Anda di halaman 1dari 2

NAMA KELOMPOK :

 MONICA THERESIA B.N


 NOVRI SILABAN
 TOI SETIAWAN

Evaluasi

1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan ketidakmampuan untuk


mengeluarkan sekresi jalan napas.
Setelah dilakukan asuhan keperawatan 3 x 24 jam pada diagnosa ini dengan kriteria
hasil sebagai berikut :

S : Biasanya pada data subjektif pada anak yang mengalami pneumonia yaitu batuk
dan pilek, batuk biasanya berdahak.

O : Data objektif biasanya pada auskultasi paru terdengar ronkhi, dan irama nafas
cepat.

A: Masalah belum teratasi

P : Pada tindakan mandiri bisa dilakukan/ ajarkan anak batuk efektif, anjurkan untuk
minum air hangat, lakukan fisioterapi dada, monitor TTV dan pernafasan.

2. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan keletihan otot pernapasan.


Setelah dilakukan asuhan keperawatan 3 x 24 jam pada diagnosa ini dengan kriteria
hasil sebagai berikut :

S : Pada kasus pneumonia biasanya anak akan mengalami sesak, hal ini dikarenakan
terjadinya infeksi pada rongga alveoli paru-paru yang mengakibatkan
penumpukan cairan di rongga alveoli.

O : Untuk data objektif pasien akan mengalami sesak/ kesulitan bernafas, irama nafas
cepat, kemudian juga mengalami tarikan pada dinding dada bagian bawah.

A : Masalah belum teratasi.

P : Untuk rencana tindakan/ plaining untuk mandiri biasanya akan dilakukan


pengaturan posisi (semi flower) dan untuk kolaborasi akan diberikan terapi oksigen
sesuai dengan indikasi agar mengurangi sesak pada pasien.

3. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan ventilasi perfusi.


Setelah dilakukan asuhan keperawatan 3 x 24 jam pada diagnosa ini dengan kriteria
hasil sebagai berikut :

S : Pada data subjektif biasanya anak akan mengalami sesak, hal ini dikarenakan
terjadinya infeksi pada rongga alveoli paru-paru yang mengakibatkan penumpukan
cairan di rongga alveoli, sehingga akan mengakibatkan gangguan pertukaran gas
pada paru-paru

O : Untuk data objektif pasien akan mengalami sesak/ kesulitan bernafas, irama nafas
cepat, kemudian juga mengalami tarikan pada dinding dada bagian bawah

A : Masalah belum teratasi.

P : Intervensi dilanjutkan adalah terapi oksigen binasal kanul 1 lpm.

http://elib.stikesmuhgombong.ac.id/651/1/SURYA%20PRATIWI%20NIM.%20A014
01982.pdf