Anda di halaman 1dari 15

BLUE ECONOMY

Oleh :
1. Rafliansyah Azhar P. 04311640000015
2. Jimmy 04311640000061

Sumber Daya Pesisir dan Laut (Pengayaan)


PAPER

➢Judul : Blue Economy and Cities


➢Penulis : Isabel Wetzel dan Thomas Chiramba
➢Penerbit : United Nations Human Settlements
Programme (UN-Habitat)
➢Tahun Terbit : 2018
BLUE ECONOMY

Konsep yang muncul yang berfungsi dalam


pengelolaan sumber daya laut dan
sekitarnya untuk menjadi yang lebih baik
dan lebih seimbang dalam jangka waktu
yang lama agar tetap tangguh dan sehat.
Permasalahan yang dibahas :
1. What has been already kn0wn before the study?
2. What is not known or what is the problem existed before the study?
3. What is the author’s idea to overcome the problem?
4. What is the novel finding in the study?
5. What is the most important conclusion in the paper?
6. What is the logic to derive the conclusion?
WHAT HAS BEEN ALREADY KNOWN
BEFORE THE STUDY?
 Pendekatan Blue Economy awalnya didiskusikan dan disepakati di UNCSD
(United Nations Conference on Sustainable Development) pada tahun 2012.
Dimana pada konferensi ini berfokus pada 2 tema utama yaitu :
“Pengembangan dan penyempurnaan kerangka kerja kelembagaan global untuk
pembangunan berkelanjutan dan memajukan konsep ‘Green Economy’ ”
 Disaat proses konferensi sedang berlangsung banyak negara-negara bertanya
tentang focus dari green economy beserta penerapannya. Negara-negara ini
beberapa terdapat dari SIDS (Small Island Developing States) yang meminta
untuk menyediakan mekanisme adaptasi yang lebih baik untuk negara yang
berbasis pada sumber daya pesisir dan laut (Blue Economy).
 Dari hasil konferensi pada tahun 2012, kemudian terbentuklah pembentukan
kerangka kemitraan antar negara SIDS yang telah disetujui melalui konferensi
internasional SIDS ke-3 pada tahun 2014.
WHAT IS NOT KNOWN OR WHAT IS THE
PROBLEM EXISTED BEFORE THE STUDY?
Aktivitas Permasalahan
Adanya Ketidaksetaraan yang jelas dikarenakan
penangkapan ikan berlebih dan eksploitasi dalam
skala besar.
Pengambilan dan Perdagangan Sumber Daya
Laut Belum adanya upaya konservasi untuk
melindungi dan memulihkan stok ikan. Dimana
hal tersebut guna untuk melindungi mata
pencaharian nelayan.
Ekstraksi yang dimaksud seperti pengambilan
Ekstraksi Sumber Daya Tidak Terbarukan mineral, batu karang, dll yang dieksploitasi secara
terus menerus tanpa memperdulikan efeknya.
SDA terbarukan seperti angina, ombak, pasut,
Penggunaan Sumber Daya Alam Terbarukan tanaman lepas pantai belum semaksimal
mungkin dipergunakan.
Aktivitas Permasalahan
Perubahan iklim, dalam hal ini seperti naiknya
permukaan air laut, hilangnya keanekaragaman
hayati, perubahan pola arus laut, dll.
Aktivitas manusia (indirect)
Pengelolaan limbah, terutama plastik. 80%
sampah laut berasal dari daratan dimana
sampah disini membahayakan ekosistem laut.
Dari sisi transportasi sendiri masih belum
sepenuhnya berfungsi dengan baik dan
diperkirakan perdagangan melalui laut ini akan
Perdagangan dan Pertukaran melaui terus meningkat tiap tahunnya.
pelabuhan Dari sisi pariwisata, wisata laut dan pesisir
dapat membawa pertumbuhan ekonomi serta
pekerjaan. Permasalahannya terdapat
beberapa negara yang belum mumpuni.
WHAT IS THE AUTHOR’S IDEA TO
OVERCOME THE PROBLEM?
 UN-Habitat telah mendukung kota-kota dan kabupaten pesisir untuk memulai
praktik pembangunan berkelanjutan, dan mendukung masyarakat untuk
melindungi dan melestarikan ekosistem yang ada. UN-Habitat juga membantu
memperkuat tata kelola kota peisisir dengan terjun langsung atau bekerja secara
langsung dengan masyarakat sekitar dalam hal perencanaan dan pembuat
keputusan, cara adaptasi perubahan iklim, pengembangan rendah emisi dan
pengembangan ekonomi local yang berkelanjutan.
 Berikut adalah sector-sector bagian dari keahlian UN-Habitat di bidang Blue
Economy yang dapat membantu masalah-masalah :
1. Policies and strategies 4. Climate Change
2. Sustainable financial mechanism 5. Solid waste management
3. Local economic development 6. water and wastewater management
Contoh nyata yang dapat dilihat dari UN-Habitat dalam membantu
permasalahan bidang Blue Economy, yaitu :
1. Pembangunan kembali pemukiman di pulau Sao Tome and Principe,
Afrika.
2. Pembangunan kembali di bibir danau Victoria, Kenya.
3. Water resources in Japan.
4. Perencanaan blue-green network di belize, central America.
WHAT IS THE NOVEL FINDING IN THE
STUDY?
 UN-Habitat memberikan beberapa target atau Sustainable Development Goals
(SDG) pada penerapan system Blue Economy dalam pengelolaan sumber daya
alam pesisir dan laut.
 SDG yang dibuat berkaitan dengan pengembangan di sector perkotaan, laut, dan
air. Pengembangan ini dilakukan karena pada saat ini sebagian besar letak kota-
kota besar dekat dengan wilayah pesisir, dan wilayah pesisr pada umumnya
menunjukkan kepadatan populasi yang tinggi. Selain itu, hubungan antara kota
besar, akses yang memadai dengan sumber air bersih, dan lingkungan laut adalah
saling berkaitan.
 Ditargetkan, pada tahun 2025 hingga 2030, semua target tersebut dapat tercapai
Memperkuat upaya untuk melindungi dan menjaga budaya
dan pusaka alam
Di tahun 2030 mengurangi dampak buruk lingkungan,
termasuk memberi perhatian khusus pada kualitas udara
dan pengelolaan limbah di tiap kota. Lalu seacara signifikan
juga mengurangi kerugian ekonomi yang disebabkan oleh
Cities bencana
Mendukung hubungan ekonomi, social dan lingkungan
antar daerah perkotaan dan juga pesisir
Di tahun 2020 meningkatkan jumlah pemukiman manusia
beserta menerapkan kebijakan terhadap efisiensi sumber
daya, adaptasi perubahan iklim
Tahun 2025, mencegah dan mengurangi polusi laut

Oceans Tahun 2020, mengelola dan melindungi ekosistem laut dan


pesisir serta melakukan konservasi setidaknya 10% dari
pantai
Tahun 2030, meningkatkan kualitas air dengan mengurangi
polusi dan juga meningkatkan efisiensi penggunaan air,
terutama air tawar. Lalu juga melindungi dan memulihkan
Water
ekosistem yang berhubungan dengan air (hutan, sungai,
gunung) dengan mendukung dan memperkuat partisipasi
masyarakat
WHAT IS THE MOST IMPORTANT
CONCLUSION IN THE PAPER?
 Sumber daya yang berasal dari pesisir dan laut disini berfungsi sebagai penopang
kehidupan kesejahteraan manusia seperti pengembangan industry, inovasi,
kesehatan, penyediaan cadangan makanan, dll. Jika sumber daya tadi dikelola
secara terus menerus maka dapat memberikan dampak pada lingkungan seperti
perubahan iklim, dll.. Sehingga tantangan dari Blue Economy ini bersifat global
dan memerlukan solusi dalam skala global yang termasuk kepentingan nasional
dan local.
 Pendekatan Blue Economy menghadirkan peluang bagi pemerintah agar dapat
mengembangkan metode dan teknologi baru yang inovatif. Dimana untuk
sebagian besar negara yang khususnya mempunyai bibir pantai relative banyak
dibanding negara lain (seperti Indonesia) harus memikirkan lebih jauh lagi
tentang pengelolaan sumber daya pesisir dan laut agar dapat menguntungkan
negara mereka masing-masing. Dalam hal ini, negara-negara lain juga dapat
belajar dan mencontoh negara-negara yang telah mencoba menerapkan system
Blue Economy ini.
WHAT IS THE LOGIC TO DERIVE THE
CONCLUSION?
 Dengan mempertimbangkan jika besar wilayah pada daerah penduduk yang ada
di pesisir pantai sudah sudah sangat besar (bertambah 4,5 kali dalam 7 decade),
maka proses manajemen berupa ICZM (Integrated Coastal Zone Management)
sangat penting untuk melakukan investasi di sector sumber daya alam pesisir dan
laut menggunakan system Blue Economy. Sector ini juga harus terintegrasi
dengan perencanaan, rencana tata ruang pada pesisir dan laut (CMSP), dan
perlindungan ekologis. Partsipasi public dan memberikan perhatian khusus
kepada masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir dan laut adalah
kunci dalam kesuksesan dari Blue Economy.
 Selain itu, pengelolaan sumber daya dari pesisir dan laut yang tidak teratur akan
menyebabkan perubahan iklim. Hal tersebut adalah salah satu tantangan yang
akan dihadapi oleh penduduk yang tinggal di daerah pesisir dan laut. Dampak
yang terjadi akibat perubahan iklim adalah seperti peningkatan salinitas,
kerusakan pada garis pantai, lingkungan dan infrastruktur, berkurangnya kualitas
air, dsb. Oleh karena itu, diperlukan suatu system untuk mengatur seluruh
kegiatan dalam pengelolaan sumber daya dari pesisir dan laut.