Anda di halaman 1dari 13

Nama : Yolanda Argi Utami

NPM : 1811021001

Jurusan : Ekonomi Pembangunan

Mata Kuliah : Teori Ekonomi Mikro II

Dosen : PJ Prof. S.S.P. Pandjaitan, S.E., M.Sc., Ph.D.

BAB 5

PERTANYAAN UNTUK LATIHAN

I. ESEI
1. Tunjukkan posisi biaya total rata-rata dan biaya marjinal saat lereng biaya
total sama dengan nol.
JAWAB :
Biaya total rata-rata adalah besaran biaya total untuk menghasilkan satu unit
keluaran. ATC = TC/Q
Tiku biaya marjinal juga diturunkan dari biaya total. Biaya marjinal adalah
tambahan terhadap biaya total untuk setiap penambahan satu unit keluaran.
TC = c(Q)
𝜕𝑇𝐶
MC = = 𝜕𝑐(𝑄)/𝜕𝑄
𝜕𝑄

Pada saat tiku biaya total berbelok pada titik belok, lereng tiku biaya
marjinal sama dengan nol.
TC TC

0 MC
MC ATC

0 Q
𝑄1 𝑄2 𝑄3
2. Tunjukkan posisi biaya total rata-rata dan biaya marjinal saat (1) lereng
biaya marjinal negative (2) lereng biaya marjinal positif (3) lereng biaya
marjinal sama dengan nol.
JAWAB :
 Lereng MC negatif

P
MC ATC

0 Q

 Lereng MC positif

MC

 Lereng MC nol

P
MC
ATC

0 Q
3. Mengapa perusahaan tertentu masih bias beroperasi ketika harga produknya
lebih kecil daripada variabel rata-rata minimum? Berikan contohnya.
JAWAB :
Perusahaan yang bias terus berproduksi meski P<AVC, perusahaan akan
meminimalkan kerugian pada output, tetapi akan tetap mengalami kerugian
ketimbang laba karena P<AVC. Perusahaa yang masih beroperasi dalam
kondisi ini karena berharap akan meraup keuntungan di masa mendatang,
ketika harga produk meningkat atau biaya produksi menurun. Ketika tetap
berada di dalam industry, perusahaan menjaga fleksibilitas untuk mengubah
jumlah modal yang digunakannyasehingga dapat mengurangi biaya total
rata-ratanya.
Contoh :
Sebuah kedai pizza memiliki biaya tetap yang tinggi dan biaya variabel yang
rendah. Anggaplah harga yang dikenakan bagi konsumen lebih rendah
daripada biaya produksi total rata-ratanya. Oleh karena itu, kedai pizza akan
merugi jika terus menjual pizza. Agar kedai pizza ini bias terus beroperasi
di masa mendatang kedai pizza akan meningkatkan harga dan mengiklankan
menu baru.

4. Turunkan fungsi permintaan terhadap masukan dari fungsi biaya C(w,Q) =


𝐴𝑤 𝑏 𝑄 𝑐 w di mana C = fungsi biaya, w = harga masukan dan Q = keluaran,
b+c = 1.
JAWAB :
C(w,Q) = 𝐴𝑤 𝑏 𝑄 𝑐
Q = cAw + wQ + 𝜆(𝑞0 − 𝐴𝑤 𝑏 𝑄 𝑐 )
𝜕𝑄/𝜕𝑤 = c - 𝜆𝐴𝑏𝑤 𝑏−1 𝑄 𝑐
𝜕𝑄/𝜕q = c - 𝜆𝐴𝑐𝑤 𝑏 𝑄 𝑐−1
𝜕𝑄/𝜕𝜆 = 𝑞0 − 𝐴𝑤 𝑏 𝑄 𝑐
5. Tunjukkan analisis balui (break event point) untuk
a. Tingkat harga produk.
b. Tingkat produksi.
c. Tingkat penerimaan total.

JAWAB :

a. Tingkat harga
TR = PQ
Dan
TR = TVC + TFC
TR – TVC = TFC
PQ – TVC = TFC
P(Q – TVC/P) = TFC
P[(Q – Q(TVC)/(PQ)] = TFC
P[Q(1 – (TVC/S)] = TFC
P = TFC/[Q(1-(TVC/S)]
Jadi besaran P tergantung dari sebuah TFC, Q, TVC, dan S. dengan
asumsi Q>0 maka P>0 hanya jika S>TVC. Jika TVC = S maka P = ∞
dan jika TVC>S maka P<0 yang melanggar asumsi bahwa P>0.
b. Tingkat produksi
TR = PQ
Dan
TR = TVC + TFC
TR – TVC = TFC
PQ – TVC = TFC
Q(P – TVC/Q) = TFC
Q(P – AVC) = TFC
Q = TFC/(P – AVC)
c. Tingkat penerimaan total
TR – TVC = TFC
PQ – TVC = TFC
PQ(1- TVC/PQ) = TFC
PQ [1- (TVC/Q)(1/P)] = TFC
PQ [(1 – (AVC/P)] = TFC
PQ [(1 – AVC/P)] = TFC
TR = TFC/[(1 – (AVC/P)]
TR sama dengan rasio TFC dengan satu dikurangi dengan AVC/P.
II.PERTANYAAN PILIHAN JAMAK

1. Dari jalur ekspansi (expansion path) adalah garis yang menghubungkan


semua keseimbangan dari kombinasi masukan dengan biaya terkecil (the
least-cost combination) dapat diturunkan
a. Biaya total jangka pendek.
b. Biaya variabel total jangka pendek.
c. Biaya total jangka Panjang.
d. Biaya variabel total jangka Panjang.
e. Biaya tetap total.

JAWAB : C

Alasan : pembahasan dalam teori produksi menunjukkan bahwa alokasi


masukan optimum dicapai pada saat kombinasi biaya merupakan yang
paling irit (the least-cost combination). Oleh karena itu, jalur ekspansi
sebagai garis yang menghubungkan semua titik kombinasi biaya yang
paling irit adalah tiku biaya jangka Panjang.

2. Perusahaan dalam struktur pasar persaingan sempurna masih dapat terus


berproduksi walaupun rugi, jika :
a. P = AVC.
b. AVC<P<AC
c. P<AVC
d. P>MC
e. P<ATC

JAWAB : B

Alasan : Perusahaan yang bisa terus berproduksi jika AVC<P<AC,


perusahaan akan meminimalkan kerugian pada output, tetapi akan tetap
mengalami kerugian ketimbang laba karena P<AVC. Perusahaa yang masih
beroperasi dalam kondisi ini karena berharap akan meraup keuntungan di
masa mendatang, ketika harga produk meningkat atau biaya produksi
menurun. Ketika tetap berada di dalam industry, perusahaan menjaga
fleksibilitas untuk mengubah jumlah modal yang digunakannyasehingga
dapat mengurangi biaya total rata-ratanya.

3. Selama biaya marjinal (MC) lebih kecil daripada biaya total rata-rata, maka:
𝜕𝐴𝑇𝐶
a. >0
𝜕𝑄
𝜕𝑇𝐶
b. >0
𝜕𝑄
𝝏𝑨𝑻𝑪
c. <𝟎
𝝏𝑸
𝜕𝐴𝑇𝐶
d. >0
𝜕𝑄
𝜕𝐴𝑇𝐶
e. =0
𝜕𝑄

JAWAB : C

Alasan : biaya marjinal (MC)<ATC kondisi ini akan mengalami kerugian


minimum.

4. Selama biaya marjinal (MC) lebih besar daripada biaya total rata-rata, maka:
𝝏𝑨𝑻𝑪
a. >0
𝝏𝑸
𝜕𝑇𝐶
b. >0
𝜕𝑄
𝜕𝐴𝑇𝐶
c. <0
𝜕𝑄
𝜕𝐴𝑇𝐶
d. >0
𝜕𝑄
𝜕𝐴𝑇𝐶
e. =0
𝜕𝑄

JAWAB (A)

Alasan : biaya marjinal (MC)>ATC kondisi ini bertanda positif yang


menggambarkan perusahaan menghasilkan keuntungan maksimum

5. Biaya total rata-rata (average-total cost) memberi informasi kepada


manajemen tentang
a. Apakah perusahaan memperoleh laba atau merugi.
b. Apakah perusahaan masih dapat meneruskan produksi.
c. Berapa output yang dihasilkan.
d. Apakah produksi dihentikan.
e. Apakah produksi ditunda.

JAWAB : (B)

Alasan : biaya total rata-rata merupakan apabila biaya total (TC) untuk
memproduksi sejumlah barang tertentu (Q) dibagi dengan jumlah produksi
oleh perusahaan. Pada dasarnya, biaya total rata-rata menyiratkan biaya
produksi per unit.

Biaya total rata-rata (average-total cost) atau AC memberi informasi kepada


manajemen tentang, Apakah perusahaan memperolah laba atau merugi.
Ingat bahwa, Π = (AR – AC)Q, dan AC < P agar laba dpt diperoleh.

6. Perusahaan dalam pasar persaingan sempurna akan menutup usahanya


(shutdown) jika
a. Harga produk yang dihasilkan lebih kecil daripada biaya variabel
minimum.
b. Hanya memperoleh laba normal.
c. Mengalami rugi namun masih dapat membayar biaya variabel.
d. Memperoleh laba di atas normal.
e. Memperoleh laba di bawah normal.

JAWAB : (A)

Alasan : dalam jangka pendek sebuah perusahaan harus menutup usahanya


apabila harga jualnya berada dibawah biaya variabel per unit (P<AVC).

7. Tiku penawaran (supply curve) jangka pendek untuk perusahaan dalam


pasar persaingan sempurna ditunjukkan oleh
a. Tiku biaya tetap rata-rata (AFC) jika P<AVC minimum.
b. Tiku biaya marjinal (MC) jika P>=AVC minimum.
c. Tiku biaya marjinal (MC) jika P=AVC minimum.
d. Tiku biaya marjinal (MC) jika P<=AVC minimum.
e. Tiku biaya total rata-rata (ATC) jika P<AVC minimum.

JAWAB : (B)

Alasan : dalam jangka pendek perusahaan persaingan sempurna


memaksimalkan laba dengan memilih output dimana biaya marjinal MC
sama dengan harga P atau MR dari produknya. Perusahaan akan mendapat
laba maksimum saat P>=AVC

8. Syarat pertama capaian maksimim dalam pasar persaingan sempurna adalah


a. MR = MC.
b. AR = MC.
c. MR = MC = D.
d. MC = MR AR = P.
e. MC = MR = AR = P =D.

JAWAB : (A)

Alasan : aturan bahwa laba mencapai maksimum ketika penerimaan


marjinal sama dengan biaya marjinal berlaku bagi segala perusahaan, baik
persaingan sempurna maupun nirpersaingan. Aturan ini dapat diturunkan
secara aljabar. Laba, 𝜋 = R – C, mencapai maksimum pada titik di mana
penambahan pada output tidak membuat laba berubah (yaitu ∆𝜋/∆𝑞 = 0) :

∆𝜋/∆𝑞 = ∆𝑅/∆𝑞 - ∆𝐶/∆𝑞 = 0

∆𝑅/∆𝑞 adalah penerimaan marjinal MR dan ∆𝐶/∆𝑞 adalah biaya marjinal


MC. Dengan demikian, kita simpulkan bahwa laba mencapai maksimum
ketika MR – MC = 0, sehingga

MR(q) = MC(q)

9. Syarat kedua capaian dalam pasar persaingan sempurna adalah


a. 𝜕𝑀𝐶/𝜕𝑄<0.
b. 𝜕𝑀𝐶/𝜕𝑄=0.
c. 𝝏𝑴𝑪/𝝏𝑸>0.
d. 𝜕𝑀𝐶/𝜕𝑄 ≥ 0.
e. 𝜕𝑀𝐶/𝜕𝑄 ≤ 0.

JAWAB : (C)

Alasan : apabila perusahan persaingan sempurna mencapai laba maksimum


maka biaya marjinal MC sama dengan harga P dan memiliki tanda positif
yaitu lebih dari no.

10. Biaya marjinal (marginal cost) memberi informasi kepada manajemen


tentang
a. Apakah perusahaan memperoleh laba atau merugi.
b. Apakah perusahaan masih dapat meneruskan produksi.
c. Berapa laba maksimum.
d. Berapa output yang dihasilkan.
e. Apakah produksi dihentikan.

JAWAB : (D)

Alasan : biaya marjinal (MC) adalah peningkatan biaya yang diakibatkan


dari produksi satu unit output tambahan. Biaya marjinal menginformasikan
berapa banyak biaya yang diperlukan untuk menambah output satu unit.

Biaya marjinal (marginal cost) atau MC memberi informasi kepada


manajemen tentang, berapa output yang akan dihasilkan ( MC = f(Q)),
dimana MC =dTC/dQ. Brp Q yg dpt dihasilkan agar laba diperoleh.

11. Biaya variabel rata-rata memberi informasi kepada pengambil keputusan


a. Kapan mengentikan produksi dan menutup usaha jika biaya
variabel minimum sama dengan atau lebih besar daripada nol.
b. Berapa jumlah produksi dengan ketentuan AVC=P=MC=D.
c. Berapa laba atau rugi perusahaan.
d. Jawaban a dan b.
e. Jawaban b dan c.

JAWAB : (A)
Alasan : Biaya variabel rata-rata atau AVC memberi informasi kepada
manajemen tentang, Kapan menghentikan produksi atau menutup usaha,
tentu dilakukan jika harga jual produk lebih rendah daripada biaya variabel
minimum, ingat P <= AVCmin (shut down)

12. Biaya total jangka Panjang diturunkan dari


a. Tiku jalur ekspansi.
b. Kombinasi biaya terkecil.
c. Peta isokos.
d. Jawaban a dan b.
e. Jawaban b dan c.

JAWAB : (D)

Alasan : pembahasan dalam teori produksi menunjukkan bahwa alokasi


masukan optimum dicapai pada saat kombinasi biaya merupakan yang
paling irit (the least-cost combination). Oleh karena itu, jalur ekspansi
sebagai garis yang menghubungkan semua titik kombinasi biaya yang
paling irit adalah tiku biaya jangka Panjang.

13. Biaya total jangka Panjang diturunkan dari


a. Tiku biaya total rata-rata jangka pendek menurun sampai ke titik
minimum tiku biaya total rata-rata jangka pendek.
b. Tiku biaya total rata-rata jangka Panjang menurun sampai ke titik
minimum tiku biaya total rata-rata jangka Panjang itu.
c. Tiku biaya marjinal jangka pendek menurun sampai ke titik minimum
tiku biaya marjinal jangka pendek itu.
d. Tiku biaya marjinal jangka Panjang menurun sampai ke titik minimum
tiku biaya marjinal jangka Panjang itu.
e. Jawaban a, b, c, dan d salah.

Alasan : pembahasan dalam teori produksi menunjukkan bahwa alokasi


masukan optimum dicapai pada saat kombinasi biaya merupakan yang
paling irit (the least-cost combination). Oleh karena itu, jalur ekspansi
sebagai garis yang menghubungkan semua titik kombinasi biaya yang
paling irit adalah tiku biaya jangka Panjang. Biaya total rata-rat jangka
Panjang dan biaya marjinal jangka Panjang diturunkan dari biaya total
jangka Panjang.

14. Disekonomi skala terjadi pada saat


a. Tiku biaya total rata-rata jangka pendek menaik sampai ke titik
minimum tiku biaya total rata-rata jangka pendek.
b. Tiku biaya total rata-rata jangka Panjang menaik sampai ke titik
minimum tiku biaya total rata-rata jangka Panjang itu.
c. Tiku biaya marjinal jangka pendek menaik sampai ke titik minimum
tiku biaya marjinal jangka pendek itu.
d. Tiku biaya marjinal jangka Panjang menaik sampai ke titik minimum
tiku biaya marjinal jangka Panjang itu.
e. Jawaban a, b, c, dan d salah.

JAWAB : (E)

Alasan : apabila kenaikan skala produksi perusahaan menyebabkan biaya


rata-rata menjadi lebih tinggi, perusahaan itu memperlihatkan hasil yang
menurun saat skala bertambah atau skala disekonomi.

15. Jika fungsi produksi adalah Q = 𝛼𝐿𝛽 di mana Q = produksi total, L = faktor
produksi tenaga kerja, 𝛼 = tetapan pelipat, dan 𝛽 = parameter, dan jika
diketahui pula bahwa w = upah faktor produksi tenaga kerja, maka fungsi
biaya dapat diturunkan dari fungsi produksi itu sebagai berikut :
a. TC = w(Q/ 𝜶)𝟏/𝜷
b. TC = w(Q/ 𝛼)1/𝛼
c. TC = 𝛼 (Qw )1/𝛽
d. TC = 𝛽(Qw)1/𝛼
e. TC = w(Q/ 𝛼)1/𝛽

JAWAB : (A)
Alasan :

Q = 𝛼𝐿𝛽

L = c + wl + 𝜆 (𝑞0 − 𝛼𝐿𝛽 )

𝜕𝑄/𝜕q = c - 𝜆𝛽𝛼 𝑏 𝐿𝛽−1


𝜕𝑄/𝜕𝜆 = 𝑞0 − 𝛼𝐿𝛽