Anda di halaman 1dari 4

ELEMEN MESIN 1

ELEMEN MESIN 1 TUGAS 2 “POROS” DISUSUN OLEH : Syahril Al Qirom (3331170021) JURUSAN TEKNIK MESIN

TUGAS 2 “POROS”

DISUSUN OLEH :

Syahril Al Qirom (3331170021)

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

2019

Perancangan Poros Pada Turbin Angin Savonius Vertical Axis

Poros yaitu suatu bagian stationer yang berputar yang pada umumnya berpenampang bulat baik pejal maupun berongga, biasanya terhubung dengan elemen mesin lain seperti roda gigi ataupun sprocket yang berfungsi untuk memindahkan putaran dengan ataupun tidaknya meneruskan daya. Turbin angin savonius pertama kali diperkenalkan oleh Sigurd J. Savonius pada tahun 1922. Pada kali ini akan membahas Turbin angin savonius jenis sumbu vertikal yang terdiri dari dua sudut berbentuk setengah silinder (atau elips) yang dirangkai sehingga membentuk ‘S’. Dalam merancang sebuah turbin angina, maka dibutuhkan sebuah poros yang baik. Perancangan serta pemilihan Poros yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dari sebuah turbin angin. Hal-hal yang harus diperhatikan yaitu kekuatan poros, tegangan dan beban yang diterima oleh poros, serta pemiliham bahan poros yang tepat guna menghasilkan poros yang baik.

Pada perancangan kali

ini, poros akan berputar dengan kecepatan putar

130 RPM, dengan daya masukan sebesar 135 Watt. Maka Torsi nya yaitu:

T =

30

30 132

=

3.14 130

=9,922 N.m Selanjutnya menghitung daya terencana yang dikalikan dengan faktor koreksi terhadap daya yang dapat dilihat dari tabel dibawah ini

Daya Yang Akan Ditransmisikan

Fc

Daya rata-rata yang diperlukan

1,2 2,0

Daya maximum yang diperlukan

0,8 1,2

Daya normal

1,0 1,

Sehingga:

PD = 135 watt x 1.2

= 162 watt

Pada perencanaan poros kali ini digunakan bahan baja S45C yang mudah didapat di pasaran dan tahan terhadap keausan dengan spesifikasi kekuatan tarik () sebesar 58 Kg/ 2 Untuk bahan S45C factor keamanan Sf1 = 6,0 dan Sf2 = 1,3 3,0. Maka tegangan geser ijin untuk bahan poros dapat dihitung dengan persamaan:

=

=

=

1 2

58 / 2 6 2.5

3,866 Kg/ 2

Dari perhitungan diatas diperoleh momen punter poros yang dihitung dengan persamaan:

Mp =

9.74 10 5

9.74 10 5 16210 3

=

130

= 1213,75 Kg.mm

Perhitungan diameter poros dapat dilihat seperti rumus dibawah ini :

dp=( 5,1

τa

x Kt x Cb x Mp ) 1/3

Dimana :

dp = diameter poros (mm) τa = tegangan geser yang diijinkan = 3,866 kg/mm2 Kt = factor koreksi terhadap momen punter yang besarnya : 1,0 jika beban dikenakan halus. 1,0 1,5 jika terjadi sedikit kejutan atau tumbukan. 1,5 3,0 jika beban dikenakan kejutan atau tumbukan.

Cb = factor koreksi untuk kemungkinan terjadinya beban lentur yang harganya

1,2-2,3.

Sehingga :

5,1

Dp = ( 3,866 x 3 x 1,2 x 1213,75 kg.mm ) 1/3

= 17,9 mm ~ 18 mm

Jadi diameter poros yang aman didapatkan sebesar 18 mm