Anda di halaman 1dari 111

I.

STANDAR ISI

1. Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu menghayati dan mengamalkan ajaran


agama yang dianutnya. Kompetensi tersebut dapat dicapai melalui pembelajaran 1. Guru mengembangkan perangkat
langsung dan tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan pembelajaran pada kompetensi
budaya sekolah/madrasah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta sikap spiritual siswa sesuai
kebutuhan dan kondisi siswa. dengan tingkat kompetensi.

Hasil kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran yang memuat kompetensi A. 91%-100% guru
sikap spiritual meliputi: mengembangkan perangkat
1. Program tahunan dan program semester. pembelajaran sesuai tingkat
2. Silabus. kompetensi sikap spiritual
3. RPP.
4. Buku yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran. B. 81%-90% guru
5. Lembar tugas terstruktur dan kegiatan mandiri untuk siswa. mengembangkan perangkat
6. Handout. pembelajaran sesuai tingkat
7. Alat evaluasi dan buku nilai (Sikap spiritual siswa diamati dan dicatat wali kelas, kompetensi sikap spiritual
guru BK, dan guru mata pelajaran)
C. 71%-80% guru
mengembangkan perangkat
Dibuktikan dengan: pembelajaran sesuai tingkat
1) Dokumen:
kompetensi sikap spiritual
a) Perangkat pembelajaran yang disusun guru sesuai dengan tingkat
kompetensi pada kompetensi sikap spiritual pendidikan SMP/MTs untuk sikap D. 61%-70% guru
spiritual. mengembangkan perangkat
b) Hasil kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di MGMP pembelajaran sesuai tingkat
tentang kompetensi sikap spiritual siswa/Penguatan Pendidikan Karakter kompetensi sikap spiritual
siswa.
c) Rancangan dan hasil penilaian sikap spiritual, berupa jurnal penilaian, E. Kurang dari 61% guru
dokumen observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. mengembangkan perangkat
d) Program kegiatan ekstrakurikuler berupa kegiatan Keagamaan, misalnya: pembelajaran sesuai tingkat
pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis al-Quran, retreat, atau kompetensi sikap spiritual
kegiatan lainnya.
2) Wawancara dengan guru mata pelajaran tentang Perangkat pembelajaran guru
yang memuat tentang pelaksanaan kompetensi sikap spiritual.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


2. Rumusan kompetensi sikap sosial, yaitu menghayati dan mengamalkan perilaku: (a) 2. Guru mengembangkan perangkat
jujur; (b) disiplin; (c) santun; (d) peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai); pembelajaran pada kompetensi
(e) bertanggung jawab; (f) responsif; dan (g) Proaktif dalam berinteraksi secara efektif sikap sosial siswa sesuai dengan
sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan tingkat kompetensi.
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional
yang dapat dicapai melalui pembelajaran langsung dan tidak langsung (indirect teaching),
yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah/madrasah dengan memperhatikan A. 91%-100% guru mengembangkan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa. perangkat pembelajaran sesuai
Hasil kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran meliputi: tingkat kompetensi sikap sosial
1) Program tahunan dan program semester.
2) Silabus. B. 81%-90% guru mengembangkan
3) RPP.
perangkat pembelajaran sesuai
4) Buku yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran.
tingkat kompetensi sikap sosial
5) Lembar tugas terstruktur dan kegiatan mandiri siswa.
6) Handout.
7) Alat evaluasi dan buku nilai (Sikap sosial siswa diamati dan dicatat wali kelas, guru BK, C. 71%-80% guru mengembangkan
dan guru mata pelajaran). perangkat pembelajaran sesuai
tingkat kompetensi sikap sosial
Dibuktikan dengan:
1) Dokumen:
a. Perangkat pembelajaran yang disusun guru sesuai dengan tingkat kompetensi D. 61%-70% guru mengembangkan
pada kompetensi sikap sosial pendidikan SMP/MTs untuk sikap sosial. perangkat pembelajaran sesuai
b. Hasil kegiatan telaah/analisis buku pedoman untuk guru dan buku siswa secara tingkat kompetensi sikap sosial
berkelompok tentang kompetensi sikap sosial siswa melalui kegiatan
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di MGMP.
E. Kurang dari 61% guru
c. Rancangan dan hasil penilaian sikap sosial, berupa jurnal penilaian, dokumen
observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. mengembangkan perangkat
d. Program dan hasil kegiatan ekstrakurikuler berupa kegiatan Krida, misalnya: pembelajaran sesuai tingkat
Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja kompetensi sikap sosial
(PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra),
dan lainnya. Latihan olahbakat latihan olah-minat, misalnya: pengembangan
bakat olahraga, seni dan budaya, pencinta alam, jurnalistik, teater, dan lain-
lain.
2) Wawancara dengan guru mata pelajaran tentang perangkat pembelajaran guru yang
memuat tentang pelaksanaan kompetensi sikap sosial.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


3. Kompetensi Inti pengetahuan yang harus dimiliki siswa SMP/MTs adalah 3. Guru mengembangkan perangkat
memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, pembelajaran pada kompetensi
konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan pengetahuan siswa sesuai dengan
kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang: (a) ilmu pengetahuan, (b) tingkat kompetensi.
teknologi, (c) seni, (d) budaya, dan (e) humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
A. 91%-100% guru mengembangkan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai
perangkat pembelajaran sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
tingkat kompetensi pengetahuan
Hasil kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran kompetensi pengetahuan
meliputi: B. 81%-90% guru mengembangkan
1. Program tahunan dan program semester perangkat pembelajaran sesuai
2. Silabus tingkat kompetensi pengetahuan
3. RPP
4. Buku yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran.
5. Lembar tugas terstruktur dan kegiatan mandiri siswa. C. 71%-80% guru mengembangkan
6. Handout. perangkat pembelajaran sesuai
7. Alat evaluasi dan buku nilai untuk kompetensi pengetahuan. tingkat kompetensi pengetahuan

Dibuktikan dengan: D. 61%-70% guru mengembangkan


1). Dokumen: perangkat pembelajaran sesuai
a) Perangkat pembelajaran guru yang disusun sesuai dengan tingkat tingkat kompetensi pengetahuan
kompetensi inti 3 (pengetahuan) dan kompetensi dasar.
b) Hasil kegiatan analisis buku pedoman untuk guru dan buku siswa secara
berkelompok tentang kompetensi pengetahuan melalui kegiatan E. Kurang dari 61% guru
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di MGMP. mengembangkan perangkat
c) Program kegiatan ekstrakurikuler berupa Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), pembelajaran sesuai tingkat
kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan kompetensi pengetahuan
lainnya. pencinta, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan
lainnya.
2). Wawancara dengan guru mata pelajaran tentang kompetensi inti pengetahuan
dan kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


4. Kompetensi Inti Keterampilan pada pendidikan menengah adalah menunjukkan 4. Guru mengembangkan perangkat
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara: (a) efektif, (b) kreatif, (c) pembelajaran pada kompetensi
produktif, (d) kritis, (e) mandiri, (f) kolaboratif, (g) komunikatif, dan (h) solutif dalam keterampilan siswa sesuai dengan
ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di tingkat kompetensi.
sekolah, serta mampu menggunakan metode sesuai dengan kaidah keilmuan.
A. 91%-100% guru
mengembangkan perangkat
Hasil kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran kompetensi keterampilan pembelajaran sesuai tingkat
meliputi: kompetensi keterampilan
1) Program tahunan dan program semester.
2) Silabus. B. 81%-90% guru mengembangkan
perangkat pembelajaran sesuai
3) RPP.
tingkat kompetensi keterampilan
4) Buku yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran.
5) Lembar tugas terstruktur dan kegiatan mandiri siswa. C. 71%-80% guru mengembangkan
perangkat pembelajaran sesuai
6) Handout.
tingkat kompetensi keterampilan
7) Alat evaluasi dan buku nilai untuk kompetensi keterampilan.
D. 61%-70% guru mengembangkan
Dibuktikan dengan: perangkat pembelajaran sesuai
tingkat kompetensi keterampilan
1) Dokumen
a) Perangkat pembelajaran guru yang disusun sesuai dengan tingkat kompetensi E. Kurang dari 61% guru
inti 4 (keterampilan) dan kompetensi dasar. mengembangkan perangkat
b) Dokumen hasil tugas-tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur pembelajaran sesuai tingkat
yang diberikan kepada siswa. kompetensi keterampilan

c) Dokumen hasil penilaian keterampilan kinerja, proyek dan portofolio.


2) Wawancara dengan guru mata pelajaran tentang kompetensi inti keterampilan dan
kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


5. Perangkat pembelajaran dikembangkan untuk semua mata pelajaran sesuai dengan 5. Sekolah/madrasah mengembangkan
tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi pembelajaran. perangkat pembelajaran sesuai
dengan tingkat kompetensi dan ruang
lingkup materi pembelajaran pada
Dibuktikan dengan: setiap tingkat kelas.

1). Dokumen:
A. Mengembangkan 91%-100%
a) Perangkat pembelajaran semua mata pelajaran. perangkat pembelajaran.
b) Buku yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran.
c) Silabus dan RPP Guru mata pelajaran pada semua tingkat dan kelas. B. Mengembangkan 81%-90%
perangkat pembelajaran.
2). Menelaah kesesuaian perangkat pembelajaran dengan tingkat kompetensi dan
ruang lingkup materi.
C. Mengembangkan 71%-80%
perangkat pembelajaran.

D. Mengembangkan 61%-70%
perangkat pembelajaran.

E. Mengembangkan kurang dari


61% perangkat pembelajaran.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


6. Tim Pengembang Kurikulum adalah tim yang bertugas antara lain mengembangkan 6. Kepala sekolah/madrasah bersama
guru mengembangkan kurikulum
kurikulum sekolah/madrasah. Keterlibatan Tim Pengembang Kurikulum dibuktikan
sesuai dengan pedoman
dengan dokumen penugasan, berita acara dan notulen rapat, serta tanda tangan pengembangan KTSP dengan
melibatkan unsur sebagai berikut: (1)
dari berbagai pihak yang terlibat; yaitu seluruh guru mata pelajaran, konselor (guru
konselor/guru BK, (2) pengawas
Bimbingan dan Konseling) dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara sekolah/madrasah, (3) narasumber,
(4) komite sekolah/madrasah, (5)
pendidikan.
penyelenggara lembaga pendidikan.

Dibuktikan dengan: A. Melibatkan 4 atau lebih unsur


1) SK penetapan tim pengembang kurikulum sekolah/madrasah.
2) Daftar hadir kegiatan pengembangan kurikulum. B. Melibatkan 3 unsur

3) Daftar hadir narasumber.


4) Berita acara penetapan kurikulum. C. Melibatkan 2 unsur

5) Notulen rapat pengembangan kurikulum


D. Melibatkan 1 unsur

E. Tidak melakukan pengembangan


kurikulum

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


7. KTSP disusun mengacu pada Kerangka Dasar pada Standar Isi meliputi: 7. Sekolah/madrasah menyusun KTSP
yang meliputi: (1) visi, misi, dan
1) Perumusan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan.
tujuan, (2) pengorganisasian muatan
2) Pengorganisasian muatan kurikuler satuan pendidikan. kurikuler, (3) pengaturan beban
belajar siswa dan beban kerja guru,
3) Pengaturan beban belajar siswa dan beban kerja guru pada tingkat kelas.
(4) penyusunan kalender pendidikan,
4) Penyusunan kalender pendidikan satuan pendidikan. (5) penyusunan silabus muatan
pelajaran, (6) penyusunan RPP.
5) Penyusunan silabus muatan atau mata pelajaran muatan lokal.
6) Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran setiap muatan pembelajaran.
A. Meliputi 6 komponen

Dibuktikan dengan:
B. Meliputi 5 komponen
1) Dokumen KTSP bagian kerangka dasar sesuai dengan pedoman
pengembangan KTSP. C. Meliputi 4 komponen
2) Dokumen silabus semua mata pelajaran dalam bentuk soft copy atau hard
D. Meliputi 1-3 komponen
copy.

E. Tidak menyusun KTSP

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


8. Prosedur operasional pengembangan KTSP meliputi: 8. Sekolah/madrasah mengembangkan
kurikulum sesuai dengan prosedur
1) Analisis mencakup:
operasional pengembangan KTSP yang
a) Analisis ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai Kurikulum. meliputi tahapan berikut: (1) analisis,
(2) penyusunan, (3) penetapan, (4)
b) Analisis kebutuhan siswa, satuan pendidikan, dan lingkungan.
pengesahan.
c) Analisis ketersediaan sumber daya pendidikan.
A. Melaksanakan 4 tahapan
2) Penyusunan mencakup:
a) Perumusan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan. B. Melaksanakan 3 tahapan
b) Pengorganisasian muatan kurikuler satuan pendidikan.
c) Pengaturan beban belajar siswa dan beban kerja guru pada tingkat kelas. C. Melaksanakan 2 tahapan

d) Penyusunan kalender pendidikan satuan pendidikan.


D. Melaksanakan 1 tahapan
e) Penyusunan silabus muatan atau mata pelajaran muatan lokal.
f) Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran setiap muatan E. Tidak mengembangkan kurikulum
pembelajaran. berdasarkan tahapan

3) Penetapan dilakukan kepala sekolah/madrasah berdasarkan hasil rapat dewan


pendidik satuan pendidikan dengan melibatkan komite sekolah/madrasah.
4) Pengesahan dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan
kewenangannya.

Dibuktikan dengan dokumen KTSP yang telah disahkan.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


9 . SMP/MTs melaksanakan kurikulum sesuai Pedoman. 9. Sekolah/madrasah melaksanakan
kurikulum sesuai ketentuan:
(1) Struktur Kurikulum (1) mengikuti struktur kurikulum, (2)
penugasan terstruktur dan kegiatan
mandiri, maksimal 50%, (3)
A. Struktur Kurikulum SMP penambahan beban belajar per
minggu maksimal dua jam pelajaran,
(4) mata pelajaran seni budaya,
prakarya, dan kewirausahaan
diselenggarakan minimal dua aspek,
(5) menyelenggarakan kegiatan
pengembangan diri dan cara
penilaiannya.

A. Melaksanakan kurikulum yang


memuat 5 ketentuan 5

B. Melaksanakan kurikulum yang


memuat 4 ketentuan 5

C. Melaksanakan kurikulum yang


memuat 3 ketentuan

D. Melaksanakan kurikulum yang


memuat 2 ketentuan

E. Melaksanakan kurikulum yang


memuat kurang dari 2 ketentuan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


Keterangan :
1) Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok pelajaran yang muatan dan acuannnya
dikembangkan oleh pusat.
2) Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan
dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan
muatan/konten lokal.
3) Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang
berdiri sendiri.
4) Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah.
5) Khusus untuk Madrasah Tsanawiyah struktur kurikulum dapat dikembangkan
sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Kementerian Agama.

B. Struktur Kurikulum MTs

Beban Belajar dan Struktur Kurikulum Madrasah Tsanawiyah (MTs)


ALOKASI WAKTU BELAJAR
MATA PELAJARAN PERMINGGU
VII VIII IX
Kelompok A
1. Pendidikan Agama Islam
a. Al-Qur’an Hadis 2 2 2
b. Akidah Akhlak 2 2 2
c. Fikih 2 2 2
d. Sejarah Kebudayaan 2 2 2
Islam
2. Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan 3 3 3
3. Bahasa Indonesia 6 6 6
4. Bahasa Arab 3 3 3
5. Matematika 5 5 5
6. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4
8. Bahasa Inggris 4 4 4
Kelompok B
1. Seni Budaya 3 3 3
2. Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan 3 3 3
3. Prakarya 2 2 2
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 46 46 46

Beban belajar di MTs merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti siswa
dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran.
1) Beban belajar di Madrasah Tsanawiyah dinyatakan dalam jam pembelajaran
per minggu. Beban belajar satu minggu Kelas VII, VIII, dan IX adalah 46 jam
pembelajaran. Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
2) Beban belajar di Kelas VII, VIII, dan IX dalam satu semester paling sedikit 18
minggu dan paling banyak 20 minggu.
3) Beban belajar dikelas IX pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu dan
paling banyak 20 minggu.
4) Beban belajar dikelas IX pada semester genap paling sedikit 14 Minggu dan
paling banyak 16 minggu.
5) Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling
banyak 40 minggu.

(2) Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman


materi pembelajaran oleh siswa yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai
standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh
pendidik.

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa


pendalaman materi pembelajaran oleh siswa yang dirancang oleh pendidik untuk
mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh siswa.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, paling banyak
50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan

(3) Penambahan Beban Belajar


Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar 2 (dua) jam per minggu sesuai
dengan kebutuhan belajar siswa dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan
faktor lain yang dianggap penting.

(4) Mata Pelajaran Seni Budaya, Prakarya, dan Kewirausahaan


Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya, Prakarya, dan kewirausahaan, satuan
pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 dari 4 aspek yang disediakan. Siswa
mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang
diikuti dapat diganti setiap semester.

(5) Kegiatan Pengembangan Diri


Kegiatan pengembangan diri berupa ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan
Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS), palang merah remaja
(PMR), dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing satuan
pendidikan.

Dibuktikan dengan:
1) Struktur kurikulum di sekolah/madrasah.
2) Dokumen penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri.
3) Jadwal pelajaran, daftar hadir, dan RPP.
4) Hasil belajar seni budaya, prakarya, dan kewirausahaan.
5) Laporan kegiatan pengembangan diri dan ekstrakurikuler.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


II. STANDAR PROSES

10. Silabus dikembangkan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan 10. Sekolah/madrasah
mengembangkan silabus yang
berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi.
memuat komponen: (1) identitas
mata pelajaran, (2) identitas
sekolah/madrasah, (3) kompetensi
Dibuktikan dengan kelengkapan komponen dan isi silabus yang dimiliki inti, (4) kompetensi dasar, (5)
sekolah/madrasah untuk semua mata pelajaran. materi pokok, (6) kegiatan
pembelajaran, (7) penilaian, (8)
alokasi waktu, (9) sumber belajar.

A. Memuat 9 komponen dalam


silabus

B. Memuat 8 komponen dalam


silabus

C. Memuat 7 komponen dalam


silabus

D. Memuat 6 komponen dalam


silabus

E. Memuat kurang dari 6


komponen dalam silabus

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M
11.
RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau 11. Sekolah/madrasah
lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran mengembangkan RPP dari silabus,
siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). secara lengkap dan sistematis.
Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan
sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, A. 100% mata pelajaran
menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif,
serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
B. 95%-99% mata pelajaran
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP
disusun berdasarkan KD yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Komponen RPP yang lengkap terdiri atas: C. 90%-94% mata pelajaran

1) Identitas sekolah/madrasah.
D. 85%-89% mata pelajaran
2) Tema/subtema.
3) Kelas/semester. E. Kurang dari 85% mata
4) Materi pokok. pelajaran
5) Alokasi waktu.
6) Tujuan pembelajaran.
7) Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi.
8) Materi pembelajaran.
9) Metode pembelajaran
10) Media pembelajaran.
11) Sumber belajar.
12) Langkah-langkah pembelajaran.
13) Penilaian hasil pembelajaran.

Dibuktikan dengan menelaah isi RPP yang disusun oleh guru di sekolah/madrasah.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


12. Sekolah/madrasah mengalokasikan
waktu dan beban belajar sesuai
12. Ketentuan alokasi waktu dan beban belajar di SMP/MTs adalah sebagai berikut. ketentuan: (1) durasi 1 jam
pembelajaran, (2) beban belajar per
minggu, (3) beban belajar per
INDIKATOR SMP MTs semester, (4) beban belajar per
tahun pelajaran.
Durasi setiap satu jam 40 menit 40 menit
pembelajaran
A. Sesuai 4 ketentuan
Beban Belajar per minggu 38 jam 46 jam
pembelajaran pembelajaran
B. Sesuai 3 ketentuan
Beban Belajar per
semester: C. Sesuai 2 ketentuan

Kelas VII dan VIII 18-20 minggu 18-20 minggu


D. Sesuai 1 ketentuan

Kelas IX semester ganjil 18-20 minggu 18-20 minggu


E. Tidak ada yang sesuai ketentuan
Kelas IX semester 14-16 minggu 14-16 minggu
genap
Beban Belajar per tahun 36-40 minggu 36-40 minggu

Dibuktikan dengan:
1) Jadwal pembelajaran dan kalender akademik.
2) Pembagian tugas guru dan tugas tambahan lainnya. 3) Dokumen Silabus
Mata pelajaran.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


13. Jumlah siswa SMP/MTs dalam setiap rombongan belajar maksimum 32 orang. 13. Sekolah/madrasah melaksanakan
Jumlah tersebut bukan merupakan hasil perhitungan jumlah siswa di proses pembelajaran dengan
jumlah siswa per rombongan
sekolah/madrasah dibagi dengan jumlah rombongan belajar. belajar maksimum 32 orang.

A. Jumlah siswa per rombongan


Dibuktikan dengan melihat data siswa atau absensi siswa per kelas. belajar maksimum 32 orang.
B. Jumlah siswa per rombongan
belajar sebanyak 33-34 orang.
C. Jumlah siswa per rombongan
belajar sebanyak 35-36 orang.
D. Jumlah siswa per rombongan
belajar sebanyak 37-38 orang.
E. Jumlah siswa per rombongan
belajar lebih dari 39 orang.

14. Buku teks pelajaran adalah buku yang digunakan oleh guru dan siswa dalam 14. Siswa menggunakan buku teks
pembelajaran. Setiap siswa menggunakan buku teks atau buku elektronik (e-Book) pelajaran dalam proses
pembelajaran.
untuk semua mata pelajaran.
A. 100% menggunakan buku teks
Dibuktikan dengan: B. 95%-99% menggunakan buku
teks
1) Melihat pencantuman buku teks mata pelajaran dalam RPP.
C. 90%-94% menggunakan buku
2) Melihat daftar buku teks pelajaran. teks
3) Menanyakan kepada beberapa siswa tentang ketersediaan dan penggunaan D. 85%-89% menggunakan buku
buku teks pelajaran dalam bentuk cetak maupun eBook. teks
E. Kurang dari 85% menggunakan
buku teks

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


15. Pengelolaan kelas yang baik: 15. Guru melakukan pengelolaan kelas
yang baik dengan: (1) keteladanan
1) Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk siswa sesuai dengan tujuan dan dalam sikap spiritual, (2)
karakteristik proses pembelajaran. keteladanan dalam sikap sosial, (3)
pengaturan tempat, (4) pengaturan
2) Volume dan intonasi suara guru harus dapat didengar dengan baik oleh siswa. suara, (5) penggunaan kata-kata
3) Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar santun, lugas, dan mudah
dimengerti, (6) kemampuan belajar
siswa. siswa, (7) ketertiban kelas, (8)
4) Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, dan keselamatan penguatan dan umpan balik, (9)
keaktifan siswa, (10) berpakaian
dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. sopan, bersih, dan rapi, (11)
5) Guru mendorong dan menghargai siswa untuk bertanya dan mengemukakan menjelaskan silabus mata pelajaran
pada tiap awal semester, (12)
pendapat. ketepatan penggunaan waktu.
6) Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang A. Melakukan 12 kriteria
dijadwalkan.
B. Melakukan 10-11 kriteria

Dibuktikan dengan:
C. Melakukan 8-9 kriteria
1) Mengamati proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor dengan
memerhatikan keterlaksanaan enam hal di atas. D. Melakukan 6-7 kriteria
2) Melihat rekap hasil supervisi kelas oleh kepala sekolah/madrasah.
E. Melakukan kurang dari 6 kriteria

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


16. Dalam kegiatan pendahuluan pembelajaran, guru melakukan langkahlangkah berikut: 16. Guru memulai pembelajaran
1) Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti pembelajaran. dengan 5 langkah pendahuluan
berikut: (1) menyiapkan siswa
2) Memberi motivasi belajar siswa sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam secara psikis dan fisik untuk
kehidupan sehari-hari. mengikuti pembelajaran, (2)
memberi motivasi belajar siswa,
3) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya (3) mengajukan pertanyaan yang
dengan materi yang akan dipelajari. mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang
4) Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. akan dipelajari, (4) menjelaskan
5) Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus. tujuan pembelajaran, (5)
menyampaikan cakupan materi dan
penjelasan uraian kegiatan sesuai
Dibuktikan dengan: silabus.

1) Mengamati pelaksanaan langkah pendahuluan pembelajaran yang dilakukan A. 91%-100% guru melakukan 5
guru di kelas. langkah pendahuluan

2) Melihat kesesuaian antara RPP dengan pelaksanaan pembelajaran. 3) Melihat B. 81%-90% guru melakukan 5
langkah pendahuluan
rekap hasil supervisi kelas oleh kepala sekolah/madrasah.
C. 71%-80% guru melakukan 5
langkah pendahuluan

D. 61%-70% guru melakukan 5


langkah pendahuluan

E. Kurang dari 61% guru


melakukan 5 langkah pendahuluan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


17. Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran yang disesuaikan dengan 17. Guru menggunakan model
karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran. pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik siswa dan mata
Model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama,
pelajaran.
ciri, sintak, pengaturan, dan budaya misalnya discovery learning, project-based
learning, problem-based learning, inquiry learning. A. 91%-100% guru menggunakan
model yang sesuai
Dibuktikan dengan:
B. 81%-90% guru menggunakan
1) Menelaah ragam model pembelajaran yang digunakan guru dalam: model yang sesuai
a) RPP.
b) proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor. C. 71%-80% guru menggunakan
2) Wawancara dengan guru dan siswa. model yang sesuai
D. 61%-70% guru menggunakan
model yang sesuai
E. Kurang dari 61% guru
menggunakan model yang sesuai

18. Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan metode pembelajaran 18. Guru menggunakan metode
yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran. pembelajaran yang sesuai
karakteristik siswa dan mata
Metode pembelajaran antara lain: Ceramah, Demonstrasi, Diskusi, Belajar pelajaran.
Mandiri, Simulasi, Curah Pendapat, Studi Kasus, Seminar, Tutorial, Deduktif,
dan Induktif. A. 91%-100% guru menggunakan
metode yang sesuai

Dibuktikan dengan: B. 81%-90% guru menggunakan


1) Menelaah ragam metode pembelajaran yang digunakan guru dalam: metode yang sesuai
a) RPP. C. 71%-80% guru menggunakan
b) Proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor. metode yang sesuai
2) Wawancara dengan guru dan siswa.
D. 61%-70% guru menggunakan
metode yang sesuai
E. Kurang dari 61% guru
menggunakan metode yang sesuai

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


19. Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan media pembelajaran yang 19. Guru menggunakan media
pembelajaran yang sesuai
disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran. karakteristik siswa dan mata
Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran bisa berupa hasil karya pelajaran.

inovasi guru maupun yang sudah tersedia. A. 91%-100% guru menggunakan


media yang sesuai
B. 81%-90% guru menggunakan
Dibuktikan dengan: media yang sesuai

1) Menelaah ragam media pembelajaran yang digunakan guru dalam: C. 71%-80% guru menggunakan
media yang sesuai
a) RPP.
D. 61%-70% guru menggunakan
b) Proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor. media yang sesuai
2) Wawancara dengan guru dan siswa. E. Kurang dari 61% guru
menggunakan media yang sesuai

20. Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan sumber belajar yang 20. Guru menggunakan sumber belajar
yang sesuai karakteristik siswa dan
disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran. mata pelajaran.

Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau
A. 91%-100% guru menggunakan
sumber belajar lain yang relevan. sumber belajar yang sesuai
B. 81%-90% guru menggunakan
Dibuktikan dengan:
sumber belajar yang sesuai 5
1) Menelaah ragam sumber belajar yang digunakan guru dalam: C. 71%-80% guru menggunakan
a) RPP. sumber belajar yang sesuai

b) Proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor. D. 61%-70% guru menggunakan
sumber belajar yang sesuai
2) Wawancara dengan guru dan siswa.
E. Kurang dari 61% guru
menggunakan sumber belajar yang
sesuai

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


21. Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan pendekatan pembelajaran 21. Guru menggunakan pendekatan
yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran pembelajaran yang sesuai
karakteristik siswa dan mata
Pemilihan pendekatan tematik dan/atau tematik terpadu dan/atau saintifik
pelajaran.
dan/atau inkuiri dan penyingkapan dan/atau pembelajaran yang menghasilkan
karya berbasis pemecahan masalah disesuaikan dengan karakteristik kompetensi
dan jenjang pendidikan. Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu A. 91%-100% guru menggunakan
alternatif yang dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima, menjalankan, pendekatan yang sesuai
menghargai, menghayati, hingga mengamalkan.
Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, B. 81%-90% guru menggunakan
menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta. Untuk memperkuat pendekatan pendekatan yang sesuai
saintifik, tematik terpadu, dan tematik sangat disarankan untuk menerapkan
belajar berbasis penyingkapan/penelitian. Untuk mendorong siswa menghasilkan C. 71%-80% guru menggunakan
karya kreatif dan kontekstual, baik individual maupun kelompok, disarankan pendekatan yang sesuai
menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis
pemecahan masalah.
D. 61%-70% guru menggunakan
Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, pendekatan yang sesuai
menyaji, dan mencipta. Seluruh isi materi mata pelajaran yang diturunkan dari
keterampilan harus mendorong siswa untuk melakukan proses pengamatan hingga
penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu melakukan E. Kurang dari 61% guru
pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis penyingkapan/penelitian menggunakan pendekatan yang
dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah. sesuai

Dibuktikan dengan:
1) Menelaah ragam pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dalam:
a) RPP.
b) Proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor.
2) Wawancara dengan guru dan siswa.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


22. Dalam kegiatan penutup, guru bersama siswa baik secara individual maupun 22. Guru bersama siswa mengakhiri
pembelajaran dengan langkah
kelompok melakukan refleksi untuk:
penutup berikut: (1) mengevaluasi
1) Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang seluruh rangkaian aktivitas
pembelajaran, (2) memberikan
diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung
umpan balik terhadap proses dan
maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung. hasil pembelajaran, (3) melakukan
kegiatan tindak lanjut, (4)
2) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
menginformasikan rencana kegiatan
3) Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas pembelajaran berikutnya.
individual maupun kelompok.
A. 91%-100% guru melakukan 4
4) Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan langkah penutup
berikutnya.
B. 81%-90% guru melakukan 4
langkah penutup
Dibuktikan dengan:
1) Mengamati pelaksanaan langkah penutupan pembelajaran yang dilakukan C. 71%-80% guru melakukan 4
langkah penutup
guru di kelas.
2) Melihat kesesuaian antara RPP dengan pelaksanaan pembelajaran. 3) Melihat
D. 61%-70% guru melakukan 4
rekap hasil supervisi kelas oleh kepala sekolah/madrasah. langkah penutup

E. Kurang dari 61% guru melakukan


4 langkah penutup

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


23. Penilaian otentik (authentic assesment) menilai kesiapan siswa, proses, dan 23. Guru menggunakan pendekatan
hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut penilaian otentik dalam penilaian
akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar siswa yang proses pembelajaran.
mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) pada aspek
pengetahuan dan dampak pengiring (nurturant effect) pada aspek sikap. A. 91%-100% guru menggunakan
Guru dalam proses pembelajaran melakukan penilaian otentik secara pendekatan penilaian otentik
komprehensif, baik di kelas, bengkel kerja, laboratorium, maupun tempat B. 81%-90% guru menggunakan
praktik kerja, dengan menggunakan: angket, observasi, catatan anekdot, pendekatan penilaian otentik
dan refleksi.
Dibuktikan dengan: C. 71%-80% guru menggunakan
1) Memeriksa dokumen: pendekatan penilaian otentik
a) Instrumen penilaian otentik. D. 61%-70% guru menggunakan
b) Bukti pelaksanaan penilaian otentik. pendekatan penilaian otentik
c) Hasil penilaian otentik.
E. Kurang dari 61% guru menggunakan
2) Wawancara dengan guru
pendekatan penilaian otentik

24. Guru memanfaatkan hasil penilaian otentik untuk merencanakan program 24. Guru memanfaatkan hasil penilaian
remedial, pengayaan, dan pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik untuk merencanakan program:
(1) remedial, (2) pengayaan (3)
otentik dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pelayanan konseling, (4) perbaikan
pembelajaran sesuai Standar Penilaian Pendidikan. proses pembelajaran.
A. 91%-100% guru memanfaatkan
untuk 4 kegiatan
Dibuktikan dengan dokumen perencanaan program: B. 81%-90% guru memanfaatkan
1) Remedial. untuk 4 kegiatan 5
C. 71%-80% guru memanfaatkan
2) Pengayaan.
untuk 4 kegiatan
3) Pelayanan konseling. D. 61%-70% guru memanfaatkan
4) Perbaikan proses pembelajaran. untuk 4 kegiatan
E. Kurang dari 61% guru
memanfaatkan untuk 4 kegiatan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


25. Kepala sekolah/madrasah melakukan pengawasan proses pembelajaran 25. Kepala sekolah/madrasah melakukan
dengan prinsip: pengawasan proses pembelajaran dengan
objektif dan transparan guna peningkatan
1) Objektif, menggunakan kriteria yang sama terhadap semua yang diawasi. mutu secara berkelanjutan.
2) Transparan, dilakukan secara terbuka dan diinformasikan kepada semua A. Dilakukan secara objektif dan
pihak terkait. transparan, dan digunakan untuk
Hasil pengawasan diinformasikan kepada pihak terkait, dan digunakan peningkatan mutu
untuk peningkatan mutu sekolah/madrasah secara berkelanjutan.
B. Dilakukan secara objektif dan
Dibuktikan dengan:
transparan, tetapi tidak digunakan untuk
1) Dokumen bukti perencanaan dan pelaksanaan pengawasan yang peningkatan mutu
dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah, serta tindak lanjut hasil
C. Dilakukan secara objektif dan tertutup,
pengawasan dalam peningkatan mutu secara berkelanjutan.
dan tidak digunakan untuk peningkatan
2) Mewawancarai beberapa guru tentang pelaksanaan pengawasan yang mutu
dilakukan kepala sekolah/madrasah
D. Dilakukan secara subjektif dan tertutup,
dan tidak digunakan untuk peningkatan
mutu

E. Tidak melakukan pengawasan

26. Kepala sekolah/madrasah melakukan pengawasan dalam bentuk supervisi 26. Kepala sekolah/madrasah melakukan
supervisi proses pembelajaran terhadap
proses pembelajaran terhadap guru setiap tahun dalam 3 (tiga) tahun seluruh guru setiap tahun.
terakhir. A. Menyupervisi 91%-100% guru

B. Menyupervisi 81%-90% guru


Dibuktikan dengan memeriksa dokumen bukti pelaksanaan supervisi proses
C. Menyupervisi 71%-80% guru
pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah atau guru senior
D. Menyupervisi 61%-70% guru
yang diberi wewenang oleh kepala sekolah/madrasah.
E. Menyupervisi kurang dari 61% guru

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


27. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, 27. Kepala sekolah/madrasah memantau
proses pembelajaran melalui:
pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan dilakukan
(1) diskusi kelompok terfokus, (2)
melalui diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, pengamatan, (3) pencatatan, (4)
wawancara, dan dokumentasi. perekaman, (5) wawancara, (6)
pendokumentasian.

A. Melalui 5 atau lebih cara pemantauan


Dibuktikan dengan:
1) Dokumen bukti pemantauan proses pembelajaran yang dilakukan kepala B. Melalui 4 cara pemantauan

sekolah/madrasah. C. Melalui 3 cara pemantauan

2) Wawancara dengan guru tentang pelaksanaan pemantauan. D. Melalui 2 cara pemantauan


3) Wawancara dengan siswa tentang pelaksanaan pemantauan. E. Kurang dari 2 cara pemantauan

28. Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah pada 28. Kepala sekolah/madrasah menindaklanjuti
hasil supervisi proses pembelajaran
tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran yang dengan cara: (1) pemberian contoh, (2)
ditindaklanjuti dengan cara: pemberian contoh, diskusi, konsultasi, atau diskusi, (3) konsultasi, (4) pelatihan.

pelatihan.
A. Menindaklanjuti dengan 4 cara

B. Menindaklanjuti dengan 3 cara


Dibuktikan dengan:
C. Menindaklanjuti dengan 2 cara
1) Memeriksa dokumen bukti tindak lanjut supervisi proses pembelajaran
yang dilakukan kepala sekolah. D. Menindaklanjuti dengan 1 cara

2) Wawancara dengan guru tentang tindak lanjut hasil supervisi. E. Tidak menindaklanjuti

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


29. Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran 29. Kepala sekolah/madrasah menyusun: (1)
laporan pemantauan, (2) laporan supervisi,
disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut
(3) laporan evaluasi proses pembelajaran,
pengembangan keprofesian pendidik secara berkelanjutan. (4) program tindak lanjut.

A. Menyusun laporan 3 kegiatan dan


Dibuktikan dengan: program tindak lanjut

1) Laporan hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran B. Menyusun laporan 3 kegiatan dan tidak
merencanakan program tindak lanjut
yang dilakukan kepala sekolah/madrasah.
2) Dokumen program tindak lanjut hasil pengawasan. C. Menyusun laporan 2 kegiatan

D. Menyusun laporan 1 kegiatan.

E. Tidak menyusun laporan kegiatan

30. Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk: 30. Kepala sekolah/madrasah melakukan
tindak lanjut terhadap hasil pengawasan
1) Penguatan dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja proses pembelajaran, minimal 1 tahun
yang memenuhi atau melampaui standar. terakhir.

2) Pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti program A. Menindaklanjuti 91%-100% hasil
pengawasan
pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).
B. Menindaklanjuti 81%-90% hasil
pengawasan
Dibuktikan dengan:
C. Menindaklanjuti 71%-80% hasil
1) Dokumen bukti pelaksanaan tindak lanjut pengawasan yang dilakukan pengawasan
kepala sekolah/madrasah berupa:
D. Menindaklanjuti 61%-70% hasil
a) Bukti keikutsertaan guru dalam program PKB. pengawasan
b) Bukti pemberian penguatan dan penghargaan. E. Menindaklanjuti kurang dari 61% hasil
2) Wawancara dengan guru tentang tindak lanjut hasil pengawasan. pengawasan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

31. Sekolah/madrasah memfasilitasi berbagai kegiatan untuk memotivasi siswa 31. Siswa memiliki perilaku yang
agar memiliki perilaku dan mengembangkan sikap orang beriman melalui mencerminkan sikap beriman dan
pembiasaan (budaya sekolah) dalam menghargai dan menghayati sesuai bertakwa kepada Tuhan YME, sesuai
dengan ajaran agama yang dianut, meliputi: dengan perkembangan siswa yang
diperoleh dari pengalaman pembelajaran
1) Integrasi pengembangan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan
melalui pembiasaan: (1) integrasi
YME dalam kegiatan pembelajaran. pengembangan sikap beriman dan
2) Berdoa setiap memulai dan mengakhiri kegiatan. bertakwa kepada Tuhan YME dalam
3) Santun dalam berbicara dan berperilaku. kegiatan pembelajaran, (2) berdoa setiap
memulai dan mengakhiri kegiatan, (3)
4) Berpakaian sopan sesuai aturan sekolah/madrasah. santun dalam berbicara dan berperilaku,
5) Mengucapkan salam saat masuk kelas. (4) berpakaian sopan sesuai aturan
6) Melaksanakan kegiatan ibadah. sekolah/madrasah, (5) mengucapkan
salam saat masuk kelas, (6)
7) Mensyukuri setiap nikmat yang diperoleh.
melaksanakan kegiatan ibadah, (7)
8) Menumbuhkan sikap saling menolong/berempati. mensyukuri setiap nikmat yang diperoleh,
9) Menghormati perbedaan. (8) menumbuhkan sikap saling menolong/
berempati, (9) menghormati perbedaan,
10) Antre saat bergantian memakai fasilitas sekolah/madrasah.
(10) antre saat bergantian memakai
fasilitas sekolah/madrasah.
Dibuktikan dengan:
 A. Melaksanakan 9 kegiatan
1) Dokumen:
pembiasaan atau lebih
a) Program sekolah/madrasah melalui Rencana Kerja dan Pelaksanaan
Program.  B. Melaksanakan 7-8 kegiatan
pembiasaan
b) Foto-foto kegiatan yang mencerminkan sikap religius siswa.
 C. Melaksanakan 5-6 kegiatan
2) Observasi lingkungan tentang aktivitas yang dilakukan oleh siswa baik
pembiasaan
dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
3) Wawancara dengan kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga  D. Melaksanakan 3-4 kegiatan
kependidikan, pengurus OSIS, dan komite sekolah/madrasah. pembiasaan
 E. Melaksanakan kurang dari 3
kegiatan pembiasaan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


32. Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan
32. Sekolah/madrasah memfasilitasi berbagai kegiatan untuk menumbuhkan sikap sosial
sikap sosial dengan karakter: (1) jujur dan
dengan karakter jujur dan bertanggungjawab, peduli, gotong-royong dan
bertanggung jawab, (2) peduli, (3) gotong-
demokratis, percaya diri, serta nasionalisme:
royong dan demokratis, (4) percaya diri,
1) Karakter Jujur dan Bertanggungjawab: (5) nasionalisme yang diperoleh melalui
a) Melaksanakan tugas individu dengan baik. kegiatan pembelajaran dan pembiasaan.
b) Menerima risiko dari tindakan yang dilakukan.
c) Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan. d) Menepati
janji. A. Melaksanakan 5 kegiatan atau lebih
2) Karakter Peduli:
a) Menumbuhkan sikap saling menolong antarsesama: membantu orang yang
B. Melaksanakan 4 kegiatan
membutuhkan, menjenguk dan mendoakan orang yang sakit, dan lain-lain.
b) Menumbuhkan sikap sadar lingkungan bersih dan sehat: membuang
sampah pada tempatnya, memungut sampah yang dijumpai, menghemat C. Melaksanakan 3 kegiatan
penggunaan air dan listrik, penghijauan di lingkungan sekolah/madrasah,
dan lain-lain.
3) Karakter Gotong Royong dan Demokratis: D. Melaksanakan 2 kegiatan
a) Melaksanakan kegiatan bersama-sama antara lain: Penataan ruang kelas,
bakti sosial, bank sampah yang bekerja sama dengan pihak terkait.
b) Aktif dalam diskusi kelompok, pengembangan bakat, dan minat siswa. E. Melaksanakan kurang dari 2 kegiatan
c) Mengikutsertakan siswa dalam penyusunan tata tertib sekolah/madrasah.
4) Karakter Percaya Diri:
a) Mampu membuat keputusan dan bertindak dengan cepat.
b) Tidak mudah putus asa.
c) Berani presentasi, menjawab pertanyaan, berpendapat, dan bertanya
dalam berbagai kesempatan.
5) Karakter Nasionalisme:
a) Menghargai dan menjaga keragaman dan kekayaan budaya bangsa.
b) Rela berkorban.
c) Disiplin dan taat hukum.

Dibuktikan dengan:
1) Dokumen:
a) Rencana dan laporan pelaksanaan kegiatan.
b) Dokumentasi kegiatan.
c) Catatan konselor/guru BK.
d) Jurnal siswa dan guru.
2) Observasi aktivitas siswa terkait dengan pengembangan karakter melalui kegiatan
intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
3) Wawancara dengan wali kelas, guru BK, dan siswa.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


33. Sekolah/madrasah memiliki program gerakan literasi yang mencerminkan 33. Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan
sikap pembelajar sejati sepanjang hayat diwujudkan dalam aktivitas sikap pembelajar sejati sepanjang hayat
pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas, melalui sesuai dengan perkembangan anak, yang
pembiasaan program tersebut, meliputi: diperoleh dari pengalaman pembelajaran
dan pembiasaan melalui gerakan literasi
sekolah/madrasah, meliputi: (1)
1) Perencanaan dan penilaian program literasi. perencanaan dan penilaian program literasi,
(2) waktu yang cukup untuk kegiatan
2) Disediakan waktu yang cukup untuk kegiatan literasi. literasi, (3) membaca buku, (4) lomba
3) Membaca/menulis buku dan bacaan lainnya di ruang baca/pojok terkait literasi, (5) memajang karya tulis,
baca/tempat yang tersedia. (6) Penghargaan berkala untuk siswa, (7)
Pelatihan literasi.
4) Menyelenggarakan lomba yang terkait dengan literasi.
5) Memajang karya tulis siswa (berupa puisi, artikel, biografi, sejarah, dan
lain-lain) dan merotasi secara berkala. A. Melaksanakan 6 kegiatan atau lebih
6) Penghargaan terhadap prestasi siswa secara berkala.
B. Melaksanakan 5 kegiatan
7) Pelatihan tentang literasi.

C. Melaksanakan 4 kegiatan
Dibuktikan dengan:
1) Dokumen: D. Melaksanakan 3 kegiatan
a) Rencana dan laporan pelaksanaan kegiatan literasi.
E. Melaksanakan kurang dari 3 kegiatan
b) Dokumentasi kegiatan.
2) Observasi aktivitas siswa terkait dengan pelaksanaan gerakan literasi.
3) Wawancara dengan kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga
kependidikan, pengurus OSIS, dan komite sekolah/madrasah.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


34. Untuk memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sehat jasmani dan 34. Siswa memiliki perilaku yang
rohani, setiap siswa terlibat dalam seluruh kegiatan baik intrakurikuler, mencerminkan sikap sehat jasmani dan
kokurikuler, dan ekstrakurikuler melalui kegiatan kesiswaan, berupa: 1) rohani melalui keterlibatan dalam kegiatan
Olah raga. kesiswaan, berupa: (1) Olah raga, (2)
Seni, (3) Kepramukaan, (4) UKS, (5)
2) Seni.
Keagamaan, (6) Lomba yang terkait
3) Kepramukaan. dengan kesehatan jasmani dan rohani.
4) UKS.
5) Keagamaan.
A. Melaksanakan 6 kegiatan kesiswaan atau
6) Lomba yang terkait dengan kesehatan jasmani dan rohani. lebih

Dibuktikan dengan:
B. Melaksanakan 5 kegiatan kesiswaan
1) Dokumen:
a) Program, laporan, dan dokumentasi kegiatan kesiswaan.
C. Melaksanakan 4 kegiatan kesiswaan
b) Kehadiran siswa dalam pembelajaran.
c) Kegiatan ekstrakurikuler wajib maupun pilihan.
D. Melaksanakan 3 kegiatan kesiswaan
d) Kegiatan UKS yang meliputi kantin sehat, bina mental untuk
pencegahan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat
Adiktif) , HIV/AIDS, tindak kekerasan, dan lain-lain. E. Melaksanakan kurang dari 3 kegiatan
kesiswaan
e) Prestasi dalam bidang olah raga dan seni.
f) Catatan perkembangan siswa dari guru PJOK, wali kelas, guru BK,
dan kepala sekolah/madrasah.
2) Wawancara:
a) Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pembina dan pengurus
OSIS.
b) Siswa.
c) Komite sekolah/madrasah.
3) Observasi lingkungan sekolah yang meliputi kantin, UKS, dan aktivitas
lain yang relevan.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


35. Pengetahuan faktual yakni pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks 35. Siswa memiliki pengetahuan: (1) faktual,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan
(2) konseptual, (3) prosedural, (4)
masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan
metakognitif pada tingkat teknis, spesifik,
internasional
detil, dan kompleks yang diperoleh dari
pengalaman pembelajaran dan kegiatan.
Pengetahuan konseptual yakni pengetahuan terminologi/istilah dan klasifikasi,
kategori, prinsip, generalisasi, teori, model, dan struktur yang digunakan terkait
dengan pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu A. Semua mata pelajaran memuat 4 aspek
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan pengetahuan
alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

Pengetahuan prosedural yakni pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau


B. 11-12 mata pelajaran memuat 4 aspek
kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode, dan pengetahuan
kriteria untuk menentukan prosedur yang sesuai berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya, terkait dengan masyarakat dan
C. 9-10 mata pelajaran memuat 4 aspek
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.
pengetahuan
Pengetahuan metakognitif yakni pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri
sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan teknis, detail, D. 7-8 mata pelajaran memuat 4 aspek
spesifik, kompleks, kontekstual dan kondisional berkenaan dengan ilmu pengetahuan
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan
alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.
E. Kurang dari 7 mata pelajaran memuat 4
Dibuktikan dengan: aspek pengetahuan
1) Dokumen:
a) Silabus setiap mata pelajaran.
b) RPP setiap mata pelajaran.
c) Portofolio dan laporan kegiatan.
d) Penilaian.
2) Observasi:
a) Proses kegiatan pembelajaran di kelas atau di luar kelas.
b) Sarana dan prasarana yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran.
3) Wawancara:
a) Guru.
b) Siswa.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


36. Sekolah/madrasah memfasilitasi siswa untuk memiliki keterampilan 36. Siswa memiliki keterampilan berpikir
berpikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan kreatif, produktif, dan kritis, melalui
komunikatif melalui pengalaman pembelajaran dan kegiatan, meliputi: pendekatan ilmiah sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di
1) Kegiatan di dalam/luar kelas yang menumbuhkan keterampilan berpikir
satuan pendidikan dan sumber lain
kreatif, produktif, dan kritis.
secara mandiri, yang diperoleh dari
2) Praktik di laboratorium. pengalaman pembelajaran dan
3) Penelitian sederhana. kegiatan, meliputi: (1) kegiatan di
dalam/luar kelas, (2) praktik di
4) Studi wisata.
laboratorium, (3) penelitian sederhana,
5) Seminar atau workshop. (4) studi wisata, (5) seminar atau
6) Peragaan atau pameran. workshop, (6) peragaan atau pameran
(7) pementasan karya seni.
7) Pementasan karya seni.
 A. Melaksanakan 7 kegiatan atau lebih
Dibuktikan dengan:
1) Dokumen:  B. Melaksanakan 6 kegiatan
a) Program pembelajaran.
b) Laporan praktik.  C. Melaksanakan 5 kegiatan
c) Laporan penelitian.
d) Laporan pelaksanaan studi wisata, seminar, workshop, peragaan,  D. Melaksanakan 4 kegiatan
pameran, dan pementasan karya seni, dll.
2) Observasi:  E. Melaksanakan kurang dari 4 kegiatan
a) Proses pembelajaran baik kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler.
b) Proses pembelajaran di Laboratorium.
3) Wawancara:
a) Guru.
b) Siswa.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


37.Sekolah/madrasah memfasilitasi siswa untuk memiliki keterampilan 37. Siswa memiliki keterampilan bertindak
bertindak secara mandiri, kolaboratif, dan komunikatif melalui pendekatan secara mandiri, kolaboratif, dan
ilmiah sebagai pengembangan dari yang dipelajari pada satuan pendidikan komunikatif, melalui pendekatan ilmiah
dan sumber lain secara mandiri yang diperoleh dari pengalaman sebagai pengembangan dari yang
pembelajaran dan kegiatan, meliputi: dipelajari pada satuan pendidikan dan
sumber lain secara mandiri, yang
1) Penugasan individu.
diperoleh dari pengalaman pembelajaran
2) Penugasan kelompok. dan kegiatan, meliputi: (1) penugasan
individu, (2) penugasan kelompok, (3)
3) Pelaporan tugas/kegiatan.
pelaporan tugas/kegiatan, (4)
4) Presentasi hasil penugasan. mempresentasikan hasil penugasan, (5)
keterlibatan dalam kepanitiaan, (6)
5) Keterlibatan dalam kepanitiaan.
keterlibatan dalam berbagai lomba karya
6) Keterlibatan dalam penyusunan program sekolah/madrasah. ilmiah.

 A. Melaksanakan 6 kegiatan atau


Dibuktikan dengan: lebih

1) Dokumen:
 B. Melaksanakan 5 kegiatan
a) RPP yang memuat penugasan individu dan kelompok.
b) Laporan tugas dan kegiatan oleh siswa.  C. Melaksanakan 4 kegiatan
c) Bahan dan dokumentasi presentasi tugas.
d) SK Kepanitiaan dan laporan kegiatan.  D. Melaksanakan 3 kegiatan

e) Surat Tugas/SK tentang penyusunan program sekolah/ madrasah.


 E. Melaksanakan kurang dari 3
2) Observasi: kegiatan
a) Proses pembelajaran di dalam dan luar kelas.
b) Proses pembelajaran di laboratorium.
3) Wawancara:
a) Guru.
b) Siswa.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

38. Guru SMP/MTs memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau 38. Guru memiliki kualifikasi akademik
minimum sarjana (S1) atau diploma empat
diploma empat (D4) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang (D4) dari program studi terakreditasi.
diajarkan/diampu, diperoleh dari lembaga dan program studi terakreditasi.
A. 100% berpendidikan S1/D4, dan ada
yang berpendidikan S2/S3

B. 91%-100% berpendidikan S1/D4


Dibuktikan dengan fotokopi ijazah.
C. 81%-90% berpendidikan S1/D4

D. 71%-80% berpendidikan S1/D4

E. Kurang dari 71% berpendidikan S1/D4

39. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. 39. Guru memiliki sertifikat pendidik.

Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga A. 86%-100% memiliki sertifikat pendidik
Kependidikan (LPTK) yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah.
B. 71%-85% memiliki sertifikat pendidik

Dibuktikan dengan menelaah dokumen sertifikat pendidik yang dimiliki guru. C. 56%-70% memiliki sertifikat pendidik

D. 41%-55% memiliki sertifikat pendidik

E. Kurang dari 41% memiliki sertifikat


pendidik

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


40. Kualifikasi akademik yang dipersyaratkan untuk dapat diangkat sebagai 40. Guru mengampu mata pelajaran sesuai
dengan latar belakang pendidikan dan/atau
guru dalam bidang-bidang khusus yang sangat diperlukan, tetapi belum
uji kelayakan dan kesetaraan.
dikembangkan di perguruan tinggi dapat diperoleh melalui uji kelayakan
A. 91%-100% sesuai
dan kesetaraan. Uji kelayakan dan kesetaraan bagi seseorang yang
memiliki keahlian tanpa ijazah dilakukan oleh perguruan tinggi dan B. 81%-90% sesuai
program studi terakreditasi yang diberi wewenang untuk
melaksanakannya. C. 71%-80% sesuai

D. 61%-70% sesuai
Pengecekan kesesuaian, minimal 1 (satu) mata pelajaran sesuai dengan
latar belakang disiplin ilmunya. Mata pelajaran dalam rumpun yang E. Kurang dari 61% sesuai
V. sama dianggap sama dengan latar belakang pendidikan (merujuk
peraturan sertifikasi guru).

Dibuktikan dengan mengecek kesesuaian ijazah setiap guru dan/atau uji


kelayakan dan kesetaraan dengan mata pelajaran yang diampu.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


41. Guru yang mempunyai kompetensi pedagogik menguasai karakteristik 41. Guru mata pelajaran memiliki kompetensi
siswa dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual, pedagogik, meliputi:
meliputi: (1) mengintegrasikan karakteristik siswa,
1) Mengintegrasikan karakteristik siswa dari aspek fisik, agama dan (2) pembelajaran yang sesuai dengan
moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual dalam karakteristik siswa, (3) merancang
pembelajaran. (K1) kegiatan pembelajaran siswa berdasarkan
2) Memilih teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang sesuai kurikulum, (4) menyelenggarakan
dengan karakteristik siswa. (K2) pembelajaran yang mendidik, (5)
menggunakan teknologi informasi dan
3) Merancang kegiatan pembelajaran siswa berdasarkan kurikulum. komunikasi, (6) mengembangkan potensi
(K3) siswa, (7) berkomunikasi secara efektif,
4) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. (K4) empati, dan santun, (8) melaksanakan
5) Menggunakan TIK serta bahan ajar untuk kepentingan penilaian proses dan hasil belajar, (9)
penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik. (K5) menggunakan hasil penilaian proses dan
6) Mengembangkan potensi siswa untuk mengaktualisasikan berbagai hasil belajar, (10) melakukan tindakan
reflektif.
potensi yang dimiliki. (K6)
7) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan siswa. A. 91%-100% guru memiliki kompetensi
(K7) pedagogik
8) Melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar. (K8)
9) Menggunakan hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk B. 81%-90% guru memiliki kompetensi
meningkatkan kualitas pembelajaran. (K9) pedagogik
10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas
pembelajaran.
C. 71%-80% guru memiliki kompetensi
(K10)
pedagogik

Dibuktikan dengan:
D. 61%-70% guru memiliki kompetensi
1) Menelaah RPP sesuai kurikulum yang berlaku. pedagogik
2) Mengamati proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih oleh asesor
dengan memerhatikan keterlaksanaan sepuluh hal di atas.
E. Kurang dari 61% guru memiliki
3) Menelaah hasil penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan oleh kompetensi pedagogik
guru.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


42. Kompetensi profesional meliputi: 42. Guru memiliki kompetensi profesional,
meliputi: (1) menguasai materi, struktur,
1) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang
konsep, dan pola pikir keilmuan yang
mendukung mata pelajaran yang diampu. (K1)
mendukung mata pelajaran yang diampu,
2) Menguasai kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran yang (2) menguasai kompetensi inti dan
diampu. (K2) kompetensi dasar mata pelajaran yang
diampu, (3) mengembangkan materi
3) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. (K3)
pembelajaran yang diampu secara kreatif,
4) Mengembangkan keprofesian secara berkelanjutan dengan melakukan (4) mengembangkan keprofesian secara
tindakan reflektif. (K4) berkelanjutan dengan melakukan tindakan
reflektif, (5) memanfaatkan teknologi
5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi
informasi dan komunikasi.
dan mengembangkan diri. (K5)

A. 91%-100% guru memiliki kompetensi


Dibuktikan dengan: profesional

1) Mengamati pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas.


B. 81%-90% guru memiliki kompetensi
2) Melihat kesesuaian antara RPP dan kesesuaian profesional
pelaksanaan pembelajaran.
3) Melihat Rekapitulasi hasil Uji Kompetensi Guru (UKG). C. 71%-80% guru memiliki kompetensi
4) Laporan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di profesional
MGMP.
5) Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dibuat guru. D. 61%-70% guru memiliki kompetensi
profesional

E. Kurang dari 61% guru memiliki


kompetensi profesional

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


43. Guru mempunyai kompetensi kepribadian yang meliputi: 43. Guru memiliki kompetensi kepribadian,
meliputi: (1) bertindak sesuai dengan
1) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan norma agama, hukum, sosial, dan
nasional Indonesia. (K1) kebudayaan, (2) menampilkan diri
sebagai pribadi yang jujur, berakhlak
2) Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan mulia, dan teladan, (3) menampilkan diri
teladan bagi siswa dan masyarakat. (K2) sebagai pribadi yang mantap, stabil,
dewasa, arif, dan berwibawa, (4)
3) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan menunjukkan etos kerja, tanggung jawab,
berwibawa. (K3) rasa bangga menjadi guru, dan rasa
percaya diri, (5) menjunjung tinggi kode
4) Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga etik profesi.
menjadi guru, dan rasa percaya diri. (K4) A. 91%-100% guru memiliki kompetensi
5) Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. (K5) kepribadian

B. 81%-90% guru memiliki kompetensi


Dibuktikan dengan: kepribadian  C. 71%-80% guru
1) Dokumen pernyataan kepala sekolah/madrasah bahwa tidak ada satu memiliki kompetensi kepribadian

pun guru yang tersangkut perkara kriminal dan tidak ada pengaduan
D. 61%-70% guru memiliki kompetensi
dari masyarakat atau pakta integritas dalam satu tahun terakhir. kepribadian
2) Wawancara dengan kepala sekolah/madrasah, komite, dan siswa.
E. Kurang dari 61% guru memiliki
kompetensi kepribadian

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


44. Guru mempunyai kompetensi sosial yang dibuktikan dengan: 44. Guru memiliki kompetensi sosial yang
ditunjukkan melalui komunikasi yang
1) Komunikasi sesama guru dibuktikan melalui pengamatan asesor
efektif dan santun dengan: (1) sesama
selama visitasi. guru, (2) tenaga kependidikan, (3) siswa,
(4) orangtua siswa, (5) masyarakat.
2) Komunikasi guru dengan tenaga kependidikan dibuktikan melalui
pengamatan asesor selama visitasi. A. 91%-100% guru memiliki kompetensi
sosial
3) Komunikasi guru dengan siswa dibuktikan melalui wawancara,
observasi kelas, dan melihat hasil supervisi kepala sekolah/madrasah. B. 81%-90% guru memiliki kompetensi
4) Komunikasi guru dengan orang tua dibuktikan melalui dokumen. sosial  C. 71%-80% guru memiliki
kompetensi sosial
pertemuan berkala guru dengan orang tua dan catatan guru BK.
5) Komunikasi guru dengan masyarakat dibuktikan melalui dokumen D. 61%-70% guru memiliki kompetensi
pertemuan guru dengan masyarakat. sosial

E. Kurang dari 61% guru memiliki


Dibuktikan melalui wawancara dengan kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga kompetensi sosial
kependidikan, komite, dan beberapa siswa.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


45. Guru Bimbingan Konseling (BK) memiliki kompetensi profesional yang 45. Guru Bimbingan Konseling (BK) memiliki
meliputi: kompetensi profesional yang meliputi: (1)
1) Penguasaan konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, penguasaan konsep dan praksis asesmen,(2)
kebutuhan, dan masalah konseli. penguasaan kerangka teoretis dan praksis,
2) Penguasaan kerangka teoretis dan praksis bimbingan dan konseling. (3) perencanaan program, (4) pelaksanaan
3) Perencanaan program bimbingan dan konseling. program, (5) penilaian proses dan hasil
4) Pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang komprehensif. kegiatan, (6) komitmen terhadap etika
5) Penilaian proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling. profesional, (7) penguasaan konsep dan
6) Komitmen terhadap etika profesional. praksis penelitian.
7) Penguasaan konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan A. 91%-100% guru BK memiliki kompetensi
konseling. profesional
B. 81%-90% guru BK memiliki kompetensi
Dibuktikan dengan: profesional
1) Kepemilikan ijazah BK dan sertifikat konselor.
2) Dokumen program bimbingan dan konseling. C. 71%-80% guru BK memiliki kompetensi
3) Dokumen pelaksanaan bimbingan dan konseling. profesional
4) Dokumen hasil penelitian bimbingan dan konseling. D. 61%-70% guru BK memiliki kompetensi
5) Pedoman wawancara dan asesmen dengan siswa. 6) Gambar pohon profesional
karier dan pohon jabatan.
E. Kurang dari 61% guru BK memiliki
kompetensi profesional

46. Penyelenggaraan bimbingan dan konseling pada SMP/MTs dilakukan oleh 46. Rasio antara Guru BK dengan jumlah siswa
sesuai ketentuan, 1 (satu) Guru BK melayani
Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling dengan rasio satu maksimal 150 siswa.
Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling melayani 150 orang A. Rasio 1 : (1-150)

konseli atau siswa. B. Rasio 1 : (151-200)

C. Rasio 1 : (201-250)
Dibuktikan dengan:
1) Daftar nama guru BK. D. Rasio 1 : (251-300)
2) Daftar jumlah siswa.
E. Rasio 1 : lebih dari 300

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


47. Persyaratan kepala sekolah/madrasah meliputi: 47. Kepala sekolah/madrasah memenuhi
persyaratan, meliputi: (1) memiliki kualifikasi
1) Memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S1) atau diploma
akademik paling rendah sarjana S1 atau D4,
empat (D4) kependidikan atau nonkependidikan perguruan tinggi
(2) berusia maksimal 56 tahun, (3) sehat
yang terakreditasi.
jasmani dan rohani, (4) tidak pernah
2) Berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun pada dikenakan hukuman disiplin, (5) memiliki
waktu pengangkatan pertama sebagai kepala sekolah/madrasah. sertifikat pendidik, (6) memiliki
3) Sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan dari sertifikat kepala sekolah/madrasah, (7)
dokter Pemerintah. berpengalaman mengajar minimal 5 tahun,
(8) golongan minimal III/c bagi PNS dan bagi
4) Tidak pernah dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat
non-PNS disetarakan, (9) nilai baik untuk
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
penilaian kinerja dalam 2 tahun terakhir.
5) Memiliki sertifikat pendidik.
6) Memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah.
7) Pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut A. Memenuhi 9 kriteria
jenis dan jenjang sekolah/madrasah masing-masing.
8) Memiliki golongan ruang serendah-rendahnya III/c bagi guru pegawai
B. Memenuhi 7-8 kriteria
negeri sipil (PNS) dan bagi guru bukan PNS disetarakan dengan
kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang
berwenang dibuktikan dengan SK inpasing. C. Memenuhi 5-6 kriteria
9) Memperoleh nilai baik untuk penilaian kinerja sebagai guru dalam 2
(dua) tahun terakhir. D. Memenuhi 3-4 kriteria

Dibuktikan dengan : E. Memenuhi kurang dari 3 kriteria


1) Ijazah.
2) Sertifikat pendidik.
3) Sertifikat kepala sekolah/madrasah.
4) SK pengangkatan sebagai guru.
5) SK pangkat/golongan terakhir.
6) Penilaian kinerja oleh yang berwenang.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


48. Kompetensi manajerial kepala sekolah/madrasah meliputi: 48. Kepala sekolah/madrasah memiliki
1) Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan kompetensi manajerial yang meliputi: (1)
perencanaan. menyusun perencanaan, (2)
2) Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan mengembangkan organisasi, (3) memimpin
kebutuhan. penyelenggaraan sekolah/madrasah, (4)
3) Memimpin penyelenggaraan sekolah/madrasah dalam mengelola perubahan dan pengembangan,
pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal. (5) menciptakan budaya kondusif dan
4) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju inovatif, (6) mengelola guru dan tenaga
organisasi pembelajaran yang efektif. administrasi, (7) mengelola sarana dan
5) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan prasarana, (8) mengelola hubungan dengan
inovatif bagi pembelajaran siswa. masyarakat, (9) mengelola seleksi siswa,
6) Mengelola guru dan tenaga administrasi sekolah/madrasah dalam (10) mengelola pengembangan kurikulum
rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal. dan kegiatan pembelajaran, (11) mengelola
7) Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam rangka keuangan, (12) mengelola ketatausahaan,
pendayagunaan secara optimal. (13) mengelola unit layanan khusus, (14)
8) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam mengelola sistem informasi, (15)
rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan memanfaatkan TIK, (16) melakukan
sekolah/madrasah. monitoring, evaluasi, dan pelaporan.
9) Mengelola seleksi dalam rangka penerimaan siswa baru (PPDB)
dalam proses penerimaan, penempatan, dan pengembangan
kapasitas siswa.
10) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran A. Memiliki 14-16 kompetensi manajerial
sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional. B. Memiliki 11-13 kompetensi manajerial
11) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip
pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien. C. Memiliki 8-10 kompetensi manajerial
12) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung
pencapaian tujuan sekolah/madrasah. D. Memiliki 5-7 kompetensi manajerial
13) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung
E. Memiliki kurang dari 5 kompetensi
kegiatan pembelajaran dan kegiatan siswa di sekolah/madrasah.
manajerial
14) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung
penyusunan program dan pengambilan keputusan.
15) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


16) Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan
program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat,
serta merencanakan tindak lanjutnya.

Dibuktikan dengan:
1) Dokumen
a) Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Kerja Jangka Menengah
sekolah/madrasah.
b) Struktur organisasi.
c) Surat penugasan guru (untuk tugas utama dan untuk optimalisasi
guru dan tenaga kependidikan).
d) Hasil Monev kepala sekolah/madrasah tentang pelaksanaan program
sekolah/madrasah.
2) Wawancara dengan:
a) Kepala sekolah/madrasah tentang PPDB dan pemanfaatan TIK untuk
pembelajaran.
b) Wakil bidang sarana tentang pengelolaan sarana dan prasarana.
c) Wakil bidang humas tentang hubungan dengan masyarakat.
d) Wakil bidang kurikulum tentang pengembangan kurikulum dan
kegiatan pembelajaran.
e) Guru dan siswa tentang kemampuan mengelola perubahan,
pengembangan, dan menciptakan budaya inovatif, serta
pemanfaatan TIK untuk pembelajaran.
f) Komite sekolah/madrasah.
g) Bendahara sekolah/madrasah tentang pengelolaan keuangan.
h) Tenaga administrasi tentang pencapaian tujuan sekolah/madrasah.
i) Petugas unit layanan khusus tentang dukungan kegiatan
pembelajaran.
j) Petugas TIK tentang sistem informasi sekolah/madrasah dan
pemanfaatan TIK untuk pembelajaran.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


49. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan berikut: 49. Kepala sekolah/madrasah memiliki
1) Melakukan inovasi yang berguna bagi pengembangan kemampuan kewirausahaan yang meliputi:
sekolah/madrasah. (1) melakukan inovasi, (2) bekerja keras,
2) Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai (3) memiliki motivasi, (4) pantang
organisasi pembelajar yang efektif. menyerah dan selalu mencari solusi
terbaik, (5) memiliki naluri kewirausahaan.
3) Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
4) Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam A. Memiliki 5 kemampuan kewirausahaan
menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.
5) Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa B. Memiliki 4 kemampuan kewirausahaan
sekolah/madrasah sebagai sumber belajar siswa.

C. Memiliki 3 kemampuan kewirausahaan

Dibuktikan dengan:
D. Memiliki 2 kemampuan kewirausahaan
1) Mengamati:
a) Hasil inovasi dalam bentuk program kegiatan di
E. Memiliki kurang dari 2 kemampuan
sekolah/madrasah.
kewirausahaan
b) Unit-unit usaha yang bermanfaat untuk pengembangan sekolah/
madrasah.
2) Dokumen:
a) Kerja sama antara sekolah dengan lembaga lain melalui
pemanfaatan jaringan IT.
b) Kegiatan yang melibatkan warga di lingkungan
sekolah/madrasah.
Wawancara dengan siswa, guru, dan tenaga kependidikan lainnya tentang
kemampuan kewirausahaan kepala sekolah/madrasah.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


50. Kegiatan supervisi kepala sekolah/madrasah meliputi: 50. Kepala sekolah/madrasah memiliki
kemampuan supervisi akademik yang
1) Merencanakan program supervisi proses pembelajaran dalam rangka
meliputi: (1) merencanakan program
peningkatan profesionalisme guru. supervisi , (2) melaksanakan supervisi
terhadap guru, (3) mengevaluasi hasil
2) Melaksanakan supervisi proses pembelajaran terhadap guru dengan
supervisi, (4) menindaklanjuti hasil
menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. supervisi.
3) Mengevaluasi hasil supervisi.
A. Memiliki 4 kemampuan supervisi
4) Menindaklanjuti hasil supervisi proses pembelajaran terhadap guru
dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
B. Memiliki 3 kemampuan supervisi

Dibuktikan dengan: C. Memiliki 2 kemampuan supervisi


1) Dokumen perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut hasil
D. Memiliki 1 kemampuan supervisi
supervisi.
2) Wawancara dengan guru.
E. Tidak memiliki kemampuan supervisi

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


51. Kepala Tenaga Administrasi dengan ketentuan: 51. Sekolah/madrasah memiliki Kepala Tenaga
Administrasi dengan ketentuan: (1)
1) Kualifikasi minimal berpendidikan S1 program studi yang relevan kualifikasi minimal berpendidikan S1 dengan
dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi pengalaman kerja minimal 4 tahun, atau D3
dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun,
sekolah/madrasah minimal 4 (empat) tahun, atau D3 dan yang (2) memiliki sertifikat kepala tenaga
sederajat, program studi yang relevan, dengan pengalaman kerja administrasi sekolah/madrasah dari lembaga
yang ditetapkan oleh pemerintah.
sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal 8 (delapan)
tahun.
A. Berpendidikan S1 dengan pengalaman
2) Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah dari minimal 4 tahun atau D3 dengan pengalaman
lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah. minimal 8 tahun, dan memiliki sertifikat

B. Berpendidikan S1 dengan pengalaman 2-3


Dibuktikan dengan: tahun atau D3 dengan pengalaman kurang dari
1. Ijazah. 5-7 tahun, dan memiliki sertifikat

2. Dokumen pengalaman bidang administrasi.


C. Berpendidikan S1 dengan pengalaman
3. Sertifikat. minimal 4 tahun atau D3 dengan pengalaman
minimal 8 tahun, dan tidak memiliki sertifikat

D. Berpendidikan S1 dengan pengalaman 2-3


tahun atau D3 dengan pengalaman kurang dari
5-7 tahun, dan tidak memiliki sertifikat

E. Berpendidikan di bawah D3

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


52. Dibuktikan dengan: 52. Sekolah/madrasah memiliki tenaga
administrasi yang berkualifikasi akademik
1) Ijazah.
minimal SMA atau yang sederajat sesuai
2) SK tenaga administrasi. dengan bidang tugasnya.

A. Memiliki lebih dari 3 tenaga administrasi


berkualifikasi SMA atau sederajat, dan ada di
antaranya memiliki kualifikasi di atas SMA

B. Memiliki lebih dari 3 tenaga administrasi


berkualifikasi SMA atau sederajat

C. Memiliki 3 tenaga administrasi berkualifikasi


SMA atau sederajat

D. Memiliki 2 tenaga administrasi berkualifikasi


SMA atau sederajat

E. Memiliki 1 tenaga administrasi berkualifikasi


SMA atau sederajat

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


53. Jalur untuk menjadi kepala perpustakaan: 53. Kepala perpustakaan memenuhi syarat sebagai
berikut: (1) bagi jalur pendidik minimal S1/D4,
1) Jalur pendidik, persyaratannya adalah:
memiliki sertifikat kompetensi, dan masa kerja
a) Berkualifikasi serendah-rendahnya diploma empat (D4) atau 3 tahun, (2) bagi jalur tenaga kependidikan
minimal D2, memiliki sertifikat kompetensi
sarjana (S1).
pengelolaan perpustakaan serta
b) Memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/ berpengalaman 4 tahun.
madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah. A. Jalur pendidik berpendidikan S1/D4 dengan
pengalaman minimal 3 tahun atau jalur tenaga
c) Masa kerja minimal 3 (tiga) tahun. kependidikan minimal D2 dengan pengalaman
2) Jalur tenaga kependidikan, persyaratannya adalah: minimal 4 tahun, dan memiliki sertifikat

a) Berkualifikasi diploma dua (D2) Ilmu Perpustakaan dan Informasi B. Jalur pendidik berpendidikan S1/D4 dengan
bagi pustakawan dengan masa kerja minimal 4 tahun. pengalaman 1-2 tahun atau jalur tenaga
kependidikan minimal D2 dengan pengalaman
b) Berkualifikasi diploma dua (D2) non-Ilmu Perpustakaan dan 1-3 tahun, dan memiliki sertifikat
Informasi dengan sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan
C. Jalur pendidik berpendidikan S1/D4 dengan
sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah pengalaman minimal 3 tahun atau jalur tenaga
dengan masa kerja minimal 4 (empat) tahun di perpustakaan kependidikan minimal D2 dengan pengalaman
minimal 4 tahun, dan tidak memiliki sertifikat
sekolah/madrasah.
D. Jalur pendidik berpendidikan S1/D4 dengan
pengalaman 1-2 tahun atau jalur tenaga
Dibuktikan dengan: kependidikan minimal D2 dengan pengalaman
1) Ijazah. 1-3 tahun, dan tidak memiliki sertifikat
2) Sertifikat. E. Tidak memenuhi persyaratan
3) Surat keterangan yang menunjukkan pengalaman kerja.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


54. Setiap perpustakaan sekolah/madrasah memiliki sekurang-kurangnya 54. Tenaga Perpustakaan memiliki kualifikasi
minimal SMA atau yang sederajat dan memiliki
satu tenaga perpustakaan sekolah/madrasah yang berkualifikasi SMA
sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan
atau yang sederajat dan bersertifikat kompetensi pengelolaan sekolah/madrasah.
perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh
A. Memiliki kualifikasi di atas SMA atau yang
pemerintah. sederajat dan memiliki sertifikat

Dibuktikan dengan dimilikinya kesesuaian antara penugasan dengan B. Memiliki kualifikasi SMA atau yang sederajat
dan memiliki sertifikat
ijazah yang bersangkutan atau sertifikat kompetensi pengelolaan
perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh C. Memiliki kualifikasi SMA dan tidak memiliki
sertifikat
pemerintah.
D. Memiliki kualifikasi di bawah SMA dan tidak
memiliki sertifikat

E. Tidak memiliki tenaga perpustakaan

55. Dibuktikan dengan foto kopi: 55. Sekolah/madrasah memiliki laboran dengan
1) ijazah. kualifikasi akademik sesuai ketentuan standar
tenaga laboratorium.
2) sertifikat laboran.
A. Memiliki kualifikasi minimal D1 yang relevan
dan memiliki sertifikat
B. Memiliki kualifikasi minimal D1 yang relevan
C. Memiliki kualifikasi minimal D1 yang tidak
relevan dan memiliki sertifikat
D. Memiliki kualifikasi minimal D1 yang tidak
relevan
E. Tidak memiliki laboran

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


56. Jenis layanan khusus meliputi: 56. Sekolah/madrasah memiliki petugas yang
melaksanakan layanan khusus, meliputi tugas:
1) Penjaga sekolah/madrasah. (1) penjaga keamanan, (2) tukang kebun, (3)
2) Tukang kebun. tenaga kebersihan, (4) pesuruh, (5)
pengemudi.
3) Tenaga kebersihan.
4) Pesuruh. A. Memiliki petugas yang melaksanakan 4 jenis
atau lebih layanan khusus.
5) Pengemudi.

B. Memiliki petugas yang melaksanakan 3 jenis


Dibuktikan dengan: layanan khusus.
1) SK/surat tugas.
C. Memiliki petugas yang melaksanakan 2 jenis
2) Pelaksanaan tugas layanan khusus.
layanan khusus.

D. Memiliki petugas yang melaksanakan 1 jenis


layanan khusus.

E. Tidak memiliki petugas yang melaksanakan


layanan khusus.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA

57. Ketentuan luas minimum lahan sekolah/madrasah tercantum pada Tabel berikut. 57. Sekolah/madrasah memiliki luas lahan sesuai
Untuk sekolah yang memiliki jumlah siswa 15 sd 32 siswa, lihat tabel berikut. ketentuan luas minimum.
Luas Minimum Lahan Sekolah/Madrasah
A. Memiliki luas lahan sesuai ketentuan
Luas Minimum Lahan (m2)
Rombongan
Bangunan 1 Bangunan 2 Bangunan 3 B. Memiliki lahan dengan luas 91%-99% dari
belajar
lantai lantai lantai ketentuan
3 3504 1852 -
4-6 4377 2342 1555 C. Memiliki lahan dengan luas 81%-90% dari
7-9 5299 2793 1872 ketentuan
10-12 6259 3340 2265
13-15 7152 3792 2544 D. Memiliki lahan dengan luas 71%-80% dari
16-18 8064 4320 2822 ketentuan
19-21 9072 4838 3225
22-24 10137 5376 3609
E. Memiliki lahan dengan luas kurang dari 71%
25-27 11059 5875 3974 dari ketentuan

Dibuktikan dengan dokumen yang memuat luas lahan bangunan


sekolah/madrasah. Bandingkan luas lahan tersebut dengan luas lahan minimum
pada tabel di atas sesuai jumlah Rombel dan jumlah lantai.

Contoh:
Untuk sekolah/madrasah dengan jumlah Rombel 6 dan bangunan 1 lantai, luas
minimum lantai adalah 4377 m2.
Jika luas lantai bangunan adalah 4000 m2, maka luas lantai = (4000 : 4377) x
100% = 91,38%. Pilihannya adalah B.

Untuk sekolah/madrasah yang memiliki jumlah siswa kurang dari 15 siswa.


Lihat tabel berikut.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


58. Dibuktikan dengan: 58. Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan:
1) Mengamati lingkungan sekolah/madrasah terkait dengan: (1) terhindar dari potensi bahaya yang
mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa,
a) Potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan (2) memiliki akses untuk penyelamatan dalam
jiwa. keadaan darurat, (3) terhindar dari
pencemaran air, (4) terhindar dari kebisingan,
b) Ketersediaan akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. (5) terhindar dari pencemaran udara.
d) Pencemaran air.
A. Memenuhi 5 ketentuan
e) Kebisingan.
f) Pencemaran udara. B. Memenuhi 4 ketentuan
2) Wawancara dengan berbagai pihak yang terkait dengan sarana dan
prasarana. C. Memenuhi 3 ketentuan

D. Memenuhi 2 ketentuan

E. Memenuhi kurang dari 2 ketentuan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


59. Ketentuan luas minimum lantai sekolah/madrasah yang memiliki 15 sampai 59. Sekolah/madrasah memiliki luas lantai
dengan 32 siswa per rombongan belajar, bangunan memenuhi ketentuan rasio bangunan sesuai ketentuan.
minimum luas lantai terhadap siswa seperti tercantum pada berikut.
A. Memiliki luas lantai bangunan sesuai
ketentuan
Tabel Luas Minimum Lantai Bangunan yang memiliki 15-23 siswa per
rombel B. Memiliki lantai bangunan dengan luas 91%-
99% dari ketentuan
Banyak Luas Minimum Lantai (m)
rombongan Bangunan Bangunan Bangunan
C. Memiliki lantai bangunan dengan luas 81%-
belajar 1 lantai 2 lantai 3 lantai 90% dari ketentuan
3 660 720 -
4-6 920 970 1010 D. Memiliki lantai bangunan dengan luas 71%-
80% dari ketentuan
7-9 1180 1290 1290
10-12 1450 1570 1570
E. Memiliki lantai bangunan dengan luas
13-15 1770 1870 1920 kurang dari 71% dari ketentuan
16-18 2070 2180 2180
19-21 2350 2480 2480
22-24 2610 2760 2840
25-27 2930 3110 3110

Untuk SMP/MTS yang memiliki kurang dari 15 siswa per rombongan belajar,
lantai bangunan memenuhi ketentuan luas minimum seperti tercantum pada
tabel berikut.

Luas Minimum Lantai Bangunan untuk SMP/MTS yang Memiliki Kurang dari 15
Siswa per Rombongan Belajar

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


Banyak Luas minimum lantai bangunan (m2)
No rombongan Bangunan Bangunan Bangunan
belajar 1 lantai 2 lantai 3 lantai
1 3 640 710 -
2 4-6 770 830 860
3 7-9 910 980 1010
4 10-12 1070 1130 1160
5 13-15 1200 1290 1290
6 16-18 1330 1430 1430
7 19-21 1500 1600 1600
8 22-24 1670 1800 1810
9 25-27 1810 1940 1950

Dibuktikan dengan:

1) Pengamatan langsung.
2) Dokumen yang berisi tentang luas lantai bangunan.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


60. Bangunan yang memenuhi persyaratan keselamatan, meliputi: 60. Bangunan sekolah/madrasah memenuhi
1) Konstruksi yang stabil adalah bangunan yang tidak mudah goyang. persyaratan keselamatan, meliputi: (1)
2) Konstruksi yang kukuh adalah bangunan yang kuat terpancang pada konstruksi yang stabil, (2) konstruksi yang
tempatnya. kukuh, (3) sistem pencegahan bahaya
3) Sistem pencegahan bahaya kebakaran adalah perangkat kebakaran, (4), fasilitas ramah anak, (5)
penanggulangan bahaya kebakaran, misalnya sensor asap/panas penangkal petir.
(sprinkler), hidran kebakaran, alat pemadam kebakaran ringan/APAR,
air, pasir, atau karung goni, termasuk akses evakuasi. A. Memenuhi 4 persyaratan atau lebih
4) Fasilitas ramah anak adalah bangunan sekolah/madrasah yang
memenuhi ketentuan:
a) Peralatan belajar yang ramah anak (meja, kursi, pencahayaan yang B. Memenuhi 3 persyaratan
cukup).
b) Mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas.
c) Tersedianya tempat sampah terpilah. C. Memenuhi 2 persyaratan
d) Memiliki tempat cuci tangan yang dilengkapi air bersih dan sabun.
e) Aman dari benda-benda yang jatuh dan bahan-bahan berbahaya, D. Memenuhi 1 persyaratan
baik di dalam maupun di luar bangunan.
f) Bangunan sekolah bertingkat dilengkapi dengan ramp dan tangga
dengan lebar anak tangga minimal 30 cm, dan tinggi anak tangga E. Tidak memenuhi semua persyaratan
maksimal 20 cm, lebar tangga lebih dari 150 cm, ada pegangan keselamatan
tangga dan berpenutup.
g) Memiliki area/ruang bermain (lokasi dan desain dengan
perlindungan yang memadai, sehingga dapat dimanfaatkan oleh
semua peserta didik, termasuk anak penyandang disabilitas).
5) Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang difungsikan sebagai jalan
bagi petir menuju ke permukaan bumi, tanpa merusak benda-benda
yang dilewatinya. Ada 3 bagian utama pada penangkal petir: batang
penangkal petir, kabel konduktor, dan tempat pembumian.

Dibuktikan dengan:
1) Mengamati kondisi bangunan sekolah/madrasah dan prasarana yang
ada, meliputi:
a) Konstruksi yang kukuh dan stabil.
b) Perangkat pencegahan bahaya kebakaran.
c) Fasilitas ramah anak.
d) Penangkal petir.
2) Wawancara dengan berbagai pihak yang terkait dengan sarana dan
prasarana.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


61. Bangunan memenuhi persyaratan kesehatan, meliputi: 61. Bangunan sekolah/madrasah memenuhi
persyaratan kesehatan yang meliputi: (1)
1) Ventilasi adalah (lubang) tempat udara dapat keluar masuk secara
ventilasi udara, (2) pencahayaan, (3)
bebas. Dalam hal ruang ber-AC, kondisi AC harus berfungsi
sanitasi, (4) tempat sampah, (5) bahan
dengan baik dan kapasitas yang sesuai.
bangunan yang aman.
2) Pencahayaan adalah pengaturan cahaya dari matahari atau lampu
agar ruangan cukup terang untuk membaca dan menulis. A. Memenuhi 5 persyaratan
3) Sanitasi meliputi saluran air bersih, tempat cuci tangan, saluran
air kotor dan/atau air limbah, dan saluran air hujan. B. Memenuhi 4 persyaratan
4) Tempat sampah adalah wadah untuk menampung sampah secara
sementara, yang biasanya terbuat dari logam atau plastik. C. Memenuhi 3 persyaratan
5) Bahan bangunan yang aman adalah yang tidak mengandung
bahan berbahaya/beracun bagi kesehatan. D. Memenuhi 2 persyaratan

E. memenuhi kurang dari 2 persyaratan


Dibuktikan dengan:
1) Mengamati kondisi bangunan sekolah/madrasah dan prasarana yang
ada, meliputi: a) Ventilasi.
b) Pencahayaan.
c) Sanitasi.
d) Tempat sampah.
e) Bahan bangunan yang aman.
Wawancara dengan berbagai pihak yang terkait dengan sarana dan
prasarana

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


62. Menurut standar, sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan 62. Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi
daya minimum 1.300 watt. Sebagian besar SMP/MTS dilengkapi listrik dengan daya yang mencukupi kebutuhan.
dengan laboratorium sehingga daya 1.300 watt tidak mencukupi
untuk terselenggaranya pembelajaran yang baik, maka untuk
SMP/MTS ditetapkan batas daya listrik minimum yakni 2200 watt. A. Memiliki daya lebih dari 2200 Watt

B. Memiliki daya 2200 Watt


Dibuktikan dengan:
1) Melihat ketersediaan penerangan listrik di semua ruangan. C. Memiliki daya 1300 Watt
2) Rekening pembayaran listrik.
D. Memiliki daya 900 Watt

E. Kurang dari 900 Watt

63. Pemeliharaan/perbaikan berkala sekolah/madrasah meliputi: 63. Sekolah/madrasah melakukan pemeliharaan


berkala 5 tahun sekali, meliputi: pengecatan
pengecatan ulang, perbaikan jendela dan pintu, lantai, penutup ulang, perbaikan jendela dan pintu, lantai,
atap, plafon, instalasi air, dan listrik. penutup atap, plafon, instalasi air, dan listrik.
Dibuktikan dengan:
A. Melakukan perawatan berkala kurang dari 5
1) Melihat kondisi fisik. tahun
2) Dokumen pelaksanaan pemeliharaan sekolah/madrasah. B. Melakukan perawatan berkala 5 tahun
C. Melakukan perawatan berkala 6 tahun
D. Melakukan perawatan berkala 7 tahun
E. Melakukan perawatan berkala lebih dari 7
tahun

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


64. Sebuah SMP/MTS sekurang-kurangnya memiliki prasarana meliputi: 64. Sekolah/madrasah memiliki prasarana yang
lengkap sesuai ketentuan dengan kondisi
Tabel Prasarana baik.

No. Jenis No. Jenis A. Memiliki 16 atau lebih jenis prasarana yang
dipersyaratkan
1 Ruang kelas 9 Ruang UKS
2 Ruang perpustakaan 10 Ruang organisasi
kesiswaan B. Memiliki 12-15 jenis prasarana yang
dipersyaratkan
3 Ruang laboratorium IPA 11 Jamban
4 Ruang pimpinan 12 Gudang C. Memiliki 8-11 jenis prasarana yang
5 Ruang guru 13 Ruang sirkulasi dipersyaratkan

6 Ruang tenaga 14 Tempat


administrasi bermain/berolahraga D. Memiliki 4-7 jenis prasarana yang
dipersyaratkan
7 Tempat beribadah 15 Kantin
8 Ruang konseling 16 Tempat parkir E. Kurang dari 4 jenis prasarana yang
dipersyaratkan
Dibuktikan dengan melihat ketersediaan dan kondisi prasarana yang
dimiliki sekolah/madrasah. Khusus untuk perpustakaan dan laboratorium
dibuktikan dengan adanya jadwal dan laporan kegiatan.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


65. Ruang kelas adalah ruang untuk pembelajaran teori dan praktik yang 65. Sekolah/madrasah memiliki ruang kelas dengan
tidak memerlukan peralatan khusus. Ketentuan ruang kelas jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
sekolah/madrasah, meliputi:
1) Jumlah yang sama atau lebih banyak dari jumlah rombongan
A. Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran,
belajar.
dan sarana sesuai ketentuan
2) Ukuran minimum sama dengan jumlah siswa x 2 m, dengan lebar
minimum 5 m dan luas minimum 30 m2.
B. Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan
3) Sarana ruang kelas sebagaimana tercantum pada tabel berikut. ukuran sesuai ketentuan

Tabel Sarana Ruang Kelas C. Memiliki ruang kelas dengan jumlah yang
sesuai ketentuan
No Jenis Rasio No Jenis Rasio
1 Kursi siswa 1 buah/siswa 7 Papan tulis 1 buah/ruang
D. Memiliki ruang kelas dengan ukuran yang
2 Meja siswa 1 buah/siswa 8 Tempat 1 buah/ruang
sampah sesuai
3 Kursi guru 1 buah/guru 9 Tempat 1 buah/ruang
cuci tangan E. Memiliki ruang kelas dengan ukuran, jumlah,
4 Meja guru 1 buah/guru 10 Jam 1 buah/ruang dan sarana yang tidak sesuai ketentuan
dinding
5 Lemari 1 buah/ruang 11 Kotak 1 buah/ruang
kontak
6 Papan 1 buah/ruang
pajang

Dibuktikan dengan hasil pengamatan/observasi di lokasi dan


wawancara dengan berbagai pihak (wakil sarana dan prasarana).

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


66. Ruang perpustakaan adalah ruang untuk menyimpan dan memperoleh informasi dari
66. Sekolah/madrasah memiliki ruang
berbagai jenis bahan pustaka. Ketentuan ruang perpustakaan, meliputi:
perpustakaan dengan luas dan sarana
1) Luas minimum sama dengan 1½ ruang kelas, dan lebar minimum 5 m
sesuai dengan ketentuan dan
2) Sarana ruang perpustakaan sebagaimana tercantum pada tabel di bawah.
pendayagunaannya secara maksimal,
3) Buku teks pelajaran, buku panduan pendidik, buku pengayaan, dan buku
referensi dapat berwujud e-book. kondisinya terawat dengan baik, bersih
serta nyaman.
Tabel Sarana Ruang Perpustakaan
A. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas
No Jenis Rasio No Jenis Rasio dan sarana sesuai dengan ketentuan dan
pendayagunaannya secara maksimal,
Buku 12 Meja 1 Buah / petugas
kerja/sirkulasi kondisinya terawat dengan baik, bersih serta
1 Buku teks 1 buku/mata 13 Lemari katalog 1 buah/sekolah nyaman
pelajaran pelajaran/siswa, dan 2
buku/mata
pelajaran/sekolah
B. Memiliki ruang perpustakaan dengan
2 Buku panduan 1 buku/mata 14 Lemari 1 buah/sekolah
guru pelajaran/guru ybs dan
sarana sesuai ketentuan
1 buku/ mata
pelajaran/sekolah
3 Buku pengayaan 870 judul/sekolah 15 Papan 1 buah/sekolah C. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas
pengumuman sesuai ketentuan
4 Buku 30 judul/sekolah 16 Meja multimedia 1 buah/sekolah
referensi
5 Sumber 30 judul/sekolah Media Pendidikan D. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas
belajar lain
dan sarana tidak sesuai ketentuan
Perabot 17 Peralatan 1 set/sekolah
multimedia
6 Rak buku 1 set/sekolah Perlengkapan Lain E. Tidak memiliki ruang perpustakaan
7 Rak majalah 1 buah/sekolah 18 Buku inventaris 1 buah/sekolah

8 Rak surat kabar 1 buah/sekolah 19 Tempat sampah 1 buah/ruang

9 Meja baca 15 buah/sekolah 20 Kotak kontak 1 buah/ruang

10 Kursi baca 15 buah/sekolah 21 Jam dinding 1 buah/ruang


11 Kursi kerja 1 buah/petugas

Dibuktikan dengan memeriksa ruang dan pemanfaatan perpustakaan, katalog /


e-katalog, perabot, media pembelajaran, dan perlengkapan lain.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


67. Laboratorium IPA memiliki ketentuan: 67. Sekolah/madrasah memiliki kelas yang dapat
1) Dapat memanfaatkan ruang kelas. dimanfaatkan sebagai laboratorium IPA, yang
2) Sarana laboratorium IPA berfungsi sebagai alat bantu mendukung dilengkapi dengan: (1) model kerangka
kegiatan dalam bentuk percobaan. manusia, (2) model tubuh manusia, (3)
3) Setiap SMP/MTS dilengkapi sarana laboratorium IPA seperti pada globe, (4) model tata surya, (5) bermacam
tabel berikut. kaca, (6) cermin, (7) lensa, (8) magnet
batang, (9) berbagai macam poster.
No Jenis Rasio Deskripsi

1 Perabot
A. Memiliki 9 atau lebih kelengkapan
1.1 Kursi 1 buah/siswa, Kuat, stabil, aman dan mudah dipindahkan.
ditambah 1
buah/guru B. Memiliki 7-8 kelengkapan
1.2 Meja siswa 1 buah/7 siswa Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai
untuk menampung kegiatan siswa secara
berkelompok maksimum 7 orang C. Memiliki 5-6 kelengkapan

1.3 Meja demon- 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Luas meja
strasi memungkinkan untuk melakukan demonstrasi D. Memiliki 3-4 kelengkapan
dan menampung peralatan dan bahan yang
diperlukan. Tinggi meja
memungkinkan seluruh siswa dapat E. Memiliki kurang dari 3 kelengkapan
mengamati percobaan yang didemonstrasikan.

1.4 Meja 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai


persiapan untuk menyiapkan materi percobaan.

1.5 Lemari alat 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai
untuk menampung semua alat. Tertutup dan
dapat dikunci.

1.6 Lemari bahan 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai
untuk menampung semua bahan dan tidak
mudah berkarat.
Tertutup dan dapat dikunci.

1.7 Bak cuci 1 buah/2 Tersedia air bersih dalam jumlah memadai.
kelom-pok,
ditambah 1

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


buah di ruang
persiapan.
2 Peralatan Pendidikan

2.1 Mistar 6 buah/lab Panjang minimum 50 cm, ketelitian 1 mm.

2.2 Jangka sorong 6 buah/lab Ketelitian 0,1 mm.

2.3 Timbangan 3 buah/lab Memiliki ketelitian berbeda.


2.4 Stopwatch 6 buah/lab Ketelitian 0,2 detik.
2.5 Rol meter 1 buah/lab Panjang minimum 5 m, ketelitian 1 mm.
2.6 Termomete r 6 buah/lab Ketelitian 0,5 derajat.
100 C
2.7 Gelas ukur 6 buah/lab Ketelitian 1 ml.
2.8 Massa logam 3 buah/lab Dari jenis yang berbeda, minimum massa
20 g.
2.9 Multimeter 6 buah/lab Dapat mengukur tegangan, arus, dan
AC/DC, 10 hambatan. Batas minimum ukur arus
kilo 100mA-5 A. Batas minimum ukur
ohm/volt tegangan untuk DC 100mV-50 V. Batas
minimum ukur tegangan untuk AC 0-250
V.
2.10 Batang magnet 6 buah/lab Dilengkapi dengan potongan berbagai jenis
logam.
2.11 Globe 1 buah/lab Memiliki penyangga dan dapat diputar.
Diameter minimum 50 cm. Dapat
memanfaatkan globe yang terdapat di
ruang perpustakaan.

2.12 Model tata 1 buah/lab Dapat menunjukkan terjadinya gerhana.


surya Masing-masing planet dapat diputar
mengelilingi matahari.
2.13 Garpu tala 6 buah/lab Bahan baja, memiliki frekuensi berbeda
dalam rentang audio.
2.14 Bidang miring 1 buah/lab Kemiringan dan kekasaran permukaan
dapat diubah-ubah
2.15 Dinamomet 6 buah/lab Ketelitian 0,1 N/cm.
er
2.16 Katrol tetap 2 buah/lab a

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


2.17 Katrol 2 buah/lab
bergerak
2.18 Balok kayu 3 macam/lab Memiliki massa, luas permukaan, dan
koefisien gesek berbeda.
2.19 Percobaan 1 set/lab Mampu menunjukkan fenomena dan
muai panjang memberikan data pemuaian minimum
untuk tiga jenis bahan.

2.20 Percobaan 1 set/lab Mampu menunjukkan fenomena sifat


optik bayangan dan mem-berikan data tentang
keteraturan hubungan antar jarak benda,
jarak bayangan, dan jarak fokus cermin
cekung, cermin cembung, lensa cekung,
dan lensa cembung. Masing-masing
minimum dengan tiga nilai jarak fokus.
2.21 Percobaan 1 set/lab Mampu memberikan data hubungan
rangkaian antara tegangan, arus, dan hambatan.
listrik

2.22 Gelas kimia 30 buah/lab Berskala, volume 100 ml.

2.23 Model molekul 6 set/lab Minimum terdiri dari atom hidrogen,


sederhana oksigen, karbon, belerang, nitrogen, dan
dapat dirangkai menjadi molekul.
2.24 Pembakar 6 buah/lab Kaca dengan sumbu dan tutup.
spiritus
2.25 Cawan 6 buah/lab Bahan keramik, permukaan dalam diglasir.
penguapan
2.26 Kaki tiga 6 buah/lab Dilengkapi kawat kasa dan tingginya sesuai
tinggi pembakar spiritus.

2.27 Plat tetes 6 buah/lab Minimum ada 6 lubang.


2.28 Pipet tetes + 100 buah/lab Ujung pendek.
karet
2.29 Mikroskop 6 buah/lab Minimum tiga nilai perbesaran obyek dan
monokuler dua nilai perbesaran okuler.

2.30 Kaca pembesar 6 buah/lab Minimum tiga nilai jarak fokus.

2.31 Poster genetika 1 buah/lab Isi poster jelas terbaca dan berwarna,
ukuran minimum A1

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


2.32 Model kerangka 1 buah/lab Tinggi minimum 150 cm.
manusia

2.33 Model tubuh 1 buah/lab Tinggi minimum 150 cm. Organ tubuh
manusia terlihat dan dapat dilepaskan dari model.
Dapat diamati dengan mudah oleh seluruh
siswa.

2.34 Gambar/mo 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas


del pencernaan terbaca dan berwarna dengan ukuran
manusia minimum A1. Jika berupa model, maka
dapat dibongkar pasang.

2.35 Gambar/mo 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas


del sistem terbaca dan berwarna dengan ukuran
peredaran minimum A1. Jika berupa model, maka
darah manusia dapat dibongkar pasang.

2.36 Gambar/mo del 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas
sistem terbaca dan berwarna dengan ukuran
pernafasan minimum A1. Jika berupa model, maka
manusia dapat dibongkar pasang.

2.37 Gambar/mo del 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas
jantung terbaca dan berwarna dengan ukuran
manusia minimum A1. Jika berupa model, maka
dapat dibongkar pasang.
2.38 Gambar/mo 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas
del mata terbaca dan berwarna dengan ukuran
manusia minimum A1. Jika berupa model, maka
dapat dibongkar pasang.
2.39 Gambar/mo 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas
del telinga terbaca dan berwarna dengan ukuran
manusia minimum A1. Jika berupa

model, maka dapat dibongkar pasang.

2.40 Gambar/mo 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas


del terbaca dan berwarna dengan ukuran
tenggoroka n minimum A1. Jika berupa model, maka
manusia dapat dibongkar pasang.
2.41 Petunjuk 6
percobaan buah/percoba
an

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


3 Media
Pendidikan
3.1 Papan tulis 1 buah/lab Ukuran minimum 90 cm x 200 cm.
Ditempatkan pada posisi yang
memungkinkan seluruh siswa melihatnya
dengan jelas.

4 Perlengkapan Lain
4.1 Kotak kontak 9 buah/lab 1 buah untuk tiap meja siswa, 2 buah
untuk meja demo, 2 buah untuk di ruang
persiapan.

4.2 Alat 1 buah/lab Mudah dioperasikan.


pemadam
kebakaran

4.3 Peralatan 1 buah/lab Terdiri dari kotak P3K dan isinya tidak
P3K kadaluwarsa termasuk obat P3K untuk luka
bakar dan luka terbuka.
4.4 Tempat 1 buah/lab
sampah
4.5 Jam dinding 1 buah/lab

Hasil pengamatan/observasi di lokasi dan wawancara dengan berbagai pihak


(wakil sarana dan prasarana).

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


68. Ruang pimpinan adalah ruang untuk pimpinan melakukan kegiatan 68. Sekolah/madrasah memiliki ruang pimpinan
pengelolaan sekolah/madrasah. Ruang pimpinan memiliki ketentuan: dengan luas minimum 12 m2 dengan sarana
meliputi: (1) kursi pimpinan, (2) meja
1) Luas minimum 12 m2 dan lebar minimum 3 m. pimpinan, (3) kursi dan meja tamu, (4)
2) Sarana ruang pimpinan sebagaimana tercantum pada tabel lemari, (5) papan statistik, (6) simbol
kenegaraan, (7) tempat sampah, (8) jam
berikut. dinding.
A. Memiliki ruang pimpinan dengan luas 12 m2
Tabel Sarana Ruang Pimpinan atau lebih dan sarana sebanyak 5-8

No Jenis Rasio No Jenis Rasio B. Memiliki ruang pimpinan dengan luas 12 m2


1 Kursi pimpinan 1 buah/ruang 5 Papan statistik 1 buah/ruang atau lebih dan sarana sebanyak 1-4
2 Meja pimpinan 1 buah/ruang 6 Simbol 1 set/ruang
kenegaraan
3 Kursi dan 1 set/ruang 7 Tempat sampah 1 buah/ruang
C. Memiliki ruang pimpinan dengan luas
meja tamu kurang dari 12 m2 dan sarana sebanyak 5-8
4 Lemari 1 buah/ruang 8 Jam dinding 1 buah/ruang
D. Memiliki ruang pimpinan dengan luas kurang
Dibuktikan dengan memeriksa ruang pimpinan, perabot, dan dari 12 m2 dan sarana sebanyak 1-4
perlengkapan lain.
E. Tidak memiliki ruang khusus untuk
pimpinan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


69. Ruang guru adalah ruang untuk guru bekerja di luar kelas, beristirahat, 69. Sekolah/madrasah memiliki ruang guru dengan
dan menerima tamu. Ruang guru memiliki ketentuan: rasio minimum 4 m2/guru dan luas minimum
1) Rasio minimum 4 m2/guru dan luas minimum 40 m2. 40 m2, dengan sarana: (1) kursi kerja, (2)
2) Sarana ruang guru sebagaimana tercantum pada tabel berikut: meja kerja, (3) lemari, (4) kursi tamu, (5)
papan statistik, (6) papan pengumuman,
Tabel Sarana Ruang Guru (7) tempat sampah, (8) tempat cuci tangan,
(9) jam dinding.
No Jenis Rasio No Jenis Rasio
1 Kursi kerja 1 buah/guru ditambah 6 Papan 1 buah/sekolah A. Memiliki ruang guru dengan luas sesuai
1 buah/satu wakil pengumuma
kepala sekolah n ketentuan dan memiliki 7-9 sarana
2 Meja kerja 1 buah/guru 7 Tempat sampah 1 buah/ruang
B. Memiliki ruang guru dengan luas sesuai
3 Lemari 1 buah/guru atau 1 8 Tempat cuci 1 buah/ruang ketentuan dan memiliki kurang dari 7 sarana
buah yang digunakan tangan
bersama semua guru
4 Kursi tamu 1 set/ruang 9 Jam dinding 1 buah/ruang
C. Memiliki ruang guru dengan luas tidak
sesuai ketentuan dan memiliki 7-9 sarana
5 Papan 1 buah/ruang
statistik
D. Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai
ketentuan dan memiliki kurang dari 7 sarana
Dibuktikan dengan memeriksa ruang guru, perabot, dan perlengkapan
lain. E. Tidak memiliki ruang khusus untuk guru

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


70. Ruang tenaga administrasi adalah ruang untuk pengelolaan administrasi 70. Sekolah/madrasah memiliki ruang tenaga
sekolah/madrasah dengan ketentuan: administrasi dengan rasio minimum 4 m2/staf
dan luas minimum 16 m2, dengan sarana: (1)
1) Rasio minimum 4 m2/staf dan luas minimum 16 m2. kursi kerja, (2) meja kerja, (3) lemari, (4)
papan statistik, (5) tempat sampah, (6)
2) Sarana ruang tenaga administrasi sebagaimana tercantum pada
komputer, (7) filing kabinet, (8) brankas, (9)
tabel berikut. telepon, (10) jam dinding, (11) kotak kontak,
(12) penanda waktu.
Tabel Sarana Ruang Tenaga administrasi A. Memiliki ruang tenaga administrasi dengan
luas sesuai ketentuan dan memiliki 10-12
No. Jenis Rasio No. Jenis Rasio sarana
1 Kursi kerja 1 buah/petugas 7 Filing cabinet 1 buah/sekolah
2 Meja kerja 1 buah/petugas 8 Brankas 1 buah/sekolah B. Memiliki ruang tenaga administrasi dengan
3 Lemari 1 buah/ruang 9 Telepon 1 buah/sekolah luas sesuai ketentuan dan memiliki kurang dari
4 Papan 1 buah/ruang 10 Jam dinding 1 buah/ruang 10 sarana
statistik
5 Tempat 1 buah/ruang 11 Kotak kontak 1 buah/ruang
sampah C. Memiliki ruang tenaga administrasi dengan
luas tidak sesuai ketentuan dan memiliki 10-12
6 Mesin ketik/ 1 12 Penanda 1 buah/sekolah
komputer buah/sekolah waktu sarana

Dibuktikan dengan memeriksa ruang tenaga administrasi, perabot, D. Memiliki ruang tenaga administrasi dengan
luas tidak sesuai ketentuan dan memiliki kurang
dan perlengkapan lain.
dari 10 sarana

E. Tidak memiliki ruang khusus untuk tenaga


administrasi

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


71. Tempat beribadah adalah ruang tempat warga sekolah/madrasah 71. Sekolah/madrasah memiliki tempat beribadah
bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas
melakukan ibadah yang diwajibkan oleh agama masing-masing pada
minimum 12 m2 dan sarana berupa: (1)
waktu sekolah. perlengkapan ibadah, (2) lemari, (3) jam
dinding, (4) air dan tempat berwudu.

Tempat beribadah memiliki ketentuan: A. Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai
ketentuan dan memiliki 3 sarana atau lebih
1) Luas minimum 12 m2.
2) Sarana: B. Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai
a) Perlengkapan ibadah sesuai kebutuhan. ketentuan dan memiliki kurang dari 3 sarana

b) 1 buah lemari/rak.
C. Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak
c) 1 buah jam dinding. sesuai ketentuan dan memiliki 3 sarana atau lebih
d) Ketersediaan air dan tempat berwudu.
D. Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak
sesuai ketentuan dan memiliki kurang dari 3
Dibuktikan dengan memeriksa tempat ibadah, perabot, dan sarana
perlengkapan lain.
E. Tidak memiliki tempat beribadah

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


72. Ruang konseling adalah ruang untuk siswa memperoleh layanan 72. Sekolah/madrasah memiliki ruang konseling
konseling yang berkaitan dengan pengembangan pribadi, sosial, dengan luas minimum 9 m2, dengan sarana:
belajar, dan karier. (1) meja kerja, (2) kursi kerja, (3) kursi tamu,
(4) lemari, (5) papan kegiatan, (6) instrumen
Ruang konseling memiliki ketentuan: konseling, (7) buku sumber, (8) media
1). Luas minimum 9 m2. pengembangan kepribadian, (9) jam dinding.
2). Sarana ruang konseling sebagaimana tercantum pada tabel berikut.

Tabel Sarana Ruang Konseling A. Memiliki ruang konseling dengan luas sesuai
ketentuan dan memiliki 8-9 sarana
No Jenis Rasio No Jenis Rasio
1 Meja kerja 1 buah/ruang 6 Instrumen konseling 1 set/ruang
B. Memiliki ruang konseling dengan luas sesuai
2 Kursi kerja 1 buah/ruang 7 Buku sumber 1 set/ruang ketentuan dan memiliki kurang dari 8 sarana
3 Kursi tamu 2 buah/ruang 8 Media pengembangan 1 set/ruang
kepribadian
C. Memiliki ruang konseling dengan luas tidak
4 Lemari 1 buah/ruang 9 Jam dinding 1 buah/ruang sesuai ketentuan dan memiliki 8-9 sarana
5 Papan 1 buah/ruang
kegiatan D. Memiliki ruang konseling dengan luas tidak
sesuai ketentuan dan memiliki kurang dari 8
Dibuktikan dengan memeriksa ruang konseling, perabot, peralatan sarana
konseling, dan perlengkapan lain.
E. Tidak memiliki ruang konseling

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


73. Ruang UKS adalah ruang untuk menangani siswa yang mengalami 73. Sekolah/madrasah memiliki ruang UKS dengan
gangguan kesehatan dini dan ringan di sekolah/madrasah. luas minimum 12 m2, dengan sarana: (1)
tempat tidur, (2) lemari, (3) meja, (4) kursi,
Ruang UKS memiliki ketentuan: (5) catatan kesehatan siswa, (6) perlengkapan
1) Luas minimum 12 m2. P3K, (7) tandu, (8) selimut, (9) tensimeter,
2) Sarana ruang UKS sebagaimana tercantum pada tabel berikut. (10) termometer badan, (11) timbangan
badan, (12) pengukur timbangan badan, (13)
tempat sampah, (14) tempat cuci tangan, (15)
jam dinding.
Tabel Sarana Ruang UKS
A. Memiliki ruang UKS dengan luas sesuai
No Jenis Rasio No Jenis Rasio ketentuan dan memiliki 12-15 sarana
1 Tempat tidur 1 set/ruang 9 Tensimeter 1 buah/ruang
2 Lemari 1 buah/ruang 10 Termometer 1 buah/ruang B. Memiliki ruang UKS dengan luas sesuai
badan
ketentuan dan memiliki kurang dari 12 sarana
3 Meja 1 buah/ruang 11 Timbangan 1 buah/ruang
badan
4 Kursi 2 buah/ruang 12 Pengukur tinggi 1 buah/ruang C. Memiliki ruang UKS dengan luas tidak sesuai
badan ketentuan dan memiliki 12-15 sarana
5 Catatan 1 set/ruang 13 Tempat 1 buah/ruang
kesehatan sampah D. Memiliki ruang UKS dengan luas tidak sesuai
siswa ketentuan dan memiliki kurang dari 12 sarana
6 Perlengkapan 1 set/ruang 14 Tempat cuci 1 buah/ruang
P3K tangan
7 Tandu 1 buah/ruang 15 Jam dinding 1 buah/ruang E. Tidak memiliki ruang UKS
8 Selimut 1 buah/ruang

Dibuktikan dengan memeriksa ruang UKS, perabot, dan perlengkapan lain.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


74. Ruang organisasi kesiswaan adalah ruang untuk melakukan kegiatan 74. Sekolah/madrasah memiliki ruang organisasi
kesiswaan dengan luas minimum 9 m2,
kesekretariatan pengelolaan organisasi siswa.
dengan sarana: (1) meja, (2) kursi, (3)
papan tulis, (4) lemari, (5) jam dinding.
Ruang organisasi kesiswaan memiliki ketentuan:
A. Memiliki ruang organisasi kesiswaan
1) Luas minimum 9 m2. dengan luas sesuai ketentuan dan memiliki 4-5
2) Sarana: sarana

a) 1 buah meja.
B. Memiliki ruang organisasi kesiswaan
b) 4 buah kursi. dengan luas sesuai ketentuan dan memiliki
kurang dari 4 sarana
c) 1 buah papan tulis.
d) 1 buah lemari.
C. Memiliki ruang organisasi kesiswaan
e) 1 buah jam dinding. dengan luas tidak sesuai ketentuan dan
memiliki 4-5 sarana

Dibuktikan dengan memeriksa ruang organisasi kesiswaan dan perabot.


D. Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan
luas tidak sesuai ketentuan dan memiliki
kurang dari 4 sarana

E. Tidak memiliki ruang organisasi kesiswaan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


75. Jamban adalah ruang untuk buang air besar dan/atau kecil. 75. Sekolah/madrasah memiliki jamban dengan
ketentuan: (1) jumlah minimum, (2) luas
Jamban memiliki ketentuan: minimum per jamban, (3) tersedia air, (4)
1) Minimum 3 unit dengan dinding, atap, dan dapat dikunci, 1 jamban bersih, (5) sarana lengkap
untuk setiap 40 siswa pria, 1 jamban untuk setiap 30 siswa wanita,
dan 1 jamban untuk guru/karyawan. A. Memenuhi ketentuan (1), (2), (3), (4) dan
2) Luas minimum tiap unit 2 m2. (5)
3) Tersedia air bersih yang cukup.
4) Kondisi jamban selalu dalam keadaan bersih. B. Memenuhi ketentuan (1), (2), (3), dan (4)
5) Sarana:
a) 1 buah kloset. C. Memenuhi ketentuan (1), (2), dan (3)
b) 1 buah tempat air.
c) 1 buah gayung. D. Memenuhi ketentuan (1) dan (3)
d) 1 buah gantungan pakaian.
e) 1 buah tempat sampah. E. Tidak memenuhi ketentuan

Dibuktikan dengan memeriksa jamban dan perlengkapan lain.

76. Gudang berfungsi sebagai tempat menyimpan peralatan pembelajaran 76. Sekolah/madrasah memiliki gudang dengan
ketentuan: (1) luas minimum 21 m2, (2)
di luar kelas, tempat menyimpan sementara peralatan sekolah/
memiliki perabot, (3) dapat dikunci, (4) tertata
madrasah yang tidak/belum difungsikan, dan tempat menyimpan dengan baik.
arsip yang telah berusia lebih dari 5 tahun. A. Memenuhi 4 ketentuan

B. Memenuhi 3 ketentuan
Sekolah/madrasah memiliki gudang dengan ketentuan:
1) Luas minimum gudang adalah 21 m2. C. Memenuhi 2 ketentuan
2) Gudang dilengkapi sarana lemari dan rak tiap ruang.
D. Memenuhi 1 ketentuan
3) Gudang dapat dikunci.
E. Tidak memiliki gudang

Dibuktikan dengan memeriksa ruang simpan/gudang dan perabot.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


77. Tempat bermain, berolahraga, berkesenian, keterampilan, dan upacara 77. Sekolah/madrasah memiliki tempat bermain,
dengan ketentuan: berolahraga, berkesenian, keterampilan, dan
upacara dengan ketentuan: (1) luas minimum,
1) Tempat bermain/berolahraga dengan rasio minimum 3 m 2/siswa (2) memiliki bendera dan tiang bendera, (3)
dan luas minimum 1.000 m2, memiliki permukaan datar dengan memiliki peralatan olahraga, (4) memiliki
peralatan seni budaya, (5) memiliki peralatan
drainase yang baik dan tidak digunakan untuk tempat parkir. keterampilan.
2) Luas minimum tempat berolahraga 30 m x 20 m.
A. Memenuhi 5 ketentuan
3) Sarana tempat bermain olah raga sebagaimana tercantum pada
Tabel berikut. B. Memenuhi ketentuan (1), (2), (3) dan (4)

Tabel Sarana Tempat Bermain/Berolahraga. C. Memenuhi ketentuan (1), (2), dan (3)
No Jenis Rasio
D. Memenuhi ketentuan (1) dan (2)
1 Bendera & Tiang bendera 1 set/sekolah

2 Peralatan Olahraga (bola voli, 1 set/sekolah E. Tidak memenuhi ketentuan


sepak bola, bola basket, bulu
tangkis, senam, dan atletik)
3 Peralatan seni budaya* 1 set/sekolah

4 Peralatan keterampilan* 1 set/sekolah


*Disesuaikan dengan potensi masing-masing sekolah/madrasah

Dibuktikan dengan memeriksa keberadaan dan kemanfaatan tempat


bermain/tempat olah raga, peralatan pendidikan, dan perlengkapan
lain.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


78. Ruang sirkulasi adalah ruang penghubung antar bagian bangunan 78. Sekolah/madrasah memiliki ruang sirkulasi
sekolah/madrasah. yang memenuhi ketentuan: (1) luas minimum
(2) kualitas (3) terawat dengan baik, (4)
bersih, (5) nyaman.
Ruang sirkulasi memiliki ketentuan: A. Memenuhi 5 ketentuan
1) Memiliki luas minimum 30% dari luas total seluruh ruang pada
bangunan, lebar minimum 1,8 m, dan tinggi minimum 2,5 m. B. Memenuhi 4 ketentuan
2) Dapat menghubungkan ruang-ruang dengan baik, beratap, serta
C. Memenuhi 3 ketentuan
memperoleh cahaya dan udara yang cukup.
3) Terawat dengan baik, bersih, dan nyaman. D. Memenuhi 2 ketentuan

E. Memenuhi kurang dari 2 ketentuan


Dibuktikan dengan memeriksa ruang sirkulasi

79. Kantin 79. Sekolah/madrasah memiliki kantin yang


memenuhi ketentuan: (1) area tersendiri, (2)
1) Kantin menempati area tersendiri.
luas minimum 12 m2, (3) ruangan bersih, (4)
2) Luas kantin sesuai dengan kebutuhan siswa, dengan luas total sanitasi yang baik, (5) menyediakan
minimum 12 m2. makanan yang sehat dan bergizi.
3) Kantin memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, keamanan.
A. Memenuhi semua ketentuan
4) Kantin memiliki sanitasi yang baik.
5) Kantin menyediakan makanan dan minuman yang sehat dan B. Memenuhi ketentuan (1), (3), (4), dan (5)
bergizi bagi guru, karyawan dan siswa. Makanan dan minuman
sehat dan bergizi adalah yang memiliki kandungan gizi seimbang C. Memenuhi ketentuan (1), (3), dan (5)
yang mengandung serat dan zat-zat yang diperlukan tubuh untuk
proses tumbuh kembang (empat sehat, lima sempurna). D. Memenuhi ketentuan (1), (4), dan (5)

E. Tidak memenuhi ketentuan (1)


Dibuktikan dengan memeriksa kantin.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


80. Tempat Parkir 80. Sekolah/madrasah memiliki tempat parkir
1) Tempat parkir menempati area tersendiri. kendaraan yang memenuhi ketentuan: (1)
area khusus parkir, (2) luas memadai, (3)
2) Tempat parkir dibuat dengan mengikuti standar yang ditetapkan memiliki sistem pengamanan, (4) memiliki
dengan peraturan daerah atau peraturan nasional. rambu-rambu parkir, (5) memiliki petugas
khusus.
3) Tempat parkir memiliki sistem pengamanan.  A. Memenuhi semua ketentuan
4) Tempat parkir dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas sesuai
dengan keperluan.  B. Memenuhi ketentuan (1), (2), (3), dan
(5)
5) Tempat parkir dijaga oleh petugas khusus parkir.

 C. Memenuhi ketentuan (1), (2), dan (3)


Dibuktikan dengan memeriksa tempat parkir.
 D. Memenuhi ketentuan (1) dan (2)

 E. Tidak memenuhi ketentuan (1)

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


VI. STANDAR PENGELOLAAN

81. Sekolah/madrasah merumuskan, menetapkan dan mengembangkan 81. Sekolah/madrasah memiliki visi, misi, dan tujuan
visi, misi, dan tujuan lembaga dengan ketentuan, meliputi: yang jelas sesuai ketentuan, meliputi: (1)
1) Dirumuskan berdasarkan masukan dari warga sekolah/madrasah, perumusan, (2) keputusan, (3) penetapan, (4)
komite sekolah/madrasah, dan pihak-pihak pemangku peninjauan.
kepentingan, serta selaras dengan tujuan pendidikan nasional.
2) Diputuskan dalam rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh
kepala sekolah/madrasah. A. Memenuhi 4 ketentuan
3) Ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah dan disosialisasikan
kepada semua warga sekolah/madrasah dan pihak-pihak B. Memenuhi 3 ketentuan
pemangku kepentingan.
4) Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan
perkembangan pendidikan. C. Memenuhi 2 ketentuan

Visi sekolah/madrasah dijadikan sebagai cita-cita bersama warga


sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada D. Memenuhi 1 ketentuan
masa yang akan datang.
E. Tidak sesuai ketentuan
Misi sekolah/madrasah memberikan arah dalam mewujudkan visi
sekolah/madrasah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Tujuan sekolah/madrasah menggambarkan tingkat kualitas yang


perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan).

Dibuktikan dengan:
1) Dokumen:
a) visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan oleh kepala
sekolah/madrasah
b) berita acara dan daftar hadir kegiatan perumusan, penetapan,
dan peninjauan kembali visi, misi, dan tujuan
2) Observasi ketersediaan bukti sosialisasi visi, misi, dan tujuan
sekolah/madrasah
3) Wawancara dengan warga sekolah/madrasah, komite
sekolah/madrasah, dan pihak-pihak pemangku kepentingan
tentang perumusan dan sosialisasi visi, misi, dan tujuan
sekolah/madrasah.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


82. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan 82. Sekolah/madrasah telah merumuskan dan
(RKT) sekolah/madrasah, meliputi: menetapkan Rencana Kerja Jangka Menengah
(RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT)
1) Disusun sesuai rekomendasi hasil Evaluasi Diri sekolah/madrasah. sesuai ketentuan, meliputi: (1) disusun sesuai
rekomendasi hasil Evaluasi Diri, (2)
2) Diputuskan dalam rapat dewan pendidik dengan memperhatikan diputuskan dalam rapat dewan pendidik, (3)
masukan dari komite sekolah/madrasah dan ditetapkan oleh kepala disahkan oleh Dinas Pendidikan/Kantor
sekolah/madrasah. Kemenag, (4) dituangkan dalam dokumen
tertulis.
3) Disahkan oleh Dinas Pendidikan/Kantor Kementerian Agama A. Memenuhi 4 ketentuan
kabupaten/kota. Bagi sekolah/madrasah swasta, RKJM dan RKT
disahkan oleh badan/lembaga penyelenggara pendidikan.
B. Memenuhi 3 ketentuan
4) Dituangkan dalam dokumen tertulis yang mudah dibaca dan
dipahami oleh pihak-pihak yang terkait. C. Memenuhi 2 ketentuan

Dibuktikan dengan kegiatan dan bukti dokumen yang bias diamati


disekolah/madrasah, meliputi : D. Memenuhi 1 ketentuan
1) Dokumen Evaluasi Diri sekolah/madrasah yang menggunakan
imstrumen Akreditasi atau lainnya. E. Tidak memenuhi ketentuan
2) Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dibuktikan melalui
wawancara dengan warga sekolah/madrasah, komite
sekolah/madrasah dan pihak-pihak pemangku kepentingan.

3) Berita acara perumusan, penetapan dan peninjauan kembali tujuan,


dilengkapi daftar hadir warga sekolah/madrasah, komite
sekolah/madrasah dan pihak-pihak pemangku kepentingan.

4) Terdapat dokumen RKIM dan RKT berbasis Evaluasi Diri yang telah
ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


83. Dibuktikan dengan dokumen yang mengatur aspek pengelolaan, 83. Sekolah/madrasah memiliki pedoman pengelolaan
yang meliputi: (1) KTSP, (2) kalender
meliputi:
pendidikan/akademik, (3) struktur organisasi, (4)
1) KTSP. pembagian tugas guru, (5) pembagian tugas
tenaga kependidikan, (6) peraturan akademik, (7)
2) Kalender pendidikan/akademik.
tata tertib, (8) kode etik, (9) biaya operasional.
3) Struktur organisasi sekolah/madrasah.
4) Pembagian tugas di antara guru. A. Memiliki 8-9 dokumen
5) Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan.
6) Peraturan akademik. B. Memiliki 6-7dokumen

7) Tata tertib sekolah/madrasah.


C. Memiliki 4-5 dokumen
8) Kode etik sekolah/madrasah.
9) Biaya operasional sekolah/madrasah. D. Memiliki 2-3 dokumen

E. Kurang dari 2 dokumen

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


84. Sekolah/madrasah memiliki struktur organisasi
84. Struktur organisasi sekolah/madrasah ditetapkan melalui langkah yang lengkap dan efektif, sesuai ketentuan,
sebagai berikut: melalui langkah berikut: (1) diputuskan, (2)
ditetapkan, (3) disosialisasikan, (4) disahkan.
1) Diputuskan dalam rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh
kepala sekolah/madrasah.
A. Memenuhi 4 ketentuan
2) Ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah

3) Disosialisasikan kepada semua warga sekolah dan pihak-pihak B. Memenuhi 3 ketentuan


pemangku kepentingan.
C. Memenuhi 2 ketentuan
4) Disahkan oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota atau Kantor
Kementerian Agama kabupaten/kota. Bagi sekolah swasta
disahkan oleh badan/lembaga penyelenggara pendidikan. D. Memenuhi 1 ketentuan

E. Tidak memenuhi ketentuan


Dibuktikan dengan kegiatan dan bukti dokumen yang bisa diamati di
sekolah/madrasah, meliputi:

1) Notulen rapat yang berisi keputusan tentang penyusunan struktur


organisasi sekolah/madrasah.

2) Dokumen penetapan dan pengesahan susunan


organisasi sekolah/madrasah.

3) Bukti sosialisasi kepada semua warga sekolah/madrasah dan


pihakpihak pemangku kepentingan berupa notulen atau berita
acara, dilengkapi daftar hadir.
4) Bagan atau struktur organisasi sekolah/madrasah.

5) Rincian tugas setiap personil dalam struktur organisasi.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


85. Dibuktikan dengan melihat dokumen rencana kerja tahunan dan 85. Sekolah/madrasah melaksanakan kegiatan sesuai
rencana kerja tahunan.
dokumen laporan pelaksanaan kegiatan.

A. Melaksanakan 91%-100% kegiatan


Persentase ketercapaian dihitung dengan membandingkan
banyaknya kegiatan yang dilaksanakan dengan rencana dikali 100% B. Melaksanakan 81%-90% kegiatan

C. Melaksanakan 71%-80% kegiatan

D. Melaksanakan 61%-70% kegiatan

E. Melaksanakan kurang dari 61% kegiatan

86. Dibuktikan dengan dokumen pelaksanaan kegiatan kesiswaan yang 86. Sekolah/madrasah melaksanakan kegiatan
meliputi: kesiswaan yang meliputi:
(1) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), (2)
1) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). layanan konseling, (3) ekstrakurikuler, (4)
2) Layanan konseling. pembinaan prestasi, (5) penelusuran alumni.

3) Kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan ekstrakurikuler lainya.


A. Melaksanakan 5 atau lebih kegiatan
4) Pembinaan prestasi.
5) Penelusuran alumni. B. Melaksanakan 4 kegiatan

C. Melaksanakan 3 kegiatan

D. Melaksanakan 2 kegiatan

E. Melaksanakan kurang dari 2 kegiatan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


87. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran terdiri atas: A. 87. Sekolah/madrasah melaksanakan pengelolaan
bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran
A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) meliputi: (1) KTSP, (2) kalender pendidikan, (3)
1) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan, perangkat pembelajaran, (4) penilaian hasil
Standar Isi, dan peraturan pelaksanaannya. belajar siswa, (5) peraturan akademik.
2) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah,
potensi atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat A. Melaksanakan 5 atau lebih pengelolaan
setempat, dan siswa.
3) Kepala Sekolah/Madrasah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP.
4) Wakil Kepala SMP/MTs dan wakil kepala SMP/MTs bidang kurikulum B. Melaksanakan 4 pengelolaan
bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP.
C. Melaksanakan 3 pengelolaan
B. Kalender Pendidikan
1) Sekolah/madrasah menyusun kalender pendidikan/akademik yang
meliputi jadwal pembelajaran, ulangan, ujian, kegiatan D. Melaksanakan 2 pengelolaan
ekstrakurikuler, dan hari libur.
2) Penyusunan kalender pendidikan/akademik
3) Sekolah/madrasah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada E. Melaksanakan kurang dari 2 pengelolaan
semester gasal, dan semester genap.

C. Program Pembelajaran
1) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi
Lulusan, Standar Isi, dan peraturan pelaksanaannya, serta Standar
Proses dan Standar Penilaian.
2) Mutu pembelajaran di sekolah/madrasah dikembangkan.
3) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan
pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampu
4) Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab terhadap kegiatan
pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah.
5) Kepala SMP/MTs dan wakil kepala SMP/MTs bidang kurikulum
bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran.
6) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan
pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampu

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


D. Penilaian Hasil Belajar Siswa
1) Sekolah/madrasah menyusun program penilaian hasil belajar yang
berkeadilan, bertanggung jawab dan berkesinambungan.
2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada
Standar Penilaian Pendidikan.
3) Sekolah/madrasah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok
mata pelajaran, dan membuat catatan keseluruhan, untuk menjadi
bahan program remedial, klarifikasi capaian ketuntasan yang
direncanakan, laporan kepada pihak yang memerlukan,
pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan, dan dokumentasi.
4) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik,
berdasarkan data kegagalan/kendala pelaksanaan program
termasuk temuan penguji eksternal dalam rangka mendapatkan
rencana penilaian yang lebih adil dan bertanggung jawab.
5) Sekolah/madrasah menetapkan prosedur yang mengatur
transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal
yang berkelanjutan.
6) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai.
7) Sekolah/madrasah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional
yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan siswa dan
penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar.
8) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan.
9) Sekolah/Madrasah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian
hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan.
10) Kemajuan yang dicapai oleh siswa dipantau, didokumentasikan
secara sistematis, dan digunakan sebagai balikan kepada siswa
untuk perbaikan secara berkala.
11) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan,
keandalan, dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode
penilaian.
12) Sekolah/madrasah melaporkan hasil belajar kepada orangtua
siswa, komite, dan institusi di atasnya.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


E. Peraturan Akademik, meliputi:
1) Persyaratan minimal kehadiran siswa untuk mengikuti pelajaran dan tugas
dari guru.
2) Ketentuan mengenai ulangan, remedial, ujian, kenaikan kelas, dan
kelulusan.
3) Ketentuan mengenai hak siswa untuk menggunakan fasilitas belajar,
laboratorium, perpustakaan, penggunaan buku pelajaran, buku referensi,
dan buku perpustakaan.
4) Ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran, wali
kelas, dan konselor.
5) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan
oleh kepala sekolah/madrasah.

Dibuktikan dengan:
1) adanya kegiatan pengelolaan bidang kurikulum yang melibatkan Tim
Pengembang Kurikulum di sekolah/madrasah.
2) Ada dokumen tentang KTSP, kalender pendidikan, program pembelajaran,
penilaian hasil belajar siswa, dan peraturan akademik.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


88. Dibuktikan dengan: 88. Sekolah/madrasah mendayagunakan
1) Dokumen pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi:
(1) pemenuhan kebutuhan, (2)
yang meliputi: pemberdayaan, (3) pengembangan dan
a) Pemenuhan kebutuhan jumlah pendidik dan tenaga promosi, (4) penghargaan.

kependidikan untuk terselenggaranya kegiatan pembelajaran. A. Melaksanakan 4 atau lebih pendayagunaan


b) Pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan.
c) Pengembangan dan promosi pendidik dan tenaga B. Melaksanakan 3 pendayagunaan

kependidikan.
C. Melaksanakan 2 pendayagunaan
d) Pemberian penghargaan untuk pendidik dan
tenaga kependidikan. D. Melaksanakan 1 pendayagunaan
2) Wawancara dengan beberapa pendidik dan tenaga kependidikan
apakah pembagian tugasnya berdasarkan kinerja atau lainnya. E. Tidak melaksanakan pendayagunaan

89. Penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, meliputi: 89. Sekolah/madrasah melaksanakan penilaian
1) Kesesuaian penugasan dengan keahlian. kinerja pendidik dan tenaga kependidikan,
2) Keseimbangan beban kerja. meliputi: (1) kesesuaian penugasan dengan
3) Keaktifan dalam pelaksanaan tugas. keahlian, (2) keseimbangan beban kerja, (3)
4) Pencapaian prestasi. keaktifan, (4) pencapaian prestasi, (5)
5) Keikutsertaan dalam berbagai lomba dan menjadi juara misalnya keikutsertaan dalam berbagai lomba.
guru/kepala sekolah berprestasi, dan OSN guru.
A. Melaksanakan 5 atau lebih penilaian
Dibuktikan dengan:
1) Dokumen: B. Melaksanakan 4 penilaian
a) Penugasan dari kepala sekolah/madrasah.
C. Melaksanakan 3 penilaian
b) Presensi (daftar hadir) pendidik dan tenaga kependidikan
c) Piagam, sertifikat, dan penghargaan lainnya D. Melaksanakan 2 penilaian
d) Hasil penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
2) Wawancara dengan beberapa pendidik dan tenaga kependidikan E. Melaksanakan kurang dari 2 penilaian
apakah pembagian tugasnya berdasarkan kinerja atau lainnya.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


90. Ketentuan pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional, 90. Sekolah/madrasah menyusun pedoman
meliputi: pengelolaan pembiayaan investasi dan
operasional sesuai ketentuan: (1) disusun
1) Sekolah/madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya mengacu pada standar pembiayaan, (2)
mengatur tentang sumber pemasukan,
investasi dan operasional yang mengacu pada Standar
pengeluaran, dan jumlah dana, (3) mengatur
Pembiayaan. tentang penyusunan dan pencairan anggaran,
(4) mengatur tentang kewenangan dan tanggung
2) Mengatur tentang sumber pemasukan, pengeluaran dan jumlah
jawab kepala sekolah/madrasah dalam
dana yang dikelola. membelanjakan anggaran, (5) mengatur tentang
pembukuan.
3) Mengatur tentang penyusunan dan pencairan anggaran, serta
penggalangan dana di luar dana investasi dan operasional. A. Memenuhi 5 ketentuan
4) Mengatur tentang kewenangan dan tanggung jawab kepala
B. Memenuhi 4 ketentuan
sekolah/madrasah dalam membelanjakan anggaran pendidikan
sesuai dengan peruntukannya.
C. Memenuhi 3 ketentuan
5) Mengatur tentang pembukuan semua penerimaan dan
pengeluaran serta penggunaan anggaran, untuk dilaporkan D. Memenuhi 2 ketentuan
kepada komite sekolah/madrasah, serta institusi di atasnya.
E. Memenuhi kurang dari 2 ketentuan

Dibuktikan dengan:
1) Dokumen pengelolaan biaya investasi dan operasional.
2) Berita acara kegiatan penyusunan pedoman pengelolaan biaya
investasi dan operasional.
3) Wawancara dengan beberapa pendidik dan tenaga kependidikan.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


91. Sekolah/madrasah melibatkan peran serta masyarakat dan 91. Sekolah/madrasah melibatkan peran serta
masyarakat dan membangun kemitraan
kemitraan untuk mendukung program sekolah/madrasah,
dengan lembaga lain yang relevan dalam
meliputi bidang: melakukan berbagai kegiatan pengelolaan
pendidikan, antara lain lembaga: (1)
1) Pendidikan pendidikan, (2) kesehatan, (3) kepolisian, (4)
2) Kesehatan keagamaan dan kemasyarakatan, (5) dunia
usaha, (6) pengembangan minat dan bakat.
3) Kepolisian
4) Keagamaan dan kemasyarakatan A. Bekerja sama dengan 6 atau lebih lembaga
5) Dunia usaha
B. Bekerja sama dengan 4-5 lembaga
6) Pengembangan minat dan bakat

C. Bekerja sama dengan 2-3 lembaga


Dibuktikan dengan:
1) Laporan kegiatan kerja sama D. Bekerja sama dengan 1 lembaga
2) Dokumen tertulis tentang keterlibatan masyarakat dan/atau
E. Tidak bekerja sama
lembaga lain yang relevan dalam mendukung pengelolaan
pendidikan di sekolah/madrasah, seperti:
a) penyusunan program kegiatan sekolah/madrasah,
b) pelaksanaan program kegiatan,
c) MoU dengan lembaga lain, dan sebagainya.
3) Wawancara dengan pendidik dan tenaga kependidikan
tentang hasil/laporan dari hasil kemitraan dengan lembaga
lain yang releven yang melibatkan masyarakat.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


92. Kegiatan evaluasi diri adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekolah/ 92. Sekolah/madrasah melaksanakan kegiatan
madrasah untuk mengetahui gambaran secara menyeluruh tentang evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/madrasah
dalam rangka pemenuhan Standar Nasional
kinerja sekolah/madrasah meliputi pelaksanaan 8 standar nasional Pendidikan (SNP).
pendidikan.
A. Melaksanakan sekali dalam 1 tahun

B. Melaksanakan sekali dalam 2 tahun


Dibuktikan dengan dokumen laporan evaluasi diri
sekolah/madrasah 3 (tiga) tahun terakhir. C. Melaksanakan sekali dalam 3 tahun

D. Melaksanakan sekali dalam 4 tahun

E. Melaksanakan sekali dalam lebih dari 4 tahun

93. Kepala sekolah/madrasah melakukan tugas, meliputi: 93. Kepala sekolah/madrasah melaksanakan tugas
1) Menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. kepemimpinan yang meliputi: (1) menjabarkan
2) Merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. visi ke dalam misi, (2) merumuskan tujuan dan
3) Menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan target mutu, (3) menganalisis tantangan,
sekolah/madrasah. peluang, kekuatan, dan kelemahan, (4)
4) Membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan membuat rencana kerja strategis dan rencana
untuk pelaksanaan peningkatan mutu. kerja tahunan, (5) melibatkan guru dan komite,
5) Melibatkan guru dan komite dalam pengambilan keputusan. (6) meningkatkan motivasi kerja, (7)
6) Meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan. menciptakan lingkungan pembelajaran yang
7) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi siswa. efektif, (8) meningkatkan mutu, (9) memberi
8) Meningkatkan mutu pendidikan. teladan.
9) Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga.
A. Melaksanakan 8-9 tugas
Dibuktikan dengan: B. Melaksanakan 6-7 tugas
1) Dokumen pelaksanaan tugas kepala sekolah/madrasah.
2) Wawancara dengan siswa, guru, dan tenaga kependidikan. C. Melaksanakan 4-5 tugas
D. Melaksanakan 2-3 tugas
E. Melaksanakan kurang dari 2 tugas

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


94. Kepala sekolah/madrasah dalam memerankan dirinya sebagai 94. Kepala sekolah/madrasah dalam pengelolaan
pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sekolah apabila sekolah/madrasah menerapkan prinsip-prinsip
memenuhi 6 (enam) prinsip, meliputi: kepemimpinan pembelajaran, meliputi:(1)
membangun tujuan bersama, (2) meningkatkan
1) Membangun tujuan bersama.
kreasi dan inovasi dalam pengembangan
2) Meningkatkan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan kurikulum, (3) mengembangkan motivasi guru,
kurikulum. (4) menjamin pelaksanaan mutu proses
pembelajaran, (5) mengembangkan sistem
3) Mengembangkan motivasi pendidik dalam mengembangkan
penilaian, (6) mengambil keputusan berbasis
kompetensi.
data.
4) Menjamin pelaksanaan mutu proses pembelajaran melalui
pelaksanaan monitoring atau supervisi. A. Menerapkan 6 prinsip
5) Mengembangkan sistem penilaian dalam memantau B. Menerapkan 5 Prinsip
perkembangan belajar siswa.
C. Menerapkan 4 prinsip
6) Mengambil keputusan berbasis data.
D. Menerapkan 3 prinsip

Dibuktikan dengan: E. Menerapkan kurang dari 3 prinsip


1) Observasi lingkungan kerja
2) Wawancara dengan guru dan siswa
3) Dokumen:
a) Laporan pelaksanaan supervisi proses pembelajaran secara
teratur.
b) Penilaian hasil belajar.
c) Data pokok pendidikan.
d) Catatan guru BK.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


95. Sekolah/madrasah: 95. Sekolah/madrasah memiliki sistem informasi
1) mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk manajemen (SIM) yang meliputi: (1)
mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan pengelolaan SIM, (2) penyediaan fasilitas SIM,
akuntabel; (3) penugasan pengelola SIM, (4) pelaporan
data dan informasi.
2) menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif dan mudah
diakses; A. Memenuhi 4 komponen
3) menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk
melayani permintaan informasi maupun pemberian informasi atau B. Memenuhi 3 komponen
pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan
sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tertulis dan
semuanya direkam dan didokumentasikan; C. Memenuhi 2 komponen

4) melaporkan data informasi sekolah/madrasah yang


telah terdokumentasikan kepada instansi terkait. D. Memenuhi 1 komponen

E. Tidak memiliki komponen


Komunikasi antar warga sekolah/madrasah di lingkungan
sekolah/madrasah dilaksanakan secara efisien dan efektif.
Dibuktikan dengan:
1) Dokumen:
a) Pengelolaan SIM.
b) Fasilitas SIM.
c) Surat tugas pengelola SIM.
d) Pelaporan data dan informasi.
2) Mengamati fasilitas dan proses pengelolaan SIM.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


VII. STANDAR PEMBIAYAAN

96. Sekolah/madrasah memiliki RKA untuk investasi selama 3 (tiga) 96. Sekolah/madrasah memiliki Rencana Kerja dan
Anggaran (RKA) 3 tahun terakhir yang memuat
tahun terakhir.
alokasi anggaran untuk investasi yang meliputi:
(1) pengembangan sarana dan prasarana, (2)
Dibuktikan dengan: pengembangan pendidik, (3) pengembangan
tenaga kependidikan, (4) modal kerja.
1) Dokumen RKA yang menunjukkan adanya alokasi anggaran
 A. Memuat 4 alokasi
untuk:
a) Pengembangan sarana dan prasarana.  B. Memuat 3 alokasi
b) Pengembangan pendidik.
c) Pengembangan tenaga kependidikan.  C. Memuat 2 alokasi

d) Modal kerja.
 D. Memuat 1 alokasi
2) Wawancara dengan kepala sekolah/madrasah, bagian
keuangan, dan komite. Untuk sekolah/madrasah swasta  E. Tidak memuat alokasi
dengan melibatkan yayasan.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


97. Sekolah/madrasah memiliki RKA untuk biaya operasi nonpersonalia 97. Sekolah/madrasah memiliki Rencana Kerja dan
selama 3 (tiga) tahun terakhir. Anggaran (RKA) 3 tahun terakhir yang memuat
alokasi anggaran untuk biaya operasi
Dibuktikan dengan dokumen RKA yang menunjukkan adanya nonpersonalia yang mencakup 9 komponen,
alokasi anggaran untuk biaya operasi nonpersonalia yang meliputi: (1) alat tulis sekolah (ATS), (2) bahan
mencakup biaya: dan alat habis pakai (BAHP), (3) pemeliharaan
1) Alat tulis sekolah (ATS). dan perbaikan ringan, (4) daya dan jasa, (5)
2) Bahan dan alat habis pakai (BAHP). transportasi/perjalanan dinas, (6) konsumsi, (7)
3) Pemeliharaan dan perbaikan ringan. asuransi, (8) pembinaan siswa/ekstrakurikuler,
4) Daya dan jasa. (9) pelaporan.
5) Transportasi/perjalanan dinas.
6) Konsumsi.  A. Memuat 8-9 komponen
7) Asuransi.  B. Memuat 6-7 komponen
8) Pembinaan siswa/ekstra kurikuler.
9) Pelaporan.  C. Memuat 4-5 komponen

 D. Memuat 2-3 komponen

 E. Memuat kurang dari 2 komponen

98. Dokumen investasi sarana adalah catatan perlengkapan 98. Sekolah/madrasah memiliki dokumen investasi
pembelajaran yang dapat dipindah-pindah. Sedangkan dokumen sarana dan prasarana secara lengkap.
prasarana adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi
sekolah/madrasah (lahan dan gedung). Kedua dokumen tersebut A. Memiliki dokumen investasi 3 tahun terakhir
dibuat setiap tahun untuk mengetahui nilai investasi sarana dan
prasarana. B. Memiliki dokumen investasi 2 tahun terakhir

C. Memiliki dokumen investasi 1 tahun terakhir


Dibuktikan dengan dokumen investasi sarana dan prasarana selama
3 (tiga) tahun terakhir. D. Memiliki dokumen investasi yang tidak
lengkap
Dokumen dinyatakan lengkap dalam tahun tersebut apabila tersedia
dua jenis dokumen investasi. E. Tidak memiliki dokumen investasi

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


99. Biaya pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi 99. Sekolah/madrasah membelanjakan biaya untuk
: biaya pendidikan lanjut, pelatihan, seminar dan lain-lain pengembangan pendidik dan tenaga
kependidikan berdasarkan RKA selama 3 tahun
termasuk yang dibiayai oleh pemerintah/pemerintah daerah, terakhir.
yayasan, maupun lembaga lain.
A. Membelanjakan 91%-100% dari RKA

Dibuktikan dengan dokumen laporan keuangan tentang B. Membelanjakan 81%-90% dari RKA

pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan selama 3 tahun C. Membelanjakan 71%-80% dari RKA
terakhir.
D. Membelanjakan 61%-70% dari RKA

E. Membelanjakan kurang dari 61% dari RKA

100. Modal kerja adalah anggaran yang disediakan untuk membiayai 100 Sekolah/madrasah merealisasikan modal kerja
sebesar yang tertuang dalam RKA selama 3
seluruh kebutuhan pendidikan agar terlaksana proses
tahun terakhir.
pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. A. Merealisasikan 91%-100% modal kerja

B. Merealisasikan 81%-90% modal kerja


Dibuktikan dengan dokumen laporan keuangan tentang modal
kerja selama 3 tahun terakhir. C. Merealisasikan 71%-80% modal kerja

D. Merealisasikan 61%-70% modal kerja

E. Merealisasikan kurang dari 61% modal kerja

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


101. Gaji adalah penghasilan rutin setiap bulan. 101 Sekolah/madrasah menyampaikan biaya
Honor kegiatan adalah penghasilan yang diberikan berkaitan operasional untuk guru dan tenaga kependidikan
dengan pelaksanaan kegiatan tertentu. berupa: (1) gaji, (2) honor kegiatan, (3)
insentif, (4) tunjangan lain.
Insentif adalah penghasilan yang diberikan
karena tugas/kinerja/prestasi tertentu.
A. Menyampaikan 4 jenis
Tunjangan lain adalah penghasilan di luar yang disebut di atas,
misalnya: tunjangan struktural, tunjangan fungsional, dan lain-
lain. B. Menyampaikan 3 jenis

Dibuktikan dengan dokumen penerimaan: C. Menyampaikan 2 jenis


1) Gaji.
2) Honor kegiatan. D. Menyampaikan 1 jenis
3) Insentif.
4) Tunjangan lain.
E. Tidak menyampaikan
Biaya operasional untuk guru dan tenaga kependidikan dapat
disampaikan melalui transfer atau oleh pihak yayasan.

102. Biaya alat tulis sekolah adalah biaya yang dibutuhkan untuk 102 Sekolah/madrasah merealisasikan rencana
pengadaan pensil, pena, penghapus, penggaris, stapler, kertas, belanja anggaran pengadaan alat tulis sesuai
RKA dalam 3 tahun terakhir.
buku-buku administrasi, penggandaan atau fotokopi, dan lain-
A. Merealisasikan 91%-100% dari RKA
lain.
B. Merealisasikan 81%-90% dari RKA

Dibuktikan dengan dokumen alokasi dana pengadaan alat tulis C. Merealisasikan 71%-80% dari RKA
dalam RKA dan laporan keuangan untuk pengadaan alat tulis .
D. Merealisasikan 61%-70% dari RKA

E. Merealisasikan kurang dari 61% dari RKA

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


103. Bahan habis pakai misalnya: pengadaan bahan-bahan praktikum,
103 Sekolah/madrasah merealisasikan rencana belanja
tinta, bahan kebersihan, dan sebagainya. anggaran pengadaan bahan dan alat habis pakai
untuk kegiatan pembelajaran sesuai RKA dalam 3
tahun terakhir.
Alat habis pakai misalnya: alat-alat olahraga, set alat jahit, alat
A. Merealisasikan 91%-100% dari RKA
kebersihan, dan sebagainya.

B. Merealisasikan 81%-90% dari RKA


Dibuktikan dengan dokumen alokasi dana dalam RKA dan laporan
keuangan untuk pengadaan bahan dan alat habis pakai. C. Merealisasikan 71%-80% dari RKA

D. Merealisasikan 61%-70% dari RKA

E. Merealisasikan kurang dari 61% dari RKA

104. Biaya pemeliharaan dan perbaikan berkala adalah biaya untuk 104. Sekolah/madrasah merealisasikan rencana biaya
memelihara dan memperbaiki sarana dan prasarana sekolah/ pemeliharaan dan perbaikan berkala sarana dan
prasarana sesuai RKA.
madrasah untuk mempertahankan kualitas sarana dan
prasarana sekolah/madrasah agar layak digunakan sebagai A. Merealisasikan 91%-100% dari RKA

tempat belajar dan mengajar.


B. Merealisasikan 81%-90% dari RKA

Dibuktikan dengan dokumen alokasi anggaran dalam RKA dan C. Merealisasikan 71%-80% dari RKA
laporan keuangan tentang pemeliharaan dan perbaikan ringan.
D. Merealisasikan 61%-70% dari RKA

E. Merealisasikan kurang dari 61% dari RKA

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


105. Biaya daya dan jasa merupakan biaya untuk membayar 105. Sekolah/madrasah membelanjakan biaya
langganan daya dan jasa yang mendukung kegiatan belajar pengadaan daya dan jasa sesuai RKA selama 3
tahun terakhir.
mengajar di sekolah/madrasah seperti listrik, telepon, air, dan
lain-lain. A. Membelanjakan 91%-100% dari RKA

B. Membelanjakan 81%-90% dari RKA


Dibuktikan dengan dokumen alokasi anggaran dalam RKA dan
laporan keuangan tentang biaya pengadaan daya dan jasa. C. Membelanjakan 71%-80% dari RKA

D. Membelanjakan 61%-70% dari RKA

E. Membelanjakan kurang dari 61% dari RKA

106. Biaya transportasi dan perjalanan dinas adalah biaya untuk 106. Sekolah/madrasah membelanjakan biaya
berbagai keperluan perjalanan dinas pendidik, tenaga transportasi dan perjalanan dinas serta konsumsi
selama 3 tahun terakhir.
kependidikan, dan siswa baik di dalam maupun di luar kota.
A. Membelanjakan 91%-100% dari RKA

Biaya konsumsi adalah biaya untuk kegiatan sekolah/madrasah


B. Membelanjakan 81%-90% dari RKA
yang layak disediakan konsumsi seperti rapat-rapat, perlombaan,
dan lainlain. C. Membelanjakan 71%-80% dari RKA
Dibuktikan dengan dokumen alokasi anggaran dalam RKA dan
D. Membelanjakan 61%-70% dari RKA
laporan keuangan tentang biaya transportasi, perjalanan dinas,
dan konsumsi. E. Membelanjakan kurang dari 61% dari RKA

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


107. Biaya pembinaan siswa adalah biaya untuk menyelenggarakan 107. Sekolah/madrasah membelanjakan dana untuk
kegiatan pembinaan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler kegiatan pembinaan siswa selama 3 tahun
terakhir.
seperti Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan
Sekolah (UKS), Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), olah raga, A. Membelanjakan 91%-100% dari RKA

kesenian, lomba bidang akademik, pembinaan kegiatan


B. Membelanjakan 81%-90% dari RKA
keagamaan, dan lain-lain.

C. Membelanjakan 71%-80% dari RKA


Dibuktikan dengan dokumen alokasi anggaran dalam RKA dan
laporan keuangan tentang biaya pembinaan siswa dan D. Membelanjakan 61%-70% dari RKA

ekstrakurikuler.
E. Membelanjakan kurang dari 61% dari RKA

108. Anggaran pelaporan adalah biaya untuk menyusun dan 108. Sekolah/madrasah membelanjakan anggaran
mengirimkan laporan sekolah/madrasah kepada pihak yang untuk pelaporan dalam 3 tahun terakhir.

berwenang. A. Membelanjakan 91%-100% dari RKA

Dibuktikan dengan dokumen alokasi anggaran dalam RKA dan B. Membelanjakan 81%-90% dari RKA

laporan keuangan tentang biaya pelaporan.


C. Membelanjakan 71%-80% dari RKA

D. Membelanjakan 61%-70% dari RKA

E. Membelanjakan kurang dari 61% dari RKA

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


109. Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat, meliputi: 109. Sumbangan pendidikan atau dana dari
masyarakat/pemerintah selama 3 tahun terakhir,
1) Biaya yang dikeluarkan oleh calon siswa untuk dapat
dikelola secara: (1) sistematis, (2) transparan, (3)
diterima sebagai siswa dengan berbagai istilah antara lain: efisien, dan (4) akuntabel.
uang pangkal, uang gedung, pembiayaan investasi
A. Memenuhi 4 ketentuan
sekolah/madrasah.
2) Sumbangan dari masyarakat (dunia usaha, komunitas B. Memenuhi 3 ketentuan
agama, donatur alumni, dan lain-lain) yang berupa infak,
C. Memenuhi 2 ketentuan
sumbangan, bantuan/beasiswa.
3) Dana dari pemerintah/pemerintah daerah, misalnya Bantuan
D. Memenuhi 1 ketentuan
Operasional Sekolah, maupun dari lembaga lain dapat
dimasukkan dalam kategori ini. E. Tidak memenuhi ketentuan

Dibuktikan dengan buku pengelolaan (buku kas) dan dokumen


laporan pertanggungjawaban keuangan
1) Sistematis bila disusun sesuai dengan kaidah pelaporan
keuangan
2) Transparan bila diumumkan atau dilaporkan secara periodic
kepada komite sekolah/madrasah atau yayasan atau diaudit
secara internal dan ekternal
3) Efisien bila penggunaan dana sesuai dengan alokasi
4) Akuntabel bila seluruh danan dipertanggungjawabkan dan
dilaporkan kepada orangtua siswa, masyarakat dan
pemerintah atau yayasan yang disertai dengan bukti-bukti.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


110. Buku Kas Umum harus diisi tiap transaksi (segera setelah 110. Sekolah/madrasah memiliki pembukuan
transaksi tersebut terjadi dan tidak menunggu terkumpul satu keuangan 3 tahun terakhir yang meliputi: (1)
minggu/bulan) dan transaksi yang dicatat di dalam Buku Kas buku kas umum, (2) buku pembantu kas, (3)
Umum juga harus dicatat dalam buku pembantu, yaitu Buku buku pembantu bank, dan (4) buku pembantu
Pembantu Kas, Buku Pembantu Bank, dan Buku Pembantu pajak.
Pajak.
A. Memiliki pembukuan keuangan yang lengkap
Buku Pembantu Kas harus mencatat tiap transaksi tunai dan dengan nilai 18
ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah.
Buku Pembantu Bank mencatat tiap transaksi melalui bank (baik B. Memiliki pembukuan keuangan dengan nilai 17
cek, giro maupun tunai) dan ditandatangani oleh Bendahara dan
Kepala Sekolah.
C. Memiliki pembukuan keuangan dengan nilai 16
Buku Pembantu Pajak berfungsi mencatat semua transaksi yang
harus dipungut pajak serta memonitor pungutan dan penyetoran
pajak yang dipungut selaku wajib pungut pajak. D. Memiliki pembukuan keuangan dengan nilai
15

Dibuktikan dengan buku maupun bentuk lain (file elektronik)


E. Memiliki pembukuan keuangan dengan nilai
yang setara berupa:
kurang dari 15
1) Buku Kas Umum.
2) Buku Pembantu Kas.
3) Buku Pembantu Bank.
4) Buku Pembantu Pajak.

Dalam perhitungan kelengkapan pembukuan keuangan, Buku


Kas Umum diberi nilai 3 karena merupakan buku utama yang
menghimpun semua catatan pengeluaran dan penerimaan.
Sedangkan 3 buku lainnya diberi nilai 1.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


111. Dibuktikan dengan dokumen: 111. Sekolah/madrasah memiliki laporan
1) Laporan pertanggungjawaban keuangan pertanggungjawaban keuangan dan
menyampaikannya kepada: (1) pemerintah atau
2) Penyampaian laporan keuangan kepada pihak terkait selama yayasan, (2) orangtua siswa.
3 (tiga) tahun terakhir.
A. Memiliki laporan keuangan dan
menyampaikannya kepada 2 pihak selama 3 tahun
terakhir

B. Memiliki laporan keuangan dan


menyampaikannya kepada 2 pihak selama 2 tahun
terakhir

C. Memiliki laporan keuangan dan


menyampaikannya kepada 2 pihak selama 1 tahun
terakhir

D. Memiliki laporan keuangan dan


menyampaikannya hanya kepada 1 pihak

E. Tidak memiliki laporan pengelolaan keuangan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


VIII. STANDAR PENILAIAN

112. Prinsip penilaian:


112 Guru melaksanakan penilaian hasil belajar siswa
1) Sahih, berarti penilaian didasarkan pada kemampuan yang berdasarkan 6 prinsip penilaian: (1) sahih, (2)
hendak diukur. objektif, (3) adil, (4) terbuka, (5) holistik, (6)
2) Objektif, berarti dalam penilaian dilakukan oleh siapa saja, akuntabel.
hasilnya relatif sama.
3) Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan A. 91%-100% guru menerapkan 6 prinsip penilaian
siswa karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar
belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial B. 81%-90% guru menerapkan 6 prinsip penilaian
ekonomi, dan gender.
4) Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan
C. 71%-80% guru menerapkan 6 prinsip penilaian
dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak
yang berkepentingan.
5) Holistik, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua D. 61%-70% guru menerapkan 6 prinsip penilaian
aspek kompetensi dan dengan menggunakan berbagai teknik
penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang harus E. Kurang dari 61% guru menerapkan 6 prinsip
dikuasai siswa. penilaian
6) Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan,
baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

Dibuktikan dengan:
1) Dokumen:
a) Alat-alat tes yang digunakan guru sesuai dengan
kompetensi dasar setiap mata pelajaran.
b) Instrumen penilaian model rubrik.
c) Perumusan penetapan KKM yang diketahui siswa.
d) Portofolio.
e) Hasil penilaian yang dikembalikan kepada siswa.
2) Wawancara dengan guru dan siswa.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


113. KKM setiap mata pelajaran ditentukan oleh satuan pendidikan 113 Sekolah/madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan
dengan mempertimbangkan: Minimal (KKM) seluruh mata pelajaran dengan
mempertimbangkan: (1) karakteristik siswa, (2)
1) Karakteristik peserta didik. karakteristik mata pelajaran, (3) kondisi satuan
2) Karakteristik mata pelajaran. pendidikan, (4) analisis hasil penilaian.

3) Kondisi satuan pendidikan. A. 91%-100% KKM sesuai ketentuan


4) Analisis hasil penilaian.
B. 81%-90% KKM sesuai ketentuan

Dibuktikan dengan dokumen penetapan KKM untuk setiap mata


C. 71%-80% KKM sesuai ketentuan
pelajaran.

D. 61%-70% KKM sesuai ketentuan

E. Kurang dari 61% KKM sesuai ketentuan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


114. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur 114 Guru melaksanakan penilaian hasil belajar dalam
pencapaian Kompetensi Siswa secara berkelanjutan dalam bentuk: (1) ulangan, (2) pengamatan, (3)
penugasan, dan/atau (4) bentuk lain yang
proses pembelajaran untuk memantau kemajuan dan diperlukan.
perbaikan hasil belajar Siswa.
A. 91%-100% guru melaksanakan minimal
3 bentuk penilaian
Pengamatan/observasi merupakan teknik penilaian yang
dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan B. 81%-90% guru melaksanakan minimal 3
bentuk penilaian
indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan
menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah C. 71%-80% guru melaksanakan minimal 3
indikator hasil belajar yang diamati. bentuk penilaian

D. 61%-70% guru melaksanakan minimal 3


Penugasan merupakan tekhnik penilaian dengan memberikan bentuk penilaian
tugas yang dikerjakan siswa secara individua tau kelompok
sesuai dengan karakteristik tugas E. Kurang dari 61% guru melaksanakan
minimal 3 bentuk penilaian

Bentuk peniaian lain dapat berupa jurnal, portfolio, dan


penilaian proyek
Dibuktikan dengan :
1) Dokumen pelaksanaan dan hasil;
a. Ulangan
b. Pengamatan
c. Penugasan
d. Bentuk penilaian lain
2) Wawancara dengan guru dan siswa

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


115. Guru menggunakan hasil penilaian kompetensi pengetahuan 115 Guru menggunakan hasil penilaian kompetensi
untuk: pengetahuan yang dilakukan untuk: (1)
memperbaiki proses pembelajaran, (2) mengukur
1) memperbaiki proses pembelajaran dan mengetahui pencapaian kompetensi siswa,
2) mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi siswa; (3) menyusun laporan kemajuan hasil belajar
harian, tengah semester, akhir semester, akhir
3) menyusun laporan kemajuan hasil belajar harian, tengah tahun dan/atau kenaikan kelas.
semester, akhir semester, akhir tahun dan/atau kenaikan
A. 91%-100% guru menggunakan hasil penilaian
kelas untuk tiga hal tersebut.

Dibuktikan dengan: B. 81%-90% guru menggunakan hasil penilaian


untuk tiga hal tersebut.
1) Dokumen:
a) Analisis hasil belajar siswa. C. 71%-80% guru menggunakan hasil penilaian
b) Laporan hasil belajar siswa. untuk tiga hal tersebut.
c) Tindak lanjut hasil penilaian.
D. 61%-70% guru menggunakan hasil penilaian
2) Wawancara dengan guru dan siswa.
untuk tiga hal tersebut.

E. Kurang dari 61% guru menggunakan hasil


penilaian untuk tiga hal tersebut.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


116. Guru melaksanakan penilaian kompetensi sikap sesuai 116 Guru melaksanakan penilaian kompetensi sikap
karakteristik Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran sesuai karakteristik Kompetensi Dasar (KD).
yang diampu guru yang bersangkutan.
A. 91%-100% guru melaksanakan
Dibuktikan dengan membandingkan KD untuk setiap mata
pelajaran dengan dokumen penilaian kompetensi sikap yang B. 81%-90% guru melaksanakan
digunakan guru melalui:
1) Dokumen: C. 71%-80% guru melaksanakan
a) RPP.
b) Kisi-kisi dan soal tes. D. 61%-70% guru melaksanakan
c) Tugas praktik, portofolio, dan proyek.
d) Pedoman penskoran. E. Kurang dari 61% guru melaksanakan
2) Wawancara dengan guru dan siswa.

117. Guru melaksanakan penilaian kompetensi pengetahuan sesuai 117 Guru melaksanakan penilaian
karakteristik Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran yang kompetensi pengetahuan sesuai
diampu guru yang bersangkutan. karakteristik KD.

Dibuktikan dengan membandingkan KD untuk setiap mata A. 91%-100% guru melaksanakan


pelajaran dengan dokumen penilaian kompetensi pengetahuan
yang digunakan guru melalui: B. 81%-90% guru melaksanakan
1) Dokumen:
a) RPP. C. 71%-80% guru melaksanakan
b) Kisi-kisi dan soal tes.
c) Tugas praktik, portofolio, dan projek. D. 61%-70% guru melaksanakan
d) Pedoman penskoran.
2) Wawancara dengan guru dan siswa. E. Kurang dari 61% guru
melaksanakan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


118. Guru melaksanakan penilaian kompetensi keterampilan sesuai 118 Guru melaksanakan penilaian kompetensi
karakteristik Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran yang keterampilan sesuai karakteristik KD.
diampu guru yang bersangkutan.
A. 91%-100% guru melaksanakan
Dibuktikan dengan membandingkan KD untuk setiap mata
pelajaran dengan dokumen penilaian kompetensi keterampilan B. 81%-90% guru melaksanakan
yang digunakan guru melalui:
1) Dokumen: C. 71%-80% guru melaksanakan
a) RPP.
D. 61%-70% guru melaksanakan
b) Kisi-kisi dan soal tes.
c) Tugas praktik, portofolio, dan proyek. E. Kurang dari 61% guru melaksanakan
d) Pedoman penskoran.
2) Wawancara dengan guru dan siswa.

119. Penilaian kompetensi sikap dilakukan melalui tahapan: 119 Guru melaksanakan penilaian kompetensi sikap
1) Mengamati perilaku siswa selama pembelajaran. melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian
2) Mencatat perilaku siswa dengan menggunakan lembar lain yang relevan.
observasi/pengamatan.
3) Menindaklanjuti hasil pengamatan. A. 91%-100% guru melaksanakan
4) Mendeskripsikan perilaku siswa.
5) Melaporkan kepada wali kelas. B. 81%-90% guru melaksanakan

C. 71%-80% guru melaksanakan


Dibuktikan dengan:
1) Dokumen hasil penilaian sikap. D. 61%-70% guru melaksanakan
2) Wawancara dengan guru dan siswa.
E. Kurang dari 61% guru melaksanakan

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


120. Penilaian kompetensi pengetahuan dilakukan melalui: 120 Guru melaksanakan penilaian kompetensi
pengetahuan dengan menggunakan 3 jenis
1) tes tulis.
tes: (1) tes tulis, (2) tes lisan, (3)
2) tes lisan. penugasan.
3) penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai. A. 91%-100% guru menggunakan 3 jenis
tes
Dibuktikan dengan:
B. 81%-90% guru menggunakan 3 jenis
1) Dokumen hasil penilaian pengetahuan. tes
2) Wawancara dengan guru dan siswa.
C. 71%-80% guru menggunakan 3 jenis
tes

D. 61%-70% guru menggunakan 3 jenis


tes

E. Kurang dari 61% guru menggunakan 3


jenis tes

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


121. Penilaian kompetensi keterampilan dilakukan melalui:
121. Guru melaksanakan penilaian kompetensi
1) Penilaian Praktik adalah penilaian unjuk kerja/kinerja/praktik keterampilan menggunakan:
dilakukan dengan cara mengamati kegiatan peserta didik dalam (1) tes praktik, (2) penilaian produk, (3)
melakukan sesuatu. penilaian proyek, (4) penilaian portofolio, (5)
teknik lain sesuai dengan kompetensi yang
2) Penilaian Produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik
dinilai.
membuat produk-produk, teknologi dan seni.

3) Penilaian Proyek adalah penilaian yang kegiatan penilaian terhadap A. 91%-100% guru menggunakan 4 jenis atau
lebih
suatu tugas meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan
pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.
B. 81%-90% guru menggunakan 4 jenis
4) Jurnal adalah catatan tentang sikap atau perilaku siswa baik yang
positif maupun negatif yang dilakukan oleh siswa, dibuat selama C. 71%-80% guru menggunakan 4 jenis
satu semester oleh guru mata pelajaran, guru BK dan Wali Kelas.

5) Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan D. 61%-70% guru menggunakan 4 jenis
pada kumpulan informasi yang bersifat reflektif-integratif yang
menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu E. Kurang dari 61% guru menggunakan 4 jenis

periode tertentu.

6) Teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

Dibuktikan dengan:

1) Dokumen hasil penilaian keterampilan.


2) Wawancara dengan guru dan siswa.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


122. Penilaian hasil belajar dilakukan dalam bentuk penilaian harian, 122. Sekolah/madrasah melaksanakan penilaian hasil
penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun, dan ujian belajar dalam bentuk: (1) penilaian harian, (2)
penilaian akhir semester, (3) penilaian akhir
sekolah/madrasah. tahun, (4) ujian sekolah/madrasah.
1) Penilaian harian dilakukan oleh pendidik terintegrasi
A. Melaksanakan 4 bentuk penilaian
dengan proses pembelajaran dalam bentuk tes tertulis
maupun lisan dan penugasan. B. Melaksanakan 3 bentuk penilaian
2) Penilaian akhir semester dilakukan oleh pendidik di bawah
koordinasi satuan pendidikan. C. Melaksanakan 2 bentuk penilaian
3) Penilaian akhir tahun dilakukan oleh pendidik di bawah
D. Melaksanakan 1 bentuk penilaian
koordinasi satuan pendidikan.
4) Ujian sekolah/madrasah dilakukan oleh satuan pendidikan
E. Tidak melaksanakan penilaian
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dibuktikan dengan dokumen rekap hasil 2 (dua) tahun


terakhir:
1) Penilaian harian.
2) Penilaian akhir semester.
3) Penilaian akhir tahun.
4) Ujian sekolah/madrasah.

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M


123. Pertimbangan penentuan kelulusan siswa: 123. Sekolah/madrasah menentukan kelulusan
1) Ujian sekolah/madrasah (US & USBN). siswa dengan mempertimbangkan hasil: (1)
ujian sekolah/madrasah, (2) penilaian sikap,
2) Penilaian sikap. (3) penilaian pengetahuan, (4) penilaian
3) Penilaian pengetahuan. 4) Penilaian keterampilan. keterampilan.

A. Mempertimbangkan 4 hasil penilaian


Dibuktikan dengan dokumen: B. Mempertimbangkan 3 hasil penilaian
1) Pedoman ketentuan kelulusan.
C. Mempertimbangkan 2 hasil penilaian
2) Notulen rapat penentuan kelulusan.
D. Mempertimbangkan 1 hasil penilaian

E. Tidak mempertimbangkan hasil


penilaian

124. Langkah penilaian proses dan hasil belajar meliputi: 124. Guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar
1) Menetapkan tujuan penilaian. dengan 8 langkah:
2) Menyusun kisi-kisi ujian. (1) menetapkan tujuan penilaian; (2) menyusun
3) Mengembangkan (menulis, menelaah, dan merevisi) kisi-kisi ujian, (3) mengembangkan instrumen dan
instrumen dan pedoman penilaian. pedoman penilaian, (4) melakukan analisis kualitas
instrument, (5) melaksanakan penilaian, (6)
4) Melakukan analisis kualitas instrumen.
mengolah dan menentukan kelulusan siswa, (7)
5) Melaksanakan penilaian. melaporkan, (8) memanfaatkan hasil penilaian.
6) Mengolah (menskor dan menilai) dan menentukan kelulusan
siswa. A. 91%-100% guru melaksanakan 8 langkah
7) Melaporkan. B. 81%-90% guru melaksanakan 8 langkah
8) Memanfaatkan hasil penilaian.
C. 71%-80% guru melaksanakan 8 langkah
Dibuktikan dengan dokumen pelaksanaan penilaian proses dan D. 61%-70% guru melaksanakan 8 langkah
hasil belajar.
E. Kurang dari 61% guru melaksanakan 8 langkah

Instrument Akreditasi SMP IT Darus Sholihin - @2017 BAN S/M