Anda di halaman 1dari 22

RESUME MATERI KONSEP DASAR MATEMATIKA SD

“HIMPUNAN”
Dosen Pengampu: Irfan Wahyu Pranoto, S.Pd, M.Pd

Disusun Oleh :

Tiara Friaesa Harsono

19108241070

PGSD-S1/C

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2019
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat, nimat serta karunia-Nya yang tak ternilai
dan tak dapat terhitung sehingga kami bisa menyusun dan menyelesaikan makalah ini.Tugas ini disusun
untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen terkait dengan konsep dasar matematika 1 yang berisi
tentang uraian secara singkat mengenai Himpunan.

Saya menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu kamimengharapkan kritik
dan saran yang membangun demi tercapainya kesempurnaan tugas ini.

Semoga apa yang kami susun dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kami mohon maaf
bila banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini.

Sleman, 17 Oktober 2019

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Teori himpunan dikenalkan di sekolah pada tahun 1960-an setelah era Sputnik. Pada tahun 1970-an
banyak orang merasa bahwa simbol-simbol yang ada pada teori himpunan ini mengakibatkan
kebingungan pada dan anak-anak, maupun orang dewasa, khususnya bagi mereka yang baru
mengenalsimbol-simbol itu.

Modul ini merupakan bahan ajar pertama dari mata kuliah konsep dasar matematika.Modul ini terbagi ke
dalam dua kegiatan belajar.Kegiatan belajar 1 memuat tentang pengertian himpunan, dan kegiatan belajar
2 memuat tentang operasi dan sifat himpunan. Materi yang dibahas di dalam modul ini merupakan dasar
untuk mempelajari materi-materi lain dalam matematika dan bidang kajian lain. Dengan Mengusai materi
ini kita akan terbantu dalam mempelajari dan mencerna materi-materi lain, baik yang berhubungan
dengan logika matematika, matematika secara umum, maupun materi yang berhubungan dengan
kehidupan sehari-hari.

Secara umum, setelah anda menyelesaikan modul ini diharapkan anda mampu memahami teori himpunan
dan operasi-oerasinya serta dapat memanfaatkannya dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika
maupun masalah-masalah di luar matematika.

B. Rumusan Masalah

1. Menjelaskan tentang pengertian himpunan

2. Menyebutkan jenis jenis himunan

3. Menjelaskan cara penulisan himpunan

4. Menjelaskan operasi dan hukum aljabar pada himpunan

5. Menjabarkan manfaat mempelajari himpunan dalam kehidupan sehari hari

6. Menjelaskan penerapan himpunan

C. Tujuan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tentang Himpunan dan manfaatnya
dalam kehidupan sehari hari
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Himpunan

Himpunan diperkenalkan oleh George Cantor (1845 – 1918), seorang ahli matematika Jerman. . Ia
menyatakan bahwa himpunan adalah kumpulan atas objek-objek. Objek tersebut dapat berupa benda
abstrak maupun kongkret.Pada dasarnya benda-benda dalam suatu himpunan tidak harus mempunyai
kesamaan sifat/karakter atau Himpunan merupakan kumpulan benda-benda atau objek-objek yang
didefinisikan dengan jelas.

Anggota atau elemen adalah benda-benda atau objek-objek yang termasuk dalam sebuah himpunan.

Contoh:

Himpunan yang merupakan himpunan:

– Himpunan anak yang berusia 12 tahun

– Himpunan bilangan asli genap

– Himpunan pulau-pulau di Indonesia

Himpunan yang bukan merupakan himpunan:

– Himpunan anak-anak malas

– Himpunan wanita-wanita cantik

– Himpunan lukisan indah

2010 FIFA WORLD CUP SOUTH AFRICA

GRUP A GRUP B GRUP C GRUP D


Team Team Team Team
South Africa Argentina England Germany
Mexico Nigeria USA Australia
Uruguay Korea Republic Algeria Serbia
France Greece Somalia Ghana
GRUP E GRUP F GRUP G GRUP H
Team Team Team Team
Netherland Italy Brazil Spain
Denmark Paraguay Korea DPR Switterland
Japan New Zealand Cote d’Ivaire Honduras
Cameroon Slovakia Portugal Chile

Gambar 1.1

Negara Negara Peserta Piala Dunia Pertandingan Sepak Bola Tahun 2010 di Afrika Selatan
Misalkan nama negara negara peserta piala dunia FIFA tersebut diwakili dengan huruf pertama
dan keduanya, contoh: South Africa diwakili dengan huruf ‘So’, Brazil diwakili dengan huruf ‘Br’ dan
seterusnya. Gambar1.1 di atas dapat kita ubah dalam bentuk diagram berikut

Grup A Grup B Grup C Grup D Grup E Grup F Grup G Grup H

So Ar Ea Ge Ne It Br Sp
Me Ni Us Au De Pa Ko Sw
Ur Ko Al Se Ja Nz Co Ho
Fr Gr Sl Gh Ca Si Po Ch

Gambar 1.2 Diagram Negara Peserta Piala Dunia Sepak Bola Tahun 2010

Berdasarkan gambar 1.2 di atas, kita temukan hal hal berikut.

a. Negara yang tergabung di grup A adalah: {South Africa, Mexico, Uruguay, France}

b. Negara yang tergabung di grup E adalah: {Netherlands, Denmark, Japan, Cameroon}

c. Seluruh peserta tergabung di dalam 8 grup yaitu: {grup A, grup B, grup C,grup D, grup E, grup F, grup
G, grup H}

d. Australia berada di grup D

e. Brazil dan Portugal sama sama berada di grup G

f. Setiap grup anggotanya adalah 4 negara

g. Negara yang bertanding seluruhnya ada 32 negara. Seluruh negara peserta FIFA World Cup 2010
merupakan anggota himpunan semesta dari himpunan yang menjadi objek pembicaraan

B. Cara Penulisan Himpunan

Ada empat cara untuk menyatakan suatu himpunan

1) Menyebutkan semua anggotanya (roster) yang diletakkan di dalam sepasang tanda kurung kurawal,
dan di antara setiap anggotanya dipisahkan dengan tanda koma. Cara ini disebut juga cara Tabulasi.

Contoh: A = {a, i, u, e, o}

B = {Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu}


2) Menyebutkan syarat anggota-anggotanya, cara ini disebut juga cara Deskripsi.

Contoh: ambil bilangan asli kurang dari 5

A = bilangan asli kurang dari 5

3) Notasi Pembentuk Himpunan : dengan menuliskan ciri-ciri umum atau sifat-sifat umum (role) dari
anggotanya.

Contoh Soal :

Nyatakan dengan notasi himpunan dengan menuliskan tiap-tiap anggotanya dan sifat-sifatnya himpunan
berikut ini :

A adalah himpunan bilangan asli antara 1 dan 6

Penyelesaian :

A adalah himpunan bilangan asli antara 1 dan 6

Dengan menulis tiap-tiap anggotanya

A = {2, 3, 4, 5}

Dengan menulis sifat-sifatnya

A = {x | 1 < x < 6, x € Asli}

4) Himpunan juga dapat di sajikan secara grafis (Diagram Venn).

Penyajian himpunan dengan diagram Venn ditemukan oleh seorang ahli matematika Inggris bernama
John Venn tahun 1881. Himpunan semesta digambarkan dengan segiempat dan himpunan lainnya dengan
lingkaran di dalam segiempat tersebut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat Diagram venn

a. Buatlah persegi panjang atau persegi

b. Himpunan semesta digambarkan dengan persegi panjang dan lambang S yang mana ditulis pada sudut
kiri atas dalam gambar persegi panjang. Himpunan semesta (S) adalah himpunan yang memuat semua
anggota himpunan yang dibicarakan.

c. Setiap himpunan lain yang dibicarakan digambarkan dengan lingkaran (kurva tertutup) kecuali yang
tidak termasuk dalam himpunan lain yaitu dituliskan diluar lingkaran.

d. Setiap anggota ditunjukkan dengan noktah (titik) dan anggota himpunan ditulis di samping noktah
tersebut.

Berikut adalah contoh Diagram Venn


S={1,2,3,4,5,6,7,8,9}

A={1,3,4,2,5} B={2,5,7,6}

Keanggotaan Himpunan

Nama suatu himpunan biasanya menggunakan huruf kapital seperti A, B, C, dan X. Sedangkan anggota
suatu himpunan biasanya dinotasikan dengan huruf kecil seperti a, b, c, x, dan y. Misalnya H adalah
himpunan semua huruf hidup dalam alfabet Latin maka benda-benda yang termasuk dalam himpunan H
adalah a, i, u, e, dan o. Benda-benda yang masuk dalam suatu himpunan disebut sebagai anggota
himpunan tersebut. Notasi untuk menyatakan anggota suatu himpunan adalah “€” sedangkan notasi untuk
bukan anggota adalah “ ∉”. Dengan demikian a € H, I € H, u € H, e € H, dan o € H sedangkan b∉H, c∉ H
dan d ∉H. Istilah anggota yang digunakan di atas dapat diganti dengan istilah elemen atau unsur.

Simbol-simbol khusus yang dipakai dalam teori himpunan adalah:

a. Simbol Arti atau Himpunan kosong

b. Operasi gabungan dua himpunan

c. Operasi irisan dua himpunan

d. Subhimpunan, Subhimpunan sejati, Superhimpunan, Superhimpunan sejati

e. Komplemen

Contoh :

A = {a, b, c} menyatakan bahwa himpunan A anggota-anggotanya adalah a, b, dan c.

Ditulis: a € A; b € A; dan c € A

Bukan keanggotaan suatu himpunan A.

Jika A = {a, b, c} maka d bukan anggota himpunan A.

Ditulis: d∉A. Banyaknya anggota himpunan

C. Macam-Macam Himpunan

1) Himpunan Bagian (Subset).

Himpunan A dikatakan himpunan bagian (subset) dari himpunan B ditulis A ⊂ B ”, jika setiap anggota
A merupakan anggota dari B.

Syarat :
A ⊂ B, dibaca : A himpunan bagian dari B

A ⊂ B, dibaca : A bukan himpunan bagian dari B

B ⊂ A dibaca : B bukan himpunan bagian dari A

B ⊂ A dibaca : B bukan himpunan bagian dari A

Contoh :

Misal A = { 1,2,3,4,5 } dan B = { 2,4} maka B ⊂ A

Sebab setiap elemen dalam B merupakan elemen dalam A, tetapi tidak sebaliknya.

Penjelasan : Dari definisi diatas himpunan bagian harus mempunyai unsur himpunan A juga merupakan
unsur himpunan B.artinya kedua himpunan itu harus saling berkaitan.

2) Himpunan Kosong (Nullset)

Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai unsur anggota yang sama sama sekali.

Syarat :

Himpunan kosong = A atau { }

Himpunan kosong adalah tunggal

Himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari setiap himpunan

Perhatikan : himpunan kosong tidak boleh di nyatakan dengan { 0 }.

Sebab : { 0 } ≠ { }

Penjelasan : dari definisi diatas himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai satupun
anggota, dan biasanya himpunan kosong dinotasikan dengan huruf yunani ø (phi).

3) Himpunan Semesta

Himpunan semesta biasanya dilambangkan dengan “U” atau “S” (Universum) yang berarti himpunan
yang memuat semua anggota yang dibicarakan atau kata lainya himpunan dari objek yang sedang
dibicarakan.

4) Himpunan Sama (Equal)


Bila setiap anggota himpunan A juga merupakan anggota himpunan B, begitu pula sebaliknya.di
notasikan dengan A=B

Syarat : Dua buah himpunan anggotanya harus sama.

Contoh :

A ={ c,d,e} B={ c,d,e } Maka A = B

Penjelasan : Himpunan equal atau himpunan sama,memiliki dua buah himpunan yang anggotanya sama
misalkan anggota himpunan A {c,d,e} maka himpunan B pun akan memiliki anggota yaitu { c,d,e }.

5) Himpunan Lepas

Himpunan lepas adalah suatu himpunan yang anggota-anggotanya tidak ada yang sama.

Contoh C = {1, 3, 5, 7} dan D = {2, 4, 6} Maka himpunan C dan himpunan D saling lepas.

Catatan : Dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas jika kedua himpunan itu tidak
mempunyai satu pun anggota yang sama

6) Himpunan Komplemen (Complement set)

Himpunan komplemen dapat di nyatakan dengan notasi AC . Himpunan komplemen jika di misalkan S =
{1,2,3,4,5,6,7} dan A = {3,4,5} maka A ⊂ U. Himpunan {1,2,6,7} juga merupakan komplemen, jadi AC
= {1,2,6,7}. Dengan notasi pembentuk himpunan ditulis :

AC = {x│x Є U, x Є A}

7) Himpunan Ekuivalen (Equal Set)


Himpunan ekuivalen adalah himpunan yang anggotanya sama banyak dengan himpunan lain.

Syarat : Bilangan cardinal dinyatakan dengan notasi n (A) A≈B, dikatakan sederajat atau ekivalen, jika
himpunan A ekivalen dengan himpunan B,

Contoh :

A = { w,x,y,z }→n (A) = 4

B = { r,s,t,u } →n (B) = 4

Maka n (A) =n (B) →A≈B

Penjelasan : himpunan ekivalen mempunyai bilangan cardinal dari himpunan tersebut, bila himpunan A
beranggotakan 4 karakter maka himpunan B pun beranggotakan 4.

D. Operasi- operasi pada himpunan

a. Gabungan

Definisi Gabungan (union) dari himpunan A dan B adalah himpunan yang setiap anggotanya merupakan
anggota himpunan A atau himpunan B.

Notasi : A È B = { x | x Î A atau x Î B}

Contoh :

(i) Jika A = { 2, 5, 8 } dan B = { 7, 5, 22 }, maka A B = { 2, 5, 7, 8, 22 }

(ii) A = A

b. Irisan
Definisi Irisan (intersection) dari himpunan A dan B adalah sebuah himpunan yang setiap elemennya
merupakan elemen dari himpunan A dan himpunana B.

Notasi : A Ç B = { x | x Î A dan x Î B }

Contoh :

(i) Jika A = {2, 4, 6, 8, 10} dan B = {4, 10, 14, 18},

maka A Ç B = {4, 10}

(ii) Jika A = { 3, 5, 9 } dan B = { -2, 6 }, maka A B = .

Artinya: A // B

c. Komplemen

Definisi Komplemen dari suatu himpunan A terhadap suatu himpunan semesta U adalah suatu himpunan
yang elemennya merupakan elemen U yang bukan elemen A.

Notasi : = { x | x Î U, x Ï A }

Contoh :

Misalkan U = { 1, 2, 3, ..., 9 },

(i) jika A = {1, 3, 7, 9}, maka = {2, 4, 6, 8}

(ii) jika A = maka Ac = {1, 2, 3 ,4,5,6,7,8,9}

d. Selisih
Definisi Selisih dari dua himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan elemen
dari A tetapi bukan elemen dari B. selisih antara A dan B dapat juga dikatakan sebagai komplemen
himpunan B relative terhadap himpunan A.

Notasi : A – B = { x | x Î A dan x Ï B } = A Ç

Contoh :

i. Jika A = { 1, 2, 3, ..., 10 } dan B = { 2, 4, 6, 8, 10 }, maka A– B = { 1, 3, 5, 7, 9 } dan B – A =

ii. {1, 3, 5} – {1, 2, 3} = {5}, tetapi {1, 2, 3} – {1, 3, 5} = {2}

e. Beda Setangkup

Definisi Beda Setangkup dari himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang elemennya ada pada
himpunan A dan B, tetapi tidak pada keduanya.

Notasi: A Å B = (A È B) – (A Ç B) = (A – B) È (B – A)

Contoh :

Jika A = { 2, 4, 6 } dan B = { 2, 3, 5 }, maka A B = { 3, 4, 5, 6 }

Contoh : Misalkan

U = himpunan mahasiswa

P = himpunan mahasiswa yang nilai ujian UTS di atas 80

Q = himpunan mahasiswa yang nilain ujian UAS di atas 80

Seorang mahasiswa mendapat nilai A jika nilai UTS dan nilai UAS keduanya di atas 80, mendapat nilai
B jika salah satu ujian di atas 80, dan mendapat nilai C jika kedua ujian di bawah 80.

Ø “Semua mahasiswa yang mendapat nilai A” : P Ç Q

Ø “Semua mahasiswa yang mendapat nilai B” : P Å Q

Ø “Semua mahasiswa yang mendapat nilai C” : U – (P È Q)

f. Perkalian kartesius
Definisi Perkalian kartesius dari himpunan A dan B adalah himpunan yang elemennya sama pasangan
berurutan (ordered pairs) yang dibentuk dari komponen pertama dari himpunan kedua dari himpunan B.

Notasi: A ´ B = {(a, b) ½ a Î A dan b Î B }

Contoh :

Ø Misalkan C ={ 1, 2, 3 },dan D ={ a, b }, maka

C ´ D = { (1, a), (1, b), (2, a), (2, b), (3, a), (3, b) }

Ø Misalkan A = B = himpunan semua bilangan riil, maka

A ´ B = himpunan semua titik di bidang datar.

Catatan:

1. Jika A dan B merupakan himpunan berhingga, maka: ½A ´ B½ = ½A½ . ½B½.

2. Pasangan berurutan (a, b) berbeda dengan (b, a), dengan kata lain (a, b) ¹ (b, a).

3. Perkalian kartesian tidak komutatif, yaitu A ´ B ¹ B ´ A dengan syarat A atau B tidak kosong.

* Pada Contoh di atas, D ´ C = {(a, 1), (a, 2), (a, 3), (b, 1), (b, 2), (b, 3) } ¹ C ´ D.

1. Jika A = Æ atau B = Æ, maka A ´ B = B ´ A = Æ

Contoh :

A = himpunan makanan = { s = soto, g = gado-gado, n = nasi goreng, m = mie rebus }

B = himpunan minuman = { c = coca-cola, t = teh, d = es dawet }

Berapa banyak kombinasi makanan dan minuman yang dapat disusun dari kedua himpunan di atas.

Jawab:

½A ´ B½ = ½A½×½B½ = 4 × 3 = 12 kombinasi dan minuman, yaitu {(s, c), (s, t), (s, d), (g, c), (g, t), (g,
d), (n, c), (n, t), (n, d), (m, c), (m, t), (m, d)}. Contoh : Daftarkan semua anggota himpunan berikut:

(a). P(Æ) (b). Æ ´ P(Æ) (c). {Æ}´ P(Æ) (d). P(P({3}))

Penyelesaian:

(a) P(Æ) = {Æ}

(b) Æ ´ P(Æ) = Æ (ket: jika A = Æ atau B = Æ maka A ´ B = Æ)

(c) {Æ}´ P(Æ) = {Æ}´ {Æ} = {(Æ,Æ))


(d) P(P({3})) = P({ Æ, {3} }) = {Æ, {Æ}, {{3}}, {Æ, {3}} }

E. Hukum Aljabar Himpunan

Hukum-hukum pada himpunan dinamakan Hukum –hukum aljabar himpunan. cukup banyak hukum
yang terdapat pada aljabar himpunan , tetapi disini hanya dijabarkan 11 saja. Beberapa hukum tersebut
mirip dengan hukum aljabar pada sistem bilangan riil seperti a (b+c) = ab + ac , yaitu hukum distributif.

1. Hukum identitas: 2. Hukum null/dominasi:

A=A A=

AU=A AU=U

3. Hukum komplemen: 4. Hukum idempoten:

A =U AA=A

A = AA=A

5. Hukum involusi: 6. Hukum penyerapan (absorpsi):

=A A (A B) = A

A (A B) = A

7. Hukum komutatif: 8. Hukum asosiatif:

AB=BA A (B C) = (A B) C

AB=BA A (B C) = (A B) C

9. Hukum distributif: 10. Hukum De Morgan:

A (B C) = (A B) (A C) =

A (B C) = (A B) (A C) =

11. Hukum 0/1

=U

=

Terlihat bahwa hukum- hukum yang berlaku pada himpunan merupakan analogi hukum –hukum logika ,
dengan operator menggantikan  (dan) , sedangkan operator menggantikan V ( atau ).

1. Prinsip inklusi dan eksklusi

Beberapa banyak anggota di dalam gabungan dua himpunan A dan B. penggabungan dua buah
himpunan menghasilkan himpunan baru yang elemen-elemennya berasal dari himpunan A dan himpunan
B. himpunan A dan himpunan B mungkin saja memiliki elemen yang sama. Banyaknya elemen bersama
antara A dan B adalah |A | . setiap unsur yang sama itu telah dihitung dua kali , sekali pada |A| dan sekali
pada |B|, meskipun ia seharusnya dianggap sebagai satu buah elemen di dalam |A | . karena itu , jumlah
elemen hasil penggabungan seharusnya adalah jumlah elemen di masing-masing himpunan dikurangi
jumlah elemen di dalam irisannya, atau |A| + B |  |A |

Prinsip ini dikenal dengan nama prinsip inklusi –eksklusi . sejumlah lemma dan teorema yang
berkaitan dengan prinsip ini dituliskan sebagai berikut:

a) Lemma 2.1. misalkan A dan B adalah himpunan berhingga yang saling lepas (disjoint) , maka |A| + B
|

b) Teorema 2.3 misalkan A dan B adalah himpunan berhingga maka berhingga dan |A| + B |  |A |

c) Dengan cara yang sama , kita dapat menghitung jumlah elemen hasil operasi beda setangkup |A| + B |
 2 |A |.

Contoh :

Berapa banyaknya bilangan bulat antara 1 dan 100 yang habis dibagi 3 atau 5

Penyelelsaian :

Misalkan : A = himpunan bilangan bulat yang habis dibagi 3

B = himpunan bilangan bulat yang habis dibagi 5

A himpunan bilangan bulat yang habis dibagi 3 dan 5 (yaitu himpunan bilangan bulat yang habis dibagi
oleh KPK dari 3 dan 5 yaitu 15 ).

Ø Yang ditanyakan adalah

Terlebih dahulu kita harus menghitung

|A| = [100/3] = 33 | B | = [100/5]= 20 |A | = [100/15] = 6

Untuk mendapatkan |A| + B |  |A | = 33 + 20 – 6 = 47

Jadi ada 47 buah bilangan yang habis dibagi 3 atau 5 .

Prinsip inklusi- eksklusi dapat dirampatkan untuk operasi lebih dari dua buah himpunan. untuk tiga
buah himpunan A, B, dan C berlaku teorema berikut:

Teorema 2.4 Misalkan A , B , dan C adalah himpunan yang berhingga maka berhingga dan

Sedangkan untuk empat buah himpunan maka

|A ∪ B ∪ C ∪ D| = |A| + |B| + |C| + |D| – |A ∩ B| – |A ∩ C| – |A ∩ D| – |B ∩ C| – |B ∩ D| – |C ∩ D| + |A


∩ B ∩ C| + |A ∩ B ∩ D| + |A ∩ C ∩ D| + |B ∩ C ∩ D |– |A ∩ B ∩ C ∩ D|
Contoh :

Sebanyak 1232 orang mahasiswa mengambil kuliah bahasa inggris , 879 orang mengambil kuliah bahasa
perancis , dan 114 mengambil kuliah bahasa jerman. Sebanyak 103 orang mengambil kuliah bahasa
inggris dan perancis, 23 orang mengambil kuliah bahasa inggris dan jerman , dan 14 orang mengambil
kuliah bahasa perancis dan bahasa jerman. Jika 2092 orang mengambil paling sedikit satu buah kuliah
bahsa inggris, bahasa jerman ., dan perancis, berapa banyak mahasiswa yang mengambil kuliah ketiga
buah bahasa tersebut?

Penyelesaian :

Misalkan :

I = himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah bahasa inggris.

P =himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah bahasa perancis.

J = himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah bahasa jerman.

Maka ,

|I | = 1232 |P | = 879 |J| = 114 | I P | = 103

| I J | = 23 | P J | = 14 dan |I ∪ P ∪ J| = 2092

Penyulihan nilai- nilai diatas pada persamaan

|I ∪ P ∪ J| = |I | + |P | + |J|  | I P |  | I J |  | P J | + |I P J|

2092 = 1232 + 879 + 114  103  23 14 + |I P J|

Sehingga |I P J| = 7

Jadi ada 7 orang mahasiswa yang mengambil ketiga buah kuliah bahasa inggris , perancis dan jerman

2. Pembuktian Proporsi Himpunan

Proposisi himpunan adalah pernyataan yang menggunakan notasi himpunan. Pernyataan dapat berupa
kesamaan (set identity), misalnya A (B C) = (A B) (A C) adalah kesamaan himpunan atau dapat berupa
implikasi seperti “ jika A B = dan (B C), maka selalu berlaku bahwa A Terdapat beberapa metode untuk
membuktikan kebenaran proposisi himpunan. Untuk suatu proposisi himpunan . untuk suatu proposisi
himpunan kita dapat membuktikannya dengan beberapa metode yang menghasilkan kesimpulan yang
sama. Di bawah ini dikemukakan beberapa metode pembuktian proposisi perihal himpunan.

a. Dengan diagram venn

Buatlah diagram venn untuk bagian ruas kiri kesamaan dan diagram venn untuk ruas kanan kesamaan.
Jika diagram venn keduanya sama beraarti kesamaan tersebut benar. Kelebihan metode ini yaitu
pembuktian dapat dilakukan dengan cepat sedangkan kekurangannya hanya dapat digunakan jika
himpunan yang digambarkan tidak banyak jumlahnya. Metode ini lebih mengilustrasikan dibandingkan
membuktikan fakta. Dan banyak matematikawan tidak menganggap sebagai pembuktian valid untuk
pembuktian secara formal. Oleh karena itu pembuktian dengan diagram venn kurang dapat diterima.

b. Pembuktian dengan tabel keanggotaan

Kesamaan himpunan dapat dibuktikan dengan menggunakan tabel keanggotaan. Kita menggunakan
angka 1 untuk menyatakan bahwa suatu elemen adalah anggota himpunan , dan 0 untuk menyatakan
bukan himpunan. (nilai ini dapat dianalogikan dengan true dan false).

Contoh : Misalkan A, B, dan C adalah himpunan. buktikan bahwa A (B C) = (A B) (A C) tabel


keanggotaan untuk kesamaan tersebut adalah seperti dibawah ini. Karena kolom A (B C) dan kolom (A B)
(A C) sama maka kesamaan tersebut benar.

A B C BC A (BC) AB AC (AB) (AC)

0 0 0 0 0 0 0 0

0 0 1 1 0 0 0 0

0 1 0 1 0 0 0 0

0 1 1 1 0 0 0 0

1 0 0 0 0 0 0 0

1 0 1 1 1 0 1 1

1 1 0 1 1 1 0 1

1 1 1 1 1 1 1 1

c. Pembuktian dengan aljabar himpunan

Aljabar himpunan mengacu pada hukum- hukum aljabar himpunan, termasuk di dalamnya teorema-
teorema ( yang ada buktinya ), definisi suatu operasi himpunan dan penerapan prinsip dualitas.

Contoh :

Misalkan A dan B himpunan . buktikan bahwa A (B  A) = A Penyelesaian :

A (B  A) = A (B Ac) definisi operasi selisih

= (A B) (A Ac) hukum distributif

= (A B) hukum komplemen
=AB hukum identitas

d. Pembuktian dengan menggunakan definisi

Metode ini digunakan untuk membuktikan proposisi himpunan yang tidak berbentuk kesamaan ,
tetapi proposisi yang berbentuk implikasi. Biasanya di dalam implikasi tersebut terdapat notasi himpunan
bagian ( ).

Langkah-langkah untuk membuktikan bahwa X Y adalah sebagai berikut:

· Ambil sembarang x X

· Dengan langkah-langkah yang benar tunjukkan bahwa x Y

Oleh karena itu x diambil sembarang dalam X , maka berarti bahwa setiap anggota X merupakan anggota
Y atau X Y. Pembuktian yang melibatkan kesamaan himpunan (X = Y) haruslah melalui 2 arah sesuai
dengan definisinya , yaitu X Y dan Y X.

e. Pembuktian dengan menggunakan sifat keanggotaan.

Contoh :

Bagaimana membuktikan A∪(B∩C) = (A∪B)∩(A∪C)

x ∈A ∪ (B ∩ C)

⇔x ∈ A ∨ x ∈ (B ∩ C)

⇔x ∈ A ∨ (x ∈ B ∧ x ∈ C)

⇔(x ∈ A ∨ x ∈ B) ∧ (x ∈ A ∨ x ∈ C)

(hukum distributif untuk logika matematika)

⇔x ∈ (A ∪ B) ∧ x ∈ (A ∪ C)

⇔x ∈ (A ∪ B) ∩ (A ∪ C)

f. Argument dan diagram venn

Banyak statemen verbal dapat dialihkan menjadi statemen himpunan. Statemen ini dapat digambarkan
dengan diagram Venn. Oleh karena itu, diagram Venn acap kali digunakan untuk menganalisa
validitasnya suatu argumen.

Contoh :

Pandang asumsi SI, S2, S3 berikut :

S1 : Guru adalah orang yang tenteram hidupnya

S2 : Setiap raja merupakan orang kaya


S3 : Tidak ada orang kaya yang juga tenteram hidupnya

Kita hendak menggambarkan asumsi di atas dalam diagram Venn.

Himpunan guru termuat dalam himpunan orang yang tentram hidupnya (asumsi SI). Himpunan orang
tenteram hidupnya akan saling lepas dengan himpunan orang kaya (asumsi S3). Himpunan raja termuat
seluruhnya di dalam himpunan orang kaya (asumsi S2).

F. Manfaat Mempelajari Hmpunan dalam Kehidupan Sehai Hari

Dengan mempelajari himpunan, diharapkan kemampuan logika akan semakin terasah dan akan
memacu kita agar kita mampu berpikir secara logis, karena dalam hidup, logika memiliki peran penting
karena logika berkaitan dengan akal pikir. Banyak kegunaan logika antara lain:

1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap,
tertib, metodis dan koheren.

2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.

3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.

4. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis.

5. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan serta
kesesatan.

6. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.

G. Contoh Penerapan Soal Himpunan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berikut ini merupakan beberapa contoh kasus teori himpuanan dalam kehiupan sehari-hari.

Soal:

1. Dalam sebuah kelas terdapat 40 orang siswa, 24 orang gemar musik 30 orang gemar olah raga dan 16
orang gemar keduanya. Tentukan banyaknya siswa yang gemar musik saja dan yang gemar olahraga saja?

2. Dari survey 100 orang warga terdapat 60 orang gemar membaca 50 orang gemar menulis, 45 orang
gemar melukis, 40 orang gemar melukis dan menulis, 35 orang gemar membaca dan melukis, 30 orang
gemar ketiganya. Tentukan :

a) Orang yang gemar melukis dan menulis saja

b) Orang yang gemar membaca dan melukis saja

c) Orang yang gemar membaca saja

d) Orang yang gemar menulis saja


e) Orang yang gemar melukis saja

f) Orang yang tidak suka ketiganya

Penyelesaian:

1. Perhatikan dalam soal tersebut terdapat dua himpunan siswa yaitu siswa yang gemar musik dan
siswa yang gemar olahraga. Siswa yang gemar keduanya sebanyak 16 orang. Dalam konsep himpunan,
anggota yang gemar keduanya merupan anggota irisansehingga dapat dicari siswa yang gemar musik saja
dan siswa yang gemar olahraga saja.

Karena irisan siswa yang gemar keduanya sebanyak 16 orang sehingga siswa yang hanya gemar Musik
dan olah raga saja yaitu :

Musik = 24 – 16 = 8

Olahraga = 30 – 16 = 14

Dengan demikian himpunan semestanya :

S = 8 + 14 +16 = 40 siswa.

2. Dari soal nomor 2, terdapat tiga himpunan yang berbeda yaitu yang gemar membaca, menulis dan
melukis. Untuk menyelesaikan soal tersebut, terlebih dahulu kita cari irisan ketiganya. Sehingga dapat
disimpulkan :

Misal : B = Membaca, N = Menulis, L = Melukis

a) Orang yang gemar melukis dan menulis saja: 40 – 30 = 10 orang

b) Orang yang gemar membaca dan menulis saja: 35 – 30 = 5 orang

c) Orang gemar membaca saja: 60 – 30 – 5 = 25 orang

d) Orang yang gemar menulis saja: 50 – 30 – 10 = 10 orang

e) Orang yang gemar melukis saja: 45 – 45 = 0, maka orang yang gemar melukis saja merupakan
himpunan kosong

f) Orang yang tidak suka ketiganya: 100 – 25 – 30 – 5 – 10 – 10 = 20 orang


BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Ada beberapa hal yang bisa disimpulkan dalam pembuatan makalah ini, diantaranya yaitu:

a. Himpunan adalah kumpulan benda atau objek-objek atau lambang-lambang yang mempunyai arti
yang dapat didefinisikan dengan jelas mana yang merupakan anggota himpunan dan mana bukan anggota
himpunan.

b. Suatu himpunan biasanya diberi nama atau dilambangkan dengan huruf besar (kapital) A, B, C, ...,
Z. Adapun benda atau objek yang termasuk dalam himpunan tersebut ditulis dengan menggunakan
pasangan kurung kurawal {...}.

c. Himpunan semesta atau semesta pembicaraan adalah himpunan yang memuat semua anggota atau
objek himpunan yang dibicarakan. Himpunan semesta biasanya dilambangkan dengan S.

d. Dengan mempelajari Himpunan, diharapkan kemampuan logika akan semakin terasah dan memacu
kita agar kita mampu berpikir secara logis.

2. Saran

Tanpa kita sadari ternyata begitu banyak manfaat dari aplikasi matematika untuk kehidupan sehari-
hari.Baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan dalam berbagai disiplin ilmu yang lainya.Oleh karena
itu penulis menyarankan agar kita lebih serius dalam mempelajari matematika dan jangan dijadikan
matematika sebagai sesuatu yang menyeramkan untuk dipelajari karena matematika adalah bagian sangat
dekat yang tak terpisahkan dari kehidupan kita.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.com/amp/s/iffaiffatunnufus.wordpress.com/2014/11/25/makalah-himpunan-mata-
kuliah-matematika-dasar/amp/(diakses pada 4 September 2019 jam 20.01)

http://susi-deswati.blogspot.com/2012/12/makalah-matematika-himpunan.html?m=1 (diakses pada 4


September 2019 jam 20.09)

http://stoklogo.blogspot.com/2013/02/logo-vector-unyuniversitas-negeri.html (diakses pada 4 September


2019 jam 20.43)

http://igosupariusipo.blogspot.com/2016/06/makalah-himpunan.html?m=1 (diakses pada 4 September


2019 jam 21.11)

https://www.academia.edu/29497480/MAKALAH_HIMPUNAN.docx (diakses pada 17 Oktober pukul


21.10)

Sinaga, Bornok., JN, Pardomun., Sinambela, M.S., Kristianto, Andri.dkk.2013.Buku Guru Matematika.
Jakarta:Politeknik Negeri Media Kreatif