Anda di halaman 1dari 15

TUGAS

ETIKA DAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN


KELOMPOK 4

MATERI :

 PROSES PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MASA REMAJA


KEPADA MASA DEWASA (KEMATANGAN)

DOSEN :

 Edy Bachtiar, S. Ag. M. Ag

ANGGOTA :

 MUH. FARHAN FAKTUR ROCHMAN (201830027)


 ZULKIFLI (201830041)
 MUHAMMAD KAMIL (201830071)
 ELIZABET IRENE UBA (201830096)

STIEM BONGAYA
MAKASSAR
2019

2
BAB I
PEDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam perkembangan kepribadian seorang ramaja mempunyai arti yang
khusus, namun begitu masa remaja mempunyai tempat yang tidak jelas dalam
rangkaian proses perkembangan seseorang. Secara jelas maka anak dapat
dibedakan dari masa dewasa dan masa tua. Anak masih banyak belajar untuk
dapat memperoleh tempat dalam masyarakat sebagai warga negara yang
bertanggung jawab dan bahagia. Anak belajar berbagai hal ini melelui
enkulturasi, sosialisasi dan adaprasi aktif. Orang dewasa dengan kemampuan-
kemampuannya yang sudah dapat menemukan tempatnya dalam masyarakat;
orang tua makin manarik diri dari masyarakat meskipun sukar ditentukan pada
usia berapa betul-betul tidak akif sama sekali.
Anak remaja sebetulnya tidak mempunyai tempat yang jelas. Ia tidak
termasuk golongan anak, tetapi ia tidak pula termasuk golongan orang dewasa
atau golongan tua. Remaja ada di antara anak dan orang dewasa. Remaja masih
belum mampu unutk menguasai fungsi-fungsi fisik maupun psikis.
Berhubungan ada macam-macam persyaratan untuk dapat dikatakan dewasa,
maka lebih mudah untuk dimasukan dalam kategori anak dari pada kategori
dewasa. Baru pada akhir abad ke 18 maka masa remaja dipandang sebagai
periode tertentu lepas dari periode kanak-kanak. Meskipun begitu kedudukan dan
status remaja berbeda daripada anak. Masa remaja menunjukan dengan jelas-jelas
sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status oleh dewasa
tetapi tidak lagi memiliki status kanak-kanak.

3
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah yang ingin kami bahas dalam makalah ini
adalah :
1. Jelaskan pengertian masa remaja?
2. Sebutkan fase-fase masa remaja?
3. Bagaimanakah perkembangan yang terjadi pada masa remaja?
4. Bagaimana tugas-tugas di masa remaja?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian masa remaja
2. Untuk mengetahui fase-fase masa remaja
3. Untuk mengetahui perkembangan yang terjadi di masa remaja
4. Untuk mengetahui tugas di masa remaja.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Masa Remaja (Adolescence)

Istilah adolescence atau remaja, berasal dari bahasa latinAdolescere,


yangartinya “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”. Perkembangan
lebih lanjut,istilah Adolescence seperti yang dipergunakan saat ini sesungguhnya
memiliki arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik.
Pandangan ini didukung oleh Piaget, yang mengatangan bahwa: Secara psikologis,
masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi denganmasyarakat dewasa,
usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua
melainkan berada dalam tingkatan yang sama. Sekurang-kurangnya dalam masalah
hak, integrasi dalam masalah masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek
apektif, kurang lebih berhubungan dengan masalah puber. Termasuk juga perubahan
intelektual yang mencolok. Transformasi intelektual yang khas dari caraberpikir
remaja ini memungkinkan untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang
dewasa, yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari priode
perkembangan ini.
Masa remaja merupakan suatu masa yang sangat menentukan karena pada
masa ini seseorang banyak mengalami perubahan, baik secara fisik maupun psikis.
Terjadinya banyak perubahan tersebut sering menimbulkan kebingungan-
kebingunngan atau kegoncangan-kegoncangan jiwa remaja, sehingga ada orang yang
menyebutnya sebagai periode “sturm und drang” atau pubertas. Mereka bingung
karena pikiran dan emosinya Ciri utama bahwa seseorang itu memasuki masa remaja
adalah terjadinya ‘manarche’ (menstruasi pertama) bagi wanita, dan ‘noctural
emissions’(memimpikan jimak pertama kalinya) bagi laki-laki.

5
Selain itu juga ditandaidengan perubahan tubuh yang utama pada masa
pubertas:
 Perubahan besarnya tubuh.
 Perubahan proporsi tubuh.
 Pertumbuhan ciri-ciri seks primer.
 Perubahan pada ciri-ciri seks sekunder.
Secara teoritis rentangan usia remaja itu dibagi dalam beberapa fase. Dalam
hal ini para ahli berbeda pendapat, dikarenakan sulitnya memberi batas yang
pasti.Akibatnya tidak jarang terjadi adanya batas usia yang saling tumpang tindih
antara satufase dengan fase lainnya. Walaupun demikian, pembagian itu tetap perlu
karena darikeseluruhan masa remaja kenyataannya terdapat perbedaan tingkah laku
akibatberbedanya usia mereka.
Secara umum adolescence atau masa remaja itu dibagi menjadi 2 fase, yaitu:
1. Early Adolescence : 12-18 tahun
2. Later Adolescence : 18-24 tahun
1. Early Adolescence
Masa remaja awal adalah masa transisi dimana seseorang
mengalamikematangan fisik dan psikologi serta memperoleh identitas pribadi
yang pada umumnyadimulai pada usia 12-18 tahun. Pada akhir perkembangan
periode kritis ini, individu siapuntuk memasuki lingkungan dewasa dan
menerima tanggung jawabnya.
Adapun ciri-ciri fisik yang dialami pada masa ini adalah sebagai
berikut:
1. Pertumbuhan paling cepat pada remaja pria pada sekitar usia 14
tahun,sedangkanpada wanita terja disekitarusia 12 tahun.
2. Memiliki ukuran kaki yang lebih panjang, aneh, dan tidak terkoordinasi.
3. Pertumbuhan pada lengan, dada, dan pinggul.

6
4. Tengkorak dan tulang wajah juga mengalami perubahan proporsi: dahi
lebihmenonjol dan tulang rahang tumbuh.
5. Berkembangnya karakteristik sex primer dan sekunder.
6. Pada pria mengalami ejakulasi yang pertama, yang umumnya terjadi pada
sekitar14 tahun.
7. Tumbuhnya payudara dan awal menstruasi pada wanita.
Berbagai perkembangan yang dialami pada fase ini adalah sebagai
berikut:
1. Perkembangan Psikososial
Tugas perkembangan psikososial pada masa ini adalah pencarian
identitas.Kekhawatiran pada tahap ini adalah kebingungan peran. Remaja
harus membentukhubungan sebaya yang dekat atau terisolasi secara sosial.
Remaja bekerjaman diri secaraemosional dari orang tua, sambil
mempertahankan ikatan keluarga. Mereka jugamengembangkan system
etisnya sendiri berdasarkan nilai-nilai personal. Pilihan tentangpekerjaan,
pendidikan, masadepan, dan gaya hidup harus dibuat.
2. Perkembangan Moral
Tahapan Psikomoral menurut Kohlberg meliputi:
1. Tahap orientasi hukum kepatuhan pada tingkat pemikiran
prakonvensional.
 Perkembangan:
 Peka terhadap peraturan yang berlatar budaya.
 Menghindari hukuman dan patuh pada hokum.
 Bukan atas dasar norma pada peraturan moral yang
mendasarinya.
2. Tahap orientasi realita dan instrumental pada tingkat pemikiran
prakonvensional.
 Perkembangan:

7
Tindakan dilakukan hanya untuk memuaskan individu akan
tetapikadang-kadang untuk orang lain, kesetiaan, penghargaan,
kebijakandiambil untuk diperhitungkan.
3. Tahap orientasi masuk kelompok (hubungan dengan orang lain). Pada
tingkatpemikiran konvensional.
 Perkembangan: Bertingkahlaku yang dapat menyenangkan dan
dapatditerima orang lain.
3. Perkambangan Kognitif
Kematangan kemampuan kognitif terjadi selama usia adolescence.
Keistimewaanutama pada tahap ini adalah remaja dapat berfikir abstrak.
Remaja memiliki imajinatiftinggi dan idealistik. Remaja menjadi lebih
banyak tahu tentang dunia dan lingkungan.
Remaja menggunakan informasi baru untuk memecahkan masalah
sehari-hari dan dapatberkomunikasi dengan orang dewasa tentang
berbagai hal. Perkembangan kognitif yangdapat ditemukan pada
adolescence:
a. Kapasitas melakukan proses informasi.
Remaja lebih superior dibandingkan dengan anak yang lebih
muda dalam halkapasitas proses informasi, tapi belum diketahui
apakah hal ini merupakan refleksipeningkatan struktural yang ada
hubungannya dengan umur.
b. Pengetahuan domain spesifik.
Semasa kecil mereka akan menimbun/ menyimpan berbagai
pengetahuan yangmakin lama makin terorganisasi dalam berbagai
bidang dengan domain spesifik, yangakan memungkinkan pemecahan
masalah melalui proses memori yang tidak terdapatpada anak dengan
umur lebih muda.
c. Peningkatan kemampuan yang ada.

8
d. Menggali kemampuan baru untuk pikiran abstrak yang terbatas
(remaja awal)
e. Mencari-cari nilai dan energi baru.

2. Later Adolescence
Masa remaja akhir adalah masa transisi perkembangan antara masa
remaja menujudewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 18-24 tahun.
Pada masa ini terjadiproses perkembangan meliputi perubahan-perubahan
yang berhubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka, dimana
pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukanorientasi masa depan.
(Anna Freud, dalam buku Hurrlock).Jadi masa ini merupakan masa penutup
dari masa remaja atau pemuda. Masa ini tidakberlangsung lama, oleh karena
itu dengan kepandaiannya, seseorang yang dalam wakturelatif singkat sekali
telah sampai ke masa dewasa.Adapun sifat-sifat yang dialami pada masa ini
adalah sebagai berikut:
a. Menunjukkan timbulnya sikap positif dalam menentukan sistem tata nilai
yang ada.
b. Menunjukkan adanya ketenangan dan keseimbangan di dalam
kehidupannya.
c. Mulai menyadari bahwa sikap aktif, mengkritik, waktu ia puber itu mudah
tetapimelaksanakannya sulit.
d. Ia mulai memiliki rencana hidup yang jelas dan mapan.
e. Ia mulai senang menghargai sesuatu yang bersifat historis dan tradisi,
agama,kultur, etis dan estetis serta ekonomis.

9
Ada beberapa perkembangan yang dialami pada fase ini, antara lain
yaitu:
1. Perkembangan Sosial
Salah satu tugas perkembangan remaja yang sulit adalah yang
berhubungan denganpenyesuaian sosial. Remaja harus menyesuaikan diri
dengan lawan jenis dalamhubungan yang sebelumnya belum pernah ada
dan harus menyesuaikan dengan orangdewasa diluar lingkungan keluarga
dan sekolah.
Dalam proses perkembangan sosial, anak juga dengan sendirinya
mempelajariproses penyesuaian diri dengan lingkungannya, baik di
lingkungan keluarga, sekolahmaupun masyarakat. Perkembangan sosial
individu sangat tergantung pada kemampuanindividu untuk menyesuaikan
diri dengan lingkungannya serta keterampilan mengatasimasalah yang
dihadapinya.
Dan karena keremajaan itu selalu maju, maka pengaruh kelompok
sebayapun mulaiakan berkurang. Hal ini disebabkan karena ada dua
faktor, yaitu:
 Sebagian besar remaja ingin jadi individu yang berdiri diatas kaki
sendiri, dan ingin dikenal sebagai individu yang mandiri. Upaya bagi
penemuan identitas diriyang tadi sudah dibahas melemahkan pengaruh
kelompok sebaya pada remaja.
 Timbul dari akibat pemilihan sahabat, remaja tidak lagi berminat
dalam berbagaikegiatan seperti pada waktu berada pada masa kanak-
kanak..
Ada sejumlah karakteristik menonjol dari perkembangan sosial
remaja, yaitusebagai berikut:
a. Berkembanganya kesadaran akan kesunyian dan dorongan akan
pergaulan.

10
b. Adanya upaya memilih nilai-nilai sosial.
c. Meningkatnya ketertarikan pada lawan jenis.
d. Mulai cenderung memilih karier tertentu
2. Perkembangan Moral
Istilah moral berasal dari kata latin “mos” (moris), yang berarti adat
istiadat,kebiasaan, peraturan/nilai-nilai atau tatacara kehidupan. Moral
pada dasarnyamerupakan rangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku
yang harus dipatuhi danmoral merupakan kaidah norma dan pranta yang
mengatur perilaku individu dalamhubungannya dengan kelompok sosial
dan masyarakat. Moral merupakan standar baikburuk yang ditentukan bagi
individu olen nilai-nilai sosial budaya dimana individusebagai anggota
sosial.
Perkembangan moral seorang anak banyak dipengaruhi oleh
lingkungan. Anakmemperoleh nilai-nilai moral dari lingkungannya, terutama
dari orangtuanya. Dia belajaruntuk mengenal nilai-nilai dan berprilaku sesuai
dengan nilai-nilai tersebut. Dalammengembangkan moral anak, peranan orang
tua sangatlah penting, terutama pada waktuanak masih kecil. Beberapa sikap
orang tua yang perlu diperhatikan sehubugan denganperkembangan moral
anak diantaranya sebagai berikut:
 Konsisten dalam mendidik anak
 Sikap orang tua dalam keluarga
 Penghayatan dan pengalaman agama yang dianut
 Sikap konsisten orang tua dalam menerapakan norma.
3. Perkembangan Inteligensi
Istilah inteligensi, semula berasal dari bahasa latin “intelligere” yang
berartimenghubungkan atau menyatukan satu sama lain. Menurut William
Stern, iamengatakan bahwa inteligensi adalah kemampuan untuk
menggunakan secara tepat alatalatbantu dan pikiran guna menyesuaikan diri

11
terhadap tuntutan-tuntutan baru.Inteligensi menurut David Wechsler yang
dikutip oleh Sarlito, didefenisikan sebagai “
Keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara
terarah sertamengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. “
Inteligensi memang mengandung unsur pikiran atau ratio, makin
banyak unsuryang digunakan dalam suatu tindakan atau tingkah laku, makin
berintegrasi tingkah lakutersebut. Unsur inteligensi dinyatakan dalam IQ dan
dari pengukuran inteligensi yangdilakukan para ahli, maka ia dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:

4. Perkembangan Emosi
Pada saat emosi, sering terjadi perubahan-perubahan padafisik
seseorang, seperti:
a. Reaksi elektris pada kulit meningkat bila terpesona.
b. Peredaran darah bertambah cepat bila marah.
c. Denyut jantung bertambah cepat bila terkejut.
d. Pernafasan bernafas panjang bila kecewa.
e. Pupil mata membesar bila marah
f. Bulu roma berdiri kalau takut.
g. Otot menjadi ketegangan atau bergetar (tremor).
h. Komposisi darah berubah dan kelejar-kelenjar lebih aktif.
Diantara faktor terpenting yang menyebabkan ketegangan remaja
adalah masalah penyesuaian diri dengan situasi dirinya yang baru, karena
setiap perubahanmembutuhkan penyesuaian diri. Biasanya penyesuaian diri
itu didahului olehkegoncangan emosi, karena setiap percobaan mungkin gagal
atau sukses. Ketakutan ataugagal menyebabkan jiwanya goncang. Semakin

12
banyak situasi dan suasana baru akanbertambah pula usaha untuk penyesuaian
selanjutnya akan meningkat pula kecemasan.

B. Tugas-tugas perkembangan masa remaja


Tugas perkembangan masa remaja difokuskan pada upaya meninggalkan sikap dan
prilaku kekanank-kanakan serta berusaha untuk mencapai kemampuan bersikap dan
berperilaku secara dewasa. Tugas-tugas perkembangan masa remaja menurut Hurlock
(1991) :

1. Mampu menerima keadaan fisiknya.


2. Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa.
3. Mampu membina hubungan baik dengan yang berlainan jenis.
4. Berusaha mencapai kemandirian emosional.
5. Berusaha mencapai kemandirian ekonomi.
6. Mengembangkan keterampilan intelektual.
7. Memahami nilai-nilai orang dewasa.
8. Mengembangkan perilaku tanggung jawab sosial
9. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan.
10. Memepersiapkan berbagai tanggung jawab untuk kehidupan keluarga.

C. Faktor-faktor yang mempenganruhi pertumbuhan fisik


remaja

Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu,

1. Sifat jasmaniah yang diwariskan dari orang tuanya, anak yang orang tua nya
bertubuh tinggi cenderung lebih lekas menjadi tinggi dari pada anak yang
orang tua nya bertubuh pendek.
2. Kematangan

Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri anak,

1. Kesehatan

Anak yang sering sakit-sakitan pertumbuhan fisiknya akan terhambat.

13
2. Makanan

Anak yang kurang gizi makanan pertumbuhannya akan terhambat, sebaliknya


cukup gizi pertumbuhannya pesat.

3. Stimulasi lingkungan

Individu yang tubuhnya sering di latih untuk meningkatkan percepatan


pertumbuhannya akan berbeda dengan yang tidak pernah mendapat latihan.

14
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Masa remaja merupakan suatu masa yang sangat menentukan karena


pada masa ini seseorang banyak mengalami perubahan, baik secara fisik
maupun psikis. Terjadinya banyak perubahan tersebut sering
menimbulkan kebingungan-kebingunngan atau kegoncangan-kegoncangan
jiwa remaja, sehingga ada orang yang menyebutnya sebagai periode
“sturm und drang” atau pubertas.
Ciri utama bahwa seseorang itu memasuki masa remaja adalah
terjadinya ‘manarche’ (menstruasi pertama) bagi wanita, dan ‘noctural
emissions’(memimpikan jimak pertama kalinya) bagi laki-laki.

Saran

Penyusunan tentang masa remaja ini perlu ditindaklanjuti dengan


penyusunan selanjutnya pada aspek yang belum disusun. Oleh karena itu,
perlu adanya penyusunan yang jauh lebih lengkap dan sistematis untuk
menunjang landasan dan konteks nilai ini agar lebih dipahami oleh
pembaca.

15
DAFTAR PUSTAKA

http://jaejaejaejae.blogspot.co.id/

Haditono, Siti Rahayu, F. J. Monks, A. M. P. Knoers. 2006. Psikologi


Perkembangan:
Pengantar dalam berbagai bagiannya. Cetakan 16. Revisi III. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press

16