Anda di halaman 1dari 11

2019

Perencanaan Pelabuhan

Andreas Walukow
16021101073
1/1/2019
Kapal Penumpang (Passenger)
Kapal penumpang adalah kapal yang digunakan untuk angkutan penumpang. Untuk
meningkatkan effisiensi atau melayani keperluan yang lebih luas kapal penumpang dapat berupa
kapal Ro-Ro, ataupun untuk perjalanan pendek terjadwal dalam bentuk kapal feri.

Di Indonesia perusahaan yang mengoperasikan kapal penumpang adalah PT. Pelayaran Nasional
Indonesia yang dikenal sebagai PELNI, sedang kapal Ro-Ro penumpang dan kendaraan
dioperasikan oleh PT ASDP, PT Dharma Lautan Utama, PT Jembatan Madura dan berbagai
perusahaan pelayaran lainnya.
 Kapal Ferry
Merupakan kapal penumpang berkapasitas kecil sampai sedang, biasanya melayani rute
pelayaran yang dekat seperti penyebrangan selat atau danau, dan ada juga yang dapat
menampung kendaraan. Contoh: Kapal Ferry Bahagia Ekspress, Kapal Ferry Tao Tob.
Kapal ferry biasanya dirancang dengan dua pintu yaitu pintu depan dan pintu belakang
untuk memudahkan bongkar muat kendaraan roda empat yang diangkut. Ini juga
bertujuan memudahkan kapal tersebut agar tidak perlu bermanuver. Dari satu pelabuhan
bersandar menggunakan pintu belakang untuk mengangkut kendaraan dan ketika sampai
di pelabuhan tujuan kapal ini menggunakan pintu depan untuk sandar. Ferry jenis ini
disebut Ro-Ro yang merupakan singkatan dari roll-on/roll-off. Yakni sejenis ferry yang
bisa membawa kargo beroda. Sementara GRT (Gross Registered Tonnage) kapal yang
bisa bersandar disana antara 300-600 GRT.
 Kapal Motor (KM)
Merupakan kapal penumpang berkapasitas sedang. Biasanya melayani penyebrangan
jarak jauh antar pulau, karena menempuh jarak yang cukup jauh dan memakan waktu
berhari-hari, maka di Kapal Motor tersedia fasilitas-fasilitas pendukung, seperti kamar
tidur, restoran, retail. Contoh: KM Kelud, KM Sinabung, dan KM Bukit Raya.
 Kapal Pesiar (Cruise)
Kapal pesiar merupakan jenis kapal penumpang mewah, memiliki kapasitas penumpang
yang beraneka ragam, mulai dari kapasitas 1000-3000 orang. Selain sebagai sarana
transportasi, ada kapal pesiar yang digunakan sebagai sarana wisata karena fasilitas yang
disediakan sangat lengkap.
Kapal Barang (Cargo)
Kapal barang atau kapal kargo adalah segala jenis kapal yang membawa barang-barang dan
muatan dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Ribuan kapal jenis ini menyusuri lautan dan
samudra dunia setiap tahunnya - memuat barang-barang perdagangan internasional. Kapal kargo
pada umumnya didesain khusus untuk tugasnya, dilengkapi dengan crane dan mekanisme
lainnya untuk bongkar muat, serta dibuat dalam beberapa ukuran.

Jenis-jenis pengangkutan kargo termasuk kapal kontainer dan pengangkutan massal.

Catatan terawal mengenai aktivitas pengangkutan laut menyebut pengangkutan barang-barang


untuk perdagangan; bukti-bukti sejarah dan arkeologi membuktikan bahwa kegiatan ini sudah
meluas pada awal abad ke-1 SM. Keinginan untuk mengoperasikan rute perdagangan untuk jarak
yang lebih jauh dan pada lebih banyak musim memotivasi perbaikan dalam desain kapal pada
masa Zaman Pertengahan.

Sebelum pertengahn abad ke-19, kasus-kasus pembajakan mengakibatkan kapal-kapal harus


dipersenjatai, kadang dengan berat, seperti pada kasus Galleon Manila dan East Indiamen.

Pembajakan masih sering terjadi di lautan sekitar Asia, terutamanya di Selat Malaka. Pada tahun
2004, pemerintah negara-negara yang berbatasan dengan selat ini - Singapura, Indonesia dan
Malaysia setuju untuk memberikan perlindungan lebih kepada kapal-kapal yang melintasi selat
tersebut.
Kapal-kapal diklasifikasikan berdasarkan dimensi, berat, dan ukurannya. Di bawah ini sejumlah
klasifikasi kapal yang paling umum digunakan.

 Handy size. Kapal memiliki tonase berat mati (dead weights tonnage) antara 28.000
sampai dengan 40.000 ton.
 Handymax, tonase berat mati kapal ini sekitar 40.000-50.000 ton.
 Panamax, merupakan jenis kapal yang paling besar yang dapat melewati terusan kanal.
Tonase berat mati kapal ini antara 60.000 sampai 80.000 ton.
 Aframax, biasanya berupa kapal tanker dengan tonase berat mati antara 75.000 sampai
dengan 115.000 ton.
 Suezmax, merupakan ukuran maksimal kapal yang dapat melewati terusan suez, tonase
berat mati sekitar 150.000 ton.
 Malaccamax, merupakan kapal paling besar yang dapat melewati Selat Malaka. Untuk
kapal peti kemas biasanya memiliki berat mati antara 280.000 sampai dengan 300.000
ton.
 Capesize, jenis kapal ini tidak dapat melewati Terusan Suez atau Terusan Panama
sehingga harus melewati Tanjung Harapan dan Tanjung Tanduk. Tonase berat matinya di
atas 150.000 ton.
 VLCC (Very Large Crude Carrier), merupakan supertanker dengan tonase berat mati
antara 150.000-320.000 ton
 ULCC (Ultra Large Crude Carrier), merupakan supertanker dengan tonase berat mati
antara 320.000 – 550.000 ton.
Kapal Peti Kemas (Container)
Kapal peti kemas (Inggris: containership atau celullarship) adalah kapal yang khusus digunakan
untuk mengangkut peti kemas yang standar. Memiliki rongga (cells) untuk menyimpan peti
kemas ukuran standar. Peti kemas diangkat ke atas kapal di terminal peti kemas dengan
menggunakan kran/derek khusus yang dapat dilakukan dengan cepat, baik derek-derek yang
berada di dermaga, maupun derek yang berada di kapal itu sendiri.

Kapal Berbendera Indonesia

Aktivitas kapal peti kemas di Indonesia sudah ada sejak tahun 1970-an. Kapal khusus peti kemas
termodern pertama yang berbendera Indonesia adalah KM Gloria Express yang panjangnya
120m dan lebar 17,8m, milik Perusahaan Pelayaran Samudra PT Gesuri Lloyd, berbobot mati
7.670 DWT. Kapal ini buatan Ship Building & Engineering Ltd yang disainnya dari Jerman,
dengan pelayaran perdana 12 Mei 1980 dari Tanjung Priok-Hongkong-Busan(Korea)-Tokyo-
Kobe-Osaka(Jepang)-Keelung(Taiwan) dan kembali ke Indonesia. Nakhoda pertamanya adalah
Kapten Moniaga.

Derek Raksasa (Giant Crane)

Derek raksasa yang berdaya angkut 50 Ton untuk bongkar muat ke kapal peti kemas, pertama
kali dipasang di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok pada tanggal 10 Juli 1977 buatan Jepang
sebanyak 2 unit.
Kapal Tanker
Kapal tanker ialah kapal yang dirancang untuk mengangkut minyak atau produk turunannya.
Jenis utama kapal tanker termasuk tanker minyak, tanker kimia, dan pengangkut LNG.

Di antara berbagai jenis kapal tanker, supertanker dirancang untuk mengangkut minyak sekitar
Tanduk Afrika dan Timur Tengah. Supertanker Knock Nevis adalah pengangkut terbesar di
dunia.

Di samping mengangkut pipa saluran, kapal tanker juga kendaraan untuk mengangkut minyak
mentah, yang kadang-kadang dapat menimbulkan malapetaka lingkungan akibat tumpahan
minyaknya ke laut. Untuk malapetaka yang terkenal yang diakibatkan oleh kapal tanker, lihat
Torrey Canyon, Exxon Valdez, Amoco Cadiz, Erika, Prestige.
Kapal Kargo Curah (Ore Carrier)
Kapal kargo curah atau kapal bulker adalah kapal untuk dagang yang dirancang untuk
mengangkut kargo curah unpackaged, seperti contoh batu bara dan semen. Adapun kelebihan
dari kapal ini mempunyai daya angkut yang besar.

Kapal Pengangkut Barang Curah merupakan kapal barang yang berfungsi untuk mengangkut
barang-barang seperti batu bara, semen, biji-bijian, bijih logam, dan sebagainya di dalam sel-
sel/rongga-rongga kargo yang terpisah.

Kapal ini memiliki spesifikasi mengangkut muatan curah. Dikatakan curah karena cara
meletakkan muatan dengan cara mencurahkan/menuangkan butiran/biji-bijian. Produk muatan
yang berbentuk curah terdiri dari berbagai macam. Berdasarkan jenis muatannnya kapal bulk
carrier terbagi atas beberapa kelompok:

Grain carrier (biji tumbuh-tumbuhan)

Ore carrier (bijih tambang)

Coal carrier (disingkat: collier) atau muatan batu bara

Oil-ore carrier, muatan yang diangkut batu bara dan minyak secara bergantian

Coal-ore carrier, memuat batu bara dan bijih besi secara bergantian.
Kapal Kargo Kering (Dry Bulk)
Pengangkutan kargo curah kering adalah segmen yang dilayani oleh paling banyak jenis kapal.
Secara umum, Kapal pengangkut kargo kering terdiri atas lima kategori utama, yaitu: General
Cargo, Bulk Carrier, Short Sea (Coaster) Ship, Containerships, dan kapal khusus (Specialised
vessels). Masing-masing kategori terdiri dari beberapa subkategori berdasarkan pada
karakteristik teknis dan/atau ukurannya.
Kapal Penangkap Ikan (Fishing Boat)
Kapal penangkap ikan adalah perahu atau kapal yang digunakan untuk menangkap ikan di laut,
danau, atau sungai. Berbagai jenis kapal laut digunakan dalam penangkapan ikan komersial,
olahraga, maupun rekreasi.

Berdasarkan FAO, pada tahun 2004 terdapat setidaknya empat juta kapal penangkap ikan
komersial.[1] Sekitar 1,3 juta merupakan kapal yang memiliki geladak. Hampir semua kapal
bergeladak ini sudah termekanisasi, dan 40 ribu diantaranya berbobot lebih dari 100 ton. Sekitar
dua per tiga dari empat juta kapal tersebut merupakan perahu penangkap ikan tradisional dengan
berbagai tipe, digerakkan dengan layar dan dayung. Perahu tersebut biasanya digunakan oleh
nelayan tradisional.

Sulit untuk menentukan berapa jumlah perahu penangkap ikan rekreasi. Ukuran perahu tersebut
sangat bervariasi, selain tujuan penggunaannya tidak selalu untuk menangkap ikan.

Sebelum tahun 1950an, hanya ada sedikit standarisasi kapal penangkap ikan. Desain dapat
bervariasi antar pelabuhan dan galangan kapal. Sebelumnya perahu dibuat dari kayu. Namun
karena biaya perawatan tinggi dan dengan perkembangan teknologi material, baja, fiberglass,
dan serat karbon lebih banyak digunakan.

Lamanya pembuatan perahu penangkap ikan tradisional bervariasi antara enam bulan hingga satu
tahun.