Anda di halaman 1dari 14

Laporan

Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA


DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JATI PADANG
Jalan Raya Ragunan Nomor 16-17, Jakarta Selatan
Telp. 021- 22784448 Fax. 021 22784446
Email: rsudjatipadang@gmail.com
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas izin dan
karuniaNya akhirnya Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019 RSUD Jati Padang dapat
diselesaikan.
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) merupakan bagian penting yang
perlu dijalankan oleh rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya. Pelayanan PPI
dijadikan sebagai salah satu tolak ukur mutu pelayanan rumah sakit dan berfungsi
untuk melindungi pasien, petugas, pengunjung dan keluarga pasien dari resiko
tertularnya infeksi di rumah sakit.
Dalam kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada berbagai pihak atas kontribusinya,
semoga kerjasama yang baik ini dapat terus ditingkatkan di masa yang akan datang.
Dengan Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019 RSUD Jati Padang ini
diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan serta menyiapkan rumah sakit dalam
menghadapi berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi.

Jakarta, Juli Tahun 2019

DAFTAR ISI

Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019


Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
i
KATA PENGANTAR............................................................................................................i

DAFTAR ISI........................................................................................................................ii

BAB I..................................................................................................................................1

PENDAHULUAN................................................................................................................1

A. Latar Belakang.........................................................................................................1
B. Tujuan......................................................................................................................1
BAB II.................................................................................................................................3

KEGIATAN PPI..................................................................................................................3

A. Kegiatan Program PPI.............................................................................................3


B. Kejadian Infeksi.......................................................................................................4
BAB III..............................................................................................................................12

ANALISA DATA DAN REKOMENDASI...........................................................................12

A. Analisa Data...........................................................................................................12
B. Rekomendasi.........................................................................................................12

Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019


Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit merupakan hal
utama yang harus diterapkan untuk meminimalkan kejadian infeksi yang
memiliki dampak besar bagi pasien, petugas kesehatan, dan lingkungan kerja
di rumah sakit.
Data infeksi nosokomial (HAIs) di Indonesia sendiri dapat dilihat dari
data surveilans yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun
1987 di 10 RSU Pendidikan, diperoleh angka infeksi nosokomial cukup tinggi
yaitu sebesar 6-16 % dengan rata-rata 9,8 %. Penelitian yang pernah
dilakukan di 11 rumah sakit di DKI Jakarta pada 2004 menunjukkan bahwa 9,8
% pasien rawat inap mendapat infeksi yang baru selama dirawat (Balaguris,
2009).
Infeksi saluran kemih merupakan kejadian infeksi nosokomial tersering.
Sekitar 30 - 40% dari infeksi nosokomial merupakan infeksi saluran kemih dan
80% infeksinya dihubungkan dengan penggunaan kateter urin (WHO, 2002).
Kejadian pneumonia nosokomial menempati urutan kedua setelah
infeksi saluran kemih. Angka kematian pada pneumonia nosokomial berkisar
20-50% dan terus meningkat bila lama rawat di rumah sakit ≥ 5 hari (PDPI,
2003).
Pasien dengan tindakan infus yang lebih lama (> 7 hari) berisiko
terkena infeksi nosokomial sebesar 1,85 kali bila dibandingkan dengan pasien
yang menggunakan infus di bawah 3 hari. Tindakan pemasangan kateter pada
pasien dengan lama penggunaan di atas 3 hari lebih berisiko terkena infeksi
nosokomial sebesar 2,7 kali bila dibandingkan dengan pasien yang
menggunakan kateter di bawah 3 hari (Mustafa, 1997).

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Menekan angka kejadian Infeksi (HAIs) di Rumah Sakit Umum Daerah Jati
Padang sehingga mutu pelayanan akan semakin baik dan berkualitas.

2. Tujuan Khusus
Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019
Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
1
a. Meningkatkan penerapan kewaspadaan standard dan kewaspadaan
Transmisi bagi petugas, pasien dan pengunjung
b. Mencegah penularan pasien infeksi menular terhadap pasien lain,
petugas maupun pengunjung rumah sakit
c. Meningkatkan kegiatan surveilans yang proaktif dan sistematik
d. Meningkatkan pemahaman dan penyamaan persepsi pada petugas
rumah sakit
e. Meningkatkan kepatuhan terhadap penggunaan antibiotika sesuai
indikasi dan formularium yang ditentukan.
f. Meningkatkan daya tahan dan mencegah penyebaran penyakit
g. petugas kesehatan yang bekerja di pelayanan risiko tinggi.

Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019


Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
2
BAB II

KEGIATAN PPI

A. Kegiatan Program PPI

Jenis Daftar Kegiatan Sasaran


Kegiatan

Sosialisasi a. Kebersihan tangan Seluruh pegawai


dan Etika Batuk
RSUD Jati Padang
b. Penggunaan APD
yang benar
c. Alur pajanan
tertusuk jarum dan
pengelolaan limbah
d. Dekontaminasi dan
Sterilisasi Alat
e. Menyuntik yang
aman
Surveilans a. IAD Unit perawatan pasien
b. ISK
c. IDO
d. VAP
e. FLEBITIS
Seminar a. In House Training Seluruh pegawai
Internal PPI Dasar
RSUD Jati Padang
b. Pit Stop PPI

Audit a. Kepatuhan cuci Petugas medis, Petugas


tangan penunjang dan Cleaning

Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019


Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
3
b. Kepatuhan service
penggunaan APD
c. Kepatuhan dalam
pembuangan
sampah non
infeksius, infeksius
dan limbah benda
tajam
d. Audit pengendalian
lingkungan dan
fasilitas hand
hygiene dan APD

B. Kejadian Infeksi
1. Surveilans HAIs
a. Flebitis
b. Infeksi Aliran Darah (IAD)
c. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
d. Infeksi Daerah Operasi (IDO)
e. Ventilator Associated Infections (VAP)
2. Angka Kejadian HAIs dan Flebitis di RSUD Jati Padang
a. Tabel Perhitungan Kejadian HAIs dan Flebitis
DATA KEJADIAN JUMLAH JUMLAH HARI JUMLAH INSIDEN
KEJADIAN PEMASANGAN TINDAKAN RATE
ALAT OPERASI KEJADIAN
Flebitis 2 186 - 10.75‰
(1.07%)
Infeksi Aliran Darah 0 0 - 0‰
Primer (IADP)
Infeksi Saluran 0 9 - 0‰
Kemih (ISK)
Infeksi Daerah 0 - 36 0%
Operasi (IDO)
Ventilator 0 0 - 0‰
Associated
Infections (VAP)

b. Tabel Perbandingan Angka Kejadian HAIs dan Flebitis

Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019


Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
4
DATA KEJADIAN ANGKA ANGKA
KEJADIAN KEJADIAN
FLEBITIS BULAN FLEBITIS BULAN
JUNI 2019 JULI 2019
Flebitis 1‰ (1.5%) 10.75 ‰ (1.07%)

Infeksi Aliran Darah Primer (IADP) 0‰ 0‰


Infeksi Saluran Kemih (ISK) 0‰ 0‰
Infeksi Daerah Operasi (IDO) 0% 0%
Ventilator Associated Infections 0‰ 0‰
(VAP)

Grafik Perbandingan Insiden Rate Kejadian Flebitis Bulan Juni 2019 dan Juli 2019

Grafik 1. Angka Flebitis pada bulan Juli 2019 sebesar 10,75‰ (1,07%) mengalami
kenaikan dari bulan Juni 2019. Terdapat 2 kejadian flebitis dengan jumlah hari
pemasangan IVL 186 hari dari 92 pasien.

c. Tabel Presentase Kepatuhan Hand Hygiene


i. Tabel Presentase Kepatuhan Cuci Tangan Berdasarkan Profesi

Klasifikasi Karyawan Angka Kepatuhan


Dokter 82%
Perawat 83%
Petugas Lain-lain 79%
Pengunjung 75%

Grafik Kepatuhan Hand Hygiene Profesi Pada Bulan Juli 2019

Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019


Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
5
Grafik Angka kepatuhan hand hygiene berdasarkan profesi angka tertinggi ada
pada perawat sebesar 83% dan terendah pada pengunjung sebesar 75%.
Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan cuci tangan petugas tidak konsisten.

d. Monitoring Evaluasi di Unit Penunjang


1) Unit CSSD
Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:
a) Petugas masih menggunakan APD tidak sesuai yaitu sarung
tangan rumah tangga.
b) Tidak ada westafel di ruang cleaning
c) Pengeringan masih manual, belum menggunakan mesin
d) Tidak ada partisi untuk ruang sterilisasi, ruang pouches dan
ruang penyimpanan barang steril

2) Unit Gizi
Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:
a) Water heater tidak ada alat pengukur suhu air
b) Tidak ada penyekatan antara ruang pencucian, ruang
pemroresan makan, dan ruang pencucian
c) Alur ruang pencucian ke ruang penyimpanan makanan terjadi
cross
3) Unit Laundry
Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:
a) Jendela ruangan masih sering dibuka
b) Pengeringan masih menggunakan jemuran stainless
c) Belum tersedia eye washer
4) Ruang Isolasi
Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:
a) Belum tersedia magnehelic dan westafel di ruang anteroom
b) Kurangnya edukasi pada pasien dan keluarga tentang peraturan
kamar isolasi
5) Ruang Rawat Inap
Ruang rawat inap dengan score audit :

Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019


Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
6
NO FORMULIR PRESENTASE

1. AUDIT FASILITAS HH 80%

2. AUDIT KEPATUHAN APD 70%

3. AUDIT LINGKUNGAN 90%

4. AUDIT PEMBUANGAN LIMBAH 90%

5. AUDIT CAIRAN INFEKSIUS 95%

6. AUDIT BENDA TAJAM 95%

Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:


a) Edukasi hand hygiene tidak dilakukan secara konsisten
b) Penggunaan APD tidak konsisten
c) Perawat terampil yang melakukan pengoplosan obat tidak pada
trolley aseptik dispensing
d) Penempatan pasien infeksius, non infeksius dan
immunocompromised masih belum sesuai SPO
e) Edukasi tentang aturan untuk ruang isolasi masih belum konsisten
dilakukan
6) Ruang Kebidanan
Ruang Kebidanan dengan score audit :

NO FORMULIR PRESENTASE

1. AUDIT FASILITAS HH 80%

2. AUDIT KEPATUHAN APD 80%

3. AUDIT LINGKUNGAN 94%

4. AUDIT PEMBUANGAN LIMBAH 90%

5. AUDIT CAIRAN INFEKSIUS 90%

6. AUDIT BENDA TAJAM 90%

Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:


a) Keterbatasan penyediaan apron

7) Laboratorium
Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:
a) Petugas tidak menggunakan APD secara benar

8) Rawat Jalan
Rawat Jalan dengan score audit :

NO FORMULIR PRESENTASE

1. AUDIT FASILITAS HH 80%

Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019


Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
7
2. AUDIT KEPATUHAN APD 70%

3. AUDIT LINGKUNGAN 90%

4. AUDIT PEMBUANGAN LIMBAH 80%

5. AUDIT CAIRAN INFEKSIUS 67%

6. AUDIT BENDA TAJAM 90%

Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:


a) Tidak ada spoelhok untuk pembuangan limbah cair infeksius

9) Poli TB DOTS
Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:
a) Tidak ada partisi antara ruang tunggu pasien TB DOTS dan ruang
tunggu pasien rawat jalan lain
b) Pasien poli TB DOTS dan pasien rawat jalan lain bercampur di
ruang tunggu TB DOTS
c) Dokter dan perawat poli TB DOTS tidak menggunakan APD yang
tepat yaitu masker N95
10)Unit Gawat Darurat
Unit Gawat Darurat dengan score audit :

NO FORMULIR PRESENTASE

1. AUDIT FASILITAS HH 80%

2. AUDIT KEPATUHAN APD 60%

3. AUDIT LINGKUNGAN 76%

4. AUDIT PEMBUANGAN LIMBAH 80%

5. AUDIT CAIRAN INFEKSIUS 60%

6. AUDIT BENDA TAJAM 87%

Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:


a) Belum tersedia ruang dekontaminasi dan ruang immunocompromise
b) Tidak tersedia spoelhok
c) Lantai belum terbuat dari vinil dan dinding belum dilapisi dengan cat
minyak
d) Tidak ada ceklis suhu pemantauan untuk kulkas dan lemari
penyimpanan linen dan alat steril
e) Belum ada alat magnehelic di ruang isolasi

11) Unit Perina dan HCU


Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019
Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
8
Ruang perina dengan score audit :

NO FORMULIR PRESENTASE
PERINA

1. AUDIT FASILITAS HH 70%

2. AUDIT KEPATUHAN APD 80%

3. AUDIT LINGKUNGAN 80%

4. AUDIT PEMBUANGAN LIMBAH 90%

5. AUDIT CAIRAN INFEKSIUS 93%

6. AUDIT BENDA TAJAM 93%

Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:


a) Tidak ada sekat ruangan antara nurse station, ruang menyusui,
ruang pasien infeksius dan non infeksius
b) Tidak ada westafel dan spoelhok
c) Penyimpanan linen dan alat steril masih belum sesuai
d) Tidak ada ceklis suhu pemantauan untuk kulkas dan lemari
penyimpanan linen dan alat steril
12)Kamar Jenazah
Beberapa hasil monitoring evaluasi sebagai berikut:
a) Tidak ada westafel
b) Tidak ada tempat sampah infeksius dan non infeksius.
c) Tidak ada petugas yang menangani kamar jenazah

e. Pelaksanaan Program PPI


1) Kewaspadaan isolasi telah dilaksanakan, hanya saja ada beberapa
program yang mengalami hambatan diantaranya:
a) Kesehatan karyawan : Koordinasi dengan K3RS untuk dapat
mengadakan medical check up bagi petugas rumah sakit. Direncanakan
akan diadakan di awal tahun 2020 dengan ketentuan sebagai berikut :
 Pemeriksaan MCU lengkap (dengan rontgen thorax) diusulkan
untuk 109 karyawan (petugas unit yang beresiko tinggi).
 Pemeriksaan MCU tidak lengkap (tanpa rontgen thorax)
diusulkan untuk 115 karyawan.
b) Surveilans sudah dilakukan, yang sudah dilaksanakan diantaranya
Surveilans ISK, IDO, dan Flebitis. Untuk VAP dan IADP belum dapat
dilaksanakan dikarenakan tidak ada pemasangan alat ventilator dan
CVC di RSUD Jati Padang.
c) Pengendalian lingkungan sudah dilakukan, PPI berkoordinasi dengan
kesling untuk mengawasi pengendalian lingkungan. Pemeriksaan kultur
udara dan swab lingkungan dilakukan rutin 2 kali dalam satu tahun. Dan
tindak lanjut dari kecurigaan ruangan terkontaminasi jamur di unit ranap

Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019


Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
9
tjokropranolo kamar 403, PPI berkoordinasi dengan kesling untuk
melakukan pengambilan sample dan pemeriksaan kultur jamur. Lalu
untuk unit dengan hasil kultur udara buruk dan tidak ada sirkulasi udara,
PPI koordinasi dengan kesling untuk pembuatan jadwal general
cleaning pada unit 1 bulan sekali.
d) Investigasi outbreak penyakit infeksi tidak ada sehingga program ini
belum dilaksanakan. Tetapi tim KLB sudah berkoordinasi mengenai alur
penanganan bila terjadi KLB/Outbreak.
e) Assesment resiko infeksi sudah dilakukan.
f) Penetapan sasaran penurunan resiko sudah dilaksanakan.
g) Mengukur dan mereview resiko infeksi sudah dilaksanakan.
h) Pendidikan dan pelatihan : In house training pengenalan PPI dasar
sudah dilaksanakan hanya saja hanya sebagian karyawan rumah sakit.
Untuk selanjutnya program in house training akan dilaksanakan lagi di
bulan November sesuai time table yang sudah ditetapkan.

BAB III

ANALISA DATA DAN REKOMENDASI

A. Analisa Data
1. Insiden rate flebitis di bulan Juli sebesar 10.75 ‰. Terdapat 2 kejadian
flebitis dari 186 hari pemasangan IVL dari 92 jumlah pasien. Untuk
kejadian ISK tidak ada kejadian sama halnya dengan bulan lalu dengan
jumlah hari pemasangan 9 dari 4 pasien yang terpasang kateter urine.
2. Angka kepatuhan cuci tangan tidak konsisten. Dapat dilihat angka
kepatuhan cuci tangan pengunjung paling rendah yaitu sebesar 75%.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh masih rendahnya pengetahuan
pengunjung tentang cara cuci tangan.
3. Terbatasnya ruang dan konstruksi ruangan yang belum sesuai sehingga
pelaksanaan alur pasien belum sesuai SPO penempatan pasien.

B. Rekomendasi
1. Sosialisasi pada perawat dan IPCLN terkait peningkatan pelaporan
insiden HAIs pada IPCN atau tim PPI lainnya. Selain itu, juga konsisten

Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019


Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
10
dalam melakukan monitoring surveilans HAIs, audit kepatuhan hand
hygiene, bundles HAIs pada tiap tindakan pemasangan alat medis .
2. Tim PPI berkoordinasi dengan Tim Security RSUD Jati Padang untuk
menjalankan program Satpam Peduli PPI yaitu suatu program dimana
setiap hari senin dan jumat anggota security yang bertugas di lantai 1
dan lantai 4 melakukan edukasi cuci tangan kepada pengunjung rawat
inap maupun rawat jalan.
3. Koordinasi dengan tim pengadaan dan tim IPSRS untuk usulan
renovasi konstruksi bangunan seperti di unit perina, unit CSSD dan unit
Gizi.

Jakarta, Juli 2019

Mengetahui,

Ketua Tim PPIRS IPCN

dr. Michael Wijaya Kosasih Sp. Ak Dyah Tri Handayani, A.Md.Kep


NIP. 198105282010011024 NIP.199411092017070031

Laporan Tim PPI Bulan Juli Tahun 2019


Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
11