Anda di halaman 1dari 5

UJI PEMBUATAN BIOGAS DARI KOTORAN GAJAH

DENGAN VARIASI PENAMBAHAN URINE GAJAH DAN AIR

Nurandani Hardyanti*), Endro Sutrisno*)

ABSTRACT

Biogas was a gas produced from biological activities in anaerobic fermentation processes and
as a renewable energy. This research was to find out the effect between elephant manure,
elephant urine, water and starter to reduce biogas production and calorie value. This research
is divided into three groups based on the raw material, i.e., elephant manure, elephant urine,
water and starter as independent variabels. Observation is consisted of biogas production
volume and calorie value. This result showed that in 21 days, elephant manure mixtured with
elephant urine with ratios of 1:2 was the best material to produce biogas, that was 60,800 ml of
biogas and 5345.39 cal/liters of calorie value.

Keywords: elephant manure, elephant urine, starter, biogas, calorie value

PENDAHULUAN kotoran hewan dapat menghasilkan biogas


yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber
Energi sangat diperlukan dalam energi pengganti minyak, gas, kayu bakar
kehidupan sehari-hari. Sumber energi dan batu bara. Biogas merupakan sumber
dapat berasal dari matahari, bahan bakar enegi yang bisa diperbarui (renewable)
minyak, gas alam dan kayu bakar. Energi sehingga tidak perlu ada kekhawatiran
tersebut digunakan untuk keperluan rumah akan semakin menipisnya persediaan
tangga seperti memasak dan penerangan. sumber energi (Indartono, 2006).
Untuk kepentingan yang lebih besar Kandungan gas bio didominasi
digunakan pada industri serta pengolahan oleh gas methan (CH4) yang merupakan
hasil-hasil pertanian. hasil sampingan dari proses dekomposisi
Berdasarkan hasil kajian mikroba pada suatu biomasa. Mikroba
Departemen Energi dan Sumber Daya tersebut merupakan bakteri pembentuk
Mineral (ESDM) tentang kondisi energi di methan yang banyak terdapat dalam tubuh
Indonesia, jika tidak ada eksplorasi baru, hewan ruminansia (Sihombing, 1980).
menurut kalkulasi ESDM cadangan minyak Produksi gas methan dari biomasa
kita hanya cukup untuk 18 tahun lagi. Gas bukan merupakan proses baru, Alexander
60 tahun dan batu bara 150 tahun volta di abad 18 menemukan gas metana
(KOMPAS, 23 Juni 2005). dalam gas yang dihasilkan rawa / payau.
Upaya penghematan energi untuk Ide dan percobaan bagaimana proses ini
bahan bakar seharusnya telah digerakkan dapat digunakan telah berjalan selama 100
sejak dahulu karena pasokan bahan bakar tahun kebelakang (Maynell, 1976). Secara
yang berasal dari minyak bumi, gas prinsip pembuatan gas bio sangat
maupun batu bara adalah sumber energi sederhana, enganmemasukkan substrat
fosil yang tidak dapat diperbarui (kotoran hewan atau manusia) ke dalam
(unrenewable), sedangkan permintaan terus unit pencerna (digester), ditutup rapat dan
naik, demikian pula dengan harganya selama beberapa aktu gas bio akan
sehingga tidak ada stabilitas keseimbangan terbentuk yang selanjutnya dapat
antara permintaan dan penawaran. Salah digunakan sebagai sumber energi.
satu jalan untuk menghemat bahan bakar Di Kawasan Candi Borobudur
minyak dan sumber energi yang terdapat 5 ekor gajah yang menghasilkan
unrenewable adalah dengan mencari kotoran gajah sebanyak 300 liter. Jika
sumber energi alternative yang dapat dikumpulkan dalam waktu 4 hari dapat
diperbarui (renewable). menghasilkan 1 kontainer penuh yaitu 6 m³
Biomassa adalah energi alternatif (Dinas Pertamanan TWCB, 2006). Kotoran
paling siap untuk diolah menjadi sumber gajah termasuk dalam hewan ruminansia
energi yang jumlahnya banyak dan berada yang berarti bahwa di dalam sistem
di sekitar kita dan ramah lingkungan. pencernaan gajah terdapat bakteri
Tumbuh-tumbuhan, sampah organik dan pembentuk gas metan, sehingga dari

*) Program Studi Teknik Lingkungan FT Undip 73


Jl. Prof. H. Sudarto, SH Tembalang Semarang
Jurnal PRESIPITASI
Vol. 3 No.2 September 2007, ISSN 1907-187X

kotoran gajah dapat dimanfaatkan sebagai Data yang diamati dan dikumpulkan
biogas (Ariono, 1982). meliputi volume biogas dan nilai kalor
biogas. Pengamatan dilakukan setiap hari
selama 21 hari, kemudian dievaluasi data
METODOLOGI PENELITIAN hasil penelitian ini. Tahapan penelitian
dapat dilihat pada gambar 1.
Kotoran gajah dan urine gajah
yang diambil berasal dari kandang gajah di
Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur. HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian yang dilakukan menggunakan
sampel kotoran gajah dan urine gajah Pada umumnya biogas masing-
dengan perbandingan 1:2 dengan variasi masing variasi mulai terbentuk pada hari
penambahan starter 100 gram dan 200 pertama setelah pengisian dan terus
gram untuk variasi kelompok pertama dan meningkat secara signifikan hingga
untuk variasi kelompok kedua dengan akhirnya mencapai kondisi statis (Anonim,
perbandingan kotoran gajah, urine gajah 2006). Dengan mengetahui waktu
dan air (1:1:1) dengan variasi penambahan pencapaian kondisi statis, maka dapat
starter 100 gram dan 200 gram. Proses diketahui pula waktu tinggalnya (HRT). Hal ini
pembuatan biogas dilakukan dengan berguna untuk jadwal pengisian substrat jika
sistem tumpak alami (batch, hanya sekali akan diaplikasikan di lapangan.
pengisian bahan baku pada awal
percobaan).

Gambar 1 Hasil Penelitian


Sumber: Hasil Analisis, 2007

74
Nurandani Hardyanti, Endro Sutrisno
Uji Pembuatan Biogas dari Kotoran Gajah

Lamanya waktu bahan baku didalam isian bahan 2 sampai 5 hari kemudian
reaktor biogas untuk diproses menjadi biogas produksi terus meningkat sampai umur isian
disebut sebagai waktu retensi hidrolik 7 sampai 16 hari dan mulai berkurang sampai
(Hidraulic Retention Time atau HRT) akhirnya tidak terdapat penambahan biogas
(Anonim, 2006). HRT dan kontak antara lagi atau mencapai kondisi statis.
bahan baku dengan bakteri metan Produksi biogas kumulatif yang
merupakan dua faktor penting yang berperan memberikan hasil tertinggi selama 21 hari
dalam reaktor biogas. pengamatan adalah kelompok IC atau
kotoran gajah, urine gajah dan air (1:1:1) +
VOLUME BIOGAS HARIAN stater 200 gr yaitu sebesar 43100 ml dengan
10000
komposisi kotoran gajah 4 Kg, urine gajah 4
liter dan air 4 liter . Sedangkan untuk
Biogas (ml)

9000
8000 Vol harian IA
7000 Vol harian IB produksi terendah adalah kelompok IA atau
6000
5000
Vol harian IC perbandingan kotoran gajah, urine gajah dan
Vol harian IIA
air 1:1:1 tanpa penambahan stater sebesar
Volume

4000
2000 Vol harian IIC
3000 Vol harian IIB
1000 20907 ml, kelompok IB atau perbandingan
0 kotoran gajah, urine gajah dan air 1:1:1
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Waktu (hari)
20 2 1
dengan penambahan stater 100 gr sebesar
40300 ml.
Gambar 2 Produksi Biogas Harian
Sumber: Hasil Analisa, 2007 70000
PRODUKSI BIOGAS VARIASI IIA, IIB, IIC

60000
Berdasarkan gambar 2 dapat
Volume Gas
Gas (ml)
50000 Kumulatif IIA
diketahui bahwa untuk kelompok produksi 40000 Volume Gas
Kumulatif IIB
biogas dengan variasi kotoran gajah:urine 30000
Volume

Kumulatif IIC
20000 Volume Gas

gajah (1:2) ditambah dengan 200 gram 10000

starter menunjukkan bahwa HRTnya lebih 0


0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

cepat. sedangkan untuk perbandingan Waktu (hari)

kotoran gajah, urine gajah dan air (1:1:1) Gambar 4 Produksi Biogas Kumulatif
tanpa starter waktu tinggalnya lebih lama Sumber: Hasil Analisa, 2007
(HRTnya lebih lama). Hal ini disebabkan
karena bakteri lebih cepat melakukan proses Berbeda dengan produksi biogas
pembentukan biogas, sehingga HRTnya lebih pada kelompok perbandingan kotoran gajah
cepat (Indartono, 2006), sehingga jika dan urine gajah, produksi terbesar terlihat
diaplikasikan ke lapangan dapat menghemat pada kelompok IIC dengan penambahan
biaya pembuatan instalasinya. stater 200 gr selama 21 hari menghasilkan
biogas 60800 ml. sedangkan produksi terkecil
Produksi Biogas Kumulatif pada kelompok IIA dengan variasi
50000
PRODUKSI BIOGAS VARIASI IA, IB, IC
pencampuran kotoran gajah dan urine gajah
Volume Gas
(1:2) tanpa penambahan stater yaitu sebesar
25100 ml.
(ml)

40000 Kumulatif IA
Volume Gas
30000
VolumeGas

20000
Kumulatif IB
Volume Gas Apabila dibandingkan dari kedua
10000
Kumulatif IC
variasi bahan baku tersebut dengan produksi
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2 0 21
biogas secara kumulatif menunjukkan bahwa
Waktu (hari) kelompok variasi pencampuran kotoran gajah
dan urine gajah lebih besar jika dibandingkan
Gambar 3 Produksi Biogas Kumulatif dengan variasi pencampuran kotoran gajah,
Sumber: Hasil Analisa, 2007 urine gajah dan air.
Tiap variasi menghasilkan volume
Pada gambar 3. untuk kelompok dan HRT berbeda, sehingga dapat
produksi biogas dengan variasi kotoran disimpulkan bahwa penambahan air, urine
gajah:urine gajah:air ( 1:1:1 ) menunjukkan
gajah dan starter mempengaruhi
bahwa biogas mulai terbentuk pada umur pembentukan biogas. Untuk penelitian ini,

75
Jurnal PRESIPITASI
Vol. 3 No.2 September 2007, ISSN 1907-187X

dengan jumlah air, urine gajah dan starter memanaskan air sebanyak 5 liter kemudian
yang lebih banyak akan menghasilkan dilakukan pengukuran peningkatan suhu
volume yang lebih banyak pula dengan waktu sampai nyala api padam, yang berarti bahwa
tinggal yang lebih singkat. biogas sudah habis terbakar. Nilai kalor
biogas (Q) dihitung berdasarkan rumus:
Nilai Kalor Biogas m × c × ΔΤ
Penghitungan nilai kalor biogas Q = (1)
Vb
berdasarkan persamaan 1 dilakukan setelah
volume gas bio tidak mengalami peningkatan
lagi atau sudah mencapai kondisi statis. Dengan menggunakan metode perhitungan
Pengukuran dilakukan pada hari ke 21 di atas, maka hasil perhitungan nilai kalor tiap
dimana semua variasi sudah mengalami variasi dapat dilihat pada tabel 1.
kondisi statis. Perhitungan nilai kalor biogas
dilakukan dengan percobaan untuk

Tabel 1 Nilai Kalor Biogas


Variasi Volume Air T0 T1 T Volume Q
(liter) ( ºC ) ( ºC ) (ºC ) Biogas (kal/lt)
(liter)
IA 5 27 47 20 20.9 4785.69
IB 5 27 68 41 40,3 5068.85
IC 5 27 71 44 43,1 5104.41
IIA 5 27 52 25 25,1 4980.08
IIB 5 27 81 54 52,5 5142.86
IIC 5 27 92 65 60,8 5345.39
Sumber: Hasil Analisis, 2007

Berdasarkan hasil penghitungan nilai 2. Pengaruh penambahan urine gajah, air


kalor diatas, diperoleh rata – rata nilai kalor dan starter terhadap nilai kalor
biogas adalah sebesar 5071.21 kal/lt. Hal ini menunjukkan nilai kalor biogas terbesar
sesuai dengan Meynel (1986) yang adalah 5345,39 kal/lt untuk variasi
menyatakan bahwa nilai kalor biogas berkisar pencampuran kotoran gajah, urine gajah
antara 4785 – 6220 kal/lt. (1:2) dan penambahan starter 200 gr.
Gas bio dengan zat penyusun yang Sedangkan nilai kalor terendah adalah
berbeda yaitu dengan variasi bahan baku 4785,69 kal/lt untuk variasi pencampuran
yang berbeda akan menghasilkan nilai kalor kotoran gajah, urine gajah, air (1:1 ; 1)
yang berbeda pula. Hal ini dikarenakan sifat tanpa penambahan starter.
penyusun gas bio tidak sama tergantung 3. Perbandingan yang tepat untuk
pada mutu substrat, sehingga pada saat mendapatkan produksi biogas yang
mengalami pembakaran akan menghasilkan maksimal adalah pencampuran kotoran
nilai kalor yang berbeda. gajah dan urine gajah (1:2) dengan
penambahan starter 200 gram.
KESIMPULAN

1. Pengaruh penambahan urine gajah, air UCAPAN TERIMA KASIH


dan starter terhadap volume produksi
biogas menunjukkan nilai tertinggi Disampaikan terima kasih kepada
sebesar 60800 ml untuk variasi Lisa Lusiana atas terselesaikannya penelitian
pencampuran kotoran gajah dan urine ini.
gajah (1:2) dan starter 200 gram.
Sedangkan produksi terendah diperoleh
dari pencampuran kotoran gajah, urine
gajah dan air (1:1:1) tanpa penambahan
starter sebesar 20907 ml.

76
Nurandani Hardyanti, Endro Sutrisno
Uji Pembuatan Biogas dari Kotoran Gajah

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2006, Biogas Production,


www.habmigern, 2003. html
______.2006. Heating value.
www.en.wikipedia.org/wiki/
Heating_value (Diakses pada 8
Agustus 2006)
Ariono, 1982, Pra Rencana Pabrik Biogas
dari Kotoran Sapi, Fakultas Teknik
Kimia, ITS, Surabaya.
Indartono, Yuli Setyo. 2006. Reaktor Biogas
Skala Kecil /Menengah.
www.beritaplanet.com.
Meynell,D.S. 1986. Methane:Planninng a
Digester. Great Britain:Prism Press.
Sihombing, D.T.H., 1980, Prospek
Penggunaan Biogas untuk Energi
Pedesaan di Indonesia, LPL, No. 11
Tahun XIV, LEMIGAS, Jakarta.

77