Anda di halaman 1dari 4

Setelah melakukan wawancara di salah satu usaha gypsum daerah Lubang Buaya,

hasil yang didapatkan dari wawancara dengan narusumber yang bernama Bpk.

Dedi yaitu usaha gysum ini berdiri selama 23 tahun dengan awal modal Rp.

3.500.000, saat ini jumlah bekerja sebanyak 12 orang dengan jam kerja 7 jam.

Selama usaha ini didirikan tidak pernah ada riwayat kecalakan kerja ataupun tidak

ada keluhan gangguan kesehatan yang dialami oleh para pekerja. Saat dilakukan

analisa hazard pada usaha gypsum ini didapatkan hasil:

A. Hazard Kimia

Pada pembuatan gypsum terdapat bahan casting yang merupakan

bahan dasar pembuatan gypsum. Casting ini menimbulkan dampak adanya

debu. Paparan debu di udara menyebabkan iritasi atau peradangan yang

segera atau tertunda. Dampak paparan debu terhadap kontak mata yaitu

bubuk kering dalam jumlah besar atau percikan debu pada gypsum basah

dapat menyebabkan iritasi mata. Selain itu paparan yang terlalu lama

terhadap casting dapat terhirup dan menyebabkan kondisi paru-paru

terganggu . Paparan debu gypsum menyebabkan iritasi pada selaput lendir

basah hidung, tenggorokan, dan sistem pernapasan bagian atas. Casting ini

juga mengandung bahan kimia yang berbahaya untuk kulit sehingga dapat

menyebabkan iritasi oleh abrasi mekanis. Bahaya yang ditimbulkan oleh

gypsum ini bisa mengganggu kondisi para pekerja namun tidak ada

pemakaian APD untuk memproteksi diri.


Panduan Dasar Cara Membuat Gypsum

Gypsum adalah salah satu jenis mineral yang banyak dijumpai di lapisan kerak

bumi. Proses selanjutnya manusia mengolah batuan tersebut menjadi bahan

bangunan yang biasanya digunakan dalam konstruksi, hiasan, maupun gips.

Kini perkembangan gypsum semakin meningkat dengan penggunaan yang juga

kian meluas. Hampir semua struktur dari bangunan dapat didukung menggunakan

material yang satu ini. Tidak hanya rumah biasa, bangunan yang menerapkan

sistem konstruksi berteknologi tinggi dan kompleks pun sering memanfaatkan

gypsum sebagai bahan baku pendiriannya.

Mengingat makin besarnya permintaan pasar akan gypsum, secara otomatis

peluang berbisnis dengan material ini juga semakan terbuka lebar. Permasalahan

klise yang kerap menjadi kendala para pebisnis pemula adalah ketidaktahuan akan

proses pembuatan gypsum yang benar.


Alat dan Bahan :

 Cetakan Gypsum

 Semen putih

 Casting

 Roving

 Air

 Minyak goreng

 Minyak tanah

 Tali plastik

 Ampelas

 Kuas

 Spons

Langkah-langkah :

1. Buat adukan pembentukan gypsum yang terdiri dari air dan casting

dengan perbandingan 2:3. Kemudian tambahkan semen putih

secukupnya ke dalam adukan tadi

2. Campur adukan gypsum di atas hingga komposisinya tercampur

merata. Disarankan untuk mencampur adukan tersebut memakai

tangan kosong sehingga anda dapat merasakan kalau adukan sudah

benar-benar tercampur rata

3. Setelah adukan gypsum jadi selanjutnya tuangkan adukan ini ke dalam

cetakan gypsum yang sudah diolesi dengan minyak goreng dan minyak
tanah. Tujuannya agar adukan tidak menempel ke cetakan sehingga

nantinya hasil pencetakan bisa dikeluarkan dengan mudah dan

sempurna

4. Langkah berikutnya taburkan casting secukupnya ke atas adukan yang

didalam cetakan gypsum tafi. Setelah itu plastik di ujung cetakannya

dapat merekat kuat. Jangan lupa untuk meratakannya dengan spons

tipis biar hasilnya rapi.

5. Sekali lagi tuangkan kembali adukan casting ke atas roving yang sudah

diratakan sebelumnya. Lalu tunggu sampai adukan mngering kurang

lebih 5-10 menit.

6. Setelah adukan gypsum tampak mengering segera angkat gypsum

tersebut dari dalam cetakannya. Hati-hati saat melakukan pekerjaan ini

sebab apabila timbul kecetakan sedikit saja maka gypsum tidak layak

dijual

7. Gypsum yang sudah jadi ini berikutnya bisa anda ratakan

permukaannya menggunakan ampelas yang halus. Bila perlu bersihkan

seluruh bagian gypsum memakai kuas sehingga tampilannya lebih

menarik kembali.