Anda di halaman 1dari 12

TRADE OFF JANGKA PENDEK ANTARA INFLASI DAN

PENGANGGURAN

Oleh :
I Gusti Ngurah Teja Wijaya (1807531225)
Putu Bayu Oka Wibawa (1807531231)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan terima
kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbungan baik
materi maupun pemikirannya.
Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan penglaman bagi
para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah
agara menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan dan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Denpasar, 12 februari 2019

1
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ......................................................................................................................... 1
Daftar isi.................................................................................................................................... 2
Bab I (Pendahaluan).................................................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................................. 4
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................................... 4
1.4 Manfaat Penulisan ............................................................................................................. 4
Bab 2 (Isi) ................................................................................................................................ 5
2.1 Pengertian Trade-off jangka pendek antara inflasi & pengangguran ................................ 5
2.2 Kurva Phillips .................................................................................................................... 5
2.3 Hubungan Permintaan & penawaran agregat, serta kurva Phillips ................................... 6
2.4 Pergeseran kurva Phillips (peranan harapan) .................................................................... 7
2.5 Kurva Phillips jangka panjang .......................................................................................... 7
2.6 Kurva Phillips jangka pendek ........................................................................................... 7
2.7 Pergeseran kurva Phillips (peranan guncangan penawaran) ............................................. 8
2.8 Biaya-biaya untuk menurunkan inflasi ............................................................................. 9
4.1 Kesimpulan .......................................................................................................................10
4.2 Saran .................................................................................................................................10
Daftar Pusataka ...................................................................................................................... 11

2
BAB I
LATAR BELAKANG

Inflasi dan pengangguran merupakan dua indikator kinerja perekonomian


yang dipantau secara ketat. Ketika para ahli statistik pemerintah mengeluarkan data
tentang kedua variabel ini, para pembuat kebijakan ini tidak sabar untuk
mendengar beritanya. Beberapa komentator telah menggabungkan tingkat inflasi
dan tingkat pengangguran untuk memperoleh indeks kesengsaraan (misery index)
yang bertujuan untuk mengukur kesehatan perekonomian.
Bagaimanakah kedua ukuran kinerja perekonomian ini saling berhubungan
satu dengan lainnya? Kita melihat bahwa tingkat pengangguran alamiah tergantung
pada beregam ciri pasar tenaga kerja, seperti undang-undang upah minimum,
kekuasaan pasar serikat pekerja, peranan upah efisiensi, serta kefektifan pencarian
kerja. Sebaliknya, tingkat inflasi utamanya bergantung pada pertumbuhan jumlah
uang yang beredar yang dikendalikan oleh bank sentral. Oleh karena itu, dalam
jangka panjang, inflasi dan pengangguran biasanya bukanlah permasalahan yang
saling berhubungan.
Hal sebaliknya terjadi pada jangka pendek.Salah satu dari 10 prinsip
ekonomi yang akan dibahas yaitu trade-off (pertukaran kepentingan) diantara
pengangguran dan inflasi. Jika para pembuat kebijakan moneter dan fiskal
meningkatkan permintaan agregat dan menaikkan perekonomian sepanjang kurva
penawaran agregat jangka pendek, maka dapat memperkecil tingkat pengangguran
untuk sementara waktu, namun hal itu akan disertai dengan tingkat inflasi yang
lebih tinggi. Jika para pembuat kebijakan mengurangi permintaan agregat dan
menurunkan perekonomian sepanjang kurva penawaran agregat jangka pendek,
mereka dapat memperkecil tingkat inflasi, tetapi dengan resiko menaikkan
pengangguran untuk sementara.

3
RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran?
2. Apa hubungan antara Kurva Phillips dengan inflasi dan pengangguran?
3. Apa hubungan antara Kurva Phillips dengan permintaan & penawaran agregat?
4. Apa pengaruh pergeseran dalam kura Phillips terhadap pengambilan kebijakan?
5. Apa saja biaya yang dibutuhkan untuk menurunkan inflasi?

TUJUAN PENULISAN
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah sebagai syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pengantar Ekonomi Makro dalam bentuk presentasi dan hasil laporan berupa makalah

.MANFAAT PENULISAN

4
BAB II
a. Pengertian Trade-off Antara Pengangguran dan Inflasi
Di dalam ekonomi, terdapat konsep kelangkaan (scarcity) yaitu bahwa keinginan manusia
relatif tidak terbatas, sedangkan alat pemuas keinginan tersebut terbatas. Dengan kata lain alat
pemenuhan keinginan tidak cukup untuk memenuhi semua keinginan yang tidak terbatas
tersebut, sehingga untuk mendapatkan alat pemuas keinginan memerlukan pengorbanan yang
lain.
Pengorbanan ini berarti kita merelakan sesuatu yang kita sukai untuk mendapatkan hal
lain yang juga kita sukai. Merelakan tersebut berarti kita menukar (trade-off) satu hal untuk
mendapatkan hal lain.Jadi, apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,Trade-Off itu bisa
diartikan sebagai Pertukaran Kepentingan.
Jadi, dapat dikatakan bahwa trade-off antara pengangguran dan inflasi adalah suatu
pertukaran kepentingan diantara masalah pengangguran dan juga inflasi. Dalam hal ini, salah
satu dari masalah tersebut harus di korbankan.
b. Kurva Phillips
Kurva Philips adalah kurva yang menunjukkan hubungan jangka pendek antara tingkat
pengangguran dengan tingkat inflasi di sebuah negara. Menurut Kurva Philips, hubungan
keduanya adalah berbanding negatif.
Jadi apabila ingin menurunkan inflasi, di saat yang sama hal itu akan menyebabkan
jumlah pengangguran bertambah. Sebaliknya, apabila ingin mengurangi pengangguran, di saat
yang sama hal itu akan menyebabkan inflasi menjadi tinggi.
Secara khusus, kurva Phillips menawarkan pilihan hasil-hasil perekonomian yang
mungkin terjadi kepada para pembuat kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Berikut
merupakan gambar dari kurva Phillips.

5
Para pembuat kebijakan tentu akan menghadapi trade-off antara inflasi dan pengangguran, dan
kurva Phillips menggambarkan trade-off tersebut. Dengan mengubah kebijakan moneter dan
fiskal untuk memengaruhi permintaan agregat, para pembuat kebijakan dapat memilih titik yang
mana pun dalam kurva Phillips. Titik A menawarkan pengangguran tinggi dan inflasi rendah.
Titik B menawarkan pengangguran rendah tetapi inflasi tinggi.
c. Permintaan Agregat, Penawaran Agregat, dan Kurva Phillips
Penawaran agregat adalah (aggregate supply) adalah jumlah seluruh barang akhir dan jasa-jasa di
dalam perekonomian yang dijual atau ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan (firms) pada
berbagai tingkat harga. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan bahwa penawaran agregat itu
pada dasarnya merupakan nilai total dari seluruh barang akhir dan jasa yang dihasilkan di dalam
perekonomian.
Permintaan agregatif adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa yang terjadi dalam
suatu perekonomian, baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri.
Dengan demikian kurva permintaan agregatif dapat digunakan untuk melihat hubungan antara
tingkat harga dengan besarnya pendapatan nasional.
Kenaikan permintaan agregat terhadap barang dan jasa dalam jangka pendek mengakibatkan
hasil produksi barang dan jasa yang lebih besar dan tingkat harga yang lebih tinggi. Hasil
produksi yang lebih besar berarti pengerjaan yang lebih tinggi sehingga tingkat pengangguran
lebih rendah. Selain itu, berapa pun tingkat harga pada tahun sebelumnya, semakin tinggi tingkat
harga pada tahun berjalan, semakin tinggi pula tingkat inflasi. Oleh karena itu, pergeseran pada
permintaan agregat mendorong inflasi dan pengangguran kearah yang berlawanan pada jangka
pendek hubungan yang digambarkan oleh kurva Phillips.

6
Pergeseran kurva Phillips
Kurva phillips seperti yang dijelaskan diawal, menawarkan pilihan yang berisi tentang hasil-hasil
yang mungkin dapat terjadi dari hubungan antara inflasi dan pengangguran kepada para pembuat
kebijakan.
Kurva Phillips Jangka Panjang
Pada tahun 1968, seorang ekonom dari amerika, Milton Friedman menerbitkan tulisan di
American Economic Review.Friedman dan Phelps mendasarkan kesimpulan pada prinsip-prinsip
klasik ekonomi makro. Dalam teorik klasik itu menunjukkan bahwa pertumbuhan penawaran
uang menjadi faktor penentu utama inflasi. Namun, teori klasik juga yang menyatakan bahwa
pertumbuhan moneter tidak memiliki dampak yang nyata, tapi pertumbuhan ini hanya sekadar
mengubah semua harga dan penghasilan nominal secara proporsional. Secara khusus,
pertumbuhan moneter tidak memiliki memengaruhi faktor-faktor yang menentukan tingkat
pengangguran dalam suatu perekonomian, seperti kekuatan pasar serikat pekerja, peran upah
efisiensi, atau proses pencarian kerja. Friedman dan Phelps menyimpulkan bahwa tidak ada
alasan untuk berpikir bahwa tingkat inflasi pada jangka panjang, berhubungan dengan tingkat
pengangguran.
Berikut ini merupakan pendapat Friedman tentang apa yang dimaksud atau diharapkan bank
sentral untuk dicapai pada jangka panjang.
Kurva phillips jangka panjang vertikal menggambarkan bahwa pengangguran tidak bergantung
pada pertumbuhan uang dan iflasi jangka panjang.
Kurva phillips jangka panjang vertikal, secara esensi adalah sebuah ungkapan ide klasik dari
netralitas moneter.
Harapan dan Kurva Phillips Jangka Pendek
Untuk membantu dalam menjelaskan hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara inflasi
dan pengangguran, Friedman dan Phelps memperkenalkan sebuah variabel baru kedalam
analisisnya: inflasi yang diharapkan. Inflasi yang diharapkan mengukur berapa besar orang-
orang mengharapkan keseluruhan tingkat harga mengalami perubahan. Tingkat harga yang
diharapkan memengaruhi upah dan harga yang ditetapkan oleh orang-orang dan persepsi harga
relatif yang mereka bentuk. Akibatnya, inflasi yang diharapkan adalah satu faktor yang
menentukan posisi kurva penawaran agregat jangkapendek. Pada jangka pendek, bank sentral
dapat menerima inflasi yang diharapkan (dan karenanya kurva penawaran agregat jangka
pendek) sebagaimana yang telah ditentukan. Ketika jumlah uang yang ebredar berubah, kurva
permintaan agregat bergeser, dan perekonomian bergerak di sepanjang kurva penawaran agregat
jangka pendek yang ada. Pada jangka pendek, karenanya, perubahan moneter mengarah pada
fluktuasi yang tidak terduga pada hasil produksi, harga, pengangguran dan inflasi. Dengan cara
ini, Friedman dan Phelps menjelaskan kurva Phillips yang telah didokumentasikan oleh Phillips,
Samuelson dan Solow.

7
Kesanggupan bank sentral untuk menciptakan inflasi yang tidak diharapkan dengan
meningkatkan jumlah uang yang beredar hanya dapat terjadi pada jaangka pendek. Pada jangka
panjang, orang-orang mulai mengharapkan tingkat inflasi apapun yang akan dihasilkan oleh bank
sentral. Karena upah, harga dan persepsi pada akhirnya akan menyesuaikan dengan tingkat
inflasi pada permintaan agregat, seperti karena perubahan pada jumlah uang yang beredar, tidak
memengaruhi hasil produksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian. Oleh karena itu,
Friedman dan Phelps menyimpulkan bahwa pengangguran akan kembali pada tingkat
alamiahnya pada jangka panjang.
Analisis Friedman dan Phelps dirangkum dalam persamaan berikut (yang secara esensi
merupakan ungkapan lain dari persamaan penawaran agregat)
Tingkat Pengangguran = Tingkat pengangguran alamiah (a) (inflasi aktual inflasi
harapan)
Persamaan diatas menghubungkan tingkat pengangguran denga tingkat pengangguran alamiah,
inflasi aktual dan inflasi yang diharapkan. Pada jangka pendek, inflasi yang diharapkan sudah
ditentukan besarnya. Sebagai akibatnya, inflasi aktual yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat
pengangguran yang lebih rendah. (seberapa banyak pengangguran menanggapi inflasi yang
diharapkan ditentukan oleh ukuran a, angka yang pada gilirannya bergantung pada kemiringan
kurva penawaran agregat jangka pendek). Namun pada jangka panjang, orang-orang mulai
mengharapkan inflasi apapun yang dihasilkan oleh bank sentral. Dengan demikian, inflasi yang
sebenarnya sama dengan inflasi harapan, dan pengangguran berada pada tingkat alamiahnya.
Persamaan ini bermakna bahwa tidak ada kurva phillips jangka pendek yang stabil. Setiap kurva
Phillips jangka pendek mencerminkan tingkat tertentu dari inflasi yang diharapkan. Ketika inflasi
yang diharapkan berubah, kurva Phillips jangka pendek bergeser.
PERGESERAN KURVA PHILLIPS : PERANAN GUNCANGAN PADA PENAWARANG
Guncangan penawaran adalah peristiwa yang secara langsung mempengaruhi biaya produksi suat
perusahaan sehingga memengaruhi harga yang dibebankan oleh perusahaan tersebut. Peristiwa
ini menggeser kurva penawaran agregat suatu perekonomian dan akibatnya, menggeser kurva
phillips. Pergeseran pada penawaran agregat berkaitan dengan pergeseran yang serupa pada
kurva phillips jangka pendek pada poin (b) gambar dibawah.

8
Panel (a) menunjukkan model permintaan agregat. Ketika kurva penawaran agregat bergeser ke
kiri dari AS1 ke AS2, keseimbangan bergerak dari titik A ke titik B, hasil produksi jatuh dari Y1
ke Y2. Sedangkan tingkat harga naik dari P1 ke P2. Sedangkan pada panel (b) menunjukkan
trade off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. Pergeseran yang merugikan pada
penawaran agregat menggerakkan perekonomian dari titik dimana pengangguran lebih rendah
dan inflasi lebih rendah (titik A) ke titik dimana pengangguran lebih tinggi dan inflasi lebih
tinggi (titik B). Kurva phillips jangka pendek bergeser ke kanan dari PC1 ke PC2. Para pembuat
kebijakan menghadapi kesulitan menghadapi trade off antara inflasi dan pengangguran.
Biaya Biaya Untuk Menurunkan Inflasi
Pada Oktober 1979, ketika OPEC memberikan guncangan penawaran yang merugikan
perekonomian dunia yang kedua kalinya, Paul Volcker, selaku pemimpin The Fed memutuskan
untuk menerapkan kebijakan disinflasi, yakni penurunan tingkat inflasi. Namun disinflasi jangka
pendek memiliki biaya yang masih belum pasti.
Rasio PengorbananUntuk mengurangi tingkat inflasi, bank sentral harus menjalankan kebijakan
moneter yang serba mengecil. Ketika bank sentral memperlambat laju pertumbuhan uang, bank
sentral menurunkan biaya agregat. Penurunan perimantaan agregat, pada gilirannya, akan
mengurangi jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan, dan penurunan produksi
ini mengarah pada pengurangan pekerjaan. Perekonomian yang terdapat pada gambar dimulai
pada titik A dan bergerak di sepanjang kurva Phillips jangka pendek ke titik B, yang memiliki
inflasi yang lebih rendah dan pengangguran yang lebih tinggi. Seiring berjalannya waktu, ketikra
masyarakat mulai memahami bahwa harga tengah lnaik lebih lambat, inflasi yang diharapkan
mengalami penurunan dan kurva Phillips jangka pendek bergeser ke bawah. Perekonomian
bergerak dari titik B ke titik C. Inflasi menjadi lebih rendah dan pengangguran kembali ke
tingkat alamiah. Besarnya pengorbanan ini bergantung pada kemiringan kurva Phillips dan
seberapa cepat harapan terhadap inflasi menyesuaikan diri dengan kebijakan moneter yang baru.
Rasio pengorbanan adalah peresentase yang mengacu pada hasil produksi tahunan yang hilang
selama proses penuruna inflasi sebesar satu poin presentase. Anggap jika inflasi adalah sebesar
10 persen per tahun, untuk mencapai inflasi sedang, 4 persen per tahun, artinya inflasi harus
dikurangi 6 persen.

9
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa kurva Phillips menggambarkan pergerakan apabila ingin menurunkan
inflasi, di saat yang sama hal itu akan menyebabkan jumlah pengangguran bertambah.
Sebaliknya, apabila ingin mengurangi pengangguran, di saat yang sama hal itu akan
menyebabkan inflasi menjadi tinggi. Pada intinya, akan selalu ada trade-off antara inflasi dan
pengangguran yang sifatnya sementara, karena tidak ada trade-off yang permanen. Trade-off
sementara tidak berasal dari inflasi itu sendiri, tetapi dari inflasi yang tidak diantisipasi, yang
secara general berarti, dari tingkat inflasi yang naik. Keyakinan luas bahwa ada trade-off
permanen adalah versi yang tidak wajar dari kebingungan antara tinggi dan naik yang kita
ketahui dalam bentuk yang lebih sederhana. Tingkat inflasi yang naik dapat mengurangi
pengangguran, sedangkan tingkat inflasi yang tinggi tidak akan mengurangi pengangguran.
KRITIK DAN SARAN
Dalam pembuatan makalah ini, penyusun masih banyak menemui kesulitan dalam pencarian data
maupun analisis pokok bahasan. Oleh karenanya, hasil output makalah ini setidaknya menjadi
cerminan penyusun untuk kemudian bisa membuat makalah yang lebih baik lagi.
Dengan adanya makalah mengenai trade off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran ini,
kita dapat mengetahui bahwa para pengambil kebijakan terutama moneter harus mempraktekkan
dengan baik kurva Phillips ini, namun di Indonesia hal ini tidak terjadi karena pada dasarnya
kurva Phillips tidak cocok dengan kondisi perekonomian di Indonesia. Mengenai makalah yang
kami buat, semoga dapat membantu untuk menjadi referensi bagi pembaca, sekian. Terimakasih.

10
DAFTAR PUSTAKA

1. N. GregoryMankiw, Principles of economics


2. http://sakhowatilaqhnia.students.uii.ac.id/2014/06/26/tradeoff-jangka-pendek-antara-inflasi-
dan-pengangguran/
3. WEB : http://www.dpr.go.id/doksetjen/dokumen/
(KURVA_PHILLIPS)_DI_INDONESIA20140821142142.pdf

11

Anda mungkin juga menyukai