Anda di halaman 1dari 13

BIOKIMIA

“POLISAKARIDA”

Disusun oleh (S3A-BIOLOGI) :

Dede Saputra (201841500041)


Dinda Lestari (201841500096)
Indriwati (201841500090)
Khilina Qolbiatun Nisa (201841500135)
Zarra Putri Noor Azka (201841500171)
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan kasih dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikam sebuah karya tulis
dalam bentuk makalah yang berjudul “Polisakarida”, dimana makalah ini merupakan salah
satu tugas dari mata kuliah Biokimia.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah pengetahuan
akan senyawa polisakarida.

Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna, baik dari materi
maupun teknik penulisannya.Untuk itu, saran dan kritik sangatlah kami harapkan guna
perbaikan karya tulis ini.

Jakarta, 23 September 2019

Penulis

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................ 1

Daftar Isi ................................................................................................................. 2

Bab I

1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 3

Bab II

2.1 Pengertian Polisakarida ..................................................................................... 4


2.2 Tata Nama Polisakarida .................................................................................... 4
2.3 Jenis-jenis Polisakarida ..................................................................................... 5
2.4 Polisakarida Terpenting .................................................................................... 6
2.5 Sifat Fisika Polisakarida ................................................................................... 6
2.6 Sifat Kimia Polisakarida ................................................................................... 7
2.7 Contoh Polisakarida dengan Kegunaan dan Cara Pembuatannya .................... 9

Bab III

3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 10

Daftar Pustaka ......................................................................................................... 11

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Polisakarida juga dikenal sebagai poliosa merupakan karbohidrat majemuk yang
mempunyai susunan kompleks dengan berat molekul.Makromolekul ini merupakan polimer
monosakarida atau polimer turunan-turunan monosakarida.Apabila monomer polisakarida
hanya terdiri atas satu jenis monosakarida, polisakarida ini disebut homopolisakarida; apabila
monomer terdiri atas lebih dari satu jenis monosakarida atau turunan monosakarida,
polisakarida ini disebut heteropolisakarida.
Diantara banyak polisakarida yang terdapat dialam, ada yang struktur kimianya
mengandung nitrogen, tetapi ada juga yang struktur kimianya tidak mengandung
nitrogen.Berdasarkan monosakarida penyusunya, polisakarida yang tidak mengandung
nitrogen dapat dibedakan atas pentosan dan heksosan.
Polisakarida yang mengandung nitrogen sering disebut polisakarida campuran sebab
umumnya termasuk heteropolisakarida.Pada umumnya, polisakarida ini mempunyai
monomer amino heksosa atau turunan dari amino heksosa.
Pada organisme hidup, polisakarida berperan sebagai bahan makanan, terutama
sebagai bahan makanan pembentuk energi.Polisakarida yang berfungsi sebagai bahan
makanan disebut polisakarida nutrisi.Misalnya amilum dan glikogen.Polisakarida ada yang
berperan sebagai pelindung sel-sel organisme atau sebagai bahan kerangka penunjang
jaringan tubuh.Polisakarida ini disebut polisakarida arsitektural. Misalnya selulosa, pektin
dan kitin. Selain itu, ada pula polisakarida yang mempunyai fungsi khusus, misalnya asam
kondroitin sulfat, heparin dan asam hialuruat.Amilum dan selulosa juga mempunyai
pemakaian yang luas dalam industri. Terutama sebagai bahan baku pembuatan senyawa lain.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Polisakarida

Polisakarida adalah senyawa dimana molekul-molekulnya mengandung banyak


satuan monosakarida yang dipersatukan dengan ikatan glikosida, mempunyai massa molekul
tinggi dan tidak larut dalam air atau hanya membentuk emulsi saja. Hidrolisis lengkap akan
mengubah polisakarida menjadi monosakarida (heksosa).
Ikatan antara molekul monosakarida yang satu dengan yang lainnya terjadi antara
gugus alkohol pada atom C ke-4 molekul yang satu (II) dengan gugus aldehida pada atom C
ke -1 molekul monosakarida dengan yang lain.
Polisakarida dibedakan menjadi dua jenis, yaitu polisakarida simpanan dan
polisakarida struktural. Polisakarida simpanan berfungsi sebagai materi cadangan yang ketika
dibutuhkan akandihidrolisis untuk memenuhi permintaan gula bagi sel. Sedangkan
polisakarida struktural berfungsi sebagai materi penyusun dari suatu sel atau keseluruhan
organisme.
Beberapa polisakarida berfungsi sebagai bentuk penyimpan bagi monosakarida dan
yang lainnya berfungsi sebagai unsur struktural di dalam dinding sel dan jaringan
pengikat.Glikogen dan pati merupakan polisakarida simpanan yang terdapat pada tumbuhan
dan manusia sedangkan selulosa merupakan polisakarida strukural yang berfungsi sebagai
tulang semu bagi tumbuhan. Pati dan glikogen dihidrolisa di dalam saluran pencernaan oleh
amilase, sedangkan selulosa tidak dapat dicerna. Namun, selulosa mempunyai peran penting
bagi manusia karena merupakan sumber serat dalam makanan manusia.

2.2 Tata Nama Polisakarida


Polisakarida merupakan polimer molekul-molekul monosakarida yang dapat berantai
lurus atau bercabang dan dapat dihidrolisis dengan enzim-enzim yang spesifik kerjanya. Hasil
hidrolisis sebagian akan menghasilkan oligosakarida dan dapat dipakai untuk menentukan
struktur molekul polisakarida.
Polisakarida dengan satuan monosakaridanya gula pentosa (C5H10O5) maka
polisakarida tersebut dikelompokkan sebagai pentosan (C5H8O4)x. Adapun jika satuan

4
monosakaridanya adalah (C6H12O6) maka polisakarida tersebut dikelompokkan sebagai
heksosan (C6H10O5)x.
Beberapa polisakarida mempunyai nama trivial yang berakhiran dengan –in misalnya
kitin, dekstrin, dan pektin.

2.3 Jenis-Jenis Polisakarida

Polisakarida dibedakan menjadi dua jenis, yaitu polisakarida simpanan dan


polisakarida struktural.Berikut ini adalah uraian tentang polisakarida simpanan dan
polisakarida struktural.

1. Polisakarida Simpanan
a. Pati/Amilum
Pati adalah polisakarida simpanan dalam tumbuhan.Monomer-monomer glukosa
penyusunnya dihubungkan dengan ikatan α 1-4.Bentuk pati yang paling sederhana
adalah amilosa, yang hanya memiliki rantai lurus.Sedangkan bentuk pati yang lebih
kompleks adalah amilopektin yang merupakan polimer bercabang dengan ikatan α 1-6
pada titik percabangan.
b. Glikogen
Glikogen adalah polisakarida simpanan dalam tubuh hewan.Struktur glikogen mirip
dengan amilopektin, namun memiliki lebih banyak percabangan.Manusia dan
vertebrata lainnya menyimpan glikogen pada sel hati dan sel otot. Glikogen dalam sel
akan dihidrolisis bila terjadi peningkatan permintaan gula dalam tubuh. Hanya saja,
energi yang dihasilkan tidak seberapa sehingga tidak dapat diandalkan sebagai sumber
energi dalam jangka lama.
c. Dekstrin
Dekstrin merupakan sejenis oligosakarida yang dihasilkan dari aktivitas
pemecahan polisakarida (pati atau glikogen).[1] Dekstrin dapat berupa α-1,6 dan α-
1,4. Dekstrin dapat digunakan untuk berbagai pelapis untuk
produk farmaseutikal, lem yang dapat dimakan, dan sealant.
Tipe-tipe dekstrin:
1. Maltodekstrin.
Maltodekstrin digunakan untuk menggantikan lemak dan minyak, menyedikan
4 kkal per gram bahan padatan. Maltodekstrin dapat diperoleh dari hidrolisis
pati kentang yang dijual dengan nama komersial Paselli SA2. Selain Paselli SA2,

5
terdapat maltrodekstrin yang juga terdapat secara komersial yaitu Amalean
I. Maltodekstrin banyak digunakan dalam pangan yang dipanggang seperti roti, kue
untuk menggantikan sukrosa, lalu makanan pencuci mulut yang dibekukan sebagai
pengganti gula, dan sebagainya.
2. Siklodekstrin
Siklodekstrin sering digunakan untuk enkapsulasi secara molekuler. Teknik
enkapsulasi menggunakan siklodekstrin lebih murah dan lebih mudah dalam
pengerjaanya. Terdapat tiga jenis siklodekstrin yaitu α, β, γ siklodekstrin yang terdiri
dari 6, 7, 8 unit glukopiranosa. Struktur α dan β siklodekstrin memiliki rasa yang
sedikit manis, tidak beraroma, cukup stabil pada hidrolisis kimia.

2. Polisakarida Struktural
a. Selulosa
Selulosa adalah komponen utama penyusun dinding seltumbuhan.Selulosa adalah
senyawa paling berlimpah di bumi, yaitu diproduksi hampir 100 miliar ton per
tahun.Ikatan glikosidik selulosa berbeda dengan pati yaitu monomer selulosa
seluruhnya terdapat dalam konfigurasi beta.
b. Kitin
Kitin adalah karbohidrat penyusun eksoskeletonartropoda (serangga, laba-laba,
krustase). Kitin terdiri atas monomer glukosa dengan cabang yang mengandung
nitrogen. Kitin murni menyerupai kulit, namun akan mengeras ketika dilapisi dengan
kalsium karbonat. Kitin juga ditemukan pada dinding sel cendawan. Kitin telah
digunakan untuk membuat benang operasi yang kuat dan fleksibel dan akan terurai
setelah luka atau sayatan sembuh.

2.4 Polisakarida Terpenting


Polisakarida merupakan polimer monosakarida, mengandung banyak satuan
monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Hidrolisis lengkap dari polisakarida
akan menghasilkan monosakarida. Glikogen dan amilum merupakan polimer glukosa.
Berikut beberapa polisakarida terpenting:
1. Selulosa
Selulosa merupakan polisakarida yang banyak dijumpai dalam dinding sel
pelindung seperti batang, dahan, daun dari tumbuh-tumbuhan.

6
2. Pati / Amilum
Pati terdapat dalam umbi-umbian sebagai cadangan makanan pada tumbuhan.
3. Glikogen
Polisakarida ini merupakan cadangan energi pada hewan dan manusia yang
disimpan di hati dan otot sebagai granula.Glikogen serupa dengan amilopektin.

2.5 Sifat Fisika Polisakarida


Polisakarida merupakan polimer dari monosakarida yang tersusun dalam rantai
bercabang atau lurus. Derajat polimerisasi polisakarida dinyatakan dalam DP (Degree of
Polymerization), contoh : DP selulosa sebesar 7000 – 15000. Polisakarida juga biasa
disebut sebagai glikan. Berdasarkan unit pembentuknya, glikan terbagi menjadi 2
kelompok : homoglikan (selulosa, pati, amilopektin) dan heteroglikan (algin, guar gum).

2.6 Sifat Kimia Polisakarida


 Selulosa merupakan polimer yang berantai panjang dan tidak bercabang. Suatu
molekul tunggal selulosa merupakan polimer rantai lurus dari 1,4’-β-D-glukosa.
Hidrolisis selulosa dalam HCl 4% dalam air menghasilkan D-glukosa.

Dalam sistem pencernaan manusia terdapat enzim yang dapat memecahkan ikatan
α-glikosida, tetapi tidak terdapat enzim untuk memecahkan ikatan β-glikosida
yang terdapat dalam selulosa sehingga manusia tidak dapat mencerna
selulosa.Dalam sistem pencernaan hewan herbivora terdapat beberapa bakteri

7
yang memiliki enzim β-glikosida sehingga hewan jenis ini dapat menghidrolisis
selulosa.Contoh hewan yang memiliki bakteri tersebut adalah rayap, sehingga
dapat menjadikan kayu sebagai makanan utamanya.Selulosa sering digunakan
dalam pembuatan plastik.Selulosa nitrat digunakan sebagai bahan peledak,
campurannya dengan kamper menghasilkan lapisan film (seluloid).

 Pati terbentuk lebih dari 500 molekul monosakarida. Merupakan polimer dari
glukosa. Jika dilarutkan dalam air panas, pati dapat dipisahkan menjadi dua fraksi
utama, yaitu amilosa dan amilopektin. Perbedaan terletak pada bentuk rantai dan
jumlah monomernya.
- Amilosa adalah polimer linier dari α-D-glukosa yang dihubungkan
dengan ikatan 1,4-α. Dalam satu molekul amilosa terdapat 250 satuan
glukosa atau lebih. Amilosa membentuk senyawa kompleks berwarna
biru dengan iodium.Warna ini merupakan uji untuk mengidentifikasi
adanya pati.

- Molekul amilopektin lebih besar dari amilosa.Strukturnya bercabang.


Rantai utama mengandung α-D-glukosa yang dihubungkan oleh ikatan
1,4'-α. Tiap molekul glukosa pada titik percabangan dihubungkan oleh
ikatan 1,6'-α.
Hidrolisis lengkap pati akan menghasilkan D-glukosa. Hidrolisis dengan enzim
tertentu akan menghasilkan dextrin dan maltose

8
 Glikogen merupakan polimer glukosa dengan ikatan α (1-6).

2.7 Contoh Polisakarida dengan Kegunaan dan Cara Pembuatannya

Kegunaan pilosakarida dalam industri makanan adalah untuk pembuatan agar, alginate,
carragenan, dan Carboxymethyl Cellulose (CMC).

 Agar merupakan hasil isolasi polisakarida yang terdapat dalam rumput laut dan
banyak dimanfaatkan sebagai media biakan mikroba. Agar juga merupakan bahan
baku/tambahan dalam industri pangan. Hal ini dikarenakan adanya beberapa sifat dan
kegunaan agar seperti; tidak dapat dicerna, membentuk gel, tahan panas serta dapat
digunakan sebagai emulsifier (pengemulsi) dan stabilizer (penstabil) adonan yang
berbentuk koloid.
 Alginat diperoleh dari ekstraksi alga coklat (Phaeophyceae) dalam kondisi alkali.
Alginat berfungsi sebagai penstabil dan pembentuk gel.
 Carrageenan banyak digunakan untuk menaikkan kekentalan dan menstabilkan
emulsi. Sejumlah 0,03 % carrageenan biasanya ditambahkan pada coklat untuk
mencegah pemisahan lemak dan menstabilkan suspensi partikel kakao.
 Carboxymethyl Cellulose (CMC) merupakan hasil modifikasi selulosa dengan
menambahkan gugus karboksi metil, CMC disintesa dari selulosa dengan
menambahkan kloroasetat dalam suasana basa. CMC berfungsi sebagai pengikat dan
dipergunakan untuk memperbaiki tekstur produk-produk seperti : jelly, pasta, keju,
dan ice cream.

9
10
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri atas banyak monosakarida.Polisakarida


merupakan senyawa polimer alam (umumnya homopolimer) dengan monosakarida sebagai
monomernya.Polisakarida dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar secara
fungsional, yaitu polisakarida simpanan dan polisakarida struktural.

Polisakarida simpanan berfungsi sebagai materi cadangan yang ketika dibutuhkan


akan dihidrolisis untuk memenuhi permintaan gula bagi sel. Misalnya Pati, Glikogen, dan
Dekstran.
Sedangkan polisakarida struktural berfungsi sebagai materi penyusun dari suatu sel atau
keseluruhan organisme.Misalnya selulosa, dan kitin.
Polisakarida terpenting : amilum/pati, selulosa, glikogen.

 Amilum : Polimer glukosa ikatan α


 Selulosa : Polimer glukosa ikatan β
 Glikogen : Polimer glukosa ikatan bercabang

11
DAFTAR PUSTAKA

- http://books.google.co.id/books?id=7Lauz8HpOVAC&pg=PA225&dq=polisakarida&
hl=en&sa=X&ei=46HFUP8BhPGtB93igYAM&redir_esc=y#v=onepage&q=polisaka
rida&f=false
- http://datachem.blogspot.com/2010/11/polisakarida-
karbohidrat.htmlhttp://id.wikipedia.org/wiki/Polisakarida
- http://risyawidya.blogspot.com/2012/09/polisakarida.html
- http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0606811/polisakarida.html
- http://ipina10.blogspot.com/2012/12/makalah-polisakarida.html
- http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/10/pengertian-polisakarida-struktur-
contoh-kegunaan-fungsi.html
- http://www.chem-is-try.org

12