Anda di halaman 1dari 1

Reinaldo Rembet |16021101019

Gempa bumi adalah guncangan yang dirasakan di permukaan bumi akibat pergerakan antar lempeng-lempeng di lapisan bagian luar bumi,
letusan gunung berapi dan juga ledakan yang dibuat oleh manusia. Dalam hubungannya dengan disain struktur, maka yang umum ditinjau
adalah gempa yang terjadi akibat pergeseran antar lempeng-lempeng yang juga dikenal dengan istilah gempa tektonik. Gempa Bumi diukur
dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh
dunia. Skala Rickter adalah skala yang dilaporkan oleh observatorium seismologi nasional yang diukur pada skala besarnya lokal 5
magnitude. Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat
dan jika besarnya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa Bumi
terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih
besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan
dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli. Gempa bumi di bagi atas :

1. Gempa Tektonik.

Pusat gempa tektonik biasanya terletak pada kedalaman tertentu dari muka bumi. Lokasi ini disebut hiposenter (hypocenter). Sementara
lokasi pada permukaan bumi tepat diatas hiposenter disebut episenter (epicenter). Lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi pusat gempa telah
diidentifikasi di seluruh dunia. Untuk itu umumnya setiap negara punya peta gempa.

2. Gempa longsoran.

Gempa bumi ini terjadi apabila terjadi longsoran tanah atau tebing didaerah pegunungan atau perbukitan dan sangat jarang terjadi.
Walaupun skala gempa ini kecil, namun gempa ini dapat terjadi di daerah manapun yang wilayahnya berbukit dan memiliki struktur tanah
yang labil. Tsunami juga dapat terjadi akibat dari gempa ini, yaitu apabila longsoran dari gunung, bukit ataupun tebing terjadi dilaut. Hal ini
pernah terjadi di Indonesia saat gunung Krakatau meletus pada tahun 1883. Letusan gunung tersebut sangat besar sehingga mengakibatkan
longsoran yang besar dari gunung tersebut. Karena gunung tersebut berada ditengah laut, maka material longsoran tersebut jatuh ke laut dan
mengakibatkan air laut bergejolak dan menimbulkan tsunami setinggi 30-36 meter.

3. Gempa Tumbukan.

Batu meteor besar yang jatuh di daratan di permukaan bumi juga dapat menimbulkan gempa bumi. Hal ini sangat jarang terjadi dan apabila
memang terjadi, efek kerusakan yang ditimbulkan dapat sangat besar tergantung dari besar batu meteor yang jatuh tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi beban gempa :

Lokasi pusat gempa (jauh atau dekat), Kondisi tanah di lokasi bangunan yang ditinjau, Karakteristik gempanya (intensitas, periodenya,
lamanya),Karakteristik gempanya (intensitas, periodenya, lamanya), Gempa bumi merupakan gerakan atau pergeseran lempeng bumi dan
menyebabkan terjadinya gempa dislokasi (sesar). Gempa pada permukaan bumi dapat dibagi atas :

Getaran tanah oleh gelombang seismic ,Pergeseran bumi (sesar) oleh retakan, longsor, penurunan permukaan tanah dan sebagainya
.Mencairnya bagian bumi tertentu sehingga menghilangkan kestabilannya. Jika di permukaan bumi terdapat bangunan, maka bangunan
dapat mengalami kerusakan oleh getaran bumi. Akibatnya gedung dapat runtuh, bendungan roboh, pipa air dan gas patah (yang
mengakibatkan kerusakan sekunder, yaitu banjir dan kebakaran). Getaran tanah oleh gempa bumi dapat digolongkan menjadi : Getaran
tanah yang merupakan goncangan tunggal yang terjadi pada keadaan tanah yang keras, dimana jarak episentral dan kedalaman pusat gempa
agak kecil. Getaran tanah berarah seragam, dengan frekuensi di bawah 0.2 detik dan amplitudo (simpangan getar) agak kecil beberapa
sentimeter saja) Getaran tanah sedang dengan lama 20-30 detik dan arah tidak teratur. Getaran tanah berfrekuensi sangat tidak merata
diantara 0.05-6 detik dengan amplitudo lumayan besar (kurang lebih hingga 20 cm) getaran ini merupakan jenis yang paling umum. Getaran
tanah lambat dengan lama sampai 5 menit dan arah agak seragam, terjadi pada keadaan tanah yang agak lunak. Amplitudo getaran tanah ini
agak besar (hingga 30 cm).

Parameter Gempa antara lain :

Magnitudo adalah besaran energi gempa, biasanya diukur dalam satuan Skala Richter, besaran ini merupakan perbandingan secara
logaritmik dari amplitude gelombang gempa yang direkam oleh seismograf terhadap sebarang amplitudo gempa lain yang lebih kecil.
Sebagai contoh, sebuah gempa dengan magnitude 5.0 Skala Richter memiliki amplitudo getaran 10 kali lebih besar dari gempa yang
terekam dengan amplitudo 4.0 Skala Richter. Dalam contoh diatas, Gempa yg dilaporkan memiliki skala 5.6 Skala Richter (SR).

Episenter adalah titik pusat gempa yang berada di atas permukaan bumi, dibawah titik ini terjadi pelepasan energi dari batuan, yang juga
menandai terjadinya sebuah patahan di kerak bumi. Dari info gempa diatas, diberitakan bahwa pusat gempa diatas permukaan bumi berada
166 Km di sebelah Barat Daya Kabupaten Simeulue, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Hiposenter adalah titik pusat gempa di dalam bumi, tepat di titik terjadi perlepasan energi dari batuan yang menandai terjadinya gempa
bumi. Diberitakan untuk gempa ini, hiposenter berada 10 km dibawah permukaan bumi. Istilah lain dari hiposenter adalah fokus.

Pembagian Daerah Gempa SNI 1726-2002 :

Peraturan gempa Indonesia yang baru, SNI 1726-2002, membagi Indonesia dalam 6 wilayah gempa, dimana wilayah gempa 6 merupakan
daerah dengan resiko gempa sangat tinggi. Keterangan:

Wilayah 1 : 0,03 g : Palangkaraya, Banjarmasin, Merauke , Wilayah 2 : 0,10 g : Pekanbaru, Jambi, Palembang, Makassar, Kendari,
Samarinda, Surabaya , Wilayah 3 : 0,15 g : Medan, Solo, Jakarta, Yogjakarta , Wilayah 4 : 0,20 g : Banda Aceh, Sukabumi,
Bandung, Garut, Tasikmalaya, Cilacap, Blitar, Malang, Denpasar, Mataram, Ambon, Palu, Ternate, Sorong, Monokwari, Tual.Wilayah
5 : 0,25 g : Padang, Kupang, Manado, Biak, Jayapura Wilayah 6 : 0.30 g : Bengkulu, Bandar Lampung,

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi, http://ilmupengetahuan.org/terjadinya-gempa-bumi/ . no hp : 089672173572


Unversitas Sam Ratulangi
Fakultas Teknik
Jurusan Teknik Sipil
2019