Anda di halaman 1dari 23

TUGAS KELOMPOK II

Uji Proporsi Beberapa Populasi

Nama Kelompok :
1. Bobby Triki Novandra 13.7537
2. Dina Atika Rahmawati 13.7585
3. Elsia Citra 13.7594
4. Indriyani Albasyah 13.7667
5. Yustinus Anggara P.Adi 13.7929
Pokok Bahasan :
Uji Proporsi Beberapa Populasi atau Uji Proprsi dari k-Populasi :
 Uji proporsi dari beberapa populasi binom
 Uji proporsi dari beberapa populasi multinom
UJI HIPOTESIS PROPORSI K SAMPEL

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa dalam menguji hipotesis satu atau dua
buah proporsi dapat menggunakan uji Z atau uji binomial. Namun adakalanya kita harus
menguji lebih dari dua proporsi. Oleh karena itu, kita bisa menggunakan uji statistik
yang lain. Jika kita ingin menguji apakah proporsi dari suatu k populasi itu sama atau
ada salah satu yang berbeda, maka kita bisa dapat menggunakan uji chi-square (2).

A. Uji Hipotesis Proporsi pada Populasi Binomial


Pada populasi binomial, maka jumlah kategori yang akan dilihat
proporsinya adalah dua. Untuk kasus populasi binomial, maka kita
menggunakan tahapan uji hipotesis sebagai berikut.
1. Tentukan H0.
H0 = p1 = p2 = … = pk
H1 = Ada setidaknya salah satu pasangan proporsi berbeda (pi ≠ pj)

2. Tentukan nilai α.
3. Lakukan uji statistik. Dengan statistik uji :
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )2
𝜒2 = ∑ ∑ [ ]
𝑒𝑖𝑗
𝑖 𝑗

dengan :
oij = Frekuensi teramati
eij = Frekuensi harapan

4. Tentukan titik kritis.


2
Kita tolak Ho ketika 𝜒ℎ𝑖𝑡 > 𝜒𝛼2 , dengan derajat bebas titik kritis
𝑣 = (2 − 1)(𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚 − 1).
5. Kesimpulan.
Tolak H0 atau Terima H0
.
Dalam melakukan perhitungan 2, dapat melalui tahapan sebagai berikut.
 Alokasikan nilai setiap observasi dalam tabel kontingensi.
Sampel ke - j
Kelompok (i) Total
1 2 … k

Sukses (1) O11 O12 … O1k n1.

Gagal (2) O21 O22 … O2k n2.

Total n.1 n.2 … n.k N

 Tentukan nilai frekuensi harapan (eij). Frekuensi harapan dapat dicari dengan
rumus :
(𝑛𝑖. )(𝑛.𝑗 )
𝑒𝑖𝑗 =
𝑁
 Lakukan perhitungan seperti rumus uji statistik tersebut, dan bandingkan
hasilnya dengan nilai pada tabel.

Dalam perhitungan nilai chi-square, apabila ditemukan nilai


observasi/frekuensi harapan kecil (antara 5 s.d. 10), maka dalam perhitungan uji
statistik perlu ditambahkan factor koreksi kekontinyuan. Sehingga uji statistik
dirumuskan:
2
2
(|𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 | − 0,5)
𝜒 =
𝑒𝑖𝑗
Sedangkan apabila nilai observasi/frekuensi harapan kurang dari lima, sebaiknya
tidak menggunakan uji statistik ini, melainkan menggunakan uji Fisher-Irwin.
1. Contoh dari kasus di atas adalah :

Seorang pengusaha melihat bahwa barang produksinya selama tiga hari


mengalami kerusakan yang berbeda dari biasanya. Ia menduga bahwa kerusakan
barang selama hari senin, selasa dan rabu berbeda dan merugikan perusahaanya.
Setelah diselidiki ternyata kerusakannya sebagai berikut:

Hari
Keterangan Senin Selasa Rabu Jumlah
Rusak 12(11) 15(13,2) 6(8,8) 33
Tidak Rusak 88(89) 105(106,8) 74(71,2) 267
Jumlah 100 120 80 300
Uji apakah pendapat dari pengusaha tersebut adalah benar!(dengan alpha 0,05)
Penyelesaian :
1. H0 : P1=P2=P3
H1 : Minimal ada satu proporsi yang beda
2.   0, 05
3. Tentukan nilai chi-square tabel dengan derajat bebas (a-1)(b-1)=(3-1)(3-1)=4
𝜒(0,05;2) 2 = 5,991
4. Hitung frekuensi harapannya

O e O e O E
12 11 15 13,2 6 8,8
88 89 105 106,8 74 71,2

5. Hitung Chi-Square hitung nya


2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )
𝜒2 =
𝑒𝑖𝑗
(12−11)2 (74−71,2)2
= + ⋯+
11 71,2

= 1,3789

6. Kesimpulan:
Dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% kita pecaya bahwa proporsi sama
2. Contoh kasus yang lainnya
Manajer suatu perusahaan ingin mengetahui sikap para karyawan dari berbagai
departeneb yang berada dalam perusahaannya terhadap kondisi kerja yang
diperoleh. Suatu penelitian yang didasarkan pada sampel dar karyawan 4
deprtemen perusahaan tersebut memberikan hasil sebagai berikut :
Tabel. Sikap karyawan terhadap Kondisi Kerja Perusahan
Sikap Kondisi Kerja Jumlah
Karyawan Dep A. Dep. B Dep. C Dep. D 342
Baik 65 112 85 80 198
Buruk 35 88 75 60 60
Jumlah 100 200 160 140 600
Ujilah apakah proporsi karyawan terhadap kodisi kerja yang baik dan buruk
adalah sama?
Penyelesaian :
1. H0 : P1=P2=P3
H1 : Minimal ada satu proporsi yang beda
2.   0, 05
3. Tentukan nilai chi-square tabel dengan derajat bebas (a-1)(b-1)=(2-1)(4-
1)=3
𝜒(0,05;3) 2 = 7,815
4. Hitung frekuensi harapannya

Sikap Kondisi Kerja


Karyawan Dep A. Dep. B Dep. C Dep. D
Baik 57 114 91,2 79,8
Buruk 43 86 68,8 60,2

5. Hitung Chi-Square hitung nya


2
2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )
𝜒 =
𝑒𝑖𝑗
(65−57)2 (60−60,2)2
= 57
+ ⋯+ 60,2
= 3,6742
6. Kesimpulan:
2
𝜒 2 < 𝜒(0,05;3) = 7,815

Dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% kita pecaya bahwa ada proporsi
yang berbeda

B. Uji Proporsi Populasi Multinomial


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, uji proporsi untuk populasi
binomial dapat diselesaikan dengan pendekatan distribusi Chi-Square.Untuk
menguji proporsi dari populasi yang multinomial juga dapat diselesaikan dengan
Pendekatan Chi-Square. Perbedaan popuasi binomial dengan mutinomial yaitu,
populasi binomial bentuk dari tabel kontingensi nya sama dengan 2 x k
sedangkan multinomial bentuk tabel kontikngensinya k x k.
Cara pengerjaan uji proporsi populasi multinomial sama dengan unji
proporsi binomial dengan mencari nilai harapan dari setiap observasi.
Bentuk uji hipotesis nya yaitu,
H 0 : P11  P12  P12  ...  P1k

P21  P22  ...  P2k

.
.
.
Pk1  Pk 2  ...  Pkk

H1 :Tidak semua proporsi sama.


Lawan alternatifnya bahwa proporsi itu tidak semuanya sama, yang
ekuivalen dengan pengujian bahwa terjadinya keberhasilan atau kegagalan tidak
tergantung pada populasi ynag diambil sebagai sampel.
Untuk melakukan uji ini kita harus mengambil sampel bebas acak yang
berukuran masing-masing n1, n2,…,nk bentuk tabel kontingensi sama dengan k
x k.
1. Contoh dari kasus uji proporsi multinomial, yaitu:

Padang Jawa Sunda Total

SD 10 5 5 20

SMP 5 5 10 20

SMA 5 10 5 20

Total 20 20 20 60

Cara menyelesaikan:

1. Tentukan hipotesis yang akan diuji


H 0 : P11  P12  P12  P13

P21  P22  P23

P31  P32  .P33

H1 : tidak semua sama


2.   0, 05
3. Tentukan nilai chi-square tabel dengan derajat bebas (a-1)(b-1)=(3-1)(3-1)=4
 2(4:0,05)  9, 488
4. Mencari Chi-Square hitung dengan terlebih dahulu mencari nilai harapan dari
tiap observasi dengan cara yang telah dijeaskan sebelumnya
Nilai harapan:
Padang Jawa Sunda

SD 6,67 6,67 6,67

SMP 6,67 6,67 6,67

SMA 6,67 6,67 6,67

Sehingga dapat dicar nilai dari chi-square hitung


3(10  6,67)2 6(5  6,67)2
 2hitung    7, 4499
6,67 6,67
5. Keputusan:
 2hitung  tabel maka terima Ho
6. Kesimpulan:
Dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% kita pecaya bahwa proporsi sama.

2. Contoh kasus yang lain adalah :


Seseorang dosen STIS ingin membandingkan tingkat keresahan mahasiswa
dalam menghadapi UAS. Untuk penelitiannya tersebut diperoleh data 3
kelompok mahasiswa yaitu dari jurusan KS, SE, dan SK sebagai berikut :
Kategori SE SK KS Total
Sangat Resah 25 34 41 100
Resah 58 90 52 200
Tidak Resah 37 36 27 100
Total 120 160 120 400
Ujilah apakah proporsi tingkat keresahan mahasiswa adalah sama?
Cara menyelesaikan:

1. Tentukan hipotesis yang akan diuji


H0 : P11=P12=P13
P21=P22=P23
P31=P32=P33
2. H1: Minimal ada satu proporsi yang tidak sama

3.   0, 05
4. Tentukan nilai chi-square tabel dengan derajat bebas (a-1)(b-1)=(3-1)(3-1)=4
 2(4:0,05)  9, 488
5. Mencari Chi-Square hitung dengan terlebih dahulu mencari nilai harapan dari
tiap observasi dengan cara yang telah dijeaskan sebelumnya
Nilai harapan:

SE SK KS

Sangat Resah 30 40 30

Resah 60 80 60

Tidak Resah 30 40 30

Sehingga dapat dicar nilai dari chi-square hitung

2
2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )
𝜒 =
𝑒𝑖𝑗
(25−30)2 (34−40)2 (27−30)2
= + +⋯+
30 40 30

= 10,4833

6. Keputusan:
 2hitung  tabel maka terima Ho
7. Kesimpulan:
Dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% kita pecaya bahwa proporsi sama.
C. Soal Latihan !

1. Seorang peneliti ingin mengetahui apakah ada perbandungan ketaatan


melaksanakan SOP di tiga ruang perawatan du sebuah rumah sakit. Untuk itu
diambil samel perawat dari masing-masing ruang perawatan dengan hasil
sebagai berikut :
Ruang Perawatan
SOP
IRD P. Dalam Bedah Jumlah

Baik 20 10 25 55

Cukup Baik 10 10 5 25

Kurang 8 12 5 25

Jumlah 38 32 35 105

Adakah perbeadaan ketaatan melaksanakan SOP diantara para perawat pada


ketiga ruang perawatan tersebut?

JAWAB.
H0 : P11=P12=P13
P21=P22=P23
P31=P32=P33
H1: Minimal ada satu proporsi yang tidak sama

Ruang Perawatan
SOP
IRD e P. Dalam e Bedah E Jumlah

Baik 20 19,9 10 16,8 25 18,3 55

Cukup 10 9,05 10 7,62 5 8,33 25


Baik

Kurang 8 9,05 12 7,62 5 8,33 25

Jumlah 38 32 35 105

2
2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )
𝜒 =
𝑒𝑖𝑗
(20−19,9)2 (10−16,8)2 (5−8,33)2
= + +⋯+
19,9 16,8 8,33

= 11,3753

𝜒(0,05;4) 2 = 9,48

Kesimpulan : 𝜒 2 > 𝜒(0,05;4) 2 maka keputusan Tolak H0. Artinya terdapat cukup
bukti untuk mengatakan bahwa terdapat perbedaan ketaatan dalam
melaksanakan SOP.

2. Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan proporsi


mahasiswa STIS tingkat 1,2,3,4 yang setuju mengenai sebuah rencana
pemindahan lokasi STIS ke Bogor. Respon 65 mahasiswa diambil secara acak
dari masing-masing tingkat dan diperoleh data sebagai berikut :
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Tingkat 4 Jumlah

Setuju 30 40 50 20 140

Tidak 35 25 15 45 120
Setuju
jumlah 65 65 65 65 260

Dapatkah kita menyimpulkan bahwa proporsi mahasiswa STIS yang setuju


untuk tiap tingkat adalah sama? Gunakan taraf nyata 0,05
Jawab :
H0 : P1=P2=P3
H1 : P1,P2,P3 tidak semuanya sama
I e II e III e IV e Jumlah

Setuju 30 35 40 35 50 35 20 35 140

Tidak
35 30 25 30 15 30 45 30 120
Setuju

jumlah 65 65 65 65 260

2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )
𝜒2 =
𝑒𝑖𝑗
(30−35)2 (40−35)2 (45−30)2
= + + ⋯+
35 35 30

= 30,95

𝜒(0,05;3) 2 = 7.815

Kesimpulan : karena 𝜒 2 > 𝜒(0,05;3) 2 maka tolak H0. Artinya tidak cukup bukti
untuk menyatakan bahwa proporsi mahasiswa STIS yang setuju adalah sama.

3. Seorang peneliti berpendapat bahwa proporsi dari 3 kategori (sangat miskin,


miskin, dan tidak miskin) adalah sama untuk petani dari 4 desa yang berbeda.
1 2 3 4 Jumlah

Sangat 10 15 20 25 70
miskin
Miskin 20 25 30 60 135

Tidak 30 40 50 80 200
miskin
jumlah 60 80 100 165 405

Ujilah dengan alpha sebesar 0,05 apakah pendapat peneliti itu benar?
Jawab :
H0 : P11=P12=P13= P14
P21=P22=P23= P24
P31=P32=P33= P34
H1 : Minimal ada satu proporsi yang berbeda
Hitung frekuensi harapannya :
10,4 13,9 17,3 28,5

20 26,6 33,3 55

29,7 39,5 49,4 81,5

2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )
𝜒2 =
𝑒𝑖𝑗
(10−10,4)2 (15−13,9)2 (80−81,5)2
= + + ⋯+
10,4 13,9 81,5

= 1,875

𝜒(0,05;6) 2 = 12,595

Kesimpulan : karena 𝜒 2 < 𝜒(0,05;6) 2 maka gagal tolak H0. Artinya terdapat
cukup bukti untuk menyatakan bahwa pendapat peneliti adalah benar.

4. Apakah proporsi kepuasan pelanggan di keempat bank relatif sama dengan


tingkat kepercayaan 95%?
Bank 1 Bank 2 Bank 3 Bank 4 Jumalh

Sangat 65 112 85 80 342


puas
Puas 27 67 66 44 204

Tidak Puas 8 21 15 16 60

Jumlah 100 200 166 140 606


Jawab :

H0 : P11=P12=P13= P14
P21=P22=P23= P24
P31=P32=P33= P34
H1 : Minimal ada satu proporsi yang berbeda
O e O e O e O e

65 56,4 112 113,9 85 93,7 80 79

27 33,7 67 67,3 66 55,9 44 47,1

8 9,9 21 19,8 15 16,4 16 13,9

2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )
2
𝜒 =
𝑒𝑖𝑗
(65−56,4)2 (16−13,9)2
= + ⋯+
56,4 13,9

= 4,570

𝜒(0,05;6) 2 = 12,592

Kesimpulan : karena 𝜒 2 > 𝜒(0,05;3) 2 maka tolak H0. Artinya tidak cukup bukti
untuk menyatakan bahwa proporsi kepuasan pelanggan bank adalah sama.

5. Apakah proporsi kepuasan penumpang kereta relatif sama pada kelas ekonomi,
bisnis maupun eksekutif?
Ekonomi Bisnis Eksekutif Jumlah

Puas 6 32 14 50

Tidak Puas 9 12 22 43

Jumlah 15 44 36 93
JAWAB :
H0 : P1=P2=P3
H1 : P1,P2,P3 tidak semuanya sama

O e O e O e

6 8,1 32 23,7 14 19,4

9 6,9 12 20,3 22 15,7

2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )
𝜒2 =
𝑒𝑖𝑗
(6−8,1)2 (22−15,7)2
= +⋯+
8,1 15,7

= 2,57

𝜒(0,05;6) 2 = 3,841

Kesimpulan : karena 𝜒 2 < 𝜒(0,05;3) 2 maka gagal tolak H0. Artinya cukup bukti
untuk menyatakan bahwa proporsi kepuasan pelanggan bank adalah sama.

6. Dalam suatu percobaan untuk meneliti hubungan antara hipertensi dengan kebiasaan
merokok, diperoleh data dari 180 orang sebagai berikut :

Bukan Perokok Perokok Sedang Perokok Berat

Hipertensi 21 36 30

Tidak Hipertensi 48 26 19

Ujilah hipotesis bahwa ada atau tidak adanya hipertensi tidak bergantung pada
kebiasaan merokok. Gunakan taraf nyata 0.05.
JAWAB :
𝐻𝑜 ∶ 𝑝1 = 𝑝2 = 𝑝3
𝐻1 ∶ 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑎𝑑𝑎 1 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑚𝑎 (𝑝𝑖 ≠ 𝑝𝑗 , 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑖 ≠ 𝑗)
𝛼 = 0.05
Statistik Uji :
Perokok Total
Bukan Perokok Perokok Berat
Sedang
21 36 30 87
Hipertensi
(33,35) (29,9667) (23,6833)
48 26 19 93
Tidak Hipertensi
(35,65) (32,0333) (25,3167)

Total 69 62 49 180

2 3
2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )2 (21 − 33,35)2 (19 − 25,3167)2
𝜒ℎ𝑖𝑡 = ∑∑ = + ⋯+ = 15,118
𝑒𝑖𝑗 33,35 25,3167
𝑖=1 𝑗=1

𝑇𝑖𝑡𝑖𝑘 𝐾𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠 ∶
2 2
𝜒0.05(1)(2) = 𝜒0.05(2) = 5,991
2 2
Keputusan : Karena 𝜒ℎ𝑖𝑡 > 𝜒0.05(2) , maka tolak Ho.
Kesimpulan : Jadi, dengan tingkat kepercayaan 95% kita dapat menyatakan bahwa ada
atau tidak adanya hipertensi tidak bergantung pada kebiasaan merokok.

7. Suatu penelitian ingin mengetahui apakah ada perbedaan antara proporsi orangtua di
negara bagian Maryland, Virginia, Georgia, dan Alabama yang setuju dengan
pengajaran Injil di sekolah dasar. Respon 100 orangtua yang diambil secara acak dari
masing-masing negara bagian tersebut dicatat dalam tabel berikut ini :
Preferensi Maryland Virginia Georgia Alabama

Setuju 84 72 67 81

Tidak Setuju 16 28 33 19

Dapatkah kita menyimpulkan bahwa proporsi orang tua yang setuju dengan yang
setuju dengan pengajaran injil di sekolah dasar sama untuk keempat negara bagian
tersebut? Gunakan taraf nyata 0.025.

JAWAB :
𝐻𝑜 ∶ 𝑝1 = 𝑝2 = 𝑝3 = 𝑝4
𝐻1 ∶ 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑎𝑑𝑎 1 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑚𝑎 (𝑝𝑖 ≠ 𝑝𝑗 , 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑖 ≠ 𝑗)
𝛼 = 0.025
Statistik Uji :

Preferensi Maryland Virginia Georgia Alabama Total

84 72 67 81
Setuju 304
(76) (76) (76) (76)

16 28 33 19 96
Tidak Setuju
(24) (24) (24) (24) (24)

Total 100 100 100 100 400

2 3
2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )2 (84 − 76)2 (19 − 24)2
𝜒ℎ𝑖𝑡 = ∑∑ = +⋯+ = 10,1974
𝑒𝑖𝑗 76 24
𝑖=1 𝑗=1

𝑇𝑖𝑡𝑖𝑘 𝐾𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠 ∶
2 2
𝜒0.025(1)(3) = 𝜒0.025(3) = 7,815
2 2
Keputusan : Karena 𝜒ℎ𝑖𝑡 > 𝜒0.025(3) , maka tolak Ho.
Kesimpulan : Jadi, kita tidak dapat menyimpulkan bahwa proporsi orang tua yang
setuju dengan pengajaran injil di sekolah dasar sama untuk keempat negara bagian
tersebut.

8. Suatu contoh acak 30 orang dewasa diklasifikasikan menurut jenis kelamin dan
lamanya menonton televisi perminggu
Laki-laki Perempuan

Di atas 25 jam 5 9

Di bawah 25 jam 9 7

Dengan menggunakan taraf nyata 0.01, ujilah hipotesis bahwa jenis kelamin seseorang
dan lamanya menonton televisi adalah bebas.

JAWAB :
𝐻𝑜 ∶ 𝑝1 = 𝑝2
𝐻1 ∶ 𝑝1 ≠ 𝑝2
𝛼 = 0.01
Statistik Uji :

Laki-laki Perempuan Total

5 9
Di atas 25 jam 14
(6,5333) (7,4667)
9 7
Di bawah 25 jam 16
(7,4667) (8,5333)

Total 14 16 30

2 3
2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )2 (5 − 6,5333)2 (7 − 8,5333)2
𝜒ℎ𝑖𝑡 = ∑∑ = + ⋯+ = 1,2651
𝑒𝑖𝑗 6,5333 8,5333
𝑖=1 𝑗=1

𝑇𝑖𝑡𝑖𝑘 𝐾𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠 ∶
2 2
𝜒0.01(1)(1) = 𝜒0.01(1) = 6,635
2 2
Keputusan : Karena 𝜒ℎ𝑖𝑡 < 𝜒0.01(1) , maka terima Ho.
Kesimpulan : Jadi, kita dapat mengatakan bahwa jenis kelamin seseorang dan lamanya
menonton televisi adalah tidak bebas, atau lamanya menonton televisi dipengaruhi
oleh jenis kelamin.

9. Pejabat dari BKKBN berpendapat bahwa tidak ada perbedaan proporsi penduduk yang
setuju, kurang setuju, dan tidak setuju terhadap KB di 3 kota besar A, B, dan C, dengan
alternatif ada perbedaan. Untuk menguji pendapat tersebut, telah diselidiki penduduk
dari 3 kota tersebut dan hasilnya sebagai berikut :
Kategori\Kota A B C

Setuju KB 25 45 40

Kurang Setuju KB 40 35 35

Tidak Setuju KB 35 20 25

Dengan α=0.05, ujilah pendapat tersebut.


JAWAB :
𝐻𝑜 ∶ 𝑝11 = 𝑝12 = 𝑝13
𝑝21 = 𝑝22 = 𝑝23
𝑝31 = 𝑝32 = 𝑝33
𝐻1 ∶ 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑎𝑑𝑎 1 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑚𝑎 (𝑝.𝑖 ≠ 𝑝.𝑗 , 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑖 ≠ 𝑗)
𝛼 = 0.05
Statistik Uji :
Kategori\Kota A B C Total

Setuju KB 25 45 40 110
(36,6667) (36,6667) (36,6667)
Kurang Setuju KB 40 35 35 110
(36,6667) (36,6667) (36,6667)
Tidak Setuju KB 35 20 25 80
(26,6667) (26,6667) (26,6667)
Total 100 100 100 300

2 3
2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )2 (25 − 36,6667)2 (25 − 26,6667)2
𝜒ℎ𝑖𝑡 = ∑∑ = + ⋯+ = 10,7386
𝑒𝑖𝑗 36,6667 36,6667
𝑖=1 𝑗=1

𝑇𝑖𝑡𝑖𝑘 𝐾𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠 ∶
2 2
𝜒0.05(2)(2) = 𝜒0.05(4) = 9,488
2 2
Keputusan : Karena 𝜒ℎ𝑖𝑡 > 𝜒0.05(4) , maka tolak Ho.

Kesimpulan : Jadi kita tidak dapat menyatakan bahwa tidak ada perbedaan proporsi
penduduk yang setuju, kurang setuju, dan tidak setuju terhadap KB di 3 kota besar A,
B, dan C, atau dengan tingkat kepercayaan 95% kita percaya bahwa ada perbedaan
proporsi penduduk yang setuju, kurang setuju, dan tidak setuju terhadap KB di 3 kota
besar A, B, dan C.
10. Kepala rumah tangga di 4 kelurahan yang berbeda di teliti untuk mengetahui
mengenai kepuasan program dari lurah daerah tempat tinggalnya. Dalam hal ini,
penelitian tersebut dikategorikan menjadi : I. Sangat puas; II. Puas; III. Tidak Puas.
Untuk itu ujilah dengan alpha sebesar 0,05 apakah proporsi kepala rumah tangga yang
masuk kategori sangat puas sama?

Kategori\Kelurahan 1 2 3 4

I 10 15 20 25

II 20 25 30 60

III 30 40 50 80

JAWAB :
𝐻𝑜 ∶ 𝑝11 = 𝑝12 = 𝑝13 = 𝑝14
𝑝21 = 𝑝22 = 𝑝23 = 𝑝24
𝑝31 = 𝑝32 = 𝑝33 = 𝑝34
𝐻1 ∶ 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑎𝑑𝑎 1 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑚𝑎 (𝑝.𝑖 ≠ 𝑝.𝑗 , 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑖 ≠ 𝑗)
𝛼 = 0.05
Statistik Uji :

Kategori\Kelurahan 1 2 3 4 Total

I 10 15 20 25 70
(10,3704) (13,8272) (17,2840) (28,5185)
II 20 25 30 60 135
(20) (26,6667) (33,3333) (55)
III 30 40 50 80 200
(29,6296) (39,5062) (49,3827) (81,4815)
Total 60 80 100 165 405
2 3
2
(𝑜𝑖𝑗 − 𝑒𝑖𝑗 )2 (10 − 10,3704)2 (80 − 81,4815)2
𝜒ℎ𝑖𝑡 = ∑∑ = + ⋯+ = 1,9111
𝑒𝑖𝑗 10,3704 81,4815
𝑖=1 𝑗=1

𝑇𝑖𝑡𝑖𝑘 𝐾𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠 ∶
2 2
𝜒0.05(2)(3) = 𝜒0.05(6) = 12,592
2 2
Keputusan : Karena 𝜒ℎ𝑖𝑡 < 𝜒0.05(6) , maka terima Ho.
Kesimpulan : Jadi, tidak terdapat cukup bukti untuk mengatakan bahwa proporsi
kepala rumah tangga yang masuk dalam kategori sangat puas adalah sama.
DAFTAR PUSTAKA
Pengantar Statistika, Ronald E. Walpole

Statistik Teori dan Aplikasi, J. Supranto