Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM MORFOLOGI DAN ANATOMI BENIH

MORFOLOGI BUAH

Disusun oleh :

MOHAMMD YUSUF SOFYAN


A41180518/GOLONGAN A/11

PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH

JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN

POLITEKNIK NEGERI JEMBER

SEPTEMBER 1019
18/09/1019

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Istilah Morfologi berasal dari kata Morphologi (Morphe: bentuk, logos:ilmu) berarti
ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk luar dari tumbuhan,khususnya tumbuhan berbiji
mengenai organ-organ tubuhnya dengan segalavariasinya (Evika, 1005).

Morfologi merupakan ilmu pengetahuan yang mendasari pemahaman tentang


sistematika tumbuhan. Banyak istilah yang kita jumpai dalam morfologi sebagai identitas
nama atau penunjuk utama dari suatu divisio, anak division,kelas, anak kelas, bangsa/ordo,
keluarga/famili, marga/genus, maupun penunjukspesies/jenis tumbuhan (Evika, 1005).

Pada dasarnya, tumbuhan terdiri atas tiga organ pokok, yaitu akar, batang,dan daun.
Tumbuhan yang mempunyai ketiga unsur pokok tersebut adalahgolongan kormofita. Selain
itu bagian lain dari tubuh tumbuhan dapat dikatakansebagai turunan (derivat) dari salah satu
atau dua bagian pokok tersebut yang telahmengalami perubahan bentuk, sifat dan fungsi,
seperti buah, bunga dan biji(Pratiwi, 1007).

Tumbuhan merupakan organisme autotrof atau organisme yang dapatmembuat


makanannya sendiri. Tumbuhan sangat banyak jumlahnya di dunia ini.Tumbuhan yang
tersebar memiliki berbagai perbedaan satu sama lain. Ilmu yangmempelajari tumbuhan
disebut ilmu botani. Ilmu botani mencakup beberapakajian salah satunya yaitu tentang
morfologi tumbuhan. Morfologi tumbuhanadalah ilmu yang mengkaji berbagai organ
tumbuhan, baik bagian-bagian, bentukmaupun fungsinya. Secara klasik, tumbuhan terdiri dari
tiga organ dasartumbuhan terdiri atas 3 (tiga) organ pokok, yaitu akar (radiks), batang
(caulis),dan daun (folium).

(Tjitrosoepomo, 1003)Dalam pandangan botani, buah adalah organ pada tumbuhan


berbunga.Pada banyak species tumbuhan, yang disebut buah mencakup bakal buah yangtelah
berkembang lanjut beserta dengan jaringan yang mengelilinginya. Bagitumbuhan berbunga,
buah adalah alat untuk menyebar luaskan biji-bijinya; adanya biji di dalam dapat
mengindikasikan bahwa organ tersebut adalah buah, meski ada pula biji yang tidak berasal
dari buah. Dalam batasan tersebut, variasi buah bisasangat besar, mencakup buah mangga,
buah apel, buah tomat, cabai, dan lain-lain. Namun juga bulir (kariopsis) padi, 'biji' (juga
merupakan bulir) jagung, 'biji' bunga-matahari, 'biji' lada, atau polong kacang tanah.
Sementara, dengan batasanini, buah jambu monyet atau buah nangka tidak termasuk buah
sejati (Ashari,1004).

Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan
dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkusdan melindungi biji. Aneka rupa dan
bentuk buah tidak terlepas kaitannya denganfungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji
tumbuhan. Pengertian buah dalamlingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah lebih
luas daripada pengertian buah di atas. Karena buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang
terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang
lain.Karena itu, untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa
disebut buah sejati. Buah seringkali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan maupun
bahan baku industri karena di dalamnya disimpan berbagaimacam produk metabolisme
tumbuhan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak,vitamin, mineral, alkaloid, hingga terpena
dan terpenoid. Ilmu yang mempelajarisegala hal tentang buah dinamakan pomologi (Ashari,
1004).

1.1 Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi
bagian-bagian buah.
BAB 1 TINJAUAN PUSTAKA

Buah (Fructus) adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan


perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkusdan
melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya denganfungsi utama
buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan (Campbell, 1003).

Pada pembentukan buah, ada kalanya bagian bunga selain bakal buah ikuttumbuh dan
merupakan suatu bagian buah, sedang umumnya segera setelah terjadi penyerbukan dan
pembuahan bagian-bagian bunga selain bakal buah segeramenjadi layu dan gugur. Dari putik
sendiri dengan tegas disebut hanya bakal buahnya, karena biasanya tangkai dan kepala
putiknya gugur pula seperti halnyadengan bagian-bagian yang lain (Rosanti, 1011)

Pada tumbuhan umumnya buah dibedakan dalam dua golongan yaitu buah semu atau
buah tertutup dan buah sungguh atau buah telanjang. Buah semu atau buah tertutup adalah
jika buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu, yang
menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian, dan dapat dimakan)
sedangkan buah yang sesungguhnya kadang-kadang tersembunyi. Buah sungguh atau buah
telanjang, yang selalu terjadi dari bakal buah, dan jika ada bagian bunga yang lainnya yang
masih tinggal bagian ini tidak merupakan bagian buah yang berarti (Tjitrosoepomo, 1009).

Bagian-bagian bunga yang seringkali tidak gugur, melainakan ikut tumbuh dan
tinggal pada buah, biasanya tidak mengubah bentuk dan sifat buah itu sendiri dan merupakan
bagian buah yang penting yaitu daun-daun pelindung, daun-daun kelopak, tangkai kepala
putik, dan kepala putik (Tjitrosoepomo, 1009).

Bagian-bagian bunga yang seringkali ikut tumbuh dan menyebabkan terjadinya buah
semu yaitu, tangkai bunga, dasar bunga bersama pada suatu bunga majemuk, dasar bunga
pada bunga tunggal, kelopak bunga, tenda bunga dan ibu tangkai pada bunga majemuk
(Tjitrosoepomo, 1009).

Buah semu dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu buah semu tunggal, ganda, dan
majemuk. Buah semu tunggal yaitu buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal
buah, pada buah ini selain bakal buah ada beberapa bagian lain bunga yang ikut membentuk
buah misalnya tangkai bunga dan kelopak bunga. Buah semu ganda yaitu jika pada satu
bunga terdapat lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing-
masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi di samping itu ada bagian lain pada bunga yang
ikut tumbuh. Buah semu majemuk adalah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk,
tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah, yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang
tebal dan berdaging, beserta daun-daun tenda bunga yang pada ujungnya berlekatan satu
sama lain sehingga merupakan kulit buah semu. Penggolongan buah sungguh (buah sejati)
dibedakan dalam tiga golongan yaitu, buah sejati tunggal,ganda, dan majemuk. Buah sejati
tunggal adalah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah ini
dapat berisi satu biji atau lebih, dapat pula tersusun dari satu atau banyak daun buah dengan
satu atau banyak ruangan. Buah sejati ganda yaitu yang terjadi dari satu bunga dengan
beberapa bakal buah yang bebas satu sama lain, dan masing-masing bakal buah menjadi satu
buah. Buah sejati majemuk, yaitu buah yang berasal dari suatu bunga majemuk, yang masing-
masing bunga mendukung satu bakal buah, tetapi setelah menjadi satu buah tetap berkumpul
sehingga seluruhnya tampak seperti satu buah saja (Tjitrosoepomo, 1009).

Ahli botani mengelompokkan buah berdasarkan asal jaringan pembentuk, jaringan


penyusun, dan penampakannya. Buah sederhana seperti buah polong, biji pohon ek, dan
capsella berasal dari satu ovarium. Stroberi dan buah ganda (agregat) lainnya terbentuk dari
ovarium yang terpisah dalam satu bunga. Buah majemuk terbentuk dari gabungan ovarium
pada bunga yang berbeda. Buah juga dapat dikelompokkan berdasarkan jaringan
penyusunnya. Buah sejati seperti cherry hanya mengandung dinding ovarium dan
kandungannya. Bagian lain bunga seperti receptakel, bersama ovarium membentuk buah
semu (Starr, 1013).
BAB 3 METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum morfologi buah dilaksanakan pada hari Rabu, 02 Oktober 1019 di


laboratorium Teknik Produksi Benih Politeknik Negeri Jember

3.1 Alat dan Bahan

 Alat
a) Kertas HVS
b) Alat tulis
c) Penggaris
 Bahan
a) Buah jeruk
b) Buah melon
c) Buah timun
d) Jambu monyet
e) Buncis
f) Buah semangka
g) Buah pepaya
h) Buah salak
i) Buah kelapa
j) Buah kedelai
k) Buah mangga
l) Buah ciplukan
m) Buah tomat
n) Buah strawberry
o) Buah murberi
p) Padi dan Jagung

3.3 Prosedur Kerja

a) Menyiapkan alat dan bahan


b) Mendengarkan arahan dan penjelasan dari pengajar
c) Mengidentifikasi buah yang telah disediakan
d) Membersihkan alat lab setelah praktikum selesai

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

NO Nama buah utuh /Terbelah Golongan buah Keterangan


1 Nangka Semu Buah semu majemuk
1 Jeruk Sungguh / Sejati Sejati tunggal
(Citrus) berdaging
- Buah jeruk

3 Melon Sungguh / Sejati Sejati tunggal


(Cucumis melo) berdaging
- Buah melon /
Buah peppo

4 Timun Sungguh / Sejati Sejati tunggal


(Cucumis sativus) berdaging
- Buah timun /
buah peppo

5 Jambu monyet Semu Buah semu tunggal


(Anacardium occidentale)
6 Buncis Sungguh / Sejati Sejati tunggal kotak
(Phaseolus vulgaris) - Polong

7 Semangka Sungguh / Sejati Sejati tunggal


(citrullus lanatus) berdaging
- Buah
semangka /
peppo

8 Pepaya Sungguh / Sejati Sejati tunggal


(Carica papaya) berdaging
- Buah pepaya /
bunni

9 Salak Sungguh / Sejati Sejati tunggal


(Salacca zalacca) berdaging
- Buah batu
(drupa)

10 Kelapa Sungguh / Sejati Sejati tunggal


(Cocos nucifera) berdaging
- Buah batu
(drupa)

11 Kedelai Sungguh / Sejati Semu tunggal kotak


(Glycine max) - Polong

11 Mangga Sungguh / Sejati Sejati tunggal


(Mangifera indica) berdaging
- Buah batu
(drupa)

13 Ciplukan Semu Semu tunggal


(Phisalis angulata)
14 Tomat Sungguh / Sejati Semu tunggal
(Solanum lycopersicum) berdaging

15 Murbei Semu Semu ganda


(Morus)

16 Strawberry Semu Semu ganda


(Fragaria x ananassa)
17 Padi Sungguh / Sejati Sejati tunggal kering
(Oryza sativa) - Buah padi
(caryopsis)

18 Jagung Sungguh / sejati Sejati tunggal kering


(Zea mays) - Buah jagung
(caryopsis)

4.1. Pembahasan

Pada pembentukan buah, ada kalanya bagian bungan selain bakal buah ikut dan
merupakn suatu bagian buah, sedangkan umumnya segera setelah terjadi penyerbukan dan
pembuahn bagian-bagian bunga selain bakal buah segera menjadi layu dan gugur. Dengan
putik sendiri dengan tegas disebut hanya bakal buahnya, karena biasanya tangkai dan kepala
putiknya gugur pula seperti halnya dengan bagian-bagian yang lain.

Bagian-bagian bunga yang kadang-kadang tidak gugurm melinkan ikut tumbuh dan
tinggal pada buah, biasanya tidak ikut mengubah bentuk dan sifar buah itu sendiri, jadi tidak
merupakan suatu bagian buah yang penting, misalanya.
1. Daun-daun pelindung. Pada tanaman jagung daun-daun pelindung bunga betina tidak
gugur dan lebih kita kenal sebagai pembungkus tongkol jagung.
2. Daun-daun kelopak. Pada terong dan jambu, masih dapat kita lihat kelopak ikut pada
bagian buah.
3. Tangkai kepala putik. Juga bagian ini sering tinggal pada buah, misalnya jagung
yangkita kenal sebagai rambut jagung, juga pada macam-macam jambu masih terlihat
tangkai kepala putik di bagian ujung buah.

Buah yang semata-mata terbentuk dari bakal buah atau paling banyak padanya
terdapat sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur itu, umumnya merupakan buah
yang tidak terbungkus, jadi merupakan buah yang telanjang (fruktus nodus). Buah ini juga
dinamakan sebagai buah sejati atau buah sungguh.

Dalam pembicaraan sehari-hari buahnya benar seringkali tidak dikenal lagi. Apa yang
dinamakan bututuahnya justru bagian bunga yang telah berubah sedemikian rupa, sehingga
menjadi bagian buah yang penting. Bauh yang demikian dinamakan buah palsu atau buah
semu (frutus spurius). Pada buah semu buah yang seseungguhnya seringkali tidak terlihat,
karena itu buah semu juga dinamakan sebagai buah tertutup (frutus calusus).

Pada umumnya buah hanya terbentuk sesudah terjadi penyerbuakan dan pembuahan
pada bunga. Walaupun demikian mungkin pula terbentuk tanpa penyerbukan dan pembuahan,
peristiwa yang demikian tersebut dinamakan partenokarpi (parthenocorpy). Buah yang terjadi
seperti ini biasanya tidak mengadung biji atau jika ada bijinya tidak megandung lembaga, jadi
bijinya tidak dapat dijadikan sebagai alat perkembangbiyakan. Pembentukan buah
dengancarai ini lazim kita temui pada pohon pisang (Musa paradisiaca L.)

Mengikat urain di atas, buah pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua golongan,
yaitu :

1. Buah semu atau buah tertutup, yaitu jika buah itu terbentuk dari bakal buah beserta
bagian-bagian lainya pada bunga itu, yang malah menjadi bagian utama buah ini
(lebih besar, lebih menarik perhatian dan seringkali nagain buah yang bermanfaat
dapat dimakan) sedangkan buah yang aslinya kadang-kdang tersembunyi.
2. Buah sugguh atau buah telanjang, yang melulu terjadi dari bakal buah dan jika ada
bagian bunga lainya masih tinggal bagian ini tidak merupakan bagian buah yang
berarti.
Penggolongan Buah Semu

Buah semu dapat dibedakan dalam :

1. Buah semu tunggal, yaitu buah semu yag terjadi dari satu bunga dengan satu bakal
buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagain lain bunga yang ikut membentuk
buah. Misalnya :
 Tangkai bunga. Pada buah jambu monyet (Anacardium occidental L.)
 Kelopak bunga pada buah ciplukan (Physalis minimal L.)
2. Buah semu ganda, ialah jika pada satu bunga terdapat lebih dari satu bakal buah yang
dapat tumbuh secara bebas satu sama lainya dan tumbuh menjadi buah.
3. Buah majemuk, ialah buah semu yang terjadi dalam bunga majemuk, tetapi
seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya buah nangka (Arcocarpus
integra Merr.) dan buah keluwih (Artocapus communis Forst.)

Penggolongan Buah Sungguh (Buah Sejati)

Sama halnya dengan buah semu, buah sejari pertama-tama dapa dibedakan lebih
dahulu kedalam 3 golongan, yaitu :

1. Buah sejati tunggal, ialah buah sejati yang tersusun dari satu bunga dengan satu bakal
buah saja, buah ini dapat berisi satu atau banyak biji dan satu atau banyak ruangan.

Contoh : Buah mangga (Mangifera indica L.) mempunyai satu ruang dan satu biji.
Buah pepaya (Carica papaya L) yang terdiri dari satu ruang dan banyak biji di
dalamnya. Buah durian (Durio zibethinus Murr.) yang terdiri dari banyak ruangan
dan tiap ruang terdapat beberapa biji.

2. Buah sejati ganda, yang terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang
bebas satu sama lainya dan masing-masing bakal buah menjadi satu.
3. Buah sejati majemuk, yaitu buah yang bersal dari satu bunga majemuk yang masing-
masing bunga menjadi satu buah. Tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul
sehingga seluruhnya nampak seperti satu buah saja.

Buah sejati tunggal

Buah sejati tunggal dapat di bedakan menjadi 2 golongan yaitu :


1. Buah sejati tunggal yang kering (siccus), yaitu buah sejati tunggal yang bagian
luarnya keras dan mengayu sperti kulit yang kering. Misalnya kacang tanah (Arachis
hypogea L.) padi (Orzya sativa) dll
2. Buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus), ialah jika dinding buahnya menjadi
tebal dan berdanging. Dinding buah (pericarpium) seringkali dengan jelas dapat
dibedakan dalam tiga lapisan.
 Kulit luar (Exocarpium atau epicarpium) merupakan lapisan tipis tetapi
seringkali kuat atau kaku seperti kuli dengan permukaan yang licin.
 Kulit tengah (mesocarpium) biasanya tebal berdangin atau serabut dan jika
lapisan ini dapat dimakan, maka lapisan ini lah yang dinamakan daging buah
(sarcocarpium) misalnya pada mangga (Mangifera indica L.)
 Kulit dalam (endocarpium) yang berbatasan dengan ruang yang mengadung
bijinya seringkali cukup tebal dan kerasa misalnya pada kenari (Canarium
commune L.), kelapa (Cocos nucifera L.)

Buah sejati ganda

Menurut sifat masing-masing buah yang berkumpul tadi, buah sejati dapat dibedakan
dalam :

1. Buah kurung ganda.


2. Buah batu ganda
3. Buah bumbung ganda
4. Buah buni ganda

Buah sejati majemuk

Buah sejati majemuk berasal dari suatu bunga majemuk, jadi merupakn kumpulan
banyak buah yang masing-masing berasal dari satu bunga. Sama halnya dengan yang lainya
kita dapat mengolongkan buah majemuk sejati kedalam :

1. Buah buni majemuk, jika bakal buah masing-masing bunga dalam bunga majemuk
membentuk suatu buah buni. Seperti halnya pada buah nenas (Ananas comosus
Merr.). Pada buah nenas pada pembentukan buah ikut pula mengambil bagian daun-
daun pelindung dan daun-daun tenda bunga, sehingga keseluruhnya nampak seperti
satu buah saja.
2. Buah batu majemuk
3. Buah kurung majemuk

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.5. Kesimpulan

1. Bagian buah terdiri dari beberapa lapisan:

 eksokarpium, yaitu lapisan buah bagian luar,


 mesokarpium, yaitu lapisan buah bagian tengah;
 endokarpium, yaitu lapisan buah bagian dalam, karpel yaitu pembungkusan buah

2. Berdasarkan asal terbentuknya buah dibedakan menjadi:

 Buah sejati, yaitu jika buah berasal dari bakal buah. Contoh: buah mangga, pepaya,
rambutan, dan lain-lain.
 Buah tidak sejati (semu), yaitu buah yang dibentuk dari selain bakal buah, misalnya
dari kelopak bunga tangkai bunga, atau daun bunga yang berubah menjadi buah.

3. Buah (fructus) adalah salah satu bagain dari tumbuhan atau tanaman yang paling
ditunggu-tunggu untuk di ambil hasilnya, terutama untuk petani-petani penghasil
komoditi buah-buahan. Sebelum mendapatkan buah atau hasil dari sebuah tananaman
biasanya kita mengenal istilah penyerbukan atau peristiwa jatuhnya serbuk sari ke
kepala putik.
4. Macam-macam buah yaitu : Buah sejati, buah semu, buah kering, buah berdaging,
buah tunggal, buah majemuk dan buah berganda
5. Jumlah biji dalam buah : dalam tiap ruang, bentuk, ukuran, wanra dan sifat-sifat lain.
6. Inti biji : bentuk lembaga, ada putih lembaga atau tidak, sifat putih lembaga dan
sebagainya

5.2. Saran

Proses praktikum kali ini berjalan dengan lancar, hanya saja perlu di tingkatkan ke
depannya agar praktikum ini dapat lebih baik lagi

.DAFTAR PUSTAKA

Tjitrtosoepomo, G. 2007. Morfologi Tumbuhan (hlm. 218-253). Gadja Mada Press.

Jogjakarta

Iriawati. 2007. Anatomi bunga, buah dan biji. ITB savitri, evika. Bandung.

Furkonita. 2007. Klasifikasi buah dan biji yang memiliki buah semu dan buah

sejati. Jurnal Fungsi Buah. 2(3):23-45.

Rumanti. 2009. Petunjuk praktikum morfologi tumbuan. Jurusan pendidikan

biologi FPMIPA IKIP bandung. Bandung.

Resmisari, 2008. Macam-macam buah dan bunga memiliki bunga tunggal dan bunga

majemuk. Jurnal Tumbuhan Bugenvil. 3(5): 46-79.

Sujana, 2007. Botani Umum I. Angkasa. Bandung.

Yuniarsih. 2013. Penuntun praktikum mata kuliah teknologi benih. Fakultas pertanian

UNIB. Bengkulu