Anda di halaman 1dari 25
PEMASARAN Ns. Vivi Leona Amelia, M.Kep

PEMASARAN

Ns. Vivi Leona Amelia, M.Kep

YANG AKAN KITA PELAJARI

Definisi pemasaran

Tugas, fungsi dan orientasi pemasaran

Strategi pemasaran Penentuan target perusahaan Bauran pemasaran

DEFINISI PEMASARAN

Pemasaran adalah aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui pedagang perantara ke konsumen.

Definisi lain menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu/kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan

produk yang bernilai kepada pihak lain.

Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut.

Konsep paling pokok yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Dengan adanya perkembangan jaman, kebutuhan berkembang menjadi suatu

keinginan mengkonsumsi suatu produk dengan ciri khas tertentu.

Munculnya keinginan akan menciptakan permintaan spesifik terhadap suatu jenis produk.

Seseorang dalam menentukan keputusan pembelian akan mempertimbangkan nilai

dan kepuasan yang akan didapat dari mengkonsumsi suatu produk.

Apabila konsumen yakin akan nilai dan kepuasan yang akan didapat, maka konsumen akan melalukan pertukaran dan transaksi juall beli barang dan jasa. Hal inilah yang mendasari terjadinya pasar.

KONSEP-KONSEP INTI PEMASARAN

KONSEP-KONSEP INTI PEMASARAN

FUNGSI PEMASARAN

Secara teoritis pemasaran mempunyai 8 (delapan) fungsi, yang dapat diuraikan, sebagai berikut:

1. Fungsi perdagangan (merchandising)

2.

Fungsi Pembelian (buying)

3.

Fungsi Transportasi (transportation)

4.

Fungsi Pergudangan (storage)

5.

Fungsi Standarisasi (standardization)

6.

Fungsi Keuangan (financing)

7.

Fungsi Komunikasi (communication)

1. Fungsi perdagangan (merchandising) :

Perencanaan yang berkenaan dengan pemasaran produk (barang dan/atau jasa) yang tepat, dalam jumlah yang tepat, harga yang selaras, termasuk di dalamnya faktor- faktor lain seperti bentuk, ukuran, kemasan dan sebagainya.

2. Fungsi Pembelian (buying)

Peranan perusahaan dalam pengadaan bahan sesuai dengan kebutuhannya. c. Fungsi Penjualan (selling) Meyakinkan orang untuk membeli suatu produk (barang dan/atau jasa) yang mempunyai arti komersial baginya.

3. Fungsi Transportasi (transportation)

Perencanaan, seleksi dan pengerahan semua alat pengangkutan untuk memudahkan produk (barang dan/atau jasa) dalam proses pemasaran.

4. Fungsi Pergudangan (storage)

Menyimpan barang selama waktu produk tersebut dihasilkan dan dijual.

5. Fungsi Standarisasi (standardization)

Penetapan batas-batas elementer berupa perincian-perincian yang harus dipenuhi

oleh produk, termasuk di dalamnya grading, yakni memilih kesatuan dari suatu produk yang dimasukkan ke dalam kelas-kelas dan derajat-derajat yang sudah ditetapkan dengan standarisasi

6. Fungsi Keuangan (financing)

Merupakan usaha untuk mencari dan mengurus modal dan kredit yang langsung bersangkutan dengan transaksi dalam mengalirkan produk (barang dan/atau jasa) dari produsen ke konsumen.

7. Fungsi Komunikasi (communication)

Segala sesuatu yang dapat memperlancar hubungan di dalam perusahaan dan di luar perusahaan.

8. Fungsi Resiko (risk)

Fungsi untuk menangani atau menghadapi resiko kerugian karena kerusakan, kehilangan atau anjloknya harga di pasaran

TUGAS PEMASARAN

Sesuai dengan fungsi sebagaimana telah diungkapkan, maka pemasaran memiliki 8 (delapan) tugas, yaitu:

1. Mengubah orang yang tidak suka terhadap suatu produk menjadi suka (conversional

marketing).

2.

Mendorong kebutuhanorang yang tidak berminat atau mengetahui (stimulational marketing).

3.

Mengembangkan pemenuhan kebutuhan yang belum terpenuhi (developmental marketing).

4.

Mengaktifkan keinginan atas produk yang stabil atau permintaan terhadap produk yang

menurun (remarketing).

5.

Menyelaraskan pola permintaan agar sesuai dengan pola penawaran (synchromarketing).

6.

Memelihara tingkat penjualan yang sudah ada terhadap suatu produk (maintnence marketing).

7.

Mengurangi tingkat penjualan yang sudah ada terhadap suatu produk tertentu (demarketing).

KONSEP UNTUK MELAKSANAKAN PEMASARAN

Kotler (1997) mengemukakan bahwa terdapat 5 (lima konsep yang dapat dipilih oleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan pemasarannya, yaitu:

a. Konsep Produksi yang merupakan salah satu konsep tertua dalam bisnis. Konsep produksi menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia di banyak tempat dan ditawarkan dengan harga yang murah.

Asumsi ini berlaku paling tidak dalam dua situasi. Pertama, jika permintaan atas

produk melebihi penawaran, dimana konsumen lebih tertarik mendapatkan produk daripada keistimewaan produk tersebut.

Kedua, ketika biaya produk tinggi dan harus diturunkan untuk memperluas pasar. Pusat perhatian perusahaan pada upaya untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi dan distribusi yang luas.

---KONSEP PEMASARAN

b. Konsep Produk yang menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang

menawarkan mutu, kinerja dan pelengkap inovatif yang terbaik. Dengan konsep ini,

perusahaan memusatkan perhatian pada usaha untuk menghasilkan produk yang

unggul dan terus menyempurnakannya.

c. Konsep Penjualan yang menyatakan bahwa konsumen jika diabaikan, biasanya tidak akan membeli produk perusahaan dalam jumlah yang cukup. Olehnya itu,

perusahaan harus melakukan upaya penjualan dan promosi yang agresif.

d. Konsep Pemasaran merupakan konsep yang menentang tiga konsep sebelumnya.

Konsep ini menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan perusahaan adalah menjadi lebih efektif daripada pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna

menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen sebagai pasar

sasaran.

STRATEGI PEMASARAN

Strategi pemasaran modern secara umum terdiri dari tiga tahap yaitu:

A. segmentasi pasar (segmenting),

B. penetapan pasar sasaran (targeting),

C. penetapan posisi pasar (positioning) (Kotler, 2001).

Setelah mengetahui segmen pasar, target pasar, dan posisi pasar maka dapat

disusun strategi bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri dari strategi produk,

harga, penyaluran/ distribusi dan promosi

SEGMENTASI PASAR (SEGMENTING)

Di pasar terdapat banyak konsumen yang berbeda-beda dalam banyak hal. Tidak semua konsumen dapat kita jangkau dan penuhi kebutuhan serta keinginannya

Kita mungkin perlu bertanya kepada siapa produk akan dijual? Apakah kepada semua orang? apakah konsumen anak-anak atau dewasa? Dari mana konsumen

berasal? Berapa daya beli atau penghasilan mereka? dan berbagai pertanyaan

yang terkait dengan karakteristik konsumen yang akan kita tuju.

MEMBUAT SEGMENTASI PASAR

Terdapat beberapa variabel utama yang sering digunakan untuk menentukan

segmentasi pasar, yakni variabel geografik, demografik, psikografik, dan tingkah

laku tertentu.

1. Segmentasi Geografik

Segmentasi geografik membagi pasar menjadi beberapa unit secara geografik

seperti negara, regional, propinsi, kota, wilayah kecamatan, wilayah kelurahan dan

kompleks perumahan.

2. Segmentasi Demografi

Segmentasi pasar demografik membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan pada variabel seperti jenis kelamin, umur, status perkawinan, jumlah keluarga, umur anak, pendapatan, jabatan, lokasi geografi, mobilitas, kepemilikan rumah, pendidikan,

agama,ras atau kebangsaan. Faktor-faktor demografik ini merupakan dasar paling

populer untuk membuat segmen kelompok konsumen

3. Segmentasi Psikografik

Segmentasi psikografik membagi pembeli menjadi kelompok berbeda berdasarkan pada karakteristik kelas sosial, gaya hidup atau kepribadian. Dalam kelompok domografik, orang yang berbeda dapat mempunyai ciri psikografik yang berbeda.

Yang termasuk: kelas social, gaya hidup, kepribadian,

4. Segmentasi Tingkah Laku

Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan,

sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk.

PENTINGNYA MELAKUKAN SEGMENTASI

1. Peusahaan dapat lebih baik memahami perilaku segmen-segmen pasar yang lebih

homogen sehingga dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka.

2. Apabila pasar terlalu luas dan berperilaku sangat beragam, perusahaan dapat

memilih satu atau beberapa segmen pasar saja. Sehingga kapasitas pasar dapat lebih sesuai dengan luas segmen-segmen pasar yang terbentuk.

3. Pasar bersifat dinamis, tidak statis, yang berarti bahwa pasar berkembang terus

yang ditandai dengan perubahan-perubahan seperti sikap, siklus kehidupan, kondisi keluarga, pendapatan, pola geografis dan sebagainya.

4. Produk barang atau jasa berubah sesuai dengan siklus kehidupan produk tersebut, dari tahap perkenalan sampai tahap penurunan.

PENENTUAN TARGET PERUSAHAAN

Agar manajemen perusahaan dapat bekerja dengan berorientasi pada sasaran

sasaran yang telah ditetapkan, maka sasaran-sasaran tersebut setidaknya memenuhi

empat kriteria, sebagai berikut:

a. Sasaran harus diurutkan secara hierarkis, dari yang paling penting hingga ke sasaran yang kurang penting untuk dicapai. Sebagai contoh, sasaran utama

perusahaan dalam suatu periode tertentu adalah peningkatan tingkat pengembalian

investasi. Hal ini dapat dicapai dengan peningkatan pendapatan dan/atau pengurangan jumlah modal yang diinvestasikan. Pendapatan dapat ditingkatkan dengan melakukan upaya peningkatan pangsa pasar dan/atau harga jual.

--PENENTUAN TARGET PERUSAHAAN

b. Sasaran sedapat mungkin harus dinyatakan secara kuantitatif, misalnya

peningkatan pendapatan sebesar 25% per tahun atau peningkatan volume

penjualan sebanyak 15 ton per bulan.

c. Sasaran yang ditetapkan harus realistis, tidak berdasarkan angan-angan saja. Kepemilikan dan kemampuan sumberdaya perusahaan dan kondisi lingkungan

eksternal

d. harus menjadi bahan pertimbangan. Tentunya harus dilengkapi dengan data dan

fakta sebagai dasarnya.

e. Sasaran harus konsisten, sebagai contoh tidak mungkin memaksimalkan penjualan

dan laba secara serentak, tentunya laba hanya dapat ditingkatkan apabila telah mampu meningkatkan penjualan.

BAURAN PEMASARAN

Bauran pemasaran (marketing mix) yang didefenisikan sebagai perangkat alat

pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan dalam pasar

sasaran.

1. PRODUK (PRODUCT)

Strategi produk dalam bauran pemasaran merupakan unsur yang paling penting, karena dapat mempengaruhi strategi pemasaran lainnya.

Strategi produk yang dapat dilakukan mencakup keputusan tentang acuan bauran produk (product mix), merek dagang (brand), cara pengemasan atau kemasan

produk (product packing), serta tingkat kualitas dari produk dan pelayanan (service)

yang diberikan

2. HARGA (PRICE)

Salahsatu kunci keberhasilan perusahaan dalam melaksanakan aktifitas pemasarannya adalah kebijaksanaan dalam penentuan harga.

Hal ini penting, karena harga yang ditetapkan oleh perusahaan akan menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen untuk mengambil keputusan dalam pembelian produk.

3. DISTRIBUSI/TEMPAT (PLACE)

Suatu komoditi dapat dikatakan sebagai sebuah produk apabila berada pada tempat saat dibutuhkan oleh konsumen.

Olehnya itu, disinilah letak fungsi perusahaan untuk melakukan distribusi terhadap produk yang dihasilkannya agar produk tersebut menjadi wujud yang sebenarnya.

Kegiatan distribusi merupakan kegiatan penyampaian produk agar sampai ke

tangan konsumen pada waktu yang tepat.

4. LOKASI

Terkait dengan produk yang akan dihasilkan oleh perusahaan, maka dalam penentuan lokasi, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:

1. Kedekatan dengan konsumen/pasar

2. Kedekatan dengan sumber bahan

3. Keadaan infrastruktur

4. Ketersediaan informasi mengenai program pembangunan

TERIMA KASIH