Anda di halaman 1dari 40

India dan Mahkamah Pidana Internasional

Hanya 15 negara di Asia yang meratifikasi statuta Roma, landasan bagi sistem kerja
mahkamah pidana internasional di Den Haag. Mengapa negara kuat seperti India skeptis
dan menolak menandatanganinya?

Dengan 1,13 miliar jumlah penduduk, India bangga menyebut dirinya sebagai negara
demokrasi terbesar di dunia. Namun, di dalam negeri masalah yang dihadapi masih terus
bergolak. Perdana Menteri Manmohan Singh tidak lelah menegaskan, bahwa kelompok
pemberontak Maois adalah bahaya terbesar bagi keamanan dalam negeri India. Situasi di
Kashmir tegang semenjak India dan Pakistan merdeka tahun 1947. Tahun 1984 setelah
pembunuhan perdana menteri India Indira Gandhi terjadi pembantaian massal yang
menurut perkiraan organisasi kemanusiaan menewaskan hampir 3000 orang. Masalah aksi
kekerasan massal antara kaum Hindu dan Muslim di Gujarat pun belum terselesaikan
setelah 8 tahun. Banyak pihak yang menyebutnya hingga sekarang sebagai genosida.
Pengacara dan aktivis HAM Prashant Bushnan berpendapat, pemerintah India bisa diajukan
ke mahkamah pidana internasional di Den Haag karenanya. "Semenjak proses
penandatangan dimulai, ada dua pemerintahan. Satu di bawah pimpinan partai Bharatiya
Janyat dan satu lagi partai Kongres. Jika India menandatangani statuta roma mahkamah
pidana internasional, maka politisi partai Bharatiya Janyat dan perdana menteri Gujarat
Narendra Modi bisa dituntut. Begitu juga dengan partai Kongres. Mereka menekankan
untuk melawan kelompok Maois. Padahal mereka ingin memerangi penduduk asli India dan
ingin memusnahkannya. Menurut saya, para pemilik kekuasaan dan politisi berusaha
mempengaruhi pengadilan dan hukum. Mereka memang seharusnya khawatir, bahwa cara
ini tidak mungkin dilakukan pada pengadilan internasional seperti mahkamah pidana
internasional."
Ada tiga tindak pidana yang bisa diajukan ke mahkamah pidana internasional. Yakni
kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida dan kejahatan perang. Pemerintah India selalu
mengatakan, bahwa tindak pidana ini juga diakui oleh hukum di negara itu. Tetapi Bushnan
tidak sependapat. "Kenyataannya, sistem hukum kami sudah lama ambruk. Seorang warga
negara biasa tidak akan bisa memperoleh haknya. Jika ia tetap mencobanya, maka akan
membutuhkan waktu tahunan hingga kasusnya selesai dan ia akan dipersulit oleh berbagai
pihak. Belum lagi masalah korupsi. Orang kaya dan berpengaruh sudah selalu
menyalahgunakan sistem ini dan akan terus melakukannya."
Sulit sekali memperoleh perhatian di India jika membicarakan masalah pelanggaran HAM.
Demikian Parves Imroz, aktivis HAM yang sepanjang hidupnya memperjuangkan nasib
warga sipil di Kashmir. Kawasan yang diperebutkan oleh India dan Pakistan. Imroz
menemukan kuburan massal, laporan tentang penyiksaan dan pemerkosaan. Ia menuduh
pasukan keamanan India bersikap brutal terhadap warga sipil dan mereka selalu lolos dari
hukuman. "Jika berada dalam konflik, maka tekanan dari negara juga terasa. Jika
membeberkan ke dunia internasional tentang masalah pelecehan HAM atauorang yang
dihilangkan, maka mereka akan menanggapinya secara serius. Dan India akan ditekan untuk
memeriksa tuduhan tersebut."
Para pakar menyimpulkan, India dan negara-negara Asia tidak menandatangani statuta
roma mahkamah pidana internasional, karena takut kehilangan kedaulatan mereka di mata
dunia internasional. Namun, penolakan ini juga memiliki dampak. Dari 18 hakim di Den
Haag hanya dua orang yang berasal dari Asia.
Priya Esselborn / Vidi Legowo-Zipperer
Editor : Asril Ridwan
Hukum dan Pendidikan di India
PERAN HUKUM DALAM MENGAWAL PENDIDIKAN DI INDIA

“Setiap anak mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan gratis hingga berumur 14 tahun dan selanjutnya
menjadi subyek pembatasan dari kapasitas ekonomi dan pembangunan dari negara bagian”

- Uni Krishnan, J.P. dan Ors. Vs. State of Andhara Pradesh and Ors. -

A. Perkembangan Pendidikan di India

India telah menjadi pijakan utama dalam nilai-nilai pembelajaran dari masa ke masa. Namun
demikian, ketika negara India memiliki beberapa universitas terbaik di dunia, seperti BITS, ISB, IITs, NITs,
IISc, IIMs, AIIMS, mereka masih harus mengatasi tantangan dalam pemenuhan pendidikan dasar guna
mencapai angka 100% melek huruf. Pendidikan dasar dan wajib yang bersifat universal, disertai dengan
tantangan untuk menjaga anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk bersekolah, serta menjaga kualitas
pendidikan di daerah pedalaman, menjadi kendala terberat untuk menuntaskan target tersebut.

Hingga kini hanya negara bagian Kerala yang telah melakukan pencapaian target tersebut. Seluruh tingkat
pendidikan, mulai dari tingkatan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, menjadi perhatian khusus
dari Department of Higher Education dan Departement of School Education and Literacy. Pada tingkatan
tersebut diberikan subsidi sangat besar oleh Pemerintah India, meskipun terdapat wacana menjadikan
pendidikan tinggi untuk mencari pembiayaan sendiri secara terpisah.

Menurut catatan pemerintah Inggris, pendidikan adat yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat India telah
hilang pada abad ke-18 dengan suatu pola di mana terdapat satu sekolah untuk setiap kuil, masjid atau desa yang
berada hampir di seluruh wilayah negara India. Bidang pendidikan yang diajarkan pada saat itu meliputi teknik
membaca, menulis, aritmatika, teologi, hukum, astronomi, metafisika, etika, ilmu kedokteran, dan agama.
Sekolah-sekolah tersebut umunya diikuti oleh perwakilan pelajar dari seluruh lapisan masyarakat.

Sistem pendidikan India saat ini menggunakan pola dan substansi yang diadopsi dari negara barat, di mana
pertama kali diperkenalkan oleh negara Inggris pada abad ke-19 yang merupakan rekomendasi dari Macaulay.
Struktur tradisional tidaklah dikenal oleh pemerintahan Inggris dan struktur demikian telah dihapuskan pada saat
itu juga. Mahatma Gandhi menjelaskan bahwa sistem pendidikan tradisional merupakan suatu pohon ilmu yang
sangat indah, namun telah dihancurkan selama berkuasanya Inggris di negara tersebut. Sejarah mencatat bahwa
universitas kedokteran pertama di negara bagian Kerala dimulai di Calicut pada tahun 1942-1943 pada masa
perang dunia kedua. Dikarenakan kurangnya dokter untuk dapat diabdikan pada tugas militer, Pemerintah
Inggris memutuskan untuk membuka cabang Universitas Kedokteran Madras di Malabar yang kemudian berada
di bawah Kepresidenan Madras. Setelah berakhirnya perang, universitas kedokteran di Calicut ditutup dan para
pelajar tersebut melanjutkan studinya di Universitas Kedokteran Madras.

Dalam kurun waktu 1979-80, Pemerintah India melalui Departemen Pendidikan meluncurkan suatu program
bernama Non-Formal Education (NFE) untuk anak-anak berumur kelompok 6 hingga 14 tahun yang tidak dapat
bergabung dalam sekolah reguler. Anak-anak ini termasuk mereka yang putus sekolah, anak yang sedang
bekerja, anak-anak dari area yang tidak terdapat akses untuk sekolah, dan sebagainya. Fokus utama dari pola ini
ditujukan untuk sepuluh negara bagian yang memilik pendidikan terbelakang.. Selanjutnya, program ini
diteruskan untuk daerah pedalaman termasuk daerah perbukitan, pedesaan, dan gurun di negara-negara bagian
lainnya. Hingga kini program tersebut masih berlangsung di 25 negara bagian. 100% perbantuan diberikan
kepada organisasi sosial secara sukarela untuk menjalankan pusat NFE tersebut.

B. Konstitusi India
“Hak untuk memperoleh pendidikan meliputi pendidikan dasar maupun menengah.”

- State of Maharastra Vs. Sant Dhayaneswar Shiksha (2006) 9 SCC 1 -

Menurut Mahkamah Agung India, hak untuk memperoleh pendidikan mengalir dari Pasal 21 Konstitusi India
yang memuat tentang perlindungan untuk hidup dan kebebasan pribadi. Isi dan parameternya harus
dideterminasikan dan tidak terlepas dari Pasal 41 yang menjamin hak untuk bekerja, bersekolah, dan
pertolongan umum di berbagai kondisi. Pada Pasal 45 juga ditegaskan pendidikan gratis dan wajib untuk setiap
anak hingga umur 14 tahun. Pengadilan Tinggi telah menyatakan bahwa Pasal-Pasal dari Konstitusi India
tersebut dapat dilaksanakan oleh Negara Bagian baik melalui pendirian lembaga pendidikan, mendanai,
memperkenalkan dan/atau mencarikan afiliasi untuk menyediakan lembaga pendidikan lainnya.

Perkara Uni Krishnan dan Perkara Mohini Jain merupakan dua perkara yang seringkali menjadi rujukan dalam
hal ini. Perkara Uni Krishanan berbeda dengan Perkara Mohoni Jain, di mana dalam perkara tersebut hak untuk
memperoleh pendidikan merupakan subyek yang dibatasi oleh kapasitas ekonomi dan pembangunan negara
bagian. Setelah bertahun-tahun diputusnya perkara penting ini, situasi menjadi tidak sederhana untuk
dipecahkan. Akibatnya, pemerintah mengeluarkan UU Amandemen Konstitusi (amandemen ke-68) pada tahun
2002 dengan menambahkan Pasal 21A. Pasal tersebut secara lengkap dapat dibaca sebagai berikut, “The State
shall provide free and compulsory education to all children of the age of 6 to 14 years in such manner as the
state mau, by law, determine”.

Ketentuan atas hak untuk memperoleh pendidikan menjadi terkedala untuk mememuhi ekspektasi semula ketika
realitas di lapangan menunjukkan hal lain, khususnya realita terhadap masalah kemiskinan. Situasi di India dan
seluruh perekonomiannya yang masih dan sedang berkembang yaitu memerangi kemiskinan, di mana terus
menjadi akar sejarah perkembangan India. Kemiskinan melahirkan kemiskinan. Mata rantai dari kemiskinan
meniadakan ratusan ribu anak-anak untuk memperoleh pendidikan. Progres suatu negara bergantung juga pada
pembangunan dari populasinya. Pendidikan merupakan senjata utama untuk mencapai hal yang sama.
Bagamanapun juga, penyebaran buta huruf di India akan terus berlanjut jika pemerintah tidak mengalirkan dana
yang cukup untuk menjalankan lembaga-lembaga pendidikan miliknya. Setelah lima dekade dari
kemerdekaannya, lebih dari 50% dari anak-anak mengalami putus sekolah. Jenis kelamin menjadi salah satu
dari pembedaan yang signifikan dari buta huruf, di mana terkarakteristik oleh nilai dan sistem patriarki yang
sangat kuat. Tingkat melek huruf mendekati angka 64% untuk laki-laki dan 39% untuk perempuan. Pendidikan
adalah suatu nilai dari masyarakat yang berbudaya dan rendahanya mutu pendidikan menjadi salah satu alasan
utama dari kejahatan yang sulit untuk ditoleransi.

Oleh karenanya, analisa terhadap Konstitusi India menguatkan adanya eksistensi pasal-pasal mengenai
pemberian hak kepada setiap individu untuk mendidik dirinya sendiri. Pasal 45 menggambarkan ketentuan atas
pendidikan gratis dan wajib bagi anak-anak. Negara harus berupaya keras untuk menyediakan, pendidikan gratis
dan wajib untuk anak-anak hingga mereka berumur 14 tahun dalam jangka waktu sepuluh tahun dari permulaan
Konstitusi tersebut. Konsistensi terhadap posisi pasal tersebut lebih menekankan kewajiban Negara daripada
daripada orang tua. Undang-undang Wajib Pendidikan yang telah disahkan di 14 Negara Bagian dan 4 Wilayah
Kesatuan menyisahkan persoalan impelemtasi akibat tekanan sosial-ekonomi yang menyebabkan anak-anak
jauh dari sekolah.

C. Kebijakan Pendidikan India

Kebijakan Nasional Pendidikan 1986 merupakan satu dari beberapa langkah maju yang dilakukan melalui
penyediaan pendidikan dasar dan rekomendasi atas pendidikan gratis dan wajib dalam rangka pemenuhan
kualitas bagi seluruh anak hingga berumur 14 tahun sebelum abad ke-21. Tujuan dari universalisasi pendidikan
dasar bersumber pada tiga aspek: Petama, akses dan pendaftaran secara universal; Kedua, daya ingat yang
universal dari anak hingga umur empat belas tahun; dan Ketiga, membawa peningkatan substansial kualitas
pendidikan yang memungkinkan seluruh anak untuk mencapai tingkatan yang esensial dalam belajar. Kebijakan
pemerintah yaitu untuk memotivasi anak agar menghadiri kelas secara reguler dan untuk meningkatkan fasilitas
dalam sistem persekolahan, menyediakan pelatihan untuk guru, dan meningkatkan kemahiran belajar dari anak;
serta melaksankan pendidikan wajib dengan langkah-langkah yang mempunyai sanksi.

Upaya lainnya terhadap pemenuhan pendidikan gratis yaitu melalui Pemerintah Negara Bagian, yang telah
secara aktif menghapuskan biaya sekolah pada Sekolah Negeri hingga sekolah dasar tingkat atas. Usaha-usaha
juga telah dilaksanakan oleh badan-badan lokal dan institusi donor swasta untuk menjadikan pendidikan benar-
benar gratis dalam segala hal.
Dalam perkara Coomon cause v. Union of India (Perkara No. 697 Tahun 1993), Pemohon menuntut kepada
Pengadilan untuk meminta Pemerintah menyediakan segala fasilitas demi pencapaian target universal,
pendidikan gratis dan wajib untuk anak hingga berumur empat belas tahun, paling lambat di akhir tahun 1999.
Setelah mendengarkan keterangan para pihak, Hakim yang bersangkutan menolak untuk mengabulkan
permohonan Pemohon dan menyarakan kepadanya untuk menarik kembali permohonan tersebut.

Peluang untuk mengesahkan suatu undang-undang mengenai pendidikan gratis dan wajib serta implikasi dalam
penerapannya telah dibahas dan menjadi diskursus yang sangat menarik selama sekian tahun. Setelah dilakukan
analisa mendalam oleh berbagai ahli, wajib pendidikan dasar juga disadari akan membawa dampak positif
terhadap penghapusan buruh anak.

Perkembangan setiap negara maju, dan kini diikuti oleh negara berkembang, mereka telah mendeklarasikan
bahwa seluruh anak yang berumur enam hingga duabelas atau empatbelas tahun harus mengenyam pendidikan
sekolah dasar. Terlepas dari seberapa besar kebutuhannya, tidak ada satu orang tua pun yang diizinkan untuk
memutus pendidikan anak dari sekolah. Bahkan, sekolah yang dihadirinya akan dipantau oleh badan otoritas
lokal dan pemerintahnya akan diwajibkan untuk menyediakan sekolah dasar dalam jarak yang wajar untuk
seluruh anak dalam usia sekolah. Oleh karenanya, undang-undang yang dibuat memuat kewajiban secara
spesifik bagi anak, orang tua, badan-badan lokal, dan pemerintah. Pegawai lokal, para pengajar, dewan pengurus
sekolah dapat mengunjungi rumah orang tua sang murid yang telah memindahkan anaknya dari sekolah guna
memberitahukan bahwa menghadiri kelas adalah wajib. Dalam waktu beberapa tahun implementasi norma
tersebut telah menyadarkan seluruh negeri India bahwa seluruh anak harus datang ke sekolah. Suatu norma
seperti ini dapat lebih dilaksanakan oleh berbagai tekanan masyarakat dibandingkan tekanan oleh badan yang
berwenang. Salah satu pandangan yang menguatkan ketentuan tersebut bahwa kebijakan ini merupakan ekspresi
dari “political will” dan hal tersebut mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat internasional bahwa India
sangat serius dalam menghapuskan buruh anak.

Terdapat juga satu pemikiran lain yang meyakini bahwa ketentuan hukum dengan menyediakan pendidikan
wajib mungkin bukan suatu solusi yang efektif untuk situasi dan keadaan di negara India. Pengalaman dari
negara Afrika menunjukan bahwa legislasi seperti wajib sekolah seharusnya tidak diperkenalkan, hal mana
terdapat tempat-tempat di mana anak ingin terdaftar di dalamnya tetapi mereka tidak dapat diterima karena
minimnya infrastruktur dan ketersediaan ruangan. Negara-negara bagian di India yang hampir mendekati target
universalisasi pendidikan dasar seperti di Kerala dan Tamil Nadu, legislasi akan dapat membantu mereka yang
keluar dari sekolah. Pemikiran seperti ini memberikan argumen bahwa sangatlah penting untuk tidak hanya
meningkatkan anggaran umum pada dunia pendidikan tetapi juga memperkenalkan cara-cara untuk mengurangi
pembiayaan sekolah. Walaupun hal tersebut merupakan solusi yang parsial, menurut mereka, hal itu lebih
penting untuk kepentingan orang tua yang mungkin merasakan bahwa kesempatan dan biaya sekolah masihlah
sangat tinggi. Hal ini secara esensial dapat dilihat sebagai permasalahan sikap, yaitu sikap dari orang tua
terhadap pendidikan anak-anak mereka, sikap negara terhadap buruh anak dan terhadap peningkatan kualitas
sistem pendidikan. Suatu legislasi tidak dapat dengan sendirinya ditegakkan.Langkah-langkah kuat dalam hal
penegakkan juga harus didirikan.

D. Kritik terhadap Sistem Pendidikan India

Pendidikan modern di India seringkali dikritisi karena mendasarkan pada sistem penghafalan. Penekanan
ditujukan pada lulusnya nilai ujian dengan persentase yang tinggi. Beberapa institusi memberikan pentingnya
pengembangan kepribadian dan kreativitas di antara pelajar. Akhir-akhir ini, pemerintah terbebani dengan
menaiknya tingkat bunuh diri dari pelajar dikarenakan kegagalan dan rendahnya nilai, khususnya pada kota-kota
besar di India, walaupun kasus seperti ini sangat jarang.

Banyak pihak yang juga mengkritisi terhadap kebijakan reservasi berdasarkan kasta, bahasa, dan agama dalam
sistem pendidikan India. Pada kenyataannya hanya sedikit kasta rendah yang memperoleh manfaat dari reservasi
tersebut dan juga terjadinya pemalsuan surat keterangan kasta dalam jumlah yang cukup banyak. Lembaga
pendidikan juga memberikan kesempatan kepada kaum minoritas (selain Hindu) atau minoritas status bahasa.
Lembaga seperti ini, 50% dari kursinya disediakan untuk pelajar dari agama tertentu atau mereka yang
mempunyai bahasa ibu tertentu. Misalnya, banyak universitas dijalankan oleh Jesuist dan Salesian memiliki
50% kursi yang disedikan untuk agama Katholik.

Dalam hal bahasa, suatu lembaga dapat membuat ketentuan bagi para pengguna bahasa minoritas hanya pada
negara bagian di mana bahasa tersebut bukanlah bahasa resmi. Contohnya, universitas teknik dapat menentukan
sendiri sebagai lembaga bahasa minoritas (Hindi) pada negara bagian Maharashtra, di mana bahasa remsinya
adalah Marathi, tetapi tidak bisa diterapkan di negara bagian Madhya Pradesh or Uttar Pradesh yang juga
menggunakan bahasa resminya Hindi. Reservasi seperti ini di satu sisi memang menguntungkan kaum
minoritas, tetapi di sisi lain dapat menjadi penyebab keretakan di antara banyak komunitas. Begitu banyak
pelajar dengan nilai rendah diterima masuk, sedangkan mereka yang memiliki nilai baik terkadang tidak dapat
diterima. Kritik dilayangkan bahwa reservasi seperti ini sangat mungkin menciptakan kerenggangan di tengah-
tengah masyarakat. Korupsi yang menjamur di India juga menjadi wacana penting dalam sistem pendidikan
India.

Pendidikan adalah fondasi dasar bagi setiap perbuatan ekonomi dan fondasi ini perlu dilindungi dari perbuatan
korupsi dan diskriminasi berbasis elemen-elemen dalam masyarakat. Jika hal ini tidak segera diselesaikan,
berbagai sistem pada pemerintahan akan melemah. Oleh karenanya Komisi Hukum India merekomendasikan
agar kompleksitasnya sistem pendidikan di India untuk segera diperbaiki, jika tidak sistem peradilan di India
pun bisa jadi membuat interpretasi keputusan yang beragam atas sistem yang telah ada.

a. Indian Dalam Lintas Sejarah


India" berawal dari lembah Indus yang merupakan daerah yang subur di anak benua itu. Daerah
ini diduduki oleh bangsa Arya. yang selama lehih dari 2.000 tahun melembaikan peradaban dan
memperkenalkan sistem kasta dalam masyarakat Pada tahun 327-325 SM, Iskandar Aunt menu
erbu India Barat Laut dan pada abad berikutnya, sebagian besar dari anak benua ini dipersatukan
di bawah pemerintahan Asoka yang menjadikan Budha sebagai agama Hindu. Pada abad
ke 4 M, terbentuknya kerajaan Hindu sarw. Pertama Pada abad ke-8, agama Islam diporkenalkan
di daerah Sindu oleh pedalaman. asal Arab. Kontak dengan bangsa kulit putih dilakukan sejak
datanganya petualang bangsa Portugis, Vasco Da Gama yang kemudian ikut dalam penyerbuan
Portugis ke Goa antara tahun 1526-1570 M, India diperintah Dinasti Mogul. Sementara itu agama
Islam terus berkembang. Sejak itu muncul kebudayaan Islam-India dalam berbagai bentuk
kesenian dan arsitektur. Salah satu buktinya kemegahan arsitektur Islam-India adalah bangunan
Taj Mahal. Jurnal Al-Syir’ah Vol. 1 No. 2 Juli-Desember 2003 Antara tahun 1746-1763, India
menjadi medan pertempuran antara Inggris dan Prancis. Keduanya mencoba memluasai daerah
ini dengan Perjanjian Paris tahun 1763. Inggris berkuasa penuh atas walayah ini.

b. Pemikiran Tentang Penetapan Hukum Di India


Adat istiadat yang kuat mengalahkan pengaruh hukum negara dalam kehidupan keluarga di India.
Untuk menikah, keluarga gadis harus membayar mas kawin yang mahal kepada keluarga pria.
Banyak di antaranya yang melaksanakan perkawinan dengan mahar berutang. Bila ini terjadi,
biasanya pengantin wanita akan diperlakukan seperti budak oleh keluarga.
Pengadilan Tinggi di India
PENGADILAN TINGGI DAN
PENGADILAN TINGKAT RENDAH DI INDIA
Oleh: Pan Mohamad Faiz, S.H.[1]

A. PENGADILAN TINGGI

Penunjukan Ketua Pengadilan Tinggi Sementara


Berdasarkan Pasal 223, jika posisi dari Ketua Pengadilan Tinggi dari setiap Pengadilan Tinggi
Negara bagian mengalami kekosongan atau karena alasan tertentu tidak dapat menjalankan
kewajiban tugas-tugasnya, maka Presiden mempunyai wewenang untuk menunjuk salah satu hakim
dari pengadilan tersebut sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Sementara.

Penunjukan Hakim-Hakim Tambahan dan Hakim-Hakim Sementara


Berdasarkan Pasal 224 ayat (1), jika pada satu waktu karena beberapa alasan tertentu fungsi dari
Pengadilan Tinggi meningkat dan Presiden menilai perlunya penambahan jumlah Hakim sementara
waktu guna menjalankan fungsi-fungsi tersebut, maka Presiden dapat mengangkat orang-orang yang
memenuhi kualifikasi sebagai “Hakim Tambahan” untuk jangka waktu tidak lebih dari 2 (dua) tahun.
Dalam keadaan tersebut, berdasarkan Pasal 224 ayat (2) selama terjadi kekosongan dari beberapa
Hakim, Presiden dapat menunjuk hakim sementara.

Pemindahan Hakim-Hakim ke Negara Bagian Lainnya


Berdasarkan Pasal 222, Presiden atas hasil konsultasi dengan Ketua Pengadilan Tinggi, dapat
memindahkan seorang Hakim dari satu Pengadilan Tinggi ke Pengadilan Tinggi lainnya. Para Hakim
Anggota dari Mahkamah Agung telah memberikan keputusan dalam satu perkara yang diputus pada
tanggal 30 Desember 1981, yang menyatakan bahwa kewenangan yang diberikan kepada
pemerintah dalam rangka pemberlakukan pemindahan hakim dari satu Negara bagian ke Negara
bagian lainnya adalah sah. Dalam ketentuan ini tidaklah perlu satu keputusan lagi, sebab hal tersebut
telah jelas dinyatakan bahwa memindahkan hakim-hakim hanya dapat dilakukan karena adanya
“Kepentingan Publik” dan bukan dalam rangka menghukum mereka. Untuk tujuan tersebut, sangat
penting untuk melakukan konsultasi yang efektif terlebih dahulu dengan Ketua Pengadilan dari suatu
Negara Bagian.

Kualifikasi
Pasal 217 ayat (2) telah menentukan beberapa kualifikasi untuk menjadi Hakim-Hakim dari
Pengadilan Tinggi.

1. Bertugas di Pengadilan tersebut tidak kurang dari 10 (sepuluh) tahun.


2. Telah bekerja selama 10 (sepuluh) tahun secara terus-menerus sebagai pengacara
pada Pengadilan Tinggi manapun.
3. Berkewarganegaraan India.

Masa Jabatan
Para Hakim Pengadilan Tinggi dapat menjabat di pengadilan tersebut sampai dengan umur 62 tahun.
Di samping itu, terdapat juga beberapa alasan seorang Hakim Tinggi dapat dibebastugaskan dari
Pengadilannya yaitu:

 Jika ia dipromosikan atau dipindahkan ke Mahkamah Agung;


 Jika dikarenakan perilaku tidak baik atau ketidakcakapan, setelah diputuskan oleh Parlemen
dalam satu Rapat Tunggal dengan sebuah hasil berdasarkan suara mayoritas dari keseluruhan
anggota yaitu lebih dari duapertiga dari anggota saat itu dan pengambilan suara di setiap kamar
Parlemen secara terpisah.

Gaji dan sebagainya


Terdapat ketentuan penyeragaman gaji yang sama untuk seluruh Hakim Tinggi di India. Berdasarkan
hasil amandemen terakhir, Ketua Hakim dan para Hakim Pengadilan Tinggi diberikan gaji sebesar
Rs. 26.000 (Rp. 5.400.000,-) dengan tambahan tunjangan lainnya dan pembebasan biaya sewa
rumah dinas.

B. PENGADILAN TINGKAT RENDAH

1. Pengadilan Pidana

Pengadilan tertinggi dalam satu wilayah yaitu Pengadilan Distrik. Pengadilan tersebut
memperbolehkan untuk memeriksa kedua belah pihak, baik dari pemerintah maupun warga negara
sebagaimana halnya perkara pidana. Perlu digarisbawahi bahwa Pengadilan Distrik adalah satu,
yaitu pengadilan yang sama serta pihak-pihak yang sama dengan kapasitas baik sebagai warga
negara maupun pelaku tindak pidana. Ketika seorang Hakim memeriksa perkara yang menyangkut
kedudukan warga negara, ia akan disebut sebagai Hakim Distrik, dan ketika ia memeriksa perkara
pidana maka ia akan disebut sebagai Hakim Pengadilan. Pengadilan tersebut mencoba memeriksa
perkara-perkara dengan bantuan juri atau pihak lain yang dinilai mempunyai kapasitas untuk
membantu. Pengadilan tersebut juga mempunyai kompetensi untuk memberikan hukuman atau
sanksi berdasarkan undang-undang.

Disesuaikan dengan pekerjaan yang berlebih, Hakim-hakim Distrik dibantu oleh satu atau lebih Hakim
Pengadilan Tambahan. Mereka diangkat oleh Gubernur Negara bagian berdasarkan hasil konsultasi
dengan Ketua Mahkamah Agung atau Pengadilan Tinggi. Pengangkatan terhadap posisi tersebut
dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, orang-orang yang diangkat dalam posisi tersebut
bukanlah orang yang berasal dari pegawai pemerintah, namun seseorang yang telah bekerja secara
terus-menerus sebagai pengacara atau advokat selama 7 (tujuh) tahun. Mereka diangkat oleh
Gubernur dengan hasil konsultasi terlebih dahulu. Kedua, orang yang diangkat berasal dari pegawai
pemerintah dari semacam Komisi yang menangani pelayanan yudisial. Pegawai pemerintah
dimaksud termasuk “Munsiffs” yang telah memperoleh promosi secara bertahap guna diangkat oleh
Gubernur sesuai dengan kemampuannya pada posisi itu. Pengadilan Distrik adalah pengadilan
tertinggi pada setiap distrik.

Hakim Distrik memperoleh perkara yang telah naik banding dari pengadilan tingkat bawahnya.
Mereka dapat memeriksa perkara banding tersebut berdasarkan penilaian atas tindak pidana yang
serius seperti pembunuhan, dan pengadilan tersebut dapat memberikan hukuman terhadap pelaku
kesalahan untuk diberikan hukuman hingga mati, tetapi hukuman seperti itu tersebut harus terlebih
dahulu ditegaskan kepada Pengadilan Tinggi.

Pengadilan tindak pidana terendah pada suatu distrik adalah Pengadilan Tingkat Tiga. Hakim
Pengadilan ini memeriksa perkara ringan seperti perkara pemukulan, pertengkaran, dan sebagainya.
Mereka dapat memberikan hukuman penahanan hingga satu bulan dan denda maksimum yang tidak
terlalu besar. Kemudian, terdapat Pengadilan Tingkat Dua, di mana pengadilan tersebut dapat
memeriksa berbagai perkara yang tergolong perkara yang bersifat cukup serius. Pengadilan Tingkat
Dua dapat memberikan hukuman 6 (enam) bulan tahanan atau dapat juga mengenakan denda
sebesar Rs. 500 sebagai batas maksimum. Kedua pengadilan tersebut hanyalah mempunyai
kewenangan dasar, seperti misalnya mereka tidak mempunyai kewenangan untuk memeriksa suatu
perkara yang banding.

Di atas Pengadilan Tingkat Tiga dan Dua, terdapat Pengadilan Tingkat Satu di mana mempunyai
kewenangan memeriksa perkara banding di samping juga kewenangan dasar lainnya. Pengadilan ini
memeriksa perkara yang bersifat serius dan juga perkara banding dari Pengadilan Tingkat Dua dan
Tiga. Pengadilan Tingkat Satu dapat memberikan hukuman dengan menggunakan kewenangan
dasarnya dalam suatu perkara yang meliputi penjatuhan hukuman tahanan selama lebih dari 2 (dua)
tahun dan denda hingga Rs. 1000. Naik banding dari pengadilan ini dapat ditujukan kepada
Pengadilan Distrik untuk melawan keputusan Pengadilan tingkat Pertama.

2. Pengadilan Perdata

Pengadilan Perdata tertinggi pada suatu distrik adalah Pengadilan Distrik. Hakim yang sama dapat
memeriksa perkara perdata dan pidana. Ketika hahim tersebut memeriksa perkara pidana, maka ia
disebut sebagai Hakim Pengadilan. Tetapi, ketika ia memeriksa perkara perdata, maka ia disebut
sebagai Hakim Distrik. Terdapat banyak pengadilan dengan hakim-hakim yang dapat
menggantikannya. Di Uttar Pradesh, salah satu negara bagian di India, seorang hakim pengganti
dikenal dengan sebutan Hakim Perdata. Hakim Pengganti dapat dipisahkan menjadi beberapa
kedudukan. Mereka diperbolehkan untuk memeriksa perkara yang berkisar sebesar Rs. 5.000.
Mereka memiliki kewenangan dasar dan juga dapat memeriksa perkara banding Pengadilan
“Munsiff”. Terdapat pula Hakim Perdata senior untuk membantu Hakim Distrik yang memiliki
kewenangan umum dari seorang Hakim Distrik itu sendiri. Munsiff memiliki kuasa untuk memeriksa
perkara yang melibatkan sejumlah uang sebesar Rs. 2.000.

Di samping Pengadilan Munsiff, juga terdapat sebuah persyaratan dari perkara kecil terhadap
kewenangan pengadilan untuk memeriksa perkara yang melibatkan sejumlah uang sebesar Rs.
1.000. Tidak dapat diajukan banding terhadap keputusan dari Pengadilan tersebut, oleh karena itu
hanyalah seseorang yang sangat berpengalaman yang dapat ditunjuk sebagai Hakim dalam
pengadilan tersebut.

Hakim Distrik di mana memeriksa perkara banding untuk melawan keputusan dari Hakim Pengganti,
memiliki kewenangan dasar sebagaimana mestinya. Ia sendiri yang melakukan pemeriksaan
terhadap terhadap kasus-kasus perwalian, ketidakmampuan pembayaran hutang, dan perceraian. Di
samping itu, mereka juga mengurusi manajemen pengambilan sumpah, pelantikan dan
pengangkatan perwalian dari orang-orang yang belum dewasa dan orang gila. ۩
Wikipedia Geografi India
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian

Geografi India

Benua Asia

Kawasan Asia Selatan


Anak benua India

Koordinat 21°N 78°E

Wilayah Peringkat ke-7


3.287.263 km² (1.269.219,3 mil²)
90.08% daratan
9.92 % perairan
Perbatasan Total batas darat:[1]
15106,70 km (9386,87 mi)
Bangladesh:
4096,70 km (2545,57 mi)
Republik Rakyat Tiongkok:
3488 km (2167 mi)
Pakistan:
2910 km (1808 mi)
Nepal:
1751 km (1088 mi)
Myanmar:
1643 km (1021 mi)
Bhutan:
699 km (434 mi)

Titik tertinggi Kanchenjunga


8598 m (28209 ft)

Titik terendah Kuttanad


−2,2 m (−7,2 ft)

Sungai terpanjang Sungai Gangga


2,525 km (8284 ft)

Danau terbesar Danau Wular


30 sampai 260 km² (12 to 100 sq mi}

India terletak pada Lempeng India, bagian utara dari Lempeng Indo-Australia, yang kerak
benuanya membentuk anak benua India. Negara ini terletak di utara khatulistiwa antara 8°4'
sampai 37°6' Lintang Utara dan 68°7' sampai 97°25' Bujur Timur.[2] India adalah negara
terbesar ke-7 di dunia, dengan luas total 3287263 kilometer persegi (1269219 sq mi).[3] India
berukuran 3214 km (1997 mi) dari utara ke selatan dan 2933 km (1822 mi) dari timur ke
barat. India memiliki batas darat sepanjang 15200 km (9445 mi) dan garis pantai sepanjang
7516,6 km (4671 mi).[4]
Di selatan, India menjorok ke dalam dan dibatasi oleh Samudra Hindia khususnya, oleh Laut
Arab di barat daya, oleh Laut Lakadewa di selatan, dan Teluk Benggala di tenggara. Selat
Palk dan Teluk Mannar memisahkan India dari Sri Lanka di tenggara dekatnya,
dan Maladewa sekitar 400 kilometer (250 mi) di sebelah barat daya. Kepulauan Andaman
dan Nikobar India, sekitar 1200 kilometer (750 mi) tenggara dari daratan utama,
berbagi batas maritim dengan Myanmar, Thailand, dan Indonesia. Kanyakumari yang
terletak pada 8°4′41″LU dan 77°32′28″BT merupakan ujung paling selatan dari daratan
utama India, sementara titik paling selatan di India adalah Titik Indira di Pulau Nikobar
Besar. Titik paling utara yang berada di bawah pemerintahan India adalah Indira Col,
Gletser Siachen.[4] Wilayah perairan India membentang ke laut sampai berjarak 12 mil
laut (13,8 mi; 22,2 km) dari garis dasar pantai.[5]
Perbatasan utara India terutama ditentukan oleh Pegunungan Himalaya, di mana negara
India berbatasan dengan Tiongkok, Bhutan, dan Nepal. Batas barat dengan
Pakistan terletak di Dataran Punjab dan Gurun Thar. Di timur laut jauh, Perbukitan
Chin dan Perbukitan Kachin, daerah bergunung-gunung yang berhutan lebat, memisahkan
India dari Myanmar. Di sebelah timur, perbatasannya dengan Bangladesh terutama
ditentukan oleh Perbukitan Khasi dan Perbukitan Mizo, dan daerah pemisah air dari Dataran
Rendah Indo-Gangga.
Sungai Gangga merupakan sungai terpanjang yang bermula di India. Sistem Gangga-
Brahmaputra menempati sebagian besar India utara, tengah, dan timur, sedangkan Dataran
Tinggi Dekkan menempati sebagian besar India selatan. Kanchenjunga, di perbatasan
antara Nepal dan negara bagian India, Sikkim, merupakan titik tertinggi di India pada
ketinggian 8598 m (28209 ft) dan merupakan puncak tertinggi ke-3 di dunia. Iklim di India
berkisar dari ekuatorial jauh di selatan, ke alpen dan tundra di daerah tinggi Himalaya.
Sejarah India dimulai dari Peradaban Lembah Indus, yang menyebar di bagian barat
laut subbenua India, dari tahun 3300 sampai 1700 SM. Peradaban Zaman Perunggu runtuh
di pertengahan milenum kedua SM dan diikuti dengan Zaman Besi India. Pada abad ke-6
SM, Mahavira dan Gautama Buddha lahir.
Islam tiba di negara ini pada tahun 712 CE.
Pada tanggal 15 Agustus 1947, India merdeka dari Britania Raya dan Nehru terpilih sebagai
Perdana Menteri India yang pertama.

Budaya
Artikel utama: Kebudayaan India

Taj Mahal di Agra. Shah Jahan membangunnya sebagai mausoleum untuk mengenang istrinya, Mumtaz
Mahal. UNESCO memasukkannya ke dalam daftar Situs Warisan Dunia.[5]

Kebudayaan India penuh dengan sinkretisme[6], dan pluralisme budaya.[7] Kebudayaan ini terus
menyerap adat istiadat, tradisi, dan pemikiran dari penjajah, dan imigran sambil terus
mempertahankan tradisi yang sudah mapan, dan menyebarluaskan budaya India ke tempat-
tempat lain di Asia.
Kebudayaan tradisional India memiliki hierarki sosial yang relatif ketat. Sejak usia dini, anak-
anak diajari tentang peran, dan kedudukan mereka dalam masyarakat.[8] Tradisi ini diperkuat
dengan kepercayaan kepada dewa-dewa, dan roh yang dianggap berperan penting, dan tak
terpisahkan dari kehidupan mereka.[8] Dalam sistem kasta di India ditetapkan stratifikasi sosial,
dan pembatasan dalam kehidupan sosial di anak benua India. Kelas-kelas sosial dibentuk oleh
ribuan kelompok herediter yang mempraktikkan endogami, yang umum disebut jāti atau kasta.
Orang India sangat menghargai nilai-nilai kekeluargaan tradisional. Walaupun demikian, rumah-
rumah di perkotaan sekarang lebih sering hanya didiami oleh keluarga inti. Hal ini disebabkan
keterbatasan ekonomi, dan sosial untuk hidup bersama dalam sebuah keluarga besar. Di
kawasan pedesaan masih umum dijumpai anggota keluarga dari tiga hingga empat generasi
yang tinggal di bawah satu atap.[8] Masalah-masalah yang timbul dalam keluarga sering
diselesaikan secara patriarkisme.[8] Mayoritas terbesar orang India menikah setelah dijodohkan
oleh orang tua mereka atau anggota keluarga yang dituakan, namun dengan persetujuan
pengantin pria, dan pengantin wanita.[9] Pernikahan dipandang sebagai ikatan seumur
hidup,[9] dan angka perceraian sangat rendah.[10] Walaupun demikian, pernikahan dini masih
merupakan tradisi yang umum.[11] Separuh dari populasi wanita India menikah sebelum mencapai
usia 18 tahun yang merupakan usia dewasa menurut hukum.[12]
Masakan India mencakup berbagai masakan khas dari berbagai kawasan di India. Ciri khas
masakan India adalah pemakaian bumbu serta rempah-rempah yang beraneka ragam. Makanan
pokok orang India adalah beras (terutama di India selatan, dan timur), dan gandum di India
bagian timur.[13] Rempah-rempah seperti merica aslinya berasal dari anak benua India. Cabai
menjadi populer di India berkat diperkenalkan oleh orang Portugis.[14]
Pakaian tradisional berbeda-beda menurut daerahnya di India. Warna-warni, dan gaya pakaian
tradisional bergantung pada berbagai faktor, terutama iklim. Pakaian berupa kain yang
disampirkan merupakan gaya busana yang populer di India. Wanita mengenakan pakaian yang
disebut sari, dan pria mengenakan pakaian yang disebut dhoti atau lungi. Pakaian dari kain yang
dijahit juga populer, seperti salwar kameez yang dikenakan wanita. Pria
mengenakan kurta berikut piyama, selain celana panjang, dan kemeja gaya Eropa yang juga
populer.
Sebagian besar hari libur di India merupakan hari raya keagamaan. Walaupun demikian, di India
juga terdapat hari raya sekuler yang dirayakan tanpa memandang kasta, dan kepercayaan. Hari
raya yang dikenal di seluruh India, misalnya Diwali, Ganesh Chaturthi, Ugadi, Thai
Pongal, Holi, Onam, Vijayadasami, Durga Puja, Idul Fitri, Bakr-Id, Natal, Buddha Jayanti,
dan Vaisakhi.[15] India memiliki tiga hari nasional. Selain itu, India memiliki hari raya lainnya.
Jumlah hari libur resmi antara 9 hingga 12 hari bergantung kepada masing-masing negara
bagian. Kehidupan beragama merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari,
dan bukan urusan pribadi.
Arsitektur India sangat melambangkan kebinekaan kebudayaan India. Sebagian di antaranya,
termasuk monumen megah seperti Taj Mahal, dan bangunan berarsitektur arsitektur
MughalMughal, dan India Selatan merupakan campuran dari tradisi kuno, dan beraneka ragam
tradisi lokal dari berbagai wilayah di India, dan luar negeri. Arsitektur vernakular juga
menunjukkan variasi regional yang mencolok.
Musik India mencakup berbagai jenis musik daerah, dan musik tradisional. Musik tradisional
India secara garis besar dibagi menjadi dua jenis: musik tradisional Hindustani dari India
Utara, Karnataka dari India Selatan, dan berbagai variasi darinya yang muncul di sebagai musik
daerah di India. Musik filmi, dan musik rakyat India merupakan bentuk-bentuk musik pop yang
telah menjadi bentuk musik daerah. Musik yang dibawakan kelompok baul berakar pada tradisi
sinkretisme, dan merupakan contoh musik rakyat yang dikenal luas.
Tari India juga terdiri dari bentuk-bentuk tari klasik, dan tari rakyat. Di antara tari rakyat
India yang dikenal luas, misalnya: bhangra dari Punjab, bihu dari Assam, chhau dari Benggala
Barat, Jharkhand, dan sambalpuri dari Orissa, serta ghoomar dari Rajasthan. Akademi Musik,
Tari, dan Drama Nasional India telah mengakui delapan bentuk tari sebagai tari klasik India. Di
antara kedelapan tarian tersebut sebagian di antaranya dilengkapi narasi, dan dipengaruhi
unsur-unsur mitologi Hindu. Kedelapan tari klasik India yang dimaksud
adalah: bharatanatyam dari Tamil Nadu, kathak dari Uttar Pradesh, kathakali,
dan mohiniyattam dari Kerala, kuchipudi dari Andhra Pradesh, manipuri dari Manipur, odissi dari
Orissa, dan sattriya dari Assam.[16]
Teater di India memadukan musik, tari, dan dialog yang memakai skenario atau
improvisasi.[17] Kisahnya sering didasarkan pada mitologi Hindu, namun sebagian di antaranya
mengambil ide dari kisah percintaan abad pertengahan, sambil menyinggung peristiwa-peristiwa
sosial, dan politik. Teater rakyat yang populer di India, misalnya: bhavai dari negara bagian
Gujarat, jatra dari Benggala Barat, nautanki, dan ramlila dari India Timur, tamasha dari
Maharashtra, burrakatha dari Andhra Pradesh, terukkuttu dari Tamil Nadu,
serta yakshagana dari Karnataka.[18]
India memiliki industri film terbesar di dunia.[19] Bollywood memproduksi film-film Hindi yang laris.
Industri film Bollywood berpusat di Mumbai, dan telah menjadi industri film paling produktif di
dunia.[20] Selain Bollywood, film-film berbahasa Bengali, Kannada, Malayalam, Marathi, Tamil,
dan Telugu juga didukung oleh industri film yang mapan.[21]
Bentuk-bentuk awal sastra India berbentuk sastra lisan yang kemudian dijadikan sastra
tertulis.[22] Kesusastraan India mencakup karya-karya sastra Sanskerta, seperti bentuk
awal Weda, epos Mahabharata, dan Ramayana, drama Sakuntala, puisi-puisi
seperti Mahākāvya,[23] dan sastra Sangam dalam bahasa Tamil.[24] Di antara penulis India era
modern terdapat sastrawan Rabindranath Tagore yang memenangi
Agama
Mayoritas penduduk di India beragama Hindu 79,8%, Islam 14,23%, Kristen 2,30%, Sikh 1,72%,
dan sisanya Buddha 0,70%, Jain 0,36%, dan lainnya[a] (0,9%).[1]. Sensus Penduduk India Tahun
2011 menunjukkan, jumlah penduduk India sudah mencapai 1,2 Milyar penduduk

Ekonomi
Artikel utama: Ekonomi India

Indeks sensitif Bursa Saham Bombay digunakan sebagai penentu kekuatan ekonomi India
India memiliki ekonomi yang berada dalam urutan ke-10 dalam konversi mata uang, dan ke-4
terbesar dalam PPP. Dia memiliki rekor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat sekitar 8%
pada 2003. Dikarenakan populasinya yang besar, namun pendapatan per kapita India
berdasarkan PPP hanya AS$3.262, berada di urutan ke-125 oleh Bank Dunia.
Cadangan pertukaran asing India sekitar AS$143 miliar. Mumbai merupakan ibu kota finansial
negara ini, dan juga merupakan rumah dari Reserve Bank of India, dan Bursa Efek Mumbai.
Meskipun seperempat dari penduduk India masih hidup di bawah garis kemiskinan, jumlah kelas
menengah yang besar telah muncul karena cepatnya pertumbuhan dalam industri teknologi
informasi.
Ekonomi India dulunya banyak tergantung dari pertanian, namun sekarang ini hanya
menyumbang kurang dari 25% dari PDB. Industri penting lainnya
termasuk pertambangan, petroleum, pengasahan berlian, film, tekstil, teknologi informasi,
dan kerajinan tangan. Kebanyakan daerah industri India berpusat di kota-kota utamanya. Tahun-
tahun belakangan ini, India telah muncul sebagai salah satu pemain terbesar dalam perangkat
lunak, dan business process outsourcing, dengan pendapatan sekitar AS$17,2 miliar pada
2004–2005. Dan ada juga banyak industri skala kecil yang meyediakan lapangan kerja yang
stabil bagi penduduk di kota kecil, dan pedesaan.
Meskipun India hanya menerima sekitar tiga juta pengunjung asing setiap tahun, pariwisata tetap
penting tapi masih sumber pendapatan nasional yang belum berkembang. Pariwisata
menyumbangkan 5,3 persen dari PDB India. Partner perdagangan utama India
termasuk Amerika Serikat, Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, dan Uni Emirat Arab.
Ekspor utama India termasuk produk pertanian, tekstil, batu berharga, dan perhiasan, jasa
perangkat lunak, dan teknologi, hasil teknik, kimia, dan hasil kulit sedangkan komoditas
impornya adalah minyak mentah, mesin, batu berharga, pupuk, kimia. Pada tahun 2004, total
ekspor India berjumlah AS$69,18 miliar sedangkan impor sekitar AS$89,33 milia

Politik
Artikel utama: Politik India

Pembagian administratif
Artikel utama: Pembagian administratif India

Lihat pula: Daftar negara bagian dan wilayah di India

India dibagi kepada 28 negara bagian (yang kemudian dibagi kepada distrik), enam Wilayah
Persatuan, dan Wilayah Ibu Kota Nasional Delhi. Negara-negara bagian memiliki pemerintah
yang dilantik sendiri, sementara Wilayah-wilayah Persatuan diperintah seorang pengurus yang
dilantik pemerintah persatuan (union government), meski beberapa di antaranya memiliki
pemerintah yang dilantik.
Negara bagian-negara bagian India.

Negara bagian dan wilayah India:


1. Andhra Pradesh 15. Maharashtra
2. Arunachal Pradesh 16. Manipur
3. Assam 17. Meghalaya
4. Bihar 18. Mizoram
5. Chhattisgarh 19. Nagaland
6. Goa 20. Orissa
7. Gujarat 21. Punjab
8. Haryana 22. Rajasthan
9. Himachal Pradesh 23. Sikkim
10. Jammu dan Kashmir 24. Tamil Nadu
11. Jharkhand 25. Tripura
12. Karnataka 26. Uttaranchal
13. Kerala 27. Uttar Pradesh
14. Madhya Pradesh 28. Bengal Barat

Wilayah Persatuan

A. Kepulauan Andaman dan Nicobar


B. Chandigarh
C. Dadra dan Nagar Haveli
D. Daman dan Diu
E. Lakshadweep
F. Pondicherry
Wilayah Ibu Kota Nasional:

G. Delhi
Jati diri nasional[sunting | sunting sumber]

 Olahraga nasional – Hoki, dan Kriket


 Hewan nasional – Harimau
 Burung nasional – Merak
 Bunga nasional – Teratai

Sumber wikipedia.com

Profil Negara India (Republik India)


dickson Profil Negara

Profil Negara India – India adalah sebuah negara dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di
dunia yang terletak di Asia Selatan. Negara yang mempunyai nama lengkap Republik India ini
memiliki jumlah penduduk sebanyak 1,29 miliar jiwa. Mayoritas penduduk India beragama Hindu
(sekitar 79,8%) dan Islam (sekitar 14,2%). India juga merupakan negara terbesar ketujuh di
dunia dengan luas wilayah sebesar 3,28 juta km2.
Baca juga : 10 Negara Terbesar di Dunia.

Secara Astronomis, India terletak diantara 8°LU – 37°LU dan 68°BT – 97°BT. India berbatasan
Nepal, Bhutan dan Tiongkok di sebelah Utaranya, sedangkan di sebelah selatannya adalah
Samudera Hindia dan selat Palk yaitu selat yang memisahkan India dan Srilanka. Di sebelah
Timur, India berbatasan dengan Myanmar, Bangladesh dan Teluk Benggala. Di sebelah Barat
India adalah Laut Arab dan berbatasan dengan Pakistan. India memiliki beberapa sungai besar
seperti Sungai Gangga, Sungai Brahmaputra, Sungai Yamuna, Sungai Godavari dan Sungai
Krishna. Sedangkan dibagian utara dan timur laut India adalah pegunungan Himalaya.

Di sistem pemerintahan, India merupakan negara yang menganut sistem pemerintahan Republik
Federal Parlementer yaitu sistem pemerintahan yang kepala negaranya adalah Presiden yang
dipilih secara tidak langsung oleh Parlemen untuk masa jabatan 5 tahun. Sedangkan kepala
pemerintahannya adalah seorang Perdana Menteri yang dipilih melalui pemilihan umum legislatif
setiap 5 tahun sekali. Perdana Menteri India biasanya adalah pemimpin partai atau koalisi besar
yang memenangi pemilihan umum legislatif.

Di bidang Perekonomian, India merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi
yang tinggi, GDP atau pendapatan domestik bruto (PDB) India mencapai US$9,474 triliun di
tahun 2017 dan merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Tiga Sektor
penyumbang utama PDB di India adalah sektor Agrikultur/Pertanian (15,4%), Industri (23%) dan
Layanan Jasa (61,5%). Beberapa produk utama pertanian atau agrikultur adalah Padi, gandum,
Teh, kentang, perikanan, Kambing, Sapi, tebu dan kapas. India merupakan negara penghasil
tebu terbesar besar kedua di dunia yaitu sebanyak 341,2 juta ton pada tahun 2015. Sedangkan
produk utama sektor industri adalah produk-produk tekstil, kimia, pengolahan makanan, alat-alat
transportasi, baja, minyak, farmasi, semen, pertambangan, mesin dan perangkat lunak
(software). Pendapatan Per Kapita India adalah sebesar US$7.200,- di tahun 2017.

Di Hubungan luar negeri, India merupakan anggota PBB dan lembaga-lembaga di bawah PBB
lainnya, BRICS, G-20, OECD, IORA dan Interpol.

Profil Negara India

Berikut ini adalah profil negara India :

 Nama Lengkap : Republik India (Republic of India)


 Nama Lokal : Bharatiya Ganarajya
 Bentuk Pemerintahan : Republik Federal Parlementer
 Kepala Negara :Presiden Ram Nath KOVIND (sejak 25 Juli 2017)
 Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Narendra MODI (sejak 26 Mei 2014)
 Ibukota : New Delhi
 Luas Wilayah : 3.287.263 km2
 Jumlah Penduduk : 1.296.834.042 jiwa (2018)
 Angka Kelahiran : 18,7 bayi per 1000 penduduk
 Pertumbuhan Penduduk : 1,14%
 Agama : Hindu 79.8%, Muslim 14.2%, Kristen 2.3%, Sikh 1.7%, agama lainnya 2%
(estimasi 2011)
 Bahasa Resmi : Hindi
 Mata Uang : Rupee India (INR)
 Hari Kemerdekaan : 15 Agustus 1947 (dari Inggris)
 Hari Nasional : 26 Januari 1950 (hari Republik)
 Lagu Kebangsaan : “Jana-Gana-Mana” (Thou Art the Ruler of the Minds of All People)
 Kode Domain Internet : .in
 Kode Telepon : 91
 Pendapatan Domestik Bruto : US$9,474 triliun (2017)
 Pendapatan Per Kapita : US$ 7.200,- (2017)
 Lokasi : Benua Asia (Asia Selatan)

Lambang Negara India dan Bendera India

Pembagian Wilayah Administrasi India

Secara administratif, India yang merupakan negara federal ini dibagi menjadi 29 Negara Bagian
dan 7 uni-teritorial. Berikut ini adalah daftar 29 Negara Bagian dan 7 uni-teritorial Republik India.

29 Negara Bagian di India


No. Negara Bagian Ibukota

1 Andhra Pradesh Hyderabad

2 Arunachal Pradesh Itanagar

3 Assam Dispur

4 Bihar Patna

5 Goa Panaji
6 Gujarat Gandhinagar

7 Haryana Chandigarh

8 Himachal Pradesh Shimla

9 Jammu & Kashmir Srinagar (Winter : Jammu)

10 Karnataka Bangalooru

11 Kerala Tirubanantapuram

12 Madhya Pradesh Bhopal

13 Maharashtra Mumbai

14 Manipur Imphal

15 Meghalaya Shillong

16 Mizoram Aizawl

17 Nagaland Kohima

18 Orissa Bhubaneswar

19 Punjab Chandigarh

20 Rajasthan Jaipur

21 Sikkim Gangtok

22 Tamil Nadu Chennai

23 Tripura Agartala

24 Uttar Pradesh Lucknow

25 West Bengal Kolkata

26 Chhattisgarh Raipur
27 Uttarakhand Dehradun

28 Jharkhand Ranchi

29 Telangana Hyderabad

7 Uni-Teritorial di India
No. Uni-Teritorial Ibukota

1 Delhi Delhi

2 Kep. Andaman & Nicobar Port Blair

3 Chandigarh Chandigarh

4 Dadra & Nagar Haveli Silvasa

5 Daman & Diu Daman

6 Lakshadweep Kavaratti

7 Puducherry Puducherry

Sumber referensi : Data-data Profil Negara India ini dikutip dari World Factbook (Artikel ini
diupdate pada bulan July 2019).
India

Nama Negara : Republik India

Ibukota : New Delhi

Kota terbesar : Mumbai

Luas Wilayah : 3.287.590km²

Hari Kemerdekaan : 15 Agustus 1947 (India memperoleh kemerdekaan dari Inggris).

Hari Republik : 26 Januari 1950 (hari pengumuman berlakunya UUD India sebagai negara Republik).

Bentuk Negara : Uni Federal dengan pembagian kekuasaan berdasarkan sistim Demokrasi Parlementer.

Kekuasaan Eksekutif berada di tangan Presiden dan sehari-hari kekuasaan ini dilaksanakan oleh Dewan
Menteri (Council of Ministers) yang dikepalai oleh Perdana menteri.

Pemerintahan : Negara berbentuk Republik Federal, dengan sistem Demokrasi Parlementer.

Kepala Negara : Presiden Pranab Mukherjee (dilantik 25 Juli 2012) merupakan presiden ke 13 India

Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Narendra Modi (dilantik 26 Mei 2004)

Dewan Menteri

(Council of Ministers): Dipilih oleh Presiden atas rekomendasi Perdana Menteri, terdiri atas:

1. Cabinet Ministers 22 orang

2. Ministers of State (Independent Charge) 10 orang

3. Ministers of State 12 orang

Ketua Parlemen :

Muhammad Hamid Ansari (Wakil Presiden India secara otomatis menjabat Chairman of Rajya
Sabha).
Sumitra Mahajan : Speaker of Lok Shaba

Parlemen (Sansad) : Bikameral

1. Rajya Sabha (Dewan Negara Bagian), berdasarkan UUD India beranggotakan 250 orang, 12 orang di
antaranya diangkat oleh Presiden berdasarkan keahliannya di bidang ilmu pengetahuan, sastra, kebudayaan
dan sosial, sedangkan sisanya berasal dari wakil-wakil negara bagian. Saat ini Rajya Sabha beranggotakan
245 orang, yaitu 233 dipilih dan 12 orang ditunjuk Presiden. Masa jabatan anggota Rajya Sabha adalah 6
tahun.

2. Lok Shaba (Dewan Perwakilan Rakyat), anggotanya dipilih langsung oleh rakyat. Berdasarkan UUD
India, Lok Sabha beranggotakan maksimum 552 orang (530 orang dipilih langsung oleh rakyat di negara-
negara bagian, 20 orang dari Union Territories dan 2 orang diangkat oleh Presiden dari komunitas Anglo-
Indian). Saat ini anggota Lok Sabha beranggotakan 539 orang. Masa jabatan Lok Sabha adalah 5 tahun.

B a h a s a : Bahasa Resmi adalah bahasa Hindi dan Bahasa Inggris. Konstitusi India mengakui 22
bahasa regional/daerah, yaitu bahasa Assam, Bengali, Bodo, Dogri, Gujarati, Hindi, Kannada, Konkani,
Kashmiri, Mayisiri, Malayalam, Manipuri, Marathi, Nepali, Oriya, Punjabi, Sanskrit, Sindhi, Tamil,
Telegu dan Urdu.

A g a m a : Hindu (81,3%), Islam (12%), Kristen (2,3%), Sikh (1,9%), Budha (0,70%), Jainisme
(0.30%), Zoroaster (0,11%)

Mata Uang : Rupees

Nilai tukar US$ 1 = Rs. 62 (Januari 2015)

Jumlah penduduk : 1.172.459.770 jiwa (estimasi Oktober 2009)

Etnis : Etnis utama yang didasarkan pada pemakaian bahasa adalah Hindi, Bengali, Telugu, Marathi,
Tamil, urdu, Gujarati, Kannada, Malayalam, Oriya, Punjabi, Assamese, Sindhi, Nepali, Konkani,
Manipuri, kashmiri, dan Sanskrit. Selain itu, India juga dikenal adanya kasta, scheduled castes, scheduled
tribes, backward class, other backward class, untouchable, disamping itu pembagian etnis suku atas dasar
agama Hindu, Islam, Kristen, Buddha, Jain dan Zoroaster.

Hari nasional : 26 Januari – Hari Republik

15 Agustus – Hari Kemerdekaan

2 Oktober – Hari Kelahiran Mahatma Gandhi

Lagu Kebangsaan : Jana-gana-mana karya Rabindranath Tagore dan lagu Nasional Vande Mataram
karya Bankimchandra Chatterji.

Bendera Nasional : Mempunyai 3 warna. Warna paling atas adalah oranye tua (ksatria), warna tengah
adalah putih dan warna paling bawah adalah hijau tua. Warna membagi bendera menjadi 3 bagian secara
mendatar. Di tengah-tengah warna putih terdapat “Chakra” bulat yang mempunyai 24 jari-jari berwarna
biru langit. “Chakra” melambangkan “Samath Lion Capital of Ashoka”.

Komoditas Ekspor Utama : Kacang tanah, oil meal, obat-obatan, farmasi dan fine chemicals,
dyes/intermediate & coal tar chemicals, inorganic/organic/agro chemicals, plastics & linoleum products,
manufacture of metals, machinery & instruments, transport equipments, primary & semi finished iron &
steel, cotton yarns, fabrics.

https://kemlu.go.id/newdelhi/en/read/india/2228/etc-menu
B EN UA D A N NE G AR A • UM U M

Profil Negara India Lengkap


INDRIYANA RACHMAWATI
31 OKTOBER 2016
Sahabat portal ilmu pernahkah kamu mendengar negara India? Negara yang
penduduknya mayoritas beragama Hindu. Selain itu, negara ini terkenal akan
industri film yang disuguhkan dengan tarian khas India.

Kali ini, kita akan membahas lebih jauh tentang negara India. Kita akan belajar
tentang ciri khas yang dimiliki negara India, letak dan luas wilayah, kondisi ekonomi,
penduduk, kerjasamanya dengan Indonesia, dan terakhir tentang pariwisata.
Selamat membaca penjelasan di bawah ini sahabat.

Negara India merupakan salah satu negara yang terletak pada kawasan Asia
Selatan. Nama India pada awalnya diambil dari kata Sindu atau Indus. Kata tersebut
merupakan salah satu nama suangi yang mengalir pada bagian barat daya negara
India.
Karakteristik Negara India
Bendera Negara India

Simbol lingkaran tersebut merupakan dharma cakra. Simbol ini banyak ditemukan di
pilar- pilar bangunan kekaisaran Maurya. Kekaisaran Maurya merupakan kerajaan
raksasa yang pernah berdiri di negara India selama beberapa abad sebelum
masehi.

Warna jingga pada bendera negara India menyimbolkan tentang keberanian dan
pengorbanan.

Warna putih pada bendera negara India menyimbolkan tentang perdamaian dan
kebenaran.

Warna hijau pada bendera negara India menyimbolkan tentang sifat ksatria dan
keyakinan.

Fakta menarik dari bendera negara India ini, yaitu

1. Bendera nasional negara India ini menjadi bendera resmi dari Dominion of India, pada
tanggal 22 Juli 1947.
2. Bendera nasional negara India ini dirancang oleh seorang petani dan juga sebagai pejuang
kebebasan di negara India yang bernama Pingali Venkayya.
3. Menurut hukum di negara India, bendera nasional negara India harus dibuat dari Khadi.
Khadi merupakan kain khusus anyaman dari katun atau sutera. Kain tersebut dipopulerkan
oleh Mahatma Gandhi.
4. Bendera nasional negara India ini berhak diproduksi oleh Khadi Development and Village
Industries Commision.
5. Bendera nasional negara India ini dikenal dengan nama tri warna, sedangkan dalam
bahasa India dinamakan Tiranga.
6. Lambang tengah di Bendera nasional negara India, melambangkan tentang Hukum Dharma
atau kebenaran. Lambang ini dinamakan dengan Ashok Chakra.
7. Bendera nasional negara India ini memiliki rasio 2: 3 atau di mana lebar dari bendera
nasional ini 1,5 kali lebih besar dari panjangnya.
8. Lambang Ashoka Chakra di Bendera nasional negara India ini harus memiliki dua puluh
empat jari –jari di sekelilingnya.
Lambang Negara India

via: india24.xyz

Nama Asli Negara India Bharat

Nama Internasional Negara India Republic of India

Luas Wilayah Negara India 3.166.414 km2

Ibu Kota Negara India New Delhi

Bentuk Negara India Republik Federal

Kepala Negara India Presiden

Kepala Pemerintahan India Perdana Menteri

Lagu Kebangsaan Jana Gana Mana

Mata Uang Negara India Rupee India (Rs)

Agama Penduduk Negara India Hindu, Budha, Islam, dan Kristen

Bahasa Hindi merupakan bahasa resmi, selain itu bahasa Inggris juga bahasa resmi ne

Pemerintahan lokal 25 negara bagian dan 7 uniteritorial


Suku bangsa Indo Arya, Dravidians, Mongol

Hasil Pertanian Teh, karet, kopi, gandum, tebu, dan kapas

Sumber Alam Bijih besi, apatit, timah hitam, asbes, intan, dan garam

Tanggal Bersejarah Negara India 15 Agustus 1947. Hari tersebut juga sebagai hari kemerdekaan

Kemerdekaan negara India Dari Britania Raya

Zona waktu Negara India UTC+5:30

Daftar nama perdana menteri negara India, yaitu


1. Jawaharlal Nehru yang menjabat pada tanggal 15 Agustus 1947 sampai 27 Mey 1964.
2. Gulzarilal Nanda yang menjabat pada tanggal 27 Mei 1964 sampai 9 Juni 1964.
3. Lal Bahadur Shastri yang menjabat pada tanggal 9 Juni 1964 sampai 11 Januari 1966.
4. Gulzarilal Nanda yang menjabat pada tanggal 11 Januari 1966 sampai 24 Januari 1966.
5. Indira Gandhi yang menjabat pada tanggal 24 Januari 1966 sampai 24 Maret 1977.
6. Morarji Desai yang menjabat pada tanggal 24 Maret 1977 sampai 28 Juli 1979.
7. Charan Singh yang menjabat pada tanggal 28 Juli 1979 sampai 14 Januari 1980.
8. Indira Gandhi yang menjabat pada tanggal 14 Januari 1980 sampai 31 Oktober 1984.
9. Rajiv Gandhi yang menjabat pada tanggal 31 Oktober 1984 sampai 2 Desember 1989.
10. Vishwanath Pratap Singh yang menjabat pada tanggal 2 Desember 1989 sampai 10
November 1990.
11. Chandra Shekhar yang menjabat pada tanggal 10 November 1990 sampai 21 Juni 1991.
12. P.V. Narasimha Rao yang menjabat pada tanggal 21 Juni 1991 sampai 16 Mei 1996.
13. Atal Bihari Vajpayee yang menjabat pada tanggal 16 Mei 1996 sampai 1 Juni 1996.
14. H.D Deve Gowda yang menjabat pada tanggal 1 Juni 1996 sampai 21 April 1997.
15. Inder Kumar Gujral yang menjabat pada tanggal 21 April 1997 sampai 19 Maret 1998.
16. Atal Bihari Vajpayee yang menjabat pada tanggal 19 Maret 1998 sampai 22 Mei 2004.
17. Dr. Manmohan Singh yang menjabat pada tanggal 22 Mei 2004 sampai sekarang.
Negara India merupakan suatu negara yang memiliki penduduk terbanyak nomor
dua setelah Cina. Kemudian, luas wilayah negara India ini menduduki peringkat ke 7
di dunia. Selain itu, negara India ini tercatat sebagai negara yang memiliki sapi yang
terbanyak di dunia.

Ciri Khas Negara India


Negara India menyerupai anak benua. Wilayah negara India sebagian besar
merupakan daerah pegunungan. Ciri khas yang dimiliki oleh negara India, yaitu
sebagai berikut.

1. Lembah Kashmir di India dijuluki sebagai surganya negara India.


2. Terdapat pegunungan yang terkenal di dunia yaitu pegunungan Himalaya. Pegunungan
Himalaya mempunyai puncak yang tertinggi di dunia, yaitu Mount Everest dengan
ketinggian 8.849 m.
3. Negara India ini terkenal dengan industri film dengan tarian India.
4. Kota pelabuhan penting di negara India yaitu Kalkuta dan Madras.
5. Makam Syah Jehan yang dinamakan dengan Taj Mahal terdapat di kota Agra di negara
India.
Demikian penjelasan tentang ciri khas negara India, selanjutnya akan dijelaskan
lebih mendalam tentang negara India, yang dimulai dengan letak dan luas wilayah
negara India.

Letak dan Luas


Secara astronomis, negara India merupakan kawasan yang secara astronomis
terletak di antara 80 Lintang Utara (LU) sampai 330 Lintang Utara (LU) dan di antara
680 Bujur Timur (BT) sampai 890 Bujur Timur (BT).
Secara geografis, negara India memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut

1. Di sebelah timur negara India berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh.


2. Sebelah utara negara India berbatasan dengan Pegunungan Himalaya, Cina, dan Nepal.
3. Pada sebelah selatan negara India berbatasan dengan Samudra Hindia dan Sri Lanka.
4. Di sebelah barat negara India berbatasan dengan Pakistan dan Afganistan.
Luas wilayah negara India secara keseluruhan yaitu 3.166.414 km 2. Negara India ini
terbagi menjadi beberapa wilayah administrasi, antara lain Punjab, Madhya Pradesh,
Gujarat, Maharasthtra, dan Madras.
Setelah memahami tentang letak astronomi dan geografis negara India,
pembahasan di bawah ini akan memaparkan tentang bentang alam di negara India.

Bentang Alam
Bentang alam negara India dibedakan menjadi tiga kawasan, yaitu Daerah
Pegunungan Himalaya, Dataran Rendah Gangga, dan Semenanjung bagian selatan.
Masing-masing bentang alam di wilayah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

Daerah Pegunungan Himalaya. Daerah pegunungan Himalaya terdiri dari deretan


pegunungan dengan dataran tinggi dan lembah yang besar, antara lain Dataran
Tinggi Kashmir dan Lembah Kulu.
Sistem pegunungan Himalaya ini memiliki lebar sekitar 160 -320 km atau 100- 200
mil dan membentang sepanjang 2.400 km atau 1.500 mil sepanjang perbatasan
negara India bagian utara dan bagian selatan. Termasuk di dalamnya ada
pegunungan yang mengelilingi Lembah Kashmir di Pegunungan Karakoram dan
Pegunungan Himalaya bagian tengah dan bagian utara.

Tenaga geologi membentuk Himalaya sebagai sebuah Lempeng India yang


menunjam di bawah masa daratan Eurasia. Kemudian, terbentuk tonjolan – tonjolan
yang terdorong hingga menyebabkan perbatasan negara India bagian utara menjadi
lebih tinggi.

Rangkaian pegunungan Himalaya merupakan sistem pegunungan tertinggi yang ada


di dunia. Di antara puncak – puncak pegunungan Himalaya, hampir sleuruh atau
sebagian warga negara India atau di antara perbatasannya diklaim oleh negara India
dan secara administratif di bawah negara Pakistan.
Puncak-puncaknya dari pegunungan tersebut yaitu K2 (8.611 m di atas permukaan
air laut atau 28.209 kaki) dan Kanchenjunga (8.598 m di atas permukaan air laut
atau 28.209 kaki) merupakan puncak kedua dan ketiga tertinggi di dunia setelah
Gunung Everest.

Puncak-puncak gunung terkenal lainnya di negara India antara lain adalah gunung
Nanga Parbat dengan ketinggian 8.125 m di atas permukaan air laut atau 26.657
kaki, gunung Nanda Devi dengan ketinggian 7.817 m di atas permukaan air laut atau
25.646 kaki, gunung Rakaposhi dengan ketinggian 7.788 m di atas permukaan air
laut atau 25.551 kaki, dan Puncak Kamet dengan ketinggian 7.756 m di atas
permukaan air laut atau 25.446 kaki.

Wilayah pegunungan Himalaya, termasuk kaki gunungnya dipergunakan untuk


permukiman. Pertanian dan penggembalaan merupakan mata pencarian utama
penduduk di negara India.

Dataran Rendah Gangga. Dataran rendah Gangga terbentuk oleh endapan Sungai
Indus, Sungai Gangga, dan Sungai Brahmanaputra. Oleh sebab itu, dataran rendah
Gangga ini merupakan wilayah aluvial dari aliran ketiga sungai yang telah
disebutkan sebelumnya.
Lembah sungai gangga ini merupakan daerah pertanian terpenting yang ada di
negara India. Hal tersebut disebabkan lahannya cukup subur.

Semenanjung bagian Selatan. Pada daerah semenanjung bagian selatan ini pada
umumnya merupakan daerah perbukitan dan pegunungan, dengan ketinggian
antara 456 m sampai 1.220 m. Rangkaian pegunungan tersebut antara lain
Pegunungan Aravalli, Pegunungan Vindhya dan Pegunungan Maikala.

Pada wilayah semenanjung bagian selatan sering pula dinamakan Plato Dekan.
Pada daerah ini pula terdapat beberapa aliran sungai, antara lain Sungai Penner
dan Sungai Godavari. Plato dekan atau dataran tinggi Dekan ini merupakan wilayah
yang sangat luas yang terletak di semenanjung negara India. Pada wilayahnya
berbatu tetapi memiliki kandungan tanah yang subur.

Plato dekan merupakan suatu dataran tinggi yang relief permukaannya agak kasar
dan melandai dari araah barat ke arah timur. Sepanjang bagian barat daerah ini
terdapat pegunungan Ghat Barat sedangkan pada bagian timur dan tenggara
dibatasi oleh Pegunungan Ghat Timur.

Bagian barat dan timur Plato Dekan merupakan wilayah yang kering dengan curah
hujan kurang dari 500 mm per tahun karena daerah ini merupakan daerah bayangan
hujan atau shadow rain. Wilayah ini sering mengalami kekeringan terutama pada
musim kemarau.

Secara umum, pada daerah ini berupa stepa yang cocok untuk digunakan sebagai
usaha peternakan, sedangkan untuk kegiatan pertanian hanya terkonsentrasi di
sekitar lembah sungai Godacari, Brahmani, dan Mahanadi.
Pegunungan Himalaya dan Sungai Gangga merupakan ciri khas bentang alam yang
ada di negara India. Bentang alam ini menjadi tujuan dari berbagai wisatawan di
dunia. Setelah memahami tentang bentang alam tersohor di negara India.
Selanjutnya, bagaimana kondisi iklim di negara India? Berikut pemaparannya.

Iklim
Bentuk wilayah negara India merupakan bentang topografi yang tidak biasa dan
posisi geografisnya menyebabkan adanya perbedaan iklim. Pada wilayah negara
India memiliki iklim tropik dan sub tropik dengan perbedaan suhu di antara kedua
musim tersebut.

Pada dataran bagian utara memiliki jangkauan temperatur yang jauh lebih besar
dengan suhu lebih dingin pada musim dingin dan lebih panas pada musim panas. Di
wilayah pegunungan memiliki musim dingin terdingin dan musim panas terdingin.

Pertambahan ketinggian yang tajam di wilayah pegunungan, mengakibatkan


perubahan tipe iklim dari sub tropik ke iklim polar yang terjadi hanya jarak dalam
beberapa mil. Siklus iklim di negara India terdiri atas tiga fase sebagai berikut:

1# Musim hangat monsoon barat daya, hujan turun sangat deras dari
pertengahan bulan Juni sampai September. Musim monsoon merupakan kondisi
yang kritis bagi negara India. Pertanian sangat bergantung pada saat musim ini,
meskipun sumber pengairan berupa irigasi juga sama-sama digunakan.
Tingkat perekonomian penduduk akan membaik pada saat musim monsoon
berlangsung normal. Pada waktu lalu, terjadi berbagai kegagalan yang diakibatkan
oleh musim monsoon yang tidak normal yaitu hujan hanya turun sedikit.

Akibat dari kondisi tersebut, banyak lahan- lahan pertania yang mendapatkan air dan
mendatangkan kerugian yang tidak sedikit bagi penduduk di negara India.

2# Musim dingin, musim hujan kering dari bulan Oktober sampai sampai Maret.
3# Musim panas, musim panas kering terjadi dari bulan April sampai bulan Juni.
Musim dingin di negara India membawa suhu yang dingin ke lereng pegunungan
dan dataran bagian utara. Suhu udara di Gurun Thar mencapai titik beku yang
terjadi pada malam hari. Lebih jauh ke bagian selatan, suhu udara agak sejuk.

Rata-rata suhu tahunan pada bulan Januari berkisar antara 13 0 sampai 270 C atau
550 sampai 810 F, pada bagian sebelah tenggara kota Kolkata atau Calcutta, suhu
80 sampai 210 C atau 460 sampai 700 F terletak pada bagian pusat kota New Delhi.
Kemudian, suhu 190 sampai 300 C atau 670 sampai 850 F terletak pada bagian
pantai Barat bagian tengah kota Mumbai atau Bombay dan suhu 19 0 sampai 290 C
atau 670 sampai 850 F terletak di sekitar Chennai atau Madras.
Berdasarkan pemaparan di atas, negara India memiliki tiga musim, yaitu musim
hangat, musim dingin, dan musim panas. Masing- masing musim memiliki waktu
yang berbeda. Dengan kondisi musim yang demikian, bagaimana kondisi ekonomi
negara India?
Perekonomian
Keadaan perekonomian penduduk negara India, pada umumnya bertumpu pada
sektor pertanian. Hampir sepertiga dari GNP negara India didapatkan dari sektor
pertanian dan hampir 75% penduduk negara India bekerja pada sektor pertanian.

Jenis tanaman pertanian utama yang terletak di negara India yaitu padi dan gandum.
Tanaman padi di negara India banyak ditanam pada daerah-daerah sekitar delta
pantai timur, antara lain Benggala, Andhra Pradesh, dan Tamil Nadu.

Pada daerah penanaman gandum terluas di negara India terletak pada Madhya
Pradesh, Uttar Pradesh, dan Punjab. Hasil bumi lain di negara India, selain gandum
dan terpenting di negara ini yaitu teh, kopi, dan karet.

Teh ini ditanam di sekita lereng selatan Pegunungan Himalaya terutama di Assam
dan di wilayah utara Amritsar. Serat jute terdapat di sekitar lembah Benggala. Kapas
ditanam di wilayah Plato Dekan dan Bombay.

Tanaman pertanian lainnya yang diusahakan di negara India adalah tembakau,


kacang tanah, dan kelapa. Peternakan di negara India diupayakan sebagai
pendukung sektor pertanian, dalam hal ini ternak sapi dan kerbau hanya
dimanfaatkan tenaganya oleh penduduk sebagai penghela gerobak dan pembajak
lahan pertanian.

Hal tersebut berhubungan dengan kepercayaan penduduk negara India yang


beragama Hindu, bahwa sapi merupakan binatang suci sehingga daging binatang
tersebut tidak boleh diambil. Di negara India, sapi bebas berkeliaran di tempat
umum. Sapi ini bagi penduduk negara India merupakan kendaraan Dewa Wisnu,
salah satu dewa utama dalam kepercayaan agama Hindu.

Untuk memenuhi kebutuhan daging penduduk negara India mengusahakan ternak


kambing dan unggas. Selain hewan tersebut, terdapat pula biri- biri di dataran tinggi
Dekan untuk diambil bulunya sebagai bahan dasar dalam pembuatan kain wool dan
peternakan ulat sutera di wilayah Benggala.

Luas wilayah hutan di negara India ini mencapai 718.000 km 2. Persebaran hutan di
negara India yang terluas terdapat di wilayah Madhya Pradesh, yaitu sekitar 133.000
km2. Beberapa jenis hasil hutan dari negara India antara lain kayu, bambu, karet,
damar, dan rempah- rempah.
Selain dari sektor pertanian dan kehutanan, negara India dikenal sebagai salah satu
negara di Asia yang kaya akan potensi berupa barang- barang tambang. Barang
tambang yang dominan terdapat di wilayah negara ini dapat digolongkan menjadi
tiga bagian, yaitu besi dan belerang digunakan untuk industri berat, barang tambang
bukan logam, dan mineral yang digunakn untuk pembangkit tenaga listrik.
Bijih besi, mangan, mika, dan batu bara terletak di wilayah dataran tinggi Chota
Nagpur. Pada daerah ini berdiri kota pertambangan Jamshedpur sebagai pusat
industri besi baja dan bahan tambang yang lain.
Minyak bumi dan gas alam dapat ditemukan di daerah Assam dan lepas pantai
Bombay. Bauksit dapat ditemukan di Travancore. Emas dan seng dapat ditemukan
di daerah Mysore dan Chota Nagpur.

Kegiatan industri di negara India ini pada akhir abad ke- 20 mengalami
perkembangan yang cukup pesat. Kondisi ini sangat didukung oleh adanya
ketersediaan bahan mentah, bahan baku, dan jumlah penduduk yang mencukupi
banyak sebagai sumber tenaga kerja bagi proses produksi.

Peleburan bijih besi, galangan kapal, dan kereta api dapat ditemukan di Kalkuta.
Industri kimia, tekstil, katun, dan industri makanan dapat ditemukan di Bombay an
Ahmadabad yang didukung oleh tenaga pembangkit listrik tenaga air dari Ghat
Barat.

Industri yute, wool, sutera, dan besi baja dapat ditemukan di Kalkuta yang didukung
oleh tambang batu bara dan bijih besi dari dataran tinggi Chota Nagpur. Industri
pengilangan minyak bumi dan gas alam dapat ditemukan di wilayah Bombay dan
Assam.

Guna memperlancar arus distribusi barang dan jasa, terutama untuk kegiatan ekspor
dan impor, negara India membangun pelabuhan, antara lain Madras, Kandla,
Vishakhapatnam, Bombay, dan Kalkuta.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pertania menjadi sektor yang utama untuk
menopang kehidupan ekonomi negara India. Selain itu, negara ini memiliki industri
film yang maju dan terkenal di dunia. Dengan kondisi perekonomian yang demikian,
bagaimana kondisi penduduk di negara India yang dikenal mengenal sistem kasta?

Penduduk
Penduduk di negara India sekitar 82,64 % merupakan penganut agama Hindu dan
kira – kira 11,35 % beragama Islam. Agama lain yang dianut oleh sebagian kecil
penduduk di negara India, yaitu Kristen, Sikh, Buddha, dan Jainisme.

Penduduk asli negara Indi ini merupakan bangsa Dravida yang tinggal di daerah
selatan. Pada saat ini, mayoritas penduduk negara India berasal dari ras Kaukasoid
yang lazim dinamakan dengan bangsa Arya atau bangsa Hindi.

Selain itu, di negara ini terdapat pula penduduk yang berciri ras Mongoloid.
Penduduk ini banyak tinggal di sekitar wilayah Teluk Benggala, Assam, dan lereng
Selatan Pegunungan Himalaya.

Pola kebudayaan masyarakat negara India sangat diwarnai oleh pengaruh agama
Hindu. Penduduk negara India yang beragama Hindu juga menganggap suci
terhadap lembu. Hal itu disebabkan hewan lembu tersebut dianggap sebagai
kendaraan yang selalu digunakan Dewa Siwa.

Selain hewan lembu, penduduk negara India menganggap suci sungai, terutama
sungai Gangga dan sungai Yamuna yang berhulu di wilayah pegunungan Himalaya.
Menurut kepercayaan penganut agama Hindu di negara India, kedua sungai
tersebut berasal dari Swargaloka atau surga di puncak Gunung Himalaya.

Terdapat beberapa jenis bahasa yang biasa digunakan oleh penduduk negara India
dalam kehidupan sehari- hari, antara lain Bahasa Hindi, bahasa Inggris, bahasa
Telugu, bahasa Bengali, bahasa Marati, dan bahasa Urdhu. Guna kepentingan
kehidupan formal kenegaraan, negara India menggunakan bahasa nasional yaitu
bahasa Hindi.

Jumlah penduduk negara India sampai dengan tahun 2000 mencapai 982, 2 jiwa
dengan tingkat pertumbuhan penduduk rata- rata per tahun mencapai 2, 59%.
Penduduk negara India pada umumnya tersebar di daerah pedesaan, mencapai 72
%.

Konsentrasi penduduk perkotaan di negara India, terdapat di empat kota utama


yaitu kota Bombay, kota Kalkuta, kota New Delhi, dan kota Madras.

Masyarakat negara India mengenal adanya sistem kasta atau sistem tingkatan
dalam masyarakat. Di negara India ini terdapat empat kasta mulai dari kasta yang
tertinggi sampai pada kasta yang terendah, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisa, dan
Sudra.

Antar kasta tersebut terdapat larangan untuk terjadinya pernikahan. Jika sampai
terjadi penikahan antar kasta, maka kasta penentu adalah kasta yang lebih rendah.
Sistem kasta ini menyebabkan penduduk di negara India sulit untuk berkembang
dan selalu terkungkung dalam kondisi kemiskinan.

Setelah memahami kondisi penduduk negara India yang mengenal empat kasta,
mulai dari Brahmana, Ksatria, Waisa, dan Sudra. Selanjutnya bagaimana kerjasama
yang dilakukan antara India dan Indonesia?

Kerjasama India dan Indonesia


Berikut ini akan dipaparkan tentang kerjasama yang dilakukan oleh negara India
dengan negara Indonesia yaitu sebagai berikut

Sektor energi baru dan terbarukan.

India dan Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon masing- masing
sebesar 35 % dan 29 % pada tahun 2030.

Sektor budaya
Tujuannya untuk menciptakan legal framework guna kerjasama kebudayaan yang
secara khusus di bidang literatur, film, sejarah, arkeologi, dan antropologi.
Sektor industri
Memanfaatkan teknologi dari negara India antara lain pembangkit listrik dan industri
tekstil dan negara Indonesia dapat berperan untuk memasok consumer goods, baik
untuk barang konsumsi produk industri pengolahan pangan, perawatan tubuh, dan
sebagainya.

Demikian pemaparan tentang kerjasama yang dilakukan oleh negara India dengan
negara Indonesia, dari sektor industri, budaya, dan energi. Selanjutnya bagaimana
kondisi pariwisata di negara India? Di bawah ini pemaparannya.

Pariwisata Negara India


Terdapat beberapa tempat wisata di negara India yang juga menjadi tersohor di
dunia. Tempat wisata tersebut, yaitu sebagai berikut.

1# Taj Mahal. Merupakan salah satu keajaiban dunia yang terletak di Agra, Uttar
Pradesh, India. Bangunan ini konon merupakan suatu bangunan yang sengaja
dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan untuk dipersembahkan pada istrinya yang
sangat dicintai sebagai muslim yang meninggal ketika melahirkan. Bangunan ini
menyerupai masjid, namun bukan masjid.
2# Merupakan suatu tempat wisata yang terdiri dari Shimla State Museum yang
mengoleksi miniatur lukisan Pahari, patung, kostum, ukiran kayu, tekstil dan
perhiasan. Selain itu, Jakhu Hill merupakan puncak tertinggi yang memiliki
pemandangan menarik.
3# Benteng Amber. Merupakan suatu tempat wisata yang berupa benteng yang
mengelilingi istana yang megah dengan arsitektur gaya India.
4# Merupakan suatu tempat wisata yang dikenal dengan Little Tibet dan memiliki
padang pasir yang luas dan dihimpit oleh gunung batu.
5# Harmandir Sahib. Merupakan suatu tempat suci yang berbentuk kuil emas
Amritsar. Bangunan ini juga dijuluki sebagai “The Golden Temple” karena bagian
atasnya dilapisi emas. Hamandir Sahib ini berarti kuil para dewa.
6# Merupakan suatu situs ziarah yang kuno bagi umat agama Hindu dan terletak di
Khania- Balaji. Di tempat ini dapat ditemukan tujuh kuil dan tujuh tangki air yang
pada umumnya digunakan untuk mandi para peziarah.
Tanki air yang dinilai paling suci oleh peziarah ini yaitu Galta Kund. Tanki ini tidak
pernah kering. Beberapa peziarah mempercayai bahwa dengan mandi diperairan
Galtaji ini akan mendatang hal yang baik. Galtaji ini juga dinamakan dengan Galta
Monkeys Temple. Hal tersebut disebabkan banyak kera yang tinggal di tempat
tersebut.

7# Goa Anjata. Merupakan tempat wisaya yang terdiri dari lukisan dan patung yang
dinilai sebagai karya seni yang religius bagi umat agama Budha.
8# Menara Qutub. Merupakan salah satu tempat wisata yang ada di negara India
yang berbentuk menara. Menara ini paling tinggi di negara India dan dihiasi dengan
ukiran- ukiran yang diambil dari ayat- ayat suci Al- Quran. Keunikan lain yang dimiliki
oleh menara ini yaitu tiang penjaga yang berhiaskan dengan prasati Brahma dan
menggunakan bahasa sansekerta.
9# Merupakan salah satu kuil yang ada di negara india yang memiliki warna khas
timur tengah.
10# Merupakan salah satu tempat wisata di negara India yang dinamakan dengan
The Golden City. Tempat ini berbentuk benteng dengan bangunan yang indah dari
segi arsitekturnya.
11# Kepulauan Andaman dan Nicobar. Merupakan salah satu kepulauan yang
disatukan di wilayah India. Tempat ini memiliki hutan hujan tropis yang unik.
Tanaman yang tumbuh di hutan tersebut, campuran dari tanaman yang berasal
dari Malaysia, Myanmar, dan India dengan 2200 varietas tanaman dan 200
endemik. Beberapa hewan endemik di wilayah tersebut yaitu elang Andaman,
burung hantu, dan babi hutan Andama. Selain itu, di tempat ini juga akan ditemukan
situs peninggalan perang Dunia II dan kolonial Inggris.
Demikian pemaparan tentang negara India, mulai dari ciri khas negara ini yaitu
pegunungan Himalaya dan Sungai Gangga yang sangat tersohor sampai pada
tempat wisata yang terkenal di negara India. Selain itu, hewan sapi menjadi hewan
yang sangat dipuja di negara India, sebab merupakan kendaraan yang digunakan
oleh dewa yang sangat dipuja oleh penduduk India.

Di negara India memang banyak tempat wisata yang berbentuk kuil. Hal tersebut
disebabkan mayoritas penduduk di negara India menganut agama Hindu. Maka
tidak mengherankan apabila kuil menjadi bangunan yang mendominasi wilayah
India. Semoga artikel ini dapat membantumu dalam memahami negara India.
Selamat belajar sahabat.

Referensi:
1. Supriatna, N., Ruhimat, M., dan Kosim. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sejarah,
Sosiologi, Ekonomi) untuk Kelas IX Sekolah Menengah Pertama. Bandung: Grafindo
2. Adisukarjo, S. 2007. Horizon IPS. Jakarta: Yudhistira.
3. Hartono. 2007. Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Bandung: CV Citra Praya.
4. Dianawati, A. 2006. RPUL Dunia. Jakarta: Wahyu Media.
5. Kurnia, A. 2007. IPS Terpadu SMP Kelas IX. Jakarta: Yudistira.
6. www.re-tawon.com
7. www.kaskus.co.id
8. www.wikiwand.com
9. tempatwisataunik.com
10. dunia.news.viva.co.id
11. www.antaranews.com
Hukum dan Pendidikan di India
Posted on August 29, 2007

1 Vote

PERAN HUKUM DALAM MENGAWAL PENDIDIKAN DI INDIA

“Setiap anak mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan gratis hingga berumur 14 tahun dan
selanjutnya menjadi subyek pembatasan dari kapasitas ekonomi dan pembangunan dari negara
bagian”
– Uni Krishnan, J.P. dan Ors. Vs. State of Andhara Pradesh and Ors. –

A. Perkembangan Pendidikan di India

India telah menjadi pijakan utama dalam nilai-nilai pembelajaran dari masa ke
masa. Namun demikian, ketika negara India memiliki beberapa universitas terbaik di dunia,
seperti BITS, ISB, IITs, NITs, IISc, IIMs, AIIMS, mereka masih harus mengatasi tantangan
dalam pemenuhan pendidikan dasar guna mencapai angka 100% melek huruf. Pendidikan dasar
dan wajib yang bersifat universal, disertai dengan tantangan untuk menjaga anak-anak dari
keluarga kurang mampu untuk bersekolah, serta menjaga kualitas pendidikan di daerah
pedalaman, menjadi kendala terberat untuk menuntaskan target tersebut.
Hingga kini hanya negara bagian Kerala yang telah melakukan pencapaian target tersebut.
Seluruh tingkat pendidikan, mulai dari tingkatan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi,
menjadi perhatian khusus dari Department of Higher Education dan Departement of School
Education and Literacy. Pada tingkatan tersebut diberikan subsidi sangat besar oleh Pemerintah
India, meskipun terdapat wacana menjadikan pendidikan tinggi untuk mencari pembiayaan
sendiri secara terpisah.
Menurut catatan pemerintah Inggris, pendidikan adat yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat
India telah hilang pada abad ke-18 dengan suatu pola di mana terdapat satu sekolah untuk setiap
kuil, masjid atau desa yang berada hampir di seluruh wilayah negara India. Bidang pendidikan
yang diajarkan pada saat itu meliputi teknik membaca, menulis, aritmatika, teologi, hukum,
astronomi, metafisika, etika, ilmu kedokteran, dan agama. Sekolah-sekolah tersebut umunya
diikuti oleh perwakilan pelajar dari seluruh lapisan masyarakat.

Sistem pendidikan India saat ini menggunakan pola dan substansi yang diadopsi dari negara
barat, di mana pertama kali diperkenalkan oleh negara Inggris pada abad ke-19 yang merupakan
rekomendasi dari Macaulay. Struktur tradisional tidaklah dikenal oleh pemerintahan Inggris dan
struktur demikian telah dihapuskan pada saat itu juga. Mahatma Gandhi menjelaskan bahwa
sistem pendidikan tradisional merupakan suatu pohon ilmu yang sangat indah, namun telah
dihancurkan selama berkuasanya Inggris di negara tersebut. Sejarah mencatat bahwa universitas
kedokteran pertama di negara bagian Kerala dimulai di Calicut pada tahun 1942-1943 pada masa
perang dunia kedua. Dikarenakan kurangnya dokter untuk dapat diabdikan pada tugas militer,
Pemerintah Inggris memutuskan untuk membuka cabang Universitas Kedokteran Madras di
Malabar yang kemudian berada di bawah Kepresidenan Madras. Setelah berakhirnya perang,
universitas kedokteran di Calicut ditutup dan para pelajar tersebut melanjutkan studinya di
Universitas Kedokteran Madras.

Dalam kurun waktu 1979-80, Pemerintah India melalui Departemen Pendidikan meluncurkan
suatu program bernama Non-Formal Education (NFE) untuk anak-anak berumur kelompok 6
hingga 14 tahun yang tidak dapat bergabung dalam sekolah reguler. Anak-anak ini termasuk
mereka yang putus sekolah, anak yang sedang bekerja, anak-anak dari area yang tidak terdapat
akses untuk sekolah, dan sebagainya. Fokus utama dari pola ini ditujukan untuk sepuluh negara
bagian yang memilik pendidikan terbelakang.. Selanjutnya, program ini diteruskan untuk daerah
pedalaman termasuk daerah perbukitan, pedesaan, dan gurun di negara-negara bagian lainnya.
Hingga kini program tersebut masih berlangsung di 25 negara bagian. 100% perbantuan diberikan
kepada organisasi sosial secara sukarela untuk menjalankan pusat NFE tersebut.
B. Konstitusi India
“Hak untuk memperoleh pendidikan meliputi pendidikan dasar maupun menengah.”

– State of Maharastra Vs. Sant Dhayaneswar Shiksha (2006) 9 SCC 1 –

Menurut Mahkamah Agung India, hak untuk memperoleh pendidikan mengalir dari Pasal 21
Konstitusi India yang memuat tentang perlindungan untuk hidup dan kebebasan pribadi. Isi dan
parameternya harus dideterminasikan dan tidak terlepas dari Pasal 41 yang menjamin hak untuk
bekerja, bersekolah, dan pertolongan umum di berbagai kondisi. Pada Pasal 45 juga ditegaskan
pendidikan gratis dan wajib untuk setiap anak hingga umur 14 tahun. Pengadilan Tinggi telah
menyatakan bahwa Pasal-Pasal dari Konstitusi India tersebut dapat dilaksanakan oleh Negara
Bagian baik melalui pendirian lembaga pendidikan, mendanai, memperkenalkan dan/atau
mencarikan afiliasi untuk menyediakan lembaga pendidikan lainnya.

Perkara Uni Krishnan dan Perkara Mohini Jain merupakan dua perkara yang seringkali menjadi
rujukan dalam hal ini. Perkara Uni Krishanan berbeda dengan Perkara Mohoni Jain, di mana
dalam perkara tersebut hak untuk memperoleh pendidikan merupakan subyek yang dibatasi oleh
kapasitas ekonomi dan pembangunan negara bagian. Setelah bertahun-tahun diputusnya perkara
penting ini, situasi menjadi tidak sederhana untuk dipecahkan. Akibatnya, pemerintah
mengeluarkan UU Amandemen Konstitusi (amandemen ke-68) pada tahun 2002 dengan
menambahkan Pasal 21A. Pasal tersebut secara lengkap dapat dibaca sebagai berikut, “The State
shall provide free and compulsory education to all children of the age of 6 to 14 years in such
manner as the state mau, by law, determine”.

Ketentuan atas hak untuk memperoleh pendidikan menjadi terkedala untuk mememuhi ekspektasi
semula ketika realitas di lapangan menunjukkan hal lain, khususnya realita terhadap masalah
kemiskinan. Situasi di India dan seluruh perekonomiannya yang masih dan sedang berkembang
yaitu memerangi kemiskinan, di mana terus menjadi akar sejarah perkembangan India.
Kemiskinan melahirkan kemiskinan. Mata rantai dari kemiskinan meniadakan ratusan ribu anak-
anak untuk memperoleh pendidikan. Progres suatu negara bergantung juga pada pembangunan
dari populasinya. Pendidikan merupakan senjata utama untuk mencapai hal yang sama.
Bagamanapun juga, penyebaran buta huruf di India akan terus berlanjut jika pemerintah tidak
mengalirkan dana yang cukup untuk menjalankan lembaga-lembaga pendidikan miliknya. Setelah
lima dekade dari kemerdekaannya, lebih dari 50% dari anak-anak mengalami putus sekolah. Jenis
kelamin menjadi salah satu dari pembedaan yang signifikan dari buta huruf, di mana
terkarakteristik oleh nilai dan sistem patriarki yang sangat kuat. Tingkat melek huruf mendekati
angka 64% untuk laki-laki dan 39% untuk perempuan. Pendidikan adalah suatu nilai dari
masyarakat yang berbudaya dan rendahanya mutu pendidikan menjadi salah satu alasan utama
dari kejahatan yang sulit untuk ditoleransi.
Oleh karenanya, analisa terhadap Konstitusi India menguatkan adanya eksistensi pasal-pasal
mengenai pemberian hak kepada setiap individu untuk mendidik dirinya sendiri. Pasal 45
menggambarkan ketentuan atas pendidikan gratis dan wajib bagi anak-anak. Negara harus
berupaya keras untuk menyediakan, pendidikan gratis dan wajib untuk anak-anak hingga mereka
berumur 14 tahun dalam jangka waktu sepuluh tahun dari permulaan Konstitusi tersebut.
Konsistensi terhadap posisi pasal tersebut lebih menekankan kewajiban Negara daripada daripada
orang tua. Undang-undang Wajib Pendidikan yang telah disahkan di 14 Negara Bagian dan 4
Wilayah Kesatuan menyisahkan persoalan impelemtasi akibat tekanan sosial-ekonomi yang
menyebabkan anak-anak jauh dari sekolah.

C. Kebijakan Pendidikan India


Kebijakan Nasional Pendidikan 1986 merupakan satu dari beberapa langkah maju yang dilakukan
melalui penyediaan pendidikan dasar dan rekomendasi atas pendidikan gratis dan wajib dalam
rangka pemenuhan kualitas bagi seluruh anak hingga berumur 14 tahun sebelum abad ke-21.
Tujuan dari universalisasi pendidikan dasar bersumber pada tiga aspek: Petama, akses dan
pendaftaran secara universal; Kedua, daya ingat yang universal dari anak hingga umur empat
belas tahun; dan Ketiga, membawa peningkatan substansial kualitas pendidikan yang
memungkinkan seluruh anak untuk mencapai tingkatan yang esensial dalam belajar. Kebijakan
pemerintah yaitu untuk memotivasi anak agar menghadiri kelas secara reguler dan untuk
meningkatkan fasilitas dalam sistem persekolahan, menyediakan pelatihan untuk guru, dan
meningkatkan kemahiran belajar dari anak; serta melaksankan pendidikan wajib dengan langkah-
langkah yang mempunyai sanksi.
Upaya lainnya terhadap pemenuhan pendidikan gratis yaitu melalui Pemerintah Negara Bagian,
yang telah secara aktif menghapuskan biaya sekolah pada Sekolah Negeri hingga sekolah dasar
tingkat atas. Usaha-usaha juga telah dilaksanakan oleh badan-badan lokal dan institusi donor
swasta untuk menjadikan pendidikan benar-benar gratis dalam segala hal.

Dalam perkara Coomon cause v. Union of India (Perkara No. 697 Tahun 1993), Pemohon
menuntut kepada Pengadilan untuk meminta Pemerintah menyediakan segala fasilitas demi
pencapaian target universal, pendidikan gratis dan wajib untuk anak hingga berumur empat belas
tahun, paling lambat di akhir tahun 1999. Setelah mendengarkan keterangan para pihak, Hakim
yang bersangkutan menolak untuk mengabulkan permohonan Pemohon dan menyarakan
kepadanya untuk menarik kembali permohonan tersebut.
Peluang untuk mengesahkan suatu undang-undang mengenai pendidikan gratis dan wajib serta
implikasi dalam penerapannya telah dibahas dan menjadi diskursus yang sangat menarik selama
sekian tahun. Setelah dilakukan analisa mendalam oleh berbagai ahli, wajib pendidikan dasar
juga disadari akan membawa dampak positif terhadap penghapusan buruh anak.

Perkembangan setiap negara maju, dan kini diikuti oleh negara berkembang, mereka telah
mendeklarasikan bahwa seluruh anak yang berumur enam hingga duabelas atau empatbelas tahun
harus mengenyam pendidikan sekolah dasar. Terlepas dari seberapa besar kebutuhannya, tidak
ada satu orang tua pun yang diizinkan untuk memutus pendidikan anak dari sekolah. Bahkan,
sekolah yang dihadirinya akan dipantau oleh badan otoritas lokal dan pemerintahnya akan
diwajibkan untuk menyediakan sekolah dasar dalam jarak yang wajar untuk seluruh anak dalam
usia sekolah. Oleh karenanya, undang-undang yang dibuat memuat kewajiban secara spesifik
bagi anak, orang tua, badan-badan lokal, dan pemerintah. Pegawai lokal, para pengajar, dewan
pengurus sekolah dapat mengunjungi rumah orang tua sang murid yang telah memindahkan
anaknya dari sekolah guna memberitahukan bahwa menghadiri kelas adalah wajib. Dalam waktu
beberapa tahun implementasi norma tersebut telah menyadarkan seluruh negeri India bahwa
seluruh anak harus datang ke sekolah. Suatu norma seperti ini dapat lebih dilaksanakan oleh
berbagai tekanan masyarakat dibandingkan tekanan oleh badan yang berwenang. Salah satu
pandangan yang menguatkan ketentuan tersebut bahwa kebijakan ini merupakan ekspresi
dari “political will” dan hal tersebut mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat internasional
bahwa India sangat serius dalam menghapuskan buruh anak.
Terdapat juga satu pemikiran lain yang meyakini bahwa ketentuan hukum dengan menyediakan
pendidikan wajib mungkin bukan suatu solusi yang efektif untuk situasi dan keadaan di negara
India. Pengalaman dari negara Afrika menunjukan bahwa legislasi seperti wajib sekolah
seharusnya tidak diperkenalkan, hal mana terdapat tempat-tempat di mana anak ingin terdaftar di
dalamnya tetapi mereka tidak dapat diterima karena minimnya infrastruktur dan ketersediaan
ruangan. Negara-negara bagian di India yang hampir mendekati target universalisasi pendidikan
dasar seperti di Kerala dan Tamil Nadu, legislasi akan dapat membantu mereka yang keluar dari
sekolah. Pemikiran seperti ini memberikan argumen bahwa sangatlah penting untuk tidak hanya
meningkatkan anggaran umum pada dunia pendidikan tetapi juga memperkenalkan cara-cara
untuk mengurangi pembiayaan sekolah. Walaupun hal tersebut merupakan solusi yang parsial,
menurut mereka, hal itu lebih penting untuk kepentingan orang tua yang mungkin merasakan
bahwa kesempatan dan biaya sekolah masihlah sangat tinggi. Hal ini secara esensial dapat dilihat
sebagai permasalahan sikap, yaitu sikap dari orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka,
sikap negara terhadap buruh anak dan terhadap peningkatan kualitas sistem pendidikan. Suatu
legislasi tidak dapat dengan sendirinya ditegakkan.Langkah-langkah kuat dalam hal penegakkan
juga harus didirikan.

D. Kritik terhadap Sistem Pendidikan India


Pendidikan modern di India seringkali dikritisi karena mendasarkan pada sistem penghafalan.
Penekanan ditujukan pada lulusnya nilai ujian dengan persentase yang tinggi. Beberapa institusi
memberikan pentingnya pengembangan kepribadian dan kreativitas di antara pelajar. Akhir-akhir
ini, pemerintah terbebani dengan menaiknya tingkat bunuh diri dari pelajar dikarenakan
kegagalan dan rendahnya nilai, khususnya pada kota-kota besar di India, walaupun kasus seperti
ini sangat jarang.

Banyak pihak yang juga mengkritisi terhadap kebijakan reservasi berdasarkan kasta, bahasa, dan
agama dalam sistem pendidikan India. Pada kenyataannya hanya sedikit kasta rendah yang
memperoleh manfaat dari reservasi tersebut dan juga terjadinya pemalsuan surat keterangan kasta
dalam jumlah yang cukup banyak. Lembaga pendidikan juga memberikan kesempatan kepada
kaum minoritas (selain Hindu) atau minoritas status bahasa. Lembaga seperti ini, 50% dari
kursinya disediakan untuk pelajar dari agama tertentu atau mereka yang mempunyai bahasa ibu
tertentu. Misalnya, banyak universitas dijalankan oleh Jesuist dan Salesian memiliki 50% kursi
yang disedikan untuk agama Katholik.

Dalam hal bahasa, suatu lembaga dapat membuat ketentuan bagi para pengguna bahasa minoritas
hanya pada negara bagian di mana bahasa tersebut bukanlah bahasa resmi. Contohnya,
universitas teknik dapat menentukan sendiri sebagai lembaga bahasa minoritas (Hindi) pada
negara bagian Maharashtra, di mana bahasa remsinya adalah Marathi, tetapi tidak bisa diterapkan
di negara bagian Madhya Pradesh or Uttar Pradesh yang juga menggunakan bahasa resminya
Hindi. Reservasi seperti ini di satu sisi memang menguntungkan kaum minoritas, tetapi di sisi
lain dapat menjadi penyebab keretakan di antara banyak komunitas. Begitu banyak pelajar
dengan nilai rendah diterima masuk, sedangkan mereka yang memiliki nilai baik terkadang tidak
dapat diterima. Kritik dilayangkan bahwa reservasi seperti ini sangat mungkin menciptakan
kerenggangan di tengah-tengah masyarakat. Korupsi yang menjamur di India juga menjadi
wacana penting dalam sistem pendidikan India.

Pendidikan adalah fondasi dasar bagi setiap perbuatan ekonomi dan fondasi ini perlu dilindungi
dari perbuatan korupsi dan diskriminasi berbasis elemen-elemen dalam masyarakat. Jika hal ini
tidak segera diselesaikan, berbagai sistem pada pemerintahan akan melemah. Oleh karenanya
Komisi Hukum India merekomendasikan agar kompleksitasnya sistem pendidikan di India untuk
segera diperbaiki, jika tidak sistem peradilan di India pun bisa jadi membuat interpretasi
keputusan yang beragam atas sistem yang telah ada.