Anda di halaman 1dari 11

KERAJAAN-KERAJAAN HINDU_BUDDHA DI

INDONESIA

Disusun oleh : Noni Sri Rohayati


Kelas : X – MIPA 3

SMA NEGERI 1 MAJALENGKA


Jl.Raya K H Abdul Halim No.113,Majalengka Kulon, Kec.Majalengka,
Kab.Majalengka Jawa Barat 45418
1. Kerajaan Kutai

 Lokasi : Hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur


 Pendiri : Kudungga
 Raja Terkenal : Aswawarman, Mulawarman
 Kehidupan Politik Pemerintahan : Kudungga sebagai raja pertama berhasil
mengembangkan kekuasaannya hingga menjadi kerajaan bercorak hindu. Kudungga
telah mengubah sistem pemerintahan kutai dari sistem pemerintahan kepala suku
menjadi sistem pemerintahan kerajaan yang bersifat turun temurun.
 Kehidupan Sosial Ekonomi : Berdasarkan prasasti peninggalannya, masyarakat kutai
diketahui telah hidup tertib dan teratur. Hubungan antarkasta dalam masyarakatnya
berlangsung baik. Kerajaan Kutai memiliki posisi geografis yang strategis sehingga
perdagangan di wilayah ini sangat ramai. Banyak penduduk kutai yang bermata
pencaharian nelayan, selain itu juga mengembangkan pertanian. Hasil pertanian
menjadi salahsatu komoditas perdagangan.
 Puncak kejayaan : pada masa pemerintahan mulawarman, kekuasannya hampir
meliputi seluruh kalimantan timur. Rakyatnyapun sejahtera dan makmur.
 Penyebab Runtuhnya kerajaan : Kerajaan runtuh setelah Maharaja Darma Setia tewas
dalam peperangan dengan kerajaan kutai Kartanegara (bercorak islam) yang dipimpin
oleh raja Aji Pangeran Anom Panji sekitar abad XIII.
 Bukti peninggalan : prasasti yupa, prasasti mulawarman
2. Kerajaan Tarumanegara

 Lokasi : Sungai Citarum, sebelah Barat, Pulau Jawa.


 Pendiri : Jayasingawarman
 Raja Terkenal : Purnawarman
 Kehidupan Politik Pemerintahan : Berdasarkan lokasi penemuan prasastinya, wilayah
kerajaan Tarumanegara meliputi hampir seluruh wilayah Jawa Barat. Kerajaan
Tarumanegara telah menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan
Tiongkok, hal ini diperkuat oleh berita Tiongkok yang menyebutkan kerajaan To-Lo-
Mo (Tarumanegara) mengirimkan utusan ke Tiongkok tahun 528, 536, 665, dan
666M
 Kehidupan Sosial Ekonomi : Termasuk kerajaan agraris. Bertani menjadi mata
pencaharian utama penduduknya. Selain itu, berburu dan berdagang menjadi mata
pencaharian yang banyak dilakukan oleh penduduknya. Barang-barang dagangannya
berupa cula badak, gading gajah, emas, da perak.
 Puncak kejayaan : pada masa pemerintahan punawarman. Mengalami perkembangan
pesat dan membangun infrastruktur.
 Penyebab Runtuhnya kerajaan : kekosongan pemerintahan karena tarusbawa lebih
menginginkan untuk mempimpin kerajaan di hilir sungai gomati.
 Bukti peninggalan : Prasasti Ciaruteun, Prasasti jambu, Prasasti kebon kopi, dan
prasasti Tugu.
3. Kerajaan Sunda (Padjajaran)

 Lokasi : Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan sebagian jawa tengah sekarang.
 Pendiri : Prabu Siliwangi
 Raja Terkenal : prabu siliwangi
 Kehidupan Politik Pemerintahan : Ibu kota Kerajaan Sunda berada disebelah Sungai
Citarum atau sekitar bogor.
 Kehidupan Sosial Ekonomi : Bercorak Hindu Buddha, perekonomian kerajaan sunda
didukung oleh hasil pertanian dan perdagangan. Hasil bumi dan komoditi
perdagangan pada umumnya berupa lada, dan bahan makanan misalnya beras, daging
sapi, kambing, domba, babi, sayur-mayur, buah-buahan terutama kelapa, asam,
pinang, dan tebu.
 Puncak kejayaan : masa kejayaan pada masa pemerintahan sri baduga maharaja
karena berbagai pembangunan fisik dilakukan untuk memudahkan kehidupan
kerajaan dan rakyat.
 Penyebab Runtuhnya kerajaan : karena banyaknya serangan-serangan dari kerajaan
bercorak islam
 Bukti peninggalan : Pelinggih, menhir, prasasti kawali, candi dan punden berundak.

4. Kerajaan Holing (kalingga)


 Lokasi : Jawa tengah
 Pendiri : Ratu shima
 Raja Terkenal : Ratu shima
 Kehidupan Politik Pemerintahan : Peninggalan-peninggalan kerajaan tak banyak
menyebutkan silsilah kerajaan Holing. Hanya diketahui ada seorang ratu yang
bernama Shima dan memerintah dengan baik. Cucu dari ratu shima bernama sanaha
yang menikah dengan raja Brantasenawa dari kerajaan galuh dan memiliki anak yang
bernama sanjaya, yang kelak menjadi pendiri dinasti sanjaya dari kerajaan mataram
kuno.
 Kehidupan Sosial Ekonomi : Mata pencaharian utama kerajaan Holing adalah
berdagang dan bertani. Adapun komoditas yang diperjualbelikan di antaranya garam,
gading, cula badak, kulit penyu, emas dan perak. Kegiatan perdagangan dilakukan di
lokasi yang sudah ditentukan seperti pasar.
 Puncak kejayaan : pada masa pemerintahan ratu shima karena terkenal dengan
kejujurannya
 Penyebab Runtuhnya kerajaan : diserang oleh kerajaan sriwijaya
 Bukti peninggalan : Candi Angin, Candi Bubrah

5. Kerajaan Mataram Kuno

 Lokasi : Jawa Tengah, wilayahnya dikelilingi pegunungan dan beberapa sungai besar,
seperti sungai progo, dan sungai bengawan solo
 Pendiri : Sanjaya
 Raja Terkenal : Sanjaya
 Kehidupan Politik Pemerintahan : pemerintahan kerajaan mataram kuno dipegang
oleh dua dinasti yang berbeda, yaitu dinasti sanjaya yang bercorak Hindu, dan dinasti
Syailendra yang bercorak Buddha. Pemerintahan kerajaan mataram kuno sudah
mengenal mentri. Terdapat 3 mentri utama dalam pemerintahannya yaitu rakryan i
hino, rakryan i halu, dan rakryan i sirikan. Ketiga jabatan tersebut berperan
membantu raja dalam menjalankan pemerintahannya, dan ada juga dewan penasehat
yang terdiri dari 5 orang patih.
 Kehidupan Sosial Ekonomi : Wilayah kerajaan Matarm Kuno sangat subur dengan
adanya sungai-sungai besar yang mengalir diwilayahnya. Hal tersebut mendorong
pesatnya perkembangan kegiatan pertanian penduduk kerajaan. Sungai-sungai besar
yang mengalir dimanfaatkan untuk irirgasi pertanian dan transportasi air. Penduduk
kerajaan terkenal memiliki toleransi keagamaan yang tinggi. Hal ini dibuktikan
dengan adanya dua dinasti berbeda corak keagamaan yang dapat hidup berdampingan.
 Puncak kejayaan : selama pemerintahan sanjaya, penduduk menghasilkan komoditi
pertanian berupa olahan padi yang digunakan sebagai pemenuh kebutuhan masyarakat
di dalam maupun luar kerajaan.
 Penyebab Runtuhnya kerajaan :dipicu oleh perseteruan anggota keluarga.
 Bukti peninggalan : Prasasti Canggal, Prasati Mantyasih, Candi Prambanan, Candi
Borobudur, Carita Parahyangan, Prasasti Sojomerto.

6. Kerajaan Medang

 Lokasi : Jawa Timur


 Pendiri : Empu Sindok
 Raja Terkenal : Empu sindok
 Kehidupan Politik Pemerintahan : Empu sindok, raja pertama sekaligus pendiri
dinasti sanjaya. Darmawangsa, pada masa pemerintahannya terjadi malapetaka yaitu
terjadi serangan dari raja murawari yang merupakan sekutu kerajaan sriwijaya pada
peristiwa tersebut Darmawangsa dan sekeluarga istana tewas. Airlangga, raja terbesar
kerajaan medang. Pemerintahannya berjalan dengan baik, memindahkan pusat
kerajaan dari wulan mas ke kahuripan, memperbaiki pelabuhan hujung galuh di
sungai brantas, membebaskan pajak di pelabuhan kambing putih, dan membangun
waduk di waringin pitu untuk mengatasi banjir.
 Kehidupan Sosial Ekonomi : Dinasti Isyana adalah dinasti kerajaan bercorak hindu
tetapi raja dan penduduknya memiliki toleransi terhadap agama lain. Mata
pencaharian utama penduduk kerajaan medang adalah bertani, hal ini dibuktikan
dengan adanya pembangunan waduk Waringin pitu untuk irigasi dan mencegah
banjir.
 Puncak kejayaan : pada masa pemerintahan airlangga, pengalaman hidup dan
keberhasilan airlangga dikisahkandalam kitab Arjunawiwaha yang ditulis oleh mpu
kanwa.
 Penyebab Runtuhnya kerajaan : untuk menghindari perang saudara.
 Bukti peninggalan : Candi Gunung Gangsir, Candi Songgoroti, Candi Belahan,
Prasasti Kalkuta, dan patung airlangga.

7. Kerajaan Kediri

 Lokasi : Panjalu
 Pendiri : Samarawijaya
 Raja Terkenal : Jayabaya
 Kehidupan Politik Pemerintahan : Pada masa pemerintahan Sri jayabhaya kediri tidak
hanya berkembang sebagai kerajaan agraris, tetapi juga kerajaan maritim dan berhasil
menyatukan jenggala dengan kediri. Pada masa pemerintahan sri kameswara banyak
dihasilkan karya sastra tentang ajaran agama dan kehidupan raja. Pada masa
pemerintahan kertajaya banyak menimbulkan protes, baik dari penduduk maupun
kaum brahmana.
 Kehidupan Sosial Ekonomi : Penduduk kerajaan dapat dibedakan menjadi 3 golongan,
yaitu golongan pemerintah pusat yang terdiri atas kaum bangsawan kerajaan,
golongan petani yang bekerja di daerah, dan golongan nonpemerintah yang terdiri dari
orang2 yang tidak memiliki pekerjaan atau pekerjaannya selain petani. Penduduknya
bekerja mayoritas sebagai petani. Pemerintah kerajaan kediri sudah menetapkan
sistem pajak bagi penduduknya dan dibayar dengan menggunakan hasil bumi.
 Puncak kejayaan : pada masa pemerintahan jayabaya karena daerah kekuasaanya
semakin meluas yang berawal dari jawa tengah meluas hampir meliputi seluruh pulau
jawa.
 Penyebab Runtuhnya kerajaan : Kertajaya memaksa kaum brahmana untuk
menyembahnya sebagai dewa, tetapi ditolak. Kaum brahmana kemudian bersekutu
dengan ken arok yang kemudian berhasil mengalahkan kertajaya.
 Bukti peninggalan : Karya sastra contohnya Kakawin Bharatayudha oleh Empu
panuluh dll, dan Prasasti banjaran.

8. Kerajaan Singasari

 Lokasi : Malang, Jawa Timur


 Pendiri : Ken Arok
 Raja Terkenal : Ken Arok
 Kehidupan Politik Pemerintahan : Sistem pemerintahan singasari sudah mengenal
jabatan mentri. Terdapat tiga jabatan mentri utama yaitu mahamentri i hino,
mahamentri i halu, dan mahamentri i sirikan.
 Kehidupan Sosial Ekonomi : penduduk singasari terbentuk dalam 2 kelompok yaitu
kelompok bangsawan (raja) yang dianggap sebagai kelas atas dan kelompok rakyat
jelata sebagai kelas bawah. Kedua kelompok hidup berdampingan dan teratur.
Penduduk singasari sudah mengenal sistem pajak dalam bentuk upeti yang dibayarkan
pada raja. Penduduk singasari sudah mengenal sistem penanggalan pasaran jawa.
 Puncak kejayaan : pada masa pemerintahan Kertanegara karena melancarkan
ekspedisi pamalayu untuk menaklukan kerajaan melayu dan berhasil, ditandai dengan
adanya pengiriman arca buddha ke Dharmasraya, ibukota kerajaan melayu atas
perintah kertanegara dan berhasil menaklukan daerah-daerah sekitar seperti sunda,
bali, pahang, dan maluku.
 Penyebab Runtuhnya kerajaan : karena adanya serangan dari bala tentara jayakatwang
dan kertanegara tewas dalam serangan tersebut.
 Bukti peninggalan : Candi Kidal, Candi Jago, Candi Waleri, Candi Singasari, Arca
Joko Dolog, dan Arca Dewi Prajnaparamita.

9. Kerajaan Majapahit

 Lokasi : Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.


 Pendiri : Raden Wijaya
 Raja Terkenal : Hayam Wuruk
 Kehidupan Politik Pemerintahan : Sistem pemerintahan kerajaan majapahit terdiri atas
beberapa jabatan penting yakni dari rakryan mahamantri yang terdiri atas keluarga
raja hingga uparaja paduka bhattara, pejabat kerajaan di daerah yang bertugas
memungut pajak, mengirim upeti, dan menjaga wilayahnya. Kerajaan majapahit
sudah menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan diluar jawa.
Hubungan tersebut berjalan sesuai prinsip mitreka satata, artinya menjalin hubungan
dengan kerajaan lain berdasarkan prinsip kesetaraan.
 Kehidupan Sosial Ekonomi : Mayoritas bekerja sebagai petani karena wilayahnya
yang subur. Kegiatan perdagangan juga berkembang pesat dengan hasil komoditasnya
berupa lada dan garam. Dalam kegiatan ekonomi, mereka sudah mengenal mata uang
dari keping emas, perak, dan tembaga. Mereka juga sudah mengenal sistem pajak
berupa upeti yang diberikan oleh daerah daerah kekuasaan majapahit kepada
pemerintah pusatnya.
 Puncak kejayaan : puncak kejayaan kerajaan majapahit ketika masa pemerintahan
dipimpin oleh hayam wuruk yang berhasil menaklukan wilayah-wilayah lain dan
wilayah kekuasaanya meliputi hampir seluruh wilayah nusantara sekarang.
 Penyebab Runtuhnya kerajaan : sejak terjadinya Perang Paregreg yang mengakibatkan
banyak wilayah kekuasaannya yang melepaskan diri. Raja-raja majapahit
selanjutnyapun tidak berhasil mempertahankan kejayaannya sehingga kemudian
dikuasai oleh kerajaan Islam Demak.
 Bukti peninggalan : Prasasti Kudadu, Candi Wringin Lawang, Kitab
Negarakretagama, dan seni arsitektur.
10. Kerajaan Sriwijaya

 Lokasi : Sumatra Selatan


 Pendiri : Dapunta Hyang Sri Yayanaga
 Raja Terkenal : Balaputradewa
 Kehidupan Politik Pemerintahan : Struktur pemerintahan kerajaan sriwijaya terdiri
atas beberapa pejabat pemerintah, yaitu bupati (penguasa daerah), senapati (komandan
pasukan), dan danayaka (hakim), hayaka (pemungut pajak), prataya (pengurus
kekayaan kerajaan), kumara matya (mentri), kayatsha (juru tulis), dan sthapaka
(rohaniwan kerajaan). Dalam bidang militer, sriwijaya banyak memiliki daerah
taklukan yang disebut parddathun. Daerah taklukan dipimpin oleh seorang datuyang
bergelar digalarku. Daerah taklukan juga dijaga oleh pasukan militer yang dipimpin
oleh parvvanda.
 Kehidupan Sosial Ekonomi : Mata pencaharian utama adalah perdagangan.
Komoditas yang sering diperjual belikan sriwijaya adalah kapur barus, pala, gading,
emas, timah, kapulaga, cengkih, dan kayu gaharu.
 Puncak kejayaan : ketika masa pemerintahan balaputradewa dan pernah menjadi pusat
pendidikan dan pengembangan agama buddha.
 Penyebab Runtuhnya kerajaan : Serangan kerajaan chola dari india, melemahnya
kegiatan perekonomian perdagangan sriwijaya, adanya serangan ekspedisi pamalayu
dari kerajaan singasari yang semakin melemahkan kedudukan sriwijaya, dan serangan
dari kerajaan majapahit pada tahun 1477M.
 Bukti peninggalan : Prasasti kedukan bukit, prasasti talang, prasasti kota kapur,
prasasti karang berahi, prasasti ligor, dan prasasti nalanda.
11. Kerajaan Bali

 Lokasi : Tampak siring dan pejeng


 Pendiri : Sri Kesari Warmadewa
 Raja Terkenal : Udayana
 Kehidupan Politik Pemerintahan : keluarga raja memerintah secara turun-temurun
(sistem dinasti) raja bali memerintah berdasarkan kiab undang-undang hukum uttara
widhi balawan dan rajawacana. Badan penasihat raja yang disebut pakiraniran ijro
makabehan, terdiri tas senopati, pendeta agama buddha (dang upadyaga) dan pendeta
agama hindu (dang acarya). Pegawai pemerintahan bagian pemerintahan, pemungutan
pajak dan administrasi.
 Kehidupan Sosial Ekonomi : hidup teratur menggunakan sistem caturwarnaatau kasta
yang terdiri atas kasta brahmana, kesatria, waisya, dan sudra. Sistem keluarga bali
mengenal sistem pemberian nama seperti wayan (anak pertama), made (anak kedua)
nyoman (anak ketiga) dan ketut (anak keempat). Ada juga pemberian nama sebutan
untuk kasta brahmana dan kesatria yaitu putu
 Puncak kejayaan : pada masa pemerintahan udayana karena sistem pemerintahan
semakin jelas dari sebelumnya.
 Penyebab Runtuhnya kerajaan : siasat dari majapahit yang sedang memperluas
ekspansi nya ke nusantara.
 Bukti peninggalan : Prasasti Blanjongan, kompleks candi gunung kawi, dan pura
besakih.