Anda di halaman 1dari 12

EFEK STROOP

01/EXP/2019

Nama peneliti : Ratna Ermita

NIM : 1771040050

Inisial Subjek :

Jenis Kelamin :

Umur :

Pendidikan Terakhir :

Tanggal Penelitian :

Waktu Penelitian :

Tempat Penelitian :

1.1 Rumusan Masalah

Apakah terdapat perbedaan rangking yang dilihat dari perbedaan waktu saat

menyebutkan bentuk gambar yang tidak disertai kata dengan bentuk gambar yang

disertai gambar ?

1.2 Kajian Pustaka dan Hipotesis

1.2.1 Kajian Pustaka

1.2.1.1. Efek Stroop

Stroop (Algom & Chajut, 2019:1) mengemukakan bahwa efek Stroop

menguji kemampuan mental dan fokus pada objek. Stroop (Algom & Chajut,

1
2

2019:1) mengemukakan bahwa objek efek Stroop berupa kata berwarna. MacLeod

(Algom & Chajut, 2019:2) mengemukakn efek Stroop berguna untuk mengukur

perhatian. Algom dan Chajut (2019:7) mengemukakan stimuli Stroop terdapat

kompatibilitas, ketidakcocokan, dan hubungan logis antar komponen.

Stroop (Augustinova & Ferrand, 2012:1213) mengemukakan standar tugas

Stroop peserta mengidentifikasi dengan cepat dan akurat warna target kata.

Goldfarb, Aisenberg, dan Henik (2011:194) mengemukakan tugas Stroop

membaca kata tanpa niat yang dipicu secara otomatis oleh stimulus. Goldfarb,

Aisenberg, dan Henik (2011:194) mengemukakan efek Stroop dipengaruhi

persaingan antara dimensi kata dan warna.

Stroop (Braisby & Gellatly, 2005:58) mengemukakan pemrosesan sumber

informasi terganggu karna kehadiran yang lain, dalam efek Stroop menggunakan

daftar nama warna yang dicetak dalam kata yang tidak sesuai. MacLeod (2015:1)

mengemukakan efek Stroop merupakan fenomena kognitif yang memiliki tugas

memberi nama warna dan mengabaikan kata. Starreveld daan Heij (2017:722)

mengemukakan bahwa efek Stroop merupakan perberbeda antara kondisi

kongruen dan tidak sesuai.

Ghimire, Paudel, Khadka, Singh (2014:14) mengemukakan bahwa tes

Stroop mengukur fung kognitif berbeda melalui warna dan gambar kata. Wright

(2017:583) mengemukakan efek Stroop mengacu kecenderungan individu

mengalami konflik atau gangguan memberi dan mengeja nama warna. Liu, Chen,

Wang, Tang, Sun, Zhao, Wang, Chen (2015:2) mengemukakan tugas peserta

Stroop diharuskan mengeja nama warna dari kata yang diberikan.


3

Liu, Chen, Wang, Tang, Sun, Zhao, Wang, Chen (2015:2) mengemukakan

efek Stroop berupa penurunan respons individu terhadap rangsangan tidak selaras

dibandingkan dengan yang kongruen. Liu, Chen, Wang, Tang, Sun, Zhao, Wang,

Chen (2015:2) mengemukakan penerapan neuropsikologi efek Stroop secara klinis

untuk mengeksplorasi disfungsi kognitif dan saraf spesifik pada pasien psikiatri.

Liu, Chen, Wang, Tang, Sun, Zhao, Wang, Chen (2015:2) mengemukakan daerah

otak terkait dengan kontrol kognitif yaitu perhatian, penghambatan respons dan

kontrol motorik.

Banich (2019:1) mengungkapkan efek Stroop dihasikan dari tahap input

stimulus untuk pemilihan respons. Banich (2019:1) mengungkapkan efek Stroop

membutuhkan kognitif kontrol untuk mengatasi kecenderungan membaca kata

dasar dan fokus memberikan respon pada warna. Pothos, dan Tapper (2010:3)

mengugkapkan komponen sentral efek Stroop berupa konflik antara informasi

yang berasal dari komponen linguistik stimulus dan persepsi.

Matsumoto (2009:524) mengungkapkan efek Stroop merupakan gangguan

membaca dan mengeja nama warna yang dicetak berbeda. Matsumoto (2009:524)

mengungkapkan tes Stroop merupakan tes gangguan respon terdapat perbedaan

waktu antar membaca kata dengan warna sesuai dan berbeda. Matsumoto

(2009:180) mengungkapkan tes emasional Stroop berguna untuk menelah

interaksi antara emosi dan variable kognitif.

1.2.1.2 Perhatian

Agilonu, Bastug, dan Balkan (2017:307) mengemukakan perhatian merupakan

komponen dasar sistem pengolahan informasi individu. Agilonu, Bastug, dan


4

Balkan (2017:307) mengemukakan perhatian mengontrol opini dan kinerja efektif.

Foster dan Lavie (2016:204) mengemukakan perhatian menyediakan informasi

dan mengontrol respon. Heuer dan Schubö (2016:2) mengemukakan perhatian

menyediakan fokus untuk tetap terjaga.

Bello dan Bridwell (2017:28) mengemukakan perhatian memberikan kesadaran

akan informasi sensorik dan membentuk ingatan jangka pendek. Wickens

(Oberaur, 2019:1) mengemukakan perhatian merupakan sumber daya yang

terbatas untuk pemrosesan informasi. Chen dan Cowan (Oberaur, 2019:1)

mengemukakan perhatian merupakan mekanisme untuk pemilihan informasi yang

akan menjadi prioritas.

Drigas dan Karyotaki (2019:180) mengemukakan perhatian merupakan kognisi

dasar individu yang dapat dilatih untuk mendukung fleksibilitas mental dan

pembelajaran serta kesadaran diri. Styles (2005:4) mengemukakan bahwa

perhatian memilih informasi untuk diproses lebih lanjut dan beroperasi dalam

sistem pemrosesan. James (Näätänen, 2019:1) mengemukakan bahwa perhatian

merupakan kepemilikan pikiran yang memiliki esensi fokus dan konsenterasi

kesadaran.

Rivas, Basagaña, Cirach, Vicente, González, Esteban, Pedrerol, Dadvand,dan

Sunyer (2019:1) mengemukakan perhatian merupakan fungsi dasar untuk

kemampuan kognitif superior. Ocasio, Laamanen, dan Vaara (2017:158)

mengemukakan keterlibatan perhatian merupakan sumber daya kognitif untuk

memandu pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Egeth dan Lamy


5

(healy & proctor, 2000:269) mengemukakan selektivitas perhatian kemampuan

pemikiran untuk berpindah dengan cepat dari satu stimulus ke yang lain.

Chun, Golomb, dan Browne (Drigas dan Karyotaki, 2019:169) mengemukakan

dua jenis perhatian berdasarkan informasi yaitu perhatian eksternal dan internal.

Chun, Golomb, dan Browne (Drigas dan Karyotaki, 2019:169) mengemukakan

perhatian eksternal mengacu pada penentuan dan modulasi informasi sensorik.

Chun, Golomb, dan Browne (Drigas dan Karyotaki, 2019:169) mengemukakan

perhatian internal mencakup kontrol kognitif, memilih respon, serta bekerja pada

memori jangka panjang.

Kerr, Sacchet, Lazar, Moore, dan Jones (Drigas dan Karyotaki, 2019:170)

mengemukakan modulasi perhatian meningkatkan kemampuan individu untuk

memprioritaskan dan menyaring informasi ke seluruh otak melalui ritme alpha ke

thalamocortical. Kiyonagi dan Egner (Drigas dan Karyotaki, 2019:171)

mengemukakan perhatian mengontrol dan mempertahankan representasi kerja

memori. Thalib dan Rahib (2019:14) mengemukakan perhatian merupakan

pemusatan seluruh aktivitas dan kesadaran pada stimulus.

Sternberg (Ariana dan Hastjarjo, 2018:89) mengemukakan perhatian

merupakan proses kognitif pada sejumlah informasi yang terbatas. Bello dan

Bridwell (2017:29) mengemukakan bahwa perhatian menangkap tampilan visual

termasuk bentuk dan warna dalam representasi mental objek. Bello dan Bridwell

(2017:29) mengemukakan inti prinsip teori perhatian yaitu proses mental,

ditangkap atau diarahkan, menyediakan akses kesadaran, terbatas dan selektif.


6

Lamy, Leber, dan Egeth (Khaerani, 2014:275) mengemukakan sifat atensi terbatas

dan selektif karena individu tidak dapat memerhatikan segala hal. King (2017:59)

mengungkapkan faktor internal perhatian yaitu latar belakang pengalaman,

keadaan, dan kegiatan yang sedang dilakukan. Hill (Brown, 2007:48)

mengemukakan perhatian merupakan proses mental menghasilkan kesadaran

untuk fokus dari ransangan eksternal.

Eysenck dan Keane (Brown, 2007:48) mengemukakan kesulitan tugas

mempengaruhi perhatian karena sukar mengerjakan dua tugas yang berbeda.

Eysenck dan Keane (Brown, 2007:48) mengemukakan berlatih mempengaruhi

perhatian karena suatu tugas dipraktikan dengan baik maka mudah untuk

dilakukan. Glassman dan Haded (2008:172) mengungkapkan perhatian

membatasi sebagian kecil kesadaran indvidu pada lingkungan. Glassman dan

Haded (2008:172) mengungkapkan kapasitas mengarahkan perhatian membuat

individu dapat berpindah indera atau fokus pada satu ransangan.

Glassman dan Haded (2008:172) mengungkapkan memilih stimulus

menarik atau disengaja mempengaruhi individu untuk fokus. Strenberg dan

Sternberg (2012:137) mengemukakan empat fungsi perhatian yaitu pendeteksi

sinyal atau waspada, pencarian, perhatian selektif, dan perhatian terbagi. Strenberg

dan Sternberg (2012:137) mengemukakan deteksi sinyal memberi perhatian untuk

merasakan stimulus di lingkungan, kewaspadan mengacu kemampuan individu

untuk hadiri pada suatu stimulus selama periode yang lama.

Brown (2007:48) mengemukakan perhatian memiliki dua jenis yaitu

selektif dan terbagi. Brown (2007:48) mengemukakan perhatian selektif mengacu


7

konsenterasi pada input stimulus. Brown (2007:48) mengemukakan perhatian

terbagi mengacu input stimulus yang lebih dari satu. Weerd dan Rao (Strenberg &

Sternberg, 2012:137) mengemukakan bahwa perhatian merupakan aktif

memproses informasi melalui indera, ingatan, dan kognitif. Galloti (2008:37)

mengemukakan kemampuan individu mengalihkan perhatian antara ransangan

visual, pendengaran, serta ritme disebabkan keterlibatan lesi di bagian otak kecil.

Galloti (2008:106) mengemukakan perhatian merupakan konsenterasi

sumber daya mental ke objek yang ingin di fokuskan dengan mengabaikan

kegiatan atau informasi yang lain. Posner dan Raichle (Galloti, 2008:125)

mengemukakan posterior lobus parietal meningkat selama proses individu

melepaskan perhatian. Posner dan Raichle (Galloti, 2008:125) mengemukakan

perhatian terfokus kembali pada loksi spasial dari stimulus yang diperbarui, hal ini

merupakan proses perpindahan.

Posner dan Raichle (Galloti, 2008:125) mengemukakan individu

mengalami kerusakan otak pada bagian colliculus superior di otak tengah

mengalami kesulitan memindahkan perhatian dari satu lokasi ke yang lain. Posner

dan Raichle (Galloti, 2008:125) mengemukakan pemrosesan saraf ditingkatkan

saat perhatian dialihkan dan aktivitas thalamus menjadi lebih aktif. Posner dan

Raichle (Galloti, 2008:126) mengemukakan jaringan perhatian bahwa area otak

berbeda akan mendasari proses kognitif yang berbeda.

Posner dan Raichle (Galloti, 2008:125) mengemukakan tiga jaringan

perhatian yaitu peringatan, kontrol berurutan dan orientasi jaringan. Posner dan

Raichle (Galloti, 2008:125) mengemukakan jaringan peringatan bertanggung


8

jawab untuk mempertahankan keadaan waspada dikaitkan dengan daerah otak

frontal dan parietal. Raichle (Galloti, 2008:125) mengemukakan orientasi jaringan

memilih informasi dari input sensorik. Raichle (Galloti, 2008:125)

mengemukakan jaringan kontrol berurutan menyelesaikan konflik di antara respon

berbeda dikitkan dengan korteks prefrontal.

Galloti (2008:147) mengemukakan perhatian selektif bahwa individu memiliki

batasan dalam memperhatikan. Galloti (2008:146) mengemukakan perhatian

terpengaruh oleh niat individu, jenis tugas dan latihan. Galloti (2008:147)

mengemukakan tugas membutuhkan sedikit kapasitas mental untuk

memperhatikan maka dilakukan secara otomatis.

1.2.2 Hipotesis

Ada perbedaan rangking yang di lihat dari perbedaan waktu saat

menyebutkan bentuk gambar yang tidak disertai kata dengan bentuk gambar yang

disertai kata.

1.3 Metode Penelitian

1.3.1 Rancangan Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan The

One Shot Case Study.

1.3.2 Sarana Penelitian

Sarana yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Komputer jinjing
9

2. Slide efek Stroop

3. Stopwatch

1.3.3 Prosedur Penelitian

Prosedur yang dijalankan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1 . Peneliti mempersiapkan segala sesuatunya termasuk sarana yang

akan digunakan.

2. Observer menempati tempat duduk yang telah disediakan.

3. Peneliti mempersilahkan subjek penelitian (OP) memasuki tempat penelitian.

4. OP duduk di depan komputer jinjing dengan jarak kurang lebih

setengah meter.

5. Peneliti memberikan instruksi awal berupa pengantar pada OP.

6 . Peneliti memberikan instruksi penelitian sebagai berikut: “Nanti di

hadapan Saudara, akan kami tunjukkan serangkaian slide. Slide bagian

pertama akan berisi tentang sejumlah bentuk dan nama dari bentuk-bentuk

tersebut, tugas Saudara adalah menghapalkannya. Slide bagian kedua akan

terdiri dari dua buah slide, tugas saudara menyebutkan dengan secepat

mungkin bentuk- bentuk yang Saudara lihat secara berurutan dari samping

kiri ke kanan dan dari atas ke bawah dengan menggunakan suara yang

dapat terdengar oleh saya, Jika, Saudara merasa salah menyebutkan,

silahkan segera memperbaiki kesalahan Saudara sebelum menyebutkan

bentuk selanjutnya. Apakah ada pertanyaan? Bisa kita mulai?”

7. Peneliti memberikan instruksi akhir berupa penutup pada OP.


10

8. Peneliti mempersilahkan dan menemani OP keluar ruangan.

9. Peneliti masuk kembali ke dalam ruangan dan membenahi segala sesuatunya.

1.4 Hasil

1.4.1 Pencatatan Hasil

No. Nama Pola I* Pola II*


1.
2.
3.
4.
5.
6.
Ket. * Waktu dalam detik.

1.4.2 Pengolahan Hasil

Data yang diperoleh dalam penelitian ini di analisis dengan uji Wilcoxon.

1.4.3 Observasi

1.4.3.1 Kondisi Fisik

1.4.3.2 Kondisi Psikologis

1.5 Pembahasan

1.6 Simpulan

1.7 Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari


11

Makassar, …………………… 2019

Asisten Praktikum Peneliti

Amatul Firdausya A. N Ratna Ermita


NIM. 1671041017 NIM. 1771040050
12

DAFTAR PUSTAKA

CARA PENULISAN HANDBOOK


Penulis Jurnal. (tahun handbook). Judul jurnal. Dalam (penulis handbook). Judul
handbook, (hal jurnal). Kota: Penerbit.
Contoh:
D’ydewalle, G. (2000). Sensation/perception, information processing, attention.
Dalam K. Pawlik & M. R. Rosenzweig. The International Handbook of
Psychology, (hal 79-99). London: Sage Publications.

CARA PENULISAN BUKU BAHASA INDONESIA YG TERJEMAHAN


Penulis Buku. (tahun buku). Judul buku (edisi berapa). (Diterjemahkan
oleh/terjemahan dari Nama penerjemah). Kota: Penerbit.
Contoh:
Gross, R. (2012). Psikologi: Ilmu jiiwa dan perilaku (edisi keenam).
(Diterjemahkan oleh H. P. Soetjipto dan S. M. Soetjipto). Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.

CARA PENULISAN JURNAL INTERNASIONAL/NASIONAL


Penulis jurnal. (tahun jurnal). Judul jurnal. Nama jurnal. Vol, halaman.
Doi:12345677
Contoh:
Megherbi, H., Elbro, C., Oakhill, J., Segui, J., & New, B. (2018). The emergence
of automaticity in reading: Effects of orthographic depth and word decoding
ability on an adjusted stroop measure. Journal of Experimental Child
Psychology. 166, 652-663. doi:10.1016/j.jecp.2017.09.016.

CARA PENULISAN KAMUS


Penulis kamus. (tahun kamus). Judul kamus. (Diterjemahkan oleh/terjemahan dari
nama penerjemah). Kota: Penerbit.
Contoh:
Reber, A. S, & Reber, E. S. (2010). Kamus psikologi. (Diterjemahkan oleh Yudi
Santoso). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.