ke-an. - Saya
4. Jika mendapat 3. Kata kerja - Kira
predikat, (Verba) akan - Jika
subjek,keterang didahului kata - Sekiranya
an tidak ganti orang : - Kalau
memrlukan ku- dan kau- - Bila
objek 4. Terdapat kata
5. Polanya : S-P-O oleh atau tidak
atau S-P-K maka tidak
mengubah
maknanya

Contoh : Contoh : Harimau Besok saya ingin


merupakan ke luar negeri
Ibu memasak di dapur : Tempe itu dimasak hewan berkaki
SPK oelh ibu : S P O empat Rumah itu besar
sekali
Ayah meminum kopi : Maling jemuran Indonesia adalah
SPO tertangkap oleh Negara Mie ayam itu enak
satpam kemarin kepulauan sekali
Satpam menangkap malam : S P O K
maling jemuran Gula membuat Mobil itu sangat
kemarin malam : S P O Botolku tertendang minuman cepat
K Rudi yang sedang menjadi manis
berjalan di depanku :
SPOK Oksigen sangat
dibutuhkan oleh
Asrama dipel oleh manusia
siswa hingga menjadi
bersih : S P O K
G. Langkah – Langkah Penulisan Teks Eksplanasi
Contoh kegiatan-kegiatan usaha yang dapat ditulis dalam teks eksplanasi adalah
bagaimana memengaruhi pelanggan agar selalu datang atau bagaimana menjaga produk
agar memenuhi kriteria pembeli. Berikut ini langkah-langkah menulis teks eksplanasi,
yakni :
1) Tentukan kejadian apa yang hendak dijelaskan, misalnya bagaimana perusahaan
dapat berkembang, karyawan menjadi disiplin, dan lain-lain.
2) Cari referensi tentang proses berkembangnya perusahaan. Referensi tersebut
seperti pengertian "berkembang", mengapa orang harus mengembangkan
perusahaan, dan bagaimana prosesnya.
3) Mulailah menulis. Paragraf pertama berisi pengertian "perusahaan yang
berkembang" dan paragraf kedua berisi proses terjadinya perusahaan yang
"berkembang" dan simpulan tentang mengapa perusahaan harus berkembang.
4) Gunakan tata bahasa yang benar dan baik.
5) Lakukan revisi jika diperlukan

2. Analisis Teks Ekplanasi


Letusan Gunung Krakatau 1883
Letusan Krakatau 1883 terjadi di Hindia Belanda (sekarang Indonesia), yang
bermula pada tanggal 26 Agustus 1883 (dengan gejala pada awal Mei) dan berpuncak
dengan letusan hebat yang meruntuhkan kaldera. Pada tanggal 27 Agustus 1883, dua
pertiga bagian Krakatau runtuh dalam sebuah letusan berantai, melenyapkan sebagian
besar pulau di sekelilingnya. Aktivitas seismik tetap berlangsung hingga Februari 1884.
Letusan ini adalah salah satu letusan gunung api paling mematikan dan paling merusak
dalam sejarah, menimbulkan setidaknya 36.417 korban jiwa akibat letusan dan tsunami
yang dihasilkannya. Dampak letusan ini juga bisa dirasakan di seluruh penjuru dunia.
Sebelum letusan 1883, aktivitas seismik di sekitar Krakatau sangat tinggi,
menyebabkan sejumlah gempa bumi yang dirasakan hingga ke Australia. Pada 20 Mei
1883, pelepasan uap mulai terjadi secara teratur di Perboewatan, pulau paling utara di
Kepulauan Krakatau. Letusan kembali terjadi pada 16 Juni, yang menimbulkan letusan
keras dan menutupi pulau dengan awan hitam tebal selama lima hari. Pada 24 Juni, angin
timur yang bertiup membersihkan awan tersebut, dan dua gulungan kabut asap terlihat
membubung dari Krakatau. Letusan ini diyakini telah menyebabkan munculnya dua
ventilasi baru yang terbentuk di antara Perboewatan dan Danan. Guncangan gempa mulai
terasa di Anyer, Jawa Barat, dan kapal-kapal Belanda melaporkan mengenai adanya batu
apung besar yang mengambang di Samudera Hindia di sebelah barat. Pada tanggal 11
Agustus, pakar topografi Belanda, Kapten H. J. G. Ferzenaar, mulai menyelidiki pulau. Ia
menemukan tiga gulungan abu telah melingkupi pulau, dan lepasan uap dari setidaknya
sebelas ventilasi lainnya, sebagian besarnya terdapat di Danan dan Rakata.
Tanggal 25 Agustus, letusan semakin meningkat. Sekitar pukul 13.00 tanggal 26
Agustus, Krakatau memasuki fase paroksimal. Satu jam kemudian, para pengamat bisa
melihat awan abu hitam dengan ketinggian 27 km (17 mil). Tsunami kecil menghantam
pesisir Pulau Jawa dan Sumatra hampir 40 km (25 mil) jauhnya pada pukul 18.00 dan
19.00. Pada 27 Agustus, empat letusan besar terjadi pukul 05.30, 06.44, 10.02, dan 10:41
waktu setempat. Pada akhirnya, pukul 5.30, letusan pertama terjadi di Perboewatan, yang
memicu tsunami menuju Teluk betung. Pukul 06.44, Krakatau meletus lagi di Danan,
menimbulkan tsunami di arah timur dan barat. Letusan besar pada pukul 10.02 terjadi
begitu keras dan terdengar hampir 3110 km (1930 mi) jauhnya ke Perth, Australia Barat,
dan Rodrigues di Mauritius (4800 km (3000 mil) jauhnya). Oleh karena itulah Krakatau
dikenal dunia karena letusannya di tahun 1883 yang sangat dahsyat.

3. Analisis Berdasarkan Struktur


Penjelasan Umum Letusan Krakatau 1883 terjadi di Hindia
Belanda (sekarang Indonesia), yang bermula pada tanggal 26
Agustus 1883 (dengan gejala pada awal Mei) dan berpuncak
dengan letusan hebat yang meruntuhkan kaldera. Pada tanggal
27 Agustus 1883, dua pertiga bagian Krakatau runtuh dalam
sebuah letusan berantai, melenyapkan sebagian besar pulau di
sekelilingnya. Aktivitas seismik tetap berlangsung hingga
Februari 1884. Letusan ini adalah salah satu letusan gunung
api paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah,
menimbulkan setidaknya 36.417 korban jiwa akibat letusan dan
tsunami yang dihasilkannya. Dampak letusan ini juga bisa
dirasakan di seluruh penjuru dunia.
Penjelasan Proses Sebelum letusan 1883, aktivitas seismik di sekitar Krakatau
sangat tinggi, menyebabkan sejumlah gempa bumi yang
dirasakan hingga ke Australia. Pada 20 Mei 1883, pelepasan uap
mulai terjadi secara teratur di Perboewatan, pulau paling utara di
Kepulauan Krakatau. Letusan kembali terjadi pada 16 Juni, yang
menimbulkan letusan keras dan menutupi pulau dengan awan
hitam tebal selama lima hari. Pada 24 Juni, angin timur yang
bertiup membersihkan awan tersebut, dan dua gulungan kabut
asap terlihat membubung dari Krakatau. Letusan ini diyakini
telah menyebabkan munculnya dua ventilasi baru yang terbentuk
di antara Perboewatan dan Danan. Guncangan gempa mulai
terasa di Anyer, Jawa Barat, dan kapal-kapal Belanda
melaporkan mengenai adanya batu apung besar yang
mengambang di Samudera Hindia di sebelah barat. Pada tanggal
11 Agustus, pakar topografi Belanda, Kapten H. J. G. Ferzenaar,
mulai menyelidiki pulau. Ia menemukan tiga gulungan abu telah
melingkupi pulau, dan lepasan uap dari setidaknya sebelas
ventilasi lainnya, sebagian besarnya terdapat di Danan
dan Rakata.
Tanggal 25 Agustus, letusan semakin meningkat. Sekitar
pukul 13.00 tanggal 26 Agustus, Krakatau memasuki fase
paroksimal. Satu jam kemudian, para pengamat bisa melihat
awan abu hitam dengan ketinggian 27 km (17 mi). Tsunami kecil
menghantam pesisir Pulau Jawa dan Sumatra hampir 40 km
(25 mi) jauhnya pada pukul 18.00 dan 19.00. Pada 27 Agustus,
empat letusan besar terjadi pukul 05.30, 06.44, 10.02, dan 10:41
waktu setempat. Pada akhirnya, pukul 5.30 letusan pertama
terjadi di Perboewatan, yang memicu tsunami
menuju Telukbetung. Pukul 06.44, Krakatau meletus lagi di
Danan, menimbulkan tsunami di arah timur dan barat. Letusan
besar pada pukul 10.02 terjadi begitu keras dan terdengar hampir
3110 km (1930 mi) jauhnya ke Perth, Australia Barat,
dan Rodrigues di Mauritius(4800 km (3000 mi) jauhnya).
Penutup Oleh karena itulah Krakatau dikenal dunia karena letusannya di
tahun 1883 yang sangat dahsyat.

4. Analisis Berdasarkan Kaidah Bahasa


Letusan Gunung Krakatau 1883
Nomina ( Kata Benda ) Letusan, Krakatau, gunung, Indonesia, Australia, pulau,
gempa bumi, sejarah, korban, Perth, kapten, H. J. G.
Ferzenaar, awan, Rodrigues, Mauritius.
Verba ( Kata Kerja ) Meruntuhkan, melenyapkan, merusak, menutupi,
membersihkan, menemukan, melihat, memicu, meletus,
menyelidiki, terdengar, terdapat, bertiup.
Mengapa dan Bagaimana Letusan ini adalah salah satu letusan gunung api paling
mematikan dan paling merusak dalam sejarah,
menimbulkan setidaknya 36.417 korban jiwa akibat
letusan dan tsunami yang dihasilkannya. Dampak
letusan ini juga bisa dirasakan di seluruh penjuru dunia.
Fakta Pada tanggal 11 Agustus, pakar topografi Belanda,
Kapten H. J. G. Ferzenaar, mulai menyelidiki pulau. Ia
menemukan tiga gulungan abu telah melingkupi pulau,
dan lepasan uap dari setidaknya sebelas ventilasi
lainnya, sebagian besarnya terdapat di Danan
dan Rakata.
Kalimat Pasif Dampak letusan ini juga bisa dirasakan di seluruh
penjuru dunia.
Konjungsi Kausalitas Oleh karena itulah Krakatau dikenal dunia karena
letusannya di tahun 1883 yang sangat dahsyat.
Konjungsi Pada akhirnya, pukul 5.30, letusan pertama terjadi di
Perboewatan, yang memicu tsunami menuju Teluk
betung.