Anda di halaman 1dari 6

Perilaku kesehatan dalam keluarga pasien, dapat dikatakan cukup baik, Adapun

perilaku kesehatan (PHBS) dalam keluarga dapat diniliai melalui 10 kriteria yaitu :

1. Persalinan

Dalam hal persalinan, ibu pasien melahirkan di RS

2. Memberi ASI ekslusif

Ibu pasien tidak memberikan ASI ekslusif kepada anaknya.

3. Menimbang balita setiap bulan

Nenek pasien selalu mengikuti posyandu dan menimbang pasien setiap bulan ke

posyandu terdekat.

4. Menggunakan air bersih

Pasien dan keluarganya menggunakan sumber air bersih yang dibeli dari truk

penjual air bersih.

5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

Pasien memahami tentang budaya mencuci tangan dengan air bersih dan sabun,

dengan baik.

6. Menggunakan jamban sehat

Di keluarga ini menggunakan kamar mandi sendiri.

7. Memberantas jentik rumah sekali seminggu

Keluarga menampung air di dalam bak mandi, dan di aliri ketika mau mengunakan

air, serta rutin dibersihkan setiap tampak kotor.

8. Makan buah dan sayur setiap hari

Dalam keluarga pasien setiap hari mengkonsumsi sayur, namun untuk buah-buahan

masih jarang untuk dikonsumsi setiap hari.

9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari


Aktivitas fisik setiap hari dilakukan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan rumah

dan diluar rumah.

10. Tidak merokok di dalam rumah

Di anggota keluarga tidak adak yang merokok.

1. ANALISIS PASIEN SECARA HOLISTIK

a. Hubungan anamnesis, diagnosis dengan keadaan rumah

Pada dasarnya rumah yang merupakan tempat tinggal adalah hal yang sangat penting

bagi kehidupan setiap orang. Rumah tidak sekedar hanya sebagai tempat tinggal untuk

beristirahat, untuk melepas lelah setelah bekerja seharian, namun didalamnya

terkandung arti yang penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan keluarga

yang sehat dan sejahtera. Rumah yang sehat dan layak untuk dijadikan tempat tinggal

tidak harus rumah yang mewah dan besar, namun rumah yang sederhana dapat juga

menjadi rumah yang sehat dan layak di tempati bagi kehidupan keluarga. Rumah sehat

adalah kondisi fisik, kimia, biologi didalam rumah dan perumahan sehingga

memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang

optimal dan baik. Untuk menciptakan rumah sehat maka diperlukan perhatian terhadap

beberapa aspek yang sangat mempengaruhi terwujudnya rumah sehat, antara lain :

 Tipe rumah

 Ventilasi

 Pencahayaan rumah

 Saluran pembuangan limbah

 Sumber air bersih

 Jamban memenuhi syarat

 Tempat sampah tertutup


 Rasio luas bangunan rumah dengan jumlah anggota keluarga 8m2/orang

Pada kasus ini, keadaan rumah pasien sudah tergolong dari kriteria rumah

sehat, karena pencahayaan dan pertukaran udaranya sudah mencukupi untuk

syarat rumah sehat. Dimana syarat rumah sehat yaitu :

- Memenuhi syarat kebutuhan fisik dasar penghuninya, seperti : temperatur,

penerangan, ventilasi dan kebisingan,

- Memenuhi syarat kebutuhan kejiwaan dasar penghuninya: health is begun at

home

- Memenuhi syarat melindungi penghuninya dari penularan penyakit: air bersih,

pembuangan sampah, terhindar dari pencemaran lingkungan dan lain-lain

- Memenuhi syarat melindungi penghuni dari kemungkinan bahaya dan

kecelakaan: kokoh, tangga tak curam, bahaya kebakaran, listrik, keracunan dan

lain-lain

Selain itu pada kasus ini ukuran luas rumah tidak memenuhi syarat rumah sehat,

keadaan dan kondisi rumah sangat mempengaruhi atau memperberat penyakit

yang diderita oleh pasien saat ini.

b. Hubungan diagnosis dengan lingkungan sekitar

Pada kasus ini, Diagnosis penyakit pada pasien ini dipengaruhi oleh keadaan

lingkungan sekitar tempat tinggalnya, dikarenakan penyakit pada pasien ini

termasuk ke dalam penyakit berbasis lingkungan yang diakibatkan oleh lingkungan

sekitar dan keadaan rumah yang terkadang masih belum dibersihkan seluruhnya.

Pada kasus penyakit ini dapat berulang jika tidak diikuti dengan menjaga lingkungan

agar tetap bersih serta pola hidup atau perilaku hidup yang sehat.

c. Hubungan diagnosis dengan keadaan keluarga dan hubungan keluarga


Diagnosis penyakit pada pasien ini berhubungan dengan kondisi pasien dalam

lingkungan.

d. Hubungan diagnosis dengan perilaku kesehatan dalam keluarga dan lingkungan

sekitar

Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan atau

aktivitas organisme yang bersangkutan. Jadi perilaku manusia pada hakekatnya

adalah suatu aktivitas dari manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, perilaku manusia itu

mempunyai bentangan yang sangat luas, mencakup berjalan, berbicara, bereaksi,

berpakaian, dan sebagainya. Bahkan kegiatan internal (internal activity) seperti

berpikir, persepsi dan emosi juga merupakan perilaku manusia. Untuk kepentingan

kerangka analisis dapat dikatakan bahwa perilaku adalah apa yang dikerjakan oleh

organisme tersebut, baik dapat diamati secara langsung atau secara tidak langsung.

Perilaku dan gejala perilaku yang tampak pada kegiatan organisme tersebut

dipengaruhi baik oleh faktor genetik (keturunan) dan lingkungan. Secara umum

dapat dikatakan bahwa faktor genetik dan lingkungan ini merupakan penentu dari

perilaku makhluk hidup termasuk perilaku manusia. Dari pernyataan diatas, dapat

disimpulkan bahwa perilaku hidup sehat dan lingkungan yang bersih sangat

diperlukan dalam pencegahan diagnosis penyakit ini.

e. Hubungan kausal antara beberapa masalah dengan diagnosis

Hubungan kausal pada diagnosis penyakit pasien ini karena kondisi pasien selama

pertumbuhannya sudah cukup baik diperhatikan asupan gizi dalam masa menyusui.

Saat pasien lahir lingkungan dimana tempat pasien dibesarkan masih terdapat faktor

yang belum mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

f. Analisis untuk mengurangi paparan dengan faktor resiko atau etiologi


Untuk mencapai status gizi yang baik maka harus ditunjang oleh tingkat

pengetahuan gizi yang baik serta pendapatan orang tua yang memadai untuk

memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena dengan pengetahuan tentang gizi yang

baik akan membuat orang tua dapat memilih dan memberikan makanan yang tepat

sesuai dengan asupan gizi yang dibutuhkan oleh anak agar gizinya menjadi

tercukupi. Serta juga harus diperhatikan faktor-faktor yang dapat memperberat

terjadinya gizi buruk terhadap anak.