Anda di halaman 1dari 4

Divisi Penggilingan Medoc Company menggiling gandum dan memproduksi variasi produk konsumen

dari divisi tersebut. Hasil yang didistribusikannya sebagai berikut:

1. Kurang lebih 70% di transfer ke Divisi Produk Konsumen dan dipasarkan oleh Divisi ini melalui toko
ritel.

2. Kurang lebih 20% telah dijual oleh Divisi Penggilingan, seperti tepung untuk digunakan pada
industri besar.

3. Kurang lebih 10% tepung telah di transfer ke Divisi Produk Konsumen dan dijual.

Hanya 75% investasi Penggilingan telah dibebankan pada Divisi Produk Konsumen dalam perhitungan
terakhir tingkat pengembalian atas investasi (ROI). Investasi ini terdiri atas gedung, properti,
perlengkapan dan persediaan, semua yang telah dimiliki dan dioperasikan oleh Divisi Penggilingan.

Harga transfer ini berpengaruh terhadap perubahan antara Divisi Penggilingan dan Divisi Produk
Konsumen, 3 alasan mendasar adalah:

1. Seperti dalam beberapa proses industri, biaya unit kurang berarti ketika gedung-gedung
dioperasikan pada kapasitas.

2. Divisi Produk konsumen mengeluh karena meskipun dikenai potongan untuk 75% investasi dalam
Divisi penggilingan, hal itu tidak mengikutsertakan dalam beberapa keputusan mengenai tambahan
perlengkapan baru, tingkat persediaandan seterusnya.

3. Divisi Produk Konsumen mengeluh tentang produk yang dikenai biaya sesungguhnya, hal tersebut
otomatis mengeluarkan biaya untuk ketidakefesienan produksi yang menjadi tanggung jawab Devisi
Penggilingan.

Saran yang diberikan terhadap kendala struktur organisasi dalam kasus

Pada Medoc Company yang terdiri dari divisi penggilingan dan divisi produk konsumen, dengan
kebijakan tersebut ternyata berada dalam struktur organisasi dimana masing-masing atau salah satu :

1. Tidak dapat bertanggung jawab atas seluruh fungsi yang ada dalam produksi dan pemasaran secara
terpisah

2. Tidak dapat melakukan perencanaan dan koordinasi secara baik kerja dan investasi

3. Kriteria valid berupa laba tidak mencerminkan aktivitas pemasaran dan produksi sehingga tidak
dapat diukur secara terpisah, sebagaimana yang telah disarankan

Kendala organisasi tersebut menyebabkan :

1. Tidak tercapainya volume kapasitas pengisian yang disepakati antara divisi penggilingan dan divisi
produk konsumen.
Kapasitas produksi penggilingan sebesar 98% ternyata tidak direspon/tidak diimbangi oleh divisi produk
konsumen dengan :

a. meningkatkan jumlah penjualan konsumen

b. kenaikan keadaan pemasaran

c. bantuan transaksi khusus yang menarik

Walaupun dimungkinkan adanya tambahan volume, hal tersebut tidak menguntungkan dan hanya
menutup kerugian dari divisi penggilingan, tetapi bagi perusahaan menguntungkan.

2. Transfer harga yang ideal yang saling menguntungkan tidak terpenuhi, karena tranfer harga
berdasarkan harga unit pada harga sesungguhnya. Untuk mengatasi hal tersebut disarankan untuk :

a. Memberikan kewenangan yang lebih luas bagi divisi-divisi

1) Divisi-divisi diberikan kewenangan untuk menentuan kebutuhan tepung yang akan diolah menjadi
produk konsumen

2) Diberikan kewenangan untuk melakukan transfer dengan harga yang dapat dinegosiasikan antar
divisi

3) Pemisahan tanggung jawab kebutuhan investasi setiap divisi

b. Penetapan kapasitas produksi dan transfer harag yang sesuai dan menguntungkan

1) Penentuan kapasitas produksi yang cocok. Sebaiknya kapasitas produksi yang ditetapkan adalah
kapasitas produksi normal dengan mempertimbangkan kemampuan divisi produk konsumen dalam
mengolah tepung dari divisi penggilingan, yaitu kapasitas normal

2) Divisi penggilingan mengirim produk ke divisi produk konsumen pada harga yang sesuai dengan
biaya standar.

Untuk menyeimbangkan transfer harga yang tepat, sebaiknya menggunakan :

a. Perhitungan biaya standar (standard costing). Biaya standar akan memberikan manfaat dalam
penganggaran dan pengukuran kinerja dan pengendalian biaya bagi perusahaan.

Ketika biaya produksi sesungguhnya dibandingkan dengan biaya standarnya, akan terdapat perbedaan
atau varian. Secara total varian ini merugikan divisi produk konsumen yang mengakibatkan pengurangan
laba atau sebaliknya menguntungkan divisi penggilingan karena biaya ketidakefisienan proses produksi
divisi penggilingan ditanggung divisi produk konsumen.

Metode yang digunakan adalah :

1) penetapan tingkat efisiensi dan sumber daya dengan menggunakan teknik manajemen yang
mengacu pada data masa lalu atas biaya tenaga kerja dan bahan baku langsung
2) menetapkan biaya standar untuk tenaga kerja, bahan baku, dan overhead secara realistis dengan
basis yang dapat dicapai, bukan standar ideal yang sulit dipenuhi sehingga menurunkan motivasi.
Standar yang terlalu mudah juga tidak akan menimbulkan motivasi yang diharapkan

3) penetapan standar harga jual untuk masing-masing produk

4) menghitung varian antara biaya sesungguhnya dan biaya standar

5) menganalisis varian untuk mencari penyebab utama, dan

6) menginvestigasi varian yang jumlahnya besra sehingga waktu tidak terbuang untuk meneliti varian-
varian yang relatif kecil

Manajer dapat melakukan beberapa tahapan dalam pengendalian biaya antar divisi, diantaranya adalah
manajer menyusun standar atau target biaya produksi, kemudian mengukur biaya produksi aktual,
membandingkan biaya produksi sesungguhnya dengan biaya standar/ target yang telah ditetapkan dan
terakhir manajer mengambil tindakan yang tepat sesuai kondisi dan kebutuhan divisi.

b. Atau cara yang lebih sederhana dengan membandingkan antara biaya aktual dengan harga jual.
Jika tidak tercapai surplus yang mamadai, hal tersebut merupakan pertanda perlunya pengurangan
biaya atau penetapan harga yang lebih baik.

Saran yang diberikan seandainya tidak ada batasan struktur organisasi

Jika dalam proses produksi, penjualan dan pemasaran hasil produksi tidak ada batasan produksi, yang
artinya setiap divisi dalan satu organisasi secara bebas menjual hasil produk ke divisi pengolahan
selanjutnya atau ke unit-unit bisnis di luar perusahaan, maka disarankan bagi Medoc Company untuk :

1. Divisi penggilingan diberi kebebasan untuk menjual sebagian besar tepung yang dihasilkan kepada
unit-unit bisnis di luar Medoc Company melalui harga yang lebih kompetitif, dengan tetap seperti saran
diatas, menggunakan metode biaya standar.

2. Divisi produk konsumen tidak harus mengambil tepung dari divisi penggilingan dengan prosentase
diatas (70%), tetapi dapat mengambil dari unit-unit bisnis di luar Medoc Company dengan harga yang
menguntungkan.

Terdapat kekurangan dan kelebihan dengan saran-saran ini, tetapi yang dapat dijadikan pemecahan
masalah pada Medoc Company dengan tidak adanya batasan organisasi ialah :

1. Terdapat efisiensi penggunaan sumber daya

2. Dapat menghindari resiko pasar yang tidak menentu

3. Menjamin kualitas dan kuantitas pasokan dengan harga yang kompetitif

4. Sangat dimungkinkan pengukuran laba secara terpisah antara divisi penggilingan dengan divisi
produk konsumen sebagaimana yang disarankan oleh top manajemen medoc company
5. Kemampuan perusahaan dalam bersaing meningkat.