Anda di halaman 1dari 5

TATALAKSANABELL'S PALSY

AYA
NAN PRIM
A
(G51.0)
L
KEPALA KLINIK
No. Dokumen :

S A R A S M E D IK A SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit:
KLINIK PRATAMA
RAWAT INAP Halaman :

SARAS MEDIKA

dr.Siti Wahyuni

A. Pengertian Bells’palsyadalahparalisisfasialisidiopatik,
merupakanpenyebabterseringdariparalisisfasialis unilateral
B. Tujuan Sebagaiacuanpenerapanlangkah-
langkahdalammelakukantatalaksanaterhadap Bell's Palsy
Mencegahsyokakibatperdarahan
Mencegahsyokakibatperdarahan
C. Kebijakan 1. SK KepalaKlinik No. 228 Tahun 2017
tentangpenyusunanrencanalayananmedis dan terpadu.
2. SK KepalaKlinik No. 217 Tahun 2017 tentangpelayananklinis.
D. Referensi KeputusanMenteriKesehatanRepublik Indonesia Nomor HK.
02.02 / MENKES/514/2015
TentangPanduanPraktikKlinisBagiDokter di
FasilitasPelayananKesehatan Tingkat Pertama.

E. Prosedur/ 1. Petugasmelakukan identifikasi pasien menanyakan nama, tanggal


Langkah-langkah lahir, alamat pasien (minimal dua kata) dan mencocokannya dengan
data rekam mediselektronik
2. Dokter/Perawat
melakukananamnesadenganmenanyakankeluhanberupa:
a. Paralisisototfasialisatas dan bawah unilateral, dengan onset akut
(periode 48 jam)
b. Nyeri auricular posterior
c. Penurunanproduksi air mata
d. Hiperakusis
e. Gangguanpengecapan
f. Otalgia
g. Peningkatansalivasi pada sisi yang lumpuh
3. Doktermelakukanpemeriksaanfisikuntukmenemukantandatanda
klinisberupaparalisisfasialdengancaramemintapasiendimintaunt
uktersenyum, akanterjadidistorsi dan lateralisasi pada
sisiberlawanandengankelumpuhan,
memintapasienmengangkatalis, sisidahiterlihatdatar.
4. Doktermenegakkandiagnosaberdasarkan anamnesa dan
pemeriksaan
fisik dan menyusunrencanalayananmedisberuparawatjalan dan
rujukan jika diperlukan
5. Doktermemberikanterapiuntukmemperbaikisaraf VII dan
menurunkankerusakansarafantara lain:
a. Steroid dan asiklovir (denganprednison)
mungkinefektifuntukpengobatanBells’ palsy (American Academy
Neurology/AAN, 2011).
b. Steroid kemungkinankuatefektif dan
meningkatkanperbaikanfungsisarafkranial, jikadiberikan pada
onset awal (ANN, 2012).
c. Kortikosteroid (Prednison), dosis: 1 mg/kg atau 60 mg/day selama
6 hari, diikutipenurunanbertahap total selama 10 hari.
d. Antiviral: asiklovirdiberikandengandosis 400 mg oral 5 kali
sehariselama 10 hari. Jika virus varicella zoster dicurigai,
dosistinggi 800 mg oral 5 kali/hari.
e. Perawatanmata: lubrikasiokulartopikal (artifisial air mata pada
sianghari) dapatmencegahcorneal exposure.
f. Fisioterapiatauakupunktur: dapatmempercepatperbaikan dan
menurunkansequele.
6. Doktermemberikanedukasikepadapasien dan
ataukeluargatentangkondisipasien dan rencanalayananmedis,
pengobatan dan efeksampingpengobatan dan rujukan
7. Doktermencatattanggalpemeriksaan, anamnesa, pemeriksaanfisik,
diagnose/kode ICD10 yaitu G51.0 (Bells’ palsy),
rencanalayananmedis, pengobatan dan edukasipasien di rekammedis
elektronik.
8. Petugasmencegahterjadinyapengulangan yang
tidakperludenganmemeriksakembalicatatanpelayanan yang
telahdiberikan.
9. Petugasmemasukkankodetandaakhirpemeriksaan
F. Diagram Alir

G. Unit terkait Layanan Umum 24 jam

H. Dokumen Terkait RekamMedis


Rekaman historis perubahan
No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai
diberlakukan

DAFTAR TILIK

….……………………………….

Unit :

Nama Petugas :

Tanggal Pelaksanaan :

NO KEGIATAN YA TIDAK TIDAK


BERLAKU
1

JUMLAH

Compliance rate (CR) ……………………%.

Sragen,

Pelaksana/Auditor