Anda di halaman 1dari 23

BAB IV

HASIL KARYA TULIS ILMIAH DAN PEMBAHASAN

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


A. PENGKAJIAN TAHAP I
Pengkajian Keperawatan Keluarga tanggal (10-03-2019 Pukul 12.00 WIB)

1. Gambaran lokasi

Tn, Tinggal di daerah pedesaan dikaki gunung galunggung, lokasinya di kedusunan Citamba

desa Citamba, Kecamatan Ciawi.Kedusunan Citamba bisa dijangkau dengan kendaraan roda 2

dengan waktu tempuh kira-kira 20 menit dari puskesmas ciawi. Cuaca di wilayah ini relatif

sejuk dengan suhu siang hari 14 - 16ºc, sementara malam hari berkisar antara 10-14ºc.. mata

pencaharian penduduk di kedusunan citamba sebagai petani.

2. Data umum keluarga

a. Nama kepala keluarga : Tn J

b. Umur : 65 tahun

c. Agama : Islam

d. Alamat : RT 3 RW I Dsn.Citamba Desa Citamba Kecamatan Ciawi Kab.

Tasikmalaya

e. Komposisi keluarga

4.2.1. Tabel. Komposisi Keluarga

No Nama Umur Jenis Hubungan Pekerjaan Pendidikan Status kesehatan

(Th) kelamin Dg KK

1 Tn J 65 L KK Pensiunan SD Sehat

PNS

2 Ny. S 60 P Istri KK IRT SD (Tdk Tamat) Penderita

hipertensi

3 Tn. S 37 L Anak KK Buruh tani SMP (Tdk Sehat

Tamat)

4 Ny. K 27 P Menantu IRT SMP (Tamat) Sehat

53
5 An. A 9 L Cucu pelajar SD (Kelas 4) Sehat

4.2.2Genogram Keluarga Tn. J

1
2

3 4

Keterangan :

= Laki-laki

= Perempuan

= Laki-laki yang meninggal

= Perempuan yang meninggal

= Klien

= Tinggal serumah

= Pertalian darah

= Pertalian Perkawinan

Keterangan :

1. KK 4. Menantu KK

2. Isteri KK 5. Cucu KK

3. Anak KK

f. Tipe keluarga

Tipe keluarga Tn.J adalah Extended Family yaitu dalam satu keluarga terdiri dari ayah,

ibu, anak, menantu dan cucu.

54
g. Suku bangsa

Keluarga klien berasal dari suku jawa atau Indonesia, kebudayaan yang dianut tidak

bertentangan degan masalah kesehatan sedangkan bahasa sehari-hari yang digunakan

adalah bahasa sunda

h. Agama

Seluruh anggota Tn.J adalah beragama islam dan taat beribadah, sering mengikuti

pengajian yang ada di lingkungan kampungnya serta berdoa agar Ny “S” dapat sembuh

dari penyakit yang dideritanya

i. Status ekonomi keluarga

Menurut teori Friedman (2004) Keluarga Tn. J termasuk tingkatan ekonomi Adekuat,

dimana uang yang dibelanjakan atas dasar suatu permohonan bahwa pembiayaan

adalah tanggung jawab orang tua. Keluarga menganggarkan dan mengatur biaya

secara ralistis.

Sumber pendapatan keluarga diperoleh dari KK dan menantu KK sejumlah ± Rp

1.500.000/bulan. Kebutuhan yang diperlukan keluarga :

• Makan Rp 750.000

• Bayar Listrik/PDAM Rp 200.000

• Pendidikan Rp 150.000

• Lain-lain Rp 150.000

Rp 1.200.000

Sisanya ditabungkan untuk kebutuhan yang mendadak.

Barang-barang yang dimiliki

2 buah TV, 4 kipas angin dan 2 sepeda angin, 1 motor. Pada ruang tamu terdapat 1 set

kursi dan lemari, pada ruang tengah terdapat 2 lemari pakaian dan 1 kulkas.

j. Aktivitas rekreasi keluarga


Rekreasi digunakan untuk mengisi kekosongan waktu dengan menonton TV bersama
dirumah,

55
1. Riwayat Kesehatan dan Tahap Perkembangan Keluarga Inti
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap Perkembangan Keluarga Tn J adalah Tahap ke VIII : Keluarga Lansia dan
Pensiunan
Tugas perkembangan keluarga yang sudah tercapai:
mempertahankan penataan kehidupan yang memuaskan dan kembali kerumah setelah
individu pensiun/berhenti bekerja

b. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuh


Tahap VI : Keluarga Melepaskan Anak Dewasa Muda (launching centerfamilies)
Tugas perkembangan keluarga pada tahap ini adalah keluarga membantu anak tertua
untuk terjun ke dunia luar, orang tua juga terlibat dengan anak terkecilnya, yaitu
membantu mereka menjadi mandiri.
c. Riwayat Kesehatan Keluarga Sekarang :

1) Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga saat ini :

Tabel 4.2.3 Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga


No Nama Umur Jenis Hubungan Pekerjaan Riwayat kesehatan

(Th) kelamin Dg KK

1 Tn J 65 L KK Pensiunan Sehat- tdk ada riwayat penyakit

PNS menular menahun

1. Ny. S 60 P Istri KK IRT Penderita hipertensi sejak 15 tahun

lalu

2. Tn. S 37 L Anak KK Buruh tani Sehat- tdk ada riwayat penyakit

menular menahun

3. Ny. K 27 P Menantu IRT Sehat- tdk ada riwayat penyakit

menular menahun

4. An. A 9 L Cucu pelajar Sehat- tdk ada riwayat penyakit

menular menahun

2) Upaya keluarga menghadapi penyakit


tn. J mengatakan apabila ada keluarga yang menderita sakit maka Tn. J.j selalu
membawa dan menganjurkan keluarga agar berobat ke puskesmas atau prtugas
kesehatan.yang ada didesa

d. Riwayat Kesehatan Sebelumnya :

1) Riwayat penyakit keturunan

Tabul 4.4. 4 Riwayat penyakit keturunan.

56
No Nama Umur Jenis Hubungan Pekerjaan Riwayat penyakit keturunen

(Th) kelamin Dg KK

1 Tn J 65 L KK Pensiunan Tidak mempunyai riwayat

PNS penyakit keturunsn hipertensi

maupun, diabetes mellitus

1. Ny. S 60 P Istri KK IRT Mendeita penyakit hipertensi sejak

5 tahun yang lalu

2. Tn. S 37 L Anak KK Buruh tani Tidak mempunyai riwayat

penyakit keturunsn hipertensi

maupun, diabetes mellitus

3. Ny. K 27 P Menantu IRT Tidak mempunyai riwayat

penyakit keturunsn hipertensi

maupun, diabetes mellitus

4. An. A 9 L Cucu pelajar Tidak mempunyai riwayat

penyakit keturunsn hipertensi

maupun, diabetes mellitus

3. Pengkajian Lingkungan
a. Karakteristik rumah
- Luas: 8 X 20 M2
- jenis: Permanen
- Sirkulasi udara: 2 pintu X 1.9 X 0.9 m2 = 3.42 m2
- Pencahayaan :
jendela X 1.2 X 0.7 m2 = 1.68 m2 dibuka \
jendela X 1 X 0.6 m2 = 1.8 m2 dibuka
Angin-angin 4 X 0.3 m2 = 1.2 m2
Angin-angin 3 X 0.3 X 0.6 m2 = 0.54 m2
Total = 8.64 m2

b. Kebersihan dan pemanfaatan ruangan rumah


- Perabot : tertata rapi
- kebersihan ruangan : bersih
- lanta : keramik
- jarak septic tank dengan sumur : > 10 meter
- sumber air minum : Sir dari mata air dipegunungan
- pembuangan limbah : melalui selokan
- halaman dimanfaatkan dengan tanaman hias
- keadaan pekatangan bersih
- pembuangan sampah dibakar

57
c. Denah Rumah.

R.TAMU K.4

DAP
UR
K.2
K.1 K.3

d. Karakteristik Tetangga dan Komunitasnya

Hubungan antar tetangga Tn.J baik, saling membantu, bila ada tetangga yang

membangun rumah dikerjakan saling gotong-royong, jika ada warga yang sakit

semua datang nengok .

e. Mobilitas Geografis Keluarga

Keluarga Tn. J selama ini sebagai penduduk asli DsnCitamba Desa Tambak

Citamba dan tidak pernah pindah rumah.

f. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat

tn J mengatakan mulai bekerja pukul 06.00 – 18.00 WIB yaitu membuka toko

Sembako di rumah dan pada malam hari digunakan untuk berkumpul bersama

seluruh keluarganya, tn J dan Ny K mengikuti pengajian tiap hari minggu

g. Sistem Pendukung Keluarga dari Lingkungan

Jumlah anggota keluarga 4 orang , yaitu istri, anak, menantu, dan cucu. Sedangkan

ibu (Tn J) yang selalu mengantarkan klien (ny S) periksa ke puskesmas atau petugas

kesehatan. Desa ( Pustu )

4. Struktur Keluarga

Struktur kelurga Tn. J termasuk Keluarga dengan struktur The nuclear family (keluarga

inti) yang terdiri dari suami, istri dan anak

a. Pola Komunikasi

Pola komunikasi yang dipergunakan oleh keluarga tn.J. adalah pola komunikasi Pola

Pluralistikdimana orang tua memberikan kebebasan kepada anak-anak dalam

mengemukakan pendapat
58
b. Struktur Kekuatan Keluarga

Tn, J (Kepala Keluarga) , merupakan pemegang keputusan dalam keluarga dapat

mempengaruhi orang lain untuk merubah perilakunya

c. Nilai atau Norma Keluarga :

Keluarga percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT.

Demikian pula dengan sehat dan sakit. Keluarga juga percaya bahwa tiap sakit ada

obatnya, bila ada keluarga yang sakit, dibawa ke Rumah Sakit atau petugas

kesehatan

d. Struktur Peran Masing-masing Anggota Keluarga

1) Peran formal

Tn J sebagai KK, Ny S sebagai istri, tn S sebagai anak, Ny K sebagai menantu

dan An A sebagai cucu.

2) Peran informal

Tn.J sebagai Kepala Keluarga dan penentu keputusan dalam !eluarga. Ny.S

sebagai ibu rumah tangga bertugas mengurus rumah tangga dan mengatur

ekonomi keluarga, th S (anak), membantu Ny. S mengurusi toko sembako yang

dikelola Tn, J, Ny.K (menantu), membantu menurusi rumah dan menjaga an. (A)

untuk keperluan sekolahnya.

5. Fungsi Keluarga

a. Fungsi afektif

tn J mengatakan sangat bahagia dengan perkawinannya.Jarang sekali ada

pertengkaran yang berkepanjangan karena mereka mampu mengatasinya dengan

segera.Tn. J. dan Ny. S satu sama lain bersikap saling mengisi kekurangan masing-

masing, saling menghargai, dan saling membutuhkan satu sama lain.Apalagi sekarang

tinggal bersama anak satu-satunya yg sudah dikaruniai cucu.

Tidak ada masalah dalam pemenuhan kebutuhan pangan maupun sandang

keluarga.Tn,J mengatakan gaji pensiunannya dan penghasilan toko sembakonya

59
sudah lebih dari cukup dalam pemenuhan kebutuhan keluarga. Ny. .S tidak ada

menuntut lebih dari suami nya, Ny.S ingin lebih memperhatikan dan merawat

cucunya.

b. Fungsi Sosialisasi

Setiap hari keluarga selalu berkumpul di rumah, hubungan dalam keluarga baik dan

selalu mentaati norma yang ada.

c. Fungsi Reproduksi

Keluarga Tn J hanya memiliki 1 orang anak dan 1 orang cucu.Tn J ingin nambah cucu 1 orang

lagi.

d. Fungsi Ekonomi

Tn. J. mengatakan bahwa kebutuhan primer seperti pangan, sandang, papan sudah terpenuhi

dengan baik.Begitu juga kebutuhan sekunder juga sudah cukup terpenuhi.Ini terlihat dari fasilitas

rumah yang dimiliki seperti adanya kipas angin, TV,VCD, kulkas, rice cooker dan telepon. Kalau

sakit terutama Ny. S maupun Tn. J. ,biasanya sebelum pergi ke pusat pelayanan kesehatan

Puskesmas atau Puskesmas pembantu, mereka menggunakan obat-obatan yang dijual bebas di

toko atau warung.

6. Stress dan Koping Keluarga

a. Stressor Jangka Pendek dan Panjang serta Kekuatan Keluarga :

a. Ny K mengatakan sering mengeluh pusing

b. Stresor jangka panjang

Ny, K khawatir tensinya bertambah tinggi dan stroknya makin parah

c. Kekuatan keluarga.

tn. J selalu menenagkan danmemberi solusi yang bijak kepada semua anggota

keluarga apabila ada masalah

60
d. Strategi Koping yang digunakan :

Bila mendapat masalah, tn.J. dan Ny S bersama-sama membicarakan dan mencari

penyelesaiannya,tn J dan Ny.S Tidak berlarut-larut dalam menghadapi permasalahan dan sering

kali berinisiatif dengan kesadaran sendiri untuk mengakhiri permasalahan.

e. Strategi Adaptasi Disfungsional

Kadangkala, jika NY.S mempunyai keiginan yang menurut dia baik, tetapi tidak disetujui Tn.J,

Ibu.S akan tetap melakukan keinginannya tersebut tanpa sepengetahuan Tn.J.Tapi Kemudian

Ibu.S berterus terang kepada Tn.J

7. Pemeriksaan Fisik, Anamnesa, dan Data Penunjang

a. Keluhan utama

Sudah 3 hari Ny. S. Mengeluh sakit kepala, sakit bertambah bila pagi hari bangun tidur,

bumi serasa bergoyang bila dibawa berjalan, muntah- muntah dan tak mau makan minum

karena takut muntah.

b. Tanda Vital

a. Tekanan darah : 190/150 mmHg

b. Nadi : 88 x/mnt,

c. Pernapasan : 30 x/ mnt / spontan

d. Respirasi : 20 X/mnt,

e. Kesadaran : Compos mentis

c. BB dan TB

BB : 58 kg

Tinggi badan : 154 cm

d. Riwayat kesehatan

Ny. S sering mengeluh sakit Kepela, Pusing. 1 tahun yang lalu Pernah merasa pusing muntah

dan di rawat di puskesmas selama 3 hari. Tekanan darah saat sakit ketika itu mencapai

200//90 mmHg. Tiap 1 bulan sekali Ny.S sering mengikuti perkumpulan prolanis didesa

untuk pemeriksaan tekanan darahnya.

Tn.J sebagai KK jarang sakit, tidak mempunyai masalah dengan istirahat, makan, maupun

kebutuhan dasar yang lain. Tidak mempunyai penyakit menurun (Hipertensi) dan penyakit

menular (TBC, Kusta). Pada saat pengkajian TD 130/90 mmHg

e. ADL (Activity Daily Living

61
Ny. S. Masih bisa menegrjakan pekerjaan rumah sehari-sehari, seperti masak untuk keluarga

maupun mencucu pakaian, mandi tidak memerlukan bantuan dari yang lain kecuali kalau

kepalanya sesang pusing akibat tekanan darahnya naik.

f. Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga

Tabel 4.7.5 Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik Tn.J Ny.S Tn.S Ny.K An.A

Keadaan umum Baik Lemah Baik Baik Baik

 Kesadaran CM Compos mentis CM CM CM

 GCS E = 5 , M = 6 , V = 4 = 15

Tanda-tanda vital

 Tekanan darah

 nadi 120/80 mmHg 190/50 mmHg 1`30/150 130/80 110/70mmHg

mmHg mmHg

80x/menit 85x/menit 90x/menit

80x/menit 80x/menit

Body sistem

Sistem pernapasan Frekwensi napas 29 x/menit

26x/menit Bentuk hidung simetris, 25x/menit 26x/menit 42x/menit


tidak tampak polip, tidak ada

pernafasan cuping hidung,

retraksi dada negative, tidak

ada nyeri tekan pada adda,

tidak ada benjolan pada

dada, terdengar suara sonor

pada dada sebelah kiri dan

kanan, tidak ada wheezing.

sistem tidak terdapat terdengar S1 dan S2 regular, tidak tidak terdapat tidak terdapat

cardiovaskular peningakatan lup dup cepat, tidak terdapat peningakatan peningakatan


terdengar murmur dan
vena juularis, peningakata vena juularis, vena juularis,
gallop.
tidak ada n vena tidak ada tidak ada

bunyi juularis, bunyi bunyi

tambahan. tidak ada tambahan tambahan

62
bunyi

tambahan

Sistem persyarapan N1 (olfaktorius) :

klien dapat membedakan

bau minyak kayu putih

N2 (optikus) :

lapang pandang klien agak

berkurang behubungan

dengan penuaan,

N3 (okulomotorius) :

normal (bila terkena cahaya

miosis dan midriasis bila

tidak terkena cahaya)

N4 (trakelis) :

mata masih terkoordinasi

sesuai perintah

N5 (trigeminus) :

reflek mengunyah ada,

kelopak mata(+), rahang

dapat mengatup secara

simetris

N6 (abdusen) :

klien dapat menggerakan

bola mata ke kiri dan ke

kanan

N7 (fasialis) :

klien dapat menggerakan

muka.

N8 (cochlealis) :

pendengaran baik.

N9 (glosopharingeus) :

ada reflek menelan.

N10 (vagus) :

kemampuan menelan baik.

N11 (accesorius) :

63
kedua bahu masih mampu

mengatasi tahanan dengan

cukup baik.

N12 (hipoglosus) :

pergerakan lidah normal.

Sistem Tak ada Tidak ada kelumpuhan pada Tak ada Tak ada Tak ada

musculoskeletal kelainan ekstermitas, kekuatan otot kelainan kelainan kelainan


penuh, tidak ada nyeri dan

tidak ada luka.

Sistem endokrin Tak ada Tak ada kelainan Tak ada Tak ada Tak ada

kelainan kelainan kelainan kelainan

Sistem reproduksi Tak ada Tidak menstruasi sejak 5 Tak ada Menstruasi

keluhan bulan yang lalu keluhan teratur, setiap

bulan, siklus

28 hari

Sistem integumen Tak ada Pasien tidak memiliki Tak ada Tak ada Tak ada

kelainan kulit riwayat gangguan kulit, kelainan kelainan kulit kelainan kulit
tidak ditemukan adanya lesi,
kulit
edema, kuku normal,

penyebaran rambut merata,

kulit halus, mukosa bibir

kering.

g. Data Penunjang
Lab darah lengkap :
- Hematokrit
- Erytrocyte
- Hemoglobin
- Leucosittrombocyte
- Urine an analysis.
Tidak diperiksakan

pemeriksaan hasil Nilai normal 64 satuan


hemoglobin 14.9 M 14.0-178.00 g/dl
F 12.0 – 16.0
hematokrik 4.5 M 42.0-54.0 %
35 0-47.0 h. H
asil Analisa Masalah /
leucicyt 5.98 M 3.8 -10.6 rb/ul
Masalah Keperawatan
F 3.6 – 11.0 yang muncul
trombocit 1.92 350.0 – 450.0 rb/ul

i. Hasil Analisa Masalah / Masalah Keperawatan yang muncul


1. Nyeri (akut), sakit kepala
2. Gangguan rasa aman ( takut ) terhadap kompliksi

j.

8. Persepsi Keluarga Terhadap Petugas Kesehatan


1) Penilaian keluarga

Petugas kesehatan baik, ramah, keluarga merasa ada bantuan untuk menyelesikan masalah

kesehatan keluarganya

2) Harapan Keluarga

keluarga berharap pada petugas kesehatan agar selalu meningkatkan mutu pelayanan dan

membantu masalah Ny “S”

B. PENGKAJIAN TAHAP II

1. Mengkaji 5 Tugas Kesehatan Keluarga

a. Mengenal masalah kesehatan keluarga

keluarga hanya mengetahui kalau di dalam keluarga tn J ada yang menderita hipertensi,

tapi tidak memahami tentang penyakit hipertensi yg di derita Ny. S secara detail

b. Membuat keputusan tindakan yang tepat

Keluarga membuat keputusan yang tepat dengan cara membawa klien Ny S ke puskesmas

atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan maupun memelihara

kesehatannya..

c. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit Keluarga hanya mengetahi kalau

ada anggota keluarga yang sakit, adapun mengenai perawatan terhadap anggota keluarga

yang sakit,maka keluarga meminta bantuang petugas kesehatan atau puskesmas untuk

merawatnya

Sikap keluarga memasrahkan semua penanganan pengobatan dan perawatan kepada

petugas kesehatan atau puskesmas.

65
d. Mempertahankan atau mengusahakan suasana rumah yang sehat

Keluarga selalumenjaga kebersihan dan kesehatan rumahnya.. menyapu rumah tiap hari,

mengepel tiap hari.

e. Menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat Ketika merujuk

anggota keluarga ke fasilitas kesehatan puskesmas atau petugas kesehatan yang ada di

desa, Keluarga selalu mengikuti setiap program pemerintah dalam bidang kesehatan..

keluarga Tn J mempunyai asuransi kesehatan Askes dan JKN KIS

2. Mengkaji Tingkat Kemandirian Keluarga

Tabel 5.7.7 Tingkat Kemandirian Keluarga


No Kriteria Tingkat KemandirianKeluarga
I II III IV
1. Menerima Petugas (puskesmas) √  
2. Menerima pelayanan kesehatan sesuai √  
rencana keperawatan
3. Tahu dan dapat mengungkapkan masalah  
kesehatannya secara benar
4. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan  
sesuai anjuran
5. Melakukan tindakan keperawatan sederhana 
sesuai anjuran
6. Melakukan tindakan pencegahan secara aktif
7. Melakukan tindakan peningkatan kesehatan
(promotif) secara aktif

C. Perencanaan Asuhan Keperawatan keluarga


3. Analisa data

Tabel 5.7.8 Analisa Data


Etiologi
No. Data Masalah Keperawatan
(5 Tugas)
1. Data Subjektif : - Ny “S” Keluarga tidak Nyeri
mengatakan sering mengeluh sakit mampu merawat (akut),
kepala anggota keluarga sakit
Data Objektif: yang sakit hipertensi kepala
- Ny “ S” terlihat sering
memegangi kepala bagian belakang
- TD : 180/140 mmHg
- N : 88x/mnt
- RR: 28 x/mnt umusan
2. Data Subjektif : - Ny. S mengatakan Rasa takut . Gangguan rasa aman ( takut )
khawatir tensinya semakin tinggi dan menyebabkan terhadap kompliksi
stroke semakin parah
penigkatan TD
Data Objektif ; h. Ny. S terlihat sering
memegangi kepala bagian belakang yang dapat
- TD : 180/140 mmHg memperburuk
- N : 88x/mnt
- RR: 28 x/mnt umusan

66
4. Skoring Masalah Keperawatan
a. Masalah Keperawatan : Gangguan rasa nyaman nyeri)
b. Tabel 5.7.8 Skoring masalah keperwatan
No Kriteria Score Bobot Jastivikasi
1 Sifat Masalah : Nyeri kepala
Aktual 3
Resiko 2
yang dirasa
1
potensial 1 karena
6/3x1=
2 peningkatan
tekanan vaskuler
serebral
2 Kemungkinan Masalah dapat Denga kontrol
diubah :
Mudah 2 3 yang tewratur
Sebagian 1 dapat
Tidak dapat diubah 0 3/2x3 menurunkan
tekanan darah
3 Potensi masalah untuk dicegah : Rasa nyeri dapat
Tinggi 3
Sedang 2
dikurangi meluli
1
rendah 1 pengobatan dan
6/3x1
perawatan yang
tepat
4 Menonjolnya masalah : Keluarga
Masalah berat harus segera 2
ditangani
menyadari Tn
Ada masalah, tidak perlu 1 “S”: mempunyai
segera ditangani 1 masalah dampak
0
Masalah tidak dirasakan 3/3x1 dari hipertensi
maka segera
mengatasi
masalah tersebut
Total 9

c. Gangguan rasa aman ( takut ) terhadap komplikasi


b. Tabel 5.7.9 Skoring masalah keperwatan

No Kriteria Score Bobot Jastivikasi


1 Sifat Masalah : Rasa takut
Aktual 3
Resiko 2
menyebabkan
potensial 1 penigkatan TD
3 yang dapat
memperburuk
memperburuk
keadaan
2 Kemungkinan Masalah dapat Pemberian
diubah : 2
Mudah 1 2 penjelasan
Sebagian 0 yang tepat
67
Tidak dapat diubah dapat
membantu
menurunkan
rasa takut
3 Potensi masalah untuk dicegah : Penjelasan
Tinggi 3
Sedang 2
dapat
rendah 1 2 membantu
mengurangi
rasa takut
4 Menonjolnya masalah : Keluarag
Masalah berat harus segera 2
ditangani
menyadari
Ada masalah, tidak perlu 1 dengan
segera ditangani mematuhi diet
0
Masalah tidak dirasakan yang
1
dianjurkan
dapat
mengrangi
rasa khawatir
Tn”S”
Total 8

5. Rumusan dan Prioritas Diagnosa Keperawatan Keluarga


Dari hasil scoring di atas, maka diagnosa keperawatan keluarga diurutkan berdasarkan
nilai skoring tertinggi, yaitu ;
1. Gangguan rasa nyaman ( nyeri)
a. DS:
b. Ny “S” mengatakan sering mengeluh sakit kepala
c. Ny “S”mengatakan nyeri skala 2
d. Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat
e. Makanan Ny “S” sama dengan keluarga yang lain
f. Pola tidur Ny “S”tidak sesuai dan kurang dari kebutuhan
g. Kontrol secara teratur

a. DO :
h. Ny “S” terlihat sering memegangi kepala bagiab belakang
i. Wajah Ny “S”” kadang-kadang terlihat menyeringai
j. TD : 180/140 mmHg
k. N : 88x/mnt
l. RR: 20 x/mnt

2. Gangguan rasa aman ( takut ) terhadap kompliksi


DS

- Ny “S” mengatakan khawatir tensinya semakin tinggi dan stroke semakin parah

- Keluarga kurang memahami cara mengenal masalah


68
- Ny “S” yang khawatir tensinya akan bertambah tinggi

- Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat Ny “S” Makanan Ny “S” sama dengan

keluarga yang lain

- Pola tidur Ny “S” tidak sesuai dan kurang dari kebutuhan

- Kontrol secara teratur

* DO :

- Ny “S” terlihat bingung

- Wajah Ny “S” ” kadangf–kadang terlihat pucat

- TD : 180/140 mmHg

- N : 88x/mnt

- RR: 20 x/mnt umusan Diagnosa Keperawata

3. Perencanaan Asuhan keperawatan keluargakep Keluarga

Tabel 5.5.3.9 Perencanaan Askep Keluarga

No. Diagnosa tujuan Kriteria evaluasi intervensi


DX keperawatan Umum khusus kriteria standar
01 Gangguan rasa Setelah Setelah Demonstrasi Keluarga 1. Berik
nyaman ( nyeri) dilakukan dilakukan dapat
tindakan kunjungan mendemonst an
keperawatan rumah 3x rasikan cara
rasa nyeri diharapakan mengurangi penjelasan
teratasi/hilan keluarga dan
g mampu mencegah pada
memberikan trerjadinya
keperawatan nyeri dengan keluarga
pada Tn S benar
dengan nyeri dengan tentang cara
sekunder teknik
hipertensi relaksasi, mengurangi/
kompres
dingin pada mencegah
kepala
bagian terjadinya
belakang dan
menghindari nyeri
perubahan
posisi secara 2. Demo
mendadak
dan nstrasikan
pengobatan
secara pada
teratur
keluarga

69
tentang cara

mengurangi

nyeri

3. Berik

an

penjelasan

pada

keluarga

tentang diet

yang sesuai

dengan

penderita

hipertensi

yaitu diet

rendah

garam,

rendah

lemak dan

kolesterol

4. Anju

rkan pada

keluarga

untuk

mengkonsu

msi

makanan

sesuai

dengan diet

hipertensi

70
5. Anju

rkan pada

keluarga

untuk jadwal

tidur Ny. S

6. Anju

rkan pada

keluarga

memeriksak

an Ny.

S secara

teratur

02 Gangguan rasa Setelah Setelah demontrasi - Adanya 1. Berikan


aman ( takut ) dilakukan dilakukan usaha untuk penjelasan
terhadap kompliksi tindakan kunjunngan tidur sesuai pada
keperawatan rumah 3x kebutuhan keluarga
diharapkan diharapakn - Periksa tentang diet
rasa takut keluarga secara yang sesuai
teratasi/hilan mampu teratur ke untuk
g memberikan pelayanan penderita
perawatan kesehatan hipertensi
pada Ny. S - Ungkapan yaitu diet
Tn S tidak rendah
takut garam,
- Wajah Tn rendah
S tamapak lemak dan
relaksi kolesterol
2.
Anju
rkan pada
keluarga
untuk
mengkonsu
msi
makanan
sesuai
dengan diet
hipertensi
3.
Anju
rkan pada
keluarga
untuk jadwal
tidur Tn. S
4.

71
Anju
rkan kepada
keluarga
memeriksak
an Ny. S
secara
teratur

D. Implementasi dan evaluasi askep keluarga

Tabel 5.5.3.9 Implementasi dan Evaluasi Asuhan Keperawatan Keluarga


Tanggal No. Dx Tujuan khusus implementasi evaluasi
10-03-2019 01.02 Setelah 1. Memberikan S :Keluarga
dilakukan
penjelasan pada keluarga mengatakan sudah
kunjungan
tentang cara mengurangi memahami tentang
rumah 3x
diharapakan dan mencegah terjadinya cara
keluarga mampu
nyeri dengan benar, mengurangi/mencegah
memberikan
dengan teknik relaksasi, terjadinya nyeri kepala
keperawatan
pada Ny S kompres dingin pada O : Keluarga dapat
dengan nyeri
kepala bagian belakang mengungkapkan
sekunder
dan menghindari
hipertensi kembali cara
perubahan posisi secara mengurangi/mencegah
mendadak terjadinya nyeri kepala

2. Mendemonstrasikan A : Tujuan tercapai

pada keluarga tentang sebagian


cara mengurangi nyeri
P : Lanjutkan
dengan cara : pada saat
Intervensi
ada nyeri menarik nafas
- Anjurkan Ny. S
panjang ditahan sebentar
dan keluarga
kemudian dikeluarkan
melakukan teknik
secara perlahan-lahan
relaksasi
3. Menganjurkan
- Anjurkan Tn. S
pada keluarga
dan keluarga
memerikasakan Tn. S

72
secara teratur setiap menghindari perubahan

minggu dan minum obat posisi secara mendadak

secara teratur. - Anjurkan Ny. S

4. Memberikan dan keluarga untuk

penjelasan pada keluarga mengkonsumsi

tentang diet yang sesuai makanan sesuai diet

dengan hipertensi pada hipertensi

makanan yang diberikan - Anjurkan pada


Tn. S harus benar-benar Tn. S dan keluarga
rendah garam, untuk mengatur jadwal
mengurangi makanan tidur
berlemak
- Anjurkan pada
5. Menganjurkan keluarga mengontrol
pada keluarga untuk
secara teratur
mengatur jadwal tidur
pada sore hari sebaiknya I : Melaksanakan
digunakan untuk
tindakan sesuai
istirahat
intervensi

13-03-19 02 Setelah 1. Memberikan S : - Keluarga


dilakukan
penjelasan pada keluarga mengatakan sudah
kunjungan
tentang cara mengurangi menyendirikan
rumah 3x
diharapakan dan mencegah terjadinya makanan Ny. S dengan
keluarga mampu
nyeri dengan benar, anggota keluarga
memberikan
dengan teknik relaksasi,
keperawatan - Ny. S mengatakan
pada Ny S kompres dingin pada sudah tidak takut lagi
dengan nyeri
kepala bagian belakang dengan tensinya
sekunder
dan menghindari
hipertensi O : - Makanan
perubahan posisi secara
yangdisajikan untuk

73
mendadak Ny. S nasi, sayur asam,

lauk tahu, tempe garing


2. Mendemonstrasikan

pada keluarga tentang - Makanan untuk Ny.

cara mengurangi nyeri S dan anggota keluarga

dengan cara : pada saat yang lain tersendiri

ada nyeri menarik nafas - Wajah Ny S


panjang ditahan sebentar tamapak lebih relaks
kemudian dikeluarkan
A : Tujuan tercapai
secara perlahan-lahan
P : Lanjutkan
3. Menganjurkan
Intervensi
pada keluarga
- Anjurkan Ny. S
memerikasakan Tn. S
dan keluarga
secara teratur setiap
mengkonsumsi diet
minggu dan minum obat
hipertensi
secara teratur.

- Anjurkan pada
4. Memberikan
Ny. S dan keluarga
penjelasan pada keluarga
mengatur pola tidut
tentang diet yang sesuai
Ny. S
dengan hipertensi pada

makanan yang diberikan I : Melaksanakan

Tn. S harus benar-benar tindakan sesuai

rendah garam, intervensi

mengurangi makanan E : Masalah teratasi

berlemak
R :-

5. Menganjurkan
pada keluarga untuk
mengatur jadwal tidur
pada sore hari sebaiknya
digunakan untuk
istirahat

74
.

75