Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN HASIL OBSERVASI

STUDI LAPANGAN

Matakuliah Pengantar Kebumian dan Mitigasi

Disusun Oleh :

Widowati Mustika S ( K2314053)

Dian Ayu (k23170….)

PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITS SEBELAS MARET

SURAKARTA
Kata Pengantar

Syukur alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas


limpahan dan rahmatNya sehingga format laporan ini dapat diselesaikan sesuai waktu
yang direncanakan.

Laporan ini ialah LAPORAN OBSERVASI STUDI LAPANGAN yang


merupakan salah satu laporan penelitian yang memfokuskan pembahasan tentang
sifat – sifat benda / objek temuan dalam bingkai selama observasi.

Di sadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ini, penulis tidak luput dari
kekurangan dan hambatan, namun dengan segala upaya dan usaha serta bantuan dan
petunjuk dari berbagai pihak sehingga penyusunan laporan ini dapat
diselesaikan.Oleh karena itu, diharapkan saran dan kritikan dari semua pihak yang
bersifat konstruktif dalam penyempurnaan laporan ini.

Harapan penulis, semoga laporan observasi ini menjadi bahan penilaian dan
dapat berguna bagi pembaca.Terima kasih.
DAFTAR ISI

Sampul..................................................................................................1

Kata Pengantar......................................................................................2

Daftar isi................................................................................................3

Bab I (Pendahuluan).........................................................................................
(Pendahuluan)............................................................................................4
...4

Bab II (Kajian Teori)........................................................................................


Teori)........................................................................................5-12
5-12

Bab III (Pembahasan)....................................................................................


(Pembahasan).....................................................................................13-1
.13-18
8

Bab IV (Penutup)...............................................................................................
(Penutup)..................................................................................................20

Daftar Pustaka……………….
Pustaka……………….................................................................
.............................................................................21
.............21
BAB I

PENDAHULUAN

A. Tujuan dan Manfaat Studi Lapangan


1) Siswa dapat mengaplikasikan Teori dalam Praktek Study Lapangan
2) Siswa dapat mengetahui jenis-jenis batuan yang ditemukan di lapangan

B. Lokasi Praktek
Dalam kegatan ini di ambil lokasi di sekitar lingkungan gedung D Fakultas
Keguruan dan Ilmu pendidikan UNS Surakarta
BAB II

KAJIAN TEORI

A. BATUAN

Batuan adalah material alam yang tersusun atas kumpulan (agrerat)


mineral baik yang terkonsolidasi maupun yang tidak terkonsolidasi yang
merupakan penyusun utama kerak bumi serta terbentuk sebagai hasil proses
alam. Batuan terbentuk dalam suatu siklus proses secara alamiah.Batuan bisa
mengandung satu atau beberapa mineral. Sebagai contoh ada yang disebut
sebagai monomineral rocks (batuan yang hanya mengandung satu jenis
mineral), misalnya marmer, yang hanya mengandung kalsit dalam bentuk
granular, kuarsit, yang hanya mengandung mineral kuarsa. Di samping itu, di
alam ini paling banyak dijumpai batuan yang disebut polymineral rocks
(batuan yang mengandung lebih dari satu jenis mineral), seperti ngranit atau
monzonit kuarsa yang mengandung mineral kuarsa, feldspar, dan biotit.

Atas dasar cara terbentuknya, batuan dapat dibedakan menjadi 3


kelompok, yaitu :

1. Batuan beku,
beku, sebagai hasil proses pembekuan atau kristalisasi
magma.
2. Batuan sedimen,
sedimen, sebagai hasil proses sedimentasi
3. Batuan metamorf,
metamorf, sebagai hasil proses metamorfisme
1. Batuan Beku

A. Proses pembentukan batuan beku


Batuan beku adalah batuan yang terbentuk langsung dari pembekuan
atau kristalisasi magma. Proses ini merupakan proses perubahan fase dari fase
cair (lelehan, melt) menjadi fase padat, yang akan menghasilkan kristal-
kristal mineral primer atau gelas. Proses pembekuan magma akan sangat
berpengaruh terhadap tekstur dan struktur primer batuan, sedangkan
komposisi batuan sangat dipengaruhi oleh sifat magma asal.Karakteristik
tekstur dan struktur pada batuan beku sangatdipengaruhi oleh waktu dan
energi kristalisasi. Apabila terdapat cukup energi dan waktu pembentukan
kristal maka akan terbentuk kristal berukuran besar, sedangkan bila energi
pembentukan rendah akan terbentuk kristal yang berukuran halus. Bila
pendinginan berlangsung sangat cepat, maka kristal tidak sempat terbentuk
dan cairan magma akan membeku menjadi gelas. Proses ini sangat identik
dengan pembuatan gula di pasir, dimana untuk membuat gula yang berukuran
kasar diperlukan waktu pendinginan relatif lebih lama dibandingkan gula
yang berukuran halus.

Pada dasarnya, batuan beku terbentuk dari magma perut bumi.


Berdasarkan tempat terbentuknya magma batuan beku dibagi atas 3
macam,yaitu : batuan beku dalam, batuan beku gang, dan batuan beku luar.

1) Batuan beku dalam terjadi jauh dari dalam kulit bumi. Yang
termasuk dalam batuan beku adalah granit, diorite, dan gabbro.
2) Batuan beku gang terjadi dari magma yang membeku di lorong
antara sarang magma dengan permukaan bumi. Magma akan
masuk ke dalam litosfer maka pembekuannya berlangsung lebih
cepat sehingga kristal mineral yang tetbentuk ada yang besar dan
ada yang kecil
3) Batuan beku luar terjadi dari sebagian magma yang membeku
secar cepat di permukaan bumi. Akibatnya, batuan ini mempunyai
tekstur kristal- kristal yang sangat lembut, bahkan sering
menimbulkan adanya mineral-mineral gelas jika pendinginannya
berlangsung cepat. Contoh dari batuan ini adalah batu
obsidian(batu kaca)
Contoh batuan beku

2. Batuan Sedimen
A. Proses pembentukan batuan sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena proses


sedimentasi yang meliputi pelapukan, erosi, transportasi, dan deposisi
(pengendapan). Proses pelapukan yang terjadi dapat berupa pelapukan fisik
maupun pelapukan kimia. Proses erosi dan transportasi terumtama dilakukan
oleh media air dan angin . Proses pengendapan terjadi jika energi transport
sudah tidak mampu mengangkut detritus tersebut. Material yang lepas ini
akan diubah menjadi batuan dengan proses diagenesis dan litifikasi, yang
termasuk di dalamnya kompaksi dan sementasi.

Secara umum batuan sedimen dapat dibedakan menjadi dua golongan


besar berdasarkan cara pengendapannya, yaitu batuan sedimen klastik dan
non- klastik.

Klasifikasi batuan sedimen berdasarkan proses


pembentukannyBerdasarkan proses penbentuknya, batuan sedimen
dikelompokkan atas 3 macam, yakni batuan sedimen klasik, kimiawi, dan
organic

a) Batuan Sedimen Klasik


Klasik berasal dari kata Yunani, klastos yang berarti terangkut.
Susunan kimia batuan endapan klasik, relative hamper sama dengan
susunan kimia batuan asalnya. Hal ini berarti batuan asal
mengalami penghancuran secara makanis dari ukuran besar menjadi
ukuran kecil dan mengalami transportasi kemudian mengendap
membentuk batuan sedimen klasik.Contoh umum batuan ini adalah
pasir dan lempung (shale).Batuan sedimen klasik terbentuknya
sudah berpindah ke tempat asalnya.
b) Batuan Sedimen Kimiawi
Batuan sedimen kimiawi pada pengendapannya terjadi proses
kimiawi seperti penguapan, pelarutan, dan dehidrasi. Batuan
sedimen kimiawi dapat dibentuk secara evaporasi(seperti
penguapan pada air laut) dan biokimia (seperi penguapan pada air
tawar atau air laut)
c) Batuan Sedimen Organik
Batuan sedimen organic terjadi karena selama proses
pengendapannya mendapat bantuan dari organism, yaitu sisa rumah
atau bangkai binatang di dasar laut. Batuan ini dibentuk dari reaksi
biokimia sewaktu tumbuh- tumbuhan dan organism- organisme
tertentu yang masih aktif (hidup).

Contoh Batuan Sedimen

3. Batuan Malihan(Metamorf)
Batuan malihan adalah batuan hasil ubahan dari batuan asal (batuan beku
dan batuan endapan) akibat proses metamorfosis. Metamorfosa adalah suatu
proses yang dialami batuan asal dalam bentuk pengkristralan benda padat
yang terjadi di dalam kerak bumi akibat dari adanya tekanan atau temperatur
yang meningkat atau tekanan dan temperatur yang sama meningkat.
Tipe- tipe metamorfosa, antara lain metamorfosa thermal dan metamorfosa
kataklasik:
1) Metamorfosa Thermal(Metamorfosa Kontak)
Metamorfosa kontak terjadi disebabkan oleh adanya kenaikan
temperature pada batuan tertentu.Panas intrusi yang diteruskan pada
batuan sekitarnya mengakibatkan metamorfosa kontak.Contohnya : batu
gamping yang terkena sebuah intrusi akan menjadi batuan marmer
2) Metamorfosa Kataklasik
Batuan metamorf ini dijumpai pada daerah yang mengalami dislokasi,
misalnya pada daerah sesar yang besar. Proses metamorfosanya terjadi
pada lokasi batuan yang mengalami proses penggusuran secara mekanik
yang disebabkan oleh faktor penekanan baik tegak maupun mendatar.
3) Metamorfosa Beban
Batuan metamorfosa ini terbentuk oleh proses pembebanan massa
sedimentasi yang sangat tebal pada suatu cekungan yang sangat luas atau
dikenal dengan sebutanj cekungan geosinklin. Jika pembebanan dan
penekanan lama maka suhu juga akan meningkat sehingga tekanan (P)
akan berbeda- beda menurut kedalamannya.

Contoh batuan Metamorf


Perubahan batuan dapat terjadi karena bermacam-macam hal,
antaralain sebagai berikut.
1) Suhu tinggi, berasal dari magma karena berdekatan dengan dapur
magma sehingga metamorfosis ini disebut metamorfosis kontak.
Misalnya: marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara.
2) Tekanan tinggi, berasal dari adanya endapan-endapan yang sangat
tebal di atasnya. Contohnya batu pasir dari pasir.
3) Tekanan dan suhu tinggi, terjadi jika ada pelipatan dan geseran
padawaktu terjadi pembentukan pegunungan. Metamorfosis ini
disebut
metamorfosis dinamo. Misalnya, batu asbak dan batu tulis.
4) Penambahan bahan lain, pada saat terjadi perubahan bentuk
terkadangterdapat penambahan bahan lain. Jenis batuan metamorf.
B. TANAH

A. Pengertian Tanah
Tanah adalah bahan mineral yang tidak terkonsolidasi yang sangat
dipengaruhi oleh faktor- faktor genetik dan lingkungan:batuan induk,
iklim (kelembapan dan suhu), makro, dan mikro organisme serta
topografi, yang semuanya berlangsung pada suatu periode waktu tertentu
dan menghasilkan produk yang berbeda dari asalnya. Selain itu, tanah juga
terjadi disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut :
1. Pemanasan matahari pada siang hari dan pendinginan pada
malam hari.
2. Pemadatan dan tekanan pada sisa- sisa zat organic akan
mempercepat terbentuknya batuan.
3. Batuan yang sudah retak, pelapukannya dipercepat oleh air.
4. Binatang- binatang kecil, seperti cacing tanah dan rayap akan
membuat lubang dan mengeluarkan zat- zat yang dapat
menghancurkan batuan
5. Akar tumbuh- tumbuhan dapat menerobos dan memecah batu-
batuan hingga hancur.
Tanah juga berasal dari hasil pelapukan bahan organik maupun
organik secara terus- menerus.Tanah mempunyai manfaat yang banyak,
antara lain pemukiman, pertanian, dan perkebunan.

Berdasarkan bahan induk dan proses pembentukan yang disebabkan


oleh tenaga eksogen, tanah di Indonesia dibedakan menjadi beberapa
jenis seperti berikut :

1) Tanah Laterit
Tanah laterit adalah tanah yang terjadi karena suhu udara dan curah
hujan yang tinggi akibatnya berbagai mineral yang dibutuhkan oleh
tumbuhan larut dan meninggalkan sisa oksida, besi, dan
aluminium.Tanah laterit terdapat di Jawa Timur, Jawa Barat, dan
Kalimantan Barat.

2) Tanah Humus
Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan tumbuh-
tumbuhan(bahan organik). Tanah humus sangat subur, cocok untuk
lahan pertanian, dan warnanya kehitaman. Tanah jenis ini terdapat
di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua(Irian Jaya).

3) Tanah Mergel
Tanah mergel adalah tanah yang terbentuk dari campuran batuan
kapur, pasir, tanah liat. Pembentukan tanah mergel dipengaruhi olej
hujan yang tidak merata sepanjang tahun.Tanah mergel banyak
ditemukan di lereng pegunungan dan dataran rendah.

4) Tanah Pasir
Tanah pasir adalah tanah hasil pelapukan batuan beku dan sedimen
yang tidak berstruktur.Tanah pasir ini kurang baik untuk
pertanian.Tanah pasir terdapat di pantai barat Sumatera Barat,
Jatim, dan Sulawesi.
BAB III
PEMBAHASAN
1) Batuan
a. Foto 1

Data fisik yang didapat :


Batu yang diperleh memiliki diameter 10 cm. Dengan warna batuan
merah redup dengan campuran keabu – abuan. Bagian permukaan di
selubngi oleh lumut. Pada batuan terjadi proses pelapukan secara
biologi yaitu oeh lumut, dan pelapuan fisik oleh suhu, angin, dan
tekanan udara lingkungan.

Penjelasan
Batu Bata
Terdapat duajenis batu bata yang ada di masyaraka, yaitu batu bata
merah dan batu bata putih. Bata bata merupakan material yang sering
digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan dinding bangunan.
Bata merah biasanya disebut juga sebagai batu bata, sedangkan sebutan
lain untuk batu putih yaitu bata ringan atau hebel.
Bata Merah merupakan bahan bangunan terbuat dari tanah
liat/lempung. Teknik pembuatannya yaitu dengan mencetak tanah
sedemikian rupa, lalu membakarnya sehingga strukturnya berubah
menjadi kuat. Kelebihan utama dari bata merah yaitu harga belinya
yang terbilang cukup murah dan tahan terhadap api. Metode
pemasangannya pun terbilang cukup sederhana dan tidak terlalu
memerlukan teknik yang rumit.
Sedangkan bata putih tebuat dari semen, pasir silika, dan kapur.
Karakteristik utama dari bata putih ialah bentuknya yang presisi. Juga
mempunyai permukaan dengan tingkat kerataan cukup baik serta bobot
yang ringan.Kelebihan dari bata putih yaitu bersifat kedap air dan tidak
berisiko terkena rembesan saat musim hujan. Pemasangannya pun lebih
cepat dan rapi, tidak membutuhkan spesi yang tebal. Bata putih
merupakan material yang tahan terhadap api, gempa, dan suara bising.
(Wit)

Foto 2

Data yang diperoleh :


Batuan memiliki diameter 3 cm. Dengan warna permukaan putih
kecoklatan. Butira batuan terasa halus saat observan mengamangati.
Pada batuan erjadi perubahanfisik yang dikarenakan perubahan suhu,
dan tekanan udara pada lingkungan, sehingga terjadilah pelapukan fisis

Penjelasan
Batu Gamping
Batu gamping adalah batuan sedimen yang utamanya tersusun oleh
kalsium karbonat (CaCO3) dalam bentuk mineral kalsit. Di Indonesia,
batu gamping sering disebut juga dengan istilah batu kapur, sedangkan
istilah luarnya biasa disebut "limestone". Batu gamping paling sering
terbentuk di perairan laut dangkal.

Ciri-ciri : terdiri dari mineral calcite (kalsium carbonate), agak lunak,


warna putih keabu-abuan, membentuk gas karbon dioksida kalau
ditetesi asam
Proses terbentuknya : dari cangkang binatang lunak seperti siput,
kerang, dan binatang laut yang telah mati. Rangkanya yang terbuat dari
kapur tidak akan musnah, tapi memadat dan membentuk batu kapur.
Manfaat : ekstraksi peleburan besi, bahan baku semen, bahan dempul,
bahan lem, bahan cat

b. Foto 3

Data yang didapat :


Batuan memiliki diameter 3 cm. Dengan warna hitam keabu – abuan.
Pada batan ditemukn sejumlah luut yang tumbuh pada salah satu sisi –
sisinya,sehinga dapat diasumsikan terjadinya elapukan biologis.
Karena adanya pelapukan fisis yang dikarenakan oeh suhu, angina, dan
tekanan udara batu memiliki sisi – sisi yang tidak terlalu tajam.

Penjelasan
Batu Basalt adalah salah satu jeni dari batuan beku yang terbentuk dari
pembekuan magma di permukaan bumi yang bersifat basa. Secara
umum masyarakat mengenal batuan ini dengan nama batu kali.
Ciri-ciri : terdiri atas kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau
keabu-abuan dan berlubang-lubang. Batuan Basalt lazimnya bersifat
masif dan keras, bertekstur afanitik, terdiri atas mineral gelas vulkanik,
plagioklas, piroksin. Amfibol dan mineral hitam
Proses Terbentuknya : Berasal dari pendinginan lava yang
mengandung gas tetapi gasnya telah menguap
Manfaat : sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan /
pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll)

c. Foto 4

Data yang didapat :


Pecahan ubi yang diobservasi memiliki diameter 2 cm. Dengan warn
bagian aas putih tulang dan baian bawah keabu – abuan. Pada pecahan
ubin terdapan perhaban yang dikarenaan oleh perubahan suhu, tekanan
udara pada lingkunan, serta angin. Butiran material pada ubn terasa
kasar saat observan mengaati benda.

Penjelasan
Ubin lantai keramik
Jenis lantai ini sangat lazim digunakan. Keramik punya fleksibilitas
pakai tinggi dan dapat diaplikasikan pada hampir seluruh bagian
rumah. Selain kuat, lantai rumah dari bahan keramik juga tidak
membutuhkan pemolesan dan mudah dalam perawatannya. Kesan
material keramik adalah hangat. Saat ini beragam tekstur keramik yang
dijual di pasaran, yang secara visual mirip dengan jenis material lain.
Misalnya: keramik bertekstur marmer, granit, kayu, batu, bata dan
sebagainya.

2) Tanah
a. Faoto 1

Data yang didapat :


Tanah yang diamati termasuk tanahh pasir tapi berbatu.. karakteristik tanah
yang didapat adalah warna tanah hitam keabu – abuan, saat dicba digal sedikit
tanah terasa keras. Pada tanah terjadi perubahan fisik karena adanya tekanan
sehingga membuat tanah memadat. Berkemungkinan tanah yang amati
merupaan anah timbunan.

Penjelasan
Tanah pasir adalah tanah dengan partikel berukuran besar. Tanah ini terbentuk
dari batuan-batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butiran besar
dan kasar atau yang sering disebut dnegan kerikil. Tanah pasir memiliki
kapasitas serat air yang rendah karena sebagian besar tersusun atas partikel
berukuran 0,02 sampai 2 mm.
Tanah pasir pada umumnya belum membentuk agregat sehingga peka
terhadap erosi. Unsur yang terkadnung di dalam tanah pasir adala unsur P dan
K yang masih segar dan belum siap untuk diserap oleh tanaman. Selain itu
juga terdapat unsur N dalam kadar yang sangat sedikit. Tanah pasir
merupakan tanah yang tersebar cukup banyak di wilayah Indonesia. Secara
garis besar tanah pasir ini dibedakan menjadi 3 yaitu:
1. Tanah pasir abu vulkanik. Tanah pasir ini berada pada daerah-daerah
vulcanic fan yaitu lahar vulkanik yang mengalir kebawah dengan bentuk
melebar seperti kipas.
2. Bukit pasir sand Tanah pasir ini biasanya ada pada daerah-daerah pantai.
3. Batuan sedimen dengan topografi bukit lipatan.

Karakteristik Tanah Pasir


Tanah pasir tidak memiliki kandungan air, mineral, dan unsur hara karena
tekstur pada tanah pasir yang sangat lemah. Tanah pasir juga memiliki
kesuburan yang rendah sehingga sedikit sekali tanaman yang dapat tumbuh di
tanah pasir. Tanah pasir memiliki rongga yang besar sehingga pertukaran udara
dapat berjalan dengan lancar. Selain itu tanah pasir tdak lengket jika basah
sehingga menjadikan tanah pasir mudah untuk diolah.
Tanah pasir memiliki tekstur yang kasar. Terdapat ruang pori-pori yang besar diantara
butiran-butirannya sehingga kondisi tanah ini menjadi struktur yang lepas dan
gembur. Dengan kondisi yang seperti itu menjadikan tanah pasir ini memiliki
kemampuan yang rendah untuk dapat mengikat air. Pada dasarnya tanah pasir
merupakan tanah yang tidak cocok untuk digunakan sebagai media tanam karena
partikelnya yang besar dan kurang dapat menahan air. Apabila digunakan sebagai
media tanam, air akan mengalami infiltrasi, bergerak kebawah melalui rongga tanah
sehingga menyebabkan tanaman kekurangan air dan menjadi layu.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam permukaan bumi terdapat berbgai macam jenis bautan dan


tanah. Selama proses observasi observan data menyimpulkan :
1. Dalam bingkan observasi trdapat bebrapa jenis batuan. Seperti
batuan beku dan sedimen.
2. Dalam binkai observasi jenis tanah yang idapat adalah tanah
berpasir.
3. Pada bnda – bena yang dioservasi terdapat perubahan fisik, baik
dengan adanya proses plapukan biologi dan pelapukan fisis.
Daftar Pustaka

David Andy.2016.“Bata Merah dan Bata Putih Apa Pula itu?’’.


https://artikel.rumah123.com/bata-merah-dan-bata-putih-apa-pula-itu-
26386#Oxmjqc2cgrljVVfT.99. 19 oktober 2019. 22.30 WIB.
Nashr Miqdad. 2017. Jenis-Jenis Batuan Lengkap Dengan Penjelasannya.
https://suka-suka.web.id/jenis-jenis-batuan/. 19 oktober 2019. 21.30WIB.
Robin Robin.2016.”Tanah Pasir : Pengertian, Karakteristik, dan
Pemanfaatannya”. https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/tanah/tanah-pasir. 19
okober 2019. 22.30 WIB.
Flysh Geost. 2016. “Pengertian, Jenis, dan Kegunaan Batu Gamping (Batu
Kapur)’.https://www.geologinesia.com/2016/05/pengertian-jenis-dan-
kegunaan-batu-gamping-batu-kapur.html?m=1. 19 oktober 2019. 21.30 WIB.
Geologi.2019.”Batu
Basal”https://www.google.com/amp/s/ilmugeografi.com/geologi/batu-
basal/amp.19 oktober 2019.22.30WIB.